cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 798 Documents
Alih Kode dalam Akun Youtube The Humphries Family: Kajian Sosiolinguistik Icha Septiani Firnanda; Sri Yanuarsih; Imron Abadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2709

Abstract

Bahasa sebagai alat penting untuk komunikasi berfungsi untuk mencerminkan kerangka sosial bagi orang yang menggunakannya. Peneliti mencoba menjelaskan fenomena bahasa yang terjadi yaitu alih kode pada kanal YouTube The Humphries Family dengan tujuan untuk mengetahui 1) Bentuk-bentuk alih kode, 2) Memahami faktor-faktor penyebabnya. Fokus penelitian adalah dua video video (vlog) yang diunggah pada akun YouTube tersebut dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiolinguistik. Untuk teknik pengumpulan data peneliti menyimak video di akun YouTube yang akan dianalisis dan kemudian mencatat topik yang akan dikaji. Data menunjukkan ada dua jenis alih kode ditemukan pada dua video yang menjadi fokus penelitian, yakni alih kode eksternal (ke luar) dan alih kode internal (ke dalam) alih kode internal beserta faktor penyebabnya yang diidentifikasi menurut teori soewito. Alih kode internal ditemukan sebanyak empat data, sedangkan alih kode eksternal menemukan enam data. Adapun faktor yang mempengaruhi yakni, faktor penutur, lawan tutur, hadirnya penutur ketiga, dan untuk membangkitkan rasa humor.
Variasi Bahasa Sosiolek dalam Film Pendek Ke Jogja di Kanal Youtube Paniradya Kaistimewan Irfan Abdullah Azam; Sri Yanuarsih; Yunita Suryani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2710

Abstract

Penelitian ini membahas variasi bahasa sosiolek yang muncul dalam film pendek Ke Jogja di kanal YouTube Paniradya Kaistimewan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk sosiolek yang digunakan para tokoh serta mengungkap faktor sosial yang melatarbelakangi pemakaiannya. Kajian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan berlandaskan teori sosiolinguistik menurut Chaer dan Agustina (2014). Data diperoleh melalui metode simak dan catat terhadap dialog-dialog yang terdapat dalam film, kemudian dianalisis berdasarkan konteks sosial dan latar penuturnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk variasi bahasa sosiolek dalam film tersebut, yakni akrolek, basilek, slang, kolokial dan jargon. Setiap bentuk memiliki fungsi sosial yang berbeda. Akrolek menggambarkan kesopanan dalam berbahasa, sementara slang dan kolokial menunjukkan keakraban dan spontanitas. Basilek memperlihatkan identitas lokal dan kedekatan budaya masyarakat kelas bawah, sedangkan jargon mencerminkan pengaruh modernisasi serta kemampuan tokoh-tokohnya beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menariknya, tidak ditemukan bentuk bahasa argot, ken dan vulgar dalam film. Hal ini menandakan bahwa seluruh tokoh berkomunikasi tanpa menggunakan istilah rahasia, serta tetap menjaga etika dan kesantunan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam film pendek Ke Jogja tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi cerminan identitas sosial, budaya, dan nilai-nilai kesopanan masyarakat Jawa yang terus bertahan di tengah arus perubahan zaman.
Ambiguitas Makna Kata Cinta dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy Kajian Semantik Mariatul Qiftiyah; Sri Yanuarsih; Suantoko Suantoko
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2711

Abstract

Ambiguitas merupakan aspek bahasa yang menarik untuk dikaji, terutama dalam karya sastra yang sarat nilai makna. Kajian ini bertujuan untuk menelaah ambiguitas makna kata cinta dalam novel religius karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ayat-Ayat Cinta melalui kajian semantik, khususnya bagaimana kata cinta menghadirkan berbagai makna dalam konteks linguistik, sosial, dan religius. Teori semantik digunakan untuk memahami variasi makna yang muncul dari penggunaan kata cinta dalam dialog, narasi, dan interaksi tokoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen, menganalisis kutipan-kutipan yang relevan dari novel. Analisis data dilakukan melalui identifikasi bentuk ambiguitas leksikal, gramatikal, dan kontekstual, serta interpretasi makna berdasarkan konteks penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata cinta memiliki makna ganda yang kompleks: sebagai dorongan emosional dan romantis, sebagai rasa empati dan solidaritas sosial, serta sebagai komitmen moral dan spiritual terhadap Tuhan dan sesama. Ambiguitas ini memperkaya pengalaman membaca, sekaligus menampilkan strategi estetik pengarang dalam menyampaikan nilai moral dan religius. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang kompleksitas makna bahasa dalam karya sastra dan pentingnya konteks dalam interpretasi makna kata.
Analisis Wacana Kritis Program 'Lapor Pak' Episode Roasting Kiki Saputri Terhadap Gubernur Anies Baswedan Pada Kanal Youtube Novita Fitrianingsih; Sri Yanuarsih; Yunita Suryani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2713

