cover
Contact Name
Arief Sudarmaji
Contact Email
arief.sudarmaji@unsoed.ac.id
Phone
+6285227970918
Journal Mail Official
jaber@unsoed.ac.id
Editorial Address
Jl. dr. Soeparno, Karangwangkal Purwokerto 53122, Indonesia Telp/Fax: +62-281-638791
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research
ISSN : 27223620     EISSN : 2776821X     DOI : -
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research mempublikasikan artikel-artikel terbaru yang berfokus pada hasil-hasil riset baik bersifat fundamental maupun terapan dalam bidang Keteknikan Pertanian dan Biosistem. Lingkup utama JABER antara lain: Teknik Pengendalian dan Pengelolaan Bio Lingkungan, Alat dan Mesin Pertanian, Teknik Pengolahan Hasil Pertanian, Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, dan Sistem Informasi Manajemen dan Industri Pertanian. JABER terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November). Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research dikelola oleh Program Studi Teknik Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang bekerjasama dengan Perteta Cabang Purwokerto, Indonesia. JABER memiliki nomor p-ISSN: 2722-3620 dan e-ISSN: 2776-821X. Artikel dalam JABER bersifat Open Access, yangmana dapat diakses secara penuh (full text) dan dapat didownload dan dibaca oleh semua pembaca sehingga akan meningkatkan sitasi dari artikel yang dipublikasikan di JABER. JABER akan terbit dua kali dalam satu tahun dan pada setiap penerbitan berisi 8 artikel (Mei dan Oktober). Artikel yang dikirim oleh penulis harus berupa naskah asli dan tidak sedang diajukan untuk dipublikasikan oleh jurnal atau penerbit lain. Artikel dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggis. Artikel yang diajukan harus ditulis sesuai dengan pedoman penulisan.
Articles 89 Documents
UJI KINERJA MESIN PENGERING TIPE DMP 2 BERBASIS ENERGI HYBRID MATAHARI DAN LPG (LIQUEFIED PETROLEUM GAS) UNTUK SAYUR BAWANG PREI (ALLIUM PORRUM) Ahmad, Ary Mustofa
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 4 No 2 (2023): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2023.4.2.9444

Abstract

Bawang prei (Allium porrum.) adalah jenis sayuran yang berasal dari keluarga allium yang biasa digunakan sebagai campuran masakan. Setiap sayuran segar memiliki kadar air yang cukup tinggi dan dapat terserang mikroorganisme jika berada dilingkungan yang kurang tepat, sehingga sayuran memiliki daya simpan yang relatif rendah. Untuk mengurangi kadar air bawang prei bisa dilakukan dengan cara pengeringan. Selain memperpanjang umur simpan, pengeringan juga dapat memperingkas produk pertanian saat dibawa kemana-mana. Alat pengering DMP 2 merupakan pengembangan prototype alat pengering DMP 2 yang menggunakan energi hybrid tenaga matahari dan LPG (Liquefied Petroleum Gas). Alat ini memiliki 3 tingkatan rak, setiap tingkatan terdiri dari 2 rak dengan jarak antar rak sebesar 30 cm. Posisi tingkat satu berada di atas dan tingkat tiga berada di bawah. Jarak antara rak terbawah dengan plat konduktor (pembatas dari sumber panas) yaitu 50 cm. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata kadar air awal dan akhir bawang prei yaitu 94% dan 16,07%. Jumlah energi keluar (Qout) pada pengeringan sebesar 6313,73 kJ/kg dengan besar kalor sensibel (Qs) sebesar 49,01 kJ/kg dan kalor laten (Ql) sebesar 6264,72 kJ/kg. Jumlah energi masuk (Qin) sebesar 147464,79 kJ/kg dengan besar energi matahari (Qsun) sebesar 84647,68 kJ/kg dan besar energi LPG (QLPG) sebesar 62817,11 kJ/kg.
AUDIT ENERGI PADA PEMBUATAN GULA KELAPA KRISTAL (STUDI KASUS PADA KOPERASI SEMEDO MANISE KECAMATAN PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS) Fidelia, Tiara Aghna; Ritonga, Abdul M; Ropiudin, Ropiudin
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 4 No 2 (2023): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2023.4.2.9552

