cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 271 Documents
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Untuk Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik Sederhana Yudhi Achnopha
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.237 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4057

Abstract

Rendahnya pengetahuan petani dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian seperti budidaya tanaman sayuran merupakan masalah yang dihadapi oleh petani di Desa Sei. Beras. Hal ini disebabkan karena lahannya merupakan lahan gambut yang mengalami banjir ketika musim hujan termasuk lahan pekarangan. Petani setempat belum mengetahui teknologi yang tepat yang dapat dilakukan untuk pemanfaatan kawasan pekarangan. Di samping itu, mahalnya harga pupuk kimia di pasaran menjadi alasan lain petani tidak memanfaatkan lahan pekarangan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan merupakan bentuk penyaluran pengetahuan dosen Pertanian dari Universitas Jambi dalam rangka meningkatkan keterampilan dari peserta untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan bahan yang mudah diperoleh. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 12 orang peserta yang terdiri dari ketua kelompok tani dan anggota kelompok tani. Peserta sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan baik dalam sesi diskusi maupun praktek. Dengan memanfaatkan limbah pertanian ramah lingkungan, peserta diberikan pengetahuan dalam membuat sistem hidroponik sederhana yang terdiri atas nutrisi dan media yang digunakan. Setiap peserta diminta untuk memberikan informasi terkait jumlah produksi dari sayuran yang ditanam pada hidroponik setelah kegiatan dilakukan. Kegiatan ini dinilai berhasil, salah satunya dibuktikan dengan adanya  dukungan desa, dimana peserta yang mengikuti kegiatan ini diminta untuk melatih  KWT-KWT (kelompok Wanita Tani) yang ada di Desa Sei. Beras serta menjadi desa “Swasembada Sayur”. 
Iptek Bagi Masyarakat Melalui Perancangan Desain Flying Fox untuk Pengembangan Wisata di Desa Rangas Tengah Candra Yuliana; Henry Wardhana; Muhammad Andra Pranatha; Muhammad Hafuz Ansyorie
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.359 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3852

Abstract

Potensi pariwisata alam desa di wilayah Indonesia dapat dikembangkan. Desa yang memiliki kawasan unik dengan karakteristik khusus, seperti lingkungan bersifat alami, tradisi masyarakat, makanan khas setempat, pertanian, dan kekerabatan, disebut desa wisata. Gagasan mengenai pengembangan pada Desa Sungai Rangas Tengah dikarenakan desa ini memiliki event musiman berupa lomba balap perahu tradisional (jukung) Kalimantan Selatan yang menjadi potensi pariwisata. Pengembangan desa wisata ini melalui flying fox terpanjang seKalimantan Selatan dengan jarak luncur hingga ± 100 meter. Flying fox merupakan wahana yang bersifat menguji adrenalin dengan cara meluncur dari satu titik ke titik lain menggunakan pengaman yang dikaitkan pada tali berupa sling baja, dengan kecepatan dapat mencapai ± 30 km/jam hanya dalam beberapa detik. Wahana flying fox ini juga akan dibuat dengan panjang berbeda yang diperuntukkan untuk anak-anak, dengan jarak luncur ± 39 meter.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) Baiturrahman di Kelurahan Merdeka Sarah Adilah Wandansari; Diah Fanyarti; M Fadlani Salam; Mukhlishah Mukhlishah; Supala Supala; Hendar Riyadi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.364 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i3.4267

Abstract

Sasaran pengabdian ini adalah MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) Baiturrahman yang berlokasi di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Sebagai salah satu dari penyelenggara proses pembelajaran ilmu-ilmu agama, MDTA juga mengambil peran penting dalam pembentukan nilai-nilai agama. Sayangnya, alokasi waktu yang masih minim menjadikan prosesnya tidak begitu efektif. Untuk tetap dapat memperoleh kualitas yang baik dan efektif maka perlu adanya keselarasan dengan unsur proses. Lokasi MDTA Baiturrahman dipilih sebagai tempat pengabdian, karena beberapa unsur proses belum terpenuhi. Unsur yang difokuskan meliputi dua hal yaitu pembenahan administrasi dan kurikulum. Sehingga kegiatan utama berkutat untuk melengkapi unsur yang masih belum sempurna. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pembuatan program software yaitu microsoft excel serta pengarahan dalam pembuatan sistem administrasi MDTA Baiturrahman untuk pencatatan. Sementara untuk memenuhi kurikulum yang sesuai standar, input kurikulum Kemenag terbaru juga dimaksimalkan. Selain itu tidak ketinggalan berbagai aktivitas yang mendukung terwujudnya tujuan diatas adalah dengan pengelolaan kelas dan kantor, pengadaan akses internet, pembenahan nuansa kelas, pelatihan guru, pojok literasi, dan penyediaan fasilitas tabungan umroh bagi para guru MDTA sebagai bentuk apresiasi. Seluruh rencana yang ditetapkan telah berjalan dengan baik, sekalipun beberapa diantaranya sempat terkendala, namun tetap bisa dilaksanakan. Maka dari itu, demi menjaga keberlangsungan seluruh program seusai pengabdian diperlukan peran serta pengelola dan para guru secara signifikan. Kata kunci: MDTA, pembelajaran , pembenahan administrasi dan kurikulum
Introduksi Produksi Gula Aren Kristal Pada Perajin Gula Suka Maju Desa Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Susi Susi; Tanwirul Millati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.444 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i1.3575

