cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 165 Documents
Pemberdayaan Masyarakat dalam menanggulangi Kasus Chikungunya di Desa Gumbrih dengan Pemanfaatan TOGA Tanaman Juwet (Sinsigium cumini L) Desak Putu Citra Udiyani; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.244-248

Abstract

Banjar Pasar di Desa Gumbrih, Kabupaten Jembrana, menghadapi masalah kesehatan berupa meningkatnya kasus Chikungunya, terutama pada musim pancaroba. Penyakit ini disebabkan virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, vektor yang juga menularkan demam berdarah. Sejak September 2024, tercatat 76 kasus dengan gejala khas seperti demam, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, bercak kemerahan, lemas, mual, dan nafsu makan menurun. Gejala muncul 3–7 hari setelah gigitan nyamuk, dan meski tergolong self limiting disease yang pulih dalam tujuh hari, nyeri sendi dapat bertahan berbulan-bulan. Walau pasien sembuh, potensi kasus baru tetap ada karena sifatnya menular melalui nyamuk. Pemerintah setempat telah melakukan fogging fokus, namun intervensi ini perlu diperkuat dengan edukasi keluarga dan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk. Penulis memberdayakan ibu-ibu PKK dan karang taruna di Tempek Sandat Desa Gumbrih sebagai kader penanggulangan Chikungunya melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan meliputi identifikasi jentik, praktik PSN berkala, penyuluhan, serta pencatatan log surveilans. Monitoring dilakukan rutin untuk meningkatkan keterampilan dan perilaku masyarakat. Program juga memperkenalkan pemanfaatan TOGA sebagai pengusir nyamuk dan terapi pendukung. Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan angka bebas jentik, menurunkan insiden Chikungunya, serta menghasilkan luaran berupa manuskrip PkM pada jurnal nasional terakreditasi dan video kegiatan berdurasi 4 menit.
Pemberdayaan Guru TK Saraswati Gianyar dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Pra Sekolah Sri Agung Aryastuti; Ni Wayan Erly Sintya Dewi; Putu Nita Cahyawati; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.238-243

Abstract

Tumbuh kembang anak pra-sekolah merupakan proses yang melibatkan perkembangan fisik, motorik, kognitif, sosial, dan emosional. Pemantauan tumbuh kembang pada anak usia 4-6 tahun sangat penting untuk mendeteksi dini gangguan atau keterlambatan perkembangan. Taman Kanak-kanak (TK) Saraswati Gianyar di Kabupaten Gianyar menyediakan pendidikan untuk anak usia 3-6 tahun dengan berbagai program unggulan, seperti pengembangan karakter, literasi dini, dan musik. Namun, sekolah ini belum memiliki program khusus terkait kesehatan anak usia dini, dan guru-gurunya belum mendapatkan pelatihan pemantauan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemantauan tumbuh kembang anak bagi guru-guru TK. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan penggunaan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) serta pelatihan pemantauan tinggi badan dan berat badan. Pemberian materi menggunakan metode ceramah dan demonstrasi.  Kegiatan berjalan dengan baik yang dapat dilihat dari terjadinya peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 6,86 menjadi 9,14 (p<0.05). Dengan kegiatan ini diharapkan mitra dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara mandiri dan berkala sehingga  anak-anak di usia pra-sekolah dapat mendapatkan dukungan yang mereka perlukan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. 
Pelatihan Penanganan Awal Terhadap Cedera Bagi Pelatih dan Official Cabang Olahraga Tarung Derajat KONI Kabupaten Badung Asri Lestarini; Tanjung Subrata; Ni Wayan Rusni; Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.205-210