Abstract

Koperasi Semedo Manise merupakan salah satu produsen gula kelapa kristal yang saat ini belum diketahui jumlah penggunaan energinya sehingga dibutuhkan perhitungan audit energi untuk memberikan gambaran konsumsi energi dan mencari upaya penghematan energi. Pengambilan data dilakukan dengan mengikuti seluruh proses pada pembuatan gula kelapa kristal. Proses produksi gula kelapa kristal di Koperasi Semedo Manise membutuhkan energi dengan jumlah yang berbeda-beda. Penggunaan energi total dalam proses produksi gula kelapa kristal adalah sebesar 1.073,93 MJ dengan setiap proses produksi gula kelapa kristal yaitu pada proses penyadapan 2,49 MJ, penyaringan dan pemasakan 447,53 MJ, pengentalan 0,35 MJ, pengkristalan 0,18 MJ, pengayakan di petani 0,21 MJ, pengayakan di gudang 0,70 MJ, pengovenan 619,54 MJ, penyortiran 1,96 MJ, serta pengemasan 0,97 MJ. Penggunaan energi berdasarkan bentuk energinya yaitu energi manusia sebesar 15,85 MJ, energi listrik 0,38 MJ, energi biomassa 444,57 MJ, dan energi gas 613,13 MJ. Hasil perhitungan audit energi menunjukkan bahwa energi gas paling banyak dibutuhkan dalam pembuatan gula kelapa kristal. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghemat energi tersebut yaitu rutin melakukan pengecekan secara berkala terhadap alat/mesin yang menggunakan energi gas, menyalakan alat/mesin saat akan digunakan dan mematikannya saat selesai digunakan, serta rutin membersihkan alat/mesin yang menggunakan energi gas sehingga dapat menjaga nyala api tetap konstan yang akan berpengaruh terhadap efisiensi energi.
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PENYAMAKAN NABATI TERHADAP KARAKTERISTIK KULIT TERSAMAK YANG DIHASILKAN mutiar, Sri; Yusmita, Lisa; Kasim, Anwar
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 4 No 2 (2023): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2023.4.2.9997

Abstract

Lead time is one of the methods used to eliminate activities that do not add value to a production process. The leather tanning process is generally a very long series of processes with many series of processes of chemicals. The tanning process generally starts with rawhide, hair removal, weak removal, neutralization, pickle, tanning, re-tanning, and finishing. The purpose of this study was to determine the effect of tanning time on the characteristics of leather produced. The material used in this experiment was goat skin. Tanning experiments with various tanning times of 3 hours, 6 hours, 12 hours, and 24 hours. mimosa, quebracho and Acacia mangium bark extract through single tanning. Analysis of leather quality was determined from chemical characteristics of leather, measurement of physical and organoleptic properties of leather. Data analysis used T test to see the effect of time difference. The results showed that to produce tanning of leather that the standard, the tanning time ≥ 12 hours was used.
IDENTIFIKASI KOMPONEN DALAM HIDROSOL LIMBAH AGROINDUSTRI MINYAK ATSIRI PALA DI PROVINSI LAMPUNG Utomo, Tanto Pratondo; Hartari, Widia Rini; Hidayati, Sri; Sartika, Dewi; Suharyono, Suharyono
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 4 No 2 (2023): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2023.4.2.10014

