cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 165 Documents
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama pada Cedera Olahraga bagi Komunitas Lari Island's Wolfpack di Denpasar Komang Aditya Yudistira; Ni Made Puspa Dewi Astawa
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.176-181

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Island’s Wolfpack Bali adalah komunitas lari yang terdiri dari pelari pemula hingga berpengalaman. Aktivitas fisik yang intens dalam komunitas ini meningkatkan risiko kejadian darurat medis, seperti serangan jantung, cedera olahraga, dan dehidrasi. Namun, tingkat pengetahuan anggota komunitas mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pertolongan pertama masih rendah. Oleh karena itu, pelatihan BHD dan pertolongan pertama pada cedera olahraga menjadi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan anggota komunitas dalam menghadapi situasi darurat. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan kepada anggota komunitas lari Island’s Wolfpack Bali. Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik terkait BHD, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta pertolongan pertama pada cedera olahraga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai BHD dan pertolongan pertama, dengan peningkatan rata-rata nilai post-test sebesar 30% dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi praktik, yang mencerminkan kesiapan mereka dalam menerapkan keterampilan yang diperoleh. Kesimpulan: Pelatihan BHD dan pertolongan pertama terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota komunitas lari Island’s Wolfpack Bali dalam menghadapi kejadian darurat medis. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkala untuk meningkatkan keselamatan dalam komunitas olahraga. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Pertolongan Pertama, Cedera Olahraga, Pelari, Komunitas ABSTRACT Background: Island’s Wolfpack Bali is a running community consisting of runners ranging from beginners to experienced athletes. The intense physical activity within this community increases the risk of medical emergencies such as heart attacks, sports injuries, and dehydration. However, the level of knowledge among community members regarding Basic Life Support (BLS) and first aid is still low. Therefore, BLS and first aid training for sports injuries is important to improve the preparedness of community members in handling emergency situations. Methods: This activity was conducted in the form of outreach and training for members of the Island’s Wolfpack Bali running community. The material provided included theory and practice related to BLS, the use of Automated External Defibrillators (AED), and first aid for sports injuries. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure participants’ knowledge improvement. Results: The activity was attended by 30 participants. Evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding of BLS and first aid, with an average post-test score improvement of 30% compared to the pre-test. Additionally, participants demonstrated high enthusiasm during the practical sessions, reflecting their readiness to apply the skills acquired. Conclusion: BLS and first aid training has been proven to enhance the knowledge and skills of members of the Island’s Wolfpack Bali running community in responding to medical emergencies. Similar activities are expected to be conducted regularly to improve safety within the sports community. Keywords: Basic Life Support, First Aid, Sports Injuries, Runners, Community
Strategi Pencegahan Infeksi Meningitis Streptoccocus Suis Melalui Pemberdayaan Ibu PKK Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Saktivi Harkitasari; Toddy Hendrawan Yupardhi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.182-188

Abstract

Meningitis Streptococcus suis merupakan penyakit zoonosis yang menjadi perhatian khususnya di daerah-daerah dengan konsumsi babi yang tinggi. Peningkatan kasus infeksi meningitis S. suis serta komplikasi yang ditimbulkan memerlukan intervensi untuk mencegah penularan infeksi ini. Penurunan pendengaran adalah salah satu komplikasi yang paling banyak ditemukan yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini melalui edukasi yang efektif. Berdasarkan wawancara bersama ibu PKK, salah satu masalah prioritas mitra meliputi kurangnya pengetahuan mengenai rute penularan, pencegahan, dan dampak meningitis S. suis. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian adalah memberikan penyuluhan yang komprehensif tentang meningitis S. suis dan terapi non-farmakologis untuk membantu memperbaiki pendengaran. Metode pelaksanaan terdiri dari beberapa tahapan, termasuk pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, serta pengenalan terapi non-farmakologis untuk membantu memperbaiki komplikasi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan rerata nilai pre-test sebesar 5,2 dan post-test 7,9, yang mencerminkan peningkatan pengetahuan sebesar 51,9%. Kehadiran peserta selama kegiatan mencapai 100%, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Kesimpulannya, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang mengitis S. suis dan langkah-langkah pencegahan, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi di Desa Blahbatuh dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan di daerah dengan tradisi peternakan babi.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SD Negeri 1 Tua, Tabanan Made Dharmesti Wijaya; Ida Bagus Agung Dody Wira Putra; Amirah Khairunnisa; Anak Agung Gede Indraningrat; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Austin Widyasari Wijaya; Putu Shinta Widari Tirka
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.189-193

