cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 150 Documents
Pengaturan Pola Makan Anti-Inflamasi Pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia di Poliklinik Urologi RSUD Tabanan Ida Bagus Tatwa Yatindra; Anak Agung Sagung Mirah Prabandari; Ni Putu Wresti Devi Indriani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.92-100

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi yang sering terjadi pada pria lanjut usia dan berhubungan dengan proses inflamasi kronis di prostat. Inflamasi dapat mempercepat pertumbuhan sel prostat dan memperburuk gejala BPH. Pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan rendah serat dapat meningkatkan inflamasi, sedangkan pola makan kaya antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dapat membantu menekan inflamasi. Oleh karena itu, penerapan pola makan anti-inflamasi menjadi pendekatan non-farmakologis yang potensial dalam pengelolaan BPH. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan kepada pasien BPH di Poli Urologi RSUD Tabanan. Materi yang diberikan meliputi edukasi mengenai BPH, peran inflamasi, serta prinsip-prinsip pola makan anti-inflamasi. Selain itu, peserta mengikuti sesi pelatihan memasak untuk meningkatkan keterampilan dalam mengolah makanan sehat. Pendampingan berkala dilakukan untuk memantau kepatuhan pasien dalam menerapkan pola makan yang disarankan. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pasien BPH dan keluarganya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai post-test dibanding pre-test, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman peserta terhadap pola makan anti-inflamasi. Selain itu, pasien melaporkan perubahan positif dalam pola makan mereka, termasuk peningkatan konsumsi sayuran, buah-buahan, dan sumber protein nabati. Edukasi dan pendampingan pola makan anti-inflamasi terbukti meningkatkan pemahaman pasien tentang pengaruh nutrisi terhadap inflamasi dan gejala BPH. Program ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk membantu pasien mengelola kondisi mereka secara lebih optimal melalui pendekatan nutrisi yang berbasis ilmiah.
Penyuluhan Skrining Calon Pengantin dalam Mencegah Stunting Luh Gde Evayanti; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Putu Austin Widyasari Wijaya; Ni Wayan Sri Ekayanti; Ni Wayan Diana Ekayani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.101-104

Abstract

Pengetahuan terkait skrining calon pengantin di Desa Batur Tengah masih terbatas. Faktor yang ini mempengaruhi kesiapan untuk hamil dan peningkatan kasus stunting. Mitra kurang memahami bahwa calon pengantin atau pasangan usia subur yang tidak memenuhi prasyarat untuk hamil dapat meningkatkan kasus stunting. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader posyandu terkait skrining calon pengantin untuk mencegah stunting sejak dini. Metode yang digunakan berupa pembinaan dan simulasi skrining calon pengantin. Kegiatan dilakukan bersama dengan follow up dan evaluasi kepada mitra. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, diketahui didapatkan peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,120).
Pemberdayaan Kelompok PKK Banjar Tengah Desa Blahbatuh melalui Pelatihan Keterampilan Pembuatan Sabun Padat Berbahan Aloe Vera Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Gede Agus Surya Pratama
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.111-118

Abstract

Data from the “Badan Pusat Statistik” states that the production of aloe vera plants in Blahbatuh district, Gianyar regency, is 8644 kg with a harvested area of 2200 m2 in 2019. Aloe vera is not only cultivated on agricultural land, but also becomes a yard plant in the Blahbatuh community, especially Central Banjar. This plant has been known to have bioactive content and antioxidant power, so it has economic use value in the fields of pharmaceuticals, beauty and health. However, knowledge and skills about this potential are still very minimal in the people of Central Banjar. Therefore, this PKM program aims to empower the PKK Women's Group of Central Banjar, Blahbatuh Village, Gianyar, through counselling activities on the importance of skin health and counselling on the benefits of aloe vera plants, as well as training in the skill of making solid soap with aloe vera basics. The program implementation method includes optimization activities on how solid soap-making works before the implementation of training, which is followed by counselling, training and practices of making aloe vera solid soap. The evaluation of the success of the PKM program will be assessed based on the pre-test and post-test values as well as the success of making solid soap independently. The results of the implementation of this program show the enthusiasm and active participation of all participants during the activity. The evaluation of comprehension based on pre-test and post-test scores showed that 8 participants experienced an increase in comprehension with an increase in the average value of participants' overall knowledge by 36.4%. As many as 3 out of 10 partners have also succeeded in making solid soap on the first try. Further assistance is still needed to increase the success of soap making and marketing of soap products so that they can become skills that support the local community's economy.
Sinergi Posyandu dan Keluarga dalam Penanggulangan Stunting Balita: Pendekatan Berbasis Komunitas di Desa Bayung Gede Marta Setiabudy; Putu Nia Calista Santoso; Putu Austin Widyasari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.127-133

