cover
Contact Name
Vina Maria Ompusunggu
Contact Email
vinaompusunggu@gmail.com
Phone
+6285276850885
Journal Mail Official
juitech@universitasquality.ac.id
Editorial Address
Jl. Ngumban Surbakti No 18 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality
Published by Universitas Quality
ISSN : 25804057     EISSN : 25977261     DOI : http://dx.doi.org/10.36764/ju.v6i1
Core Subject : Engineering,
JUITECH (Scientific Journal of the Faculty of Engineering Quality University) is a peer-reviewed multidisciplinary journal committed to the advancement of scientific knowledge and research findings from several branches of Engineering and Mathematics and Natural Sciences. This journal publishes the latest research results from lecturers and researchers which are widely distributed (Online), including: expertise in energy conversion, construction machinery, manufacturing, and materials, telecommunication, and information engineering, control, and instrumentation, expertise in the field of structural, geotechnical, transportation, and hydro, systems of company management, ergonomic and work systems, and manufacturing systems.
Articles 160 Documents
Kajian Perencanaan Efektivitas Aspal Geopori Dengan Penggunaan Filler Abu Sekam Padi Pada Perkerasan Jalan Raya Simangunsong, Boby Alexander; Franchitika, Rizky
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 8, No 2 (2024): Vol 8 No 2 2024
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v8i2.1491

Abstract

Jalan raya merupakan transportasi yang sangat penting dalam menunjang berbagai kegiatan sosial dan perekonomian. Tujuan pembangunan jalan diantaranya adalah menyelenggarakan terwujudnya lalu lintas yang aman, cepat, dan nyaman. Kondisi jalan yang sering tergenang air dengan cukup lama dapat mengakibatkan kerusakan pada jalan dan gangguan kenyamanan pengendara. Sehingga Perlu dilakukan pemodifikasian pada aspal biasa dengan aspal yang memiliki daya resap air yang cukup baik dan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada. Dalam eksperimen ini, abu sekam padi digunakan sebagai bahan pengisi (filler) pada perkerasan jalan dengan tujuan untuk meningkatkan daya resap air dan kekuatan pada perkerasan aspal. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan uji tes Marshall dan permeabilitasnya. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, di dapatkan harga dari stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, MQ dan permeability dengan variasi kadar aspal dan filler yang digunakan sebesar: 2% filler & 4,5% aspal; 2% filler & 5,9% aspal; 3,5% filler & 4,5% aspal; 3,5% filler & 5,9% aspal. Penambahan abu sekam padi pada aspal geopori memenuhi spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA), 1997; 2004.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA LALU LINTAS DI SIMPANG MEDAN KOTA TEBING TINGGI Eko Saputra, Parada Afkiki; Pandeni Sibarani, Rhicard Bonita
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 8, No 2 (2024): Vol 8 No 2 2024
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v8i2.1521

Abstract

Persimpangan Simpang Medan memiliki arus lalu lintas padat karena di sekitar persimpangan tersebut banyak terdapat fasilitas umum dan termasuk jalan utama yang dilewati oleh masyarakat. Permasalahan yang sering terjadi pada persimpangan tidak bersinyal adalah kemacetan yang diakibatkan oleh prilaku pengemudi yang tidak menunggu cela dan memaksa untuk menempatkan kendaraan pada ruas jalan yang akan dimasukinya. Dalam tulisan ini, peneliti bertujuan untuk Menganalisa kinerja simpang tak bersinyal di Simpang Medan Kota Tebing Tinggi dengan metode MKJI 1997 serta Merencanakan pengaturan simpang tak bersinyal di Simpang Medan Kota Tebing Tinggi untuk meningkatkan kinerja simpang. Untuk melaksanakan survei ini, dilakukan selama empat belas hari berturut-turut, yakni pada hari Senin sampai Minggu. Pemilihan hari ini didasarkan pada alasan bahwa hari tersebut dimana orang melakukan kegiatan bekerja dan hari libur di Jalan simpang Jl. Soekarno -Hatta sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat terkait dengan lalu lintas di sekitar lokasi tersebut. Survei pengumpulan data lalu lintas dilakukan pada waktu-waktu yang dianggap sebagai jam sibuk, yaitu pada rentang waktu antara pukul pukul 16.00 hingga 17.00 WIB (jam sibuk sore). Pemilihan waktu ini bertujuan untuk memperoleh data yang representatif mengenai volume lalu lintas pada saat-saat di mana aktivitas perjalanan masyarakat cenderung tinggi, sehingga hasil survei dapat menjadi dasar yang kuat untuk analisis dan rekomendasi selanjutnya. Berdasarkan perhitungan kinerja simpang untuk kondisi simpang tak bersinyal pada keadaan eksisting dengan adanya parker disisi jalan yang dianggap mengurangi lebar efektif, Hasil perhitungan di dapat jumlah arus total 23.939 smp/jam, nilai kapasitas (C) = 4530 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) = 0,798. Hal ini melebihi batas kejenuhan yaitu > 0,75. Disarankan kepada instansi terkait menggambil langkah-langkah konkrit yang dapat meningkatkan persimpangan tersebut
Evaluasi Kinerja Electrostatic Precipitator (ESP) Dalam Mengurangi Emisi Gas Buang Pada Pembakaran Solid Fuel Di Power Boiler 200 TPH Battra Siahaan, S.T, M.T, Enzo Wiranta; Sitanggang, Hodmiantua SItanggang; Sidabutar, Rotama Arifin
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1653