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Anak usia sekolah dasar menjadi kelompok strategis untuk diberikan edukasi PHBS karena sedang berada dalam tahap pembentukan kebiasaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan siswa melalui edukasi dan praktik langsung di SD Negeri 1 Tua, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi praktik mencuci tangan yang benar, memilih makanan bergizi, dan menggosok gigi. Sebanyak 35 siswa kelas V dan VI mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai 9,77 dan meningkat sedikit menjadi 9,91 pada posttest. Perbedaan yang kecil ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang PHBS sebelumnya sudah baik, namun kegiatan edukasi tetap berdampak sebagai penyegaran pengetahuan dan penguatan keterampilan praktis. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik mampu menjaga konsistensi pemahaman sekaligus mendorong siswa untuk menerapkan PHBS secara lebih baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.
Penanganan Stress Melalui Olahraga Menari dan Pencegahan Kekerasan Pada Wanita yang Hidup dengan HIV/AIDS Calista Santoso; Wayan Santoso; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.226-232

Abstract

Provinsi Bali, sebagai destinasi wisata internasional, menghadapi risiko terkait HIV/AIDS yang kompleks, terutama karena tingginya interaksi sosial dan seksual di kawasan pariwisata. Mobilitas yang tinggi dan perilaku berisiko, seperti seks bebas tanpa pengaman, meningkatkan penyebaran penyakit menular seksual. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS sering mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga, pengucilan sosial, dan kesulitan dalam mencari bantuan. Banyak korban merasa terisolasi dan tidak tahu cara mendapatkan dukungan, yang memperburuk kondisi kesehatan fisik dan mental mereka. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan sosial dan layanan perlindungan yang memadai. Dalam kegiatan ini, kami memberikan metode penanganan stres melalui olahraga menari Zumba, yang dapat membantu menghilangkan stress. Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi tentang hak hukum korban kekerasan dan cara mencari bantuan hukum untuk mengatasi situasi tersebut. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 20 orang remaja wanita yang tergabung dalam kader “Girls Act” dalam Yayasan Kerthi Keberhasilan program diukur melalui pre dan post test, yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk setiap peserta, dimana hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 40% dimana peserta telah mengetahui dasar-dasar hukum mengenai KDRT serta perlindungan hukum bagi korban KDRT. Dapat disimpulkan bahwa program ini telah berhasil dalam memberikan peserta pengetahuan akan hak-hak hukum yang mereka miliki, serta metode penanganan stress melalui olahraga menari.
Pemberdayaan Ibu sebagai Pilar Dalam Menjaga Kesehatan Usus Keluarga di Banjar Kertasari Panjer Calista Santoso; Marta Setiabudy; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.26-30

Abstract

Provinsi Bali merupakan destinasi pariwisata yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai negara, menciptakan percampuran budaya dan gaya hidup antara masyarakat lokal dan mancanegara, serta menyebabkan perkembangan pesat dalam ekonomi dan urbanisasi. Salah satu perubahan yang terjadi dalam pola hidup masyarakat adalah peningkatan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan gula, yang berdampak negatif pada mikrobiota usus, mengurangi keberagaman mikrobiota sehat, dan meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti inflamasi, gangguan pencernaan, serta penyakit kronis seperti diabetes dan obesitas. Peran ibu dalam persiapan makanan dan pemilihan pola makan yang sehat sangat vital, karena ibu merupakan penentu menu harian dalam keluarga. Dengan pengetahuan ibu tentang gizi dan pentingnya menjaga kesehatan usus, ibu dapat memilih bahan makanan yang seimbang dan dapat mendidik anak-anak mengenai pola makan sehat. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 ibu PKK dari Banjar Kertasari di Panjer, Denpasar, dengan fokus pada edukasi tentang keseimbangan mikrobiota usus dan cara membuat yogurt sebagai makanan pendukung kesehatan. Keberhasilan program diukur melalui pre dan post test, yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk setiap peserta, dimana hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40% mengenai pentingnya menjaga kesehatan usus serta pemilihan makanan sehat untuk menjaga kesehatan keluarga. Melalui program ini, dapat disimpulkan bahwa ibu-ibu PKK di banjar Kertasari Panjer, sebagai garda terdepan kesehatan keluarga, memperoleh peningkatan pengetahuan serta pembekalan keterampilan untuk menjaga kesehatan usus, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat di banjar Kertasari Panjer Denpasar dengan menjaga kesehatan usus di keluarga mereka masing-masing.
Optimalisasi UKS dan Edukasi Kesehatan Kulit serta Penyuluhan Literasi Keuangan Di SMP Negeri Payangan Ni Wayan Sri Ekayanti; Putu Gde Hari Wangsa; Ida Ayu Santi Purnamawati; Putu Austin Widyasari Wijaya; Luh Gde Evayanti; Ni Wayan Diana Ekayani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.221-225

