cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 165 Documents
Penguatan Peran Kader Posyandu Sebagai Pendamping Keluarga Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting di Puskesmas Payangan Anak Agung Gede Raka Budayasa; I Wayan Rusdiarna Eka Putra; Made Surya Pramana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.104-110

Abstract

Stunting merupakan manifestasi gangguan gizi kronis yang memberikan pengaruh jangka panjang terhadap produktivitas sumber daya manusia, sehingga penanganannya wajib dimulai sejak fase kehamilan. Posyandu, sebagai pilar upaya kesehatan berbasis masyarakat, memiliki posisi strategis dalam menekan prevalensi stunting, khususnya melalui pemberdayaan kader sebagai mitra pendamping bagi ibu hamil. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan kompetensi dan kontribusi kader posyandu dalam mengedukasi keluarga di wilayah kerja UPT Puskesmas Payangan, Kabupaten Gianyar. Metodologi program mencakup tahapan persiapan, implementasi, hingga tinjauan evaluatif. Inti kegiatan berfokus pada sosialisasi intensif yang meliputi dua aspek fundamental: pemenuhan nutrisi maternal untuk pencegahan stunting serta manajemen ekonomi rumah tangga guna mendukung ketahanan pangan keluarga. Efektivitas intervensi diukur melalui perbandingan skor pre-test dan post-test serta pengamatan partisipatif. Hasil program menunjukkan keterlibatan aktif seluruh peserta selama proses edukasi berlangsung. Berdasarkan evaluasi kuantitatif, lebih dari 70% kader meraih peningkatan nilai signifikan, yang merefleksikan penguatan pemahaman mengenai gizi ibu hamil dan fungsi pendampingan keluarga. Capaian ini diharapkan mampu mengukuhkan peran kader dalam memberikan bimbingan berkelanjutan bagi ibu hamil sebagai langkah preventif stunting yang komprehensif sejak masa gestasi demi masa depan generasi yang lebih berkualitas.  
Mulai Dari Dapur, Cegah Kanker Payudara: Nutrisi Bijak untuk Perempuan di Desa Bongkasa Pertiwi Anak Agung Sagung Mirah Prabandari; M Candra Wijanadi; Josephine Claudia Sirait; Agustinus I Wayan Harimawan; I Wayan Weta; Ni Ketut Sumartini; Syuma Adhy Awan; Rini Martina Siallagan; I Putu Prayoga Ratha; I Wayan Gede Sutadarma
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.91-97

Abstract

Latar belakang: kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan, dengan pola makan dan gaya hidup sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai hubungan nutrisi dan pencegahan kanker payudara masih menjadi tantangan, terutama pada masyarakat pedesaan. Tujuan: kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan mengenai pentingnya nutrisi sehat dalam pencegahan kanker payudara melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Kerangka konsep pemecahan masalah: kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi sederhana, senam kesehatan, serta pemeriksaan pola makan dan komposisi tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pola hidup sehat. Hasil dan pembahasan: kegiatan dilaksanakan pada 1 Juni 2025 di Balai Desa Bongkasa Pertiwi dan diikuti oleh ibu rumah tangga, remaja putri, kader desa, serta tokoh masyarakat. Materi edukasi mencakup manfaat pangan lokal seperti ubi ungu, prinsip gizi seimbang, pola konsumsi sehat, dan pencegahan kanker payudara melalui gaya hidup sehat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 55,7% pada pre-test menjadi 88,3% pada post-test, disertai antusiasme tinggi peserta selama sesi edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Kesimpulan: edukasi berbasis komunitas -efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nutrisi sehat sebagai upaya preventif kanker payudara serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui keterlibatan kader kesehatan dan media edukasi digital.  
Penyuluhan dan Demonstrasi Pengolahan Ubi Ungu sebagai Pangan Fungsional dalam Pencegahan Obesitas Donna Pratiwi; Raudha Kasmir; Cuay Yusnianingsih; Evangelista Maria Pangkahila; Ni Putu Primarthaswari Prayastuti; Agustinus I Wayan Harimawan; Pretty Grace Zalukhu; I Wayan Weta; Ni Ketut Sumartini; Syuma Adhy Awan; Rini Martina Siallagan; Eni Yuliani; I Putu Prayoga Ratha; I Wayan Gede Sutadarma
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.98-103

