cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
arrahman@ulm.ac.id
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
fishscientiae@ulm.ac.id
Editorial Address
Achmad Yani Street, 36th Office Box 6 Banjarbaru, South Kalimantan-Indonesia,
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Fish Scientiae : Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 16933710     EISSN : 25411187     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture,
Fish Scientiae is a journal containing articles on Fishing Technology, Technology Aquaculture, Technology General of Fisheries, Water Resources Management, Agribusiness Fisheries, Marine Sciences, Biology Fisheries and Aquatic Ecology. The writings can be published in this journal can be shaped dissertations, theses, research reports, scientific papers and book reviews. Fish Scientiae is Sciences Journal of Fisheries and Marine Resources, is published twice a year (June and December) by the Faculty of Fisheries and Marine Resources.
Articles 216 Documents
ANALISIS FAKTOR FISIK (PHYSICAL ATTRIBUTE) KAWASAN PANTAI MADANI DITINJAU DARI KELAYAKAN KAWASAN WISATA PANTAI Ulil Amri; M. Ahsin Rifa’i
Fish Scientiae Vol 8 No 2 (2018): Issue December-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.94 KB)

Abstract

Pesisir Tanah Bumbu memiliki banyak potensi pariwisata bahari yang sangat indah yang menyediakan keragaman hayatidan keindahan pantai yang dapat menjadi tujuan utama wisatawan.Salah satu sektor pariwisata bahari KabupatenTanah Bumbu yang belum dimanfaatkan dengan baik adalah Pantai Madani. Pantai ini memiliki panorama pantai yang sangat indah dan menarik. Potensi ini harus terus didorong agar meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal, domestik maupun luar negeri.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kekuatan parameter fisik (physical attribute) di perairan kawasan Pantai Madani sebagai salah satu indikator dalam penilaian kelayakan kawasan wisata Pantai.Metode pengujian dan analisis konsentrasi parameter fisik diuji berdasarkan baku mutu kualitas air untuk pariwisata bahari Menteri Lingkungan Hidup Keputusan No.51/MENLH/2004 tentang baku mutu air laut, pengujian dan analisis konsentrasi amoniak berdasarkan SNI 19-6964.3-2003.Hasil pengujian dibandingkan dengan nilai baku mutu yang sudah ditetapkan. Faktor utama yang diamati dianalisis menggunakan metode recreation opportunity spectrum.Hasil penghitungan tiga parameter utama (fisik, pengelolaan dan sosial) menunjukkan bahwa parameter fisik merupakan parameter yang memiliki nilai paling tinggi mengartikan bahwa parameter tersebut merupakan spektrum peluang pengembangan yang harus dipertahankan.
THE USE AND ECONOMIC VALUATION OF MANGROVE RESOURCE IN TONGKE-TONGKE MANGROVE AREA, SINJAI DISTRICT, SOUTH SULAWESI PROVINCE, INDONESIA Suryawati Salam; Erni Indrawati; Andi Gusti Tantu; Andi Reski Puspita Ayu
Fish Scientiae Vol 8 No 2 (2018): Issue December-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.889 KB)

