cover
Contact Name
Dewi Rosiana
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrp@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Psikologi
ISSN : 28083164     EISSN : 27986071     DOI : https://doi.org/10.29313/jrp.v1i2
Jurnal Riset Psikologi (JRP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Psikologi Sosial, Pendidikan, dll. JRP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6071 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 97 Documents
Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Komitmen Afektif Karyawan Generasi Z Azelia Almira Islamey; Ayu Tuty Utami
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5122

Abstract

Abstract. In a dynamic work environment, it is important for organizations to have a deep understanding of Generation Z. Allen & Meyer (1991), defined affective commitment as an individual's emotional attachment to the organization they work for. One way to increase this affective commitment is to provide organizational support to employees. Eisenberger (1986) defines perceived organizational support as the perception of employees as the extent to which employees feel that their organization values their contribution and cares about their well-being. The purpose of this study is to find out the influence of perceived organizational support on the affective commitment of generation Z employees. The method used in this study is a quantitative causality method using simple linear regression analysis. The instrument used is The Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) based on Eisenberger's theory (1986) adapted by Syahputra, W., Yundianto, D., & Indrawardhana, E. (2022) and the affective commitment scale from Allen & Meyer (1991) which has been adapted by Suseno, M. N. M. (2019). The results of this study show that perceived organizational support has an influence on affective commitment of 0.307, meaning that there are other factors that can affect the existence of affective commitment in generation Z employees in Bandung city corporations. Abstrak. Lingkungan kerja yang dinamis, penting bagi organisasi untuk memiliki pemahaman tentang generasi Z. Allen & Meyer (1991), mendefinisikan komitmen afektif sebagai ikatan emosional individu terhadap organisasi tempat mereka bekerja. Salah satu cara meningkatkan komitmen afektif adalah dengan memberikan dukungan organisasi kepada para karyawan. Eisenberger (1986) mendefinisikan perceived organizational support sebagai persepsi karyawan megenai sejauh mana karyawan merasa bahwa organisasi menghargai kontribusi dan peduli terhadap kesejahteraan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh perceived organizational support terhadap komitmen afektif karyawan generasi Z. Subjek pada penelitian ini adalah karyawan generasi Z di korporasi kota Bandung, yang berjumlah 96 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif kausalitas dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Instrumen yang digunakan adalah The Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) berdasarkan teori Eisenberger (1986) yang diadaptasi oleh Syahputra, W., Yundianto, D., & Indrawardhana, E. (2022) dan skala komitmen afektif dari Allen & Meyer (1991) yang telah diadaptasi oleh Suseno, M. N. M. (2019). Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa perceived organizational support memiliki pengaruh terhadap komitmen afektif sebesar 0.307 artinya terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi adanya komitmen afektif pada karyawan generasi Z di korporasi kota Bandung.
Hubungan antara Tipe Kepribadian Big-Five dengan Gambling Disorder pada Pemain Judi Online Riki Agung Sonjaya; Fanni Putri Diantina
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5130

