cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Analisis Frasa Idiomatik dalam Lirik Lagu Tondi-Tondiku karya Herbert Aruan Febri Ola Hutauruk; Immanuel Silaban; Evelina Harefa; Dony Sigiro
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2722

Abstract

Penelitian ini mengkaji frasa idiomatik dalam lirik lagu “Tondi-tondiku” dari karya Herbert Aruan. Studi ini mengungkapkan sebuah kasih sayang seorang ayah yang sangat mendalam kepada boru panggoaran (anak perempuan pertama). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis frasa idiomatik yang terdapat dalam lirik lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang cenderung menggunakan analisis pada pendekatan teoretis fraseologi oleh Charles Bally. Data penelitian diambil dari penggalan lirik lagu “Tondi-tondiku” melalui teknik baca, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa idiomatik dalam lirik lagu “Tondi-tondiku” memiliki makna kiasan yang sangat mendalam dan berfungsi untuk menyampaikan pesan serta menciptakan nuansa artistik yang kuat. Melalui penggunaan kata-kata dan frasa disetiap bait-bait lagu menggambarkan tentang konteks bahasa dan budaya Batak. Temuan dari setiap isi lagu ini dapat memberikan wawasan untuk mempertahankan warisan melalui musik dan terus berlanjut bagi perkembangan bahasa modern pada masyarakat lokal di indonesia. Studi ini menjadi referensi bagi peneliti lainnya yang ingin mengkaji tentang lagu terkhusus dalam penggunaan frasa idiomatik.
Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Audiovisual Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Bulukkumba Andi Dian Sartika; Andi Nurfaizah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2737

Abstract

Menulis karangan Deskripsi melalui Audio Visual ini Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Bulukkumba. Penenlitian ini memiliki pupulasi dan sampel siswa kelas X yang terdiri atas 32 jumlah siswa dalam satu kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian deskriptif kuantitatif. Dengan Teknik pengambilan data adalah observasi dan tes yang dibagikan. Kemampuan siswa berdasarkan data yang diperoleh bahwa siswa mampu dengan mudah menciptakan ide dan gagasan lalu dituangkan dalam wujud tulisan yang berciri deskripsi. Kemampuan siswa menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media audiovoisual lebih tinggi dibandingkan kemampuan siswa sebelum menggunakan media audiovoisual.
Analisis Stilistika dan Relevansi Sosial dalam Lirik Lagu “Kalau Aku Jadi Presiden” Karya Bimbim Masnita Massaguni; Budi Hartono; Supryanto Supryanto
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk gaya bahasa (stilistika) serta menganalisis relevansi sosial dalam lirik lagu “Kalau Aku Jadi Presiden” karya Bimbim (Slank). Lagu ini dipilih karena mengandung kritik sosial yang kuat terhadap perilaku pemimpin, praktik korupsi, eksploitasi sumber daya alam, dan ketimpangan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis stilistika untuk menelusuri hubungan antara bentuk linguistik, fungsi estetis, dan pesan moral dalam teks. Data diperoleh melalui dokumentasi dan analisis mendalam terhadap lirik lagu serta sumber teoretis pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bimbim menggunakan berbagai gaya bahasa seperti repetisi, metafora, metonimia, litotes, antitesis, hiperbola, dan personifikasi. Setiap majas berfungsi memperkuat pesan moral dan sosial, menciptakan efek emosional, serta memperhalus kritik terhadap ketimpangan struktural dan perilaku koruptif. Secara sosial, lagu ini merepresentasikan bentuk cultural resistance atau perlawanan budaya terhadap sistem politik yang tidak adil. Pesan-pesan dalam lirik menggambarkan harapan terhadap kepemimpinan yang jujur, adil, dan berpihak pada rakyat kecil. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi moral dan refleksi sosial.
Ideologi dan Representasi Sosial dalam Wacana Barak Militer Dedi Mulyadi: Pendekatan Norman Fairclough Drestha Surya Yogiswara; Nanik Setyawati; Icuk Prayogi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2742

