cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Sindrom Vena Kava Superior pada Pasien dengan Timoma Stadium III Jersivindo Ranazeri; Alexander Kam; Roza Kurniati; Fauzar Fauzar
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.028 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i1.567

Abstract

A 50 year old man presented with superior vena cava syndrome. Superior vena cava syndrome is one of the emergency oncology cases. After the diagnostic procedure, the patient was diagnosed with stage III thymoma. With chemotherapy regimens of cisplatin 50 mg/m2, doxorubicin 50 mg/m2 and cyclophosphamide 500 mg/m2, the patient experienced clinical improvement.
Gambaran Castelli’s Risk Index-2 pada Pasien Sindrom Koroner Akut di RSUP Dr. M. Djamil Padang Huriyah Fauzani; Rismawati Yaswir; Rosfita Rasyid
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.254

Abstract

Latar belakang: Sindrom koroner akut termasuk penyakit jantung koroner yang merupakan masalah kesehatan dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi di dunia. Dislipidemia aterogenik adalah salah satu faktor risiko kejadian sindrom koroner akut, yaitu tingginya kolesterol low density lipoprotein dibanding kolesterol high density lipoprotein, serta peningkatan kadar trigliserida. Castelli’s risk index-2 adalah rasio kadar kolesterol low density lipoprotein dan kolesterol high density lipoprotein, salah satu parameter lipid yang menjadi penanda risiko kejadian sindrom koroner akut. Tujuan: Mengetahui gambaran Castelli’s risk index-2 pada pasien sindrom koroner akut di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang tahun 2017-2018. Metode: Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr. M. Djamil Padang pada September 2017-Oktober 2020. Hasil penelitian diperoleh dari data sekunder rekam medis, pengambilan data diambil secara total sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari penelitian ini berjumlah 70 pasien dengan diagnosis sindrom koroner akut di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode September 2017-September 2018. Hasil: Penelitian menunjukkan pasien sindrom koroner akut di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2017-2018 terbanyak pada laki-laki (71,43%), kelompok umur 56-65 tahun (42,86%), rerata kadar kolesterol LDL 108,86 mg/dL, dan rerata kolesterol HDL 35,71 mg/dL. Rerata Castelli’s risk index-2 pada keseluruhan subjek sebesar 3,27. Kesimpulan: Penderita sindrom koroner akut memiliki rerata kolesterol LDL lebih tinggi dari nilai optimal dengan rerata kolesterol HDL lebih rendah dari nilai optimal sehingga menyebabkan peningkatan Castelli’s risk index-2.
Pengaruh Pemberian Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Serum Tikus Model Osteoartritis Siti Utari Agustina; Endrinaldi Endrinaldi; Nur Afrainin Syah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.313

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif sendi yang disebabkan oleh faktor biomekanik dan biokimia (stress oksidatif). Stres oksidatif dapat meningkatkan terjadinya kerusakan pada kartilago sendi. Malondialdehid merupakan biomarker stres oksidatif. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mesenchymal stem cell Wharton’s Jelly terhadap kadar MDA serum tikus model osteoartritis Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan posttest-only control group design. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi empat kelomok, yaitu P1, P2, P3, dan P4. Semua kelompok diinduksi monosodium iodoacetate (MIA) secara intra-artikular pada lutut kiri tikus dan dibiarkan selama 21 hari sehingga mengalami OA. P1 dan P3 adalah kelompok tikus OA tanpa diterapi MSC-WJ selama 4 minggu dan 8 minggu. P2 dan P4 adalah kelompok tikus OA yang diterapi MSC-WJ selama 4 minggu dan 8 minggu. Pengukuran kadar MDA serum dilakukan dengan metode thiobarbituric acid reactive substances (TBARS). Analisis data menggunakan One way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Hasil: Rerata kadar MDA serum pada kelompok P1 (2,78 nmol/ml), kelompok P2 (2,03 nmol/ml), kelompok P3 (3,66 nmol/ml), dan kelompok P4 (1,77 nmol/ml). Terdapat perbedaan yang bermakna pada tiap kelompok dengan p= 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian mesenchymal stem cell Wharton’s Jelly berpengaruh terhadap penurunan rerata kadar MDA serum tikus model osteoartritis.
Identifikasi Kandungan Rhodamin B pada Perona Pipi yang Terdaftar dan Tidak Terdaftar dalam BPOM dari Produk yang Beredar di Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang Tessa Tamara Novhadi; Elmatris Elmatris; Beni Indra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.316

