cover
Contact Name
Siti Zuraida Muhsinin
Contact Email
zuraidamuhsinin@gmail.com
Phone
+6281904157261
Journal Mail Official
zuraidamuhsinin@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Univeristas Nahdlatul Wathan Jl. Merdeka Raya – Karang Pule - Mataram Tlpn. (0370) 6161208, Fax. (0370) 6161246
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
ISSN : 24425087     EISSN : 27768449     DOI : https://doi.org/10.51673/jikf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) dengan e ISSN : 2776-8449, p ISSN : 2442-5087 adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jurnal ini adalah Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk Ilmu Kesehatan dan Farmasi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi (JIKF) menerima artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan diterbitkan 2 kali setahun : Maret dan September.
Articles 191 Documents
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Antibiotika di Dusun Sabang Sumbawa Besar Nur Radiah; Trisnawati Trisnawati
JIKF Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.279 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v5i2.549

Abstract

Antibiotika merupakan obat yang banyak diresepkan pada pasien, namun sering di salahgunakan pemakaiannya oleh masyarakat. Akibatnya terjadinya peningkatan resistensi kuman terhadap antibiotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik di Dusun Sabang Sumbawa Besar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian descriptif. Alat yang digunakan adalah kuisioner. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 146 orang. Data untuk menggambarkan tingkat pengetahuan disajikan dalam bentuk persentase (%) dengan kategori (baik,cukup dan kurang). Hasil penelitian menunjukkan dari karakteristik umur jumlah responden tertinggi pada kelompok usia 46-55 tahun sebanyak 35,61%, untuk karakteristik pendidikan jumlah responden tertinggi pada pendidikan SMA sebanyak 27,40% dan karakteristik pekerjaan jumlah responden tertinggi pada pekerjaan sebagai petani sebanyak 53,42%. Tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Sabang Desa Sebewe Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa Besar dengan kategori baik sebanyak 13,01%, cukup sebanyak 47,95% dan kurang sebanyak 39,04%. Tingkat pengetahuan rata-rata dikategorikan cukup.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ibu Post Partum 0-3 Hari Memberikan Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir di RSAD Wira Bhakti Mataram Rosa Mutianingsih; Siti Wathaniah; Sesmita Pitriani
JIKF Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.604 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v5i2.550

Abstract

Kolostrum memiliki manfaat antara lain meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga dampak yang akan dialami bayi jika tidak mendapatkan kolostrum antara lain akan mudah terserang penyakit seperti alergi atau infeksi, dikarenakan kolostrum mengandung protein yang tinggi dan mengandung antibodi sehingga mampu melindungi tubuh bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu post partum 0-3 hari memberikan kolostrum pada bayi baru lahir di RSAD Wira Bhakti Mataram. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif. Sedangkan dari segi waktu penelitian ini bersifat cross sectional yang dilakukan di RSAD Wira Bhakti Mataram. Sampel penelitian sebanyak 30 orang ibu post partum 0-3 hari. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Analisa yang di gunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden 100% memberikan kolostrum. 5 variabel yang digunakan yang berhubungan dengan pemberian kolostrum, variabel tersebut antara lain meliputi umur, paritas, pendidikan, dukungan keluarga dan pengetahuan. Dari 5 variabel tersebut semuanya mempengaruhi ibu dalam pemberian kolostrum. Di mana umur 20-35 tahun sebanyak 28 orang (93,4 %), Paritas paling banyak multipara yaitu sebanyak 17 orang (56,7%), Pendidikan sekolah menengah (SMP, SMA) yaitu sebanyak 16 orang (1,06 %), dukungan keluarga yang mendukung yaitu sebanyak 30 orang (100%), Pengetahuan yang memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 15 orang (50 %). Dapat disimpulkan bahwa semua responden memberikan kolostrum pada bayinya. Umur, paritas, pendidikan, dukungan keluarga dan pengetahuan mempengaruhi pemberian kolostrum. Para ibu diharapkan dapat menambah pengetahuan, dan mencari informasi tentang manfaat ASI terutama kolostrum. Bagi petugas kesehatan dapat meningkatkan KIE pada ibu dan suami sehingga memotivasi ibu dalam memberikan kolostrum bagi bayinya, hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemberian nantinya.
Formulasi Sediaan Suspensi Menggunakan Suspending Agent Dari Biji Salak Pondoh (Sallaca Zallaca (Gaertn).Voss) Dan Biji Buah Salak Bali (Sallaca Zallaca Ertn) Var. Amboinensis (Becc) Mogea Aulia Ul Hafizah; Dimas Ageng Kusuma Wardana; Ariestin Dwi Mega Pratiwi
JIKF Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.452 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v5i2.551