Abstract

Agroindustri minyak atsiri pala selain menghasilkan produk minyak atsiri dalam proses penyulingannya, juga menghasilkan limbah cair berupa hidrosol hasil pemisahan minyak atsiri. Hidrosol yang dihasilkan dari proses penyulingan minyak atsiri pala terdapat dalam jumlah yang besar proses penyulingan membutuhkan air sekitar 30 persen dari berat bahan baku dengan rendemen minyak atsiri pala yang dihasilkan hanya sekitar 10 persen sedangkan hidrosol, yang belum dapat dimanfaatkan sehingga hanya dibuang ke lingkungan, sekitar 20 persen dari berat bahan baku. Agroindustri minyak atsiri pala harus berproduksi secara efektif dan efisien sehingga hidrosol yang dihasilkan harus dapat dimanfaatkan sehingga menghasilkan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen hidrosol sisa penyulingan minyak atsiri yang diduga masih mengandung komponen aromatik dan lainnya karena masih berbau harum khas pala. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu agroindustriminyak atsiri pala di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Hidrosol sisa penyulingan minyak atsiri pala diidentifikasi menggunakan GC-MS yang dilakukan perlakuan pendahuluan SPME dengan mengambil senyawa pada hidrosol dengan fibre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 senyawa yang teridentifikasi dengan persentase area tertinggi adalah Di(2-ethylhexyl)adipate 90,845 % yang berpotensi dapat dimanfaatkan sebagai bahan plasticizer, bahan pelarut kosmetik, dan tekstil. Senyawa-senyawa lain yang teridentifikasi antara lain adalah senyawa yang bersifat antioksidan dan antimikroba seperti asam karboksilat. Pada pengujian aktifitas antioksidan diperoleh % inhibisi mencapai 95,63%, yang artinya sangat tinggi dalam menangkal radikal bebas. Pada pengujian total saponindiperoleh rata-rata 0,05%.
ANALISIS KUALITAS PAKAN TERNAK SILASE DENGAN KERAGAMAN BAHAN HIJAUAN (STUDI KASUS DI DESA SARONGAN, KAB. BANYUWANGI) Mustaniroh, Siti Asmaul
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 4 No 2 (2023): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2023.4.2.10093

Abstract

Kelompok Gerakan Masyarakat Peduli Sampah “GEMES” di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu mitra binaan dari Taman Nasional Meru Betiri SPTN 1 Banyuwangi. Kelompok ini berpartisipasi dalam penanggulangan sampah, pemberdayaan peternak kambing sebagai peluang usaha masyarakat di desa penyangga Meru Betiri. Selama ini, kelompok peternak kambing GEMES menggunakan Bamban (daun tanaman keras) atau rumput yang tumbuh di sekitar lahan kawasan sebagai pakan utama. Terdapat suatu kondisi pada musim kemarau atau kering yang berdampak pada kelompok tersebut menjadi kesulitan dalam mencari sumber pakan sehingga menyebabkan rendahnya harga jual kambing di sana. Tujuan kegiatan adalah menentukan analisis kualitas produk silase sebagai pakan ternak kambing dari bahan hijauan lokal yang tersedia di Desa Sarongan. Objek kegiatan adalah Kelompok GEMES dengan bahan antara lain rumput odot, tebon jagung, daun rambutan serta daun mahoni. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kualitas pakan ternak silase sudah sesuai dan memadai untuk diimplementasikan sebagai pakan ternak kambing. Hasil pengujian laboratorium terhadap 100% bahan kering silase menunjukkan bahwa kadar bahan kering, kadar abu, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar layak untuk didiseminasikan sebagai pakan ternak alternatif bagi kambing. Kandungan bahan kering tertinggi terdapat pada daun rambutan 48,74%, kadar abu pada rumput odot 22,14%, protein kasar pada rumput odot 8,81%, serat kasar pada daun mahoni 38,61% serta lemak kasar pada daun rambutan 6,29%.
EKSTRAKSI ANTIOKSIDAN CASCARA ARABICA MENGGUNAKAN METODA ULTRASONIC-ASSISTED EXTRACTION kunarto, bambang; Sani, Elly Yuniarti; Larasati, Dewi
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 5 No 1 (2024): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2024.5.1.10114