Abstract

Latar Belakang: Perona pipi merupakan kosmetik yang banyak digunakan oleh wanita, salah satu bahan berbahaya yang dapat terkandung dalam perona pipi adalah Rhodamin B yang digunakan pada industri tekstil, kertas, dan cat. Paparan secara langsung Rhodamin B pada kulit dapat menghambat proliferasi fibroblas sehingga kulit menjadi kering dan penyerapan secara sistemik dapat menyebabkan gangguan pada hepar. Objektif: Mengidentifikasi kandungan Rhodamin B pada perona pipi yang beredar di Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang. Metode: Identifikasi kualitatif kandungan Rhodamin B dilakukan menggunakan Rapid Test Kit Rhodamin B yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari 13 sampel perona pipi yang beredar di Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang lebih dari separuh sampel (61,5%) merupakan perona pipi yang terdaftar dalam BPOM dan kurang dari separuh (38,5%) merupakan perona pipi yang tidak terdaftar dalam BPOM. Kesimpulan: Dari penelitian ini disimpulakan hanya satu sampel yang positif mengandung Rhodamin B yaitu dari sampel perona pipi yang terdaftar dalam BPOM.
Hubungan Jumlah Leukosit dengan Trombosit pada Infeksi Dengue Primer dan Dengue Sekunder Wendy Syafutra; Almurdi Almurdi; Nur Afrainin Syah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.326

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Leukopenia dan trombositopenia merupakan dua temuan laboratorium yang sering ditemukan pada perjalanan penyakit DBD. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dengan trombosit pada infeksi dengue primer dan sekunder. Metode: Penelitian ini merupakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien yang didiagnosis DBD di RSUP Dr.M.Djamil Padang dan RST Solok yang terdiri dari 2 kelompok data yaitu infeksi dengue primer dengan 24 sampel dan infeksi dengue sekunder 30 sampel. Waktu penelitian periode Januari - Juli 2020. Hasil: Penelitian didapatkan infeksi dengue primer dengan rata-rata trombosit adalah 68.250 /mm3 dan rata-rata leukosit 3.922,5/mm3, infeksi dengue sekunder dengan rata-rata trombosit adalah 54.000 /mm3 dan rata-rata leukosit 4.272 /mm3. Terdapat korelasi tidak bermakna antara jumlah leukosit dengan trombosit pada infeksi dengue primer maupun sekunder dan koefisien regresi jumlah leukosit sebesar 0,484 pada infeksi dengue primer dan 0,010 pada infeksi dengue sekunder. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara jumlah leukosit dengan trombosit pada infeksi dengue primer dan dengue sekunder.
Lokasi Infark Memengaruhi Kejadian Kardiovaskular Mayor Pasien IMA-EST yang Menjalani Late Intervensi Koroner Perkutan Nandia Rizkita; Mefri Yanni; Saptino Miro
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.336

Abstract

Latar Belakang: Pasien IMA-EST akan mendapat manfaat dari tindakan IKP apabila dilakukan dalam waktu <12 jam setelah onset. Kejadian kardiovaskular mayor (KKM) merupakan gabungan dari hasil akhir gejala klinis yang sering terjadi pada pasien IMA-EST. Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi KKM pada pasien IMA-EST. Objektif: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi KKM pada pasien IMA-EST yang menjalani late IKP di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif. Data diperoleh dari rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang dan wawancara via telpon. Analisis data dilakukan dengan analisis kesintasan dengan metode Kaplan-Meier. Hasil: Jenis KKM terbanyak pada pasien IMA-EST yang menjalani late IKP di RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah kematian dan tindakan revaskularisasi berulang. Dari delapan faktor yang diteliti, hanya lokasi infark yang memiliki hubungan bermakna dengan KKM adalah (p=0.006). Kesimpulan: Faktor yang memengaruhi KKM pada pasien IMA-EST yang menjalani late IKP di RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah lokasi infark.
Hubungan Derajat Obesitas dengan Kadar Malondialdehid pada Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2016 Indah Febranambela Jovie; Yustini Alioes; Miftah Irrahmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.346