Abstract

The research was The aim of the research was to carry out to the economic valuation and the use of mangrove resource Tongke-Tongke at the mangrove area Sinjai District, South Sulawesi, Indonesia. Survey research approach was used in this research and data were analyzed descriptively and quantitatively. The result showed that mangroves were utilized to capture fisheries and wood sources utilization. The economic value of mangrove was $USD 4,330.95 /ha/year. Capture fisheries are the largest contribution, up to 94,47 percent, while mangrove wood utilization 5,53 percent to be a most important income source for society in coast who live in the vicinity. Therefore, coastal management policy was required to be developed by considering the impact on the socioeconomics of mangrove utilization on the community at area coast, especially related to coastal utilization area change.
SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG GONDANG (Pila ampulacea) DAN TEPUNG KALAKAI (Stenochlaena palustris (Burm.) bedd) PADA PAKAN IKAN GABUS HARUAN YANG DIPELIHARA DI AKUARIUM Fatmawati Fatmawati; Noor Arida Fauzana; Pahmi Ansyari
Fish Scientiae Vol 8 No 2 (2018): Issue December-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.648 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis substitusi tepung ikan dengan tepung gondang dan tepung kalakai terhadap pertumbuhan, rasio konversi pakan dan tingkat kelansungan hidup ikan gabus haruan (Channa striata). Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.Perlakuan A (pellet tanpa substitusi/Kontrol), B :pellet dengan perbandingan tepung ikan, tepung gondang dan tepung kalakai (50%: 25%: 25%), C :Pemberian pakan pellet dengan perbandingan tepung ikan, tepung gondang dan tepung kalakai (25%: 32,5%: 32,5%), D :Pemberian pakan pellet dengan perbandingan tepung ikan, tepung gondang dan tepung kalakai (0%: 50%: 50%). Parameter yang diamati adalah analisis proksimat pakan, pertumbuhan relatif berat, pertumbuhan relatif panjang, dan kualitas air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji proksimat terbaik pada komposisi protein perlakuan A (kontrol) 43,5% sedangkan perlakuan dengan subsitusi tepung gondang dan tepung kalakai pada perlakuan B,C dan D berkisar antara 36.22-37,99%. Substitusi tepung gondang dan tepung kalakai mempengaruhi pertumbuhan relatif panjang, tidak berbeda nyata antar perlakuan, pertumbuhan panjang tertinggi pada perlakuan D, sedangkan berat relatif tidak berbeda nyata antar perlakuan, berat relatif tertinggi pada perlakuan D. Kualitas air: suhu, Oksigen terlarut, pH dan amoniak mendukung kehidupan ikan gabus haruan yang dipelihara.
PENAMBAHAN PROBOTIK PADA PAKAN BUATAN BERBASIS GULMA AIR TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN PAPUYU (Anabas testudineus Bloch) YANG DI PELIHARA DALAM FLOATING NET Herliwati Herliwati
Fish Scientiae Vol 8 No 2 (2018): Issue December-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.605 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gulma air air (kiambang, kayu apu dan eceng gondok) yang di tambahkan probiotik terhadap pertumbuhan dan survival rate ikan papuyu (Anabas testudineus Bloch). Penelitian menggunakan rancangan Acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Jumlah ikan yang digunakan sebanyak 225 ekor.Perlakuan A (Eceng gondok yang di fermentasidenganAsfergillussp+ bahan yang lainnya), perlakuan B (Kiambang yang di fermentasidenganAsfergillussp+ bahan yang lainnya). Perlakuan C (KayuApu yang di fermentasidenganAsfergillussp+ bahan yang lainnya) dan perlakuan D (pakan komersial) Data yang diperoleh dianalisis ragam dan bila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi; pertumbuhan berat dan panjang relatif, survival rate, rasio konversi pakan dan parameter kualitas air (pH, DO, NH3 dan suhu). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan penambahan JamurAsfergillussp padapakan yang berbasis gulma air (Enceng gondok, Kiambang danKayuapu) menghasilkan pertumbuhan berat, konversi pakan serta survival rate ikan lelesangkuriangyang tidak berbeda nyata dengan pakan komersil.
PROFIL HEMOSIT UDANG VANNAMEI YANG DIINFEKSI WSSV (White Spot Syndrome Virus) DENGAN IMMUNOSTIMULASI ALGA LAUT Yunita Maimunah; Yuni Kilawati
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.296 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh profil hematosit udang Vannamei yang diberikan imunostimulan berupa alga laut melalui pakan terhadap infeksi penyakit WSSV.Penelitian ini dilakukan diLaboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang. Pemberian pakan dengan alga laut sebagai imunostimulan dengan jenis alga yang berbeda sebagai berikut :Kontrol positif (udang diinfeksi WSSV tanpa suplemen pakan alga laut); Kontrol negative (udang tanpa infeksi WSSV dan tanpa suplemen alga laut); A (suplementasi pakan dg Sargassum sp 10 g/kg pakan); B (suplementasi pakan dg Padina sp 10 g/kg pakan); C (suplementasi pakan dg Eucheuma cottonii 10 g/kg pakan); D (suplementasi pakan Garcillaria sp 10 g/kg pakan) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah sel Hyalin, granular, semi granular, THC, kelulushidupan dan SOD.Suplementasi pakan dengan ekstrak alga meningkatkan jumlah sel hyaline, granular dan semi granular, serta THC.Kelusluhidupan udang dan SOD mampu ditingkatkan antara 36-108 unit/mL pada suplementasi alga
PENDEKATAN ANALISIS RISIKO ALAT TANGKAP PUKAT TARIK BERKAPAL (BOAT OR VESSEL SIENE NETS) DI PERAIRAN UTARA JAWA TIMUR Tri Djoko Lelono; Gatut Bintoro
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.63 KB)

