cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 382 Documents
GAYA BAHASA DALAM ANTOLOGI CERPEN ORANG-ORANG PINGGIRAN KARYA LEA PAMUNGKAS Mardatilah, Anisa; Herdiana, H.R; Mulyani, Sri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i2.15194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan Gaya Bahasa dalam antologi cerpen Orang-Orang Pinggiran karya Lea Pamungkas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa kata atau kalimat yang dapat diidentifikasi sebagai gaya bahasa yang ditemukan dalam antologi cerpen tersebut. Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh penggunaan gaya bahasa yang terdiri dari dua jenis, yakni retoris meliputi eufemisme untuk menyindir secara halus dan elegan, tautologi untuk mengulang kata yang lain, asindeton digunakan pada kata-kata yang dipisahkan dengan tanda koma, perifrasis menggunakan kata yang lebih banyak, dan litotes untuk mengungkapkan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri, dan kiasan meliputi metafora sebagai kiasan atau gambaran pada persamaannya, sinekdok digunakan sebagai bahasa figuratif yang menyatakan keseluruhan atau sebagian, personifikasi untuk menggambarkan benda mati yang memiliki sifat seperti manusia, metonimia untuk menyatakan sesuatu yang memiliki hubungan sangat dekat, ironi untuk menyindir dengan makna yang berlawanan, dan sinisme untuk menyindir dengan mengejek atau merendahkan. Kiasan metefora dominan digunakan pada antologi cerpen Orang-Orang Pinggiran.
NILAI KARAKTER DALAM NOVEL MATAHARI MINOR KARYA TERE LIYE (Pengembangan Bahan Ajar Menganalisis Dari Novel) Setiawan, Regita Puji Pramesti; Munir, Sirojul; Hidayatullah, Asep
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i1.11365

Abstract

Dalam dunia pendidikan pasti permasalahan sering terjadi baik itu dari perangkat pembelajaran, media pembelajaran dan lain sebagainya. Dalam novel ini salah satu permasalahannya yaitu mengenai bahan ajar yang digunakan oleh guru. Bahan ajar mengenai novel kurang baik dan juga tidak ada pembahasan mengenai nilai karakter serta kurang bervariasinya contoh teks yang disajikan dalam paket buku yang membuat siswa kurang tertarik dalam pembelajaran. Sehingga belum memenuhi kriteria bahan ajar yang baik karena belum sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengoptimalkan karakter disekolah sebagai salah satu solusi menahan permasalahan ini terhadap peserta didik melalui Novel Matahari Minor karya Tere Liye.Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang nilai karakter dalam novel Matahari Minor karya Tere Liye. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik studi pustaka, teknik analisis, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima nilai karakter yang terkandung dalam novel Matahari Minor karya Tere Liye yaitu disiplin, kerja keras, kreatif, bersahabat, dan cinta damai.Kata Kunci: novel, nilai karakter 
GAYA BAHASA SATIRE DALAM DALAM CHANNEL YOUTUBE ROCKY GERUNG OFFICIAL (Alternatif Bahan Ajar Pembelajaran Puisi KD 4.17 Kelas X Ilham, Ilmiawan; Rohayati, Nia; Herdiana, Herdiana
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i1.11956

Abstract

Penelitian ini berjudul Gaya Bahasa satire dalam channel Youtube Rocky Gerung Official. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan gaya bahasa satire apa saja yang terdapat pada konten tersebut dan implikasi terhadap pengembangan bahan ajar pada KD.4.17 sehingga pendidik dituntut untuk memilih dan menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan keriterianya. Berdasarkan hal tersebut, konten youtube channel Rocky Gerung diharapkan bisa menjadi bahan ajar yang sesuai dengan kriteria bahan ajar dengan mengkaji tentang gaya bahasa satire dalam konten tersebut sebagai alternatif bahan pembelajaran dalam menelan unsur dari konten youtube channe, Rocky Gerung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam konten youtube channel Rocky Gerung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, karena penulis ingin mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada konten youtube channel Rocky Gerung. Objek dalam penelitian ini adalah gaya bahasa dalam konten youtube channel Rocky Gerung. Sumber  yang digunakan yaitu channel youtube Rocky Gerung Official, sedangkan  penelitian ini yaitu berupa contoh contoh kata satire yang dikomunikasikan oleh Rocky Gerung dalam konen youtub channel Rocky Gerung Official. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian adlah teknik telaah pustaka, teknik analisis dan teknik dokumentasi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan gaya bahasa pada konten channel Youtube Rocky Gerung terdapat dua gaya Bahasa satire yaitu 1). Satire Horatian yang memiliki makna sebagai kata sindiran yang digunakan untuk menyindir dengan halus dan tidak menyinggung pihak yang di sindir, 2). Gaya Bahasa satire Juvenalian yang memiliki makna sebagai gaya Bahasa sindiran untuk menyindir dengan keras dan mempermalukan supaya dapat membuat pihak yang di sindir berpikir.Kata Kunci: Rocky Gerung, Gaya Bahasa, Satire, Horatian, Juvenalian.
PEMUNCULAN JATI DIRI ENOLA: DEKONSTRUKSI PERINITISAN DAN PENYEMPURNAAN LANGKAH PADA FILM ENOLA HOLMES 2 Saskia, Putri; Ahmadi, Anas
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i2.14042

