cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 317 Documents
Gambaran Kejadian Fraktur Femur di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016-2018 Nur Sadia Binti Suhail Ahmad; Rizki Rahmadian; Dwi Yulia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.748 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i3.82

Abstract

Fraktur adalah kondisi terjadinya dikontinuitas tulang dan atau tulang rawan dan merupakan kasus fraktur terbanyak terjadi pada ekstremitas bawah. Fraktur femur pada usia muda biasanya disebabkan cedera traumatik seperti kecelakaan lalulintas dan pada usia tua disebabkan oleh kondisi patologis. Objektif: Mengetahui gambaran kejadian fraktur femur di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2016-2018. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dengan mengambil 256 data dari rekam medis pasien dengan diagnosis fraktur femur sebagai diagnosis primer atau sekunder. Penelitian ini dilakukan di bagian rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2016-2018. Hasil: Penelitian ini mendapatkan bahwa jenis kelamin laki-laki lebih sering mengalami fraktur femur (62.9%). Lokasi fraktur tersering terjadi adalah pada bagian medial shaft (34.0%). Kelompok usia terbanyak mengalami fraktur adalah ≥ 60 tahun (28.1%). Fraktur tertutup lebih sering terjadi (86.3%) dan cedera traumatik merupakan faktor tersering fraktur (72.7%). Penatalaksanaan fraktur yang paling sering dilakukan adalah operatif (72.3%). Simpulan: Fraktur tertutup banyak terjadi dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, paling sering mengenai usia ≥ 60 tahun dengan lokasi fraktur tersering pada medial shaft. Cedera traumatik adalah faktor tersering dan penatalaksanaan operatif banyak dilakukan. Kata kunci: fraktur femur, cedera traumatik, kondisi patologis
Hubungan Karakteristik Pasien dengan Tingkat Kepuasan Pelayanan pada Pasien Operasi Sub Bagian Fasial Plastik dan Bedah Rekonstruksi Bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Tahun 2019 Fauzan Junanda Putra; Al-Hafiz Al-Hafiz; Firdawati Firdawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.757 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i3.83

Abstract

Hospitals play an important role in providing quality public services. The success of a hospital in providing services can be seen from the performance of health care provider and patient satisfaction. Patient satisfaction is the evaluative, emotional or affective response of the patient to the service provided by the health care provider and the expectation of the service. The satisfaction of each patient can be different depending on the expectations and reality obtained. This can be caused by several factors such as age, gender, occupation and education. This study was conducted to determine the relationship of these patient characteristics with the level of patient service satisfaction in the plastic facial and reconstructive surgery division of ENT department of Dr. M. Djamil hospital. This type of research is analytic research with cross sectional design. Respondents in this study were 37 people. Sampling was done using a purposive sampling method. This study used satisfaction questionnaires and medical record as an research instrument. The results showed that there were more subjects in the old adult age category (56.76%), female (51.35%), had a job (51.35%), had a high education (81.08%), and non PBI membership status (56,8%). The results of bivariate analysis showed that there was no relationship between age, sex, education and occupation with the level of satisfaction. P values ​​obtained respectively p = 0.366, p = 0.692, p = 0.554 and p = 0.845. Whereas there are relationship between patient health assurance membership status with patient satisfaction by p values 0,033. Conclusion: that there is no relationship between patient characteristics with the level of service satisfaction in patients in the plastic facial and reconstructive surgery division in the ENT department of Dr. M. Djamil hospital except for health assurance membership status. Keywords: Education, Occupation, Health Assurance Membership Status, Satisfaction
Perbedaan Efektivitas Media Promosi Kesehatan Leaflet dengan Video TOSS TB Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Karynina Danti Putri; Rima Semiarty; Linosefa Linosefa
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.12 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i3.85