Abstract

Polusi udara adalah salah satu jenis polusi yang dikategorikan sebagai polusi yang sangat berbahaya dan memiliki dampak yang cukup besar. Hal ini disebabkan oleh partikel polutan dari polusi ini yang sangat kecil sehingga masyarakat tidak menyadarinya. Berdasarkan bentuk fisiknya, polutan di udara tidak hanya berupa gas atau uap, tetapi juga dapat berupa benda padat dalam bentuk partikel, yaitu berupa debu, asap, dan bau. Berdasarkan hal ini, diperlukan penggunaan alat untuk mengontrol emisi gas, yaitu Electrostatic Precipitator (ESP). Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pengamatan lapangan, studi literatur, pengumpulan dan pengolahan data, bimbingan studi, dan tahap terakhir adalah pembuatan laporan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi pengaturan tegangan DC pada unit transformer ESP dan efisiensi mesin ESP, dimana untuk pengaturan tegangan DC 70kV pada unit elektrostatik precipitator memiliki efisiensi sebesar 98,88% dan efisiensi ESP berdasarkan desain adalah 99,99%. Setelah mendapatkan hasil pengaturan transformer tegangan DC, area efektif memiliki luas 32.256 m², kecepatan migrasi partikel adalah 5,3 m/s, dan kekuatan medan listrik adalah 165 kV.
Analisis Karakterisasi Feedzone Berdasarkan Data Pengukuran PTS Sumur Y Azica, Muhammad Raihan; Fathaddin, Muhammad Taufiq; Wibowo, Djunaedi Agus
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1578

Abstract

Perilaku reservoir meliputi kedalaman, besarnya kontribusi tiap-tiap feedzone, respons tekanan, dan suhu reservoir. Perilaku ini dapat digunakan untuk menentukan kelayakan lapangan untuk dikembangkan serta untuk memperkirakan kemampuan produksi sumur. Oleh karena itu, perilaku reservoir harus diperhatikan. Ada beberapa survei yang dilakukan di sumur panas bumi untuk mengetahui kondisi di dalam sumur dan kondisi reservoir.Untuk mengidentifikasi karakterisasi dalam sumur, alat survei PTS dimasukkan ke dalam sumur terlebih dahulu agar kecepatan fluida yang dikumpulkan mencerminkan kondisi sebenarnya di dalam sumur. Kalibrasi ini dilakukan dengan menggunakan slope. Pada tahap berikutnya, kecepatan laju alir massa dan fluida dapat dihitung. Gambar 3 menunjukkan diagram alir pengolahan data. hasil menunjukkan bahwa sumur memiliki empat zona feedzone berdasarkan respon pembacaan temperatur dan spinner. Feedzone sumur berada di kedalaman 2887 m, 2591 m, 2401 m, dan 2114 m, kontribusi feedzone 1 adalah 35.0%, kontribusi feedzone 2 13%, kontribus feedzone 3 25%, dan kontribusi feedzone 4 27.5%uhu air dalam sumur panas bumi ini berkisar dari 234 hingga 306 derajat Celcius, dan pada kedalaman 810 meter, suhunya menyinggung temperatur saturasi, yang menunjukkan bahwa fluida air akan berubah menjadi uap zona 1 memiliki kedalaman 2887 m, zona 2 memiliki kedalaman 2591 m, zona 3 memiliki kedalaman 2401 m, dan zona 4 memiliki kedalaman 2114 m.Kontribusi feedzone yang terbesar pada kedalaman 2887 sebesar 35 %.Kondisi sumur dalam keadaan yang memproduksi banyak air dan tidak terjadi kebocoran.Suhu fluida, yang berubah dari fluida air menjadi fluida uap, mencapai suhu saturasi 306 pada kedalaman 2114.
Evaluasi Penurunan Konsolidasi Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Campuran Abu Batok Kelapa Sawit dan Aspal Emulsi Lumbantoruan, Morin Morissa
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1611