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki kekayaan buah-buahan lokal yang limbahnya belum mampu diolah dengan maksimal, salah satunya adalah biji buah salak. Guna menaikkan nilai ekonomis dari biji salak tersebut maka dilakukan penelitian pembuatan Suspending agent (SA) menggunakan biji salak Pondoh dan Bali pada sediaan Farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik Biji Salak Pondoh (Sallaca Zallaca (Gaertn).Voss) dan Biji Buah Salak Bali (Sallaca Zallaca ertn) Var .amboinensis (Becc) Mogea Sebagai SA Pada Sediaan Suspensi. Metode yang dilakukan dengan cara mengukur daya Viskositas, Uji Analisis Sedimentasi, Uji Redispersibilitas pada sediaan suspensi yang menggunakan SA biji salak pondoh dan salak bali sebagai kelompok perlakuan, Suspensi menggunakan suspending agent CMC-Na kontrol positif dan suspensi tanpa suspending agent . Dari hasil penelitian yang dilakukan secara True Experimental diperoleh hasil analisis sedimentasi pada kedua varian biji salak telah terjadi endapan pada menit ke 30 dengan nilai masing-masing biji Salak Pondoh 0,98 dan biji salak Bali 0,96. kelompok kontrol positif (Na CMC) terjadi sedimentasi pada menit ke 60 dengan nilai 0.98. Hasil uji viskositas diperoleh kontrol positif, biji Salak Pondoh, dan biji Salak Bali yakni 0.4092, 0.2982, 0.3162 dengan PH masing-masing 7. Sehingga dapat disimpulkan nilai uji viskositas kontrol posistif memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan biji Salak Pondoh dan biji Salak Bali. Untuk hasil uji redispersibilitas diperoleh kontrol positif, biji Salak Pondoh, dan biji Salak Bali yakni 121,3 detik, 128,3 detik dan 130,0 detik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok kontrol positif lebih baik daya redispersibilitasnya dibandingkan kelompok perlakuan. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa serbuk biji Salak Pondoh dan biji biji salak Bali memiliki kriteria sebagai suspending agent (SA) namun tidak lebih baik dari Na-CMC.
Kepatuhan Terapi Farmakologi dan Non Farmakologi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2017 Andy Susbandiyah Ifada; Deswati Ilahillaili Sarkiyah; Rizki Nugrahani
JIKF Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.363 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v5i2.552