Abstract

Obesitas masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang terus meningkat dan berkaitan dengan berbagai gangguan metabolik, termasuk diabetes melitus tipe 2 serta penyakit kardiovaskular. Pola konsumsi makanan tinggi energi, tinggi lemak, dan rendah serat turut berkontribusi terhadap peningkatan kejadian obesitas di masyarakat. Pemanfaatan pangan lokal yang memiliki nilai fungsional, seperti ubi ungu yang kaya serat dan antosianin, dapat menjadi salah satu pendekatan preventif yang mudah diterapkan di tingkat rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai manfaat ubi ungu serta memperkenalkan variasi pengolahan sehat berbahan dasar ubi ungu kepada masyarakat Desa Bongkasa Pertiwi, Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan dilaksanakan pada 23 November 2025 melalui pemeriksaan antropometri, edukasi kesehatan, demonstrasi pengolahan pangan, dan sesi diskusi interaktif. Sebanyak 22 peserta mengikuti kegiatan, terdiri atas 14 laki-laki dan 8 perempuan. Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata berat badan peserta sebesar 68,45 kg dengan rerata lingkar perut 90 cm. Lingkar perut di atas batas normal ditemukan pada 78,5% peserta laki-laki dan 50% peserta perempuan. Materi edukasi menekankan peran serat dan antosianin ubi ungu dalam mendukung pola makan sehat dan membantu menurunkan risiko penyakit metabolik. Demonstrasi dilakukan melalui pembuatan muffin, pie, dan pudding ubi ungu dengan prinsip rendah gula dan rendah tepung terigu. Peserta terlihat aktif selama kegiatan dan memberikan respons positif terhadap edukasi maupun praktik pengolahan pangan sehat yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan pangan lokal sehat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif penyakit metabolik.  
Edukasi Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Tanaman Herbal dalam Menanggulangi Rhinitis Alergi pada Siswa SMAN 1 Payangan, Gianyar Putu Rinawati Jayanti; Made Gita Ratnasari; I Gusti Agung Prama Yoga
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.118-124

Abstract

Latar belakang: Rhinitis alergi merupakan gangguan saluran napas atas yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu kualitas hidup serta prestasi belajar siswa. Rendahnya pemahaman siswa mengenai pencegahan dan penanganan rhinitis alergi menyebabkan gejala sering diabaikan. Di sisi lain, potensi tanaman herbal lokal sebagai alternatif penanganan alami dan sumber pemberdayaan ekonomi belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai rhinitis alergi serta memberdayakan siswa melalui pelatihan pembuatan produk herbal berbasis tanaman lokal dan edukasi kewirausahaan. Metode: Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif di SMAN 1 Payangan, Gianyar, pada Oktober 2025. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan rhinitis alergi, pemeriksaan THT sederhana, pelatihan pembuatan produk herbal berbasis tanaman lokal, dan edukasi kewirausahaan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi siswa. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 40 siswa dan guru pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai gejala, faktor pencetus, pencegahan, dan penanganan rhinitis alergi. Nilai rata-rata post-test meningkat dibandingkan pre-test. Siswa juga mampu mempraktikkan pembuatan produk herbal sederhana berbahan sereh, daun mint, dan kenanga. Edukasi kewirausahaan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengemasan dan pemasaran produk berbasis tanaman lokal. Kesimpulan: Program edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi berbasis tanaman herbal efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa terkait rhinitis alergi serta meningkatkan keterampilan siswa dalam memanfaatkan tanaman lokal menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Program ini berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Petani melalui Edukasi K3 Organofosfat dan Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Alam di Desa Gumbrih Komang Trisna Sumadewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba; Ni Made Gita Kusuma Dewi; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.171-178

Abstract

Organofosfat adalah jenis pestisida yang menghambat hidrolase serin, terutama asetilkolin esterase (AChE), yang menyebabkan efek toksik pada sistem saraf. Penggunaannya yang luas dalam pengendalian hama pertanian menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi toksisitas pada petani. Organofosfat mengganggu fungsi normal saraf dengan mengakumulasi asetilkolin, yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi yang dihadapi petani di Banjar Tunjung, Kecamatan Pekutatan, melalui pendekatan berbasis komunitas. Masalah utama yang diidentifikasi adalah tingginya paparan organofosfat yang berdampak negatif terhadap kesehatan petani, serta kondisi ekonomi yang rendah, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Solusi yang diajukan meliputi penyuluhan tentang deteksi dini keracunan organofosfat dan pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, diberikan juga pelatihan pembuatan sabun berbahan alam untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, termasuk penyuluhan, pelatihan, dan simulasi, yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak terkait. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan petani mengenai organofosfat lebih dari 40%, berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest. Semua mitra (100%) hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Selain itu, keterampilan petani dalam pembuatan sabun juga meningkat, di mana mereka telah berhasil mengurangi paparan organofosfat dengan menggunakan APD dan memproduksi sabun secara mandiri, yang memberikan dampak ekonomi positif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan.  
Pelatihan Deteksi Stunting Kader Posyandu dan Pemanfaatan Ayam Buras di Desa Bayung Gede Putu Arya Suryanditha; Ni Wayan Widhidewi; Ni Luh Putu Putri Setianingsih
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.86-90