Abstract

ABSTRAKKarakter penonjolan tokoh Enola dalam film Enola Holmes 2 menjadi kajian yang menarik untuk diteliti. Keteguhan karakter dalam memulai perjalanan detektifnya, keberanian dalam memecahkan masalah kasus, kecerdikan Enola dalam mengkaji kasus bersama kakaknya yakni Sherlock Holmes menjadi pembahasan yang dikaji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif deksriptif melalui teori semiotika, sehingga dapat menggambarkan kajian yang dituju melalui kode dalam televisi menurut John Fiske. Penelitian kualitatif dilakukan studi pustaka serta pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi karya sastra film. Sumber data yang digunakan adalah film dengan genre aksi berjudul “Enola Holmes 2” karya Harry Bradbeer yang rilis pada tahun 2022. Film tersebut mengadaptasi seri buku The Enola Holmes Mysteries karangan Nancy Springer. Film ini akan membuktikan transformasi karakter Enola sebagai seorang detektif yang membuka kaca mata serta persepsi dunia terkait proses kemajuan kaum perempuan dalam pelaksanaannya.Kata Kunci: Aksi, Enola. Feminitas. ABSTRAKTokoh tokoh Enola dalam film Enola Holmes 2 merupakan kajian yang menarik untuk diteliti. Tekad tokohnya dalam memulai perjalanan detektifnya, keberaniannya dalam menyelesaikan permasalahan kasus, kecerdikan Enola dalam mempelajari kasus bersama kakak laki-lakinya, Sherlock Holmes, menjadi topik yang dipelajari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui teori semiotika, sehingga dapat menggambarkan penelitian yang dimaksud melalui kode-kode di televisi menurut John Fiske. Penelitian kualitatif dilakukan dengan studi kepustakaan dan pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi terhadap karya sastra film. Sumber data yang digunakan adalah film bergenre action berjudul “Enola Holmes 2” karya Harry Bradbeer yang akan rilis pada tahun 2022. Film tersebut mengadaptasi dari seri buku The Enola Holmes Mysteries karya Nancy Springer. Film ini akan membuktikan transformasi karakter Enola sebagai seorang detektif yang membuka mata dan persepsi dunia mengenai proses kemajuan perempuan dalam implementasinya.Kata Kunci : Aksi, Enola. Kewanitaan.
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH KAWALI Kusumah, Aji Fitriono
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i2.14790

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Sejalan dengan itu, kemampuan berbahasa dituntut melalui pembelajaran berkelanjutan, mulai dengan meningkatkan pengetahuan jenis, kaidah dan konteks suatu teks, termasuk pembelajaran teks cerpen yang dibahas dan dipelajari secara komprehensif dan menarik. Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis dan guru kurang memberikan respons dalam pembelajaran serta kurang tepatnya dalam memilih model pembelajaran dalam menulis cerpen menjadi permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan perubahan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen dengan model cooperative learning pada Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah Kawali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan dengan design penelitian true experimental pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X TKR 1 dan siswa kelas X TKJ 1 yang setiap kelas berjumlah 28 orang. Teknik penggunaan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik tes. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. Perencanaan pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan model cooperative learning tersusun berdasarkan perencanaan program kurikulum 2013 dan  Kriteria RPP menurut Permendikbud No. 41/2007. Langkah-langkah menulis cerpen dengan menggunakan model cooperative learning terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Adanya perubahan kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan memerhatikan unsur syarat-syarat cerpen dengan menggunakan model cooperative learning. Dilihat dari hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa distribusi data adalah normal. Varian data penilaian menulis cerpen  pada siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama atau homogen. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih besar daripada pascatest kelas kontrol (84,79 > 73,96), maka itu artinya secara deskriptif ada perbedaan rata-rata antara nilai menulis cerpen  dengan menggunakan model kontekstual dan nilai menulis cerpen dengan menggunakan model cooperative learning. Hasil uji korelasi, nilai koefisien korelasi (correlation) kelas eksperimen lebih besar dari kelas Kontrol (0,636 > 0,170) artinya hubungan kuat dan positif. Nilai signifikansi kelas eksperimen mengalami perubahan yang lebih signifikan (berarti). Signifikansi kelas ekpesimen juga lebih besar dari pada kelas kontrol (23,302 > 9,856) yang artinya terdapat perubahan kemampuan menulis cerpen siswa dengan menggunakan model cooperative learning.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM AVATAR THE WAY OF WATER KARYA JAMES CAMERON Pujawati, Raden Dewi; Munir, Sirojul; Noviandi, Andri Noviandi
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i1.11399