Abstract

Kompetisi olahraga memiliki risiko cedera, mulai dari ringan, berat, hingga berakibat fatal. Cedera yang paling sering terjadi adalah cedera muskuloskeletal yang dapat mengakibatkan kelumpuhan, cedera kronis, bahkan kematian. Salah satu cabang olahraga yang berpotensi menimbulkan cedera muskuloskeletal adalah Tarung Derajat. Tarung Derajat merupakan olahraga tradisional di Indonesia yang memiliki intensitas latihan rata-rata tiga kali seminggu dengan durasi 2 jam setiap sesi, dan intensitas ini akan meningkat dalam persiapan kejuaraan, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Untuk mencegah terjadinya cedera tersebut, diperlukan pelatihan bagi pelatih dan official olahraga Tarung Derajat, karena merekalah yang akan mendampingi atlet selama pertandingan, sehingga kecepatan dan ketepatan mereka dalam memberikan bantuan saat cedera akan sangat memengaruhi proses penanganan cedera. Pelatihan yang diberikan berupa pertolongan pertama dan imobilisasi cedera muskuloskeletal serta teknik evakuasi korban, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelatih dan official dalam memberikan pertolongan pertama pada cedera muskuloskeletal. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penanganan pasien cedera muskuloskeletal dilakukan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan kepada 7 peserta untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam penanganan secara mandiri. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sekitar 30 persen; nilai rata-rata pretest sebesar 57,14 dan rata-rata posttest sebesar 87,15. Observasi yang dilakukan juga memperlihatkan peningkatan keterampilan peserta. Pelatihan bagi official dan pelatih Tarung Derajat perlu dilakukan lebih intensif agar dapat diaplikasikan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para atlet.
Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 pada Kelompok Karang Taruna Dharma Santhi Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryandhita; Ni Wayan Widhidewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.249-254

Abstract

Penularan Covid-19 masih terjadi di tengah masyarakat. Salah satu pencegahan penularan Covid-19 adalah dengan cara vaksinasi dan melakukan edukasi kepada masyarakat. Partisipasi dari berbagai kalangan diperlukan dalam pencegahan penularan penyakit infeksi ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak dusun Darma Santhi ditemukan permasalahan bahwa kalangan pemuda pemudi yang terdapat di wilayah banjar tersebut tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari pihak sekolah maupun puskesmas mengenai protokol kesehatan secara langsung selama pandemi ini. Solusi yang ditawarkan yakni dengan melakukan edukasi berupa penyuluhan kepada siswa, pendampingan protokol kesehatan pada saat proses pembelajaran dan memberikan bantuan kepada banjar terkait protokol kesehatan yang dapat digunakan pada sekolah di wilayah banjar tersebut. Hal ini ditawarkan untuk mencegah terjadinya kluster sekolah akibat penyebaran di dalam sekolah baik dari siswa maupun guru sekolah. Kegiatan ini akan diselenggarakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dilakukan di ruang terbuka dengan jumlah minimal 10 orang. Target luaran berupa peningkatan pengetahuan, tersedianya sarana dan prasarana terkait protokol kesehatan di banjar.
Edukasi dan Pelatihan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di SMA Negeri 1 Kediri Putu Nita Cahyawati; Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Gde Candra Yogiswara
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.255-259

Abstract

Pendidikan merupakan kunci untuk kebangkitan sebuah bangsa. Kualitas sumber daya manusia sangat krusial dalam mencapai pendidikan berkualitas. Demi mencapai tujuan tersebut, program pengabdian ini menargetkan mitra dalam bidang pendidikan yaitu SMA Negeri 1 Kediri, Tabanan. SMA Negeri 1 Kediri Tabanan salah satu institusi pendidikan di Kabupaten Tabanan Bali. Kegaitan pengabdian bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan khususnya dalam penanganan masalah kesehatan ringan di sekolah. Metode atau kerangka kerja program pengabdian ini meliput beberapa tahapan kerja yaitu sosialisasi, perlaksanaan program, dan evaluasi. Edukasi dilaksanakan dengan memanfaatkan media laptop, powerpoint, famflet dan alat peraga. Mahasiswa Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa juga dilibatkan selama pelaksanaan kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rerata nilai posttest siswa mencapai 80,32 poin dibandingkan dengan rerata pretest siswa yang hanya 51,94 poin. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung The 2030 Agenda for Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu kegiatan edukasi dan pelatihan telah mampu meningkatkan pengetahun siswa terhadap materi yang diajarkan. Pelaksanan kegiatan berlangung dengan baik karena seluruh inikator kerja yang ditetapkan telah terpenuhi. Ketiga indikator tersebut antara lain: peningkatan pengetahuan siswa, pelaksaan program lancar, dan pemberian bantuan alat kesehatan.
Promosi Kesehatan HIV/AIDS Pada Pasien Yang Berkunjung Ke UPTD Puskesmas Ubud 1 Ratna Juwita Dewa Ayu Putu; Ni Luh Putu Dewi Pridani; Komang Ayu Surya Dewi; I Gede Putra Angga Jaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.260-264