Abstract

Stunting (pendek) merupakan masalah ketidakseimbangan asupan zat gizi anak Balita. Stunting berdampak terhadap perkembangan otak dan kecerdasan anak. Hal ini menurunkan pertumbuhan ekonomi dan produktivitas kerja. Desa Bayung Gede adalah salah satu desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Berdasarkan observasi pendahuluan oleh Tim UPPM FKIK Universitas Warmadewa, di Desa Bayung Gede, didapatkan beberapa balita mengalami stunting. Berdasarkan hasil diskusi dengan pihak desa, prioritas permasalahan adalah pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini stunting yang masih bervariasi. Prioritas lainnya yaitu keterbatasan sumber pangan keluarga, khususnya sumber protein pada keluarga balita yang kurang mampu. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan, dan tahap evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Februari 2024, di Desa Bayung Gede. Kegiatan pelatihan deteksi stunting pada kader posyandu memberikan pengetahuan dan demonstrasi deteksi stunting dengan pengukuran antropometri. Pelatihan pemanfaatan pangan lokal ayam buras memberikan pengetahuan tentang teknik pemeliharaan ayam buras dan pembuatan pakan ayam buras. Kegiatan pengabdian masyarakat telah berjalan sesuai harapan dalam tingkat partisipasi dan pelaksanaan. Kegiatan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu terkait deteksi stunting. Keluarga binaan yang didampingi telah mendapatkan pengetahuan dalam beternak ayam buras serta mendapatkan investasi paket bibit ayam buras.
Pemeriksaan Mata, Komposisi Tubuh, dan Tingkat Kemandirian Lansia di Rumah Usiawan Panti Surya Surabaya Dwi Martha Nur Aditya; Winnie Nirmala Santosa; Anita Dahliana; Katharina Merry Apriliani Angkawidjaja; Sajuni; Sawitri Boengas; Devitya Angielevi Sukarno; Ardyan Prima Wardhana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.111-117

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Rumah Usiawan Panti Surya Surabaya dilaksanakan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan lansia melalui pemeriksaan mata, pengukuran komposisi tubuh, dan penilaian tingkat kemandirian. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pelayanan kesehatan lansia berbasis komunitas yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di panti usiawan lainnya. Dari 44 partisipan, sebanyak 30 lansia (68.2%) ditemukan mengalami gejala mata kering ringan hingga sedang, sedangkan 14 lansia (31.8%) memiliki kondisi normal. Pada aspek komposisi tubuh, 65.9% lansia memiliki persentase lemak tubuh di atas batas normal, sementara 34.1% berada dalam kategori ideal. Penurunan massa otot juga ditemukan pada sebagian besar partisipan, yang menunjukkan adanya risiko sarkopenia sebagai masalah kesehatan yang perlu diatasi. Sebagai tindak lanjut, lansia diberikan edukasi mengenai pentingnya hidrasi yang cukup, asupan nutrisi seimbang, olahraga ringan, serta kebiasaan sehat untuk meredakan gejala mata kering dan menjaga massa otot. Hasil kegiatan ini menegaskan bahwa masalah kesehatan lansia bersifat multidimensional dan saling berkaitan, sehingga diperlukan pendekatan holistik yang mencakup pemeriksaan rutin, intervensi gizi, aktivitas fisik, serta dukungan sosial.
Edukasi Penyakit Infeksi dan Pelatihan Pembuatan Sabun pada Kader Remaja di Yayasan Kerti Praja, Denpasar Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Gede Agus Surya Pratama
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.125-133