Abstract

Abstract. Gambling is a form of gaming that involves a certain amount of money. Gambling in the current era is growing rapidly where there are lots of sites that provide various types. Gambling that is currently popular is online slot gambling. This gambling causes addictive behavior, uncontrolled gambling behavior can become a problem. This personality greatly influences a person's addiction, nature and personality are one of the factors that can influence a person's addiction. Therefore, this research aims to see the relationship between the Big Five personality theory and Gambling Disorder in online slot gambling players. The instruments used in this research were the Big Five Inventory-2 (BFI-2) developed by Soto & John (2017) and adapted to the Indonesian version by Ahya & Siaputra (2021) and the Problem Gambling Severity Index (PGSI) developed by Ferris & Wynne (2001). This research data was obtained from 280 respondents selected using purposive sampling techniques. This research method uses a correlational method with Spearman rank test analysis. The research results show that the Openness aspect has a significant positive correlation with gambling disorders of (0.495), the Conscientiousness aspect has a significant positive correlation of (0.522), the Extraversion aspect has a significant positive correlation of (0.148), the Agreeableness aspect has a significant positive correlation of (0.148) a significant positive correlation of (0.227), and the Neuroticism aspect has a significant positive correlation. positive (0.596). Abstrak. Gambling merupakan sebuah bentuk permainan yang melibatkan sejumlah uang, perjudian di era sekarang berkembang pesat dimana banyak situs-situs yang menyediakan beragam jenisnya, perjudian yang sedang marak saat ini yaitu judi slot online. Perjudian ini menimbulkan perilaku kecanduan, perilaku berjudi yang tidak terkendali dapat menjadi masalah (problematic). Kepribadian ini sangat mempengaruhi dari kecanduan seseorang, sifat dan kepribadian adalah salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap kecanduan dari individu. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Teori kepribadian Big Five dan Gambling Disorder pada pemain judi slot online. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Big Five Inventory-2 (BFI-2) yang dikembangkan oleh Soto & John (2017) dan diadaptasi ke versi bahasa Indonesia oleh Ahya & Siaputra (2021) dan Problem Gambling Severity Index (PGSI) yang dikembangkan oleh Ferris & Wynne (2001). Data penelitian ini diperoleh dari 280 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan analisis uji rank spearman. Hasil menunjukan aspek Openness signifikan berkorelasi positif terhadap gambling disorder sebesar (0,495), aspek Conscientiousness signifikan berkorelasi positif sebesar (0,522), aspek Extraversion signifikan berkorelasi positif sebesar (0,148), aspek Agreeableness signifikan berkorelasi positif sebesar (0,227), dan aspek Neuroticism signifikan berkorelasi positif sebesar (0,596).
Pengaruh Family Resilience terhadap Subjective Well-Being Ibu dari Anak Pengidap Kanker Raden Hafiyya Nurfadhilah; Susandari
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5228

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine how family resilience affects subjective well-being in mothers of children with cancer. Walsh (2006) explains family resilience is a process of coping and adaptation in the family as a functional unit. According to Diener (2002) Subjective well-being is an individual's subjective evaluation, including life satisfaction and feelings they feel. The subjects of this study were 50 mothers of children with cancer who lived temporarily in a halfway house. The hypothesis of this study is that family resilience has a significant effect on the subjective well-being of mothers of children with cancer. The method used is quantitative with simple regression analysis. The measuring instrument used is the Family Resilience Assessment Scale (FRAS) developed by Sixbey (2005) and then adapted into Indonesian by Iskandarsyah et al. (2014). The subjective well-being measuring instrument uses the Satisfaction With Life Scale (SWLS) by Diener (1985) which was adapted into Indonesian by Akhtar (2019) to measure the cognitive dimension and the Scale of Positive and Negative Experience (SPANE) by Diener (2010) which was adapted in Indonesian by Aryanto (2018). The regression results show that family resilience affects subjective well-being. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh family resilience terhadap subjective well-being pada ibu dari anak pengidap kanker. Walsh (2006) menjelaskan family resilience merupakan proses coping dan adaptasi dalam keluarga sebagai suatu unit yang fungsional. Menurut Diener (2002) Subjective well-being adalah evaluasi subyektif individu, termasuk kepuasan hidup dan perasaan yang dirasakannya. Subjek penelitian ini adalah 50 ibu dari anak pengidap kanker yang tinggal sementara di rumah singgah. Hipotesis penelitian ini adalah family resilience berpengaruh secara signifikan terhadap subjective well-being ibu dari anak pengidap kanker. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Alat ukur yang digunakan adalah Family Resilience Assessment Scale (FRAS) yang dikembangkan oleh Sixbey (2005) lalu diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Iskandarsyah et al. (2014). Alat ukur subjective well-being menggunakan Satisfaction With Life Scale (SWLS) oleh Diener (1985) yang diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Akhtar (2019) untuk mengukur dimensi kognitif dan Scale of Positive and Negatif Experience (SPANE) oleh Diener (2010) yang diadaptasi dalam Bahasa Indonesia oleh Aryanto (2018). Hasil regresi menunjukan bahwa family resilience berpengaruh terhadap subjective well-being.
Pengaruh Interpersonal Communication terhadap Competitive Anxiety pada Atlet Ganda Bulutangkis PORDA Jawa Barat Irgi Achmad Riyadi; Suhana
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5273

