cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Respon Pembaca pada Situs Goodreads terhadap Novel Kita Pergi Hari Ini Karya Ziggy Z. Khadijah Khadijah; Mohamad Quraisy; Maman Abdul Djaliel
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori respon pembaca terhadap novel Kita Pergi Hari Ini karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang dipublikasikan melalui platform Goodreads. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan sumber data berupa 15 ulasan pembaca yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui teknik distribusional dan teknik padan dengan memanfaatkan landasan teori kategori respon pembaca dari Beach (1993), yang mencakup lima kategori utama: textual, experiential, psychological, social, dan cultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori respon pembaca yang paling dominan adalah kategori textual, di mana pembaca lebih banyak menyoroti unsur intrinsik novel seperti gaya bahasa, alur, dan unsur struktural lainnya. Selain itu, kategori experiential dan psychological juga ditemukan, meskipun tidak sebanyak kategori textual. Temuan ini menunjukkan bahwa pembaca tidak hanya terlibat secara emosional, namun juga aktif menilai struktur naratif yang disajikan dalam novel tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran mengenai bentuk apresiasi dan interpretasi pembaca sastra di era digital melalui media sosial literasi, serta memperlihatkan bagaimana media daring seperti Goodreads berperan dalam mengonstruksi makna karya sastra secara kolektif.
Analisis Makna Konotatif pada Slogan Iklan Makanan di Media Elektronik Najwa Salma Difa; Hanin Mumtazah Putri Widyaningtyas; Said Mursalin; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah; Mulya Tiara Fauziah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2682

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna konotatif dalam slogan iklan makanan Indonesia yang ditayangkan melalui media elektronik menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kerangka semiotika Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keenam slogan yang dianalisis membangun struktur lapisan makna, yakni denotatif, konotatif, bahkan mitos. Slogan-slogan ini mengubah produk biasa menjadi simbol nilai-nilai emosional, budaya, dan sosial yang diinginkan oleh konsumen Indonesia. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa slogan iklan makanan berfungsi sebagai mekanisme ideologis yang membentuk produk makanan sehari-hari menjadi representasi kenikmatan, keaslian, identitas, dan gaya hidup dalam budaya Indonesia.
Analisis Makna Denotatif dan Konotatif pada Lirik Lagu “Sepatu” Karya Tulus Arum Handayani; Nurkaila Navita; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu berjudul “Sepatu” yang ditulis oleh Tulus. Lagu ini dipilih karena memiliki simbolisme yang mendalam, yang menggambarkan hubungan cinta manusia melalui objek sederhana yaitu sepasang sepatu. Penelitian ini sangat penting karena mampu menunjukkan bagaimana perasaan dan realitas hubungan dapat diungkapkan melalui bahasa kiasan dalam musik yang populer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semantik tentang makna denotatif dan konotatif. Data utama berupa lirik lagu “Sepatu” dianalisis untuk mengidentifikasi tanda-tanda linguistik yang merepresentasikan dua lapisan makna tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam makna harfiah, sepatu digambarkan sebagai benda mati yang berfungsi berpasangan, sementara dalam makna tersirat, sepatu menjadi simbol hubungan cinta yang saling melengkapi namun terpisah oleh keadaan. Lagu ini menggambarkan cinta yang tulus, sangat penuh pengorbanan, dan terkadang tidak berujung pada kebersamaan. Temuan ini menegaskan bahwa analisis semantik mampu mengungkap makna simbolik yang mendalam dalam karya sastra populer, serta memperdalam pemahaman tentang bagaimana bahasa digunakan untuk menggambarkan pengalaman emosional manusia.
Social Class Representation in Emily Brontë’s Wuthering Heights: A Marxist Descriptive Analysis Ahmad Rizal Abdullah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2696

Abstract

This study examines the representation of social class in Emily Brontë’s Wuthering Heights through the lens of Marxist literary criticism. While previous research has discussed themes such as class hierarchy, symbolic power, and economic determinism, limited attention has been given to how these dynamics are directly embedded in the novel’s dialogue and narrative interactions. To address this gap, this research analyzes twenty selected textual excerpts using key Marxist concepts, including class struggle, ideology, and material conditions. The study employs a qualitative descriptive approach, drawing on the works of Marx and Engels, Eagleton, and other theorists to interpret how language and character behavior reflect social positioning. The findings show that Wuthering Heights portrays a deeply stratified social environment in which identities, decisions, and conflicts are shaped by class-based power relations. Heathcliff’s marginalization, Catherine’s status-driven choices, and Hindley’s abusive dominance embody recurring patterns of oppression and resistance consistent with Marxist theory. The study concludes that Brontë’s novel not only dramatizes interpersonal tensions but also exposes the structural inequalities that govern them, offering a more nuanced understanding of how Victorian literature reflects and critiques social class. This research contributes to existing scholarship by providing a dialogue-centered, textually grounded analysis that clarifies the mechanisms of class representation more precisely than broader thematic studies.
Enhancing Students’ Reader Response through Intellectual Diary in Hemingways’ The Old Man and The Sea Ahmad Rizal Abdullah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2697

