cover
Contact Name
Siti Zuraida Muhsinin
Contact Email
zuraidamuhsinin@gmail.com
Phone
+6281904157261
Journal Mail Official
zuraidamuhsinin@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Univeristas Nahdlatul Wathan Jl. Merdeka Raya – Karang Pule - Mataram Tlpn. (0370) 6161208, Fax. (0370) 6161246
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
ISSN : 24425087     EISSN : 27768449     DOI : https://doi.org/10.51673/jikf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) dengan e ISSN : 2776-8449, p ISSN : 2442-5087 adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jurnal ini adalah Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk Ilmu Kesehatan dan Farmasi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) menerima artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan diterbitkan 2 kali setahun : Maret dan September.
Articles 191 Documents
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Tanda-tanda Bahaya Persalinan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Mubayyina, Firdaus; Utami, Pramita Putri; Wigati, Dewi Endah
JIKF Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v12i2.2435

Abstract

Salah satu faktor tingginya AKI di Indonesia adalah disebabkan karena relatif masih rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Indikator ini masih menjadi indikator porsi kematian ibu (AKI) yang penting dan baik serta selalu diperhatikan dalam beberapa bahasan. Semakin tinggi cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan semakin rendah risiko terjadinya kematian Pada tingkat pengetahuan masih banyak keluarga yang belum mengetahui mengenai pentingnya melakukan persalinan yang sehat dan aman oleh tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian cross sectional dengan pendekatan observasional analitik dengan mengambil data ibu hamil TM III dengan populasi sebanyak 1.035 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30 sampel ibu hamil trimester III. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan ibu yang memilih tempat persalinan yang faskes lebih banyak ditemukan pada ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 16 orang (69,6%) dan ibu yang memilih tempat persalinan non faskes lebih banyak ditemukan pada ibu yang berpengetahuan cukup dan kurang sebanyak 3 orang (42,9%). Jadi dapat disimpulkan bahwa dari tingkat pengetahuan yang dimiliki, ibu cenderung memilih tempat persalinan faskes. Berdasarkan uji statistic mengguanakan chi-square, didapatkan hasil p value 0,034 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan dengan pemilihan tempat persalinan.
Pengetahuan Masyarakat Tentang Wacana Pelepasan Nyamuk Wolbachia Dalam Pengendalian Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Aisyah, Siti; Setiawan, Johandri; Pujiningsih, Erniawati; Irianto, Irni Dwi Astiti
JIKF Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v12i2.2437

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Bakteri Wolbachia adalah inovasi yang dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga virus dengue tidak akan menular ke dalam tubuh manusia, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang wacana pelepasan nyamuk wolbhacia dalam pengedalian kasus demam berdarah dengue. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, Sampel penelitian ini berjumlah 96 orang Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 20 pernyataan tertutup. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan tekhnik Purposive sampling. hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang wacana pelepasan nyamuk wolbachia dalam pengedalian kasus demam berdarah dengue berada dalam kategori cukup yakni 40 responden (41,7%), kurang yakni 29 responden (30,2%),baik yakni 27 responden (28,1%). Diharapkan Masyarakat berperan aktif mencari sumber informasi mengenai nyamuk Wolbachia dari sumber yang relevan untuk menghindari informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan dan perlunya upaya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai nyamuk Wolbachia sehinga masyarakat siap dan mengetahui seberapa penting inovasi ini dapat mengendalikan kejadian Demam Berdarah Dengue.
Duration of Early Breastfeeding Initiation for Hypothermia Prevention at Karang Taliwang Health Center in 2024 Utami, Pramita Putri; Hidayati, Nurul; Supriwandani, Heru
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2536

Abstract

One of the advantages of IMD is preventing hypothermia in newborns. Hypothermia contributes to 7% of infant mortality in Indonesia. This is related to the importance of IMD to preventing hypothermia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the duration of Early Breastfeeding Initiation on preventing Hypothermia at the Karang Taliwang Health Center in 2024. The study was conducted in September 2024, the researcher used an observational pre-experimental research design in the form of a design using the One Group Pretest Posttest design. In this study, the sampling technique used was Accidental Sampling. The number of respondents in this study was 14 samples of normal newborns. From the results of the study, was obtained before IMD was carried out, there were 2 samples with hypothermia criteria (14.29%), 12 samples with cold stress criteria (85.71%), and no samples with normal temperature criteria. And the data after early breastfeeding initiation was carried out, there were no respondents with hypothermia criteria (0%), 5 samples with cold stress criteria as many as (35.71%), and 9 samples with normal temperature criteria as many as (64.29%). The results of the Wilcoxon Signed Ranks analysis test 0.002, are smaller than the error limit of α = 0.05, meaning that H1 is accepted and H0 is rejected, which means that the duration of early breastfeeding initiation is effective in preventing hypothermia at the Karang Taliwang Health Center in 2024.
A Uji Sifat Fisik Sediaan Krim Pelembab (Moisturizer) Dari Ekstrak Air Buah Pisang Kepok (Musa Acuminata Balbisiana Colla) Ningsih, Ade Irma Fitria; Ifada, Andy Susbandiyah; Sari, Septya Elvia
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2582