Abstract

Abstract. Psychological factors play a crucial role in sport, as they drive or direct athlete performance and determine 80% of athlete victories. One of the psychological factors that affect athletes during competition is anxiety. One response that can affect athlete anxiety is interpersonal communication. This study uses a quantitative research design with the causality method. The research sample consisted of 133 respondents of West Java PORDA badminton doubles athletes with random sampling technique. The measuring instruments used were the Interpersonal Communication Inventory from Millard J. Bienvenu and the Sport Competition Anxiety Test from Rainer Martens. Data analysis was performed using simple linear regression techniques to measure the effect of Interpersonal Communication and Competitive Anxiety. The results showed that Interpersonal Communication had an influence of 20.6% on Competitive Anxiety in West Java PORDA badminton doubles athletes with an R Square value of 0.103. These findings indicate that the effect of Interpersonal Communication on Competitive Anxiety is in the low category. This shows that there are 79.4% other factors that influence Competitive Anxiety. Future research needs to consider other independent variables that can affect Competitive Anxiety and reconsider the sample criteria to be used. Abstrak. Faktor psikologis memiliki peran krusial dalam olahraga, karena menjadi pendorong atau pengarah performa atlet dan menentukan 80% dari kemenangan atlet. Salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi atlet saat kompetisi adalah kecemasan. Salah satu respons yang dapat mempengaruhi kecemasan atlet adalah komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode kausalitas. Sampel penelitian terdiri dari 133 responden atlet ganda bulutangkis PORDA Jawa Barat dengan teknik random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Interpersonal Communication Inventory dari Millard J. Bienvenu dan Sport Competition Anxiety Test dari Rainer Martens. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear sederhana untuk mengukur pengaruh Interpersonal Communication dan Competitive Anxiety. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interpersonal Communication memiliki pengaruh sebesar 20,6% terhadap Competitive Anxiety pada atlet ganda bulutangkis PORDA Jawa Barat dengan nilai R-Square sebesar 0,103. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh Interpersonal Communication terhadap Competitive Anxiety berada pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat 79,4% faktor lainnya yang mempengaruhi Competitive Anxiety. Penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan variabel independen lain yang dapat mempengaruhi Competitive Anxiety dan mempertimbangkan kembali kriteria sampel yang akan digunakan.
Pengaruh Self-esteem terhadap Parasocial Relationship Penggemar K-Pop di Kota Bandung Desanty Rachmayani Rochendy Putri; Muhammad Ilmi Hatta
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5274

Abstract

Abstract. On the platform X parasocial relationship phenomenon, many claim to be stuck with their idols. Turner explained that individuals who are in the low self-esteem category are more likely to form a parasocial relationship. This study aims to determine how much self-esteem influences parasocial relationships among K-Pop fans in Bandung. The study used a quantitative research design with a causality method. The research sample consisted of 306 K-Pop fan respondents with a purposive sampling technique. The measuring instrument used was the Rosenberg Self-Esteem Scale which was constructed by Maroqi (2018) and the Multiple Parasocial Relationship Scale which the researcher adapted. The data analysis process was carried out using multiple regression techniques to measure the influence of self-esteem and its two aspects, self-competence and self-worthiness, on parasocial relationships. The results showed that self-esteem had an influence of 0.8% on parasocial relationships among K-Pop fans in Bandung. The self-competence aspect does not affect parasocial relationships and the self-worthiness aspect has an effect of 0.16%. This finding shows that the effect of self-esteem on parasocial relationships is in the low category. This indicates that other factors may have a greater influence on the development of this parasocial relationship. Abstrak. Pada platform X fenomena hubungan parasocial, banyak yang mengaku terjebak dengan idolanya. Turner menjelaskan bahwa individu yang berada pada kategori self-esteem rendah memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk menciptakan suatu hubungan parasosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh self-esteem terhadap parasocial relationship terhadap penggemar K-Pop di Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode kausalitas. Sampel penelitian terdiri dari 306 responden penggemar K-Pop dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale yang sudah dikonstruksikan oleh Maroqi (2018) dan Multiple Parasocial Relationship Scale yang diadaptasi oleh peneliti. Proses analisis data menggunakan teknik regresi berganda untuk mengukur pengaruh self-esteem dan kedua aspeknya yaitu self-competence dan self-worthiness terhadap parasocial relationship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem memiliki pengaruh sebesar 0,8% terhadap parasocial relationship terhadap penggemar K-Pop di Kota Bandung. Aspek self-competence tidak memberikan pengaruh pada parasocial relationship dan aspek self-worthiness memberikan pengaruh sebesar 0,16%. Temuan ini menunjukkan bahwa kontribusi self-esteem terhadap parasocial relationship rendah. Hal ini menunjukkan terdapat faktor lain yang mungkin memiliki pengaruh lebih besar terhadap perkembangan hubungan parasosial ini.
Penerapan Self Regulated Learning sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB Muayadah, Faisatul
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5445

