cover
Contact Name
Desy Maritha
Contact Email
marithadesy@gmail.com
Phone
+626518010900
Journal Mail Official
jurnal.jta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Mr. T. Mohammad Hasan, Kecamatan Darul Imarah. Aceh Besar
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Transformasi Administrasi
ISSN : 20885474     EISSN : 27764435     DOI : 10.56196
Core Subject : Economy, Social,
kinerja pemerintahan dan aparatur, penyelenggaraan kebijakan dan pelayanan publik, penyelenggaraan otonomi daerah, hukum administrasi negara, sosial, dan ekonomi.
Articles 239 Documents
Fasilitas dan Pelayanan sebagai Faktor Determinan Kepuasan Masyarakat: Studi Empiris di Kelurahan Gaharu,Kecamatan Medan Timur Kota Medan: Facilities and Services as Determinants of Public Satisfaction An Empirical Study in Gaharu Sub-regency, East Medan Regency, Medan City Zhaki, Ahmad; syauqi, teuku; Nasution, Umar Hamdan
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i01.497

Abstract

This study aims to analyze the effect of facilities and employee services on community satisfaction at the Gaharu Sub-regency Office, East Medan Regency, Medan City. The research method uses a quantitative approach with a sample of 100 people. The data in this study used multiple linear analysis. The results showed that facilities and employee services have a positive and significant influence on community satisfaction at the Gaharu sub-regency Office. With hypothesis testing, the facility variable (X1) has a thitung value of 0.893> ttable 0.2050, or a Sig value of 0.013 <0.05. This means that the facility factor at the Gaharu sub-regency Office significantly affects the level of community satisfaction. Services variable (X2) has a thitung value of 2.261> ttable 0.2050, or a Sig value of 0.003 <0.05. This indicates that the level of employee service at the Gaharu sub-regency Office significantly affects the level of community satisfaction. Sig. value for the effect of facilities (X1) and services (X2) on public satisfaction (Y) is 0.000 <0.05 or by looking at the Fhitung value is 12.124. Based on these findings, it is recommended that relevant agencies improve physical and technological facilities, provide training and development to employees to improve skills and responsibilities, and intensify the integration of technology in public services.
PENTINGNYA PEMAHAMAN KEPALA PERANGKAT DAERAH TERHADAP JABATAN FUNGSIONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN KARIMUN Suriani, Suci; Prasetya, Andika; Hidayatullah, Wan Arif; Arifin, Bobby
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i02.446

Abstract

This study investigates the comprehensive impact of the understanding of the heads of regional apparatus on functional positions, the management of functional roles, and performance enhancement strategies on the overall performance of the Karimun Regency Government. A well-informed leadership on functional positions is expected to increase bureaucratic efficiency and elevate public service delivery. The findings reveal that the understanding of functional roles, the optimization of these positions, and systemic efforts toward performance improvement each significantly affect governmental performance. Collectively, these three factors account for 82.7% of the variation in government performance, emphasizing the importance of synergy among them. Thus, it is concluded that a holistic approach (encompassing leadership insight, structured functional role management, and continuous performance improvement) is essential for achieving effective and responsive local governance.
Transformasi digital merupakan s PERCEPATAN E GOVERNMENT DALAM PELAYANAN KEIMIGRASIAN MELALUI LAYANAN M-PASPOR DI KOTA BANDA ACEH : PERBANDINGAN PEMERINTAHAN Kamaly, Nurul; Elvira, Suci; Nining Sumarni, Desrian; Alqarni, Wais; Faraidiary, Maghfirah; Maryam, Maryam
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i02.485

Abstract

Transformasi digital merupakan sebuah proses penggunaan teknologi digital untuk menciptakan suatu memodifikasi secara fundamental proses bisnis, budaya, dan pengalaman pelanggan guna untuk memenuhi perubahan kebutuhan bisnis dan pasar. Sehingga dapat menerapkan teknologi baru, transformasi digital melibatkan pemikiran ulang tentang bagaimana sebuah organisasi beroperasi dan memberikan nilai kepada pelanggannya. Transformasi digital juga berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mencapai tujuan strategis yang melibatkan integrasi teknologi digital ke dalam semua aspek bisnis yang menghasilkan perubahan mendasar dalam cara organisasi beroperasi dan berinteraksi. Kemudahan akses, efisiensi waktu, dan transparansi menjadi tuntutan utama. Sektor keimigrasian, sebagai garda terdepan dalam pengaturan lalu lintas orang dan pengawasan keberadaan warga negara asing, memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga keamanan negara. Oleh karena itu, adaptasi terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui percepatan e-government menjadi sebuah kemajuan. Investasi dalam pengembangan kompetensi SDM di bidang teknologi dan keimigrasian menjadi krusial untuk memastikan M-Paspor dapat terus beroperasi secara efektif, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pelatihan, pengembangan professional, dan rekrutmen SDM yang kompeten adalah Langkah-langkah penting dalam mendukung keberhasilan transformasi digital pelayanan keimigrasian melalui M-Paspor. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara strategis dan mengubah budaya organisasi, Perusahaan dapat meningkatkan daya saing, efisiensi, pengalaman pelanggan, dan membuka peluang bisnis baru di era digital ini. Meskipun terdapat tantangan, manfaat jangka Panjang dari transformasi digital menjadikannya sebuah keharusan bagi organisasi yang ingin tetap relevan dan sukses dimasa depan.
“MEMBIDIK SEKTOR UNGGULAN DAERAH JALAN MENUJU PERTUMBUHAN EKONOMI INKLUSIF DI KABUPATEN PIDIE” Ade Riandar Putra; Varlitya, Cut Risya
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i02.489

