cover
Contact Name
Fathiyyatul Khaira
Contact Email
fathiyyatul.khaira@gmail.com
Phone
+6285161910033
Journal Mail Official
jikesi.editorial@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jln. Limau Manis, Pauh – Padang – Sumatera Barat. 25163.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 27224848     DOI : https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields: Anesthesiology Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Nutrition Obstetrics and Gynecology Ophthalmology Otorhinolaryngology Pharmacology Pulmonology Radiology Surgery
Articles 306 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Ubi Jalar Ungu terhadap Kadar Glukosa Darah dan MDA Hepar Tikus Hiperglikemia Annisa Pratiwi; Yustini Alioes; Dinda Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.448 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.125

Abstract

Latar Belakang. Ubi jalar ungu mengandung senyawa antioksidan berupa antosianin, asam fenolat, vitamin A, C, dan E. Antioksidan dapat meredam kerusakan oksidatif pada sel beta pankreas sehingga mampu meningkatkan sekresi insulin serta mengurangi stres oksidatif pada DM. Objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ubi jalar ungu terhadap kadar glukosa darah dan MDA hepar tikus hiperglikemia. Metode. Penelitian ini merupakan true experimental dengan post-test only control group design. Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), perlakuan satu (P1), dan perlakuan dua (P2). Kelompok P1 dan P2 diinduksi aloksan dan diberikan ekstrak ubi jalar ungu dosis 150 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB selama 21 hari. Hasil. Terdapat perbedaan signifikan kadar glukosa darah antara kelompok P1 dan P2 dengan kelompok K+ dengan nilai p = 0,000. Terdapat perbedaan signifikan kadar MDA hepar antara kelompok P1 dibandingkan K- dan K+ dengan nilai p = 0,001 dan p = 0,046, kelompok P2 dibandingkan K- dan K+ dengan nilai p = 0,037 dan p = 0,001. Kesimpulan. Ekstrak ubi jalar ungu berpengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah dan MDA hepar tikus hiperglikemia. Kata kunci: ubi jalar ungu, glukosa darah, MDA hepar Background. Purple sweet potato contains antioxidant compounds such as anthocyanin, phenolic acid, vitamin A, C, and E. Antioxidants can reduce oxidative damaged of mitochondria in pancreatic beta cell resulting an increase in insulin secretion and a decrease oxidative stress in DM patients. Objective. This study aimed to determine the effect of giving purple sweet potato extract on blood glucose levels and liver MDA in hyperglycemic rats. Methods. This study was true experimental with post-test only control group design. A total of 24 rats were divided into 4 groups, namely negative control (K-), positive control (K+), treatment one (P1), and treatment two (P2). P1 and P2 group were induced by alloxan and given purple sweet potato extract dose of 150 mg/kgBB and 200 mg/kgBB for 21 days. Result. There were significant differences between P1 and P2 with K+ group with p value = 0,000. There were significant difference between P1 group with the K- and K+ group with p value = 0.001 and 0,046, P2 compared to K- and K+ group with p value = 0.037 and p = 0,001. Conclusion. Purple sweet potato extract can reduce the level of blood glucose level and MDA in liver tissues.
Efektivitas Injeksi Intravitreal Anti-VEGF Terhadap Tajam Penglihatan pada Pasien Retinopati Diabetik Nadhifah Salsabila; Havriza Vitresia; Rini Rustini
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.298 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.134

