cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 165 Documents
Integrasi Senam Otak dan Toga Untuk Pencegahan Demensia Alzheimer Pada Lansia di Desa Celuk Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.17-25

Abstract

Proses penuaan adalah fenomena alami yang tak terhindarkan, yang berdampak signifikan pada fungsi fisik dan mental individu. Di Indonesia, peningkatan jumlah lansia membawa tantangan tersendiri, terutama terkait dengan masalah kesehatan seperti Demensia Alzheimer. Demensia merupakan gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan risiko kesehatan yang semakin meningkat. Menurut proyeksi, jumlah kasus demensia di Indonesia akan meningkat menjadi 4 juta pada tahun 2050. Fenomena ini menunjukkan perlunya intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Beberapa permasalahan yang sering ditemukan di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, adalah rendahnya pengetahuan lanjut usia tentang Demensia Alzheimer dan kurangnya edukasi mengenai pencegahannya. Selain itu, meskipun ada banyak Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dapat dimanfaatkan, pemanfaatannya dalam pencegahan demensia masih minim. Solusi yang ditawarkan adalah pemberian edukasi tentang Demensia Alzheimer serta pengenalan dan pelatihan senam otak, yang telah terbukti efektif dalam menjaga dan meningkatkan kognitif. Program pelatihan juga mencakup cara memanfaatkan TOGA sebagai sumber nutrisi tambahan. Pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan penyuluhan dan sesi praktik langsung bersama mitra. Program ini melibatkan mitra antara lain kader lansia dan lansia, di mana 100% mitra berpartisipasi aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta lebih dari 50% berdasarkan hasil pretest dan postest setelah pemberian edukasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, didapatkan keterampilan mitra dalam melakukan senam otak dan pengolahan TOGA juga meningkat. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mencegah Demensia Alzheimer, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Upaya lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa mendatang.
Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga Ni Made Gita Kusuma Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Putu Yudha Asteria Putri; I Gusti Agung Istri Mahaswari; Ni Putu Ayu Dian Maharani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.43-49

Abstract

Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif, terutama pada masa golden age balita, yaitu periode emas pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Pada fase ini, kekurangan gizi dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang tepat sasaran dan mudah diterapkan oleh keluarga. Kegiatan “Membangun Generasi Sehat Melalui Demonstrasi Masak Bergizi yang Berpotensi Menjadi Peluang Usaha Keluarga” diselenggarakan sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi spesifik pada masa pertumbuhan awal kehidupan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif dan praktik langsung memasak menu bergizi seimbang. Peserta dibekali pengetahuan mengenai kebutuhan zat gizi esensial bagi balita, seperti protein hewani, zat besi, kalsium, vitamin, dan serat, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga dilatih mengolah bahan pangan lokal yang mudah diakses menjadi hidangan sehat, menarik, dan sesuai dengan selera balita, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan anak terhadap konsumsi makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, dengan keterlibatan ibu dan ayah balita dalam kegiatan pemenuhan gizi anak. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi peserta dari 65% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan, serta peningkatan keterampilan pengolahan makanan bergizi dari 70% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta akan pentingnya variasi menu sehat dan potensi pengembangan keterampilan memasak sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini membuktikan bahwa edukasi gizi yang aplikatif dan kontekstual tidak hanya efektif dalam membangun generasi sehat sejak dini, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi keluarga.  
PKM pada Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.31-36

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Penyuluhan Kesehatan Telinga dan Pelatihan Cara Merawat Kesehatan Telinga Serta Sosialisasi Perundungan Pada Siswa Sekolah Dasar Ketut Wahyudiana Sudana; Agus Santosa; I Putu Arwan Puspa Remawan
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.71-76

Abstract

Ear health problems, such as ear infections and obstructive cerumen, are still frequently found in primary school children and can interfere with learning, language development, and overall quality of life. Meanwhile, bullying in the primary school environment is also a significant problem that affects students’ mental health, self-esteem, and academic achievement. This community service program aimed to improve students’ and teachers’ knowledge and skills regarding proper ear care, while also increasing their understanding of the dangers of bullying and the importance of creating a safe and respectful school environment. The program was implemented at SD Negeri 1 Tonja, Denpasar Utara, one of the public primary schools with a relatively large number of students and located in a densely populated area where cases of obstructive cerumen are still frequently reported according to local primary health care data. The targets of this program were teachers and 38 sixth-grade students. The activities included coordination with the school, ear health education sessions, hands-on training on ear care, and bullying awareness sessions, accompanied by pre–post quizzes, discussions, and educational games. Evaluation was carried out by comparing students’ ability to answer questions before and after the sessions and by observing their engagement during the practical components, followed by brief monitoring through the teachers for three weeks after the program. The results showed that all students attended the entire series of education and training sessions and were able to answer the questions well at the end, indicating an increase in knowledge about ear health and bullying. Students were also able to demonstrate safe ear-cleaning practices and provide examples of behaviors that constitute bullying as well as attitudes that reflect mutual respect at school. Post-program monitoring indicated that students began to apply proper ear care at home and shared the information with their parents, and they became more sensitive in avoiding behaviors that could lead to bullying. This program was effective as an initial step to increase primary school students’ awareness and skills regarding ear health and bullying prevention and has the potential to be replicated in other schools with similar characteristics. Key words: ear health, obstructive cerumen, primary school students, health education, bullying
Bakti Sosial Dalam Rangka Muktamar AIPKI Wilayah V Sebagai Perwujudan Pencapaian SDGs Ke-3 Winianti Ni Wayan; Indra Wijaya; Saktivi Harkitasari; Widhidewi Ni Wayan; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Sri Ratna Dewi; Agus Praktyasa; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Citra Udiyani; Dharmesti Wijaya; Nia Calista Santoso; Anny Eka Pratiwi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.50-55