Abstract

Peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan sangat bergantung pada penguatan ekonomi regional, terutama di tingkat kabupaten sebagai garda terdepan dalam sistem administrasi Indonesia. Namun, tidak semua wilayah memiliki struktur ekonomi yang kuat dan daya saing yang sama. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi sektor-sektor unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Shift Share Analysis (SSA) dan Analisis Lokasi Quotient untuk memetakan sektor-sektor basis yang mampu mendorong kekuatan ekonomi regional. Penelitian ini difokuskan di Kabupaten Pidie sebagai studi kasus dalam menganalisis dinamika ekonomi local. Pendekatan SSA dan LQ ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kinerja ekonomi daerah serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan inklusif.
ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN LOGISTIK BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN ACEH BESAR Rahmadhany, Rima Rahmadhany
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i02.494

Abstract

Manajemen logistik penanggulangan bencana adalah suatu usaha pengaturan bahan baku logistik dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terdiri atas serangkaian proses, yaitu perencanaan, pengadaan, pergudangan, pendistribusian, penghapusan. Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu daerah rawan bencana di Provinsi Aceh. Salah satu kegiatan yang dilakukan BPBD dalam hal ini adalah memberikan bantuan logistik dan peralatan penanggulangan bencana untuk masyarakat terdampak bencana. Logistik dan peralatan penanggulangan bencana dikelola dalam manajemen logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui wawancara mendalam disertai dengan pengamatan langsung (observasi). Pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah yaitu Ketua Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dan Staf Bidang Logistik BPBD Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan manajemen logistik dan peralatan penanggulangan bencana di BPBD Kabupaten Aceh Besar telah sesuai dengan pada prinsip-prinsip manajemen logistik kebencanaan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterlambatan dalam proses pengadaan akibat kendala anggaran, kualitas logistik yang tidak sesuai, serta hambatan geografis seperti wilayah pegunungan dan daerah rawan banjir yang mengganggu kelancaran distribusi bantuan. Kata Kunci: Manajemen, Logistik, Penanggulangan Bencana
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TENTANG HAMBATAN REFORMASI BIROKRASI DI INDONESIA Muhammad Nabil Alghifari
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i02.496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta memetakan berbagai kendala yang menghambat pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel ilmiah terakreditasi Sinta periode 2020–2025. Temuan studi menunjukkan bahwa upaya reformasi birokrasi masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti struktur organisasi yang kaku dan hierarkis, budaya organisasi yang cenderung menolak inovasi, regulasi yang tumpang tindih dan kompleks, keterbatasan kompetensi serta rendahnya inovasi aparatur sipil negara (ASN), serta persoalan integritas yang tercermin dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi diarahkan pada restrukturisasi organisasi yang lebih fleksibel dan responsif, transformasi budaya kerja yang mendukung inovasi, penyederhanaan regulasi yang konsisten dan terintegrasi, serta peningkatan kapasitas ASN melalui pelatihanberbasis kompetensi dan pemanfaatan teknologi digital seperti penerapan sistem e-kinerja dan digitalisasi layanan publik. Di samping itu, penguatan sistem merit dan pembangunan zona integritas menjadi penting untuk mencegah praktik KKN, dengan tetap mempertimbangkankonteks lokal, seperti kapasitas fiskal daerah, struktur pemerintahan, dan budaya setempat agar kebijakan lebih relevan dan tepat sasaran. Penelitian selanjutnya juga disarankan untuk mengeksplorasi hambatan reformasi melalui studi lapangan atau perbandingan internasional guna melengkapi keterbatasan cakupan SLR ini. Secara keseluruhan, temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berbasis bukti bagi pengambil kebijakan dalam membangun birokrasi yang adaptif, profesional, berintegritas, dan benar-benar berfokus pada pelayanan publik.
ANALISIS PERGESERAN EKONOMI PASCA TAMBANG DAN KEBIJAKAN AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN DI KALIMANTAN TIMUR Wirawan, Gigih widya; Fahmi, Ahmad Rizal; Barlian, Jauchar; Sartika, Dewi
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i02.511