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah melebihi batas normal sebagai akibat dari kelainan sekresi insulin, berkurangnya sensitivitas reseptor insulin, maupun keduanya. Diabetes Mellitus dibagi menjadi 3 yaitu diabetes mellitus tipe I, diabetes mellitus tipe II, dan diabetes gestasional. Prevalensi DM di dunia terus mengalami peningkatan dan diperkirakan jumlah pasien akan terus bertambah. Diabetes Mellitus yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi sehingga sangat diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi farmakologi dan non farmakologi. Untuk mengetahui kepatuhan terapi farmakologi dan non farmakologi pada pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram. Metodologi penelitian menggunakan deskriftif, di mana pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Non Random Sampling (Non Probability), yaitu dengan teknik Purposive Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 49 responden. Didapatkan dari 49 responden yaitu 26 responden (53%) yang patuh menjalankan terapi farmakologi sedangkan 23 responden (47%) tidak patuh menjalankan terapi farmakologi. Kepatuhan yang tertinggi ada pada ketepatan dosis. Hasil kepatuhan terapi non farmakologi diperoleh sebanyak 7 responden (14,2%) yang patuh sedangkan 42 responden (85,7%) yang tidak patuh menjalankan terapi non farmakologi. Ketidakpatuhan yang paling tinggi ada berkaitan dengan jadwal makan. Dalam hal kepatuhan terapi farmakologi didominasi oleh responden yang patuh, sedangkan kepatuhan terapi non farmakologi didominasi responden yang tidak patuh.
Pengaruh Pemberian Beberapa Minuman Tradisional Herbal Terhadap Daya Sedatif Hipnotik Phenobarbital Pada Mencit Jantan Dahlia Andayani; Aulia Ul Hafizah
JIKF Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.899 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v6i1.553

Abstract

Minuman tradisional herbal seperti teh bunga rosela, air tape dan air nira yang diberikan bersama dengan beberapa obat dapat mempengaruhi lama kerja dari obat karena interaksi dalam proses farmakokinetik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh beberapa minuman tradisional yang diberikan bersama dengan phenobarbital dengan melihat parameter lama waktu tidur mencit. Rancangan penelitian menggunakan post test control group design dengan lima kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (I), kontrol positif (II), praperlakuan teh rosela (III), praperlakuan air nira (IV),praperlakuan air tape ketan (V). Pemberian dilakukan secara peroral selama 7 hari dan hari ke 8 diberikan bersama dengan phenobarbital. Waktu mulai munculnya efek sedatif dan lama mencit tertidur digunakan sebagai data untuk melihat adanya interaksi dengan membandingkannya dengan phenobarbital tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian 7 hari air teh rosela, air nira dan air tape ketan terhadap efek sedatif hipnotik phenobarbital (P>0,05). Durasi terlama pada kelompok III yang mendapat perlakuan teh rosela dengan durasi 176,8 menit sedangkan phenobarbital tunggal durasinya sebesar 61 menit.
Pengaruh Steam Inhalation Dengan Tetesan Minyak Kayu Putih Terhdap Pengeluaran Sekret Pada Anak Yang Menderita Ispa Di Puskesmas Erniawati Pujiningsih; Musniati Musniati
JIKF Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.499 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v6i1.554

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh steam inhalation dengan tetesan minyak kayu putih terhadap pengeluaran sekret pada anak yang menderita ISPA. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan one group pre test post test. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita ISPA yang datang berobat ke puskesmas meninting pada bulan agustus tahun 2016 sebanyak 10 responden yang diambil secara accidental sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square diperoleh bahwa ada pengaruh steam inhalation dengan tetesan minyak kayu putih terhadap pengeluaran sekret pada anak yang menderita ISPA. Diharapkan kepada responden untuk dapat menerapkan steam inhalation dengan tetesan minyak kayu putih di rumah untuk membantu anak yang menderita ISPA dalam mengeluarkan sekret.
Efektifitas Pemberian Pijat Endorphin Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Pada Ibu Bersalin Kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Taliwang Tahun 2017 Nurul Auliya Kamila; Nurul Fatmala
JIKF Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.781 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v6i1.555

