cover
Contact Name
Dewi Rosiana
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrp@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Psikologi
ISSN : 28083164     EISSN : 27986071     DOI : https://doi.org/10.29313/jrp.v1i2
Jurnal Riset Psikologi (JRP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Psikologi Sosial, Pendidikan, dll. JRP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6071 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 117 Documents
Pengaruh Kepemimpinan Adaptif dan Self Control terhadap Keterlibatan Kerja Barista Davita Variani; Luthfi Noor Aini
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.10220

Abstract

Abstract.This study aims to examine the influence of adaptive leadership and self-control on baristas’ job involvement. Adaptive leadership refers to a leader’s ability to respond flexibly to situational demands, adjust approaches, navigate conflicting demands, and adapt behaviour to the complexity of the work environment. Self-control is defined as the ability to regulate emotions, impulses, and actions in alignment with long-term goals, while job involvement reflects a condition in which individuals are cognitively, emotionally, and behaviourally fully engaged in their work. This study employed a quantitative approach with an explanatory research design involving 115 baristas selected through purposive sampling. The instruments used were the Adaptive Leadership Behaviour Scale, the Short Self-control Scale, and the job involvement scale developed by Kanungo. The results of multiple linear regression analysis indicate that adaptive leadership has a significant effect on job involvement (p = 0.000), and self-control also has a significant effect (p = 0.000). Simultaneously, both variables show a significant effect on job involvement, with an F value of 211.479 and p = 0.000. The R² value of 0.791 indicates that 79.1% of the variance in job involvement can be explained by adaptive leadership and self-control. However, violations of the assumptions of normality, multicollinearity, and heteroscedasticity were found; therefore, the interpretation of the model should be approached with caution. Overall, this study highlights the important role of adaptive leadership and self-control in enhancing baristas’ job involvement.Abstrak. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan adaptif, dan self-control terhadap keterlibatan kerja barista. Gaya kepemimpinan adaptif merujuk pada kemampuan pemimpin merespons kebutuhan situasi secara fleksibel, mengubah pendekatan, menavigasi tuntutan yang kontradiktif, dan menyesuaikan perilaku dengan kompleksitas lingkungan kerja, self-control merupakan kemampuan mengatur emosi, impuls, dan tindakan agar selaras dengan tujuan jangka panjang sedangkan keterlibatan kerja merupakan kondisi ketika individu secara kognitif, emosional, dan perilaku terlibat sepenuhnya dalam pekerjaannya. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain eksplanatori dengan 115 barista sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen meliputi Adaptive Leadership Behavior Scale, Short Self-control Scale, skala keterlibatan kerja dari Kanungo.  Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan adaptif berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan kerja barista (p = 0,000), demikian pula self-control memiliki pengaruh signifikan (p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keterlibatan kerja dengan nilai F = 211,479 dan p = 0,000. Nilai R² sebesar 0,791 mengindikasikan bahwa 79,1% variasi keterlibatan kerja dapat dijelaskan oleh gaya kepemimpinan adaptif dan self-control. Meskipun demikian, terdapat pelanggaran pada asumsi normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas sehingga interpretasi model perlu dilakukan secara hati-hati. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan adaptif dan kontrol diri dalam meningkatkan keterlibatan kerja barista.
Efektivitas REBT pada Regulasi Emosi Korban Pelecehan di Sekolah Kota Cirebon Hanifiyyah Muthohharoh; Imelda Ayuningsih; Siti Nurhalisa; Mumtaz Afridah
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.9107