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Avatar The Way Of Water Karya James Cameron (Alternatif Pengembangan Model Bahan Ajar Menyajikan Tanggapan Tentang Teks Ulasan. Penelitian ini mendeskripsikan permaslahan (1) Bagaimana Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Film Avatar The Way Of Water karya James Cameron, (2) Bagaimana bentuk pengembangan bahan ajar yang berkaitan dengan nilai pendidikan karakter dalam menyajikan tanggapan kualitas karya film dalam bentuk teks ulasan secara tulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikian nilai-nilai pendidikan karakter dan implementasinya sebagai bahan ajar di SMP. Sumber data penelitian ini berasal dari film Avatar The Way Of Water Karya James Cameron . Data penelitian ini adalah seluruh dialog antar tokoh yang terdapat dalam film. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Alat pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada film Avatar The Way Of Water Karya James Cameron mencakup, (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) kerja keras, (5) mandiri, (6) demokratis, (7) rasa ingin tahu, (8) semangat kebangsaan, (9) cinta tanah air, (10) menghargai prestasi , (11) bersahabat/komunikatif, (12) cinta damai, (13) peduli social, (14) tanggung jawab. Kemudian nilai-nilai pendidikan karakter dalam film Avatar The Way Of Water Karya James Cameron dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar di SMP.  
Campur dan Alih Kode Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar sebagai Eskalasi Kosa Kata dan Komunikasi Santri Mahiroh, Nailil Widad; Ahmadi, Anas
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i2.14047

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada analisis fenomena campur kode bahasa dalam konteks percakapan santri di Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah kualitatif, dengan penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang praktik bilingualisme. Subjek penelitian ini adalah para santri, dan data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja Miles and Huberman, yang memungkinkan peneliti untuk menggali berbagai bentuk campur kode yang muncul dalam percakapan.Dari hasil penelitian, didapati 30 percakapan di Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar, yang terbagi ke dalam beberapa jenis campur kode, termasuk alih kode internal dan eksternal, serta campur kode dengan penyisipan unsur berwujud kata, frasa, klausa, dan perulangan kata. Temuan penelitian menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi praktik campur kode, termasuk karakteristik penutur, konteks sosial, dan tujuan komunikatif. Kata kunci: alih kode, campur kode, percakapan santri ABSTRACTThis research focuses on the analysis of code-switching phenomena in the context of conversations among students at Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar. The methodological approach used is qualitative, with the aim of obtaining a deep understanding of bilingualism practices. The subjects of this research are the students, and data is collected through observation, interviews, and documentation techniques. Data analysis is conducted using the Miles and Huberman framework, which allows researchers to explore various forms of code-switching that emerge in conversations. From the research findings, it was found that there were 30 conversations at Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar, which were divided into several types of code-switching, including internal and external code-switching, as well as code-switching with the insertion of tangible elements such as words, phrases, clauses, and word repetition. The research findings highlight factors that influence code-switching practices, including speaker characteristics, social context, and communicative purpose Keywords: code switch, code mix, santri conversation
KETIDAKLANGSUNGAN EKSPRESI DALAM PUISI “TEBESAYA, GADIS BERPUTIH-KEBAYA” KARYA ASLAN ABIDIN (KAJIAN RIFFATERRE) Khairunnisyah, Syifa Mufada; Supena, Ahmad
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i1.13054