Abstract

HIV/AIDS hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. WHO (2025) melaporkan prevalensi HIV di dunia sekitar 0,5% dari populasi global, dengan insidensi tahunan 0,02% serta kematian terkait AIDS sebesar 0,008% pada tahun 2024. Di Indonesia, prevalensi HIV diperkirakan 0,2% dengan kasus terbanyak pada kelompok usia produktif 25–49 tahun, dan proporsi laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Di Bali, prevalensi kumulatif HIV/AIDS mencapai 0,7%, dengan distribusi terbesar di wilayah perkotaan, terutama Denpasar. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ubud 1, prevalensi HIV pada Januari 2025 sampai saat ini tercatat sekitar 0,0002%. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan model one group pre-test and post-test pada 20 peserta usia produktif (15–64 tahun). Intervensi berupa penyuluhan, diskusi interaktif, serta penggunaan media edukasi berupa leaflet dan poster. Tingkat pengetahuan diukur melalui kuesioner berisi 10 pertanyaan terkait HIV/AIDS sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 67 pada pre test menjadi 93 pada post test. Temuan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan HIV/AIDS efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta, yang diharapkan dapat mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam pencegahan HIV/AIDS di masyarakat.
Penyuluhan Kesehatan Bahaya Kanker Kulit pada Para Petani Desa Wongaye Gede, Tabanan I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi Wirawan; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.6-9

Abstract

Petani merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami kanker kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dan bahan kimia pertanian. Desa Wongaye Gede, Tabanan, Bali, merupakan wilayah agraris yang belum pernah mendapatkan edukasi khusus terkait bahaya kanker kulit. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai bahaya kanker kulit dan langkah pencegahannya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini menggunakan metode penyuluhan, diskusi interaktif, pembagian leaflet, serta evaluasi melalui kuesioner . Penyuluhan dilaksanakan dengan metode focus group discussion (FGD) untuk identifikasi masalah dan faktor risiko yang dialami oleh mitra, serta pemberian materi tentang bahaya kanker kulit.  Sebanyak 25 petani mengikuti kegiatan pada 24 Desember 2024. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai persepsi dan tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan. Sebanyak 20 dari 25 peserta (80%) menilai kegiatan sangat baik, sedangkan 5 peserta (20%) menilai baik. Peserta mengikuti penyuluhan secara aktif melalui sesi tanya jawab. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap bahaya kanker kulit dan pencegahannya. Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan petani mengenai kanker kulit. Disarankan dilakukan edukasi lanjutan dan pemeriksaan dini secara berkala untuk kelompok pekerja lapangan
Pemantauan Tumbuh Kembang pada Anak Keluarga Binaan Program Community-Oriented Medical Education Ni Wayan Diana Ekayani; Rima Kusuma Ningrum; Adi Pratama Putra P; Ni Wayan Sri Ekayanti; Putu Austin Widyasari Wijaya; Luh Gde Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.1-5