Abstract

Rasa nyeri persalinan merupakan manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut, dan menjalar kearah paha.Berdasarkan dari hasil studi pendahuluan jumlah persalinan normal tahun 2017 di puskesmas Karang Taliwang sebanyak 532. Berdasarkan register jumlah persalinan Puskesmas Karang Taliwang tahun 2017 dari bulan januari sampai bulan agustus terdapat 342 jumlah persalinan normal.Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui Lamanya waktu persalinan kala II pada primapara dan multipara di Puskesmas Karang Taliwang tahun 2017.Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui Efektifits Pemberian Pijat Endorpin Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Pada Ibu Bersalin Kala I di wilayah kerja Puskesmas Karang Taliwang tahun 2017. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pre-eksperimental, penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Karang Taliwang, populasi dari penelitian ini adalah ibu bersalin normal dari bulan januari sampai bulan agustus 2017, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin normal yang bersedian menjadi responden. Instrumen yang digunakan yaitu format lembar observasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa sebagian besar ibu bersalin kala I sebelum diberikan pijat endorphin yang mengalami rasa nyeri ringan yaitu 4 orang (40 %), dan ibu bersalin yang mengalami nyeri sangat berat yaitu 1 orang (10 %). Sedangkan dari 10 sampel ibu bersalin kala I setelah diberikan pijat endorphin yang tidak mengalami rasa nyeri yaitu 6 orang (60 %), dan ibu bersalin yang mengalami nyeri sedang yaitu 1 orang (10 %) terdapat pengurangan rasa nyeri pada ibu bersalin setelah dilakukan pijat endorphin. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan pengetahuan peneliti serta masukan bagi tenaga kesehatan khusunya bidanagar lebih meningkatkan pelayanan dan informasi mengenai efektifitas pemberian pijat endorpin sehingga dapat meningkatkan pengetahuan tentang ketidaknyamanan pada proses persalinan sehingga masyarakat dapat mengatasi rasa tidak nyaman pada proses persalinan.
Pengaruh Perawatan Payudara Pada Ibu Post Partum Terhadap Kelancaran Pengeluaran ASI di Puskesmas Tanjung Karang Mataram Rosa Mutianingsih; Siti Wathaniah; Dian Mariani
JIKF Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.805 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v6i1.556

Abstract

Dengan melakukan perawatan payudara secara teratur dapat merangsang kelenjar air susu sehingga produksi ASI lancar dan banyak, dapat mendeteksi dini jika terdapat kelainan – kelainan pada payudara sehingga bisa melakukan pengobatan sesegera mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan payudara pada ibu post partum terhadap kelancaran pengeluaran ASI di Puskesmas Tanjung Karang Mataram. Desain dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan bersifat crossectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu post partum yang bersalin di puskesmas Tanjung Karang Mataram pada bulan juni tahun 2017. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling sehingga sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang datang memeriksakan diri ke Puskesmas Tanjung Karang sebanyak 30 responden. Alat bantu yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak melakukan perawatan payudara sebanyak 23 responden (76,7%), mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI sebanyak 18 responden (78,3%) dan 5 responden (21,7%) mengalami kelancaran pengeluaran ASI. Sedangkan ibu yang pernah melakukan perawatan payudara sebanyak 100% mengalami kelancaran pengeluaran ASI. Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh hasil nilai p = 0,000 (p<0,05) artinya Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian dapat dibuat kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara perawatan payudara terhadap kelancaran pengeluaran ASI sehingga terdapat pengaruh antara perawatan payudara terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post partum. Dari hasil analisa diperoleh nilai OR = 4.600 artinya ibu yang melakukan perawatan payudara mempunyai peluang 4.600 kali mengalami kelancaran ASI dibandingkan dengan ibu yang tidak pernah melakukan perawatan payudara. Disarankan kepada petugas kesehatan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Mataram khususnya bidan agar tetap mempertahankan penyuluhan dengan leaflet, brosur dan konseling yang telah dilakukan serta melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelaksanaan perawatan payudara pada ibu post partum.
Profil Kromatografi Lapis Tipis Ektsrak Daun Okra (Abelmoschusesculetns (L) Moenh) Yang Dihasilkan Dari Maserasi Secara Bertingkat Dan Maserasi Tidak Bertingkat Rizki Nugrahani; Andy Susbandiyah Ifada; Marzuki Nyakmat
JIKF Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.428 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v6i1.557