Abstract

Buah pisang mengandung gula alami seperti sukrosa, fruktosa dan glukosa sehingga buah ini dapat menutrisi kulit. Kandungan didalam pisang yang bermanfaat untuk kulit diantaranya potassium dan glukosa yang berguna menghidrasi dan melembabkan kulit. Pelembab (moisturizer) merupakan sediaan yang digunakan untuk memperbaiki kulit yang kering. Pelembab yang baik harus memenuhi standar persyaratan sehingga perlu dilakukan uji sifat fisik untuk melihat mutu dari pelembab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sifat fisik ekstrak air buah pisang kepok (Musa acuminata balbisiana Colla) dalam bentuk sediaan krim pelembab. Penelitian ini bersifat eksperimental. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa hasil uji organoleptis F1, F2, dan F3 replikasi I, II dan III memiliki hasil yang sama yaitu berbau khas, namun F1 berwarna putih, F2 berwarna cream pucat, F3 berwarna cream, dan ketiga formulasi memiliki hasil tekstur yang sama. Pada uji Ph F1, F2 dan F3 pada hari pertama memiliki hasil rata-rata 4,6 dan hari ke-enam 4.5. Pada uji homogenitas bahwa F1, F2 dan F3 replikasi I, II dan III memiliki hasil yang sama menunjukkan sediaan homogen. Pada uji daya sebar F1, F2 dan F3 replikasi I, II, dan III memiliki hasil yang menunjukkan bahwa F1, F2 dan F3 sudah sesuai dan memenuhi standar untuk daya sebar. Pada uji daya lekat F1, F2 dan F3 replikasi I, II dan III memiliki hasil yang menunjukkan sediaan memenuhi syarat uji daya lekat. Sediaan krim pelembab dari ekstrak air buah pisang kepok sudah memenuhi standar uji sifat fisik. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang uji iritasi, uji kelembaban, uji mudahan tercucikan air, uji tipe emulsi dan uji stabilitas .
Efektivitas Edukasi Pencegahan Stunting Pada Remaja Berbasis pesantren Di Pondok pesantren Darul Aman, Mataram, Nusa Tenggara Barat Irianto, Irni Dwi Astiti; Aisyah, Siti
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2603

Abstract

Pencegahan stunting sejatinya harus dimulai sejak masa remaja, karena periode ini merupakan masa persiapan menuju usia pernikahan dan kehamilan. Remaja, khususnya remaja putri, akan menjadi calon ibu yang sangat menentukan status gizi anak yang akan dilahirkan. stunting didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan standar usianya (Reny Nugraheni, 2024) Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui efektivitas eduaksi pencegahan stunting pada remaja berbasis pesantren, Penelitian ini menggunakan teknik survey deskriptif yaitu mengetahui efektivitas eduaksi pencegahan stunting pada remaja berbasis pesantren, jumlah sampel adalah 32 remaja putri. Alat pengumpulan data yang di gunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebelum penerapan edukasi 50% remaja putri memahami pencegahan stunting dan di dapatkan setelah penerapan edukasi 67,5% remaja putri memahami pencegahan stunting Kesimpulan: terdapat peningkatan setelah penerapan eduaksi pencegahan stunting pada remaja . Diharapkan: perlu keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, orang tua dalam memberikan pemahaman pencegahan stunting pada remaja karena remaja putri harus dipersiapkan menuju usia pernikahan dan kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting pada generasi selanjutnya.
Profil Pengobatan Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Aikmel Lombok Timur Periode Januari-Maret Tahun 2023 Oktaviani, Nur; Sidrotullah, M.
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2607

Abstract

Menurut undang-undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pengobatan antihipertensi pada pasien rawat jalan di UPT BLUD Puskesmas Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriftif dengan cara pengumpulan data melalui resep. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua resep pasien hipertensi di. Sampel penelitian ini adalah resep pasien rawat jalan hipertensi. Hasil penelitian di UPT BLUD Puskesmas Aikmel Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur pasien yang lebih banyak menderita hipertensi ialah Perempuan yang dapat dilihat pada lembar resep yaitu sebanyak 60 resep (77,92%). Obat yang paling banyak digunakan ialah amlodipine, yaitu sebanyak 95 resep (62,5%). Golongan obat paling banyak ialah anatgonis kalsium/CCB yaitu 95 resep (62,5%). Dapat disimpulkan bahwa pasien yang lebih banyak menderita hipertensi ialah Perempuan yang dapat dilihat pada lembar resep yaitu sebanyak 60 resep (77,92%). Obat yang paling banyak digunakan ialah amlodipine, yaitu sebanyak 95 resep (62,5%). Golongan obat paling banyak ialah anatgonis kalsium/CCB yaitu 95 resep (62,5%).
Hubungan Pola Pengobatan dan Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Antihipertensi Pada Pasien Lanjut Usia di Puskesmas Rensing Lombok Timur Tahun 2025 Radiah, Nur; Oktaviani, Nur
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2608

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. Kepatuhan yang rendah dapat meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan dan tingkat kepatuhan konsumsi obat antihipertensi pada pasien lanjut usia di Puskesmas Rensing serta hubungan antara keduanya. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 responden lansia hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola pengobatan dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien menggunakan kombinasi ≥3 obat antihipertensi (8,1%), diikuti monoterapi (56,7%) dan kombinasi 2 obat (35,1%). Tingkat kepatuhan pasien didominasi kategori sedang (56,7%). Terdapat hubungan bermakna antara jenis terapi, frekuensi konsumsi obat, lama pemakaian, dan jenis obat dengan tingkat kepatuhan pasien (p < 0,05). Sedangkan penghentian konsumsi obat tanpa konsultasi tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap pola konsumsi obat antihipertensi pada lansia untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
A. Md. Kep Gambaran Kualitas Tidur Pada Pasien Hemodialisis Susanti, Dewi; Musniati, Musniati; Kusumawardani, Diny; Muhsinin, Siti Zuraida
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2629

Abstract

Latar belakang gagal ginjal kronik (GGK) tahap akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD) adalah keadaan dimana ginjal mengalami kerusakan secara progresif dan ireversibel sehingga gagal dalam mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan, elektrolit, dan asam basa. Gagal ginjal kronik menyebabkan pasien harus menjalani terapi hemodialisis secara rutin. Salah satu dampak dari terapi ini adalah gangguan kualitas tidur yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD H. Moh. Ruslan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 63 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun sebanyak 23 (36,5%) responden, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 37 (58,7%) responden, dan menjalani hemodialisis selama 1–3 tahun sebanyak 44 (69,8%) responden. Kesimpulan berdasarkan skor PSQI, sebanyak 49 (77,8%) responden mengalami kualitas tidur yang buruk, sementara hanya 14 (22,2%) responden memiliki kualitas tidur yang baik. Sebagian besar pasien hemodialisis di RSUD H. Moh. Ruslan. mengalami kualitas tidur yang buruk. Saran Diharapkan perawat dapat melakukan intervensi seperti edukasi mengenai sleep hygiene dan dukungan keluarga dalam perawatan.
Hambatan Sosial Budaya dalam Pencegahan Anemia pada ibu Hamil: Studi Fenomenologis di Wilayah Lombok Timur, NTB Safinatunnaja, Bq.; Mawaddah, Shohipatul; Mutianingsih, Rosa
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2657

Abstract

Anemia during pregnancy remains a significant public health issue in Indonesia, including in West Nusa Tenggara Province. Despite various intervention efforts, such as the distribution of Iron and Folic Acid (IFA) tablets, the prevalence of anemia remains high. This study aims to explore the socio-cultural barriers faced by pregnant women in preventing anemia, particularly in East Lombok Regency, using a qualitative phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document reviews, and analyzed using a thematic interpretative approach based on the Health Belief Model (HBM). The findings indicate that low risk perception, limited understanding of the dangers of anemia, physical and cultural barriers to IFA tablet consumption, and lack of support from families and healthcare providers are the main factors influencing anemia prevention behavior. This study recommends the need for a contextual education approach rooted in local cultural values, as well as the active involvement of community leaders and family members in promoting maternal health.
The Influence The Influence Of Health Promotion Through E-Booklet Media On Knowledge About Gastritis Prevention In Adolescents At SMPN 5 Masbagik Taufandas, Maruli; Aupia, Anatun; Ikhwani, Dina Alfiana; Muhsinin, Siti Zuraida; Khairari, Nandang DD.
JIKF Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v13i1.2660

Abstract

Background : Gastritis, commonly known as stomach ache, is a prevalent disease in society, but it is often underestimated and disregarded by those affected. The variable in this study is health promotion throught e-booklets, and the dependent variable in this study is knowledge of gastritis prevention. Objective :To determine the effect of health promotion through e-booklet and leaflet media on knowledge of gastritis prevention among adolescents at SMPN 5 Masbagik. Method :This research employed a Quasi-Experimental study design involving two groups, aiming to describe the presence or absence of influence and comparison between e-booklet and leaflet media in enhancing adolescents' knowledge about gastritis prevention. The study involved 67 respondents with a stratified random sampling technique. Data were processed using statistical tests, Wilcoxon tests, and Mann-Whitney tests. Result :The study indicated that adolescents' knowledge about gastritis prevention before health promotion through e-booklet media was mostly in the poor category, with 23 respondents (68%), and after health promotion, most respondents were in the good category, with 26 respondents (76%). Meanwhile, knowledge about gastritis before health promotion through leaflet media was mostly in the poor category, with 22 respondents (67%), and after health promotion, an increase was found in the good category, with 23 respondents (70%). Thus, there was an effect before and after health promotion through e-booklet and leaflet media, with a p-value of 0.000 (<0.05).In this study, no significant differences were found between the two media with a value of p = 0.196 > α = 0.05. Conclusion :This study concluded that health promotion through e-booklet and leaflet media had an effect in enhancing adolescents' knowledge about gastritis prevention. However, no significant comparison was found between e-booklet and leaflet media, with a p-value of 0.196 > α = 0.05.