Abstract

Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Wilayah V Bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yang menekankan pentingnya kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua. Kegiatan ini diadakan di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali pada tanggal 13 Oktober 2025, dengan melibatkan para pelaku pariwisata dan warga setempat. Rangkaian kegiatan bakti sosial yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan teknik bantuan hidup dasar (BHD) serta pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan BMI, tekanan darah, dan kadar gula darah. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan BHD diikuti oleh 20 orang pelaku pariwisata di Desa Penglipuran. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada 44 orang warga Desa Penglipuran. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan berupa lima unit tempat sampah organik dan anorganik serta 50 paket sembako kepada warga Desa Penglipuran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para pelaku pariwisata di Desa Penglipuran terkait BHD sebesar 36%. Kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan pentingnya pemeriksaan rutin juga semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara institusi pendidikan kedokteran dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di komunitas.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan P3K serta Literasi Keuangan pada Guru TK di Denpasar Widhidewi Ni Wayan; Putu Arya Suryandhita; M. S. Pramana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.56-60

Abstract

Guru Taman Kanak-kanak (TK) berperan sebagai pendidik sekaligus sebagai pengasuh dan pelindung bagi siswa-siswi di sekolah. Edukasi dan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sangat diperlukan mengingat anak-anak usia dini memiliki risiko tinggi mengalami cedera akibat aktivitas fisik yang mereka lakukan, baik di dalam maupun di luar kelas. Oleh karena itu, penting bagi guru TK untuk memiliki keterampilan P3K guna memberikan respons cepat dan tepat saat terjadi kecelakaan atau keadaan darurat di sekolah. Selain aspek kesehatan dan keselamatan, guru TK juga perlu diberikan edukasi terkait literasikeuangan secara dini yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari bagi para siswa-siswi TK. Mitrakegiatan pengabdian ini adalah 7 orang guru TK Kartika VII-14 Denpasar. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru TK tentang P3K serta tentang pentingnya literasi keuangan sejak dini. Solusi permasalahan ini adalah mengadakan penyuluhan dan pelatihan tentang P3K terkait kondisi penyakit maupun trauma yang sering dialami oleh siswa-siswi TK serta tentang pengenalan literasi keuangan sejak dini. Diserahkan pula bantuan berupa timbangan digital serta kotak P3K lengkap dengan obat-obatan di dalamnya untuk sekolah tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuanmitra sebesar 23% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui grup Whatsapp selama 2 bulan untuk memantau penggunaan bantuan yang telah diberikan. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SGDs) yaitu SDG 3 (good health and well-being), serta SDG 4 (quality education).  
Deteksi Dini Scoliosis dan Sosialisasi Anti-Bullying: PMR Sebagai Garda Depan Kesehatan Remaja Puspa Dewi Astawa; Rai Kusuma Putra; Ananta Wijaya Sahadewa
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.77-81

Abstract

Remaja usia sekolah menengah pertama berada pada fase pertumbuhan cepat (growth spurt) yang meningkatkan risiko terjadinya atau memburuknya skoliosis. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang semakin intens pada kelompok usia ini juga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku bullying yang berdampak pada kesehatan mental. Anggota Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran strategis sebagai kader kesehatan di sekolah dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota PMR tentang skoliosis, faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini melalui skrining sederhana, sekaligus meningkatkan kesadaran dan sikap anti-bullying melalui edukasi penggunaan media sosial yang bijak. Kegiatan dilaksanakan pada 20 siswa anggota PMR SMPN 9 Denpasar dengan metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi skrining skoliosis, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari lima pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40–70% setelah kegiatan penyuluhan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan skrining skoliosis sederhana dan menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi terintegrasi efektif dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan remaja dan berpotensi dikembangkan sebagai program berkelanjutan di sekolah.
Edukasi Penanganan Amandel dan Pengembangan Kantin Sehat sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Ramah Gizi di SD Negeri 1 Tonja Denpasar Putu rinawati Jayanti; Agus Santosa; Ida I Dewa Ayu Manik Sastri
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.61-65