Abstract

Tanaman Okra (Abelmoschusesculetns (L) Moenh) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia., Tanaman Okra (Abelmoschusesculentus(L.)Moench) yang berasal dari family Malvaceae mempunyai efek terapeutik sebagai antidiabetes Kandungan kimiadari okra (Abelmoschusesculentus (L.) Moench) diantaranya adalah 67,50 % α-selulosa dan 15,40 % hemiselulosa, Banyak manfaat tanaman okra (Abelmoschusesculetns (L) Moenh). Tanaman ini memiliki banyak manfaat karena mengandung komponen metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan lain-lain. Daun okra banyak mengandung alkaloid,terpenoid, flavonoid. Senyawa yang terdapat pada daun okra dapat ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan dan etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil Kromatograpi Lapis Tipis (KLT) ekstrak daun okra (Abelmoschus esculetns (L) Moenh) dengan metode maserasi bertingkat dan maserasi tidak bertingkat. Penelitian ini bersifat pre eksperimental menggunakan metode maserasi secara bertingkat dan tidak bertingkat untuk menghasilkan ektrak daun Okra kemudian dilakukan identifikasi senyawa metabolit yang terkandung dengan Kromatografi lafis tipis (KLT). Data yang di peroleh berupa profil kromatografi dan nilai Rf senyawa metabolite sekunder yang terkandung pada setiap ekstrak dari kedua metode maserasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kromatografi ekstrak daun okra yang di maserasi secara bertingkat dan tidak bertingkat masing masing menunjukkan dua bercak / spot pada lempeng KLT di mana kedua bercak memiliki Rf yang sama yaitu bercak 1 memiliki Rf 0,98 dan yang ke bercak dua nilai Rfnya 0,8. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan profil kromatografi dari ekstrak daun okra yang dihasilkan dari dua metode maserasi yang digunakan baik maserasi secara bertingkat maupun yang tidak bertingkat.
Hubungan Pengetahuan Dan Pekerjaan Ibu Menyusui Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017 Nia Supiana; Sriama Muliani
JIKF Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.123 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v6i1.558

Abstract

World Healt Organization (WHO) merekomendasikan bahwa langkah terbaik menjaga kesehatan bayi dan ibunya adalah pemberian ASI eksklusif setidaknya sampai 6 bulan. Form laporan pencapaian ASI Eksklusif di Puskesmas Selaparang Tahun 2016 yaitu Kelurahan Karang Baru (25%) Kelurahan Rembiga (26,32%), Kelurahan Sayang-Sayang (28,57%) dan Data ibu Menyusui sebanyak 661. (Register Poli KIA Puskesmas Selaparang), dari data tersebut masih terlihat bahwa cakupan ASI eksklusif di wilayah puskesmas Selaparang masih sangat rendah, pengetahuan tentang ASI Eksklusif dan pekerjaan ibu merupakan beberapa factor yang mempengaruhi hal tersebut, maka dari itu penulis tertarik melihat apakah ada hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Selaparang Mataram tahun 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) (Notoatmodjo, 2010). Hasil penelitan menunjukkan bahwa dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup tentang ASI Eksklusif sebanyak 15 orang (50,0%). Dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa lebih banyak yang bekerja sebanyak 17 orang (56,3%). Dari 30 ibu menyusui yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram diketahui bahwa lebih banyak yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 16 orang (53,3%). Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017 dengan nilai p value sebesar 0,010 < 0,05. Ada hubungan pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017 dengan nilai p value sebesar 0,024 < 0,05. Kesimpulan dilihat dari aspek pengetahuan ibu menyusui cendrung memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, dan lebih banyak yang bekerja di luar rumah, hasil analisa hubungan bahwa dua variabel hubungan dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Mataram Tahun 2017.

Page 4 of 20 | Total Record : 191