Abstract

Manajemen diperlukan karena sifat sumberdaya perikanan itu sendiri memiliki nilai yang tinggi dan peka terhadap pengelolaan dan terdapat 4 (empat) komponen dasar dalam manajemen yang harus dipertimbangkan, yaitu: (1) kelestarian sumberdaya; (2) sustainabilitas ekonomi; (3) sosial masyarakat (tenaga kerja); dan (4) lingkungan terutama habitat. Dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berorientasi jangka panjang mengutamakan ke hati hatian dalam melakukan keputusan dan kebijakkan Pengelolaan perikanan bertujuan untuk memaksimalkan produksi tanpa merusak sumberdaya yang ada maupun lingkungan. Pengelolaan perikanan terdiri dari beberapa unsur yaitu (1) penilian sumberdaya, (2) pengambil keputusan, (3) pemilihan strategi, (4) alternatif manajemen (5) pengawasan. Sehingga seorang manager perlu adanya suatu penilaian mengenai risiko dan kerentanan dalam membahas peraturan, perlindungan sumberdaya perikanan dan habitatnya.Berdasarkan Kepmen KP No.6/2010 yang termasuk klasifikasi pukat tarik berkapal (Boat or vessel seine nets) yaitu cantrang dan dogol.. Dengan diterbitkan Permen Pelarangan Nomer 2/PERMEN-KP/2015. Alat tangkap cantrang di larang Data yag diambil pada bulan Oktober 2017 – April 2017 di 3 lokasi Pusat Pendaratan Ikan. (Pasuruan, Probolinggi dan Gersik) data yang diambil hasil tangkapan meliputi jenis, ukuran dan makanan untuk menduga kondisi dasar perairan.Berdasarkan analisis matrik tingkat skala risiko bahwa pukat tarik probabilitas dan dampak yang menyebabkan risiko terhadap sumberdaya perikanan sangat besar Alternatif yang paling tinggi untuk pengurangan risiko penanganan terhadap spesies, ukuran dan alat tangkap
PERSEPSI DAN PARTISIPASI NELAYAN DESA TAMPAKANG TERHADAP PENGAWASAN KEGIATAN PERIKANAN TANGKAP DI PERAIRAN SEKITAR DESA TAMPAKANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA, KALIMANTAN SELATAN Erma Agusliani; Leila Ariyani Sofia; M Nurliadi
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.908 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi dan partisipasi nelayan Desa Tampakang terhadap pengawasan kegiatan perikanan tangkap di perairan sekitar Desa Tampakang. pengukuran persepsi dan partisipasi nelayan Desa Tampakang menggunakan skala likert dengan jumlah sampel 61 orang nelayan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi nelayan dalam kegiatan pengawasan perikanan tangkap mencapai skor 196 point atau partisipasi nelayan hanya sebesar 20,21%. Kemudian diketahui persepsi nelayan terhadap kinerja lembaga pengawas kegiatan perikanan tangkap yaitu pemerintah dan pokmaswas mencapai skor 266 point atau nelayan Desa Tampakang berpendapat kinerja lembaga pengawas kegiatan perikanan tangkap hanya mencapai 39,34%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bagian dari evaluasi kerja pemerintah dan juga masyarakat nelayan Desa Tampakang dalam pengawasan kegiatan perikanan tangkap.
PENILAIAN STOK SUMBERDAYA IKAN GABUS (Channa Striata, Bloch 1793) Di KALIMANTAN SELATAN DENGAN PENDEKATAN MODEL HOLISTIK (Equilibrium - Non Equilibrium State) Erwin Rosadi; Siti Aminah
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.022 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi ilmiah terkait penilaian stok (stock assessment) sumberdaya ikan ikan Gabus (Channa Striata, Bloch 1793) Di Kalimantan Selatan dengan Pendekatan Model Holistik (Equilibrium - Non Equilibrium State). Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder berupa data time series produksi dan upaya penangkapan ikan Channa Striata yang bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan. Estimasi hasil tangkapan lestari (MSY) ikan Channa striata dilakukan dengan menggunakan model produksi surplus melalui pendekatan equilibrium state model dari Schaefer (1954) dan Fox (1970) dan pendekatan non equilibrium state model dari model walter-hilborn (1976). Hasil penelitian model Schaefer (1954) menunjukkan bahwa status pemanfaatan tahun 2016 tergolong moderate exploited dengan Tingkat Pemanfaatan (TP) sebesar 74%. Status pemanfaatan berdasarkan model Fox (1970) pada tahun 2016 tergolong fully exploited dengan Tingkat Pemanfaatan (TP) sebesar 90%. Sedangkan status pemanfaatan berdasarkan model Walter-Hilborn (1976) pada tahun 2016 tergolong moderate exploited dengan Tingkat Pemanfaatan (TP) sebesar 62%. Potensi stok cadangan lestari sumberdaya ikan Channa Striata saat ini (Standing Stock) ialah 10.838 ton/tahun.
LAND SUITABILITY ANALYSIS OF WHITE SHRIMP (LITOPENAEUSVANNAMEI) AQUACULTURE IN THE COASTAL AREA OF BARRU DISTRICT SOUTH SULAWESI – INDONESIA Andi Gusti Tantu; Suryawati Salam; Erni Indrawati; Andi Reski Puspita Ayu
Fish Scientiae Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.485 KB)

