cover
Contact Name
Setyo Admoko
Contact Email
setyoadmoko@unesa.ac.id
Phone
+6282144347073
Journal Mail Official
physics@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : 28303881     DOI : -
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles 259 Documents
Analisis Kevalidan dan Kepraktisan E-LKPD Fisika Terintegrasi Kearifan Lokal Batik Majapahit Berbasis Discovery Learning pada Materi Suhu dan Kalor Arimbi Fatika Sari; Setyo Admoko
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Suhu dan Kalor menjadi tantangan dalam pembelajaran fisika abad ke-21 sehingga diperlukan media pembelajaran inovatif yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kevalidan dan kepraktisan E-LKPD Fisika terintegrasi kearifan lokal Batik Majapahit berbasis model Discovery Learning pada materi Suhu dan Kalor. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis, desain, pengembangan, dan implementasi terbatas. Uji coba dilaksanakan di SMAN 1 Gondang Mojokerto pada kelas XI-3 (eksperimen) dan XI-5 (replika), masing-masing 30 peserta didik. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian pada tahap analisis (Analysis) menunjukkan kebutuhan peserta didik akan media pembelajaran kontekstual yang mampu melatih keterampilan berpikir kritis; tahap desain (Design) menghasilkan rancangan E-LKPD berdasarkan sintaks Discovery Learning yang diintegrasikan dengan etnosains Batik Majapahit; tahap pengembangan (Development) menghasilkan E-LKPD yang sangat valid dengan rata-rata Percentage of Agreement (PoA) sebesar 94,15% dari tiga validator (dua dosen ahli dan satu guru fisika); serta tahap implementasi terbatas (Implementation) menunjukkan kepraktisan E-LKPD melalui keterlaksanaan pembelajaran yang mencapai rata-rata 91,87% dengan kategori sangat praktis dan respon positif peserta didik sebesar 94,1% pada seluruh aspek penilaian. Dengan demikian, E-LKPD Fisika berbasis kearifan lokal Batik Majapahit dengan model Discovery Learning dinyatakan valid dan praktis sebagai media pembelajaran fisika materi Suhu dan Kalor di tingkat SMA, sehingga berpotensi meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekaligus melestarikan kearifan lokal Batik Majapahit dalam pembelajaran fisika di sekolah.  
Pengembangan E-LKPD Fisika Terintegrasi Kearifan Lokal Pacu Jalur Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta Didik SMA Devina Dwi Andini; Setyo Admoko
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD fisika terintegrasi kearifan lokal Pacu Jalur serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran fisika. E-LKPD dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate) serta diimplementasikan pada dua kelas, yaitu 34 peserta didik kelas XI-1 sebagai kelas eksperimen dan 35 peserta didik kelas XI-2 sebagai kelas replikasi SMA Negeri Ploso, dengan desain one-group pretest–posttest yang direplikasi. Efektivitas produk dianalisis menggunakan Normalized Gain (N-Gain) berdasarkan hasil tes keterampilan berpikir kreatif sebelum dan sesudah pembelajaran. Analisis efektivitas menunjukkan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,78 pada kelas eksperimen maupun kelas replikasi yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, rata-rata persentase keefektifan sebesar 89,83% tergolong dalam kategori sangat efektif. Integrasi kearifan lokal Pacu Jalur sebagai konteks pembelajaran membantu peserta didik mengaitkan konsep fluida dengan pengalaman nyata sehingga mendorong keterlibatan aktif dan pengembangan ide-ide kreatif dalam pemecahan masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa E-LKPD terintegrasi kearifan lokal Pacu Jalur efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif serta mendukung pembelajaran fisika yang kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan berbasis budaya local.
Penerapan Model Pembelajaran Argument-Driven Inquiry Berbasis Kearifan Lokal Bonang Tuban untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik pada Materi Gelombang Bunyi Enjelita Dinda Noviandari; Setyo Admoko
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memerlukan inovasi model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan kemampuan literasi sains, dan respons peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran ADI berbasis kearifan lokal Bonang Tuban dalam meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik pada materi gelombang bunyi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design dan melibatkan 108 peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Rengel sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes, dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran memperoleh persentase 95,68% dengan kategori sangat baik, peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik pada kelas yang menerapkan model ADI berbasis kearifan lokal Bonang Tuban memperoleh nilai N-gain dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-gain dengan kategori sedang, dan respons peserta didik terhadap pembelajaran menunjukkan kategori positif dengan persentase 88,74% pada kelas eksperimen dan 87,76% pada kelas replikasi. Dengan demikian, model pembelajaran ADI berbasis kearifan lokal Bonang Tuban dapat meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik pada materi gelombang bunyi.