Abstract

Abstract. Learning motivation plays a crucial role in students' academic achievement, especially at the high school level. Many students experience a decline in learning motivation, indicated by their inability to set learning goals, lack of initiative, and frequent procrastination. This study aims to enhance students' learning motivation by applying self-regulated learning (SRL) strategies and to identify the levels of learning motivation among students at SMA Muhammadiyah 10 GKB. The research employed a quantitative method with a one-group pretest-posttest design. The participants were students with moderate learning motivation, evaluated through interviews and observations. The findings revealed that the implementation of SRL significantly increased students' learning motivation. The motivation scores improved from a moderate category (pretest scores <81.3) to a high category (post-test scores >81.3) after the intervention. The Wilcoxon test showed significant results (Asymp. Sig. 0.003), confirming the effectiveness of the intervention. The SRL technique helped students manage their time, set goals, solve problems, and evaluate learning outcomes, making them more independent and motivated. Abstrak. Motivasi belajar sangat penting bagi prestasi akademik siswa, terutama di Sekolah Menengah Atas. Banyak siswa mengalami penurunan motivasi belajar. Indikator rendahnya motivasi ini meliputi ketidakmampuan menetapkan tujuan belajar, kurangnya inisiatif , dan sering menunda tugas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Siswa dengan mnerapkan strategi self-regulated learning (SRL) serta untuk mengetahui tingkatan motivasi belajar siswa-siswi SMA Muhammadiyah 10 GKB. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-postest. Subjek penelitian adalah siswa dengan motivasi belajar dalam kategori sedanh, yang dievaluasi melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SRL secara signifikan meningatkan motivasi belajar siswa. Skor motivasi belajar meningkat dari kategori sedang (nilai pretest <81,3) menjadi kategori tinggi (nilai post-test >81,3) setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan (Asymp. Sig. 0,003), mengonfirmasi efektifitas intervensi. Teknik SRL membantu siswa dalam mengelola waktu, menetapkan tujuan, memecahakan masalah, dan mengevaluasi hasil belajar, sehingga mereka menjadi lebih mandiri dan termotivasi.
Pengembangan Keterampilan Manajemen Waktu sebagai upaya mengatasi Prokrastinasi akademik pada siswa SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Salma Nadia; Sholichah, Ima Fitri
Jurnal Riset Psikologi Volume 4, No. 2 Desember 2024, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v4i2.5446

Abstract

Manajemen waktu yang efektif merupakan keterampilan penting yang dapat membantu siswa mengatasi prorktasinasi. Kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan memprioritaskan tugas secara efektif dapat mengurangi kecenderungan menunda-nunda dan membantu siswa mengelola beban akademik mereka dengan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah prokrastinasi akademik yang sering dialami siswa melalui pengembangan keterampilan manajemen waktu. Prokrastinasi berdampak negatif pada prestasi akademik, stres, dan kesejahteraan siswa. Studi ini melibatkan siswa kelas 10 di SMA Muhammadiyah 10 GKB. Program yang dirancang meliputi pre-test, intervensi menggunakan metode manajemen waktu, dan evaluasi melalui post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat prokrastinasi akademik secara signifikan setelah pelaksanaan program.Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan skor prokrastinasi pada beberapa siswa, perbedaan antara pre-test dan post-test tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Hasil ini menunjukkan perlunya penyesuaian metode atau durasi program untuk meningkatkan efektivitasnya. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen waktu dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan siswa. dan mengevaluasi proses belajar secara mandiri.
The Implication Time Budget Pressure and Task Complexity in Dysfunctional Audit Behavior Rifqi Farisan Akbar
Jurnal Riset Psikologi Volume 5, No. 1 Juli 2025, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v5i1.6906