Abstract

Abstract. Sexual harassment in school settings can impair adolescents' emotion regulation, as reflected in the tendency to suppress feelings of sadness while expressing excessive anger. This condition highlights the need for psychological interventions that enable victims to regulate their emotions more adaptively. This study aimed to examine the effectiveness of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) in improving emotion regulation among adolescent victims of sexual harassment at a school in Cirebon, Indonesia. The study was grounded in Gross's emotion regulation theory and Ellis's REBT approach, which emphasizes transforming irrational beliefs into more rational ones. A qualitative case study design was employed. The participant was selected using criterion-based case selection, namely an adolescent victim of sexual harassment who demonstrated maladaptive emotion regulation. Data were collected through in-depth interviews, observations during the counseling process, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The intervention consisted of three sessions: initial assessment, REBT using the journaling technique, and evaluation. The findings indicate that REBT was effective in helping the participant develop more rational beliefs, improve anger regulation, and gradually accept and express sadness in a more adaptive manner. These findings contribute to the development of school counseling services by providing an alternative intervention to enhance emotion regulation and support the psychological recovery of adolescent victims of sexual harassment. Abstrak. Kasus pelecehan seksual di lingkungan sekolah dapat mengganggu regulasi emosi remaja, seperti kecenderungan menekan emosi sedih dan mengekspresikan kemarahan secara berlebihan. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi psikologis yang membantu korban mengelola emosi secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan regulasi emosi pada remaja korban pelecehan di salah satu sekolah di Kota Cirebon. Kajian didasarkan pada teori regulasi emosi Gross dan pendekatan REBT Ellis yang menekankan perubahan keyakinan irasional menjadi rasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dipilih melalui criterion-based case selection, yaitu remaja korban pelecehan dengan regulasi emosi tidak adaptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Intervensi dilaksanakan dalam tiga pertemuan meliputi asesmen, REBT dengan teknik journaling, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa REBT cukup efektif membantu korban mengembangkan pola pikir yang lebih rasional, mengendalikan kemarahan, serta menerima dan mengekspresikan emosi sedih secara lebih adaptif. Temuan ini berkontribusi sebagai alternatif layanan bimbingan dan konseling sekolah untuk meningkatkan regulasi emosi serta mendukung pemulihan psikologis remaja korban pelecehan.
Modul Pelatihan Peningkatan Self-Efficacy Guru dalam Pembelajaran Siswa Gifted Nazib Qodarrohman; Eneng Nuraili Wangi
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.9299

Abstract

Abstract. Education is an important pillar of national development, with teachers serving as the main actors in creating quality learning. In inclusive education, teachers are required to be able to teach students with diverse characteristics, including gifted students. However, many teachers still lack confidence in their ability to teach these students, which is related to aspects of competence and self-belief in carrying out their professional roles. This study aims to develop a training module focused on improving teachers’ self-efficacy in teaching gifted students. The research method uses a Research and Development (R&D) approach to develop the training module, as well as a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest model to test the module’s effectiveness. The research sample involved 53 elementary school teachers divided into two stages of trials, namely a preliminary trial and a main trial. The expert judgment results indicated that the training module is valid and feasible to use. Data analysis using a paired t-test showed a significant increase in teachers’ self-efficacy after the training. This study concludes that the developed training module is effective in improving teachers’ self-efficacy and has the potential to enhance the quality of learning for gifted students in Bandung Regency. Abstrak. Pendidikan merupakan pilar penting pembangunan bangsa, dengan guru sebagai aktor utama dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Dalam pendidikan inklusif, guru dituntut mampu mengajar siswa dengan beragam karakteristik, termasuk siswa gifted. Namun, masih banyak guru yang kurang yakin terhadap kemampuannya dalam mengajar siswa tersebut, yang berkaitan dengan aspek kompetensi dan keyakinan diri dalam menjalankan peran profesionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan modul pelatihan yang berfokus pada peningkatan self-efficacy guru dalam pembelajaran siswa gifted. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) untuk mengembangkan modul pelatihan, serta desain quasi-experimental dengan model one group pretest–posttest untuk menguji efektivitas modul. Sampel penelitian melibatkan 53 guru SD yang terbagi dalam dua tahap uji coba, yaitu uji coba awal dan uji coba utama. Hasil expert judgement menunjukkan bahwa modul pelatihan valid dan layak digunakan. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy guru secara signifikan setelah pelatihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modul pelatihan yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan self-efficacy guru dan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran siswa gifted di Kabupaten Bandung.
Pengaruh Dukungan Pasangan dan Dyadic Coping terhadap Tingkat Stres pada Wanita dengan Rheumatoid Arthritis Abidah Syakirah; Suci Nugraha
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.10324

