cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 271 Documents
PAI STAI Muhammadiyah Bandung Kuatkan Pengabdian Masyarakat Melalui Inovasi Penyelenggaraan Pengajian di Desa Sumbersari iim ibrohim; Rahmat Fadhli; Eka Iskandar; Mukhlishah Mukhlishah; Muhtadin Muhtadin; Mirna Kartika
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5408

Abstract

AbstrakPengajian merupakan salah satu sarana dakwah dalam Islam yang paling efektif dalam menguatkan pondasi keagaaman umat muslim. Melalui aktivitas ini, masyarakat akan terfasilitasi dalam melakukan pendalamaan terhadap materi-materi keislaman. Selain itu, ini juga menjadi wadah bagi jamaah untuk saling bersilaturahmi. Hanya saja dalam beberapa tahun terakhir ini, animo masyarakat untuk mengikuti pengajian mengalami penurunan. Hal ini juga terjadi di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung dimana jumlah jamaah dari waktu ke waktu mengalami penurunan secara kuantitas. Berangkat dari fenomena tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Bandung bekerjasama dengan Pimpinan Ranting (PRM) Muhammadiyah Sumbersari melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pengajian. Strategi tersebut diimplementasikan dalam bentuk inovasi penyelenggaraan pengajian melalui metode ceramah sekaligus dikombinasikan dengan on the spot training yaitu melakukan beberapa program bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat setempat. Selain itu, salah satu bentuk inovasi pengajian yang digagas oleh STAIM Bandung dan PRM Sumbersari adalah adanya program Subhad (Subuh Ahad), yaitu program ngariung atau berkumpul dengan seluruh jamaah untuk ngopi bersama setelah pengajian di hari Ahad subuh secara gratis. Hasilnya adalah animo masyarakat mengikuti pengajian semakin meningkat dan jalinan tali silaturhmi antar sesama jamaah semakin kuat. Kata Kunci : pengajian, inovasi, on the spot training AbstractHalaqah is one of the most effective way in Islam to strengthen the muslims religious foundation. Through that activity, the community will get the opportunity to understand and deepeen the Islamic materials. In addition, this is also a place for the worshippers to stay in touch with each other. However, in the last few years, the public's interest in attending the halaqah has gradually decreased. It can be seen in Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung as the example where the number of worshipers from time to time had show a decrease in quantity. Based on this phenomenon, the Islamic Religious Education Study Program (PAI) Muhammadiyah Islamic College (STAIM) Bandung in collaboration with the Branch Leaders (PRM) of Muhammadiyah Sumbersari carried out several strategies to increase the quantity and quality of the halaqah. This strategy is implemented in the form of innovation in organizing halaqah through the lecture method as well as combined with on the spot training by conducting several guidance and mentoring programs for the local community. Other than that, another innovation initiated by STAIM Bandung and PRM Sumbersari to increase the local people participation in halaqah is by conducting the program Subhad (Subuh Ahad) which means a dawn at sunday. That program is designed simply like a gathering for all the local people in the Sunday Dawn called "ngariung" to have a coffee for free after the halaqah end up. The result showed that that the public's interest or the whorsipper interest in attending the halaqah is increasing and the relationship between fellow worshipers among each other is getting stronger. Keywords: Halaqah, Innovation, on the spot training
Pemanfaatan Pekarangan Dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Sekitar KHDTK ULM Arfa Agustina Rezekiah; Adi Rahmadi; Abdi Fithria; Hafizianor Hafizianor; Mufidah Asy'ari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5076

Abstract

Desa Mandiangin Timur memiliki luas wilayah kurang lebih 85.000 ha, berjarak 7 Km dari Kecamatan Karang Intan. Desa Mandiangin Timur berbatasan dengan Desa Padang Panjang di Sebelah selatan. Berbatasan dengan Desa Awang Bangkal Barat di Sebelah Timur, Desa Kiram di sebelah Selatan dan Desa Mandiangin Barat di Sebelah Barat.  Desa Mandiangin Timur merupakan salah satu desa yang berada di sekitar KHDTK ULM.   Selama ini masyarakat desa kurang optimal dalam memanfaatkan lahan pekarangan, mereka menanami pekarangan hanya dengan pohon rambutan atau mangga dan masih banyak lahan kosong yang tidak digunakan secara optimal.  Permasalahan yang dialami mitra adalah a) rendahnya pengetahuan dan keterampilan inovatif dalam budidaya tanaman obat, b) rendahnya pengetahuan tentang tanaman obat dan cara bertani, c) kurangnya pengetahuan tentang pelestarian tanaman obat.  Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota kelompok mitra tentang budidaya dan pemeliharaan tanaman berkhasiat obat. Solusi dalam program ini adalah a) penyuluhan tentang tanaman obat di pekarangan, b) transfer teknologi dengan demonstrasi plot, c) praktek penataan pekarangan dengan system blok.  Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini terdiri dari penyuluhan, pelatihan budidaya dan pemeliharaan TOGA, penanaman TOGA pada demplot. Hasil yang diperoleh berupa peran serta mitra dalam kegiatan paket teknologi intensifikasi TOGA yang dapat diterapkan masyarakat (mitra) untuk pemanfaatan lahan pekarangan.. Kata kunci: Pekarangan, tanaman obat keluarga, Kesehatan, KHDTK ULM 
Pelatihan Dokumentasi, Story Telling, Dan Branding Ekowisata Kepada Pokdarwis Desa Paau Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Fahrianoor Fahrianoor; Muhammad Nizar Hidayat
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.4302

