cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang HIV/AIDS dengan Kejadian HIV pada LSL Ratu Fawwaz Efendi; Firdawati Firdawati; Hasmiwati Hasmiwati; Hardisman Hardisman; Husna Yetti; Abdiana Abdiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.861

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS paling banyak menyerang kelompok usia produktif di Indonesia termasuk di Provinsi Sumatera Barat. Kejadian HIV dari tahun ke tahun banyak menyerang pelaku Lelaki Seks Lelaki (LSL). LSL berisiko 25 kali lebih besar terinfeksi HIV daripada populasi lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap pencegahan HIV/AIDS terutama kelompok LSL tentang HIV/AIDS untuk mencegah peningkatan kasus HIV/AIDS. Objektif: Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap tentang HIV/AIDS dengan kejadian HIV pada LSL di Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 96 pelaku LSL yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian induk dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil penelitian menemukan 68,8% responden berada pada kelompok usia 20─29 tahun, 93,8% belum menikah, 64,6% menempuh pendidikan terakhir SMA, 47,9% bekerja sebagai pedagang/wiraswasta, 78,1% berstatus HIV (-), 56,3% berpengetahuan buruk tentang HIV/AIDS, dan 54,2% bersikap unfavorable terhadap pencegahan HIV/AIDS. Hasil pengujian statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap HIV/AIDS dengan kejadian HIV (p=0,041; OR=3.467), tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan kejadian HIV (p>0,05) Kesimpulan: Sikap memiliki hubungan signifikan dengan kejadian HIV, sedangkan pengetahuan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian HIV.
Hubungan Tipe Katarak Senilis dengan Nilai Sensitivitas Cahaya pada Pemeriksaan Perimetri Putri Afisia Gusman; Muhammad Syauqie; Julizar Julizar
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.872

Abstract

Latar Belakang: Katarak senilis adalah kekeruhan yang terjadi pada lensa mata akibat penuaan, terdiri atas katarak nuklear, kortikal, dan subkapsular posterior. Katarak dapat mengakibatkan penurunan cahaya yang masuk ke mata sehingga terjadi penurunan sensitivitas cahaya pada mata yang dilihat pada pemeriksaan perimetri. Objektif: Mengetahui hubungan tipe katarak senilis dengan nilai sensitivitas cahaya pada pemeriksaan perimetri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan di Rum pada bulan Februari – Maret 2022. Sampel yang masuk kriteria inklusi adalah sebanyak 45 orang dengan jumlah mata yang dijadikan sampel adalah 77 mata. Analisis data menggunakan chi-square dan Kruskal Wallis. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien mengalami katarak nuklear (59,7%) dan kategori sensitivitas cahaya terbanyak adalah early defect (35,1%). Kategori sensitivitas cahaya terbanyak pada tipe katarak nuklear adalah early defect (43,5%), tipe katarak kortikal adalah moderate defect (36,8%), dan katarak subkapsular posterior adalah kategori severe defect (41,7%). Nilai sensitivitas cahaya terendah terjadi pada katarak subkapsular posterior (-8,63 dB). Hasil analisis dengan uji Kruskal Wallis didapatkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05) dari nilai sensitivitas cahaya pada masing-masing tipe katarak senilis dengan nilai p=0,048. Hasil analisis dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p<0,05) antara tipe katarak senilis dengan nilai sensitivitas cahaya dengan nilai p=0,039. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tipe katarak senilis dengan nilai sensitivitas cahaya pada pemeriksaan perimetri.
Profil Kasus pada Ibu Hamil yang Dirawat dengan Covid-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari—Desember 2020 Salsabila Dhiyaa Syifa; Mohamad Reza; Zelly Dia Rofinda; Puja Agung Antonius; Firdawati Firdawati; Biomechy Oktomalio Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.888

