cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Profil Pasien COVID-19 dengan Komorbid yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Hamni Tanjung; Julizar Julizar; Sabrina Ermayanti; Deddy Herman; Liganda Endo Mahata; Syandrez Prima Putra
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i1.971

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan Severe Acute Respiratory Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) telah menjadi perhatian dunia sejak awal ditemukan hingga saat ini. Keparahan kondisi pasien COVID-19 dengan komorbid dipengaruhi dengan berbagai faktor yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien COVID-19. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien COVID-19 dengan komorbid yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data penelitian diambil dari data rekam medis dengan teknik pengambilan total sampling pada pasien yang dirawat pada 1 Oktober sampai 31 Desember 2020. Hasil: Penelitian ini mendapatkan dari total 144 pasien, 34% pasien COVID-19 dengan komorbid merupakan kelompok usia 50-59 tahun, 50,7% berjenis kelamin laki-laki, 59,7% memiliki riwayat pendidikan tingkat menengah dan 53,5% berstatus IMT obesitas. Komorbid terbanyak yang ditemukan adalah 29,2% hipertensi dengan 73,6% pasien memiliki lebih dari satu komorbid, sebanyak 77,1% merupakan COVID-19 derajat sedang dengan 71,5% memiliki lama rawatan 14 hari atau kurang, serta 62,5% memiliki luaran COVID-19 sembuh. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan sebagian besar pasien COVID-19 dengan komorbid yang dirawat merupakan kelompok usia tua, dengan komorbid terbanyak hipertensi, sebagian besar memiliki lebih dari satu komorbid, mengalami derajat sakit sedang dengan lama rawatan 14 hari atau kurang, dan luaran sembuh.
Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Katarak Senilis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Indah Syafira Praja; Hendriati Hendriati; Rizanda Machmud
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i1.1022

Abstract

Latar Belakang: Katarak senilis adalah kekeruhan pada lensa mata secara progresif dan bertahap yang terjadi pada kelompok usia 50 tahun ke atas dan berhubungan dengan proses degeneratif. Katarak senilis merupakan suatu kelainan muktifaktorial yang dapat dihubungkan dengan berbagai macam faktor diantaranya adalah riwayat diabetes melitus, riwayat hipertensi, kebiasaan merokok, dan pekerjaan. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko riwayat diabetes melitus, hipertensi, kebiasaan merokok, dan pekerjaan terhadap kejadian katarak senilis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case-control. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Agustus 2022 – September 2022. Jumlah sampel adalah 106, terdiri dari 53 sampel kasus dan kontrol. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data berupa analisis univariat yang mendeskripsikan distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang signifikan antara faktor riwayat hipertensi (p=0,000 ; OR=9,94), kebiasaan merokok (p=0,006 ; OR=3,75), dan pekerjaan (p=0,036 ; OR=2,71) dengan kejadian katarak senilis, sedangkan riwayat diabetes melitus (p=0,057) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah riwayat hipertensi, kebiasaan merokok, dan pekerjaan merupakan faktor risiko kejadian katarak senilis sedangkan riwayat diabetes melitus tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian katarak senilis.
Efektivitas Vitamin D sebagai Terapi pada Dry Eye Izzati Mujahidah; Hendriati Hendriati; Kemala Sayuti; Muhammad Syauqie; Ulya Uti Fasrini; Erlina Rustam
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i1.1024