Abstract

Ecotourism is one of the main streams in Indonesia's tourism program. One area that has great ecotourism potential is South Kalimantan Province, especially in Paau Village, Aranio District, Banjar Regency. One of the problems found is the low quality of local Pokdarwis as tourism stakeholders, especially in the use of online media for ecotourism promotion. For this reason, the community service program this time is directed at strengthening the ability to master Pokdarwis online information media by conducting documentation training, storytelling, and branding the ecotourism potential of Paau Village. The approach used in this partnership program is an approach based on partner needs and program assistance activities by first identifying problems and then proceeding with developing problem-solving strategies.
Bantuan Wastafel Ergonomis dalam Mencegah Penularan Covid-19 untuk Anak Paud di Kota Banjarbaru Naimatul Aufa; Prima Widia Wastuty; Bani Noor muchamad; Ira Mentayani; J. C. Heldiansyah; M. Yusuf Tahmidillah; Qartinalia Nuryanti
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5130

Abstract

Saat ini Kota Banjarbaru dikenal sebagai kota pendidikan di Kalimantan Selatan. Salah satu tonggak pendidikan di kota ini adalah jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD adalah pendekatan pembinaan untuk anak sampai dengan usia enam tahun, dilaksanakan dengan memberikan stimulan pendidikan untuk membantu anak tumbuh dan berkembang sehingga siap untuk pendidikan dimasa yang akan datang. Saat ini, dunia pendidikan di Kota Banjarbaru menghadapi isu COVID-19. Setelah hampir satu tahun sekolah dari rumah, semua sekolah di Kota Banjarbaru diminta mempersiapkan diri untuk menghadapi new-normal. Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjarbaru menghimbau untuk menerapkan sistem protokol kesehatan, dengan mempersiapkan diri menuju sekolah new-normal dengan cara pengadaan thermogun, wastafel, hand sanitizer, peralatan kebersihan kelas (pel, sapu lidi, dan bak sampah) serta mempersiapkan kelas new-normal yang memenuhi standar kebersihan dan memperindah kelas dengan penghijauan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Arsitektur menggagas kegiatan donasi wastafel dengan desain yang sesuai dengan dimensi anak-anak. Kegiatan ini menggunakan metode design thinking yang terdiri dari lima tahapan yaitu: meningkatkan rasa empati, mendefinisikan, merumuskan standar ideal, membuat prototipe, dan melakukan pengujian. Pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan wastafel-wastafel yang didistribusikan kepada enam PAUD terpilih dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap covid-19, sekaligus meningkatkan kesadaran hidup bersih sejak dini. 
Introduksi Pembuatan Gula Cair bagi Petani Sagu di Kecamatan Sungai Tabuk Kalimantan Selatan Dindin H Mursyidin; Yudhi Ahmad Nazari; Iwan Sugriwan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.4737

Abstract

Kegiatan sosialisasi dan pendampingan teknis (workshop) tentang aplikasi teknik ‘DNA barcoding’ telah dilakukan untuk mendukung upaya konservasi secara ex-situ tumbuhan langka di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sebanyak tujuh orang hadir dalam kegiatan tersebut yang merupakan perwakilan dari empat instansi pemerintah dengan latar belakang keilmuwan yang berbeda, meliputi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), dan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), termasuk staf Kebun Raya Banua, Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan tersebut, mayoritas peserta sangat antusias dan merasa sangat senang dengan kegiatan seperti ini. Persepsi awal mereka tentang analisis molekuler yang berat dan sulit ternyata tidak terjadi. Seluruh peserta begitu menikmati dan dapat melewati semua rangkaian kegiatan workshop dengan mudah, mulai dari ekstraksi DNA, PCR, hingga elektroforesis. Mereka mendapatkan pengetahuan baru mengenai aplikasi penanda molekuler untuk tujuan konservasi. Namun demikian, mereka menyarankan supaya dilaksakanan workshop secara khusus tentang materi bionformatik atau penelusuran database plasma nutfah secara in silico untuk mendukung upaya konservasi di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Meningkatkan Kualitas Madrasah Takmiliyah Awaliyah Melalui Pengaktifan Ikatan Remaja Masjid dan Penataan Kurikulum iim ibrohim; Ai Yanti Nurkamilati; Muhatadin Muhatadin; Mukhlishah Mukhlishah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5409