Abstract

ABSTRAK Cascara merupakan produk samping dari komoditas biji kopi, yaitu bagian kulit dan pulp hasil pengupasan pengolahan basah. Cascara kaya fenolik, flavonoid dan tannin, sehingga berpotensi sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu ekstraksi cascara Arabica menggunakan metoda ultrasonic-assisted extraction terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanolik yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan menggunakan ultrasonic bath (Branson 3800) pada suhu 30oC dan frekwensi 40 kHz. Pelarut yang digunakan adalah etanol 70% dengan rasio cascara Arabica dan pelarut 1:10 (b/v). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan lama ekstraksi (10, 20, 30, 50, 50 dan 60 menit) dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati meliputi yield, fenolik total, flavonoid total, dan aktivitas antioksidan (RSA-DPPH dan reducing power). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA. Apabila terdapat pengaruh yang nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat signifikansi α = 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan lama waktu ekstraksi etanolik cascara Arabica berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap yield, fenolik total, flavonoid total, dan aktivitas antioksidan (RSA-DPPH dan reducing power). Ekstraksi cascara Arabica selama 30 menit menghasilkan aktivitas antioksidan yang kuat
itu ANALISIS KINERJA MESIN JAVATECH RICE MILL UNIT 1000 PADA AGROINDUSTRI PENGGILINGAN PADI Falah, Muchamad Arsyi; Masrukhi, Masrukhi; Novitasari, Dian
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 5 No 1 (2024): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2024.5.1.10941

Abstract

Penggilingan padi atau rice milling merupakan jenis usaha pertanian yang bergerak di bidang pelayanan jasa penggilingan gabah untuk menjadi beras siap konsumsi, baik untuk penggilingan hasil lahan sendiri maupun penyedia jasa. Jenis usaha tersebut dapat meningkatkan pemasukkan tambahan bagi para pemilik unit penggiling gabah disamping dengan mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber pendapatan utama. Salah satu pelaku usaha penyedia jasa penggilingan padi dan penjualan beras ialah kelompok tani “Tirta Mijil” yang berlokasi di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Alat penggilingan yang digunakan adalah Javatech Rice Mill 1000 yang merupakan unit bantuan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Penggilingan padi yang digerakan oleh kelompok tani tersebut termasuk dalam usaha baru yang perlu untuk mengidentifikasi kinerja mesin agar dapat mengetahui efektivitas dari mesin penggiling yang digunakan, sehingga usaha yang dijalankan dapat tetap berjalan dengan optimal dan memperoleh hasil yang diharapkan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dari mesin Javatech Rice Mill 1000 yang digunakan oleh Kelompok Tani Tirta Mijil. Analisis kinerja tersebut meliputi (1) Kapasitas Kerja Mesin, (2) Rendemen Giling, (3) Energi Spesifik, dan (4) Efisiensi Mesin. Pengambilan data dilakukan secara observasi langsung di lapangan dan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja dari mesin Javatech Rice Mill 1000 adalah (1) Kapasitas kerja mesin rata-rata sebesar 513,80 kg/jam, (2) Rendemen giling rata-rata sebesar 63%, (3) Energi spesifik sebesar 2779 kJ/kg, dan (4) Efisiensi dari kinerja mesin yang tinggi. Berdasarkan hasil tersebut maka penggunaan unit Javatech Rice Mill 1000 sebagai penggiling gabah menunjukkan hasil yang layak secara teknis.
RANCANG BANGUN SISTEM IRIGASI OTOMATIS BERBASIS SENSOR KAPASITIF KELEMBAPAN TANAH Sudarmaji, Arief; Margiwiyatno, Agus; Siswantoro, Siswantoro; Masrukhi, Masrukhi; Wijaya, Krissandi; Kuncoro, Purwoko Hari; Ropiudin, Ropiudin; Mustofa, Asna; Sulistyo, Susanto Budi; Arsil, Poppy; Ritonga, Abdul Mukhlis; Irawadi, Irawadi
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 5 No 1 (2024): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2024.5.1.11349