Abstract

The coastal area of Barru District has a wide brackishwater pond, but its productivity is relatively low. A research to determine land suitability as one of the brackish water pond productivity-raising projects is needed. Considerable factors in determining land suitability for white shrimp aquaculture covers topography and hydrology, soil conditions, water quality, and climate. Quality of water is observed during a rainy and dry season. Spatial analysis using Geographic Information System is applied in the determination of land suitability for shrimp aquaculture. The analysis shows the actual land suitability of the existing ponds in Barru district, namely 2.399 ha, where land is classified as highly suitable (S1 class), 232.94 ha (9.71%) classified as moderately suitable (S2 class), 1,444.20 ha (60.20%) classified as marginally suitable (S3 class), 721.14 (30.06%) and classified as marginally low suitable (N class), 0.72 ha (0.03%), Limiting factors during the rainy season are the flood, while salinity is the main limiting factor during a dry season. Generally, other limiting factors are of the water sources, low level of pH soil and roughness of soil texture in a certain area.
ORGANOLEPTIK IKAN PAPUYU (Anabas testudineus Bloch) PRESTO DENGAN CARA BUDIDAYA YANG BERBEDA Candra Candra; Nor Ikrima; Rabiatul Adawyah
Fish Scientiae Vol 9 No 2 (2019): Issue December-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.054 KB) | DOI: 10.20527/fishscientiae.v9i2.145

Abstract

Ikan papuyu (Anabas testudineus Bloch) dari budidaya yang berbeda akan di olah menjadi pengolahan presto. Presto adalah salah satu diversifikasi pengolahan hasil perikanan, terutama sebagai modifikasi pemindangan pengolahan presto Tujuan dari penelitian organoleptik ikan papuyu presto dengan cara budidaya yang berbeda adalah mendapatkan profil penilaian organoleptik pada ikan papuyu presto dari budidaya bioflok, kolam dan penangkapan alam. Metode yang digunakan ialah uji organoleptik jenis hedonik yaitu tingkat kesukaan. Hasil penilitian ini ikan papuyu presto diperoleh nilai rata-rata 7 (suka) dari penangkapan alam, budidaya kolam dan bioflok. Pada ikan papuyu presto dengan cara budidaya yang berbeda diperoleh bahwa perlakuan C (bioflok) merupakan perlakuan yang paling disukai dan memiliki nilai rata-rata tertinggi dari kenampakan, aroma, rasa pada dan tekstur nilai rata-rata yang terbaik pada perlakuan A (alam).

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Edisi Juni Vol 14 No 1 (2024): Edisi Juni 2024, Vol. 14(1),2024 Vol 14 No 2 (2024): EDISI DESEMBER, Vol 14 (2), 2024 Vol 13 No 2 (2023): Edisi Desember 2023, Vol. 13(2),2023 Vol 13 No 1 (2023): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 12 No 2 (2022): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 12 No 1 (2022): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 11 No 2 (2021): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 11 No 1 (2021): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 10 No 2 (2020): Issue December Fish Scientiae Journal Vol 10 No 1 (2020): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 9 No 2 (2019): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 9 No 1 (2019): Issue -Fish Scientiae Journal Vol 5 No 1 (2015): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 8 No 2 (2018): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 8 No 1 (2018): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 7 No 2 (2017): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 7 No 1 (2017): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 6 No 2 (2016): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 6 No 1 (2016): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 5 No 2 (2015): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 4 No 2 (2014): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 4 No 1 (2014): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 3 No 2 (2013): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 3 No 1 (2013): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 2 No 2 (2012): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 2 No 1 (2012): Issue June-Fish Scientiae Journal Vol 1 No 2 (2011): Issue December-Fish Scientiae Journal Vol 1 No 1 (2011): Issue June-Fish Scientiae Journal More Issue