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa dalam tayangan “Lapor Pak” episode roasting Kiki Saputri terhadap Gubernur Anies Baswedan di kanal YouTube dengan perspektif analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Fokus penelitian diarahkan pada pemanfaatan humor sebagai sarana penyampaian kritik sosial dan pembentukan citra politik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa transkrip tuturan yang diperoleh melalui teknik simak dan catat. Analisis dilakukan pada tiga dimensi utama, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Temuan menunjukkan bahwa Kiki Saputri menggunakan strategi bahasa berupa satire, ironi, dan permainan kata untuk menyalurkan pesan kritis tanpa menimbulkan konfrontasi. Humor berfungsi tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media reflektif yang menegosiasikan relasi kekuasaan dan membentuk opini publik secara halus. Tayangan ini menggambarkan bagaimana media hiburan mampu menjadi ruang diskursif bagi penyampaian pandangan politik dan sosial melalui bahasa yang cerdas dan komunikatif.
Kesantunan Berbahasa dalam Film “Miracle In Cell No 7” Karya Hanung Bramantyo: Kajian Pragmatik Siti Mahmudah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2714

Abstract

Kesantunan berbahasa sebagai latarbelakang penelitian merupakan ketertarikan peneliti dengan fenomena kebahasaan, dengan memiliki tujuan menyelidiki bagaimana prinsip kesantunan Geoffrey Leech diterapkan dalam tuturan dialog film "Miracle in Cell No 7" karya Hanung Bramantyo. Peneliti menggunakan metode pragmatik dan deskriptif kualitatif. Analisis berfokus pada tiga maksim Leech: (1) Maksim Simpati, (2) Maksim Kedermawanan, dan (3) Maksim Penghargaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh secara konsisten mengikuti Prinsip Kesantunan Leech, melalui ucapan yang bermakna, penuh kasih sayang, dan pengorbanan. Dengan menciptakan ikatan emosional, kekompakan menjadi bukti nyata, seperti ditunjukkan oleh upaya kolektif para narapidana, empati tulus Kepala Penjara terhadap Dodo untuk membantunya mengurangi penderitaan yang alami. Selain itu, melalui pujian dan sanjungan ganda, Maksim Penghargaan digunakan untuk menegaskan dan mempertahankan citra Dodo sebagai ayah yang baik. Puncak kesantunan adalah Maksim Kedermawanan, ditunjukkan melalui tindakan pengorbanan yang berisiko tinggi, seperti berbagi makanan dan merencanakan pelarian, di mana secara tidak sadar mengorbankan dirinya sendiri untuk kepentingan orang lain. Menunjukkan bahwa film mengangkat nilai moral tertinggi, yaitu altruisme murni. Secara keseluruhan, penelitian menemukan bahwa kesantunan berbahasa dalam film dengan jelas menyampaikan pesan moral kemanusiaan tentang betapa pentingnya empati, pengorbanan, dan penggunaan bahasa yang baik untuk membangun dan mempertahankan hubungan interpersonal yang kuat dan penting di masyarakat.
Kosmologis dalam Tenun Lipa’ Sa’be Bugis Perspektif Grounded Theory Fitriansal Fitriansal; Nilam Sari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2715

Abstract

Lipa’ Sa’be Bugis adalah tekstil tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai objek estetis dan fungsional, tetapi juga berperan sebagai sistem semiotik yang menyampaikan makna kosmologis dan spiritual dalam masyarakat Bugis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana motif, warna, dan proses menenun dalam Lipa’ Sa’be mengkomunikasikan pandangan dunia Bugis. Dengan menggunakan analisis semiotik dan grounded theory, penelitian ini menganalisis signifikansi simbolik Lipa’ Sa’be dan perannya dalam mentransmisikan pengetahuan kosmologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola geometris, warna, dan bahan tekstil ini mengandung prinsip kosmologis, yang mewakili hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan ilahi. Selain itu, proses menenun itu sendiri dipandang sebagai praktik spiritual yang menghubungkan penenun dengan kekuatan kosmik, mencerminkan keyakinan akan keterkaitan antara alam semesta. Penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang semiotika budaya dengan menawarkan perspektif baru mengenai bagaimana seni tradisional mengkomunikasikan makna kosmologis yang kompleks. Penelitian ini juga menyoroti peran kerajinan tradisional dalam pelestarian identitas budaya dan transmisi pengetahuan spiritual antar generasi. Implikasi dari studi ini menyarankan adanya penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara bentuk seni tradisional lainnya dan kosmologi dalam berbagai budaya Indonesia, untuk memperluas pemahaman tentang bagaimana budaya material berfungsi sebagai media ekspresi kosmologis.
Dinamika Pemerolehan Bahasa Anak dalam Perspektif Psikolinguistik Interaksionis Ita Rosvita; Putri Dewiyah Wahid; Bungatang Bungatang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2717