Abstract

Latar Belakang. Retinopati diabetik kelainan mata tersering paling ditakuti karena menyebabkan kebutaan permanen. Kejadiannya terus meningkat seiring peningkatan prevalensi DM. Injeksi anti vascular endothelial growth factor (VEGF) dalam terapi DME menggeser signifikan terapi primer dari terapi laser menjadi injeksi intravitreal. Objektif. Mengetahui efektivitas pemberian injeksi intravitreal anti-VEGF terhadap tajam penglihatan pada pasien retinopati diabetik di Poliklinik Mata RSUP dr. M. Djamil Padang periode Januari 2018 – Desember 2019. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien retinopati diabetik. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, didapatkan 25 sampel yang memenuhi kriteria pada periode 2018-2019. Hasil. Injeksi intravitreal anti-VEGF diberikan pada pasien retinopati diabetik dengan NPDR sedang dengan DME (60%), NPDR berat dengan DME (16%), serta PDR (24%). Berdasarkan kategori ketajaman penglihatan WHO, terdapat 48% pasien mengalami perbaikan visus, 44% pasien tetap pada kategori yang sama, dan 8% pasien dengan visus memburuk. Simpulan. Pemberian injeksi intravitreal anti – VEGF efektif terhadap perubahan tajam penglihatan pada pasien retinopati diabetik. Kata kunci: retinopati diabetik, injeksi intravitreal anti-VEGF.
Gambaran Perilaku Ibu Rumah Tangga Mengenai Upaya Pencegahan DBD Khoirunnisa Putri; Hardisman Hardisman; Eka Nofita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.126 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.137

Abstract

Latar Belakang. Jumlah kasus DBD di kota Padang berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pengendalian DBD yang tepat adalah dengan pengendalian vektornya melalui 4M Plus yang tidak dapat berhasil dengan baik jika tidak melibatkan peran serta masyarakat. Objektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat mengenai pencegahan DBD yang diwakilkan oleh ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kuranji. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Responden penelitian adalah ibu rumah tangga. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner yang berisi 8 item pertanyaan pengetahuan, 10 item pertanyaan sikap dan 10 item pertanyaan tindakan. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 91 responden sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan rendah (40,7%), sikap negatif (54,9%) dan tindakan kurang (38,4%) mengenai pencegahan DBD. Kebanyakan responden memiliki rentang usia 51-60 tahun (29,7%), tingkat pendidikan SMA (38,5%) dan pernah mendapat informasi mengenai DBD (94,5%) yang paling banyak melalui TV (31,9%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa responden dengan sikap negatif cenderung memiliki tindakan pencegahan yang kurang baik. Kesimpulan. Responden di wilayah Kerja Puskesmas Kuranji masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sebagian besar bersikap negatif dan lebih dari sepertiga melakukan tindakan yang kurang mengenai upaya pencegahan DBD menyebabkan masih tingginya kasus DBD. Kata Kunci: DBD, Pengetahuan, Sikap, Tindakan
Hubungan Kecemasan dengan Kualitas Hidup pada Wanita Menopause Amatulqaiyum Idri Sari; Ariadi Ariadi; Adrial Adrial
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.619 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.138

Abstract

Latar Belakang. Angka harapan hidup di Sumatera Barat semakin tinggi, tingginya angka harapan hidup meningkatkan kualitas kesehatan dan jumlah wanita menopause. Gejala menopause akan mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita, semakin berat gejala yang dialami dapat terganggunya kualitas hidup. Salah satu gejala yang dialami adalah kecemasan. Objektif. Mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas hidup pada wanita menopause di Posyandu Lansia Puskesmas Nanggalo Kota Padang. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional pada 30 wanita menopause di Posyandu Lansia Puskesmas Nanggalo Kota Padang yang dipilih melalui purposive sampling dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner HARS untuk mengukur kecemasan dan WHO-QOL BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson dan uji regresi linear. asil. Hasil penelitian didapatkan nilai korelasi pada setiap domain fisik, psikologis, sosial, lingkungan (r= -0,744, -0,781, -0,667, -0,660) dengan arah korelasi negatif. Kontribusi (r2) kecemasan terhadap kualitas hidup setiap domain fisik, psikologis, sosial, lingkungan (55,4%, 61%, 44,5%, 43,5%) dengan persamaan regresi WHO-QOL BREF = a+(-b) HARS. Simpulan. Ada hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas hidup. Kata kunci : kecemasan, kualitas hidup, menopause Background. Life expectancy in West Sumatra is getting higher, higher life expectancy increases the quality of health and the number of menopausal women. The symptoms of menopause will affect a woman's quality of life, the more severe the symptoms experienced can interfere with the quality of life. One of the symptoms experienced is anxiety. Objective. Knowing the relationship between anxiety and quality of life in menopausal women at Elderly Posyandu Nanggalo Public Health Center Padang. Method. This research is an observational analytic study with cross sectional design on 30 menopausal women at Elderly Posyandu Nangglo Public Health Center Padang who were selected through purposive sampling with interview techniques using the HARS questionnaire to measure anxiety and WHO-QOL BREF to measure quality of life. Data analysis was performed using Pearson correlation test and linear regression test. Result. The results showed that the correlation value in each physical, psychological, social, environmental domain (r = -0,744, -0,781, -0,667, -0,660) with a negative correlation direction. Contribution (r2) of anxiety to the quality of life of each physical, psychological, social, environmental domain (55.4%, 61%, 44.5%, 43.5%) with the WHO-QOL regression equation BREF = a + (- b) HARS . Conclusion. There is a significant negative relationship between anxiety and quality of life. Key words: anxiety, quality of life, menopause
Gambaran Kadar Kolesterol Total dan Kejadian Hipertensi di Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang Tahun 2019 Muhamad Gerry Fadilla; Eti Yerizel; Desmawati Desmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.318 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i1.142

