cover
Contact Name
Vina Maria Ompusunggu
Contact Email
vinaompusunggu@gmail.com
Phone
+6285296965389
Journal Mail Official
jurnal.agroteknosains@universitasquality.ac.id
Editorial Address
Jl. Ngumban Surbakti No. 18 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROTEKNOSAINS
Published by Universitas Quality
ISSN : 25986228     EISSN : 25980092     DOI : http://dx.doi.org/10.36764/ja.v6i1
Core Subject : Agriculture,
Agrotechnoscience journal aims to encourage the development of science and technology in the field of research-based agriculture including: (a) agribusiness, (b) husbandry, (c) fisheries, (d) agroindustry, (e) postharvest industry, (f) genetic engineering, (g) environment, and (h) food science.
Articles 155 Documents
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN KONSENTRASI PUPUK KALIUM (K) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS BATU IJO (Allium ascalonicum L.) Tarigan, Sumatera; Ginting, Agus Susanto; Dahang, Donatus; Sitepu, Septian Saputra
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1504

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah varietas batu ijo (Allium ascalonicum L), Untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah varietas batu ijo (Allium ascalonicum L), Untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik cair dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah varietas batu ijo (Allium ascalonicum L). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Jarak tanam : 20 x 20 cm, Jumlah ulangan : 3 ulangan Jumlah plot : 36 plot Ukuran plot : 1 m x 1 m Jarak antara plot : 50 cm Jarak antara ulangan : 60 cm  Jumlah tanaman /plot : 25 tanaman  Jumlah tanaman sampel /plot : 5 tanaman Jumlah populasi tanaman :900 tanaman Jumlah tanaman sampel :180 tanaman Luas areal keseluruhan : 84 m2 Pemberian pupuk organik cair tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan berat umbi per rumpun. Pemberian pupuk kalium tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan per rumpun, Interaksi antara pemberian pupuk organik cair dan pupuk kalium (A x K) tidak berpengaruh nyata terdahap parameter pengamatan berat umbi per rumpun
PENGENDALIAN PATOGEN Alternaria solani PADA TANAMAN WORTEL DENGAN PESTISIDA NABATI DI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO Simbolon, Juliana; Simbolon, Sri Hara; Sipayung, Roy; Ginting, Immanuel
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1418

Abstract

Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo dikenal sebagai daerah sentra tanaman holtikultura salah satunya adalah wortel. Ada banyak penyakit wortel yang menyebabkan kehilangan hasil yang signifikan. Diantaranya, spesies Alternaria solani dianggap sebagai patogen yang paling merusak dan bernilai ekonomi.  Tanaman kelor dapat digunakan sebagai sumber atau bahan pestisida dan pupuk organik mengingat kandungan nutrisi dan senyawa antimikroba yang dimiliki tanaman tersebut Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak air dan POC daun kelor terhadap penghambatan pertumbuhan A. solani serta peningkatan pertumbuhan bibit tanaman wortel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian ekstrak daun kelor pada konsentrasi 5,000ppm telah mampu menghambat pertumbuhan jamur Alternaria solani pada tanaman wortel secara in vitro maupun in vivo. Pada konsentrasi 10.000ppm, ekstrak daun kelor mampu menghambat pertumbuhan jamur A. solani sebanding dengan penghambatan fungisida Mankozeb 80% dengan dosis rekomendasi 0,2%. Sedangkan dengan konsentrasi ekstrak daun kelor sebesar 20.000ppm daya hambat ekstrak terhadap koloni jamur mendekati 100%.
MINAT PETANI DALAM MEMANFAATKAN CORN SEED PLANTER DI KECAMATAN TIGALINGGA, KABUPATEN DAIRI Sari, Maya; Febrimeli, Dwi; Situmorang, Menara Wati
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1514