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan komprehensif mengenai proses pemerolehan bahasa pada masa kanak-kanak melalui observasi naturalistik selama tujuh hari terhadap seorang anak bilingual Indonesia-Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan fonologi, leksikon, morfosintaksis, dan fungsi pragmatik anak menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis penelitian ini didasarkan pada teori Sosial-Interaksionis Vygotsky, yang menempatkan bahasa sebagai hasil internalisasi interaksi sosial dan praktik budaya sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa tidak terjadi secara spontan, melainkan dibentuk melalui pola komunikasi yang intens, responsif, dan konsisten antara anak dan anggota keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa pemerolehan bahasa merupakan proses sosial yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan linguistik, konteks budaya, dan rutinitas komunikasi.
Pengaruh Ketidaksantunan Berbahasa Sosial Media Influencer Bunda Corla Terhadap Popularitasnya: Tinjauan Pragmatik Jonathan Culpeper Muhammad Alfian Tuflih
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2718

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketidaksantunan berbahasa yang dilakukan oleh influencer Bunda Corla terhadap popularitasnya di media sosial dengan menggunakan perspektif pragmatik impoliteness Jonathan Culpeper. Data penelitian berupa ujaran dan tuturan Bunda Corla pada berbagai platform digital yang dikumpulkan melalui teknik simak, catat, transkripsi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bunda Corla secara konsisten menggunakan berbagai strategi ketidaksantunan, seperti bald on record impoliteness, positive impoliteness, negative impoliteness, sarcasm, mock impoliteness, dan withholding politeness. Strategi ketidaksantunan tersebut tidak ditafsirkan audiens sebagai bentuk agresi verbal, tetapi sebagai gaya komunikasi performatif yang bersifat humoris, spontan, dan identitas khas dirinya. Ketidaksantunan yang ditampilkan justru menciptakan kedekatan emosional, meningkatkan interaksi audiens, serta memperkuat branding personal yang berkontribusi pada tingginya popularitas Bunda Corla. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks media sosial, ketidaksantunan dapat berfungsi sebagai modal simbolik dan strategi komunikasi yang efektif, sehingga menantang pemahaman tradisional mengenai relasi antara kesantunan, penerimaan publik, dan citra sosial.
Nilai Religius dalam Syair-syair Kerajaan Bima: Analisis Wacana Kritis Mayong Mayong
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2720

Abstract

Syair-syair Kerajaan Bima merupakan warisan sastra tradisional yang memiliki kedudukan penting dalam membentuk identitas budaya dan religius masyarakat Bima. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menganalisis nilai-nilai religius yang direpresentasikan dalam syair-syair tersebut melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Fairclough, van Dijk, dan Wodak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair-syair Kerajaan Bima sarat dengan nilai ketauhidan, etika keislaman, penguatan moral sosial, serta legitimasi kekuasaan melalui simbol-simbol religius serta legitimasi politik. Bahasa syair yang sarat metafora religius, struktur naratif moral, serta penggunaan repetisi memperlihatkan bagaimana kerajaan membangun hegemoni religius dan struktur kognitif masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa syair tidak hanya menjadi karya sastra, tetapi juga instrumen sosial, spiritual, dan politis yang mengatur kesadaran kolektif dan memperkuat tatanan sosial masyarakat Bima.
Analisis Frasa Idiomatik dalam Lirik Lagu Tondi-Tondiku karya Herbert Aruan Febri Ola Hutauruk; Immanuel Silaban; Evelina Harefa; Dony Sigiro
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2722

Abstract

Penelitian ini mengkaji frasa idiomatik dalam lirik lagu “Tondi-tondiku” dari karya Herbert Aruan. Studi ini mengungkapkan sebuah kasih sayang seorang ayah yang sangat mendalam kepada boru panggoaran (anak perempuan pertama). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis frasa idiomatik yang terdapat dalam lirik lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang cenderung menggunakan analisis pada pendekatan teoretis fraseologi oleh Charles Bally. Data penelitian diambil dari penggalan lirik lagu “Tondi-tondiku” melalui teknik baca, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa idiomatik dalam lirik lagu “Tondi-tondiku” memiliki makna kiasan yang sangat mendalam dan berfungsi untuk menyampaikan pesan serta menciptakan nuansa artistik yang kuat. Melalui penggunaan kata-kata dan frasa disetiap bait-bait lagu menggambarkan tentang konteks bahasa dan budaya Batak. Temuan dari setiap isi lagu ini dapat memberikan wawasan untuk mempertahankan warisan melalui musik dan terus berlanjut bagi perkembangan bahasa modern pada masyarakat lokal di indonesia. Studi ini menjadi referensi bagi peneliti lainnya yang ingin mengkaji tentang lagu terkhusus dalam penggunaan frasa idiomatik.