cover
Contact Name
Tohir Zuhdi
Contact Email
tohirz@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281327056975
Journal Mail Official
jurnalkependidikan@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
ISSN : 2355018X     EISSN : 25984845     DOI : https://doi.org/10.24090/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Kependidikan is a peer-reviewed journal that mediates the dissemination of researchers in education, especially from management, research, a study of thinking, and educational evaluation. The journal is published by Ikatan Keluarga Alumni Institut Agama Islam Negeri Purwokerto. We accept submissions from all over the world. All submitted articles shall never been published elsewhere, original and not under consideration for other publication.
Articles 256 Documents
Peran Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 1 Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat Dwi Cahyani, Siti Robbi'ah; Gunawan, Yosi Intan Pandini; Purnomo, Sutrimo
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i3.15343

Abstract

Strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka merupakan usaha kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan, sebagai seorang manajer kepala sekolah memiliki tugas untuk memimpin lembaga pendidikan menuju kesuksesan suatu program unggulan di sekolah yang dipimpin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka di SD Negeri 1 Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menemukan bahwa strategi kepala sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka di SD Negeri 1 Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat meliputi strategi kepala sekolah, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta kendala dalam implementasi kurikulum merdeka. Dalam strategi kepala sekolah langkah pertama melakukan sosialisasi kurikulum merdeka, memberikan pelatihan tentang pemahaman kurikulum merdeka, perencanaan diawali dengan pembuatan modul ajar, metode ajar serta pembagian jam mengajar guru, pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan ketentuan pemerintah dan penerapan kurikulum merdeka menyesuaikan dengan karakteristik warga sekolah, evaluasi pembelajaran menggunakan penilaian formatif dan penilaian sumatif untuk evaluasi kurikulum merdeka dilaksanakan setiap 1 minggu sekali diikuti seluruh guru untuk mengetahui keefektifan pengimplementasian kurikulum merdeka di sekolah.
Upaya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Satria Tama Purwokerto Dalam Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Bagi Siswa Fauzy, Dziky; Widiastuti, Nur Isnaeni; Ramadhan, Annaafi Putra; Maulana, Iqvan; Romadoni, Kholifah Nur; Safangaturohman, Galih; Mardliyah, Layla
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i3.15398

Abstract

Abstract PKBM Satria Tama Purwokerto was established on February 14, 2006, as an equivalency education institution focused on community empowerment and reducing school dropout rates. The institution provides Package A, B, and C programs using modules from the Ministry of Education, and involves 92 students and 8 tutors. In addition to academic learning, PKBM also provides skills training such as fish farming and urban agriculture to improve students' practical competencies and environmental awareness. The Merdeka Curriculum, with the theme P5 "Sustainable Living," is implemented to instill values ​​of environmental concern. This study used field research methods using interview, observation, and documentation techniques to gather data from administrators, tutors, and students. The results show that PKBM Satria Tama plays a significant role in expanding educational access for communities unable to attend formal education. The training programs implemented have been proven to increase economic independence and environmental awareness among students. With B accreditation and community support, PKBM continues to innovate post-pandemic. Overall, PKBM Satria Tama not only functions as an alternative educational institution, but also as a forum for community empowerment towards a productive, sustainable, and independent life. Keywords Equality Education, Community Empowerment, Independent Curriculum, PKBM Satria Tama Purwokerto Abstrak PKBM Satria Tama Purwokerto berdiri pada 14 Februari 2006 sebagai lembaga pendidikan kesetaraan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengentasan putus sekolah. Lembaga ini menyelenggarakan program Paket A, B, dan C dengan modul dari Kementerian Pendidikan, serta melibatkan 92 peserta didik dan 8 tutor. Selain pembelajaran akademik, PKBM juga mengadakan pelatihan keterampilan seperti budidaya ikan dan pertanian kota untuk meningkatkan kompetensi praktis dan kesadaran lingkungan peserta didik. Kurikulum Merdeka dengan tema P5 “Kehidupan Berkelanjutan” diterapkan guna menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menggali data dari pengelola, tutor, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM Satria Tama berperan penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Program pelatihan yang dijalankan terbukti meningkatkan kemandirian ekonomi dan kepedulian lingkungan warga belajar. Dengan akreditasi B dan dukungan masyarakat, PKBM terus berinovasi pascapandemi. Secara keseluruhan, PKBM Satria Tama tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan alternatif, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat menuju kehidupan yang produktif, berkelanjutan, dan mandiri. Kata Kunci Pendidikan Kesetaraan, Pemberdayaan Masyarakat, Kurikulum Merdeka, PKBM Satria Tama Purwokerto
Strategi Pembelajaran IPA di Pendidikan Non Formal pada Upaya Pemahaman Materi Peserta Didik: Studi di SKB Purwokerto Kurniawan, Aziz; Mabarun, Mohamad
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i3.15508

