cover
Contact Name
Setyo Admoko
Contact Email
setyoadmoko@unesa.ac.id
Phone
+6282144347073
Journal Mail Official
physics@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : 28303881     DOI : -
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles 241 Documents
Validity Analysis of Virtual Reality Media MENDUA (Menembus Dimensi Wayang) to Improve Students' Cognitive Learning Outcomes Rahmawati, Ratna; Anggaryani, Mita
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p161-169

Abstract

This study is a preliminary study aimed at developing virtual reality technology-based learning media that integrates Javanese culture into Science Physics for High School students. The learning media, MENDUA (Menembus Dimensi Wayang) aims to help students learn Newton's Law by providing a special visualization of the Mahabharata story known as Wayang in Indonesia. This study focuses on the analysis of the validity of the MENDUA learning media by applying the ADDIE research and development method (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The data collection technique used a validation sheet that is reviewed from six aspects; visual, interest, useful, accurate, legitimate, and structured. The data analysis technique used a Likert scale with a percentage calculation that can be said to be valid or feasible if it meets the validation criteria with a percentage of ≥ 60%. The results of the study showed that the validity of the MENDUA media was declared very valid and feasible to be tested by getting a final score of 89.99%. Thus, it can be stated that the MENDUA media is feasible to be used in learning to improve students' cognitive learning outcomes in learning physics on Newton's Law material. This preliminary study highlights the use of VR-based MENDUA is a new way to learn Physics for students. These results are very important for the further development of MENDUA and other VR-based learning media in the future.
Implementasi Model Diskusi Kelas pada Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Kemampuan Argumentasi Ilmiah pada Peserta Didik SMA Rahma, Salsabil Aliyah Putri; Suliyanah, Suliyanah
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p100-108

Abstract

Abstrak Fisika merupakan bagian dari sains atau ilmu pengetahuan alam, sehingga aktivitas berargumentasi menjadi krusial pada aktivitas pembelajaran fisika dalam kelas. Oleh karena itu, untuk membentuk suatu argumentasi yang berkualitas baik, peserta didik diharuskan dapat mengaitkan ilmu pengetahuan yang satu dengan lainnya. Kemampuan peserta didik untuk membangun argumen yang kuat merupakan komponen penting dari pemahaman konseptual yang akurat. Maka perencanaan pembelajaran yang efektif yang mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik setiap peserta didik diperlukan untuk membantu mereka lebih memahami konsep dan materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan pembelajaran fisika setelah penerapan model diskusi kelas pada materi gelombang cahaya; (2) peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik setelah penerapan model pembelajaran diskusi kelas; serta (3) respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah true-experimental dengan desain Control Group Pretest-Posttest. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan angket. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t berpasangan, uji-t satu pihak, serta perhitungan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran diskusi kelas di kelas XI di SMAN 1 Waru pada materi gelombang cahaya terlaksana dengan sangat baik. Kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik mengalami peningkatan yang tergolong tinggi, dengan nilai n-gain sebesar 0,735 pada kelas eksperimen. Respon peserta didik terhadap penerapan model diskusi kelas sangat baik dengan rata-rata persentase respon mencapai 94%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran diskusi kelas mampu meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi gelombang cahaya. Kata Kunci: Model Diskusi Kelas, Kemampuan Argumentasi Ilmiah, Gelombang Cahaya. Abstract Physics is a branch of science or natural science, making argumentation crucial in classroom physics learning activities. Therefore, to form high-quality arguments, students are required to connect one area of knowledge with another. The ability of students to build strong arguments is an important component of accurate conceptual understanding. Thus, effective lesson planning that considers the needs and characteristics of each student is necessary to help them better understand concepts and material. This study aims to describe: (1) the implementation of physics learning following an implementation of the classroom discussion model on the topic of light waves; (2) the improvement of students' scientific argumentation skills upon implementing the classroom discussion model; and (3) the students' response to the implementation of this teaching model. This research employed true-experimental design with pretest-posttest control group design. Data were collected through testing, questionnaire, and observation. Paired sample t-test, independent sample t-test, and normalized gain ( n-gain) analysis were employed in the data analysis. The research results show that the implementation of the classroom discussion learning model in the XI class at SMAN 1 Waru on the topic of light waves was carried out very well. The students' scientific argumentation skills showed a significantly high improvement, with an n-gain score of 0.735 in the experimental class. The students' response to the application of the classroom discussion model was very positive, with an average response percentage reaching 94%. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the classroom discussion learning model can enhance students' scientific argumentation skills on the topic of light waves. Keywords: Classroom Discussion Model, Scientific Argumentation Skills, Light Waves.
Analisis Profil Miskonsepsi Siswa Pada Materi Fluida Dinamis Melalui Instrumen Tes Berbasis Three Tier Diagnostic Test dengan Teknik Certainty of Response Index Khoiri, Miftahul; Zainuddin, Abu
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p109-115