Abstract

The development of palm sugar into crystalline palm sugar has the potential to be developed in order to substitute white sugar where the fulfillment is still quite a lot imported. Therefore, to increase the food security of sugar, it can be done by utilizing local palm sugar resources. Palm sugar production technology is quite applicable to be applied in rural areas and can be made from palm sap or palm sugar. The introduction of the processing of crystal palm sugar was carried out in the Suka Maju LSPBM Group with the stages of counseling, production skills training, packaging, hygienic production to obtaining a PIRT legality as Health Office permit. The quality of crystal palm sugar produced from several quality parameters was achieved including the water content of crystal palm sugar ranging from 2.38-2.70%, ash content 0.85-0.99%, sugar content 86.72%, yellowish brown color and in the form of crystals or powder. The crystal palm sugar products produced was under the brand name Sehati. The constraint was limitation of marketing because this product at the local level was still known only for the purpose of making cakes, as well as for the more expensive price of white crystal sugar. Need coaching and better links with related network to open up a better market. From the results of the analysis of the business of producing crystal palm sugar, it is feasible to run with a profit value of Rp. 24,007,100,00, the value of BEP was 892 kg, profitability of 0.55 and business efficiency of Return Cost Ratio (R/C) of 1.55
Pengembangan Automatic Fish Feeder untuk Meningkatkan Produksi Keramba Apung Kelompok Budidaya Ikan Husnul Khatimi; Mutia Maulida; Nurul Fathanah Mustamin; Andry Fajar Zulkarnain
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.458 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i3.4106

Abstract

Kelompok budidaya ikan Mitra Usaha Jaya Mandiri yang berlokasi di Kelurahan Banua Anyar Banjarmasin diketuai oleh Bapak Umar Yasin memiliki 10 anggota yang merupakan peternak ikan keramba apung. Kelompok ini bertujuan untuk pengelola peternak ikan keramba apung di sekitar lingkungan Banua Anyar. Permasalahan yang dihadapi kelompok ini terkait pengelolaan pemberian pakan ikan untuk setiap keramba apung masih dilakukan secara tradisional. Hal ini menyebabkan jumlah pakan ikan yang diberikan tidak sama dalam satu keramba dan tidak sesuai standar takaran yang tepat untuk tiap jenis ikan sehingga hasil produksi ikan dan waktu panen berbeda dalam satu keramba. Sebuah teknologi pemberi pakan ikan otomatis dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini. Alat ini dikembangkan berbasis Internet of Things dengan penggunaan beberapa sensor dan mikrokontroler sesuai kebutuhan fungsi alat. 
Penerapan Kolam Terpal Bioflok Ikan Lele Tenaga Surya bagi Warga Aliran Anak Sungai Kemuning di Kelurahan Loktabat Utara Dodon Turianto Nugrahadi; Muhammad Itqan Mazdadi; Triando Hamonangan Saragih; Totok Wianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.79 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i1.3506