Abstract

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak masih menjadi prioritas kesehatan sehingga memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Keterlibatan mahasiswa dan dosen pada komunitas merupakan salah satu strategi yang dapat membantu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas anak. Berdasarkan survei awal pada mata kuliah Community Oriented Medical Education 1000 Hari Awal Kehidupan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, pengetahuan mahasiswa masih kurang dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang. Demikian juga dengan keluarga binaan yang kurang memahami pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang anak. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, melakukan pendampingan pada mahasiswa dan keluarga binaan untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang anak. Kegiatan diawali dengan penyegaran mengenai pemeriksaan tumbuh kembang kepada mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa dan dosen melakukan skrining dan edukasi tumbuh kembang kepada keluarga binaan. Keluarga binaan akan dievaluasi selama satu tahun untuk melakukan pemantauan dan stimulasi pada anak. Sepuluh keluarga binaan dipantau dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan semua anak memiliki hasil kurva World Health Organization dan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan yang normal. Walaupun demikian, terdapat satu bayi yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena lahir prematur dengan berat badan lahir rendah akibat ibu mengalami systemic lupus erythematosus. Hasil dalam kegiatan ini menunjukkan pemantauan anak harus terus dilaksanakan. Selain itu, kerjasama dan dukungan orangtua dan orang sekitar perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang anak.
Pohon Emosi: Program Edukasi Emosi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental Anak di SD Negeri 19 Dangin Puri Denpasar Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati; Luh Gde Evayanti; Ni Made Meishanda Kusuma Divayanti; Ida Ayu Diah Kencana Dewi Manuaba Suka; Ni Gusti Agung Ayu Wulan Ananda Pratiwi; Md Ayu Mirah Dewanti; I Gusti Ayu Agung Wulan Cahyani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.10-16

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mental anak di SDNegeri 19 Dangin Puri, Denpasar, melalui program edukasi emosi. Latar belakang program ini meliputipentingnya pendidikan kesehatan mental yang masih terabaikan di Indonesia, terutama di tingkat pendidikan dasar, akibat stigma negatif dan kurangnya integrasi dalam kurikulum. Kegiatan ini melibatkan siswa SD kelas 1 dan 2 SDN 19 Dangin Puri melalui serangkaian kegiatan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kecerdasan emosional, seperti sesi pengenalan emosi, permainan interaktif, dan sesi "Pohon Emosi." Programini dilaksanakan selama dua hari, di mana evaluasi menunjukkan bahwa 100% seluruh siswa berpartisipasi aktif dan merasa nyaman berinteraksi dengan guru serta teman kelasnya. Sebagian besar siswa, 76,47%, merasa bahagia di sekolah, meskipun total sebanyak 29,41% melaporkan merasa stres saat belajar. Hasil ini mencerminkan adanya hubungan yang positif antara siswa dan guru serta menyoroti perlunya perhatian lebih dalam mengatasi stres di kalangan siswa. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program PKM berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang emosi mereka sendiri dan mengembangkan keterampilansosial yang diperlukan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam integrasi pendidikan emosional ke dalam kurikulum sekolah dan mendukung upaya pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam meningkatkan kesehatan mental anak. Dukungan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keberhasilan implementasi pendidikan kesehatan mental di masa depan.
Program Pemberdayaan Pelajar SMPN 5 Sukawati sebagai Kader Sehat Aktif melalui Edukasi Reproduksi dan Pelatihan Yoghurt Ni Luh Putu Eka Kartika Sari; Calista Santoso Putu Nia; Gede Sanjaya Adi Putra; I Gusti Ngurah Agung Adi Primantara
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.37-42

Abstract

Desa Sukawati di Bali merupakan kawasan wisata padat kunjungan yang berpotensi memengaruhi perilaku dan kesehatan remaja, termasuk peningkatan risiko infeksi Human Papillomavirus (HPV). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dan keterampilan pembuatan pangan fungsional pada remaja. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 5 Sukawati dengan melibatkan 40 siswa kelas VII–VIII berusia 12–14 tahun. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video, simulasi, pelatihan pembuatan yoghurt, serta pemanfaatan media sosial, dengan evaluasi pretest–posttest. Rata?rata pengetahuan kesehatan reproduksi dan HPV meningkat dari 23,96% menjadi 95,66%, sedangkan pemahaman pembuatan yoghurt naik dari 33,02% menjadi 97,55%. Hasil ini menunjukkan program efektif membentuk kader pelajar yang lebih sadar kesehatan dan berpotensi menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya.