cover
Contact Name
Dedy Juliandri Panjaitan
Contact Email
dedyjuliandri@gmail.com
Phone
+6281361141563
Journal Mail Official
Jurnal@pascaumnaw.ac.id
Editorial Address
Jalan Garu II No. 02 Medan, Kelurahan Harjosari I, Kecamaan Medan Amplas, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20147
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal MathEducation Nusantara
ISSN : 2614512X     EISSN : 26145138     DOI : https://doi.org/10.32696/jmn.v5i1.203
Jurnal MathEducation Nusantara berfokus pada publikasi hasil penelitian ilmiah pada bidang pendidikan matematika. Artikel yang dipublikasikan merupakan hasil dari civitas akademika internal dan eksternal Universitas Muslim Nusatara Al Washliyah khususnya pada bidang pendidikan matematika. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi dalam pendidikan matematika termasuk pengajaran dan pembelajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, pengembangan pendidikan, dari berbagai jenis penelitian seperti survei, penelitian dan pengembangan, penelitian eksperimental, penelitian tindakan kelas, dll.
Articles 203 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI KESEBANGUNAN SISWA KELAS IX Imanida, Khusnul
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi kesebangunan terhadap hasil belajar siswa kelas IX di MTs Darul Hikam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental, karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa secara numerik dan untuk menganalisis data statistik guna melihat pengaruh yang signifikan. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar yang meliputi aspek kognitif dalam materi kesebangunan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model PBL mengalami peningkatan hasil belajar yang signifikan dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan metode konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah pada materi kesebangunan.Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar Matematika, Kesebangunan
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE DENGAN TIPE THINK PAIR SHARE BR GINTING, GABRIELLA ANGELICA; SIHOMBING, W.L
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.409

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen semu. Studi ini terjadi di SMA Negeri 1 Tigapanah. Metode pengambilan sampel Simpel Random Sampling digunakan dalam penelitian ini. Kelas X MIPA 1 menerima perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write, kelas X MIPA 2 menerima perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, dan kelas X MIPA 3 menerima perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar siswa yang berupa esai yang terdiri dari empat soal. Uji one way anova dengan bantuan program SPSS 22 digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write, siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, dan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional memiliki perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan.Kata Kunci: Hasil, Model, Kooperatif, Eksperimen, Perbedaan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP CAHAYA PENGHARAPAN ABADI Panjaitan, Sutrisna Ernawaty; Saragih, Sahat
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII SMP Cahaya Pengharapan Abadi dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dan untuk mengetahui bagaimana proses jawaban siswa dalam menyelesaikan soal-soal kemampuan pemecahan masalah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu dilakukan tes awal dan di akhir siklus dilakukan tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan dari tes awal siklus I ke siklus II. Pada tes awal secara klasikal diperoleh 3,33% tuntas dengan rata-rata kelas 37,55. Dilanjutkan pada tes di siklus I diperoleh peningkatan secara klasikal 43,33% dengan nilai rata-rata kelas 63,89. Kemudian pada siklus II diperoleh nilai secara klasikal 86,67% yang mana terjadi peningkatan dengan nilai rata-rata kelas 78,56. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui persentase klasikal dan keberagaman proses jawaban siswa melalui langkah-langkan pemecahan masalah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LAPS–HEURISTIK BERBANTUAN EDUTAINMENT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA SISWA SMP FADDILA, DWI NAILA; SAMOSIR, KATRINA
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.413

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran LAPS-Heuristik berbantuan edutainment lebih baik daripada siswa yang diajar tanpa menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMP Swasta Imelda Medan T.A 2023/2024. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan VII-D sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelas eksperimen menunjukkan perubahan yang signifikan dengan nilai rata-rata pretest di 39,60 dan posttest 81,97. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelas kontrol menunjukkan perubahan yang signifikan dengan nilai rata-rata pretest di 39,37 dan posttest 71,37. Analisis data menggunakan uji t menunjukkan bahwa siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran LAPS-Heuristik berbantuan edutainment lebih baik daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi artimatika sosial.Kata kunci : Model Pembelajaran, LAPS-Heuristik, Edutainment, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA SISWA KELAS XI SMAN 2 TANJUNG MORAWA Pajariah, Sri Putri; NASUTION, HAMIDAH
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.405

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah di kelas XI SMA Negeri 2 Tanjung Morawa dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan berbantu media Articulate Storyline. Fokus penelitian ini iyalah kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI-2 SMA Negeri 2 Tanjung Morawa, yang terdiri dari 34 siswa. Penelitian ini menerapkan model Problem Based Learning dengan berbantu media Articulate Storyline untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Studi tindakan kelas ini dilakukan selama dua siklus. Hasil tes kemampuan awal menunjukkan bahwa siswa sangat kurang dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika, dengan rata-rata 51,65 dan hanya 2 orang siswa dari 34 siswa yang mencapai target keberhasilan (5,88%). Berdasarkan hasil analisis tes data siklus I, siswa yang memperoleh nilai ketuntasan sebanyak 13  orang siswa (38,23%) dan memperoleh rata-rata 67,64. Pada siklus II siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 81,25 dan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan nilai klasikal sebesar 30 orang (88,23%).Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa adalah dengan menerapkan model problem based learning dengan berbantu media Articulate Storyline.Kata Kunci: Problem Based Learning, Articulate Storyline, Pemecahan Masalah
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI MATRIKS BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN Setiyawati, Dewi; Mardhiyana, Dewi
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dan mengetahui faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi Matriks berdasarkan prosedur Newman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 34 siswa kelas X TB 2 SMKN 1 Karangdadap. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan wawancara. Tes yang diberikan berupa soal uraian pada materi Matriks. Sedangkan wawancara dilakukan kepada 9 siswa, yang terdiri dari masing-masing 3 siswa untuk kategori nilai tinggi, sedang dan rendah. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Selanjutnya, data yang diperoleh diuji keabsahannya dengan menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi Matriks berdasarkan prosedur Newman adalah kesalahan transformasi sebesar 91,91%. Hal tersebut terjadi karena siswa kurang teliti, kurang menguasai materi, belajar yang tidak maksimal, dan tidak memahami materi. Jika dilihat dari kategori nilai, kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa pada kategori nilai tinggi adalah kesalahan penulisan jawaban akhir sebesar 75%, yang disebabkan karena siswa kurang teliti. Untuk kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa pada kategori nilai sedang adalah kesalahan transformasi sebesar 94,57%. Hal tersebut karena siswa belum sepenuhnya memahami materi dan belajar yang tidak maksimal. Sedangkan kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa pada kategori nilai rendah adalah kesalahan transformasi dan kesalahan keterampilan proses, masing-masing sebesar 100%. Penyebabnya karena siswa kurang memahami materi dan belajar yang tidak maksimal.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SCAFFOLDING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 10 KOTA TEBING TINGGI SYAKILA, WAN; PANJAITAN, ASMIN
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran scaffolding terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik di SMP Negeri 10 Tebing Tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan bentuk desain kuantitatif nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 10 Tebing Tinggi yang berjumlah 165 peserta didik yang dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes berupa pretest dan posttest dengan analisis data menggunakan aplikasi SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 11,109 > ttabel = 1,669 pada taraf signifikansi 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, maka terdapat pengaruh metode pembelajaran scaffolding terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik di SMP Negeri 10 Tebing Tinggi.Kata Kunci: Kemampuan Pemahaman Konsep, Metode Pembelajaran Scaffolding, Pembelajaran Matematis.
PENERAPAN TUTOR SEBAYA SEBAGAI SOLUSI MENGATASI KESALAHAN SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT Lestari, Liska -; Ratnaningsih, Nani -
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.530

