cover
Contact Name
Siti Zuraida Muhsinin
Contact Email
zuraidamuhsinin@gmail.com
Phone
+6281904157261
Journal Mail Official
zuraidamuhsinin@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Univeristas Nahdlatul Wathan Jl. Merdeka Raya – Karang Pule - Mataram Tlpn. (0370) 6161208, Fax. (0370) 6161246
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
ISSN : 24425087     EISSN : 27768449     DOI : https://doi.org/10.51673/jikf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) dengan e ISSN : 2776-8449, p ISSN : 2442-5087 adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jurnal ini adalah Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk Ilmu Kesehatan dan Farmasi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) menerima artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan diterbitkan 2 kali setahun : Maret dan September.
Articles 191 Documents
Pengaruh Penerapan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pada Saat Pemasangan Infus Di Puskesmas Gunungsari Syamsul Hadi; Erniawati Pujiningsih; Rauhul Akmam
JIKF Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.295 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu yang tidak menyenangkan dan dialami oleh semua makhluk hidup dalam kehidupan sehari – hari. Pada studi pendahuluan, observasi yang dilakukan penulis di Puskesmas Gunung sari pada tahun 2012 dari bulan juli sampai desember didapatkan data sebanyak 719 orang yang mendapatkan tindakan infasif (pemasangan infus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan pasien pada saat pemasangan infus di Puskesmas Gunungsari.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang mendapatkan tindakaninfasif (pemasangan infus) di Puskesmas Gunungsari pada tanggal 24 Maret – 20 April 2013 sebanyak 26 responden dengan teknik non probability samplin g dengan teknik sampel Accidental sampling.Hasil uji analisa Rank Sperman dengan menggunakan SPSS 16 untuk mengetahui pengaruh penerapan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan pasien pada saat pemasangan infus menunjukkan angka Asymp.sig.(2-tailed ) adalah 0,00 masih lebih kecil dari pada batas kritis α = 0,05, berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua variable (0,00<0,05) yang berarti bahwa terdapat pengaruh signifikan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan pasien pada saat pemasangan infus di Puskesmas Gunung sari Tahun 2013.Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh penerapan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan pasien pada saat pemasangan infus di Puskesmas Gunungsari Tahun 2013.Disarankan kepada perawat untuk melakukan komunikasi terapeutik terhadap pasien pada saat melakukan pemasangan infus.
Pengaruh Latihan Fisik Gerak Pinggul (Stretching) terhadap Nyeri Pinggul Bawah (Low Back Pain) pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram Tahun 2013 Erniawati Pujiningsih; Edy Ramlan; Sutrisno S
JIKF Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.526 KB)

Abstract

Salah satu masalah gangguan kesehatan yang menonjol pada usia lanjut adalah gangguan musculoskeletal, terutama osteoarthritis dan osteoporosis.Dewasa ini banyak kita temui sakit (nyeri) yang sering dikeluhkan oleh lanjut usia pada system musculoskeletal adalah nyeri punggung bagian bawah, osteoatritis dan osteoporosis. Banyak factor yang melatar belakangi seperti pendidikan, jenis kelamin, usia, kepribadian, pekerjaan, dan proses menua yang dialami lanjut usia.Di Nusa Tenggara Barat jumlah lansia mencapai 325.359 jiwa (BPS, 2011). Berdasarkan data jumlah lansia yang didapatkan dari panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram pada tahun 2011 berjumlah 82 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan fisik gerak pinggul (stretching) terhadap nyeri pungggung bawah (low back pain) pada lansia di panti sosial tresna werdha puspakarma mataram dengna desain penelitian pra eksperiment dengan rancangan penelitian one group pre-post test. Sampelnya adalah 8 orang lansia yang berada di PSTW mataram. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Adapun hasil penelitian didapatkan dari 8 orang lansia 5 responden (62,5%) yang mengalami respon skala nyeri ringan (5) dan 3 responden (37,5%) yang mengalami respon nyeri dengan skala (6) setelah dilakukan latihan fisik gerak pinggul (Stretching) kepada 8 responden terjadiperubahan dimana ditemukan 3 responden (37,5%) yang mengalami respon skala nyeri ringan (2) dan 2 responden (25%) yang mengalami respon skala nyeri ringan (3) dan 3 responden (37,5%) yang mengalami respon skala nyeri ringan (4) dengan hasil uji paired t-test dengan signifikan (0,03) < nilai α (0,05) menegaskan adanya perbedaan sebelum dan setelah diberikan latihan fisik gerak pinggul (streching), sehingga latihan fisik gerak pinggul dapat diterapkan sebagai latihan atau olahraga bagi lansia.
Perbedaan Efektifitas Albendazole dan Pyrantel dalam Menanggulangi Enfeksi Cacing (Ascaris Lumbricoides) pada Anak Usia 7-9 Tahun di SDN 3 Taman Sari - Gunung Sari Lombok Barat Tahun 2013 Kismawati K; Ika Andhyka; Gusti A.W.A Pisiawati
JIKF Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.521 KB)