Abstract

Minat Petani dalam Pemanfaatan Corn Seed Planter pada Komoditi Jagung. Penelitian ini mempunyai tujuan dalam menganalisa minat petani dalam pemanfaatan corn seed planter pada komoditi jagung. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi. Metode pengkajian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Untuk mengetahui tingkat minat petani digunakan teknik penentuan skor model skala likert. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat minat petani dalam pemanfaatan corn seed planter tergolong tinggi yaitu dengan persentase 66,7% dengan rincian tingkat minat petani yang meliputi sikap dalam perilaku sebesar 65,39%, norma subyektif sebesar 72,91%, dan kontrol perilaku sebesar 62,73%. 
ANALISIS USAHA TANI WORTEL (Daucus carota L.) DI BPP BARUS JAHE DESA SUKANALU DINAS PERTANIAN KABUPATEN KARO Siburian, Fandri; Marpaung, Poman HP; Sitepu, Alim
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1423

Abstract

Penduduk Negara yang berkembang adalah mayoritas petani. sebab itu, pembangunan pertanian merupakan tujuan utama dari setiap pemerintahan negara yang berkembang (Soetrisno, 1998:83).Sektor pertanian berperan penting di dalam perekonomian Indonesia terutama dalam bentuk penyediaan lapangan kerja dan kontribusinya terhadap pembentukan PDB dan ekspor (Tambunan, 2003:23). Sektor pertanian, masih banyak komoditi berpotensi yang belum ditangani secara serius. Salah satunya yang kini banyak dilirik para eksportir ialah sayuran komersial karena memiliki peluang pasar, khususnya di luar negeri, yang tak kalah dengan komoditi lainnya (Tim Penulis PS, 1993:44-45). dampak  positif  bagi  kehidupan  masyarakat,  yaitu  memberikan  kesempatan kerja  yang  luas,  memberikan  penghasilan  bagi  masyarakat  pada  setiap  rantai agribisnis, dan meningkatkan perbaikan gizi masyarakat. Pengembangan budidaya wortel di Indonesia didukung oleh keadaan agroklimatologi dan agroekonomi wilayah yang sesuai (Cahyono, 2002 : 14).Hal tersebut menyebabkan rendahnya nilai keuntungan yang diperoleh petani. Kendala usahatani sayur-sayuran di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, adalah rendahnya nilai pendapatan petani, keterbatasan pengetahuan petani, keterbatasan lahan yang dimiliki petani dan posisi penawaran pada pihak petani yang kurang kuat. (Ashari, 1995:11).Produktivitas dipengaruhi oleh suatu kombinasi dari banyak faktor, antara lain: varietas, tingkat kesesuaian lahan (termasuk luas dan kualitasnya), jenis teknologi yang digunakan, ketersediaan modal, kualitas pupuk dan input lainnya, ketersediaan dan kualitas infrastruktur pendukung (seperti irigasi) dan tingkat pendidikan/pengetahuan petani (Tambunan, 2003:47).Perbedaan pendapatan berkaitan erat dengan produktivitas para petani. Sementara produktivitas tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor antara lain: luas lahan yang dimiliki, kebijakan pemerintah dalam pemberian insentif pada petani, dan sebagainya (Soetrisno, 1998:5).Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik melaksanakan penelitian dengan judul " Analisis Usaha Tani Wortel (Daucus Carota L.)  Di BPP Barus Jahe Desa Sukanalu Dinas Pertanian Kabupaten Karo ".
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK MUTIARA PADA PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) VARIETAS VIMA-IV Sitinjak, Lentina; Giawa, Yohanna Widian
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1515

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk  mengetahui bagaimana Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK Mutiara Pada Produksi Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima-IV. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam dengan 3 taraf yaitu: (K0)Tanpa pemberian pupuk kandang, (K1) 400 g/polibag, (K2) 800 g/ polibag.  Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara dengan 4 taraf yaitu (N0) tanpa pemberian pupuk NPK, (N1) 1,5 g/polibag, (N2) 3  g/polibag dan (N3) 4,5 g/polibag. Parameter yang diamati pada penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, produksi per sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,  jumlah cabang produktif dan produksi persampel. Dosis pupuk NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 MST, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang produktif dan produksi persampel. Interaksi pupuk kandang ayam dan NPK Mutiara berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. 
PENGARUH GABUNGAN AMPAS TEH DAN POC KULIT PISANG DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Pandia, Wajib; Sitepu, Israil
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1483