Abstract

 ABSTRAKKehadiran madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) di lingkungan masyarakat, memiliki peran yang sangat vital. Di madrasah DTA, para remaja akan dididik dan dibina dengan ajaran Islam. Saat itu dilakukan, maka pada diri generasi bangsa tersebut akan tumbuh keimanan yang kuat serta akhlak mulia yang merupakan tujuan dari Pendidikan Nasional bangsa Indonesia. Untuk madrasah DTA yang lebih baik, perlu dilakukan pembinaan remaja. Apalah artinya madrasah DTA tanpa kehadiran para remaja yang memiliki semangat tinggi untuk mendalami ajaran Islam. Selain itu, diperlukan pula pembenahan kurikulum ideal yang sesuai kebutuhan. Masyarakat pada Rukun Warga 11 Kelurahan Kopo Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung, memiliki madrasah DTA. Sayangnya, semangat para remaja untuk belajar di sana terlihat rendah. Pun pada keberlangsung pembelajarannya, belum nampak kurikulum ideal. Para santri hanya hanya mengikuti pembelajaran sesuai kehendak para pengajarnya.Dengan dilakukan pembinaan remaja dan pembenahan pada kurikulumnya, kualitas madrasah DTA di Rukun Warga 11 Kelurahan Kopo Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung, menjadi meningkat. Para remaja mulai bersemangat datang ke masjid/madrasah, serta mempelajari materi pelajaran yang jelas. Berlahan tapi pasti, dengan dilakukannya pengaktifan kembali Ikatan Remaja Masjid dan penataan kurikulum, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, madrasah kembali didatangi para santri untuk belajar mengaji.  Setidaknya terdapat 12%, atau sekitar 18-24 santri warga yang konsisten terus datang. Jika program pengabdian terus dilakukan, jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, dan madarasah akan kembali ramai oleh santri. Kata Kunci: Madrasah DTA, Remaja, Masjid, Kurikukum.  ABSTRACTThe attendance of madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) in the community has a very vital role. At madrasah DTA, teenagers will be educated and nurtured with Islamic teachings. When that is done, then the nation's generation will grow strong faith and noble character which is the 0bjective of the Indonesian National Education.For better madrasah DTA, it is necessary to conduct teenagers development. What is the meaning of a madrasah DTA without the presence of teenagers who have high enthusiasm to explore Islamic teaching, In addition, it is also necessary to reform the ideal curriculum according to needs.The community at the 11th hamlet Kopo urban Village, Bojongloa Kaler sub-district, Bandung City, has a madrasah DTA. Unfortunately, the enthusiasm of teenagers to learn there looks low. Even in the ongoing learning, the ideal curriculum does not yet appear. The students only follow the lessons according to the wishes of the teachers.With teenagers coaching and improvements to curriculum, the quality of madrasah DTA at the 11th hamlet Kopo urban Village, Bojongloa Kaler sub-district, Bandung City, has increased. Teenagers are getting excited to come to the mosque/madrasah, and learn clear subject matter.Slowly but surely, with the re-activation of the Mosque Youth Association and reorganization of curriculum, in less than a month, the madrasah were again visited by students to learn reciting the Koran. There are at least 12%, or about 18-24 resident students who consistently keep coming. If the service program continues, this number will certainly continue to grow, and madrasah will be bustling with students again.Keywords: Madrasah DTA, teenagers, Mosque, Curriculum.
PKm Alat Penjernih Air Di Desa Pemangkih Tengah Abdi Fithria; Adi Rahmadi; Arfa Agustina Rezekiah; Friska Septian Pratiwi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5077

