cover
Contact Name
Giovanny Bangun Kristianto
Contact Email
giovannybangun@gmail.com
Phone
+6282298097979
Journal Mail Official
journaljlee@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raden Patah No. 100, Ledug, Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas - Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
J-LEE - Journal of Law, English, and Economics
ISSN : -     EISSN : 27757153     DOI : https://doi.org/10.35960/j-lee.v6i1
We are interested in topics which relate generally to: 1. Law 2. English Education 3. Economics issues in Indonesia and around the world. Articles submitted might cover topical issues in: Law, English Education, Economics.
Articles 116 Documents
STRATEGI LIVE COMMERCE PADA UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS Putri, Puspita Lianti; Indrawati, Iin Dyah
J-LEE - Journal of Law, English, and Economics Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of social commerce has accelerated live commerce as a marketing channel that emphasizes real time interaction, product demonstration, and trust building. This article aims to explain how live commerce is enacted as a strategic marketing and business practice among MSMEs in Banyumas Regency. Adopting an interpretive qualitative perspective with a multiple case study design, the study synthesizes two data sources: published MSME case studies containing interviews, observations, and documentation from the Banyumas context, and TikTok Shop analytics including performance records of TikTok Shop LIVE sessions from accounts identified with Banyumas or Purwokerto. Data were analyzed using reflexive thematic analysis to identify recurring strategic practices across cases. The findings reveal five core themes: structuring live sessions to capture attention and sustain audience engagement; transparency and demonstration as foundations of trust; conversion mechanisms driven by promotional urgency and explicit calls to action; live commerce as an ecosystem hub connected to broader sales networks such as resellers and affiliates; and operational capability and role division as prerequisites for sustainability. Platform analytics further show sharp performance variation, suggesting that higher live frequency does not automatically translate into higher transaction value. Overall, live commerce among Banyumas MSMEs constitutes a strategic capability that requires orchestration of content, trust, and operational consistency. The study highlights practical implications for capacity building that goes beyond technical livestream skills toward content strategy, promotional governance, service management, and transaction channel integration.
Pengaruh Cashless Intensity, Disiplin Anggaran, dan Perencanaan Keuangan terhadap Profitabilitas UMKM Kreatif di Indonesia Dianningsih; Istiningrum, Farida
J-LEE - Journal of Law, English, and Economics Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cashless intensity, disiplin anggaran, dan perencanaan keuangan terhadap profitabilitas UMKM kreatif di Karesidenan Banyumas. Transformasi digital sistem pembayaran melalui QRIS dan kanal non-tunai telah mengubah pola transaksi UMKM, namun peningkatan transaksi belum tentu diikuti peningkatan laba tanpa didukung kapabilitas manajerial yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional terhadap 135 responden UMKM kreatif. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan dua model pengukuran profitabilitas, yaitu persepsional dan Net Profit Margin (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan, cashless intensity, disiplin anggaran, dan perencanaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Perencanaan keuangan merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi profitabilitas (β = 0,475; p < 0,001). Disiplin anggaran juga berpengaruh signifikan (β = 0,229; p = 0,004), diikuti oleh cashless intensity (β = 0,204; p = 0,013). Model regresi menunjukkan kemampuan penjelasan sebesar 41,2% pada model persepsional dan 30,8% pada model NPM. Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas UMKM kreatif tidak hanya ditentukan oleh digitalisasi pembayaran, tetapi oleh kombinasi kapabilitas digital dan kapabilitas manajerial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa program penguatan UMKM perlu mengintegrasikan literasi pembayaran digital dengan pelatihan penganggaran dan perencanaan keuangan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.
ANALISIS YURIDIS KEPEMILIKAN PATEN ATAS INOVASI TEKNOLOGI IoT (INTERNET OF THINGS) PADA SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA fani diyah wulandari; Maya Ruhtiani; Pujangga Candrawijayaning Fajri
J-LEE - Journal of Law, English, and Economics Vol. 8 No. 01 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital sektor pertanian Indonesia mendorong penggunaan teknologi Internet of Things (IoT), namun perkembangan ini belum diimbangi dengan kepastian hukum yang memadai terkait kepemilikan paten. Inovasi IoT pertanian mencakup sensor tanah, drone , irigasi otomatis, dan algoritma kecerdasan buatan umumnya Dihasilkan oleh inventor dalam lembaga atau perusahaan, sehingga menimbulkan pertanyaan hukum mengenai kepemilikan paten dan hak ekonomi inventor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan kepemilikan paten atas inovasi IoT pertanian berdasarkan Undang-Undang Nomor 65 Tahun 2024 tentang Paten, serta mekanisme memberikan ke sinkronisasi kepada inventor dalam hubungan kerja. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan-undangan, konteks, dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi IoT pertanian memperoleh perlindungan hukum jika memenuhi syarat kebaruan, langkah inventif, dan keterapan industri, baik melalui Paten Invensi (20 tahun) maupun Paten Sederhana (10 tahun). Kepemilikan paten dalam hubungan kerja berada pada pemberi kerja sesuai Pasal 12 UU No. 65 Tahun 2024, dengan ruang pengaturan melalui perjanjian tertulis. Ketentuan ke khayalan bagi inventor masih bersifat multitafsir tanpa parameter standar eksplisit, sebagaimana tercermin dalam kasus Pak Tukirin vs. PT BISI International di Nganjuk, di mana ketimpangan posisi tawar antara individu dan korporasi menyebabkan kerugian multifaset bagi inovator. Perjanjian kerja tertulis yang memuat klausul ke eksplisit secara eksplisit menjadi instrumen utama perlindungan hak ekonomi penemu.
ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PEMBAYARAN DIGITAL PAYMENT ANTARA INDONESIA DENGAN AMERIKA SERIKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL Isti Qomah; Maya Ruhtiani; Apitta Fitria Rahmawati
J-LEE - Journal of Law, English, and Economics Vol. 8 No. 01 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi sistem pembayaran global mendorong Indonesia menerbitkan kebijakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 21/18/PADG/2019 dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/8/PBI/2017 sebagai instrumen kedaulatan digital sekaligus akselerator inklusi keuangan nasional. Kebijakan tersebut dikritik Amerika Serikat melalui laporan National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers 2025 yang dirilis United States Trade Representative (USTR), yang mengategorikan QRIS dan GPN sebagai hambatan akses pasar bagi penyedia jasa global seperti Visa dan Mastercard sehingga berpotensi memicu sengketa dalam kerangka GATS-WTO. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan pembayaran digital dalam hukum perdagangan internasional serta membandingkan sistem pembayaran digital Indonesia dengan Amerika Serikat. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perbandingan hukum fungsional, didukung Teori Kedaulatan Negara sebagai grand theory, Teori Perbandingan Hukum Fungsional sebagai middle range theory, dan Teori Kepentingan Nasional sebagai applied theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan QRIS dan GPN tetap dapat mempertahankan legitimasinya di bawah mekanisme Prudential Carve-out GATS karena bersifat nondiskriminatif, berbasis standar internasional EMVCo, dan berorientasi pada inklusi keuangan sebagai kepentingan publik yang dilindungi hukum internasional. Kedua sistem pembayaran merupakan functional equivalents yang sama-sama sah, sehingga kritik Amerika Serikat tidak memiliki dasar hukum yang kokoh.
PENGARUH JUMLAH FOLLOWERS DAN ENGAGEMENT RATE INSTAGRAM MEREK MOBIL TERHADAP PENJUALAN MOBIL DI INDONESIA Slamet Slamet
J-LEE - Journal of Law, English, and Economics Vol. 8 No. 01 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh jumlah followers dan engagement rate Instagram terhadap penjualan mobil di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa jumlah followers dan engagement rate akun Instagram resmi 45 merek mobil di Indonesia, serta data penjualan wholesales Januari-Juni 2026. Hasil analisis data regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 25 menunjukkan bahwa jumlah followers Instagram berpengaruh positif terhadap penjualan mobil di Indonesia. Engagement rate Instagram tidak berpengaruh terhadap penjualan. Secara simultan, jumlah followers dan engagement rate berpengaruh terhadap penjualan mobil di Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya basis audiens pada Instagram lebih berperan dalam mendukung kinerja penjualan dibandingkan tingkat interaksi audiens. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai efektivitas indikator media sosial sebagai determinan kinerja penjualan pada industri otomotif.
REPRESENTATIONAL MEANINGS AND POTENTIAL VISUAL SUPPORT IN ENGLISH FOR NUSANTARA GRADE VII: A MULTIMODAL TEXTBOOK ANALYSIS Muhammad Soali; Aulia Zilmi Kafah
J-LEE - Journal of Law, English, and Economics Vol. 8 No. 01 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visual resources have become an integral component of contemporary English language textbooks, supporting learners beyond their decorative function. As pedagogical scaffolds, visual elements help students interpret textual information, identify contextual cues, and construct meaning during reading. However, limited research has examined how visual representations facilitate reading comprehension in Indonesian EFL textbooks. This study explores the role of visual elements as scaffolding for reading comprehension in the English for Nusantara Grade VII Student Book. Using a qualitative document analysis, it examines 33 visual elements accompanying 13 reading texts through Kress and van Leeuwen’s (2006) theory of representational meaning. The findings reveal that narrative representations dominate the textbook by depicting everyday actions, social interactions, and communicative events, while conceptual representations organize descriptive and categorical information. Together, these visual structures support learners in identifying participants, interpreting contexts, and integrating verbal and visual information. The study demonstrates that visual elements function as effective scaffolds for reading comprehension and highlights the importance of purposeful visual design in developing multimodal EFL learning materials.

Page 12 of 12 | Total Record : 116