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit pada saluran pernafasan yang diakibatkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Virus ini dapat menginfeksi kelompok rentan, termasuk ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil kasus pada ibu hamil yang dirawat dengan COVID-19. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil kasus pada ibu hamil yang dirawat dengan COVID-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari—Desember 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross-sectional di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan jumlah sampel sebanyak 136 ibu hamil dengan COVID-19 pada tahun 2020. Data yang digunakan berupa data sekunder dari rekam medis dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil: Ibu hamil yang terpapar COVID-19 memiliki gejala ringan (95,6%), berada pada usia tidak berisiko (83,8%),berada pada kehamilan trimester III (87,5%), dan terpapar tanpa komorbid (81,6%). Didapatkan juga peningkatan kadar NLR dan D-Dimer, banyak yang mendapat tindakan berupa sectio caesarea (64,7%), dan adanya kematian 3 ibu (2,2%). Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil dengan COVID-19 memiliki gejala ringan, berada pada usia tidak berisiko (usia 20—35 tahun), hamil pada trimester III, terpapar tanpa komorbid, memiliki peningkatan NLR dan D-Dimer, dilakukan tindakan sectio caesarea, dan tidak banyak terjadi kasus kematian.
Hubungan Karakteristik, Sosioekonomi, dan Riwayat Terpapar Covid-19 dengan Tingkat Ansietas Mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2018 Faris Hadi Asri; Taufik Ashal; Dina Arfiani Rusjdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.928

Abstract

Latar Belakang: Ansietas merupakan sinyal peringatan yang bersifat normal terhadap bahaya sehingga memungkinkan seseorang untuk mengambil tindakan dalam menghadapi ancaman. Faktor-faktor yang mempengaruhi ansietas terdiri dari faktor biologis (jenis kelamin) dan faktor psikososial (karakteristik, sosioekonomi, dan riwayat paparan Covid-19). Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik, sosioekonomi, dan riwayat terpapar Covid-19 dengan kejadian ansietas mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2018. Metode: Penelitian ini bersifat analitik cross-sectional study yang dilakukan pada mahasiswa pendidikan dokter menggunakan kuesioner GAD-7 sebagai instrumen penelitian dengan teknik simple random sampling dan diperoleh sebanyak 99 sampel, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (56,6%) dan tinggal tidak bersama orang tua/kos (57,6%). Mayoritas penghasilan kedua orang tua dalam rentang Rp5.000.000-Rp15.000.000 (46,5%). Lebih dari separuh responden tidak pernah terpapar Covid-19 (66,7%). Sebagian besar responden mengalami ansietas (51,5%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara jenis kelamin (p<0,001) dan status tempat tinggal (p=0,022) dengan kejadian ansietas, serta tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara sosioekonomi (p=0,548) dan riwayat terpapar Covid-19 (p=0,670) dengan kejadian ansietas. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan status tempat tinggal dengan ansietas, serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sosioekonomi dan riwayat terpapar Covid-19 dengan kejadian ansietas pada mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2018.
Hubungan Obesitas dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease di RSUP Dr. M. Djamil Padang Iqbal Muhammad Helmi; Delmi Sulastri; Roza Mulyana
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.930

Abstract

Latar Belakang: Gastroesophageal Reflux Disease merupakan kondisi patologis akibat refluks kandungan lambung ke esofagus yang terjadi berulang kali. Kondisi obesitas dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen dan menurunkan fungsi esofagus serta Lower Esophageal Sphincter sehingga risiko Gastroesophageal Reflux Disease akan meningkat. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara obesitas dan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2019. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional menggunakan pendekatan retrospektif dengan rancangan penelitian case-control study yang telah berlangsung dari bulan November hingga Desember 2021 di Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 pasien kelompok kasus dan 38 pasien kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan cara membandingkan frekuensi penderita obesitas pada kelompok kasus dan kontrol. Hasil: Hasil penelitian ini memperoleh 52,6% kelompok kasus mederita obesitas dan 10,5% kelompok kontrol menderita obesitas. Berdasarkan uji Chi-square, terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (p=0,001, OR=9,444). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease di RSUP Dr. M. Djamil.
Variasi Pembentukan Nervus Medianus yang Ditemukan pada Cadaver di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang Gusti Revilla
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.988