Abstract

Latar Belakang: Dry eye merupakan salah satu penyakit yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan merupakan penyakit yang cukup sering dikeluhkan. Terapi dry eye beragam, vitamin D diduga dapat menjadi salah satu pilihan terapi. Vitamin D diduga dapat menjadi salah satu pilihan terapi dry eye karena memiliki peran sebagai anti inflamasi, sehingga dapat memutus lingkaran setan dry eye, namun belum diketahui secara pasti efek yang dapat ditimbulkan vitamin D pada dry eye. Objektif: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek vitamin D sebagai terapi pada dry eye. Literatur didapatkan dari database PubMed dan Google Scholar. Metode: Penelitian berupa studi literatur naratif yang menganalisis literatur mengenai efek vitamin D pada dry eye dari tahun 2016 hingga 2021. Hasil: Didapatkan 12 literatur yang sesuai dengan seleksi judul serta kriteria inklusi dan eksklusi. Efek yang dilihat berdasarkan pemeriksaan pada battery test TFOS-DEWS II. Kesimpulan: Vitamin D memperbaiki secara signifikan keadaan dry eye. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai perbandingan vitamin D dengan pilihan terapi lainnya dan kadar optimal vitamin D untuk terapi dry eye.
Deteksi Protozoa Usus pada Anak di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Randi Septiah Hendri; Nuzulia Irawati; Aswiyanti Asri; Eka Nofita; Rosfita Rasyid
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i1.1052

Abstract

Latar Belakang: Infeksi protozoa usus masih menjadi masalah kesehatan utama terutama pada anak-anak, karena anak-anak sering berkontak dengan tanah sebagai sumber infeksi dan merupakan ancaman yang nyata, namun sering diabaikan sehingga menjadi kronis dan menimbulkan komplikasi. Objektif: Mengetahui angka kejadian protozoa usus pada anak di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kategorik, sampel berupa data primer dengan jumlah sampel 65 anak menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil infeksi protozoa usus pada anak sebesar 33,8% (22/65) dengan protozoa usus yang ditemukan Cyclospora Cayetanensis sebesar 63,6% (14/22) dan Blastocyctis Hominis 36,4% (8/22). Infeksi protozoa usus lebih tinggi pada kelompok umur 5-9 tahun 31,0% (13/42) dan lebih tinggi pada anak perempuan 37,1 % (13/35). Tipe infeksi yang paling banyak ditemukan adalah single infection 95,5% (21/22). Stadium yang ditemukan yaitu vakuolar dan ookista. Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan bahwa angka kejadian infeksi protozoa usus cukup tinggi pada anak di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Oleh karena itu, anak-anak tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus, dan dilakukan pengobatan secepatnya pada anak-anak yang terinfeksi serta penyuluhan mengenai edukasi dan pencegahan penyakit akibat protozoa usus.
Hubungan Jumlah Trombosit dengan Stadium Karsinoma Nasofaring di RSUP Dr. M. Djamil Padang Nadhifa Naura Reyani; Sukri Rahman; Syamel Muhammad
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i1.1071

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma nasofaring merupakan keganasan paling umum dan sangat invasif, serta menempati peringkat keempat untuk kanker tersering yang terjadi di Indonesia. Beberapa faktor yang berhubungan dengan pasien diketahui memiliki pengaruh dalam hasil pengobatan, salah satunya jumlah trombosit. Jumlah trombosit yang tinggi sebelum terapi merupakan indikator prognosis buruk dan metastasis jauh pada karsinoma nasofaring. Objektif: Mengetahui hubungan jumlah trombosit dengan stadium karsinoma nasofaring di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien karsinoma nasofaring tahun 2015-2020 di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data yang didapatkan dari penelitian ini akan dilakukan analisis dengan menggunakan uji pearson chi-square. Kemaknaan statistik ditentukan jika nilai p<0,05 (IK 95%). Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan 101 sampel dan sebagian besar penderita karsinoma nasofaring adalah laki-laki (60,4%). Penderita paling banyak memiliki usia di atas 40 tahun (76,2%) dan stadium IV merupakan stadium terbanyak. Sebagian besar sampel memiliki jumlah trombosit >300×109/L (67,3%) dengan rerata 369×109/L. Jumlah trombosit yang tinggi didapatkan paling banyak pada stadium lanjut. Hasil dari analisis bivariat antara jumlah trombosit dengan stadium karsinoma nasofaring yaitu p=0,308 (p>0,05). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah trombosit dengan stadium karsinoma nasofaring.
Pengaruh Ekstrak Daun Sirsak terhadap Ekpresi Gen P53 Sel Kanker Payudara T47D Ariesko Gunanda Rangkuti; Dessy Arisanty; Yuniar Lestari
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.561