Abstract

Abstract.This study examines the influence of time budget pressure and audit task complexity on dysfunctional audit behavior (DAB) among certified public accountants in South Sulawesi, Indonesia. DAB includes actions such as premature audit sign-off and underreporting of audit time, often triggered by stress, cognitive overload, and role conflict. Grounded in bounded rationality and cognitive load theories, the research assumes that increased pressure and task complexity prompt auditors to rely on heuristics or shortcuts that compromise audit quality. Using a quantitative approach, structured questionnaires were distributed to 313 auditors selected through stratified random sampling. Correlation and regression analyses show that time budget pressure significantly influences premature sign-off (RAQP: r = 0.679; β = 1.021; p < 0.01) and underreporting (URT: r = 0.570; β = 0.536; p < 0.01). Audit task complexity also correlates with DAB, albeit more weakly (RAQP: r = 0.478; β = 0.552; URT: r = 0.350; β = 0.177; p < 0.01). These findings highlight the need for organizational interventions, including stress management, workload regulation, and realistic budgeting, to mitigate DAB. The study offers valuable insights for audit firms and regulators in promoting ethical and high-quality audit practices despite organizational pressures.   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tekanan anggaran waktu dan kompleksitas tugas terhadap perilaku audit disfungsional (Dysfunctional Audit Behavior/DAB) pada auditor eksternal tersertifikasi di Sulawesi Selatan, Indonesia. DAB merupakan perilaku menyimpang yang menurunkan kualitas audit, seperti premature sign-off dan underreporting audit time, yang secara psikologis dipengaruhi stres, kelebihan beban kognitif, dan konflik peran. Teori rasionalitas terbatas (bounded rationality) dan beban kognitif, studi ini mengasumsikan bahwa tekanan organisasi dan kerumitan tugas dapat mendorong auditor untuk menggunakan heuristik atau jalan pintas dalam menyelesaikan tugas audit. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 313 auditor melalui teknik stratified random sampling. Hasil analisis korelasi dan regresi menunjukkan bahwa tekanan anggaran waktu memiliki pengaruh signifikan terhadap RAQP (r=0,679; β=1,021; p<0,01) dan URT (r=0,570; β=0,536; p<0,01), sedangkan kompleksitas tugas juga menunjukkan hubungan signifikan namun lebih rendah terhadap kedua bentuk DAB (RAQP: r=0,478; β=0,552; URT: r=0,350; β=0,177; p<0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan tekanan waktu dan kompleksitas tugas berpotensi besar dalam mendorong perilaku disfungsional, sehingga diperlukan intervensi organisasi berupa pelatihan manajemen stres, penyesuaian beban kerja, serta evaluasi realistis terhadap alokasi waktu dan tugas audit. Studi ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam perumusan kebijakan internal dan pengawasan audit yang lebih adaptif terhadap tekanan psikologis auditor.
Hubungan Stres Akademik dengan Perilaku Cyberloafing pada Mahasiswa Muhammad Nurul Aziz; Oki Mardiawan
Jurnal Riset Psikologi Volume 5, No. 1 Juli 2025, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v5i1.6351