Abstract

Background, prevalence of hypertension in Indonesia is 34.11%. One of the factors that influence the incidence of hypertension is high levels of the cholesterol in the blood. Objective, to determine the description total cholesterol levels and the incidence of hypertension Methods, thisesearch was a descriptive study with 29 respondents taken using total sampling techniques from secondary data. Results, cholesterol levels were dominated by hyper cholesterolemia (69%), blood pressure was dominated by hypertension (55.2%). the majority are aged> 40 years. hypercholesterolemia sufferers are more frequent in women (76.5%) hypertension sufferers in men (75%). patients with hypercholesterolemia are more often with secondary education (86.7%), patients with hypertension more often with low education (80%). People with hypercholesterolemia tend to have hypertension (37.9%). Conclusion, total cholesterol level dominated by respondents with hyper cholesterolemia, the majority are aged> 40 years, female sex, and have secondary education. The incidence of hypertension is high, with majority sufferers aged> 40 years, male sex and low education.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Albumin pada Pasien Tuberkulosis Paru Farina Angelia; Deddy Herman; Novita Ariani
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.935 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.146

Abstract

Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi kronis menular yang masih membebani masyarakat Indonesia termasuk Provinsi Sumatera Barat. Interaksi antara infeksi dan status gizi yang buruk merupakan hal kompleks dan saling berkaitan satu sama lain. Status gizi dapat diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pemeriksaan kadar albumin. Objektif. Mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar albumin pada pasien TB paru di RSUP dr. M Djamil Padang. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diambil dengan menggunakan rekam medik 96 pasien rawat inap TB paru RSUP dr. M. Djamil yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak terdapat kriteria eksklusi. Data dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian ialah IMT dan kadar albumin. Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam tabel dan diolah menggunakan program SPSS. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji chi-square. Hasil. Hasil penelitian mendapatkan dari 96 subjek penelitian terdapat 50 orang (52.1%) memiliki IMT kurus, 46 ornag (47.9%) memiliki IMT normal - gemuk. Kadar albumin 96 subjek penelitian terbagi atas 23 orang (24%) memiliki kadar albumin normal, dan 73 orang (76%) memiliki kadar albumin rendah. Hasil analisis uji Pearson Chi-Square antara IMT dengan kadar albumin memiliki nilai p sebesar 0.017 (<0.05). Kesimpulan. Indeks Massa Tubuh (IMT) memiliki hubungan dengan kadar albumin pada pasien TB paru RSUP dr. M. Djamil. Kata kunci: tuberkulosis paru, indeks massa tubuh, kadar albumin. Background. Pulmonary Tuberculosis (TB) is a contagious chronic infectious disease that still burdening the Indonesian people, including in the West Sumatera to the present. The interaction between infection and malnutrition are complex and interrelated. Nutritional status can be measured by calculating Body Mass Index (BMI) and albumin serum levels check. Objective. To determine the relationship between Body Mass Index and albumin levels of pulmonary TB patients in M. Djamil Padang Central Public Hospital. Method. This research was an observational analytic study with a cross-sectional approach. Secondary data retrieval using a medical record of 96 pulmonary TB patients in M. Djamil Hospital that fulfill the inclusion and exclusion criteria. The data were taken using the purposive sampling method. The research variables are Body Mass Index (BMI) and albumin levels. The data obtained is entered into a table and processed using the SPSS program. Variable relationship analysis was performed by using