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk ketidaklangsungan ekspresi yang meliputi penggantian arti, penyimpangan arti, serta penciptaan arti dalam puisi yang berjudul “Tebesaya, Gadis Berputih-Kebaya” karya Aslan Abidin. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun objek data yang digunakan dalam penelitian ini adalah salah satu puisi yang berjudul “Tebesaya, Gadis Berputih-Kebaya”. Subjek yang digunakan peneliti adalah teori semiotika Michael Riffaterre. Teknik yang digunakan berupa pustaka, simak, dan catat. Setelah dianalisis, dapat diketahui bahwa dalam puisi karya Aslan Abidin ini memiliki bentuk ketidaklangsungan ekspresi. Dalam penggantian arti dalam puisi ini, peneliti menemukan adanya tiga bentuk kiasan yang digunakan penulis puisi, yaitu personifikasi, metafora, dan antitesis. Jika dilihat dari penyimpangan arti, dari ketiga penyebab adanya penyimpangan arti tersebut, peneliti hanya menemukan dua di antaranya, yaitu ambiguitas dan kontradiksi saja. Dalam puisi ini juga terdapat penciptaan arti, yaitu terdapat rima,  enjambemen, dan tipografi. Kata Kunci: Puisi, Semiotika, Riffaterre  ABSTRACTThis research was conducted to find out the form of non-continuity of expression which includes replacement of meaning, deviation of meaning, and creation of meaning in the poem entitled "Tebesaya, Gadis Berputih-Kebaya" by Aslan Abidin. In conducting this research, the researcher used descriptive qualitative method. The data object used in this research is one of the poems entitled "Tebesaya, Gadis Berputih-Kebaya". The subject used by researchers is Michael Riffaterre's semiotic theory. The techniques used are library, listening, and recording. After analyzing, it can be seen that this poem by Aslan Abidin has a form of non-continuity of expression. In the replacement of meaning in this poem, researchers found three forms of figures of speech used by the author of the poem, namely personification, metaphor, and antithesis. When viewed from the deviation of meaning, of the three causes of deviation of meaning, the researcher only found two of them, namely ambiguity and contradiction. In this poem there is also a creation of meaning, namely rhyme, enjambment, and typography. Keywords: Poetry, Semiotics, Riffaterre
Penggunaan Ragam Bahasa Gaul Pada Kalangan Remaja di Kota Banjar lusiani, nissa; Hendaryan, R; Juandi, Juju
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i1.11368

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penggunaan Ragam Bahasa Gaul pada Kalangan Remaja di Kota Banjar”. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik penggunaan ragam bahasa gaul pada kalangan remaja di Kota Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan data analisis kualitatif dengan teknik yang mengungkap sebuah fakta yang jelas tentang gejala-gejala yang ada pada suatu objek yang ada, tanpa adanya manipulasi. Teknik pengumpulan data yakni dengan cara telaah pustaka, teknik observasi, teknik rekam, teknik catat dan teknik dokumentasi. Setelah data yang berhubungan dengan ragam bahasa gaul terkumpul maka peneliti akan dapat memahami makna kata bahasa gaul kemudian proses pengolahan data dengan cara transkip ke dalam bentuk kalimat, pengelompokan data, dan penyimpulan data hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan ragam bahasa gaul yang digunakan oleh remaja di Kota Banjar lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan alih kode dan campur kode. Hal ini dibuktikan oleh peneliti dalam data yang didapatkan berjumlah 49 kata ragam bahasa gaul dengan persentase 92,5% dan 4 kata  yang menggunakan campur kode dengan persentase 7,5%.  
STRUKTUR SASTRA DALAM NOVEL GITA CINTA DARI SMA KARYA EDDY D. ISKANDAR Permatasari, Wulan; Munir, Sirodjul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i2.15193

Abstract

Penelitian ini berjudul “Struktur Sastra dalam Novel Gita Cinta dari SMA Karya Eddy D. Iskandar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur sastra dalam novel Gita Cinta dari SMA karya Eddy D. Iskandar. Sumber data yang digunakan adalah novel Gita Cinta dari SMA karya Eddy D. Iskandar. Cara pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat struktur sastra terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik terdiri dari 1) tema meliputi indikator gambaran permasalahan yang paling dominan, 2) plot/alur meliputi indikator tahapan peristiwa yang dialami oleh para tokoh yaitu tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir, 3) penokohan meliputi indikator penggambaran tokoh melalui sifat, sikap, dan tingkah lakunya yaitu tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis, 4) latar meliputi indikator latar tempat dan latar waktu, 5) sudut pandang penceritaan meliputi indikator arah pandang seorang pengarang terhadap tokoh cerita, dan 6) style/stilistika meliputi indikator gaya bahasa yang diungkapkan ke dalam sebuah tulisan. Unsur ekstrinsik juga mencakup 1) pengarang yang wawasan dan pengetahuannya sangat menentukan kualitas karya sastra yang dihasilkannya meliputi indikator biografi pengarang novel, dan 2) respon masyarakat terhadap karya sastra tersebut yang berupa munculnya resensi dan artikel dalam media tentang sastra adanya pencetakan yang berulangkali meliputi artikel mengenai novel yang di filmkan. Hasil analisis membuktikan struktur sastra dalam novel Gita Cinta dari SMA karya Eddy D. Iskandar tersebut dapat digunakan oleh pendidik sebagai alternatif pengayaan bahan ajar. Hal tersebut dapat menjadi acuan atau inspirasi untuk mempelajari struktur sastra yang terkandung dalam isi novel kelas XII SMA yang lebih kaya, lengkap, dan juga baru.Kata Kunci: Struktur Sastra, Novel, Pengayaan Bahan Ajar