Abstract

Abstract. Women with Rheumatoid Arthritis (RA) experience physical and psychological challenges, including stress that may worsen their condition. This study examined the influence of partner support and dyadic coping on stress levels among women with RA in the SAHARA Community. A quantitative causal design was used with 91 female participants selected through a population study. Data were collected using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Dyadic Coping Inventory (DCI), and Rheumatoid Arthritis Distress Scale (RADS). Multiple linear regression was performed using SPSS. The results showed that partner support did not significantly affect stress levels (p = 0.985), whereas dyadic coping significantly reduced stress (p = 0.006). Together, both variables significantly influenced stress. These findings suggest that dyadic coping is more effective than perceived partner support in reducing stress. Strengthening dyadic coping may help reduce stress and improve the psychological well-being of women with RA. Abstrak. Wanita dengan Rheumatoid Arthritis (RA) menghadapi tantangan fisik dan psikologis, termasuk stres yang dapat memperburuk kondisi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dukungan pasangan dan dyadic coping terhadap tingkat stres pada wanita dengan RA di Komunitas SAHARA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 91 responden yang dipilih melalui metode studi populasi. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Dyadic Coping Inventory (DCI), dan Rheumatoid Arthritis Distress Scale (RADS). Analisis dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa dukungan pasangan tidak berpengaruh signifikan terhadap stres (p = 0,985), sedangkan dyadic coping berpengaruh signifikan dalam menurunkan stres (p = 0,006). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap stres. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan dyadic coping penting untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis wanita dengan RA.
Sensation Seeking sebagai Prediktor Adiksi Game Online MOBA pada Mahasiswa Bandung Thariq Ahaddhia; Endah Nawangsih
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.10356

Abstract

Abstract. This study aimed to examine the effect of sensation seeking on online game addiction among university students who play Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) games in Bandung. A quantitative causal research design was employed, involving 415 students selected through convenience sampling. Data were collected using the Indonesian version of the Brief Sensation Seeking Scale and the Gaming Addiction Scale, both employing Likert-type responses, and analyzed using multiple linear regression. The results indicated that participants generally exhibited relatively high levels of sensation seeking, with varying effects across its dimensions. Disinhibition emerged as the strongest positive predictor of online game addiction (β = 0.125), followed by thrill and adventure seeking (β = 0.063). In contrast, Experience Seeking and boredom susceptibility showed negative effects on online game addiction (β = −0.014 and β = −0.037). These findings suggest that online game addiction among university students is primarily influenced by sensation seeking dimensions related to impulsivity and risk-taking, whereas broader exploratory tendencies may function as protective factors. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sensation seeking terhadap adiksi game online genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) pada mahasiswa di Kota Bandung. Pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas digunakan, melibatkan 415 mahasiswa yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Brief Sensation Seeking Scale versi Indonesia dan Gaming Addiction Scale berbentuk skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat sensation seeking responden berada pada kategori relatif tinggi, dengan pengaruh dimensi yang tidak seragam terhadap adiksi game online. Dimensi disinhibition menjadi prediktor paling kuat yang meningkatkan adiksi game online (β = 0,125), diikuti oleh thrill and adventure seeking (β = 0,063). Sebaliknya, Experience Seeking dan boredom susceptibility menunjukkan pengaruh negatif terhadap adiksi game online (β = −0,014 dan β = −0,037). Temuan ini menunjukkan bahwa adiksi game online pada mahasiswa terutama dipengaruhi oleh aspek sensation seeking yang berkaitan dengan impulsivitas dan pengambilan risiko, sementara dorongan eksploratif yang lebih adaptif berpotensi berperan sebagai faktor protektif.
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Akademik Doktoral Jawa Barat Ayuni Yasmin Adianti Suharta; Suci Nugraha
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.10373