the chi-square test. Result. The result of this study found that from 96 research subjects there were 50 people (52.1%) had an underweight BMI, 46 people (47.9%) had a normal-overweight BMI. On albumin levels, we concluded that 23 people (24%) had normal albumin levels and the remaining 73 people (76%) had low albumin levels. The result of the analysis with the Pearson Chi-Square test between BMI and albumin levels have a p-value of 0.0017 (<0.05). Conclusion. Body Mass Index (BMI) has a relationship with albumin levels of pulmonary TB patients M. Djamil Hospital. Keywords: pulmonary tuberculosis, body mass index, albumin levels.
Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan International Prostate Symptom Score Fairuz Raffelstha; Hendra Herizal; Yulistini Yulistini
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.26 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.147

Abstract

Latar Belakang. Benign Prostatic Hyperplasia adalah istilah histopatologis yang berarti terjadinya hiperplasia sel stroma dan sel epitel pada prostat. BPH umumnya terjadi pada pria usia diatas 40 tahun dan kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia. Semakin parah BPH akan menyebabkan semakin terganggunya aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga meningkatkan derajat keparahan BPH yaitu obesitas. Objektif. Mengetahui korelasi IMT sebagai indikator status gizi dengan IPSS sebagai indikator derajat keparahan BPH. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di RSU Bunda BMC Padang. Pengambilan sampel dilakukan dari bulan Februari- April 2020 dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan terhadap 21 sampel dengan kriteria pasien penderita BPH yang baru terdiagnosis dan tidak pernah mendapatkan pengobatan BPH sebelumnya serta tidak memiliki riwayat neurogenic bladder. Pengumpulan data dilakukan dengan perhitungan IMT dan wawancara pasien sesuai kuesioner IPSS. Setelah data diperoleh dilakukan uji statistik Pearson r- correlation. Hasil. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai p=0,092 yang berarti tidak adanya hubungan yang signifikan dan nilai r=- 0,302 yang menunjukkan korelasi yang lemah antara IMT dan IPSS pada pasien BPH. Kesimpulan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi maupun hubungan antara IMT dengan IPSS pada pasien BPH.
Karakteristik Kasus Kematian dengan Temuan Cedera Kepala Periode 2018 - 2019 Muhammad Tsani Mudzakir; Rika Susanti; Noverial Noverial
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.097 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.148

Abstract

Cedera kepala adalah suatu kerusakan pada kepala, bukan bersifat kongenital ataupun degeneratif, tetapi disebabkan oleh serangan atau benturan fisik dari luar, yang dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan kognitif dan fungsi fisik.Cedera kepala masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada populasi dunia berumur dibawah 45 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kematian dengan temuan cedera kepala di Rumah Sakit Umum Pendidikan Dr. M. Djamil Padang tahun 2018 – 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder terhadap 121 kasus kematian dengan temuan cedera kepala yang memenuhi kriteria inklusi di RSUP Dr. M.Djamil Padang tahun 2018 – 2019. Dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan 121 kasus kematian dengan temuan cedera kepala yang memenuhi kriteria inklusi. Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (72,7%), terjadi terutama pada kelompok usia 18 hingga 65 tahun (62,8%). Kategori pekerjaan dengan kasus terbanyak adalah pelajar (26,5%). Penyebab paling umum dari cedera kepala adalah kecelakaan lalulintas (88,4%). Lokasi kematian terbanyak terjadi di rumah sakit (89,3%).
Pengaruh Merokok Terhadap Perubahan Akut Tekanan Darah Muhammad Iskandar; Yose Ramda Ilhamdi; Gusti Revilla
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.359 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.151