Abstract

Latar Belakang: Nervus medianus dibentuk dari gabungan dua fasciculus lateral dan fasciculus medial dari plexus brachialis. Pembentukan nervus medianus dapat mengalami variasi karena kondisi ini dapat terjadi selama perkembangan intrauterin. Objektif: Untuk itu dilakukan penelitian variasi pembentukan nervus medianus yang ditemukan pada kadaver di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Metode: Penelitian bersifat deskriptif yang dilakukan di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) pada bulan September 2014-Januari 2015. Populasi penelitian adalah semua nervus medianus yang ditemukan pada kadaver di Laboratorium Anatomi FK Unand, dengan menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel yang diamati ada 14 kadaver. Hasil: Hasil pengamatan terhadap variasi nervus medianus dari 14 cadaver ditemukan beberapa variasi yaitu nervus medianus berasal dari 3 radiks, 2 dari fasciculus lateralis dan 1 fasciculus (21.42%), nervus medianus berasal dari 3 radiks, 2 dari fasciculus lateralis dan 1 fasciculus lateralis , tetapi anastomosis dan cabang n. musculocutaneus berdekatan (7.14%) dan nervus medianus berasal dari fasiculus yang normal, tetapi penyatuannya jauh pada a. brachialis (7.14%). Kesimpulan: Penemuan variasi dari nervus medianus cabang dari plexus brachialis merupakan pengetahuan yang memiliki kepentingan di klinis terutama dalam evaluasi pasca trauma dan perbaikan saraf perifer.
Pola Kuman dan Pemberian Antibiotika Profilaksis pada Pasien Infeksi Luka Operasi di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2019-2020 Rasnaita Marhamah; Rahmatini Rahmatini; Roni Eka Sahputra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i4.609

Abstract

Latar Belakang: Infeksi luka operasi (ILO) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang paling sering terjadi. Pola kuman penyebab infeksi luka operasi dapat berbeda di tiap rumah sakit. Untuk mencegah ILO dapat digunakan antibiotik profilaksis. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola kuman dan pemberian antibiotika profilaksis pada pasien infeksi luka operasi di RSUP Dr.M. Djamil Padang periode 2019-2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan teknik total sampling dan menggunakan data sekunder berupa data laboratorium hasil kultur mikrobiologi dan rekam medis. Analisis hasil penelitian dilakukan secara univariat. Hasil: Kelompok usia terbanyak pada ILO adalah >45-65 tahun (38,5%). Mayoritas pasien ILO berjenis kelamin perempuan (64,1%). Pola kuman pada infeksi luka operasi adalah E. coli (23,1%), P. aeruginosa (17,9%), K. pneumoniae (15,4%), A. baumanii (12,8%), dan S. aureus (12,8%). Sebagian besar kuman Gram negatif sensitif terhadap amikasin dan meropenem, kuman Gram positif sensitif terhadap linezolid, nitrofurantoin, quinupristin-dalfopristin, dan tigeskilin.Antibiotik profilaksis paling banyak diresepkan pada pasien ILO adalah seftriakson (76,9%). Kesimpulan: Kuman penyebab ILO terbanyak adalah E. coli. Antibiotik profilaksis bedah yang paling banyak diresepkan adalah seftriakson.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap Viabilitas HeLa Cell Line Ilham Andhika Zulen; Dessy Arisanty; Rahmatini Rahmatini
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i4.831

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian kanker serviks di Indonesia sangat tinggi. Kebanyakan pasien datang pada stadium lanjut karena pada tahap awal tidak menimbulkan gejala yang berarti. Kandungan pada daun sirsak berpotensi menghambat viabilitas sel kanker. Objektif: Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui apakah ekstrak daun sirsak mampu menghambat 50% viabilitas HeLa cell line. Metode: Penelitian eksperimental in vitro ini menggunakan HeLa cell line yang diinkubasi selama 24 jam yang telah diberikan perlakuan ekstrak daun sirsak sesuai dengan kelompok konsentrasi yang telah ditentukan. Uji aktivitas sitotoksik ekstrak daun sirsak dengan etanol 95% sebagai pelarut dilakukan dengan metode MTT (microtetrazolium). Pembacaan hasil dilakukan dengan menggunakan xMark microplate reader. Persentase viabilitas dapat dihubungkan dengan log konsentrasi dengan menggunakan rumus regresi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan makin tinggi konsentrasi makin rendah viabilitas sel. Konsentrasi penghambatan 50% viabilitas HeLa cell line dengan masa inkubasi selama 24 jam adalah 112,2 μg/ml. Kesimpulan: Perbedaan konsentrasi ekstrak daun sirsak dapat berpengaruh terhadap viabilitas sel kanker serviks HeLa dengan menghasilkan persentase viabilitas yang berbeda. Nilai penghambatan 50% viabilitas sel HeLa menunjukkan potensi ekstrak daun srisak sebagai antikanker.
Karakteristik Pasien Keratosis Seboroik Lanjut Usia di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang Tisa Hamzany; Rina Gustia; Fitratul Ilahi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i4.899