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur linguistik dan retoris dalam teks berita yang membingkai wacana barak militer, mengidentifikasi dan menginterpretasikan ideologi yang terkandung, serta mendeskripsikan representasi sosial terhadap tokoh, kelompok sasaran, dan nilai-nilai sosial dibentuk dalam teks dan praktik wacana. Data penelitian berupa teks berita media daring BBC News Indonesia, Okezone News, Tempo.co, Kompas.com, dan Jawa Pos. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan teknik simak dan catat. Analisis menggunakan model tiga dimensi wacana Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur linguistik dan retoris dalam teks berita yang membingkai wacana barak militer berupa labelisasi dan eufemisme sebagai mekanisme kuasa simbolik, struktur kontras dan negasi sebagai strategi legitimasi, pilihan leksikal formal dan teknis sebagai bentuk rasionalisasi kebijakan, serta metafora dan hiperbola sebagai pembentuk persepsi moral dan krisis; ideologi yang tecermin berupa ideologi kritis humanistik, tekno-birokratis dan reformis, hak anak dan etika sosial, paternalistik-moral dan kolaboratif, serta disiplin-ekonomistik; dan representasi sosial terhadap tokoh dan sasaran dalam wacana meliputi representasi anak dan KDM. Anak direpresentasikan sebagai korban sistem sosial dan pendidikan yang gagal memberikan perlindungan dan sebagai subjek moral yang perlu dibina, bukan korban. KDM direpresentasikan sebagai figur ayah bangsa dan pembimbing moral dan sebagai figur paradoksal antara moralitas dan kontrol sosial. Kemudian, nilai yang diusung adalah yang berakar pada empati, kebebasan, hak anak, serta demokrasi pendidikan; profesionalisme, rasionalitas, dan akuntabilitas publik; tanggung jawab moral, kemanusiaan, dan kolaborasi sosial; serta disiplin, ketertiban, dan nasionalisme produktif.
Inovasi dalam Pengelolaan Pembelajaran Bahasa untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Aulia Syifa Adzani; Tia Adilia; Muhammad Haikal; Ratu Diana Wulandari; Parulian Sibuea
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai inovasi dalam pengelolaan pembelajaran bahasa yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis para mahasiswa. Dengan adanya kemajuan teknologi dan perubahan dalam karakteristik peserta didik di zaman digital, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif, fleksibel, dan berfokus pada mahasiswa. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif melalui kajian literatur serta analisis hasil penelitian sebelumnya mengenai inovasi dalam pembelajaran bahasa. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pemanfaatan media digital interaktif, model pembelajaran berbasis proyek, aktivitas kolaboratif, dan integrasi literasi multimodal terbukti dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis data, merumuskan argumen, dan menilai berbagai jenis teks. Inovasi tersebut juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih komunikatif, reflektif, serta mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pengelolaan pembelajaran bahasa yang inovatif memiliki peranan penting dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis yang menjadi kebutuhan utama mahasiswa di zaman global saat ini.
Vitalitas Bahasa Bacan Ridwan, Ridwan; Junaib Umar; Junita Sabri; Azhari Rizki Salim
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2755