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan unit yang memiliki peran strategis di sekolah guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa-siswi dan tenaga pendidik. Setiap sekolah diwajibkan memiliki UKS dan fungsinya agar tetap dapat berjalan secara optimal. Peran kader dari kalangan siswa sangat penting untuk menjaga kelangsungan kegiatan UKS. Namun di SMP Negeri Hindu 2 Payangan fungsi tersebut belum berjalan secara optimal. Permasalahan prioritas yang ditangani dalam kegiatan ini adalah belum optimalnya fungsi UKS, permasalahan kesehatan terkait kulit dan organ reproduksi serta pengelolaan keuangan jangka panjang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk optimalisasi peran UKS dan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan kulit dan organ reproduksi serta peningkatan pengetahuan guru tentang literasi keuangan jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi tiga pilar utama, pertama penyuluhan interaktif mengenai kesehatan kulit dan organ reproduksi yang sering dialami remaja; kedua,pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang praktis dan relevan dengan kondisi sekolah; ketiga, penyuluhan literasi keuangan jangka panjang. Solusi yang diberikan dengan membentuk kader dan memberi pelatihan P3K, penyuluhan kesehatan kulit dan organ reproduksi serta penyuluhan literasi keuangan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP anggota PMR serta guru di SMP Negeri Hindu 2 Payangan. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan dan pengetahuan siswa sebesar 32% setelah mendapat pelatihan dan penyuluhan. Hal ini menunjukkan keberhasilan program dalam mencapai tujuan.
Pengembangan Penggunaan Wearable Device untuk Monitoring Kondisi Kardiovaskular Pasien Gagal Jantung Gede Bagus Gita Pranata; Ni Wayan Armerinayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.233-237

Abstract

Bali adalah salah satu daerah dengan penduduk yang padat. Data epidemiologi Riskesdas (2020) menunjukkan prevalensi penyakit gagal jantung di Provinsi Bali khususnya Kabupaten Gianyar masih sangat tinggi yakni 15.446 jiwa. Sebagai mitra, kami mengajak dari tim PKRS RSUD Sanjiwani yang biasa bertugas sebagai ujung tombak promosi edukasi kesehatan. Dibawah pimpinan bapak Agus Lingga tim PKRS memiliki beberapa masalah promkes khususnya di bidang jantung dan pembuluh darah dimana kasusnya semakin bertambah banyak dan beberapa masuk ke instalasi gawat darurat dalam kondisi yang sudah kompleks. Sehingga diperlukan metode pemantauan kondisi kardiovaskular yang real time dapat diketahui oleh pasien atau keluarganya. Tim PKM terdiri dari 5 orang (termasuk mahasiswa) berperan memberikan edukasi, contoh dan cara penggunaan wearable device yang sederhana dapat terhubung ke ponsel penderita maupun keluarga untuk memantau beberapa tanda vital pasien. Metode pengabdian ini berupa focus group discussion dengan tujuan pasien dan keluarganya memahami cara pemakaian wearable device secara spesifik untuk pemantauan tanda vital. Teknologi ini dapat memberikan data yang berharga mengenai denyut jantung, ritme jantung, saturasi oksigen, dan parameter kardiovaskular lainnya, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan medis yang lebih cepat dan tepat. Jumlah pasien yang terlibat sekitar 50 orang dengan masing-masing grup berjumlah 10 orang. Kriteria pemilihan adalah pasien atau keluarganya yang memiliki wearable device. Tahap pertama yakni ceramah edukasi berturut selama 3 hari sembari memilih pasien yang memiliki device. Tahap kedua melakukan FGD mengenai pemahaman dan cara pemakain, tahap ketiga yakni pemantauan. Hasil dari pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini menunjukkan bahwa mitra PKM mengalami peningkatan pemahaman dan komitmen terhadap pentingnya pelaksanaan monitoring gejala dan tanda vital pada pasien dengan gagal jantung. Hal ini dibuktikan melalui hasil evaluasi berupa pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan nilai sebesar 25 poin. Demi keberlanjutan program berikutnya, akan lebih baik jika bersama-sama disusun alur rujukan temuan deteksi abnormal.
Pendampingan Ibu Hamil Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dalam Gerakan Peduli Stunting Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; A.A.Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; A A Ayu Asri Prima Dewi; Luh Gde Evayanti; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.194-199