Abstract

Abstract. Doctoral students face various academic and psychological challenges, including research demands, publication pressure, and role conflicts in their personal and professional lives. These conditions require academic resilience, defined as the ability to adapt and persist under academic stress. This study aimed to examine the influence of emotional intelligence and social support on academic resilience among doctoral students in West Java. A quantitative approach with a cross-sectional survey design was employed, involving 120 active doctoral students from several institutions. Data were collected using the Assessing Emotional Scale (AES), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and the Academic Resilience Scale (ARS-30). Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that emotional intelligence and social support have a positive and significant effect on academic resilience. An R-Square value of 0.840 shows that both variables explain 84% of the variance in academic resilience. These findings highlight the importance of strengthening emotional intelligence and social support to enhance doctoral students’ academic success. Abstrak. Mahasiswa program doktoral menghadapi berbagai tantangan akademik dan psikologis, seperti tuntutan penelitian, tekanan publikasi, serta konflik peran dalam kehidupan pribadi dan profesional. Kondisi tersebut memerlukan ketahanan akademik, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan sosial terhadap ketahanan akademik mahasiswa doktoral di Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional terhadap 120 mahasiswa program doktoral aktif dari berbagai institusi. Data dikumpulkan menggunakan Assessing Emotional Scale (AES), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Academic Resilience Scale (ARS-30), kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan akademik. Nilai R-Square sebesar 0,840 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 84% variasi ketahanan akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dan dukungan sosial untuk meningkatkan keberhasilan akademik mahasiswa program doktoral.
Pengambilan Keputusan Menikah Perempuan dengan Ayah Berselingkuh: Narrative Review Rahmah Aprili Setiani; Yunita Sari
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.10376

Abstract

Abstract. Paternal infidelity has significant psychological and social impacts, particularly on daughters in the emerging adulthood phase. It may reduce trust in men, create relational trauma, and influence marriage decisions. This study aimed to examine the impact of paternal infidelity and the internal and external factors affecting marriage decision-making among women with unfaithful fathers. A systematic review of 10 scientific articles published between 2015 and 2025 was conducted using narrative analysis. The findings indicate that internal factors, including trauma, insecure attachment, and personal interpretations, together with external factors such as family environment, culture, and social media, shape women's perceptions of marriage. Many women choose to delay or avoid marriage, while others use their family experiences to develop healthier relationships. In conclusion, marriage decision-making is influenced by the interaction of internal and external factors. The study highlights the importance of premarital counseling, psychological support, and further research to strengthen women's resilience after experiencing paternal infidelitys. Abstrak. Perselingkuhan ayah menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang mendalam, khususnya bagi anak perempuan pada fase emerging adulthood. Pengalaman ini dapat memengaruhi kepercayaan terhadap laki-laki, menimbulkan trauma relasional, serta memengaruhi keputusan menikah. Penelitian ini bertujuan meninjau dampak perselingkuhan ayah serta faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengambilan keputusan menikah pada perempuan dengan pengalaman ayah berselingkuh. Penelitian menggunakan metode systematic review terhadap 10 artikel ilmiah terbitan 2015–2025 yang dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa trauma, pola attachment yang tidak aman, dan pemaknaan pribadi, serta lingkungan keluarga, budaya, dan media sosial, berperan dalam membentuk persepsi dan keputusan menikah. Sebagian perempuan memilih menunda atau menghindari pernikahan, sedangkan sebagian lainnya menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk membangun hubungan yang lebih sehat. Penelitian ini menekankan pentingnya konseling pranikah, dukungan psikologis, dan penelitian lanjutan untuk memperkuat resiliensi perempuan dalam menghadapi dampak perselingkuhan ayah.

Page 12 of 12 | Total Record : 117