Pengembangan E-LKPD Project Based Learning Terintegrasi Kearifan Lokal Permainan Gasing pada Materi Dinamika Rotasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Fatma Yuni Sabrina; Setyo Admoko
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan agar peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan permasalahan secara logis dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbasis Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi kearifan lokal permainan gasing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi dinamika rotasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Pada tahap analisis diidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui angket, wawancara, dan tes awal keterampilan berpikir kritis. Tahap desain menghasilkan rancangan E-LKPD beserta perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respons peserta didik, serta soal pretest-posttest berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis Facione, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Subjek uji coba adalah peserta didik kelas XI-4 SMA Negeri Ploso. Data hasil validasi dianalisis untuk mengetahui kevalidan produk, data observasi dan angket respons peserta didik dianalisis untuk mengetahui kepraktisan, sedangkan data pretest-posttest dianalisis untuk mengetahui keefektifan E-LKPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria layak digunakan, dengan kevalidan sebesar 91,19% (sangat valid) dan Percentage of Agreement (PoA) sebesar 93%, kepraktisan berdasarkan observasi keterlaksanaan pembelajaran sebesar 97,56% (PoA 98%) dan respons peserta didik sebesar 91,32% (sangat praktis), serta keefektifan ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,78 (kategori tinggi) disertai peningkatan keterampilan berpikir kritis pada seluruh indikator hingga kategori kritis. Dengan demikian, E-LKPD yang dikembangkan berpotensi menjadi bahan ajar digital yang kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran fisika.  
Pengaruh Model PBL Dengan Strategi Metakognitif Untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Sains Dan Self-Regulation Murid SMA Maharanni Eka Larasati; Woro Setyarsih
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2026 in Progres...
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterampilan literasi sains dan kemampuan regulasi diri murid menjadi permasalahan yang masih banyak ditemukan dalam pembelajaran fisika di Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh pendekatan pembelajaran yang masih berorientasi hafalan dan berpusat pada guru, sehingga murid kurang mendapat ruang untuk berpikir kritis, mengeksplorasi pengetahuan, dan mengembangkan kesadaran terhadap proses berpikirnya sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah yang dipadukan dengan strategi metakognitif terhadap peningkatan keterampilan literasi sains dan self-regulation murid pada materi gerak parabola. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pre-test pos-test control group dengan 59 murid kelas X MA Unggul Sabira sebagai sampel penelitian. Metode penelitian melalui metode observasi dan tes dengan instrumen  yang telah divalidasi secara teoritis dan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran memperoleh persentase 94% dengan kategori sangat baik, kelas eksperimen yang menerapkan model PBL dengan strategi metakognitif mengalami peningkatan keterampilan literasi sains dan self-regulation dengan nilai N-gain masing-masing 0,59 dan 0,64 yang termasuk dalam kategori sedang, kelas kontrol memperoleh nilai N-gain 0,41 untuk keterampilan literasi sains dan 0,38 untuk keterampilan self-regulation. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan literasi sains dan self-regulation murid meningkat secara signifikan setelah diberi perlakuan pembelajaran model PBL dengan strategi metakognitif. Dengan demikian penerapan PBL dengan strategi metakognitif terbukti efektif dibandingkan PBL murni dalam meningkatkan keterampilan literasi sains dan self-regulation murid pada materi gerak parabola
Students’ Critical Thinking Skills Profile on Renewable Energy Measured Using a Science Literacy-Based Physics Assessment Instrument Alifya Crystal Jasmine Zafira Zahra Budimansyah; Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2026 in Progres...
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking skills need to be investigated because students must be able to analyze information, evaluate evidence, and make scientific decisions when dealing with increasingly complex energy issues. This study aims to describe high school students’ critical thinking skills profile on renewable energy as measured using a science literacy-based physics assessment instrument. This study employed a quantitative descriptive method involving 69 tenth-grade students at SMA IPIEMS Surabaya. The research instrument consisted of 20 essay items containing contextual renewable energy stimuli, such as articles, data tables, pictures, infographics, and socio-environmental cases. The items were developed based on five Facione critical thinking indicators, namely interpretation, analysis, evaluation, explanation, and inference, and were integrated with PISA science literacy competencies. The instrument met theoretical feasibility with an average validity of 94%, all items were empirically valid, and reliability was categorized as very high. The results showed that the mean critical thinking score was 70.41, categorized as high. A total of 27 students were in the very high category, 20 students were in the high category, 15 students were in the sufficient category, 5 students were in the low category, and 2 students were in the very low category. The analysis indicator obtained the highest mean score of 75.54, while the explanation indicator obtained the lowest mean score of 67.07. These findings indicate that students were relatively strong in identifying relationships among information, but still need reinforcement in constructing coherent, logical, and evidence-based scientific explanations. Theoretically, these results support the relationship between science literacy and critical thinking. Empirically, the science literacy-based instrument can be used to map students’ critical thinking skills profile on renewable energy topics.      
Pengembangan Alat Praktikum WaveTimer (Mechanical Wave Generator with Ticker Timer) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Gelombang Mekanik Nadiya Ayuni Salma; Imam Sucahyo
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2026 in Progres...