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan angka kejadiannya menempati posisi pertama terbanyak di Indonesia dibandingkan dengan jenis kanker lain. Daun sirsak yang mengandung acetogenin memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak terhadap level ekspresi gen p53 sel kanker payudara T47D secara in vitro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode kuantifikasi relatif real time PCR menggunakan cell line T47D diinkubasi selama 72 jam yang dibagi menjadi 2 kelompok sampel, yaitu perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan diberikan larutan uji ekstrak etanol daun sirsak dengan konsentrasi IC50 = 94,26 µg/ml. Hasil: Hasil nilai Cq dari gen target dan referensi dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney dan rumus livak. Hasil penelitian didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan nilai p = 0,003 (p < 0,05). Analisis dengan rumus livak menunjukkan adanya peningkatan ekspresi gen p53 sel kanker payudara T47D yang diberi perlakuan, yaitu 2,8015 kali lipat lebih tinggi dari sel kelompok kontrol. Kesimpulan: Ekstrak daun sirsak efektif dapat meningkatkan ekspresi gen p53 pada cell line T47D dan terdapat perbedaan yang bermakna dari nilai Cq gen p53 sel kelompok perlakuan dan kontrol.
Profil Pasien Glaukoma Juvenil di Poliklinik Mata RS Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017-2020 Hanny Vidya Sari; Fitratul Ilahi; Restu Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.606

Abstract

Latar Belakang: Glaukoma juveinil adalah bagian dari glaukoma primer sudut terbuka atau primary open angle glaucoma (POAG) dengan karakteristik penurunan secara autosomal dominan dan terjadi pada usia muda, sekitar 4 hingga 35 tahun. Glaukoma juveinil berkaitan dengan peningkatan tekanan intraokular (TIO) akibat struktur trabecular meshwork yang abnormal sehingga menyebabkan gangguan aliran aqueous humor. Peningkatan tekanan intraokular dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada saraf optik yang menyebabkan perubahan ukuran cup disk ratio (CDR) sehingga dapat berujung pada kebutaan. Objektif: Untuk mengetahui profil pasien glaukoma juveinil di Poliklinik Mata RS Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017-2020 Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis glaukoma juveinil oleh klinisi di Polikinik Mata RS Dr. M. Djamil Padang dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang dengan total 84 mata pasien dari tanggal 1 Januari 2017 – 31 Desember 2020. Hasil: Hasil penelitian didapatkan pasien glaukoma juvenil sebagian besar laki-laki sebanyak 52,4% dengan kelompok umur terbanyak ≤20 tahun sebanyak 50%. Faktor resiko terbanyak ditemukan adalah dengan ada riwayat keluarga 64,3%, miopia 33.3%, dan TIO ≤21 mmHg 77,4%. 47,6% sampel memiliki visus normal. Stadium terbanyak adalah stadium sedang sebesar 79,8%. Tatalaksana terbanyak yaitu dengan monoterapi 76,2%. Kesimpulan: Karakteristik pasien glaukoma juveinil paling banyak yaitu laki-laki dan berada pada kelompok usia ≤20 tahun. Faktor resiko yang terbanyak adalah pada yang memilki riwayat keluarga dan miopia. Pasien terbanyak dengan visus normal dengan stadium sedang. Tatatalaksana yang paling banyak dilakukan adalah dengan monoterapi.
Pola Penatalaksanaan Fraktur Femur Di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020 Taufik Rachman; Rizki Rahmadian; Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.624