Abstract

Kalimantan Timur merupakan salah satu Provinsi dengan sumber daya alam yang melimpah, sebagian besar perekonomian wilayah di Kalimantan Timur ditopang oleh sektor migas dan pertambangan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyadari bahwa sektor ekonomi ekstraktif seperti pertambangan adalah sektor yang tidak berkelanjutan, sehingga pemerintah daerah telah berupaya untuk mentransformasi basis perekonomian daerah dari sektor pertambangan ke sektor agroindustri sebagai alternatif penopang ekonomi wilayah pasca habisnya sumber daya alam di Kaltim. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis sejauhmana pergeseran atau transformasi ekonomi pasca tambang di Kaltim dan kebijakan Agroindustri di Kalimantan Timur dengan membandingkan Produk Domestik Regional bruto (PDRB) di Kaltim tahun 2013, 2018, dan 2023, dimana menggunakan pendekatan analisis Location Quotient (LQ) sebagai instrumen untuk melihat pergeseran dan pertumbuhan basis sektor ekonomi di Kaltim serta membandingkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2014-2018 dan tahun 2019-2024 untuk melihat kecenderungan pergeseran kebijakan politik terkait agroindustri dan ketahanan pangan di Kaltim. Berdasarkan analisis LQ, secara umum ekonomi di Kalimantan Timur masih bergantung pada sektor ekonomi ekstraktif yakni sektor pertambangan. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan cukup potensial untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu ekonomi basis wilayah dalam rangka pemenuhan ketahanan pangan. Sektor manufaktur sebagai bentuk hilirisasi industri masih belum dikembangkan secara optimal dalam mengungkit perekonomian daerah. Kebijakan pembangunan pemerintah daerah pada periode 2013-2018 dan 2019-2023 telah berupaya mendorong terwujudnya transformasi ekonomi pasca tambang, melalui optimalisasi nilai tambah komoditas lokal melalui industrialisasi/ hilirisasi produk
STRATEGI PENGUATAN KOMPETENSI KEPEMIMPINAN DIGITAL GUNA AKSELERASI KINERJA ORGANISASI Adriansyah, Faizal
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i02.528

Abstract

Kepemimpinan digital dibutuhkan guna meningkatkan kinerja organisasi pemerintah. Kompetensi ini menjadi salah satu target dari pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II yang masuk dalam Agenda Kepemimpinan Strategis. Akan tetapi masih ditemukan peserta yang memiliki literasi digital yang relatif rendah, dapat dilihat dalam proyek perubahan yang dibangun maupun kemampuan peserta dalam menggunakan perangkat digital. Kondisi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kemampuan dalam meningkatkan kinerja organisasi. Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana kompetensi kepemimpinan digital dalam mengakselerasi kinerja organisasi pemerintah. Selain itu pertanyaan lainnya Adalah bagaimana strategi pengembangan kepemimpinan digital untuk memperkuatkinerja organisasi pemerintah. Penelitian ini menerapkan metode campuran yang mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 82 respoden yang merupakan alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Hukum Administrasi Negara tahun 2022 dan 2023 terlibat dalam penelitian ini, dan 9 diantaranya dilakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan bahwa kepemimpinan digital dinilai berhasil meningkatkan kinerja organisasi alumni. Pencapaian kinerja dinilai menjadi lebih efektif dan efisien karena dalam prosesnya menjadi lebih transparan dan akuntabel. Berdasarkan wawancara mendalam ditemukan bahwa proses perencanaan hingga evaluasi sangat terbantu dengan penerapan kepemimpinan digital. Terdapat tiga kompetensi yang penting untuk diperkuat bagi alumni PKN II yaitu kemampuan perencanaan digital organisasi pemerintah, kemampuan pengembangan inovasi untuk kinerja, dan kemampuan membangun budaya kerja inovatif. Adapun pendekatan pengembangan kompetensi yang diharapkan berbentuk pelatihan, belajar mandiri, dan mentoring/coaching.
HERD EFFECT DI ERA MEDIA SOSIAL: KETIKA VIRAL MENGALAHKAN NALAR Pahlevi, Reja
Jurnal Transformasi Administrasi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Transformasi Administrasi
Publisher : Puslatbang KHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56196/jta.v15i02.529

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara manusia memproduksi, mengonsumsi, dan memaknai informasi. Media sosial tidak lagi sekadar ruang komunikasi interpersonal, melainkan telah bertransformasi menjadi infrastruktur utama pembentukan opini publik. Platform seperti TikTok, X (Twitter), Instagram, dan Facebook berfungsi sebagai mesin distribusi makna yang bekerja melalui algoritma, data, dan logika keterlibatan (engagement). Dalam ekosistem inilah muncul dan menguat fenomena herd effect—kecenderungan individu mengikuti opini mayoritas tanpa proses verifikasi rasional. Di ruang digital, viralitas sering dipersepsikan sebagai indikator kebenaran, popularitas disamakan dengan legitimasi, dan konsensus semu dianggap sebagai keadilan kolektif. Akibatnya, nalar kritis dan penilaian berbasis data kerap tergeser oleh kecepatan, emosi, dan tekanan sosial. Fenomena ini menimbulkan risiko serius bagi kualitas demokrasi, literasi publik, serta proses pengambilan kebijakan. Pertanyaan mendasarnya bukan lagi sekadar bagaimana informasi menyebar, melainkan siapa dan apa yang mengendalikan cara masyarakat berpikir di era algoritmik.