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan akumulasi lemak abnormal dan berlebihan di tubuh yang dapat mengganggu kesehatan dan meningkatkan kadar stres oksidatif seiring dengan bertambahnya derajat obesitas. Hal ini dapat diukur melalui pemeriksaan kadar malondialdehid. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat obesitas dengan kadar malondialdehid pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2016. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional dan dilakukan pada 47 mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang mengalami obesitas dan tersedia di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pengukuran kadar MDA menggunakan metode thiobarbituric acid and reactive substances (TBARs) dengan teknik spektrofotometri dalam suasana asam. Analisis data menggunakan uji t independent test. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran Universitas Andalas angkatan 2016 yang mengalami obesitas lebih banyak berjenis kelamin perempuan (55,3%) dan mengalami obesitas derajat 1 (66%). Rerata kadar MDA pada obesitas derajat 2 (4,51±0,46 nmol/ml) lebih tinggi dibandingkan obesitas derajat 1 (3,24±0,55 nmol/ml). Prevalensi obesitas yang disertai dengan obesitas sentral ditemukan lebih tinggi pada perempuan (42,6%) dengan rerata kadar MDA (3,95±0,743 nmol/ml) dibandingkan dengan tidak obesitas sentral (2,57±0,15). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara derajat obesitas dengan kadar malondialdehid pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2016 (p=<0,001).
Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas selama Pandemi COVID-19 Muhamad Imamhamda Muttaqien; Y Yulistini; Nita Afriani
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.349

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah merubah cara pembelajaran di semua perguruan tinggi, termasuk pendidikan kedokteran, yakni dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran motivasi belajar mahasiswa tahap sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas selama pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling, didapatkan sampel sebanyak 309 responden yang merupakan mahasiswa angkatan 2017, 2018, dan 2019. Motivasi belajar diukur dengan menggunakan kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Hasil pengukuran disajikan dengan skala kategorik, yaitu motivasi tinggi, sedang, dan rendah. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa 79% mahasiswa kedokteran Universitas Andalas memiliki tingkat motivasi belajar tinggi dan tidak ditemukan mahasiswa yang memiliki tingkat motivasi belajar rendah. Angkatan 2019 memiliki tingkat motivasi belajar tertinggi pada saat pandemi, yaitu sebesar 88,9% diantara angkatan mahasiswa aktif lainnya. Kesimpulan: Mahasiswa kedokteran Universitas Andalas memiliki tingkat motivasi belajar sedang dan tinggi selama pandemi COVID-19, serta mahasiswa angkatan 2019 memiliki tingkat motivasi tinggi terbesar, yakni sebesar 88,9%.
Peran Lactobacillus pada Diabetes Melitus Tipe 2 M. Andhika Dwi Putra; Netti Suharti; Fika Tri Anggraini
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.351