Abstract

Siswa yang mengalami miskonsepsi tidak dapat menerima pengetahuan baru, jika siswa pernah mengalami miskonsepsi maka dapat dinyatakan siswa tersebut akan mengalami kesalahan secara berulang sampai siswa tersebut menyadari bahwa konsep yang mereka yakini benar adalah salah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk dapat mendeskripsikan validitas dan reliabilitas instrumen tes diagnostik berbasis three tier untuk materi fluida dinamis, dan mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa yang telah diukur menggunakan hasil instrumen tes diagnostik berbasis three tier untuk materi fluida dinamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada sejumlah peserta didik. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan tes. Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian ketiga validator terhadap instrumen three tier diagnostic test yang telah divalidasikan oleh ketiga validator dinyatakan sangat valid dan layak digunakan. Persentase miskonsepsi terbesar ada pada sub konsep Hukum Bernoulli sebesar 43%, hal tersebut dikarenakan siswa beranggapan jika tekanan pada bagian dengan luas yang sempit lebih tinggi dibandingkan dengan bagian dengan luas yang lebih lebar, serta kecepatan aliran fluida di bagian sempit lebih rendah daripada di bagian lebar.
Pengembangan Instrumen Soal Terintegrasi Permainan Tradisional Kelereng untuk Mengukur Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA Alifia, Dita; Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p170-176

Abstract

Keterampilan abad 21 sangat penting untuk dimiliki oleh peserta didik guna menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Salah satu kompetensi utamanya adalah berpikir kritis, yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mencakup identifikasi asumsi, pemanfaatan pengetahuan sebelumnya, penalaran logis, dan pengambilan keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang instrumen soal yang mengukur keterampilan berpikir kritis dengan mengintegrasikan permainan tradisional kelereng, serta mengevaluasi kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi momentum, impuls, dan tumbukan. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE, dengan teknik pengumpulan data berupa angket validasi, angket respons, wawancara, dan tes berpikir kritis. Uji coba dilakukan pada mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Negeri Surabaya dan siswa SMA Ta’miriyah Surabaya. Hasil validasi logis menunjukkan tingkat kesesuaian 100% untuk aspek isi, 96,55% untuk konstruksi, dan 92,31% untuk kebahasaan. Dari 20 soal yang dikembangkan, 12 di antaranya terbukti valid secara empiris dengan reliabilitas sedang (0,529). Hasil angket dan wawancara menunjukkan respons positif. Profil berpikir kritis peserta didik terdistribusi sebagai berikut: 5% sangat tinggi, 23% tinggi, 57% sedang, 11% rendah, dan 4% sangat rendah. Oleh karena itu, instrumen ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam mengukur keterampilan berpikir kritis.
Urgensi Pengembangan Aplikasi Belajar Berbasis Android sebagai Media Interaktif untuk Melatihkan Berpikir Kritis pada Materi Gelombang Bunyi Sari, Dewi Vatika; Kholiq, Abd.
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p132-138