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC) yang masih ditemukan pada kelompok usia remaja dan usia produktif. Kader remaja Yayasan Kerti Praja (YKP) Denpasar memerlukan peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit infeksi serta keterampilan berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader remaja mengenai penyakit infeksi serta memberikan pelatihan pembuatan sabun padat dan sabun cair berbahan alami dari tanaman obat keluarga (TOGA), yaitu lidah buaya dan belimbing wuluh. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan 10 kader remaja komunitas “Girls Act” melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan sabun dengan metode cold process. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan persentase jawaban benar dari 86% pada pre-test menjadi 95,79% pada post-test, mengindikasikan terdapat peningkatan sebanyak 9,79 %. Selain itu, seluruh peserta (100%) aktif mengikuti kegiatan dan mampu menghasilkan produk sabun cair dan sabun padat sesuai prosedur. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta berpotensi mendukung perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh.  
Ayo Kunjungi Instansi Kesehatan Segera (AKSI!) Sukandriani Utami; Fahriana Azmi; Dian Rahadianti; Kadek Ayu Adelia Kristiani Putri; Nur Hayatul Fitrah; Kadek Diah Agus Absari; Ines Adelia Kamal; Ni Made Srileona Mileniasari; Raodatunisa; Ni Made Yurita Parawangsa; I Gede Hardy Eka Putra; Raden Raka Wisnu Baskara
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.159-164

Abstract

Petani merupakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan akibat paparan lingkungan kerja yang berat, terbatasnya akses layanan kesehatan, dan rendahnya perilaku pencarian pengobatan (care-seeking behavior). Kegiatan ini dilakukan di komunitas petani Dusun Batu Jereng, Desa Bonjeruk, Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan mendiagnosis masalah kesehatan masyarakat dan menentukan prioritas intervensi berbasis data. Metode yang digunakan meliputi survei, wawancara, observasi lapangan, dan pengisian kuesioner oleh anggota komunitas. Penetapan masalah prioritas dilakukan menggunakan metode PAHO berdasarkan kriteria magnitude, severity, vulnerability, dan community and political concern. Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah utama di komunitas adalah rendahnya care-seeking behavior, yang memperoleh skor PAHO tertinggi. Meskipun sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kesehatan yang tinggi (67%), praktik pencarian pengobatan tetap rendah, dengan 66,7% responden tidak melakukan tindakan pengobatan ketika diperlukan. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan, penyuluhan terkait care-seeking behavior, dan penguatan dukungan sosial. Kesimpulannya, upaya berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan serta akses informasi medis yang akurat, guna mendukung perilaku pencarian pengobatan yang optimal di kalangan petani  
Edukasi dan Pendampingan ASI Eksklusif melalui Program Keluarga Binaan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Bresela Ni Nyoman Putri Widyastiti; Putu Nita Cahyawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.134-140

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 22%.  Nilai ini meningkat 0,4% dari tahun sebelumnya. Prevalensi stunting di Kabupaten Gianyar mencapai 22,2%. Hal ini yang mendasari pilot project pengentasan stunting dimulai di lokasi ini. ASI eksklusif merupakan salah satu intervensi penting dalam pencegahan stunting. Walaupun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum optimal. Pendekatan berbasis keluarga dapat menjadi salah satu strategi inovatif dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Program ini memungkinkan adanya pendampingan langsung melalui edukasi, motivasi, serta pemantauan secara berkelanjutan. Keluarga angkat yang terlibat dalam kegiatan edukasi ini difokuskan pada keluarga yang bertempat tinggal di wilayah Desa Bresela. Kegiatan dilaksanakan setiap minggu, selama 1 bulan. Keluarga angkat bertempat tinggal di Banjar Gadungan, Desa Bresela, Payangan. Kepala keluarga tinggal bersama istri, 2 orang anak, ayah dan ibu tiri, serta 9 kepala keluarga lain dalam satu pekarangan. Kegiatan edukasi telah berhasil meningkatkan pengetahuan keluarga angkat berdasarkan peningkatan nilai pretest  dan postest.  Selama pendampingan, pemantauan antropometri seperti pengukuran berat badan dan lingkar lengan atas juga dilakukan secara rutin  untuk memantau kondisi gizi keluarga binaan khususnya istri KK yang saat ini sedang hamil. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu kegiatan edukasi dan pendampingan ASI eksklusif pada keluarga angkat telah terlaksana dengan baik. Indikator keberhasilan program telah tercapai seluruhnya. Kegiatan ini juga telah mampu meningkatkan pengetahuan keluarga angkat tentang ASI eksklusif, penggunaan alat pompa ASI dan penyimpana n ASI perah. Pelatihan dan pemberian bantuan alat pompa ASI juga telah terlaksana dengan lancar.