Abstract

Education plays a strategic role in advancing a nation. However, not all members of society have equal opportunities to access proper formal education, a condition that contributes to the high rate of school dropouts (APS). Therefore, the presence of non-formal education institutions, such as the Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serves as an alternative pathway for educational access and a platform for life-skill development. This study aims to analyze science (IPA) learning strategies in non-formal education as an effort to enhance learners’ understanding of the material. A qualitative approach with a case study design was employed in this research, conducted at SKB Purwokerto. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and analysis of curriculum documents. The findings indicate that the implementation of education at SKB Purwokerto has been carried out systematically using a differentiation approach. In the learning process, mastery of basic science concepts, scientific skills, and connections to daily life are emphasized. Although there is a slight difference in the depth of material compared to formal education, non-formal education presents content in a simplified manner while maintaining the essential scientific aspects of IPA. In terms of learning resources, IPA tutors at SKB Purwokerto have maximized the use of government-provided modules, contextual simple experiments, and the seTARA LMS platform to support science learning. Therefore, this study concludes that SKB Purwokerto has implemented inclusive, adaptive, and relevant strategies for science learning that effectively support the development of meaningful understanding among learners.
Analisis Kebijakan Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah: Perspektif Keadilan dan Pemerataan Akses Pendidikan Sekarinasih, Anggitiyas; Arif, Mahmud; Waseso, Hendri Purbo
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i3.15549

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi isu strategis dalam upaya mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan dasar, namun pelaksanaannya di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi kesenjangan antara regulasi dan praktik. Ketimpangan sumber daya, kapasitas guru, serta persepsi sosial terhadap anak berkebutuhan khusus memperlihatkan bahwa prinsip keadilan yang diamanatkan belum sepenuhnya terwujud. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia dari perspektif keadilan distributif dan substantif guna menilai kesetaraan dan pemerataan akses pendidikan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan data primer berupa regulasi nasional dan daerah seperti Permendiknas No. 70 Tahun 2009, KMA No. 1 Tahun 2024, dan Perda Jateng No. 2 Tahun 2023. Data sekunder diperoleh dari hasil penelitian relevan dan publikasi ilmiah, kemudian dianalisis dengan teknik content analysis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi berbasis teori justice as fairness (Rawls) dan pluralism and equality (Walzer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan inklusif di Indonesia baru mencapai tahap normatif-administratif dan belum menyentuh keadilan substantif, karena masih terdapat ketimpangan distribusi sumber daya antarwilayah serta lemahnya koordinasi lintas lembaga. Selain itu, banyak sekolah dan madrasah belum mampu menerapkan kurikulum adaptif serta asesmen diferensiatif karena keterbatasan pelatihan guru dan dana afirmatif. Budaya sekolah yang masih sarat stigma terhadap peserta didik disabilitas juga menjadi penghalang terciptanya ekosistem pembelajaran yang benar-benar inklusif. Penelitian ini merekomendasikan reformasi kebijakan melalui pendekatan equity-oriented policy design dengan strategi needs-based funding, penguatan kapasitas guru, serta pembentukan National Inclusive Education Council sebagai wadah koordinasi lintas kementerian. Reformasi ini diharapkan mampu mengubah pendidikan inklusif dari sekadar mandat hukum menjadi instrumen nyata bagi keadilan sosial yang berkelanjutan.
Revitalisasi Moral Remaja melalui Pendidikan Islam dalam Dinamika Lingkungan dan Pergaulan Sosial Amelia, Fatma; Azmi, M. Ulul; Imam Junaris; Amalia Rizki Lailatul Khilwa; Mar'atus Sholikhah; Salma Nadhirroh Fatma Yuthi
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i3.15567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya revitalisasi moral remaja melalui peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi dinamika lingkungan dan pergaulan sosial pada era modern. Krisis moral yang melanda generasi muda menuntut hadirnya pendidikan agama yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga aplikatif dan berorientasi pada pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMK Miftahul Huda Bojonegoro, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi moral remaja dilakukan melalui integrasi pembelajaran PAI, pembiasaan keagamaan, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan peserta didik. Kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, pembacaan Asmaul Husna, dan kajian rutin menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab moral. Temuan ini menegaskan bahwa PAI berperan penting sebagai benteng moral sekaligus sarana pembentukan karakter religius remaja agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang kompleks.
Analisis Learning Loss dan Strategi Pemulihan Pembelajaran di SDN Gerbo VI Maharani, Devinda Syaskia; Statnia, Zafra Farah; May Saroh, Lika Hucha; Agistha, Dea Ayu; Vibrianti, Salfa; Suwandayani, Beti Istanti
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i3.15673

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of learning loss among students at SDN Gerbo VI and to examine the strategies implemented by teachers to restore basic learning skills after the period of online learning during the COVID-19 pandemic. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through semi-structured interviews with teachers and the school principal, classroom observations during remedial learning sessions, and document analysis of teaching modules, assessment results, and student progress records. The findings indicate that learning loss remains evident in several areas, particularly decreased learning motivation, weakened focus and concentration, and declining basic literacy and numeracy skills. Increased dependence on gadgets following prolonged online learning has also negatively affected students’ attention span and study habits during face-to-face instruction. To address these challenges, teachers applied various recovery strategies, including active learning through group discussions, educational games, and the use of projector-based media, all of which helped enhance student engagement and classroom participation. However, recovery efforts are still constrained by limited parental involvement due to time constraints and low educational backgrounds, resulting in minimal learning support at home. Additionally, the surrounding social environment significantly influences students’ learning behavior and consistency. This study concludes that overcoming learning loss requires sustained collaboration among teachers, parents, and the community, as well as the implementation of adaptive and varied instructional strategies to ensure more effective and continuous improvement of students’ basic learning competencies.