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi dampak dari pupuk organik cair yang terbuat dari kulit pisang dan ampas teh hijau pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Penelitian dilaksanakan antara Juni dan Agustus 2024 di kebun Dellsa Raya, Kecamatan Bellrastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang melibatkan dua jenis perlakuan dengan variasi dosis. Pupuk organik cair kulit pisang diterapkan dalam empat tingkat konsentrasi: kontrol (P0), 160 ml/ liter air per plot (P1), 320 ml/ liter air per plot (P2), dan 480 ml/ liter air per plot (P3). Sementara itu, ampas teh hijau digunakan dalam empat kadar berbeda: kontrol (T0), 20 gram per tanaman (T1), 40 gram per tanaman (T2), dan 60 gram per tanaman (T3). Parameter yang diperiksa meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, total hasil per plot, serta bobot 100 biji kering. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair dari kulit pisang berpengaruh signifikan pada tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, total hasil, dan bobot 100 biji kering. Selain itu, ampas teh hijau juga memengaruhi tinggi tanaman, jumlah polong, total hasil, bobot 100 biji kering, dan jumlah cabang. Namun, tidak ditemukan adanya efek signifikan dari kombinasi antara pupuk organik cair kulit pisang dan ampas teh hijau pada semua parameter yang diteliti.
ANALISIS PENDAPATAN DAN RESIKO USAHATANI TOMAT DI KECAMATAN MEREK KABUPATEN KARO Sembiring, Riduan; Sembiring, Swati; br Karo, Seringena
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1501

Abstract

Tomat adalah salah satu produk pertanian dengan potensi besar untuk dikembangkan dan dibudidayakan karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Selain manfaat nutrisinya yang baik untuk kesehatan, tomat juga memberikan beberapa keuntungan bagi konsumen, produsen, dan masyarakat. Namun, fluktuasi harga tomat di tingkat produsen dapat mempengaruhi pendapatan petani, dan ini berpotensi menimbulkan resiko pendapatan. Contohnya, pada panen raya bulan Juli 2024, harga tomat mengalami penurunan drastis. Penurunan harga yang signifikan ini berpotensi mengurangi pendapatan petani dan meningkatkan resiko usaha pertanian. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai pendapatan petani dan tingkat resiko usaha pertanian tomat, terutama dalam konteks fluktuasi harga seperti yang terjadi pada panen raya tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, dengan lokasi yang dipilih secara sengaja. Metode survei digunakan dengan 56 sampel yang diambil melalui pengambilan sampel acak sederhana. Alat analisis yang digunakan untuk menilai pendapatan petani adalah rasio R/C (Revenue to Cost Ratio), sedangkan tingkat resiko pendapatan dianalisis dengan menghitung varians, deviasi standar, dan koefisien variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio R/C adalah 3,03, yang berarti usaha pertanian ini umumnya menguntungkan dan layak. Namun, berdasarkan nilai koefisien variasi sebesar 0,86, ada indikasi adanya tingkat resiko yang signifikan dihadapi petani, terutama dalam kondisi seperti penurunan harga pada panen raya Juli 2024. Batas pendapatan terendah dari usaha pertanian tomat adalah Rp -5.985.235, menunjukkan potensi kerugian yang mungkin dihadapi petani jika harga tomat turun drastis atau ada resiko lain yang berdampak pada usaha pertanian.
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK dan POC Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangung Darat (Ipomoea reptans Poir) Dahang, Donatus; Nainggolan, Lyndon Parulian; Silaban, Sri Rejeki
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v9i1.1569