Abstract

This study investigates the effectiveness of the Intellectual Diary (ID) strategy in enhancing EFL students' Reader Response Competence during the reading of Ernest Hemingway’s novella, The Old Man and the Sea. Grounded in Rosenblatt's (1978) transactional theory, the study addresses the challenge of passive reading by implementing the ID as a structured reflective tool. This qualitative descriptive research involved 28 undergraduate students from an Indonesian state university. Data were collected from 112 Intellectual Diary entries, supplemented by interviews and field notes, and analyzed using thematic analysis. The analysis focused on four dimensions of response: interpretative depth, emotional engagement, critical inquiry, and personal reflection. Findings revealed a substantial improvement across all four dimensions, with high overall mean scores (2.75 to 4.00). The ID successfully fostered deeper symbolic understanding (interpretative depth) and significantly enhanced students' personal connection and empathy for Santiago's struggle (emotional engagement and personal reflection). Furthermore, reflective writing encouraged a more critical and questioning stance toward the text. In conclusion, the Intellectual Diary is an effective and theoretically sound pedagogical strategy for transforming reading into an active, transformative process. Its use is strongly recommended for EFL literature classrooms aiming to cultivate reflective, analytical, and emotionally engaged readers.
Impilkatur Percakapan dalam Fenomena Humor Digital pada Program Televisi "Lapor Pak" : Suatu Kajian Pragmatik Arlin Septia Basana Siagian; Rahma Hidayati; Nasya Nabila Said; Nabilla Agustina Batubara; Ferdinand Simbolon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2703

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan guna mendeskripsikan jenis implikatur percakapan dan fungsi komunikatif yang terkandung dalam tuturan humor pada program televisi "Lapor Pak". Implikatur percakapan dikaji berdasarkan teori H.P. Grice yang meliputi implikatur umum dan implikatur khusus, serta pelanggaran maksim-maksim percakapan (kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara) yang memunculkan efek humor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian adalah percakapan dalam satu video program "Lapor Pak" yang ditayangkan di Platform YouTube Trans7 Official. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat dengan memanfaatkan teknik rekam. Teknik analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, analisis, dan interpretasi data. Hasil penelitian menghasilkan berbagai bentuk penggunaan implikatur percakapan yang memperlihatkan kekayaan makna dan strategi komunikasi para penuturnya.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika komunikasi pragmatik dalam humor digital Indonesia.
Transformasi Bahasa dan Konteks Sosial dalam Praktik Komunikasi Digital Gen-Z di TikTok: Suatu Kajian Pragmatik Stevani Situmorang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2704

Abstract

Penelitian ini berfokus pada transformasi bahasa dan konteks sosial yang terjadi di kalangan Generasi Z dalam praktik komunikasi digital di media sosial TikTok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk perubahan bahasa yang digunakan Gen-Z serta memahami bagaimana konteks sosial memengaruhi cara mereka berkomunikasi di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap konten TikTok yang mencerminkan gaya bahasa khas Gen-Z, seperti penggunaan slang, campur kode, singkatan, serta ekspresi khas media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan Gen-Z di TikTok mengalami transformasi dari bentuk formal ke bentuk yang lebih kreatif, ekspresif, dan kontekstual. Ungkapan seperti “menyala abangku,” “gaskeun,” “slay,” “bestie,” dan “it’s giving” menjadi bagian dari identitas sosial Gen-Z yang menunjukkan keakraban, solidaritas, serta pengaruh budaya global. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa di TikTok juga berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas, ekspresi diri, dan refleksi terhadap dinamika sosial di era digital. Dengan demikian, TikTok menjadi ruang baru bagi Gen-Z dalam membangun makna sosial melalui bahasa yang terus berkembang sesuai perubahan zaman.
Perubahan Kosakata Gen-Z dalam Konten Tiktok sebagai Bentuk Kreativitas Berbahasa di Era Digital Amella Anandita; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2705