Abstract

Latar Belakang: Keratosis seboroik merupakan salah satu tumor jinak kulit terbanyak yang dilaporkan pada kelompok umur lanjut. Usia, sinar matahari, genetik dan pekerjan berperan penting dalam faktor risiko peningkatan proses terbentuknya lesi keratosis seboroik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien keratosis seboroik lanjut usia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien keratosis seboroik lanjut usia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional dengan total sampel yaitu 20 sampel pasien lanjut usia yang didiagnosis keratosis seboroik. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada periode Januari 2019 – Desember 2021. Hasil: Penelitian ini menunjukkan kelompok usia terbanyak pada rentang usia 60-70 tahun (60%), pekerjaan pasien keratosis seboroik lanjut usia ditemukan lebih banyak di luar ruangan (60%) dengan lama paparan sinar matahari sebesar >6 jam/hari (45%). Gejala subjektif sebesar 55% berupa gatal lebih banyak ditemukan. Wajah adalah lokasi tersering ditemukannya lesi keratosis seboroik pada lanjut usia (51,4%). Durasi sebelum terapi pasien keratosis seboroik lanjut usia sebagian besar >15 tahun (65%) dan untuk pilihan terapi terbanyak adalah elektrokauterisasi (45,2%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar kasus keratosis seboroik lanjut usia di poliklinik RSUP Dr. M. Djamil Padang berumur 60 – 70 tahun, bekerja di luar ruangan, di bawah sinar matahari selama >6 jam/hari, merasakan gatal, ditemukan di wajah, menderita >15 tahun dan mendapatkan terapi elektrokauter.
Gambaran Peresepan Kortikosteroid Tunggal pada Pasien Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang Mohammad Rafiequl Haririy; Erlina Rustam; Satya Wydya Yenny
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i4.944

Abstract

Latar Belakang: Dalam bidang dermatologi, banyak penyakit kulit yang diterapi menggunakan kortikosteroid. Pemakaian kortikosteroid yang tidak sesuai dengan aturannya dapat mengakibatkan banyak efek samping yang dapat memperlama maupun memperburuk penyakit kulit. Untuk mencegah hal tersebut, maka dibutuhkan pemantauan terapi termasuk pemantauan peresepan kortikosteroid yang diberikan. Objektif: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran peresepan kortikosteroid tunggal pada pasien yang berobat di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2021. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder rekam medik pasien yang dilakukan di fasilitas Instalasi Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pada Penelitian ini terdapat 340 resep yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa obat kortikosteroid yang diresepkan adalah desoksimetason, prednison, mometason furoat, metilprednisolon, triamsinolon asetonid, diflukortolon valerat, hidrokortison dan klobetasol. Rute pemberian dari yang terbanyak adalah Topikal, Oral, dan Intralesi. Bentuk sediaan obat dari yang terbanyak adalah cream, tablet, injeksi, dan ointment. Tingkat kesesuaian indikasi dan obat kortikosteroid yang diresepkan adalah 97,06% dan tingkat kesesuaian dosis yang diresepkan sebanyak 100%. Kesimpulan : Kesimpulan pada studi ini, sebagian besar dari obat kortikosteroid yang diresepkan dalam bentuk topikal. Terdapat perbedaan antara peresepan obat yang sama pada penyakit yang berbeda ataupun sebaliknya dan peresepan obat yang sama pada penyakit yang sama namun berbeda dosis dikarenakan kondisi pasien.