Abstract

Dodon Turianto Nugrahadi*1, Muhammad Itqan Mazdadi 2, Triando Hamonangan S3, Totok Wianto41,2,3,4 Universitas Lambung Mangkurat1,2,3Program Studi Ilmu Komputer, FMIPA, Universitas Lambung Mangkurat4Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Lambung Mangkurat*e-mail: dodonturianto@ulm.ac.id1, mazdadi@ulm.ac.id2,triando.saragih@ulm.ac.id3, totokwianto@ulm.ac.id4Received: 25 Mei 2021/ Accepted: 16 Juni 2021 AbstractPeople on the side river of the Kemuning river in the North Loktabat sub-district have not utilized the river water as a source of fisheries business. With river water sources for use as fisheries, it can provide alternative livelihoods for people on the side river of the Kemuning river. However, if they use fishery media such as keramba, the water source of the Kemuning river will overflow in the rainy season, besides that if you use a pond, you need a land medium that is less possible.The use of a kolam terpal is one solution to this problem. This pool is made based on the need for a portable pool because it has a radius of 1.5m and a height of 1.5m. Kolam terpal are fish farming using tarpaulin materials as an alternative to soil or concrete ponds. The pool with the base and the sides of the walls is made of tarpaulin. The tarpaulin needed to make this pool is a type of tarpaulin with a material that is pressed so that no leakage occurs. The implementation of this tarpaulin pool using biofloc techniques and by using solar power makes this pool easier to adapt. This tool is equipped with solar panels and an automatic control system. The use of solar panels by utilizing the abundance of solar power and minimizing the expenses of fish farmers without electricity bills to activate pumps for water needs and pond air aerators. In addition, with the biofloc technique, the fish farming mechanism becomes more efficient.The targets and outputs generated from this program, especially for partners, are: the fulfillment of alternative livelihoods with fish farming, and an increase in income of approximately 80%, there is a biofloc kolam terpal equipment with solar panel technology. Keywords: Tarpaulin pool, solar power, bioflok AbstrakWarga di pesisir aliran anak sungai kemuning daerah Kelurahan Loktabat Utara belum memanfaatkan aliran anak sungai sebagai sumber usaha perikanan. Dengan sumber air sungai untuk pemanfaatan sebagai usaha perikanan dapat memberikan alternatif mata pencaharian bagi warga di pesisir aliran anak sungai kemuning. Akan tetapi jika menggunakan media perikanan seperti keramba, sumber air anak sungai kemuning dapat terjadi luapan jika dimusim hujan, selain itu jika menggunakan kolam tambak membutuhkan media lahan yang kurang memungkinkan. Penggunaan kolam terpal menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut, kolam ini dibuat berdasarkan kebutuhan akan kolam yang portabel karena ukuranya jari-jari 1,5m dan tinggi 1,5m. Kolam terpal merupakan budidaya ikan dengan menggunakan bahan terpal sebagai alternative kolam tanah atau beton. Kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Terpal yang dibutuhkan untuk membuat kolam ini adalah jenis terpal dengan bahan dipres sehingga tidak terjadi kebocoran. Implementasi kolam terpal ini dengan menggunakan teknik bioflok serta dengan menggunakan tenaga surya maka kolam ini dapat lebih mudah diadaptasikan. Alat ini dilengkapi dengan panel surya dan sistem kontrol otomatis. Penggunaan panel surya dengan memanfaatkan limpahan tenaga surya dan meminimalkan pengeluaran para pembudidaya ikan tanpa adanya tagihan listrik untuk mengaktifkan pompa untuk kebutuhan air dan aerator udara kolam. Selain itu dengan teknik bioflok, mekanisme pembudidayaan ikan menjadi lebih efisien.Target dan luaran yang dihasilkan dari program ini khususnya untuk pihak mitra adalah: terpenuhinya alternatif mata pencaharian dengan budidaya ikan, dan meningkatkan pendapat kurang lebih 80%, terdapat peralatan kolam terpal bioflok dengan teknologi panel surya. Kata kunci: Kolam terpal, tenaga surya, bioflok
Arahan Penyusunan dan Perancangan Masterplan Desa Wisata Madu Retno Berbasis Wisata Budaya Ira Mentayani; Mohammad Ibnu Saud; Akbar Rahman; Irwan Yudha Hadinata
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1851.911 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4098

Abstract

Madu Retno Village is the first transmigration village in the Batulicin area which was formed in 1980. Initially, village management was under the guidance of the Transmigration Department with a duration of 1 year. The village is growing but not maximal in its stages. Judging from its potential, Madu Retno Village has a strong Hindu socio-cultural character. In its development, the existing potential has not been mapped thoroughly so that there is no complete planning and development scheme, it does not yet have the direction of goals contained in the development scheme, the thematic growth direction, and indicators to improve adequate infrastructure. The overall urgency can be realized through the preparation of a village master plan which will be prepared with the residents so that they will find and appreciate the expectations of the residents. The concept of an independent village is a top priority in the preparation of this village master plan, then the concept of a cultural tourism village becomes the next development effort so that Madu Retno Village will develop tourism and community culture independently. 
Transfer Teknologi Pembuatan Ekstrak Albumin Ikan Gabus Di Kelurahan Sekumpul Dewi Kartika Sari; Nooryantini Nooryantini; Wahdatul Fitri; Shafa Madina
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.175 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3922