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena perubahan kosakata yang digunakan oleh Generasi Z dalam konten TikTok sebagai wujud kreativitas berbahasa di era digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk perubahan kosakata serta memahami fungsi sosial dan konteks penggunaannya dalam interaksi digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data primer berupa kosakata dari video, caption, dan komentar TikTok, serta data sekunder dari literatur berbagai literatur yang mendukung analisis penelitian, seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan penelitian terdahulu yang membahas perubahan bahasa dan kreativitas berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z menciptakan dan memodifikasi kosakata melalui proses pemendekan, akronim, penyerapan bahasa asing, serta plesetan, seperti stecu, yapping, asbun, clingy, kalcer, cringe, flexing, dan fomo, yang berfungsi sebagai alat komunikasi sekaligus sarana ekspresi identitas, humor, kritik sosial, dan pembentukan kedekatan kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas berbahasa Gen Z merupakan respons terhadap kebutuhan komunikasi cepat, dinamis, dan kontekstual di era digital, serta mencerminkan keterkaitan erat antara bahasa, budaya populer, dan teknologi.
Kepribadian Tokoh Menurut Carl Gustav Jung dalam Novel The Hidden Reality Karya Shannin Kajian Psikologi Sastra Cicik Dwi Nur Atiqoh; Sri Yanuarsih; M. Imron Abadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh dalam novel “The Hidden Reality” karya Shannin di tinjau dari kajian psikologi sastra menurut teori dari Carl Gustav Jung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif (kualitatif). Dalam penilitian ini penulis berusaha mendeskripsikan bagaimana karakter tokoh dan kepribadian tokoh utama yang ada dalam novel “The Hidden Reality” karya Shannin. Untuk mengumpulkan data, digunakan teknik membaca dan mencatat, studi pustaka, serta instrumen penelitian. Data yang terkumpul kemudian dihubungkan dengan teori kepribadian Jung, yang menekankan aspek kesadaran dan ego, ketidaksadaran pribadi dan kompleks, dan arketipe. Peneliti menemukan bahwa novel ini sarat dengan arketipe yang mencerminkan perjalanan tokoh Jefan Halim Adiwijaya dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan mempertimbangkan struktur kepribadian seperti kesadaran dan ego, ketidaksadaran pribadi beserta kompleksnya, serta ketidaksadaran kolektif dan arkhetipe, artikel ini menunjukkan bahwa teori psikoanalisis Jung efektif untuk mengkaji novel "The Hidden Reality". Hal ini berpengaruh pada dinamika kepribadian Jefan, di mana emosi, pemikiran, dan perilakunya sering kali bertentangan dan penuh konflik. Analisis ini mengintegrasikan ringkasan cerita, ulasan novel, serta konsep Jung untuk membentuk pemahaman mendalam terhadap teks.
Gaya Pengontrasan di Kanal Youtube Caveine sebagai Tanggapan Keadaan Sosial-Politik Indonesia: Kajian Stilistika Dhida Meilando Cahyo Rio Utomo; Sri Yanuarsih; Suantoko Suantoko
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2707

Abstract

Fakus penelitian ini adalah gaya pengontrasan menggunakan ilmu stilistika dengan lokusnya pada kanal Youtube Caveine. Data berdasarkan tanggapan Caveine terhadap keadaan sosial dan politik yang terjadi di Indonesia. Caveine di kenal dalam gaya sindirannya berupa satir terhadap isu keadaan yang dirasa miring sehingga gaya pengontrasan dinilai cocok untuk mengkaji hal tersebut. Menurut Burhan Nurgiyantoro gaya pengontrasan dibagi menjadi lima gaya yaitu (1). hiperbola, (2). litotes, (3). paradoks, (4). ironi, dan (5). sarkasme. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatf dengan menganalisis bukti-bukti yang telah dikumpulkan. mencatat dan mencari makna mendalam mengenai ucapan objek penelitian. Menggunakan analisis temantik data dikumpulkan kemudian di kelompokkan berdasarkan kategori tujuan penelitian yakni mencari gaya pengontrasan. Dengan observasi digital, bukti yang dikumpulkan berupa ucapan atau kalimat yang dituturkan oleh pemilik kanal Caveine. Hasil dari penelitian menunjukkan dari kelima gaya pengontrasan yang paling mendominasi adalah gaya ironi dan sarkasme. Caveine seringkali membahas dan menanggapi sesuatu yang bersifat sensitif sehingga bentuk ironi sindiran yang mengarah pada candaan-candaan internet dinilai lebih cocok untuk mencerna isu-isu berat tanpa merasa terbebani sekaligus menjadi wahana hiburan bagi penonton.