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas IX-D MTs Persis Benda ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode tutor sebaya dalam mengatasi kesalahan siswa pada materi persamaan kuadrat. Berdasarkan studi pendahuluan, sebanyak 42% siswa mengalami kesulitan dalam memahami persamaan kuadrat, terutama terkait pemahaman konsep dan langkah-langkah penyelesaian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi terhadap 21 orang siswa kelas IX-D menggunakan 3 nomor tes soal dan wawancara. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa metode tutor sebaya dapat menjadi solusi karena dapat meminimalisir kesalahan siswa pada materi persamaan kuadrat melalui interaksi dan penjelasan yang dilakukan oleh teman sebaya. Hal ini dapat terlihat dari nilai persentase siswa yang melampui KKM sebanyak 71,4% dengan nilai rata-rata kelas 76,76.Kata kunci: Tutor Sebaya, Kesalahan Siswa, Persamaan Kuadrat.
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA TANGGA PINTAR (SMART STAIRS) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA Sutriyani, Wulan; Salvara, Sultan Majid Muhammad; Amila, Salma Nur; Wakit, Ahmat
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media tangga pintar terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanan di SDN 4 Krapyak Jepara dengan 30 siswa. Penelitian ini merupakan penelitan kuantitaif dengan one group pretest-posttest design. Test skor motivasi diberikan sebelum dan sesudah siswa diberi perlakuan. Pengumpulan data yang digunakan meliputi angket, observasi, wawancaara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini meliputi uji normalitas dan homogenitas sebagai uji prasyarat dan uji T berpasangan sebagai uji hipotesis. pengujian menggunakan software SPSS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai sig pada tabel Paired Samples T-Test = 0.00 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada  pengaruh penggunaaan media tangga pintar pada pembelajaran matematika terhadap motivasi belajar siswa. Dilihat dari skor motivasi siswa sebelum diberi perlakuan sebesar 61 dan setelah diberi perlakuan naik menjadi 72, sehingga bisa diketahui ada kenaikan 11 poin dari 61, ini artinya ada kenaikan motivasi belajar siswa sebesar 18%.
PERBEDAAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Batubara, Jhony Rizky Alexander
Jurnal MathEducation Nusantara Vol 8, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jmn.v8i2.414

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan literasi matematis siswa dengan Pendekatan Matematika Realistik dan Pendekatan Kontekstual di SMP Negeri 1 Parmonangan. Jenis penelitian ini merupakan quasy experiment. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 1 Parmonangan yang terdiri dari 3 kelas. Adapun sampel penelitian adalah dua kelas yang telah dipilih secara acak yaitu kelas VIII-A menjadi kelas eksperimen A dengan Pendekatan Matematika Realistik dan siswa kelas VIII-B menjadi kelas eksperimen B dengan Pendekatan Kontekstual yang mana masing-masing kelas terdiri dari 24 siswa. Penelitian ini menggunakan jenis instrumen posttest berbentuk uraian terdiri dari 3 soal yang telah divalidasi. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen A sebesar 83,33 sedangkan pada kelas eksperimen B nilai rata-rata posttest sebesar 73,87. Sebelum melakukan uji hipotesis, langkah awal yang dilakukan adalah uji normalitas dan uji homogenitas data. Setelah diuji terbukti bahwa data berdistribusi normal dan bersifat homogeny. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. dari hasil posttest diperoleh . Dengan demikian  ditolak dan  diterima, sehingga kemampuan literasi matematis siswa dengan Pendekatan Matematika Realistik lebih baik daripada kemampuan literasi matematis siswa dengan Pendekatan Kontekstual. Kata kunci: Literasi, Realistik, Kontekstual  AbstractThis research aims to determine whether there is a difference in the mathematical literacy abilities of students with the Realistic Mathematics Approach and the Contextual Approach at Junior High School 1 Parmonangan. This type of research is quasi experiment. The population in this study were all eight grade students of Junior High School 1 Parmonangan which consisted of 3 classes. The research samples were two classes that had been randomly selected, namely class VIII-A to be experimental class A with Realistic Mathematics Approach and class VIII-B students to be experimental class B with Contextual Approach where each class consisted of 24 students. This study uses the type of posttest instrument in the form of a description consisting of 3 question that have been validated. From the results of data analysis that has been carried out, the posttest average value of the experimental class A is 83,33 while in the experimental class B the posttest average value is 73,87. Before testing yhe hypothesis, the first step is to test the normality and test the homogeneity of the data. After being tested, it is proven that the data is normally distributed and homogeneous. Furthermore, the hypothesis test was carried out using the t-test. From the posttest results obtained . Thus  is rejected and  is accepted, so students mathematical literacy abilities with the Realistic Mathematics Approach is better than the students mathematical literacy abilities with Contextual Approach.Keywords: Literacy, Realistic, Contextual.