Abstract

Askariasis merupakan penyakit infeksi cacing Ascaris lumbricoides yang diperkirakan mencapai 1800 juta kasus di seluruh dunia . Di daerah Desa Taman Sari wilayah kerja Puskesmas Gunungsari pada tahun 2011 memiliki data terendah dalam penggunaan jamban yaitu 20 %, sehingga kemungkinan besar banyak anak sekolah dasar yang terinfeksi ascariasis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya kerja dari Albendazol dan Pyrantel dalam mengatasi infeksi Ascariasis. Merupakan Clinical Trial Prospektif dengan One Group Pre And Post Test Design. Sampel penelitian adalah tablet Albendazol 400 mg dosis tunggal dan tablet pyrantel 125 mg dosis tunggal yang diperoleh di puskesmas Gunung Sari , diberikan pada anak SD usia 7 – 9 tahun yang terinfeksi ascariasis. Penelitian dimulai dengan screning anak SD yang terinfeksi ascariasis melalui pemeriksaan feces secara mikroskopis, kemudian pemberian tablet albendazol 400 mg dan tablet pyrantel 400 mg dosis tunggal pada anak yang terinfeksi. Setelah tiga hari, 7 hari, 14 hari dan 3 minggu dilakukan pengujian feces untuk melihat cure rate albendazol dan pyrantel dalam membunuh telur cacing ascaris. Hasil penelitian menunjukkan pada hari ke -3 Albendazol dan Pyrantel mampu membunuh telur cacing Ascaris sejumlah 28 %, pada hari ke -7 sejumlah 52% , pada hari ke -14 (minggu ke -2 ) telur cacing yang mati sejumlah 72% dan terakhir pada minggu ke -3 jumlah telur cacing yang dapat dibunuh oleh Albendazol dan Pyrantel mencapai 100%. Dari hasil penelitian awal cure rate eggs Albendazol dan Pyrantel 28% hingga akhir penelitian cure rate eggs Albendazol dan Pyrantel mencapai 100%, dapat disimpulkan daya kerja albendazol dan Pyrantel terhadap penurunan jumlah telur cacing Ascaris adalah sama yaitu selama 3 minggu.
Penggunaan Sodium Tripoliphosphat Sebagai Alternatif Pengganti Bleng (Boraks) dalam Pembuatan Kerupuk Hardiono Adisaputra; Ika Andhyka; Nur A. Ikhtiarini
JIKF Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.894 KB)