Abstract

Desa Bayung Gede, adalah salah satu desa di kecamatan Kintamani. Masyarakat setempat pada umumnya bekerja sebagai petani dan menggunakan pupuk kompos dari kotoran hewan. Penggunaan pupuk kompos ini berdampak pada banyaknya lalat di sekitar lingkungan tinggal. Lalat adalah vektor penyakit infeksi saluran cerna yang berdampak pada kesehatan terutama anak-anak. Balita dengan stunting rentan terhadap berbagai penyakit infeksi yang dapat memperburuk tumbuh kembangnya, demikian pula sebaliknya. Permasalahan ini menjadi sebuah dasar diadakannya suatu kegiatan penyuluhan kepada keluarga dengan anak-anak balita mengenai pola makan dengan gizi seimbang, risiko infeksi saluran cerna dan hubungannya dengan kejadian stunting serta pentingnya menjaga kebersihan, terutama dari makanan yang akan dikonsumsi. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat dan perubahan dalam pola hidup di masyarakat dan menurunkan angka stunting. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan diskusi serta pembagian bantuan. Masyarakat yang telah menerima penyuluhan dapat menyebarkan informasi serupa di lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya sanitasi lingkungan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Proses ini mendorong terciptanya sinergi yang positif. Kegiatan penyuluhan dan diskusi dilaksanakan selama sehari dan evaluasi dilakukan berkala. Selain 5 keluarga binaan, penyuluhan juga diikuti oleh keluarga-keluarga lain yang saat itu sedang berkunjung ke posyandu. Antusiasme masyarakat tampak dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Tingkat pengetahuan masyarakat dievaluasi dengan kuesioner pretest dan postest dan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43.7%. Bantuan berupa paket gizi (susu), paket sembako, dan tudung saji sudah disalurkan. Diharapkan dengan pemberian edukasi melalui penyuluhan ini maka angka stunting dapat menurun dan bahkan tidak ada lagi. Kata kunci: infeksi saluran cerna; lalat; stunting
Penyuluhan Keberlanjutan Kegiatan Inspeksi Visual Asetat (IVA) dan Pap Smear Bidan Puskesmas Pembantu Kelurahan Kesiman Ni Wayan Armerinayanti; Oki Lestari Desak Putu
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.171-175

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang wanita di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pap Smear adalah langkah penting dalam pencegahan dan pengobatan kanker serviks. Namun, kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin masih rendah. Kader puskesmas memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini. Kelurahan Kesiman, seperti banyak daerah lainnya, menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program deteksi dini kanker serviks. Banyak wanita yang belum memahami pentingnya pemeriksaan IVA dan Pap Smear, serta takut atau enggan untuk melakukannya. Kader puskesmas, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada warga. Hasil pengabdian ini adalah mitra PKM menunjukkan peningkatan pemahaman dan komitmen mengenai pentingnya pelaksanaan pelayanan deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja mitra. Demi keberlanjutan program berikutnya, akan lebih baik jika bersama-sama disusun alur rujukan temuan deteksi abnormal.
Pelatihan Kombinasi Aerobik dan Latihan Fisik pada Kader Posbindu Banjar Taman Sari, Desa Sanur Asri Lestarini; Tanjung Subrata; Ni Putu Diah Witari; Putu Nita Cahyawati; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.141-148