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 43,2%. Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, termasuk di antara lokasi yang terdampak. Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dan kurangnya pemahaman ibu sangat erat kaitannya dengan stunting. Melalui pelatihan pembuatan minuman herbal kunyit tradisional (loloh kunyit), pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil secara ekonomi dan meningkatkan kesadaran mereka tentang pencegahan stunting dengan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Strategi yang diterapkan meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan keterampilan, dukungan berkelanjutan, serta pemantauan dan penilaian bulanan. Sembilan ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rata-rata skor pretest meningkat dari 5,4 menjadi 7,1 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil ini, pelatihan dan edukasi yang diberikan kepada para ibu meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara mencegah stunting dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pembuatan produk herbal.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Desa Bayung Gede Sebagai Kader Bebas Stunting Sri Ratna Dewi; Ni Wayan Erly Sintya Dewi; A.A.G. Budhitresna; I Wayan Sudiarta
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.200-204

Abstract

Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrisi selama seribu hari pertama kehidupan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik, penurunan kecerdasan, dan masalah kesehatan lainnya. Berdasarkan data Riskesdas, masih dijumpai angka stunting yang cukup tinggi di Bangli, salah satunya di Desa Bayung Gede Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya asupan gizi dan kurangnya keterampilan pembuatan MPASI bergizi. Puskesmas Kintamani VI telah melakukan berbagai upaya, namun karena sifat masalah yang kompleks, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa turut berperan dalam program pendampingan keluarga. Sasaran dari program ini adalah keluarga balita stunting dan berisiko stunting. Solusi yang diberikan berupa penyuluhan mengenai MPASI yang bergizi, pelatihan pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, dan pemberian paket gizi (susu tinggi protein) serta alat dan bahan dalam pembuatan MPASI. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dan sosialisasi, penyuluhan menganai MPASI bergizi, pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, serta penyerahan paket gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebanyak 80,8%. Selain itu terdapat peningkatan keterampilan mitra dalam pengolahan MPASI. Program ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan dan pemahaman keluarga dalam upaya pengentasan stunting.
Remaja Peduli Payudara: Sadari Berjalan di Banjar Tengah, Blahbatuh Ni Putu Diah Witari; Ni Luh Putu Putri Setianingsih; Luh Gde Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Komang Trisna Sumadewi; A A Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.211-215

Abstract

Program Deteksi Dini Kanker Payudara berbasis remaja (SADARI) yang diterapkan di Posyandu Remaja Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, berhasil meningkatkan pengetahuan dan kompetensi praktik pada 10 kader remaja secara signifikan. Pendekatan partisipatif berbasis komunitas (Community-Based Participatory Research) diintegrasikan melalui edukasi interaktif, simulasi menggunakan model tiruan, dan pendampingan langsung oleh tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang kanker payudara dari 55% menjadi 95%. Pemantauan jangka panjang selama 12 bulan mengungkapkan bahwa 85% peserta menerapkan SADARI secara rutin dan 80% mampu mengidentifikasi tanda abnormal payudara. Intervensi yang melibatkan kader remaja sebagai agen perubahan tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan komunitas dan berpotensi mempercepat deteksi dini kanker payudara pada populasi remaja perempuan. Studi ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas yang dimotori oleh pemuda adalah strategi yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.