Abstract

Abstrak: Penguatan keterampilan berpikir kritis menjadi salah satu tujuan utama pendidikan abad ke-21. Dalam pembelajaran fisika, khususnya materi gelombang bunyi, peserta didik dihadapkan pada tantangan pemahaman konsep-konsep abstrak yang kurang didukung oleh media pembelajaran yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pengembangan aplikasi belajar berbasis android sebagai media interaktif yang mampu melatihkan kemampuan berpikir kritis pada materi gelombang bunyi. Penelitian ini menggunakan metode mixed method dengan memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif diperoleh melalui analisis hasil angket peserta didik dan pendekatan kualitatif melalui analisis bibliometrik terhadap tren global penelitian dalam bidang media digital dan keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang lebih interaktif untuk membantu memahami konsep gelombang bunyi, dan tren global mendukung pemanfaatan media digital, khususnya aplikasi android, dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran interaktif melalui aplikasi belajar berbasis android sangat diperlukan dalam pembelajaran.
Analisis Permainan Tradisional Kapal Otok-Otok Pada Pembelajaran Fisika Materi Termodinamika Ardiana, Lintang Ayu Putri; Kholiq, Abd.
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p116-122

Abstract

Fisika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang abstrak dan sulit dipahami oleh peserta didik. Salah satu pendekatan untuk menjembatani kesenjangan antara konsep teoritis dan pengalaman nyata siswa adalah melalui permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep termodinamika yang terkandung dalam permainan kapal otok-otok serta mengevaluasi potensinya sebagai media pembelajaran fisika berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pendekatan PRISMA 2020, melalui pencarian artikel di Google Scholar dan Scopus dalam kurun waktu 2015–2024. Dari hasil seleksi, diperoleh 18 artikel yang relevan dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa mekanisme kapal otok-otok secara nyata menggambarkan prinsip Hukum I dan II Termodinamika, termasuk konversi energi dan efisiensi sistem tertutup. Selain itu, permainan ini dinilai mampu meningkatkan minat belajar, pemahaman konsep, dan keterlibatan siswa secara aktif. Kapal otok-otok tidak hanya menyimpan nilai budaya, tetapi juga efektif sebagai sarana pembelajaran fisika yang kontekstual, menyenangkan, dan membumi.
Analisis Bibliometrik: Tren Penelitian Alat Peraga Energi Terbarukan pada Tahun 2020-2025 Sekarwahyu, Desy Tri; Kholiq, Abd.
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p123-131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren dan perkembangan kajian mengenai penggunaan alat peraga dalam pembelajaran energi terbarukan dengan pendekatan analisis bibliometrik. Data diperoleh dari publikasi ilmiah selama satu dekade terakhir (2015–2025) melalui pencarian pada Google Scholar menggunakan kata kunci “alat peraga”, “media pembelajaran”, “energi terbarukan”, dan kata kunci relevan lainnya. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer dengan tiga jenis visualisasi utama, yaitu network visualization, overlay visualization, dan density visualization. Hasil network visualization menunjukkan bahwa “alat peraga” menjadi pusat utama dalam jaringan, yang terhubung erat dengan topik-topik seperti “media pembelajaran”, “energi terbarukan”, dan “fisika”. Overlay visualization menunjukkan pergeseran tren dari fokus pedagogis di awal (2021–2022) menuju penerapan teknologi spesifik seperti PLT, tenaga surya, dan tenaga angin pada tahun-tahun terakhir (2023). Sementara itu, density visualization menguatkan temuan bahwa topik “alat peraga” dan “medium” memiliki kepadatan tertinggi, menandakan dominasi dan relevansi yang kuat dalam literatur. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian terkait alat peraga dalam pembelajaran energi terbarukan masih sangat berkembang dan terbuka untuk eksplorasi lebih lanjut, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi energi alternatif dalam konteks pembelajaran abad ke-21
Validity of Phydeopale (Physics Video of Patil Lele) Media to Train Critical Thinking Skills of High School Students on Momentum and Impulse Material Syah, Yoga Pramudya Ferdian; Anggaryani, Mita
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p139-147