Abstract

Angka kejadian diabetes melitus (DM) di Bali diprediksi terus meningkat seiring dengan perubahan pola hidup dan kebiasaan makan masyarakat, termasuk di Kota Denpasar. Desa Sanur merupakan salah satu kawasan pariwisata di Bali yang telah mengalami perubahan pada pola hidup masyarakatnya, sehingga berisiko untuk meningkatkan penyakit degeneratif. Diabetes melitus sebagai salah satu penyakit degeneratif yang jumlah penderitanya cukup tinggi dan dapat berakhir pada komplikasi. Kegiatan Pelatihan Kombinasi Aerobik dan Latian Fisik pada Kader Posbindu Banjar Taman Sari, Desa Sanur bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu lansia melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah bagi pasien diabetes melitus sehingga dapat mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya melalui penyuluhan, pelatihan tentang diet, exercise dan pengendalian kadar gula darah khusus bagi penderita diabetes melitus. Strategi yang diterapkan meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan terkait pengaturan pola makan, olahraga, dan pemantauan kadar gula darah. Program ini dirancang agar para peserta, terutama penderita diabetes, dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mandiri. Hasil yang diperoleh berupa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diet, latihan fisik dan monitoring kadar gula darah. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra dari rerata 62,00 menjadi 85,00. Diharapkan kegiatan yang berkelanjutan nantinya sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Dengan temuan ini, disarankan agar layanan kesehatan bagi penderita diabetes memasukkan program latihan kombinasi sebagai bagian dari upaya pengendalian diabetes melitus.
Pemanfaatan Rosella sebagai Minuman Kesehatan dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan dan Jiwa Kewirausahaan Siswa SMA Negeri 1 Kubu Ni Luh Putu Eka Kartika Sari; Putu Nia Calista Santoso; Gede Sanjaya Adi Putra; I Gusti Ngurah Agung Adi Primantara
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.134-140

Abstract

Kecamatan Kintamani yang berkembang sebagai kawasan wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap arus informasi yang diterima oleh remaja, termasuk mengenai kesehatan reproduksi. Sayangnya, siswa SMKN 1 Kintamani belum pernah mendapatkan penyuluhan khusus mengenai kesehatan reproduksi meskipun berada pada rentang usia yang rentan terhadap risiko kesehatan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sistem reproduksi melalui penyuluhan yang bersifat edukatif, interaktif, dan kontekstual. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan terstruktur yang mencakup survei kebutuhan awal, koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi kegiatan, penyuluhan materi melalui metode ceramah dan diskusi, serta evaluasi melalui kuisioner. Penyuluhan disampaikan oleh tim PKM dengan dukungan guru dan OSIS setempat, serta dilengkapi dengan pembagian leaflet dan sesi tanya jawab berhadiah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 150 siswa yang mengikuti kegiatan, 92% menyatakan kegiatan sangat baik, 6,7% menyatakan baik, dan sisanya tidak memberikan respons. Partisipasi siswa sangat tinggi dengan kehadiran 100% dan keterlibatan aktif selama penyuluhan, ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja dan membentuk lingkungan diskusi yang aman. Kesimpulan dari penyuluhan ini adalah kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai sistem reproduksi dan pentingnya menjaga kesehatannya. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala sebagai strategi preventif jangka panjang.
Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping Berbahan Baku Lokal dan Pengenalan Aplikasi Primaku pada Kader Posyandu Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Ni Putu Diah Witari; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kintamani masih menjadi daerah penyumbang stunting tertinggi di Kabupaten Bangli, Bali. Stunting merupakan permasalahan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Pemahaman tentang pentingnya gizi anak dalam fase pertumbuhan dan perkembangan diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting. Dalam upaya ini, makanan pendamping berbahan baku lokal telah menjadi fokus strategi untuk memberikan asupan gizi yang seimbang bagi anak. Pemantauan terhadap tumbuh kembang anak juga diperlukan untuk mengidentifikasi masalah tumbuh kembang anak. Salah satu aplikasi pada ponsel pintar yang mendukung adalah aplikasi Primaku. Pelatihan pada program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengenalkan makanan pendamping berbahan baku lokal dan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Pelatihan ini dilakukan pada kader Posyandu Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif. Metode pelatihan melibatkan demonstrasi praktis, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Partisipan pelatihan terdiri dari ibu-ibu yang memiliki anak usia balita. Materi pelatihan mencakup identifikasi bahan baku lokal yang kaya nutrisi, teknik persiapan makanan yang sesuai, informasi tentang nutrisi dan manfaat dari makanan pendamping, serta aplikasi Primaku. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan ibu-ibu mengenai pilihan bahan baku lokal yang tepat dan cara mempersiapkan makanan pendamping yang sesuai. Selain itu, partisipan juga menunjukkan keterampilan yang lebih baik dalam menggabungkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan makanan yang bernilai gizi tinggi serta menggunakan aplikasi Primaku untuk memantau tumbuh kembang anak. Hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini diperkuat oleh umpan balik positif dari para peserta terhadap pendekatan pelatihan yang interaktif dan praktis. Kata kunci: gizi, stunting, Primaku, makanan pendamping, tumbuh kembang.
Pendampingan Keluarga Balita Stunting di Posyandu Banjar Nyawah, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anak Agung Made Semariyani; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gede Evayanti; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ni Wayan Diana Ekayani
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.149-154