Abstract

Clean water is an invaluable need for the residents of Pemangkih Tengah village. The water in the village of Pemangkih Tengah is actually blackish in color, because the area of this village is located in a location with peaty soil and acid soil. To overcome this problem, it is necessary to have a water purification device using materials that are easily available. Materials that are easily available include rice husks, sand, gravel and palm fibers. The goal is that people are more enthusiastic about making their own, because the materials used are around them. Moreover, part of the village land is planted with rice, so that the husks produced from the rice grinder can be used for natural water purification. In contrast to water purification using chemical techniques, natural techniques are preferred by the community because the costs incurred to make tools are cheaper. From the results of the purification that has been carried out, it is clear that there is a difference in the level of water clarity before and after it is done.
Light trap Lampu LED Sebagai Penjebak Hama Padi Berbasis Sel Surya Bagi Petani di Desa Lembeyan Kulon Kabupaten Magetan Sudarsono Sudarsono; Retno Asih; Iim Fatimah; Diky Anggoro; Linda Silvia; Lila Yuwana; Nurrisma Puspitasari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.4361

Abstract

Lembeyan Kulon merupakan salah satu desa di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan Jawa Timur, dengan penduduknya sebagian besar sebagai petani. Lahan pertanian sebagian besar ditanami padi dengan masa tanam rata rata dua kali dalam setahun. Para petani sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama seperti wereng coklat, walang sangit, kepik hijau, penggerek batang padi dan penggulung atau pelipat daun. Penggunaan pestisida dalam membasmi hama padi merupakan cara yang praktis dan mudah. Namun dibalik penggunanan pestisida tentu memberikan dampak negatif diantaranya banyak makhluk hidup lain di sawah yang tidak menggangu tanaman padi ikut mati. Penggunaan pestisida yang berlebihan selain mempunyai dampak negatif bagi makhluk hidup lainnya juga memerlukan biaya yang tidak murah dan dapat membahayakan kesehatan manusia. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan alternatif cara pengendalian hama padi yang ramah lingkungan. Pada makalah ini dilakukan rancang bangun light trap penjebak hama padi lampu LED sebagai penjebak hama padi berbasis sel surya bagi petani di Desa Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Prinsip kerja alat ini adalah menarik hama padi dengan cahaya lampu di malam hari sehingga terperangkap dalam sebuah wadah.  Sistem light trap ini bekerja secara otomatis yaitu menyala otomatis di malam hari dan mati di siang hari untuk melakukan pengisian baterai dengan sinar matahari melalui panel surya
Konsep Wisata Mandiri sebagai Arahan Penyusunan Masterplan Desa Gunung Batu Kabupaten Banjar Kal-Sel Ira Mentayani; Prima Widia Wastuty; Muhammad Ibnu Saud; Bani Noor Muchamad
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5149

Abstract

Gunung Batu Village is located in Connect Makmur District, Banjar Regency and requires direction and guidance in village development and development. This village needs guidelines and priority design plans to support the village self-reliance program. This priority design plan includes village infrastructure and roads in the three village hamlets that connect various social, cultural and economic activities. This village has various potentials, but this village does not yet have a development scheme, a thematic direction of growth, and indicators to increase this potential. Therefore, this community service program aims to contribute the idea of a master plan for Gunung Batu Village. Through this master plan, it is hoped that a comprehensive, integrated, and sustainable picture of village self-reliance plans and programs will be obtained with a common interest for the residents of Gunung Batu Village so that the community is able to manage village potential and village development programs independently. The results of this activity are in the form of a Gunung Batu Village master plan which has gone through an evaluation process and then handed over from the community service team of FT ULM to the Gunung Batu Village Head as a form of accountability for this activity. 
Peningkatan Kualitas Usaha Manisan Desa Bati Bati Kabupaten Tanah Laut Daniel Itta; Dewi Fitriyanti; Susilawati Susilawati; Raudatul Jannah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.4759

Abstract

Along with the development of tourism in Tanah Laut Regency, some Bati Bati residents have opened a business selling candied fruit. The average income of candied fruit traders ranges from Rp. 500,000 to 1,000,000 per month. Most of these small and medium enterprises are their main income and some are side activities other than as laundry workers and housewives. Candied fruit trading business that is engaged in by Mandiri UKM mothers. established in early 2016 and growing until now. However, the business conditions of this women's group require attention and touch from other parties in order for significant business development to occur. Meanwhile, based on observations so far, candied fruit is still underdeveloped, including 1) the types / types are less varied, 2) packaging / presentation is relatively simple 3) Quality still needs to be improved because candied fruit still uses saccharin so it tastes bitter and 4) marketing has not so wide. These problems need to be solved, namely (a) Training on making candied fruit with various flavors (original, spicy) that is healthy and durable (b) Training on packaging that attracts consumers and makes product brands that are made so that they have an identity at the same time. as a means of promotion (c) Training on standardization of healthy candied fruit and product idea exploration (d) Assistance in market expansion and training in household financial management and business bookkeeping (cash flow).

Page 7 of 28 | Total Record : 271