Abstract

Kerupuk tepung merupakan sajian yang selalu ada dalam hidangan masyarakat Indonesia sehari-hari baik pada acara perayaan kecil maupun besar. Makanan ini dibuat dengan bahan dasar berbagai macam tepung terutama tepung terigu dan tapioka, bumbu-bumbu, bahan tambahan penyedap rasa dan bahan pewarna. Di Indonesia sering terjadi penyalahgunaan zat kimia berbahaya yang sering disalahgunakan dalam produksi makanan adalah boraks. Bahan tambahan pangan yang diizinkan adalah Sodium Tripoliphosphat yang memiliki fungsi yang sama seperti boraks.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sifat fisik kerupuk yang dibuat menggunakan sodium tripoliphosphat sebagai pengganti bleng (boraks). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimen atau percobaan (experiment research). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kerupuk yang dibuat menggunakan sodium tripoliphosphat 0,5%. Berdasarkan dari hasil data penelitian dapat disimpulkan bahwa kerupuk yang dibuat menggunakan sodium tripoliphosphat sebagai pengganti bleng (boraks) memiliki hasil yang sama dan efektif sebagai pengganti bleng (boraks). Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya uji Organoleptis yaitu warna, bau, rasa, tekstur dan Uji Karakteristik Fisik Kerupuk.
Pengaruh Pemijatan Bayi (Usia 4-6 Bulan) terhadap Peningkatan Berat Badan di Batu Ringgit Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2013 Srianingsih S; Een Eriana; Lini Nur Amalia
JIKF Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.003 KB)

Abstract

Saat bayi berusia 4-6 bulan akan terjadi peningkatan berat badan yang cepat karena tubuh bayi sudah mampu beradaptasi dengan baik terhadap dunia luar. Disisi lain pada usia ini bayi mulai ditinggalkan untuk bekerja atau kesibukan yang lain, kondisi ini akan mengakibatkan trauma kejiwaan sebagai akibat perpisahan dengan ibu, sehingga selera makan anak akan turunpijat badan bayi dapat meningkatkan produksi ASI dan merangsang berat secara optimal karna pada saat melakukan pijat bayi akan mempengaruhi kerja organ antara lain: perangsangan nervus vagus akan mempengaruhi sistem gastrointestinal yaitu meningkatnya peristaltik sehingga pengosongan usus meningkat akibatnya cepat lapar (nafsu makan meningkat) dan makannya menjadi lahap. Selain itu juga akan terjadi peningkatan produksi enzim pencernaan yang akan membantu penyerapan zat-zat nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh pemijatan pada bayi (usia 4-6 bulan) terhadap penigkatan berat badan di Desa Batu Ringgit Selatan wilayah kerja puskesmas Tanjung Karang. Desain penelitian yang digunakan adalah Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Quasi-Eksperimental dengan pendekatan non-randomized control group pretes-postest design untuk membandingkan hasil intervensi dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Sampelnya semua bayi usia 4-6 bulan yang tinggal di desa Batu Ringgit Selatan Pada bulan Maret 2013, sebanyak 20 bayi. tehnik pengambilan sampel Penelitian ini menggunakan tehnik Non-RandomSampling dengan jenis Sampel Jenuh / Total Sampling. Hasil penelitian didapatkan peningkatan berat badan rata- rata seluruh responden kasus ( A ) setelah dilakukan pemijatan adalah sebesar 275 gram sedangkan peningkatan berat badan rata- rata seluruh responden control ( B ) yang tidak dilakukan pemijatan adalah sebesar 125 gramSetelah dilakukan uji statistik independent t-test didapatkan hasil nilai t hitung 5,692 sedangkan t table 2,101 dengan demikian ada pengaruh pemijatan pada bayi (usia 4-6 bulan) terhadap peningkatan berat badan di Desa Batu Ringgit Selatan wilayah kerja puskesmas tanjung karang tahun 2013. Diharapkan untuk tenaga kesehatan Perlu meningkatkan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang pijat bayi yang bisa diajarkan pada saat bayi mau dipulangkan sehingga orang tua bayi dapat memijat bayinya secara mandiri dan benar.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Bawang Putih Tunggal (Allium Sativum L.) terhadap Jamur (Candida Albicans) Dahlia Andayani; Rauhul Akbar Kurniawan
JIKF Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.16 KB)