Abstract

Abstract. This research aims to determine the relationship between academic stress and cyberloafing behavior among students in the city of Bandung. This research uses a cross-sectional survey. The measuring instruments used in this research are academic stress which was measured using the Student-Life Stress Inventory (SSI) adapted by Pragholapati and cyberloafing which was measured using the cyberloafing scale adapted by Simanjuntak. The sample for this research was 291 student respondents in Bandung City. From the results of confirmatory factor analysis with SEM, the proposed model meets the fit criteria (GFI = 0.935; CFI = 0.954; IFI = 0.954; NFI = 0.908; RMSEA = 0.057). The results of research using the Structural Equation Modeling (SEM) analysis model show that there is a positive relationship between academic stress and cyberloafing behavior in students in Bandung City with a positive significant value of 0.084. This value shows that there is a weak correlation between academic stress and cyberloafing behavior with a positive relationship, so the higher the level of academic stress, the higher the level of cyberloafing among students in Bandung City. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara stres akademik dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan survey dengan cross-sectional. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yakni stres akademik yang diukur menggunakan Student-Life Stress Inventory (SSI) yang diadaptasi oleh Pragholapati dan cyberloafing yang diukur mengunakan skala cyberloafing yang diadaptasi oleh Simanjuntak. Sampel penelitian ini sebanyak 291 responden mahasiswa di Kota Bandung. Dari hasil analisis faktor konfirmatori dengan SEM, model yang diajukan memenuhi kriteria fit (GFI = 0,935; CFI = 0,954; IFI = 0,954; NFI = 0.908; RMSEA = 0,057). Hasil penelitian dengan menggunakan model analisis Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara stres akademik dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa di Kota Bandung dengan nilai signifikan positif sebesar 0.084. Nilai tersebut menunjukkan adanya korelasi yang lemah antara stres akademik dengan perilaku cyberloafing dengan arah hubungan positif, maka semakin tinggi tingkat stres akademik maka semakin tinggi pula tingkat cyberloafing pada mahasiswa di Kota Bandung.
Scoping Review: Mengupas Faktor-Faktor Romantic Jealousy di Era Instagram Tiara Rabiah Aulia; Yunita Sari
Jurnal Riset Psikologi Volume 5, No. 1 Juli 2025, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v5i1.6373

Abstract

Abstract. The advancement of the internet today makes it easy for everyone to connect through various platforms, one of which is Instagram. Instagram tends to have a negative impact on romantic relationships. This article aims to explore the causes and consequences of romantic jealousy occurring on social media, particularly Instagram. The method used in writing this article is a scoping review. The author searched for articles related to romantic jealousy through Google Scholar, Scopus, Sagepub, ScienceDirect, Taylor and Francis, and SpringerLink, resulting in 72 articles from Indonesia and abroad within the time frame of 2013 to 2023. After selection based on criteria, 62 articles did not meet the requirements, leaving only 10 articles used in this study. The results of the exploration indicate that romantic jealousy is largely influenced by internal factors. These factors interrelate and are amplified by the presence of the Instagram platform, especially due to the increasingly comprehensive features Instagram offers. Repeated experiences of romantic jealousy can have negative impacts on the individual, their partner, and their relationship. Abstrak. Kemajuan internet saat ini membuat setiap orang dengan mudah saling terhubung melalui berbagai platform yang ada salah satunya melalui Instagram. Aplikasi Instagram saat ini cenderung memberikan dampak negatif bagi relasi romantis seseorang. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi sebab dan akibat romantic jealousy yang terjadi di media sosial khususnya Instagram. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu scoping review. Penulis mencari artikel-artikel terkait romantic jealousy melalui Google Scholar, Scopus, Sagepub, ScienceDirect, Taylor and Francis, juga SpringerLink dan menghasilkan 72 artikel dari Indonesia dan luar negeri dengan rentang batasan tahun 2013 sampai 2023. Setelah diseleksi sesuai kriteria, 62 artikel tidak memenuhi syarat, sehingga hanya 10 artikel yang digunakan dalam artikel ini. Hasil dari eksplorasi menunjukkan bahwa romantic jealousy sebagian besar dipengaruhi oleh faktor internal. Hal ini saling mempengaruhi dan diperkuat oleh adanya platform Instagram, khususnya karena fitur yang dimiliki Instagram saat ini semakin lengkap. Romantic jealousy yang dialami secara berulang pun dapat menimbulkan dampak negatif baik untuk diri sendiri, pasangan, maupun hubungan.

Page 9 of 10 | Total Record : 97