Abstract

Latar belakang: Tonsilitis kronis masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan pada anak usia sekolah dan berdampak pada kualitas belajar serta produktivitas keluarga. Kondisi ini diperberat oleh pola konsumsi jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah. SD Negeri 1 Tonja Denpasar merupakan salah satu sekolah dengan prevalensi keluhan amandel yang cukup tinggi serta kantin sekolah yang belum menerapkan prinsip kantin sehat.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan dan penanganan amandel serta memberdayakan sekolah melalui pengembangan kantin sehat.Kerangka pemecahan masalah: Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi edukasi kesehatan amandel, pemeriksaan THT pada siswa, serta pelatihan dan pendampingan pengelolaan kantin sehat berbasis pangan lokal.Hasil dan pembahasan: Kegiatan diikuti oleh 50 siswa kelas IV dan V, guru, serta pengelola kantin. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang penyakit amandel dan perilaku makan sehat. Pemeriksaan THT menemukan sebagian siswa dengan pembesaran tonsil derajat 2–3 dan telah diberikan rujukan lanjutan. Pengelola kantin mulai menerapkan menu lebih sehat, teknik penyajian higienis, serta pencatatan keuangan sederhana.Kesimpulan: Edukasi kesehatan amandel dan pengembangan kantin sehat efektif meningkatkan pengetahuan siswa serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah ramah gizi. Program ini berpotensi direplikasi di sekolah dasar lain.
Pelatihan Penanganan Awal Gigitan Binatang pada Petugas Kebun Binatang untuk Mencegaah Penularan Penyakit yang Disebabkan oleh Gigitan Hewan di Kebun Binatang dan Pengelolaan Limbah Kebun Binatang Rai Kusuma Putra; Arya Giri; L. Suriati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.77-80

Abstract

Mitra kegiatan pengabdian ini adalah 35 orang pegawai kebun binatang yang bekerja pada berbagai divisi operasional, termasuk perawat satwa, keamanan, dan kebersihan lingkungan. Pegawai kebun binatang memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan pengunjung, kesejahteraan satwa, serta kualitas lingkungan kerja. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan mengenai penanganan gigitan binatang secara tepat dan aman, serta kurangnya pemahaman terkait pengolahan limbah kebun binatang, terutama limbah organik seperti kotoran satwa dan sisa pakan. Gigitan binatang merupakan salah satu risiko kerja yang dapat menyebabkan luka serius, infeksi, dan gangguan kesehatan lain apabila tidak ditangani dengan benar. Sementara itu, pengelolaan limbah yang tidak optimal dapat menurunkan kualitas sanitasi, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, serta berdampak negatif pada lingkungan sekitar. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 27% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Peningkatan ini mencakup pemahaman lebih baik tentang langkah pertolongan pertama pada kasus gigitan binatang, teknik pencegahan cedera, sanitasi area kerja, serta pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pegawai kebun binatang untuk bekerja dengan lebih aman, higienis, dan sesuai standar operasional modern.  
Pengabdian Masyarakat di Pura Penataran Agung Margo Wening, Sidoarjo Putu Nita Cahyawati; Asri Lestarini; Ni Wayan Armerinayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.66-70

Abstract

Pura Penataran Agung Margo Wening merupakan pura pertama di Kabupaten Sidorjo yang diresmikan pada tahun 1991. Pura ini berada di Desa Balonggarut Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Pendirian pura ini bertujuan sebagai tempat beribadah umat Hindu di Desa Balonggarut dan daerah sekitarnya. Dalam proses pembangunannya, terdapat beberapa hambatan mulai dari keterbatasan dana hingga situasi politik Indosesia saat itu. Proses Pembangunan pura ini sempat terhenti beberapa kali, namun dilanjutkan kembali pada tahun 1990. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan khususnya perilaku hidup bersih kepada pengelola dan warga setempat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa metode yaitu koordinasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan hadiri oleh tim pengabdian disertai dengan kelian Pura, Perhimpunan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo yang diwakilkan oleh sekretaris PHDI, serta pengelola pura. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana dan disambut baik dengan seluh pihak yang terlibat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak satu kali, demikian pula dengan pemberian bantuan hibah. Ditemukan bahwa 80% mitra mampu menjawab pertanyaan lisan dengan tepat. Hal ini melampaui target yang telah ditetapkan yaitu 70%. Mitra berharap agar kegiatan ini terlaksana secara rutin sehingga upaya pengembangan pura menjadi lebih optimal.