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tumbuhan yang telah banyak dimanfaatkan selain sebagai bumbu dapur juga sebagai obat tradisional. Penelitian ini yang diuji adalah bawang putih siung tunggal yang diekstrak melalui proses maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan menggunakan ekstrak etanol bawang putih tunggal (Allium sativum L.) yang bertujuan untuk membuktikan apakah ekstrak etanol bawang putih tunggal tersebut memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur (Candida albicans). Ekstrak dibuat menjadi lima konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, selanjutnya dilakukan uji daya hambat pada jamur (Candida albicans) uji menggunakan metode sumuran dengan media SDA (Saboroud Dekstrose Agar). Hasil dari penelitian menunjukkan ekstrak etanol bawang putih dapat menghambat pertumbuhan jamur (Candida albicans) pada konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40% dengan rata- rata diameter zona hambat dari masing-masing konsentrasi adalah 21,4 mm, 18,6 mm, 14,8 mm, dan 11,6 mm.Sedangkan konsentrasi 20% tidak menghasilkan zona hambat. Dari hasil penelitian terbukti ekstrak etanol bawang putih tunggal memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur (Candida albicans).
Tindakan Stimulasi Deteksi Dini Dalam Memantau Perkembangan Balita Usia 2-5 Tahun Di Puskesmas Karang Taliwang Rosa Mutianingsih; Siti Wathaniah
JIKF Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.492 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v8i1.525

Abstract

Stimulasi adalah perangsangan yang datangnya dari lingkungan di luar individu anak. Anak yang lebih banyak mendapatkan stimulasi cenderung lebih cepat berkembang. Stimulasi juga berfungsi sebagai penguat (reinsforcement). Dengan memberikan stimulasi yang berulang dan terus menerus pada setiap aspek perkembangan, berarti telah memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan tindakan stimulasi deteksi dini terhadap perkembangan balita usia 2–5 tahun di Puskesmas Karang Taliwang. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita usia 2-5 tahun yang berada di Wilayah kerja Pusksesmas Karang Taliwang. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengolahan data dalam penelitian ini akan dilaksanakan dengan editing (penyuntingan data), coding (pengkodean) dan Scoring. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan stimulasi yang dilakukan dengan perkembangan sesuai sebanyak 59 (67,8%), tindakan stimulasi yang dilakukan dengan perkembangan meragukan 24 (27,6%) dan tindakan stimulasi yang dilakukan dengan perkembangan penyimpangan sebanyak 4 (4,6%). Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk mengetahui penggunaan tindakan stimulasi dini terhadap perkembangan balita usia 2-5 tahun.
Perbandingan Efek Analgetik Ekstrak Etanol dan N-Heksana Dari Herba Tapak Kuda (Ipomea pes- caprae L) Pada Mencit Dengan Metode Writhing Reflex Dahlia Andayani; Yunan Jiwintarum
JIKF Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.885 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v8i1.526

Abstract

Daun tapak kuda (Ipomoea pes-caprae L. Sweet) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Manfaat daun tapak kuda banyak digunakan sebagai anti nyeri, peradangan, astringen, diuretik, perbandingan, rematik, obat perut dan tonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik ekstrak etanol 70% daun tapak kuda (Ipomoea pes-caprae L.Sweet) dan n- heksana pada mencit jantan yang diinduksi asam asetat. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only controlled group design, dengan menggunakan empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol positif (asam mefenamat dosis 500 mg), kelompok kontrol negatif (Na CMC), kelompok ekstrak etanol daun tapak kuda dan kelompok ekstrak n-heksana konsentrasi 100% dengan volume pemberian 1 ml, diberikan secara per Oral. Pengujian aktivitas analgetik dilakukan dengan melihat jumlah geliat yang ditimbulkan oleh mencit jantan setelah diinduksikan asam asetat konsentrasi 1 % sebanyak 1 ml secara inraperitoneal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tapak kuda memiliki aktivitas analgetik pada mencit jantan yang diinduksi dengan asam asetat. dari hasil perhitungan AUC diperoleh hasil persentase daya analgetik untuk ekstrak Etanol sebesar 44.61%, pada ekstrak n-heksana sebesar 32,25 %, Asam Mefenamat sebesar 30,36 %. Analisis one way anava menunjukkan nilai signifikannya < 0,05 H ( = 25,972,3 d,f, P = 0,000 < 0,05. jadi dapat disimpulkan bahawa perbandinggan efek analgetik ekstrak etanol dan n heksan ada perbedaan yang bermakna.
Peran Kader Dalam Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Nia Supiana; Shohipatul Mawaddah; Ema Yuliana
JIKF Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.957 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v8i1.527

Abstract

Salah satu faktor keberhasilan P4K adalah Peran aktif kader, keluarga dan masyarakat dalam merencankan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil, termasuk perencanaan penggunanaan KB pasca persalinan dengan mengunanakan stiker P4K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kader dalam program perencanaan persalinaan dan pencegahan komplikasi (P4K). Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, instrumen kuesioner dengan 5 kriteria pertanyaan dengan pililihan ganda, tekhnik pengambilan sampel non random sampling dengan jumlah responden 30 responden ibu yang sudah melahirkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 5 peran kader yg diteliti terdapat 4 peran kader yang dilakukan semua oleh kader kepada ibu yaitu membantu bidan mendata saat ibu hamil di wilayah desa binaan; membantu bidan menyiapkan fasilitas saat penyuluhan berhubungan kesehatan ibu; menganjurkan suami untuk mendampingi ibu saat pemeriksaan kehamilannya; persalinan dan sesudah melahirkan; dan memotivasi ibu untuk pemberian ASI ekseklusif pada bayi sampe umur 6 bulan; Terdapat 1 peran kader lainnya yang dilakukan sebagian ke ibu yaitu membantu bidan dalam memfasilitasi ibu hamil untuk mengisi stiker P4K (33%). Diharapkan untuk semua kader memfasilitasi pengisian stiker P4K sehingga semua ibu hamil mampu di identifikasi dengan cepat tidak hanya stiker tersimpan dalam buku KIA. Bukan hanya itu saja, kader juga penempelan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil dimaksudkan agar ibu hamil terdata,tercatat dan terlaporkan kedannya oleh bidan.
Uji Sifat Fisik Sediaan Emulsi Minyak Ikan Dengan Menggunakan Serbuk Biji Kluwih (Artocarpus Communis) Sebagai Emulgato Ade Irma Fitria Ningsih; Maruni Wiwin Diarti; Dadiana Susanti
JIKF Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.696 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v8i1.528

Abstract

Emulsi distabilkan dengan adanya bahan pengemulsi (Emulsyifing agent) atau disebut juga emulgator. Emulgator dari tumbuhan pada umumnya termasuk golongan karbohidrat salah satunya adalah biji dari buah kluwih mengandung karbohidrat sebanyak 52,7 gram per 100 gram biji buah kluwih segar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji sifat fisik sediaan emulsi minyak ikan dengan menggunakan serbuk biji kluwih sebagai emulgator. Desain penelitian yang digunakan adalah bersifat sungguhan (true eksperiment). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa serbuk biji kluwih pada analisis kualitatif yang meliputi pengamatan organoleptis menghasilkan warna coklat tua, bau khas minyak ikan dan rasa khas minyak ikandan analisis emulsi menghasilkan tipe emulsi minyak dalam air (o/w). Analisis kuantitatif pada pengujian viskositas mendapatkan hasil 17:30 detik, uji berat jenis mendapatkan hasil 1,0278 dan uji pH mendapatkan hasil 5,6.

Page 2 of 20 | Total Record : 191