Abstract

Stabilisasi tanah lempung merupakan salah satu metode yang efektif untuk memperbaiki sifat mekanis tanah dalam mendukung konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek stabilisasi tanah lempung menggunakan campuran abu batok kelapa sawit (8%) dan aspal emulsi (9%) terhadap karakteristik konsolidasi tanah. Pengujian konsolidasi dilakukan pada dua jenis sampel tanah, yaitu tanah asli dan tanah yang telah distabilisasi, dengan mengacu pada standar ASTM D2435. Parameter yang dianalisis meliputi Indeks Pemampatan (Cc), Koefisien Konsolidasi (CV), Nilai Permeabilitas (K), Dan Penurunan Tanah (Sc). Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah stabilisasi memiliki peningkatan sifat mekanis secara signifikan dibandingkan tanah asli. Nilai indeks pemampatan tanah stabilisasi berkurang dari 0,1355 menjadi 0,0677, menunjukkan tanah lebih padat dan kurang kompresibel. Koefisien konsolidasi (Cv) meningkat dari 0,00504 cm²/s pada tanah asli menjadi 0,0189 cm²/s pada tanah stabilisasi, yang mengindikasikan konsolidasi berlangsung lebih cepat. Nilai permeabilitas tanah (k) juga meningkat dari 1,19 × 10⁻⁵ cm/dtk menjadi 6,26 × 10⁻⁵ cm/dtk, mempercepat pelepasan tekanan air pori. Penurunan tanah (Sc) berkurang dari 0,184 cm pada tanah asli menjadi 0,102 cm pada tanah stabilisasi. Berdasarkan hasil tersebut, stabilisasi dengan campuran abu batok kelapa sawit dan aspal emulsi terbukti efektif dalam meningkatkan sifat mekanis tanah lempung, sehingga dapat diaplikasikan dalam konstruksi berkelanjutan.
Penyalahgunaan Trotoar di Kawasan Perkotaan: Dampak dan Strategi Penanganan untuk Mewujudkan Ruang Publik yang Inklusif Noor, Muhammad Arifin; Ndruru, Tolonasokhi; Sianipar, Indra Joy Sahputra; Manurung, Marsanda Arina Marito; Samudra, Jaka Tirta
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1634

Abstract

Trotoar merupakan infrastruktur penting dalam mendukung aktivitas pejalan kaki di wilayah perkotaan. Sayangnya, trotoar kerap disalahgunakan untuk aktivitas yang tidak sesuai peruntukannya, seperti parkir kendaraan, tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL), dan penumpukan material. Masalah ini menyebabkan terganggunya kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, menurunkan kualitas tata ruang kota, serta memicu konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk penyalahgunaan trotoar, menganalisis dampaknya terhadap masyarakat dan kota, serta menawarkan solusi penanganan yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi literatur, observasi, dan analisis kebijakan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penyalahgunaan trotoar terjadi karena lemahnya penegakan hukum, rendahnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya fasilitas bagi sektor informal. Penyelesaian masalah ini dapat dilakukan melalui penegakan hukum yang tegas, penataan PKL yang manusiawi, edukasi publik, perbaikan desain trotoar, dan kolaborasi lintas sektor. Apabila masalah ini terselesaikan, maka kota akan menjadi lebih tertib, aman, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warganya. Makalah ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong terwujudnya ruang kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Perbedaan Jarak Kabel Backstay pada Jembatan Gantung Pejalan Kaki Fischer, Indra Jhon
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jarak kabel backstay terhadap kestabilan dan kinerja struktur jembatan gantung pejalan kaki. Objek penelitian adalah Jembatan Gantung Bah Kasindir di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan tiga model variasi: Model 1 (simetris), Model 2 (jarak kiri lebih pendek 10 cm), dan Model 3 (jarak kiri lebih panjang 5 m). Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dan mengacu pada pedoman SE Menteri PU No. 02/SE/M/2010. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan jarak sekecil 10 cm dapat menyebabkan peningkatan gaya tarik kabel backstay, sedangkan perbedaan 5 m menyebabkan ketidakseimbangan gaya yang memengaruhi keseluruhan struktur. Meskipun lendutan masih dalam batas yang diizinkan, ketidakseimbangan gaya akibat jarak kabel yang tidak simetris dapat berdampak signifikan terhadap keamanan desain menara dan blok angkur. Oleh karena itu, ketelitian dalam pemasangan dan perencanaan kabel backstay sangat penting dalam menjamin keselamatan dan keandalan jembatan gantung.
The Effect of UHPFRC Material Coating As A Reinforcement Material Reinforced Concrete Column Bakara, Ricky
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1603