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan POC Terhadap pertumbuhan dan  hasil tanaman kakngkung darat (Ipomoea reptans Poir). Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Simalingkar Raya dusun 1 Desa Simalingkar A, Kec. Medan Tuntungan, Deli Serdang, terhitung Oktober 2024 sampai Februari 2025. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial digunakan dalam penelitian ini yang terdiri atas dua faktor, pertama: POC terdiri atas 3 C0 = tanpa pupuk/control, C1 = POC 1 ml/ liter air, san C2 = POC 2 ml/ liter air; kedua NPK Mutiara 16-16-16 (N) terdiri atas N0 = tanpa NPK, N1 = 0.5 g/ tanaman, N2 = 1 g/ tanman, dan N3 = 1.5 g/ tanaman. Hasil penelitian menunjukkan N2 49, 1 cm  dan N3 52 cm merupakan perlakuan optimum yang memberikan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Jumlah daun terbanyak pada 28 HST adalah N3 30,3 helai berbeda nyata dengan N2  27,5 helai, N1 25,5 helai, dan N0 23,1 helai.Pengaruh POC jumlah daun terbanyak pada 28 HST C2 31,7 helai berbeda nyata dengan C1 25,5 helai dan C0 22,6 helai. Produksi kangkung per sampel N3 104,3 g merupakan perlakuan optimum dan C2 menghasilkan bobot kangkung tertinggi 101,7 g. Produksi per plot tertinggi ditemukan pada N2 794,4 g dan terendah N0 339,5 g
Analisis Komparatif Usahatani Padi Menggunakan Pola Tanam Jajar Legowo dan Pola Tanam Larikan (Studi Kasus di Kelompok Tani “Tani Jaya” di Desa Wangunrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo) Savitri, Nanda; Hasanah, Uswatun; Windani, Isna
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v9i1.1661

Abstract

This study aims to determine the amount of costs, production, revenue, income, and profit in rice farming with the jajarlegowo planting pattern in Wangunrejo village, Banyuurip sub-district, Purworejo regency, determine the amount of costs, production, revenue, income, and profit in rice farming with the strip planting system in Wangunrejo village, Banyuurip sub-district, Purworejo regency, and also determine the differences between costs, production, revenue, income, and profit in rice farming using the jajar legowo planting system and the strip planting system in Wangunrejo village, Banyuurip sub-district, Purworejo regency. There are 30 farmers using the jajarlegowo planting pattern and 30 farmers using the strip planting pattern. The determination of the sample in this study used the saturated sampling method, namely all members of the population were used as samples. The amount of production costs in rice farming using the jajarlegowo planting pattern per ha is Rp 33,739,642, revenue of Rp 77,625,420, income of Rp 62,082,097 and profit of Rp 59,429,101. The amount of production costs in rice farming using the larikan planting pattern per ha is Rp 29,911,099, revenue of Rp 70,056,420, income of Rp 55,861,318 and profit of Rp 52,480,422. There are differences in production costs, revenue, income and profit in the jajarlegowo planting pattern and larikan planting pattern. The jajarlegowo planting pattern is more profitable.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Daun dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Cabai merah (Capsicum annum L.) Pandia, Wajib; Sitepu, Israil
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v9i1.1529

Abstract

Konsumsi cabai di Indonesia mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya. Upaya peningkatan produksi cabai perlu dilakukan melalui pemupukan akar dan daun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interval pemupukan NPK (nitrogen, fosfor, kalium) dan jenis pupuk daun yang optimum bagi pertumbuhan dan hasil cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2024 di Desa Dellsa Raya, Kellcamatan Bellrastagi, Kabullpatelln Karo, Sullmatellra ULLtara. Penelitian ini menggunakan metode eksperiensial dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah interval pemupukan NPK (16-16-24 minggu), dengan konsentrasi 25 gL-1 dengan dosis 240 mL.tanaman-1 . Interval pemupukan NPK terdiri dari 4 taraf yaitu pupuk NPK yang diberikan setiap 5, 10, 15, dan 21 hari. Faktor kedua yaitu pupuk daun yang terdiri dari pupuk daun A, pupuk daun B, dan pupuk daun C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemupukan NPK berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Jumlah cabang dikotomi, berat tungku kering, buah kumulatif, berat buah kumulatif, dan panjang buah pada panen ke-1. Pemupukan NPK setiap 15 hari dapat meningkatkan cabang dikotomi sebesar 24,16%, berat tungku kering sebesar 38,98%, buah kumulatif sebesar 38,41%, dan berat buah kumulatif sebesar 42,46%. Pupuk daun B dan pupuk daun A memberikan kinerja yang sama pada cabang dikotomi. Tidak terdapat pengaruh interaksi antara interval pemupukan NPK dan jenis pupuk daun terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil. Interval pemupukan NPK yang optimum sebagai pupuk susulan sebaiknya diberikan setiap 15 hari.