Abstract

Latar Belakang: Peran Lactobacillus pada Diabetes Melitus tipe 2 telah banyak diteliti. Namun, hal-hal mengenai mekanisme dan efek dari Lactobacillus dalam mengontrol dan mencegah morbiditas DM tipe 2 belum diketahui sepenuhnya. Objektif: Studi literatur dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut efek dan mekanisme yang berperan dari Lactobacillus pada DM tipe 2 dalam mengontrol dan mencegah morbiditas DM tipe 2. Metode: Studi literatur naratif ini mendalami berbagai literatur studi in vitro, in vivo, dan Randomized Controlled Trial (RCT) mengenai peran Lactobacillus terhadap DM tipe 2. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik Pubmed dan Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil: Terdapat total 48 literatur yang ditinjau. Lactobacillus berperan dalam memodulasi mikrobiota di intestinal, menekan disfungsi sel β serta resistansi insulin pada hepar, otot, jaringan adiposa. Perbaikan profil glukosa, lipid, Homeostatic Model Assessment of Insulin Resistance (HOMA-IR) pada mencit dan pasien menjadi indikator adanya peran Lactobacillus. Peran ini didukung melalui sifanya dalam mengurangi status inflamasi dan stres oksidatif. Kesimpulan: Lactobacillus dapat mengontrol DM tipe 2. Diperlukan penelitian lebih lanjut hal-hal yang berhubungan dengan dosis, frekuensi, bentuk pemberian, metabolit, spesies, serta penelitian yang lebih luas pada pasien DM tipe 2.
Hubungan Karakteristik, Sumber Informasi tentang COVID-19, dan Derajat Stres dengan Derajat Sindrom Dispepsia pada Siswa SMAN 3 Padang Muhamad Diva Caesar; Arina Widya Murni; Hasmiwati Hasmiwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i4.353

Abstract

Latar Belakang. Sindrom dispepsia merupakan sekumpulan gejala yang diduga berasal dari saluran pencernaan bagian atas. Banyak penyebab yang memicu sindrom dispepsia, salah satunya adalah pengaruh psikologis khususnya stres. Pandemi virus korona (COVID-19) dapat berdampak pada kesehatan mental. Dalam istilah kesehatan mental masyarakat, dampak psikologis utama hingga saat ini adalah meningkatnya tingkat stres dan kecemasan. Objektif. Untuk mengetahui hubungan karakteristik, sumber informasi tentang COVID-19, dan derajat stres dengan derajat sindrom dispepsia pada siswa SMAN 3 Padang. Metode. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden penelitian berjumlah 100 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Data responden diperoleh dari kuesioner. Analisis data dilakukan dengan mengunakan program SPSS. Hasil. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas responden mengalami dispepsia derajat ringan (85%), kecukupan informasi tentang COVID-19 cukup jelas (86%), dan stres derajat ringan (47%). Analisis data menggunakan uji chi-square menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakterisitk dengan derajat sindrom dispepsia (p>0,05), sumber informasi tentang COVID-19 dengan derajat stres dan derajat sindrom dispepsia (p>0,05), serta derajat stres dengan derajat sindrom dispepsia (p>0,05). Kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik, sumber informasi tentang COVID-19, dan derajat stres dengan derajat sindrom dispepsia. Kata Kunci: Stres, Sindrom dispepsia, COVID-19, Siswa Background. Dyspepsia syndrome is a group of symptoms that are assumed to have its source from the upper digestive tract. Many causes that trigger dyspepsia syndrome, like a psychological influence, especially stress. The coronavirus (COVID-19) pandemic may impact mental health. In public mental health terms, the main psychological impact to date is elevating rates of stress and anxiety. Objective. To determine the relations of characteristics, sources of information about COVID-19, and stress level to the degree of dyspepsia syndrome at students of SMAN 3 Padang. Method. This is observational analytic research by using a cross-sectional design. Samples are 100 students taken with the simple random sampling method. Respondent's data were obtained from questionnaires. Data analysis was performed using the SPSS program. Result. The results found that the majority of respondents experienced mild dyspepsia (85%), sufficient information about COVID-19 was clear (86%), and a mild degree of stress level (47%). Data analysis using the chi-square test found that there was no significant relationship between characteristics and the degree of dyspepsia syndrome (p> 0.05), sources of information about COVID-19 with the degree of stress and the degree of dyspepsia syndrome (p> 0.05), and the degree of stress with the degree of dyspepsia syndrome (p> 0.05). Conclusion. This study concludes that there is no significant relationship between characteristics, sources of information about COVID-19, and stress level to the degree of dyspepsia syndrome. Keywords: stress, dyspepsia syndrome, COVID-19, students