Abstract

Latar Belakang. Promosi kesehatan merupakan proses memandirikan masyarakat untuk merubah perilaku kesehatannya. Leaflet dan video dipilih sebagai media promosi kesehatan karena bernilai praktis dalam penyaluran informasi. Objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas media promosi kesehatan leaflet dengan video TOSS TB terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experimental dengan non-equivalen control group design. Terdiri dari tiga kelompok penelitian (kelompok leaflet, video, dan kontrol) dengan jumlah sampel 144. Analisis data dengan analisis univariat dan uji Mann Whitney serta uji Kruskal Wallis untuk analisis bivariat dengan kemaknaan statistik p < 0,05. Hasil. Hasil analisis univariat menunjukkan masyarakat sebelum diberi intervensi memiliki tingkat pengetahuan baik dan sikap positif sebesar 85,42% dan 68,75%. Setelah diberikan intervensi menjadi 92,36% dan 74,30%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perubahan signifikan sebelum dengan sesudah diberikan intervensi dengan perubahan rata-rata pengetahuan pada kelompok leaflet, video, dan kontrol adalah 0,588, 0,710, 0,114, dengan p value = 0,000. Serta pada sikap adalah 0,289, 0,477, 0,102, dengan p value = 0,000. Kesimpulan. Media leaflet dan video berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap TOSS TB masyarakat dimana media video merupakan media yang paling efektif. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Leaflet, Video, TOSS TB
Kandungan Bilangan Peroksida Minyak Goreng Pedagang di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Padang Intan Permata Sari Syafrudin; Asterina Asterina; Russilawati Russilawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.67 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i3.86

Abstract

Background. Indonesian usually using repeatedly cooking oil for deep frying process. The repeated use of cooking oil can be found among street vendors. Consumption of repeatedly cooking oil could lead to hepatic disorder, cardiovasular disorder and even cancer. Objective. The research aims to describe and analyze peroxide value in cooking oil used by street vendors in Perintis Kemerdekaan street in Padang City. Methods. This is a descriptive research. The reseacrh objects were taken by purposive sample method and 23 samples cooking oil used by traders. This research was conducted at Clinical Laboratory of West Sumatera from October 2019 to May 2020. Results. This research found out 14 from 23 of cooking oil used by street vendors have peroxide value above the Indonesian National Standard (abbreviated SNI) 01-3741-2013. Cooking oil used by fritter street vendors have average peroxide value is 15.10 mEq O2/kg while pecel catfish and chicken street vendors is 10.29 mEq O2/kg. The avarage peroxide value in each type of cooking oil are bulk 10,81 mEq O2/kg, branded 14,64 mEq O2/kg and mixture 16,28 mEq O2/kg. Conclusion. More than half of the samples tested had exceed the maximum peroxide values (> 10 mEq O2/kg) and the highest average are found in fritter street vendor and mixture of bulk and branded cooking oil.
Karakteristik Endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2017 - 2019 Nurul Ulfa Tifani; Dedy Hendry; Yose Ramda Ilhamdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.796 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i3.89

Abstract

Endometriosis adalah salah satu penyakit ginekologi jinak yang paling umum, penyakit ini dikaitkan dengan nyeri panggul dan subfertilitas pada sekitar 176 juta wanita diseluruh dunia. Keterlambatan pemeriksaan penyakit ini dapat terjadi selama bertahun-tahun karena diagnosis penyakit ini harus melalui laparoskopi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2017-2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan 98 orang penderita endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2017- 2019 sebagai sampel penelitian. Instrumen dari penelitian ini adalah data rekam medik dan hasil wawancara dengan pasien. Kasus endometriosis paling banyak ditemukankan pada kelompok usia reproduktif (85,71%), nullipara (60,20%), kategori IMT berat badan normal (35,71%), lama infertilitas ≥ 5 tahun (27,55%), dengan keluhan utama berupa dismenorea (69,39%). Stadium penyakit yang paling banyak di temukan adalah stadium III-IV (82,65%), pada lokasi anatomis internal pelvis, mayoritas pasien diberikan terapi hormon selama 3 bulan setelah terapi (75,51%), merasakan perbaikan rasa nyeri (83,67%), tidak melakukan program kehamilan (92,86%), dan tidak mengalami kekambuhan setelah terapi (88,78%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian endometriosis tinggi pada wanita usia reproduktif, pemberian edukasi mengenai endometriosis yang baik perlu dilakukan agar dapat mengurangi penundaan diagnosis penyakit ini sehingga bisa ditangani ketika stadium masih ringan.
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro Qonita Syafrina; Roslaili Rasyid; Linosefa Linosefa
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.466 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i3.91