Abstract

Abstrak Penerapan teknologi pembuatan ekstrak albumin merupakan solusi dalam pemanfaatan ikan gabus segar.  Teknologi ekstraksi daging ikan gabus untuk mendapatkan ekstrak albumin yang bernilai inovatif tinggi dan tepat guna untuk diberdayakan di masyarakat, khususnya pada masyarakat di Kelurahan Sekumpul yang belum terimplementasi secara maksimal dan pemanfaatan ikan gabus  terbatas sebagai ikan konsumsi.  Selain itu, harga ikan gabus relatif lebih mahal dibandingkan jenis ikan lainnya maka diperlukan teknologi yang lebih bernilai ekonomis berupa pembuatan makanan fungsional ekstrak albumin ikan gabus. Kegiatan PKM ini dengan mitra  masyarakat pembudidaya ikan dan ibu rumah tangga tergabung pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kelurahan Sekumpul.  Kegiatan PKM menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi.  Pelaksanan kegiatan dilakukan secara berkelompok karena memungkinkan adanya umpan balik dan interaksi dalam kelompok. Hasil dari kegiatan ini adalah tingkat pemahaman mitra dengan kreteria memahami dan mempraktekan pengolahan ekstrak albumin ikan gabus sebelum kegiatan PKM sebesar 20% dan setelah pelaksanaan PKM mencapai 80% atau terjadi peningkatan sebesar 60% dari jumlah responden.  Kesimpulan dari kegiatan PKM, yaitu (1) penerapan teknologi pengolahan ekstrak albumin merupakan upaya diversifikasi/ penganekaragaman produk hasil olahan perikanan berbasis ikan gabus dan (2) peran mitra bersama-sama dengan tim pengabdian melakukan evaluasi untuk keberlanjutan kegiatan PKM pengolahan ekstrak albumin ikan gabus menuju kepada pengembangan usaha kreatif di Kelurahan Sekumpul.  Kata kunci: ektrak albumin, ikan gabus, Kelurahan Sekumpul
Pengenalan Pengelolaan Obat Rumah Tangga Melalui DAGUSIBU dan Simulasi Kotak Obat Keluarga Okta Muthia Sari; Aditya Maulana P.P; Arnida Arnida
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.585 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i3.4618

Abstract

Management of drugs in households in the community is still high which is not appropriate in self-medication. This has the risk of having a negative impact on personal health and the environment. It is important for the public to have the correct knowledge regarding drugs. Therefore, the service team carried out service activities consisting of education and simulation of drug management in the household. This service aims to increase the knowledge and skills of the community regarding proper drug management. The method used in this service is through education (DAGUSIBU) and simulation (medicine box) in the management of household drugs. The service is carried out for the residents of Sungai Besar village, Banjar Regency, South Kalimantan. Service evaluation was carried out through filling out knowledge questionnaires and simulation observations. A total of 9 people participated in this service. The results of the evaluation using a questionnaire showed that after education and simulation there was an increase in the average knowledge of participants from 7.67 ± 1.414 to 11 ± 0 related to drug management in the household. In addition, the results of the observation evaluation showed that all participants (100%) were able to practice drug management in the household in the aspects of using, storing and disposing of drugs. By understanding and applying the correct way of managing drugs in the household, the goals of treatment can be achieved and do not cause environmental damage. 
Media Video Ekosistem Lahan Basah untuk meningkatkan Kemampuan Mitigasi Bencana pada Anak Usia Sekolah (13-15 tahun) di Desa Sungai Lumbah Kecamatan Alalak Kabupaten Batola Faisal Arif Setiawan; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma; Aswin Nur Saputra
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.142 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i1.3603

Abstract

Pelaksanaan pengabdian masyaratakat dengan dengan video merupakan salah satu sosialisasi mitigasi bencana. Mitigasi bencana adalah langkah meminimalisir kerugian ketika sebelum dan sesudah bencana. Kondisi alam yang luas seperti lahan basah menyulitkan masyarakat dalam mengidektifikasi kerusakan lingkungan. Kesulitan dalam mengidentifikasi kerusakan lingkungan akan menyebabkan sikap acuh. Dampaknya adalah ketika bencana terjadi maka kerugian yang ditimbulkan akan semakin besar. Pengenalan lingkungan dan potensi bencananya perlu disampaikan kepada generasi anak sekolah dengan tujuan memunculkan kesadaran dan kemampuan mitigasi bencana pada diri anak. Penggunaan media video merupakan alat yang efektif dalam menyampaikan permasalahan lingkungan yang luas dan konkret. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berikut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitigasi bencana anak usia sekolah (usia 13-15 tahun). Peserta kegiatan adalah anak usia 13-15 tahun di Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan sebanyak satu kali secara luring. Metode kegiatan meliputi: (1)Pembukaan dan Pre tes (2) Menyaksikan Video; (3) Diskusi dan tanya jawab; dan (4) Post tes dan penutup. Instrumen kemampuan mitigasi bencana terdiri dari 5 aspek: (1)  Pengetahuan umum risiko bencana, (2) respon terhadap bencana, (3) sistem peringatan bencana, (4) kearifan lokal mitigasi bencana, (5) tindakan ketika terjadi bencana.

Page 5 of 28 | Total Record : 271