Abstract

Precise and measurable water availability is an important aspect for optimal plant growth. It is necessary to monitor soil moisture continuously as a basis for watering. This paper presents the design of a soil moisture measurement system and testing of a capacitive type soil moisture sensor to obtain a calibration model on various types of soil. The measurement system is based on an Arduino-Mega microcontroller consisting of a soil moisture sensor, timer module, memory card module, keypad, LCD and irrigation actuator. In this research, five capacitive soil moisture sensors were tested on three types of soil, namely sand soil, and organic soil. Sand soil comes from the coast in Adipala Village, Cilacap Regency and organic soil comes from dry land in Kedungrandu Village, Banyumas Regency. The calibration process is based on the capacitive soil moisture sensor voltage (V) and soil water content (KA) values determined using the gravimetric method. The calibration model obtained for each soil is KA = 34.23 x V2 -182.84 x V + 249.45 (sandy soil), and KA = 2389 x V2 - 9252.6 x V + 9012.9 (organic soil). Soil moisture outputs, time data, and irrigation status are stored in the memory card.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA SAYUR BERBASIS HIDROPONIK PADA UMKM HIDROPONIK KECIL Maksum, Ali; novitasari, dian; Putri, Dhelya Apriliani; Panjaitan, Adrian; Putri, Adinda Cahya; Irawadi, Irawadi
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 5 No 1 (2024): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2024.5.1.12436

Abstract

Sayuran digemari oleh masyarakan karena tingginya serat, vitamin, serta, mineral yang terkandung pada sayuran. Hal tersebutlah yang mendorong masyarakat untuk mengonsumsi sayuran sehingga mempengaruhi tingginya konsumsi sayur masyarakat yaitu sebesar 97,29% dari total keseluruhan penduduk yang mengonsumsi sayuran. Hal itu akan berdampak pada permintaan sayuran yang semakin tinggi sehingga para pelaku usaha produksi sayuran memerlukan lahan yang luas untuk memproduksinya. Maka dari itu dibutuhkan kajian mengenai kelayakan usaha budidaya hidroponik untuk mengetahui besarnya pengeluaran dan pendapatan dari usaha tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha hidroponik kecil dengan menggunakan Net Present Value (NPV), nilai Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), dan nilai Payback Periode (PP). Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2022 yang berada di JL Raya Pengasunan No. 12, Pengasinan, Kedungwringin, Kec Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukan bahwa NPV didapatkan sebesar Rp225.856.000; Nilai PI sebesar 1,38; IRR sebesar 4,31%; sementara nilai PP adalah 1,66 tahun, sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha hidroponik kecil tersebut layak untuk dilaksanakan.
EVALUASI KEBISINGAN DAN STRATEGI MITIGASI PADA MESIN PENCETAK PELET TIPE VERTIKAL UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Soolany, Christian; Yuhdiyanto, Arif; Azzizzah, Frida Amriyati; Aji, Dhimas Oki Permata
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 5 No 1 (2024): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2024.5.1.13510

Abstract

Mesin pencetak pelet tipe vertikal banyak digunakan di industri karena efisiensinya dalam memproses berbagai bahan baku. Namun, tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin ini menjadi perhatian utama terkait kesehatan dan keselamatan kerja (K3), terutama pada lingkungan kerja yang bising. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pencetak pelet tipe vertikal dalam berbagai kondisi operasional serta memberikan rekomendasi mitigasi untuk meminimalkan risiko kesehatan. Pengukuran kebisingan dilakukan menggunakan alat Environment Meter dengan dua variabel utama, yaitu kondisi ruang (ruang terbuka dan tertutup) serta jarak operator dari mesin (1 meter, 2 meter, dan 3 meter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan yang dihasilkan pada kondisi ruang tertutup dengan jarak 1 meter mencapai 92 dB, yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan yang ditetapkan dalam PER.13/MEN/X/2011 sebesar 85 dB. Kebisingan menurun menjadi 78 dB pada jarak 3 meter di ruang terbuka. Berdasarkan hasil tersebut, strategi mitigasi yang disarankan meliputi penggunaan alat pelindung telinga (ear plug atau ear muff) dan perbaikan tata letak ruang kerja melalui pemasangan material peredam suara di sekitar mesin. Implementasi strategi ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif kebisingan terhadap kesehatan operator, meningkatkan kenyamanan kerja, dan meminimalkan risiko gangguan pendengaran permanen