Abstract

The development of science and technology that is increasingly advanced can support the learning process through the utilization of learning media, one of which is an interactive learning video. The integration of technology into learning activities can encourage the successful development of 21st century skills. This study aims to develop an interactive learning video on momentum and impulse material which is declared valid. The novelty of this research is the use of patil lele traditional game in learning physics on momentum and impulse material which is different from previous research. This research used the Research and Development method with the ADDIE development model. The implementation used One Group Pretest-Posttest and was tested on a limited basis in class XI Science 2 SMA Labschool Unesa 1. The data collection technique used a validation sheet. Media validation was reviewed from ten aspects, namely content, structure, visual, audio, interactivity, duration, creativity, use of technology, ethnophysics, and language. The data analysis technique used was percentage calculation with percentage validation eligibility criteria ≥ 61%. The validators consisted of two physics education lecturers at Surabaya State University and one physics teacher at Labschool Unesa 1 High School. Based on the results of the development research, the average percentage of media validation results was 92% with a very valid category. So that the interactive physics learning video developed is declared feasible to use as physics learning media to train the critical thinking skills of high school students on momentum and impulse material.
Problem Based Learning dalam Meningkatakan Keterampilan Berpikir Kritis: Analisis Bibliometrik Pada Rentang Tahun 2015 – 2024 Wanti, Wilujeng Trismaya; Admoko, Setyo
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n2.p148-160

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Seiring meningkatnya perhatian terhadap efektivitas dan penerapan PBL dalam konteks pendidikan, jumlah penelitian terkait pun terus bertambah. Penelitian ini mengkaji tren perkembangan penelitian tentang Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis selama sepuluh tahun terakhir (2015–2024) melalui pendekatan bibliometrik menggunakan VOSviewer. Sebanyak 191 artikel yang diambil dari basis data Scopus untuk kemudian dianalisis berdasarkan distribusi publikasi per-tahun, tipe dokumen, sumber jurnal, kata kunci, afiliasi institusi, dan negara. Hasil analisis menunjukkan bahwa publikasi terkait PBL dan berpikir kritis mengalami fluktuasi dengan lonjakan signifikan pada masa pascapandemi. Indonesia menjadi negara dengan kontribusi publikasi tertinggi, didominasi oleh institusi pendidikan tinggi. Kata kunci “critical thinking” dan “Problem Based Learning” menjadi topik yang paling sering diteliti, dengan fokus utama pada bidang pendidikan, khususnya sains dan medis. Analisis visualisasi mengungkapkan lima kluster utama dalam riset ini, termasuk pendidikan komputasi, matematika, dan fisika, serta sosial. Meski penelitian PBL dalam pendidikan fisika masih terbatas, tren menunjukkan peningkatan yang menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa PBL merupakan pendekatan yang efektif dan fleksibel dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis lintas disiplin ilmu dan memberikan kontribusi penting dalam inovasi pembelajaran abad ke-21.
Validitas EFIMAR (E-Modul Fisika Damar Kurung Gresik) untuk Melatihkan Berpikir Kritis Peserta Didik Khasanah, Uswatun; Kholiq, Abd.
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025 in Progres
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ipf.v14n3.p16-27

Abstract

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Sistem pendidikan perlu berdaptasi agar pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan keterampilan abad-21. Berpikir kritis adalah salah satu keterampilan abad-21. Selain itu, peran guru tidak lagi menjadi sumber belajar utama bagi peserta didik, seperti E-Modul yang memuat video, audio, animasi, dan gambar dirancang agar peserta didik belajar secara mandiri. Media pembelajaran yang melibatkan banyak indera dan nyata akan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Di sisi lain, perkembangan teknologi turut mengakibatkan memudarnya eksistensi budaya lokal seperti damar kurung Gresik. Padahal kurikulum merdeka belajar menyiratkan agar pembelajaran berakar dari budaya. Sehingga dilakukan pengembangan Efimar (E-Modul Fisika Damar Kurung Gresik) untuk melatihkan berpikir kritis peserta didik materi gelombang cahaya. Penelitian ini menggunakan model DDD-E dengan tahapan Decide, Design, Develop, dan Evaluate. Validitas Efimar diperoleh dari dua dosen pendidikan fisika dan satu guru fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase validitas pada aspek pembelajaran sebesar 93,68%, aspek media sebesar 93,33% aspek materi sebesar 95,19%, aspek kebahasaan sebesar 94%, dan diperoleh skor validasi rata-rata sebesar 93% dengan kategori sangat valid. Efimar dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika dalam melatihkan berpikir kritis peserta didik. Sehingga pembelajaran lebih menarik dan bermakna dapat meningkatkan berpikir kritis peserta didik.