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan karakteristik bahasa Bacan dari segi jenis kelamin dan usia hubungannya dengan subindeks kriteria vitalitas bahasa Bacan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Tempat penelitian di Desa Amzing (Bacan) Kabupaten Halmahera Selatan. Waktu penelitian selama enamn bulan, April-September 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah warga yang berdiam di Desa Amazing dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan sengaja dan dianggap sudah representatif untuk mewakili populasi yang diteliti. sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden penutur bahasa Bacan, baik laki-laki maupun perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, wawancara, dan penyebaran kuesioner yang telah disiapkan untuk diisi oleh responden yang dituju. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakann model skala likert dan indeks dengan uji compare men dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistik. Berdasarkan hasil analisis penelitian, ditemukan hubungan antara jenis kelamin dan subindeks Vitalitas Bahasa Bacan menunjukkan bahwa baik penutur laki-laki maupun perempuan berkontribusi pada kondisi bahasa yang mengalami kemunduran (eroding), dengan rerata indeks keseluruhan sebesar 0,58. Meskipun subindeks sikap bahasa (Isikap), pembelajaran bahasa (Ipemb), dan keberterimaan bahasa (Itangba) menunjukkan nilai tinggi, subindeks keberlangsungan penutur (Ikoba), bilingualisme (Ibil), dan ranah penggunaan (Iranah) berada pada kategori rendah. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara sikap positif terhadap Bahasa Bacan dan praktik penggunaan aktual dalam kehidupan sehari-hari lintas jenis kelamin. Dengan demikian, jenis kelamin bukan merupakan faktor pembeda utama dalam tingkat vitalitas bahasa, melainkan berfungsi sebagai variabel pendukung yang potensinya belum dioptimalkan dalam proses transmisi dan pemertahanan bahasa.
Analisis Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi dan Perlokusi Pada Film “Ipar Adalah Maut” karya Elizasifaa Indah Khairunnisa; Eka Sri Pratiwi; Siti Muntapiroh; Dase Erwin Juansyah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang muncul dalam film Ipar Adalah Maut karya Elizasifaa. Penelitian ini didasarkan pada teori tindak tutur John Searle, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk mengumpulkan data dialog dari film. Setiap data dijelaskan berdasarkan makna literal (lokusi), maksud komunikatif penutur (ilokusi), dan efek yang ditimbulkan pada pendengar (perlokusi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dialog yang dijelaskan mengandung tiga jenis tindak tutur tersebut secara bersamaan, namun dengan fungsi dan intensitas yang berbeda. Tindak tutur lokusi tampak dalam bentuk penyampaian informasi secara eksplisit melalui dialog sehari-hari antar tokoh. Tindak tutur ilokusi mendominasi percakapan yang mengandung maksud tertentu, seperti permintaan, teguran, ajakan, pemberian izin, serta ungkapan perasaan. Sementara itu, tindak tutur perlokusi tampak melalui efek yang muncul setelah tuturan disampaikan, seperti perubahan sikap, tindakan, persetujuan, kedekatan emosional, hingga pengambilan keputusan penting antar tokoh.
Nilai Budaya dalam Tuturan Upacara Adat Mappenre Tojang Masyarakat Bugis Kabupaten Sidrap Tinjauan Antropolinguistik A. Muh. Ayyub Ht; Rachmat Barung; Nurfadhilah Salahuddin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2778

Abstract

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan nilai-nilai budaya masyarakat penuturnya. Antropolinguistik merupakan cabang ilmu linguistik yang meneliti keterkaitan antara bahasa dan budaya. Upacara Mappenre Tojang merupakan salah satu tradisi yang berkaitan dengan sistem kepercayaan dan penghormatan terhadap leluhur. Tuturan dalam upacara ini tidak hanya mengandung pesan religius dan spiritual, tetapi juga merefleksikan struktur sosial dan relasi antargenerasi dalam masyarakat Bugis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan antropolinguistik. Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis bentuk, fungsi, serta makna tuturan dalam upacara adat Mappenre Tojang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan dalam upacara adat Mappenre Tojang masyarakat Bugis di Kabupaten Sidrap mengandung berbagai nilai budaya yang mencerminkan pandangan hidup, sistem kepercayaan, serta norma sosial masyarakat Bugis. Tuturan-tuturan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi ritual, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai budaya secara turun-temurun.
Representasi Konflik Aceh 1998 dalam Kumpulan Cerpen “Cerita dari Sebelah Masjid Raya” Karya Raisa Kamila Zakky Hilmi Nur Hanif; Siti Fatimah; Pipit Mugi Handayani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2788