Abstract

Latar Belakang. Kefir merupakan produk susu fermentasi dari Kaukasus. Komposisinya didominasi oleh bakteri asam laktat (BAL) dan zat metabolit sekunder yang dihasilkannya seperti bakteriosin yang bersifat antibakteri terhadap bakteri patogen seperti Escherichia coli. Objektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya hambat dari kefir susu kambing dan kefir susu sapi terhadap Escherichia coli dengan menilai Kadar Hambat Minimal (KHM) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM). Metode. Penelitian dilakukan dengan teknik dilusi desain Rancangan Acak Lengkap. Kefir diencerkan menjadi Tanpa Pengenceran, Pengenceran 1/2, Pengenceran 1/4, Pengenceran 1/8, Pengenceran 1/16, dan kontrol. Daya hambat berupa nilai KHM dan KBM ditentukan dengan menghitung manual jumlah koloni bakteri yang tumbuh. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan post hoc dengan uji Mann-whitney. Hasil. Kefir susu kambing dan kefir susu sapi dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Jumlah koloni baru E.coli dengan pemberian kefir susu kambing pada pengenceran 1/16, 1/8, 1/4, dan tanpa pengenceran yaitu secara berurut 114; 50; 60; 0,03 CFU/ml, dibandingkan dengan kontrol yang berjumlah 470.000 CFU/ml. Hasil pada pemberian kefir susu sapi yaitu secara berurut, 139,5; 5; 7,5; 0 CFU/ml, dibandingkan dengan kontrol yaitu 1.670.000 CFU/ml. Terdapat KHM dan KBM pada kefir susu kambing dan kefir susu sapi dengan persentase penurunan jumlah bakteri >99,9% di tiap kelompok. Nilai minimal KHM dan KBM pada Pengenceran 1/16 kefir susu kambing yaitu 99,97% dan pada Pengenceran 1/16 kefir susu sapi sebesar 99,99%. Kesimpulan. Tidak terdapatnya perbedaan daya hambat berupa KHM dan KBM antara kefir susu kambing dan kefir susu sapi, namun secara rerata kefir susu sapi lebih baik dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Kata kunci: kefir, Escherichia coli, susu kambing, susu sapi, antibakteri
Karakteristik Penderita Tumor Mediastinum di RSUP Dr. M. Djamil, Padang periode 2015-2019 Nur Izzah Atirah Hardinur; Aisyah Ellyanti; Zelly Dia Rofinda
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.916 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.93

Abstract

Tumor mediastinum merupakan salah satu kelainan di rongga mediastinum dengan berbagai spektrum klinis dan jenis histopatologi. Di Indonesia masih sedikit penelitian dan literatur mengenai tumor mediastinum. Khususnya di Padang, masih kekurangan karakteristik epidemiologi, klinis, dan karakteristik histopatologi dari tumor mediastinum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari tumor mediastinum di RSUP Dr. M. DJamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Data penelitian didapatkan dari rekam medis yang memenuhi kriteria sampel periode 2015 – 2019. Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah seluruh rekam medis pasien dengan diagnosis klinis tumor mediastinum, dan kriteria eksklusinya adalah tidak lengkap umur dan jenis kelamin pasien, status merokok, lokasi tumor, gambaran klinis, serta jenis histopatologi tumor. Hasil penelitian dikelompokkan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan 40 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Pasien tumor mediastinum kebanyakan berusia 51-60 tahun (27,5%), berjenis kelamin laki-laki (55%) dan hampir separuh pasien memiliki riwayat merokok (47,5%). Lokasi massa terbanyak pada kompartemen anterior. Pasien umumnya datang dengan keluhan sesak napas (82,5%), diikuti oleh batuk, nyeri dada dan penurunan berat badan. Jenis tumor mediastinum yang paling sering terjadi adalah tumor timus (42,5%). Kematian saat perawatan di rumah sakit mencapai 7,5%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tumor mediastinum lebih banyak terjadi pada pasien di atas umur 51 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dengan tumor timus sebagai jenis histopatologi yang paling umum. Kata kunci : karakteristik; tumor mediastinum; mediastinum.
Profil Paparan Asap Rokok Lingkungan pada Pasien Kanker Payudara di Sumatera Barat Tahun 2020 Fathma Mardhotilla; Wirsma Arif Harahap; Yuniar Lestari
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.024 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.95