Abstract

Latar Belakang: Fraktur adalah kerusakan kontinuitas susunan tulang yang terjadi karena trauma, stres berulang dan kelemahan abnormal pada tulang (fraktur patologis). Prinsip utama dalam penatalaksanaan fraktur adalah mengembalikan posisi secara anatomis, mengurangi nyeri dengan cara imobilisasi, mendukung proses penyembuhan tulang, dan mengembalikan fungsi. Fraktur femur dapat ditatalaksana secara konservatif dan operatif. Objektif: Mengetahui pola penatalaksanaan fraktur femur di RSUP M. Djamil Padang tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan total sampling menggunakan data rekam medis pasien dengan diagnosis fraktur femur pada tahun 2020 di bagian rekam medik RSUP M. Djamil Padang. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan kejadian fraktur femur sebanyak 95 kasus. Prevalensi tertinggi fraktur femur pada jenis kelamin perempuan (56,8%). Kelompok usia terbanyak mengalami fraktur berusia di atas 60 tahun (45,3%). Fraktur paling sering disebabkan oleh trauma energi rendah (66,3%). Jenis fraktur paling banyak adalah fraktur tertutup (91,6%) dan lokasi fraktur terbanyak adalah di batang femur (31,6%). Penatalaksanaan fraktur mayoritas dilakukan secara operatif yaitu fiksasi internal menggunakan implan plate and screw (38,9%). Kesimpulan: Pada penelitian disimpulkan bahwa fraktur femur banyak pada perempuan dengan rentang usia di atas 60 tahun. Fraktur terbanyak terjadi akibat trauma energi rendah, dengan jenis fraktur tertutup. Lokasi fraktur tersering di batang femur dan mayoritas ditatalaksana secara operatif dengan fiksasi internal menggunakan implan plate and screw.
Pengaruh Ekstrak Kemangi (Ocimum basilicum) Terhadap Ekspresi Interleukin-6 Tikus Diabetes Melitus Gestasional Wahyu Agnata Surya; Hirowati Ali; Dinda Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.756

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan penyakit metabolik berupa gangguan toleransi karbohidrat dengan onset pertama terjadi saat kehamilan. Interleukin-6 (IL-6) diketahui terlibat dalam inflamasi pada DMG. Kemangi (Ocimum basilicum) dilaporkan sebagai tanaman herbal yang mengandung zat aktif yang bersifat anti-inflamasi Objektif: Penelitian ini bertujuan melihat efek ekstrak kemangi terhadap ekspresi IL-6 pada tikus model DMG. Metode: Sampel RNA leukosit berasal dari tikus DMG yang diinduksi streptozotosin sebelumnya. RNA berasal dari tikus hamil normal (K-; n=6), tikus DMG tanpa perlakuan (K+; n=6), tikus DMG yang diberikan ekstrak kemangi secara oral dengan dosis 100 mg/kg (P1; n=6) dan 200 mg/kg (P2; n=6) selama 14 hari. Ekspresi RNA IL-6 dan GAPDH (kontrol internal) diukur menggunakan PCR secara semi-kuantitatif dan visualisasi elektroforesis menggunakan ImageJ. Analisis data menggunakan uji one-way ANOVA dan post-hoc Bonferroni Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan penurunan ekspresi IL-6 antara K+ dengan P2 (p<0,01) dan antara P1 dengan P2 (- p<0,001). Kesimpulan: Kesimpulan yang didapat adalah terdapat pengaruh pemberian ekstrak kemangi terhadap ekspresi IL-6 pada tikus DMG.
Efek Suplementasi Probiotik Oral Sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Dermatitis Atopik Nailatul Fadhila; Gardenia Akhyar; Fory Fortuna; Ennesta Asri; Endrinaldi Endrinaldi; Yusticia Katar
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.849

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis atopik merupakan peradangan kulit yang menjadi beban penyakit non-fatal dalam dermatologi. Etiologinya belum diketahui secara pasti. Probiotik merupakan bakteri baik yang memiliki potensial untuk menjadi terapi tambahan dermatitis atopik. Objektif: Kajian literatur sistematis ini dilakukan untuk mengetahui efek dari suplementasi probiotik oral sebagai terapi tambahan pada pasien dermatitis atopik. Metode: Studi literatur ini merupakan kajian literature sistematis. Pencarian literatur dilakukan di tiga pangkalan data, yaitu Pubmed, Proquest, dan The Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL). Hasil: Terdapat sebelas studi yang dimasukkan dalam kajian literature sistematis ini dengan 918 kasus dermatitis atopik. Kesimpulan: Probiotik memberikan efek terapi berupa penurunan indeks SCORAD dan meningkatkan kualitas hidup pasien. serta dapat dijadikan sebagai opsi terapi tambahan pada pasien dermatitis atopik