Abstract

Representasi Konflik Aceh 1998 dalam Kumpulan Cerpen “Cerita dari Sebelah Masjid Raya” Karya Raisa Kamila. Konflik antara Pemerintah Indonesia dengan GAM di Aceh yang terjadi mulai tahun 1976 sampai dengan Agustus 2005 banyak sastrawan menulis karya sastra dengan tema konflik Aceh. Raisa Kamila merupakan salah satu penulis yang menulis cerpen-cerpennya berdasarkan konfliks Aceh. Terdapat tiga buah cerpen yang ditulis berdasarkan konfliks Aceh yaitu “Mati Lampu”, “Cerita dari Cot Panglima”, dan “Sarang Kutu” dalam kumpulan cerpen “Cerita dari Sebelah Masjid Raya” yang diterbitkan oleh PT Mizan Pustaka pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi konfliks Aceh pada tiga cerpen tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis pada aspek karya sastra sebagai cermin masyarakat. Teknik pengumpuan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dengan langkah baca, dokumentasikan dan sajikan. Sedangkan teknik analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu, (1) tahap reduksi data, (2) tahap penyajian data, (3) tahap pemaparan kesimpulan dan verifikasi data (Miles, Matthew B. dan A. Michael Huberman, 2009). Hasil penelitian terhadap cerpen “Mati Lampu” menunjukkan bahwa adanya ancaman, ketidaknyamanan, kekhawatiran, dan kewaspadaan warga sipil karena sering terjadinya aksi tembak-menembak, penculikan, penghilangan yang dilakukan oleh kelompok GAM. Pada cerpen “Cerita dari Cot Panglima” menggambarkan adanya tindak kekerasan, interogasi kepada warga sipil yang dilakukan oleh GAM dan juga adanya sentimen terhadap etnis Jawa. Sedangkan pada cerpen “Sarang Kutu” menunjukkan adanya penculikan terhadap orang yang menjadi anggota GAM dan orang yang dicurigai besimpati terhadap GAM yang membuat warga sipil dilanda kecemasan dan ketakutan. Ketiga cerpen tersebut menunjukkan bahwa konflik Aceh adalah konflik yang mengerikan bagi masyarakat sipil. Diceritakan dalam ketiga cerpen dimana masyasarakat hidup sehari-hari dalam suasana mencekam, penuh dengan ketegangan, rasa was-was dan harus waspada terhadap peristiwa buruk yang akan terjadi. Dalam ketiga cerpen terdapat perbedaan yaitu pada tokoh-tokoh ceritanya sedangkan persamaannya adalah pada masalah pokok yang dibahas dan tokoh -tokoh konflik yang dialami para tokohnya.
Analisis Gaya Bahasa Qashr Dalam Q.S Al-An’am: Kajian Ilmu Balaghah Arinal Faiz Al-fadhil; Muhammad Albi Majdi Syam; Bayu Ihsan Sauqi; Muhammad Ali Yasin; Akmaliyah Yoesoef
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa qashr dalam Surah Al-An’am berdasarkan perspektif ilmu balaghah, khususnya cabang ilmu ma‘ani. Qashr sebagai gaya bahasa pembatasan makna memiliki peran penting dalam memperkuat pesan tauhid dan argumentasi Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka terhadap ayat-ayat dalam Surah Al-An’am yang mengandung unsur qashr. Analisis dilakukan melalui identifikasi struktur qashr, klasifikasi jenisnya; haqiqi dan idhafi, serta penentuan adat (alat qashr) yang digunakan seperti inna mā, nafi wa istitsnā’, dan taqdim wa ta’khir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah Al-An’am mengandung berbagai bentuk qashr yang berfungsi sebagai penguatan makna tauhid, penegasan kebenaran kerasulan, serta bantahan terhadap kesyirikan. Jenis qashr yang dominan ditemukan adalah qashr idhafi, dengan alat utama nafi wa istitsnā’, yang menegaskan eksklusivitas makna dalam konteks argumentasi teologis. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap qashr tidak hanya memperkaya aspek linguistik, tetapi juga membuka pemaknaan retoris dan teologis Al-Qur’an secara lebih mendalam.