Abstract

Stunting remains one of the major public health challenges in Indonesia, with long-term impacts on human resource quality. In Banjar Nyawah, five families were identified with toddlers who are either stunted or at risk of stunting. This condition is driven by inadequate nutritional intake far below the Recommended Dietary Allowance (RDA), limited knowledge and skills of mothers in preparing healthy meals, and the families’ low economic status. This Community Partnership Program (PKM) aims to improve child nutritional status and empower family economies through two main strategies: (1) provision of high-protein nutrition packages, along with education and training on preparing healthy meals using local ingredients; and (2) training on producing packaged loloh kunyit (a traditional turmeric-based herbal drink) as a family income-generating product. The program was implemented in stages through socialization, education, training, distribution of nutrition packages, and evaluation. The educational component focused on the "My Plate" concept, balanced nutritional parenting practices, and hands-on preparation of nutritious toddler meals. Evaluation was conducted by comparing pretest and posttest results, which showed an improvement in participants’ knowledge and skills after the program. The results indicate that educational and productive approaches can have a positive impact on improving children's nutritional status and enhancing family economic potential.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMKN 1 Kintamani Putu Gde Hari Wangsa; Adi Pratama Putra P; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.155-159

Abstract

Kecamatan Kintamani yang berkembang sebagai kawasan wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap arus informasi yang diterima oleh remaja, termasuk mengenai kesehatan reproduksi. Sayangnya, siswa SMKN 1 Kintamani belum pernah mendapatkan penyuluhan khusus mengenai kesehatan reproduksi meskipun berada pada rentang usia yang rentan terhadap risiko kesehatan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sistem reproduksi melalui penyuluhan yang bersifat edukatif, interaktif, dan kontekstual. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan terstruktur yang mencakup survei kebutuhan awal, koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi kegiatan, penyuluhan materi melalui metode ceramah dan diskusi, serta evaluasi melalui kuisioner. Penyuluhan disampaikan oleh tim PKM dengan dukungan guru dan OSIS setempat, serta dilengkapi dengan pembagian leaflet dan sesi tanya jawab berhadiah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 150 siswa yang mengikuti kegiatan, 92% menyatakan kegiatan sangat baik, 6,7% menyatakan baik, dan sisanya tidak memberikan respons. Partisipasi siswa sangat tinggi dengan kehadiran 100% dan keterlibatan aktif selama penyuluhan, ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja dan membentuk lingkungan diskusi yang aman. Kesimpulan dari penyuluhan ini adalah kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai sistem reproduksi dan pentingnya menjaga kesehatannya. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala sebagai strategi preventif jangka panjang. Kata kunci: kesehatan reproduksi, remaja, penyuluhan sekolah