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan alat praktikum WaveTimer (Mechanical Wave Generator with Ticker Timer) pada materi gelombang mekanik serta mengkaji kelayakannya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada ranah kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap analisis dilakukan identifikasi kebutuhan pembelajaran, kajian kurikulum, analisis materi, karakteristik peserta didik, serta observasi dan wawancara dengan guru fisika. Tahap perancangan meliputi penyusunan desain WaveTimer, perangkat pembelajaran, dan instrumen penelitian. Selanjutnya, tahap pengembangan mencakup pembuatan alat, pengujian kinerja berdasarkan Hukum Melde, validasi oleh ahli media dan ahli materi, serta penyempurnaan produk sesuai masukan validator. Implementasi dilaksanakan pada 28 peserta didik kelas XI MAN 1 Nganjuk melalui pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing, sedangkan evaluasi dilakukan secara berkesinambungan pada setiap tahap pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WaveTimer memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan persentase validitas media sebesar 95% dan validitas materi sebesar 90%. Perangkat pembelajaran beserta instrumen penelitian juga memperoleh kategori sangat valid dengan rentang persentase 81%-94%. Dari aspek kepraktisan, alat memperoleh respons positif dari peserta didik dan mampu mendukung keterlaksanaan pembelajaran dengan kategori sangat baik. Dari aspek keefektifan, penggunaan WaveTimer meningkatkan rata-rata nilai peserta didik dari 41,25 pada pretest menjadi 83,21 pada posttest. Peningkatan tersebut diperkuat oleh hasil Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) serta nilai N-Gain sebesar 0,702 yang termasuk kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut WaveTimer dinyatakan valid, praktis, dan efektif sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif alat praktikum untuk mendukung pembelajaran gelombang mekanik sekaligus meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Pengembangan Asesmen High Order Thinking Skill (HOTS) Terintegrasi Metakognitif Pada Materi Energi Dan Kekekalan Energi: Development of a Higher Order Thinking Skills (HOTS) Assessment Integrated with Metacognitive on Energy and Energy Conservation Salsa Ayu Fajriyah Fajriyah; Woro Setyarsih
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2026 in Progres...
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan salah satu kompetensi yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran fisika. Namun, instrumen asesmen yang digunakan di sekolah umumnya masih berfokus pada hasil akhir dan belum mampu mengungkap proses berpikir siswa selama menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen HOTS terintegrasi prompt metakognitif pada materi energi dan hukum kekekalan energi, serta menganalisis karakteristik psikometri instrumen dan kemampuan HOTS siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi teoritis dilakukan oleh tiga validator ahli, sedangkan uji coba terbatas melibatkan 32 mahasiswa Pendidikan Fisika untuk analisis menggunakan Classical Test Theory. Tahap implementasi melibatkan 82 siswa kelas X SMA yang dianalisis menggunakan Rasch Model berbantuan aplikasi Winsteps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid berdasarkan validasi ahli dan validitas empiris, serta memiliki reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda yang baik. Analisis Rasch menunjukkan seluruh butir soal memenuhi kriteria fit, nilai item reliability sebesar 0,90 dengan kategori baik, serta person separation sebesar 1,80 yang mampu membedakan kemampuan siswa ke dalam dua strata. Hasil implementasi juga menunjukkan bahwa kemampuan HOTS siswa didominasi pada kategori sedang. Integrasi prompt metakognitif tidak hanya menghasilkan instrumen yang memenuhi karakteristik psikometri yang baik, tetapi juga memberikan informasi mengenai proses berpikir siswa pada aspek awareness, regulation, dan evaluation. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan berpotensi dimanfaatkan sebagai alat asesmen sekaligus sarana diagnostik untuk mendukung perancangan pembelajaran fisika yang lebih efektif.
Pengembangan Instrumen Digital Assessment Berbasis Ethnophysics "Kuliner Nasi Gegok" untuk Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Suhu dan Kalor Tantri Ilvia Suci; Abu Zainuddin
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2026 in Progres...
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi esensial yang perlu dimiliki peserta didik untuk menghadapi permasalahan kontekstual dalam pembelajaran fisika. Namun, instrumen digital assessment yang mampu mengukur keterampilan tersebut secara komprehensif dan kontekstual masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen digital assessment berbasis etnofisika Kuliner Nasi Gegok untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah peserta didik pada materi suhu dan kalor. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen berupa dua belas soal uraian berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya yang diimplementasikan melalui Google Form. Hasil validasi ahli menunjukkan rata-rata persentase validitas logis sebesar 95,61% dengan kategori sangat valid, sedangkan uji validitas empiris menunjukkan bahwa seluruh butir soal memenuhi kriteria valid dan reliabel. Hasil penelitian berdasarkan analisis Rasch Model menunjukkan bahwa seluruh butir memenuhi kriteria item fit. Instrumen diperoleh person reliability sebesar 0,97, item reliability sebesar 0,98, dan Cronbach's Alpha sebesar 0,97, yang termasuk kategori istimewa. Analisis tingkat kesukaran menunjukkan bahwa instrumen terdiri atas butir soal dengan tingkat kesukaran yang bervariasi sehingga mampu mengukur kemampuan peserta didik pada berbagai tingkat kemampuan. Dengan demikian, instrumen digital assessment berbasis etnofisika Kuliner Nasi Gegok dinyatakan layak digunakan untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah pada materi suhu dan kalor serta berpotensi mendukung pelaksanaan asesmen fisika yang kontekstual melalui integrasi kearifan lokal.