Abstract

Damage to reinforced concrete structures, especially column structures, cannot be avoided. Therefore, reinforcing reinforced concrete structures is a must. The damage was caused by an earthquake and loads that exceeded the building's carrying capacity. To extend the service life of reinforced concrete structures, one of the methods used is to repair damaged structures. UHPFRC is a type of construction material that continues to develop and continues to be researched. In this study, there were 4 samples of reinforced concrete columns, one reinforced concrete column was designated as the control column and the other 3 reinforced concrete columns were tested with a load equal to 50% of the maximum load capacity of the control column. The damaged reinforced concrete columns were then reinforced with UHPFRC, with thickness variations of 10, 15 and 20 mm. Test results of reinforced concrete columns are described and analyzed graphically using the basic formula of reinforced concrete columns. The test results show that the maximum load obtained increases in all columns coated with UHPFRC. The increase in each column compared to the control column was 57.05%; and 269.54%. Also, reinforced concrete columns with layers of UPHFRC of different thicknesses are abbreviated with a CC-0 value of 11.62 mm; RCS-1 14.58mm; and the 20.59mm RCS-2. The increase in the maximum load obtained by each column shows that column repair with UHPFRC layers is possible as a reinforcement material for reinforced concrete columns in earthquake-prone areas. 
Evaluasi dan Optimalisasi Terminal Bus di Kota Pekanbaru: Studi Kasus Terminal Bandar Raya Payung Sekaki dan Bus Trans Metro Pekanbaru Nahampun, Parada Afkiki Eko Saputra
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) dan sistem Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) dalam memenuhi kebutuhan transportasi publik di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap kondisi terminal dan armada bus, serta survei kepada pengguna layanan transportasi publik. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah armada yang tersedia dan yang beroperasi, serta kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas terminal. Dari hasil observasi, ditemukan bahwa Terminal BRPS memiliki kapasitas yang besar, namun fasilitas yang ada tidak optimal. Banyak area yang terbengkalai, seperti tempat duduk yang tidak cukup untuk menampung jumlah penumpang yang banyak, serta kurangnya papan informasi yang jelas mengenai jadwal dan rute bus. Sementara itu, dari total 90 unit Bus TMP yang terdaftar, hanya 23 unit yang beroperasi secara optimal. Sisanya dalam kondisi rusak atau terbengkalai.Survei kepada 200 penumpang menunjukkan bahwa mayoritas pengguna merasa tidak puas dengan fasilitas yang ada di terminal. Sebanyak 65% responden mengeluhkan kurangnya kenyamanan di terminal, sementara 52% mengeluhkan jarak tempuh yang terlalu lama akibat antrean panjang di terminal. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan manajemen, pemeliharaan armada bus, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna.
Resiko K3 Pada Pelaksanaan Kontruksi Bangunan Gedung Butarbutar, Frans Tomy Syahputra
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1638

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia menghadapi tantangan signifikan yang berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), ditandai dengan insiden besar kecelakaan kerja yang terutama disebabkan oleh pelatihan yang tidak memadai dan ketidakpatuhan terhadap protokol keselamatan. Penelitian ini berusaha untuk memeriksa faktor risiko yang terkait dengan K3 dalam pelaksanaan proyek konstruksi bangunan sambil secara bersamaan menawarkan rekomendasi yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja. Metodologi yang digunakan terdiri dari pendekatan metode campuran, menggabungkan survei kuantitatif yang melibatkan 200 responden bersama wawancara kualitatif dengan 20 pekerja dan manajer proyek. Temuan mengungkapkan bahwa 75% tenaga kerja merasakan kekurangan dalam pelatihan K3 yang memadai, sementara 68% mengakui adanya kondisi kerja yang berbahaya. Selanjutnya, kurangnya kepatuhan dengan protokol K3 ditentukan untuk memberikan dampak buruk yang signifikan secara statistik pada persepsi keselamatan kerja (p < 0,01). Hasil ini menggarisbawahi perlunya pengembangan inisiatif pelatihan yang lebih luas dan pengawasan ketat untuk mempromosikan kepatuhan terhadap protokol K3, sehingga mendorong lingkungan kerja yang lebih aman dan mengurangi terjadinya kecelakaan di sektor konstruksi.