Abstract

Latar Belakang. Rokok mengandung bermacam-macam zat kimia yang sebagian besar dari zat tersebut adalah zat beracun. Beberapa diantaranya adalah nikotin dan CO, Nikotin dan CO mampu memengaruhi berbagai aktivitas didalam tubuh seperti aktivitas saraf simpatis, memengaruhi jumlah Nitrit Oksida, hingga bersaing dengan Oksigen dalam berpasangan dengan Haemoglobin didalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari merokok terhadap perubahan akut tekanan darah seseorang. Objektif. Mengetahui perbedaan tekanan darah sebelum dan setelah merokok Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain one group pre test-post test. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa laki-laki jurusan teknik mesin Universitas Andalas yang sudah merupakan perokok aktif sejak sebelum penelitian ini dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling, dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat untuk mengetahui karakteristik sampel dan analisis bivariat dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh akut dari merokok terhadap tekanan darah. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Paired Sample T Test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis bivariat ini dikatakan bermakna jika nilai p yang diperoleh < 0,05. Hasil. Hasil dari penelitian ini didapatkan perbedaan yang bermakna pada tekanan darah sebelum merokok dengan tekanan darah setelah merokok, ini ditunjukkan oleh perolehan nilai p yang <0,05 yaitu sebesar 0,001 pada tekanan darah sistolik dan 0,040 pada tekanan darah diastolik. Kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapatnya pengaruh dari merokok terhadap perubahan akut tekanan darah. Kata kunci: merokok, tekanan darah
Perbandingan Persentase Eliminasi Bakteri pada Cuci Tangan Enam Langkah dan Empat Langkah Annisa Widi Rizkia; Andani Eka Putra; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.484 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.152

Abstract

Latar Belakang. Salah satu tahap kewaspadaan standar yang efektif dalam pencegahan dan pengendalian infeksi terkait pelayanan kesehatan yang tercantum dalam PERMENKES RI no. 27 tahun 2017 ialah mencuci tangan. Mencuci tangan dapat mengurangi bakteri sampai 90%. Sampai saat ini, cuci tangan 6 langkah sesuai standar WHO merupakan metode yang paling efektif dalam mengeliminasi mikroorganisme pada tangan. Objektif. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan keefektifan dari metode 6 langkah yang merupakan metode mencuci tangan sesuai standar WHO dibandingkan dengan metode 4 langkah yang merupakan modifikasi peneliti terhadap standar WHO. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan posttest and pretest control group design terhadap 12 orang subjek penelitian yang merupakan mahasiswa/i FK UNAND angkatan 2015. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok yang mencuci tangan menggunakan 6 langkah dan 4 langkah. Sampel yang diambil pada 3 area di tangan setiap subjek tersebut. Hasil. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa rata-rata persentase eliminasi bakteri Bacillus sp. adalah lebih dari 80% pada kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada kedua kelompok perlakuan. Namun, hasil rata-rata persentase eliminasi keseluruhan bakteri pada tangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) antar kelompok, dimana kelompok yang mencuci tangan menggunakan metode 6 langkah (>75%) lebih tinggi persentase eliminasi bakteri dibandingkan dengan 4 langkah (<45%). Kesimpulan. Tidak terdapatnya perbedaan persentase eliminasi bakteri Bacillus sp. pada mencuci tangan 6 langkah dan 4 langkah. Namun, terdapat perbedaan persentase eliminasi bakteri secara keseluruhan pada mencuci tangan 6 langkah dan 4 langkah.

Page 6 of 31 | Total Record : 306