Abstract

Latar Belakang. Kanker payudara merupakan keganasan pada perempuan terbanyak ke-dua di dunia dan merupakan keganasan dengan tingkat kejadian tertinggi ke-dua di Indonesia. Kanker payudara disebabkan oleh faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang dicurigai menyebabkan kanker payudara adalah paparan asap rokok lingkungan, baik paparan asap rokok dari suami, rekan kerja, dan orang tua saat kecil. Objektif. Mengetahui profil paparan asap rokok lingkungan pada pasien kanker payudara di Sumatera Barat tahun 2020 Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 107 orang pasien yang sedang rawat jalan atau rawat inap di di Bagian Bedah RSUP Dr. M. Djamil, RS Pendidikan Universitas Andalas, dan RSI Ibnu Sina Padang dari Januari 2020 – Maret 2020. Hasil. Sebanyak 90 (84,1%) pasien terpapar asap rokok lingkungan. Simpulan. Pasien yang terpapar asap rokok lingkungan lebih banyak lima kali lipat daripada yang tidak terpapar asap rokok lingkungan. Kata kunci: kanker payudara, faktor risiko yang dapat dimodifikasi, paparan asap rokok lingkungan, sumatera barat Background. Breast cancer is the second most common malignancy in women in the world and the second highest malignancy incidence rate in Indonesia. Breast cancer is caused by modifiable and non-modifiable risk factors One of the modifiable risk factors factor suspected of causing breast cancer is exposure to environmental cigarette smoke, such as exposure to cigarette smoke from husband, coworkers, and parents as a child. Objective. To determine the he profile of environmental cigarette smoke exposure in breast cancer patients in West Sumatra in 2020. Methods. This research is a descriptive study with a sample of 107 patients who are being treated as outpatients or inpatients in the Department of Surgery Dr. M. Djamil, Andalas University Hospital, and Ibnu Sina Padang Hospital from January 2020 - March 2020 Results. 90 (84.1%) patients were exposed to environmental cigarette smoke Conclusion. Patients who are exposed to environmental cigarette smoke are lima times more likely than those who are not exposed Keyword: breast cancer, modifiable risk factor, environmental cigarette smoke, West Sumatra
Identifikasi Senyawa Natrium Benzoat pada Cabai Merah Giling yang Dijual di Pasar Raya Kota Padang Zakiya Zar'a; Elmatris Elmatris; Laila Isrona
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1241.454 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.96

Abstract

Background. Red chili is a spice that is consumed by many people, in the form of fruit or grinded. Grinded red chili has a low shelf life and is easily overgrown by destructive microorganisms, therefore it needs preservatives such as sodium benzoate which can inhibit the destruction. Based on regulation of National Agency of Drug and Food Control Republic of Indonesia No. 36/2013, the maximum limit of sodium benzoate in seasoning is 0.6 g/kg. Objective. to identify sodium benzoate and its level in grinded red chili has been sold in Pasar Raya Padang based on BPOM standard. Methods. The type of research is descriptive research, conducted at UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Sumatera Barat from September 2019 to July 2020. The research sample consisted of 35 samples obtained by total sampling method. Results. All of grinded red chilies used as sample were positive containing sodium benzoate. Average levels of sodium benzoate in grinded red chili is 0,144 g/kg. The level of sodium benzoate in each sample is below National Agency of Drug and Food Control Republic of Indonesia standard (<0,6 g/kg). Conclusion. All samples of grinded red chilies were positive containing sodium benzoate with appropriate levels as stated in National Agency of Drug and Food Control Republic of Indonesia provision. Keywords : grinded red chili, sodium benzoate, Spectrophotometer UV-Visible.
Uji Efektivitas Putih Telur Ayam Kampung (Gallus domesticus) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat II pada Mencit (Mus musculus) Sri Juleli Sakerebau; Arni Amir; Joserizal Serudji
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.342 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.97

Abstract

Luka bakar merupakan masalah kesehatan yang terjadi secara global. Luka bakar menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang cukup signifikan. Pengembangan terapi untuk mengobati luka bakar telah dilakukan bertahun-tahun, salah satunya dengan putih telur. Putih telur mengandung protein yang dapat melepaskan fakor pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas putih telur terhadap penyembuhan luka bakar derajat II pada mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan desain studi Posttest Only Control Group. Subjek penelitian ini berupa mencit jantan (Mus Musculus) sebanyak 36 ekor dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dengan pemberian putih telur dan kelompok kontrol dengan pemberian NaCl 0,9%. Pengambilan jaringan dilakukan setelah terminasi hewan coba pada hari ke-3, hari ke-7 dan hari ke-14 kemudian dilakuan pembuatan preparat histologis untuk menilai pembuluh darah dan fibroblast. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Mann Whitney. Penelitian ini menunjukan jumlah rerata pembuluh darah pada pengamatan hari ke-3 dan hari ke-7 antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan secara statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Sedangkan jumlah rerata pembuluh darah pada pengamatan hari ke-14 antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna. Jumlah retara fibroblast pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tidak mempunyai perbedaan yang bermakna pada semua periode pengamatan.

Page 4 of 32 | Total Record : 317