cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 90 Documents
Program Kemitraan Masyarakat Kelompok Pekerja di Rumah Sakit Umum Ari Canti Made Indra Wijaya; Luh Gede Pradnyawati; I Made Aditya Mantara Putra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak bulan Mei 2022, kasus COVID-19 masih dilaporkan terjadi di Bali, tetapi jumlah kasus dan tingkat keparahannya sudah tidak mengkhawatirkan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Bali sudah terbuka untuk wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan internasional. Pariwisata mulai bangkit dan perekonomian pun berangsur-angsur pulih. Berbagai kegiatan, yang dikenal dengan sebutan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition), marak diselenggarakan di Bali. MICE akan terus berlangsung hingga puncaknya pada pertemuan G20. Ubud, sebagai salah satu destinasi wisata di Bali, mulai bangkit. Tujuan program kemitraan masyarakat ini adalah mempersiapkan Rumah Sakit Umum Ari Canti untuk membuka klinik wisata (travel clinic), yaitu dengan memberdayakan kelompok pekerja sesuai dengan latar belakang mereka. Mitra pengabdiam masyarakat adalah kelompok pekerja, yang meliputi kelompok klinis dan non klinis. Kelompok klinis meliputi dokter umum, perawat, dan apoteker; sedangkan kelompok non klinis terdiri dari staf administrasi dan pemasaran. Mula-mula dilakukan telusur lapangan, telusur dokumen, dan wawancara kelompok pekerja uantuk mendapatkan gambaran umum sehingga masukan atau saran yang diberikan sesuai dengan keadaan di lapangan. Selanjutnya dilakukan bimbingan teknis kesehatan pariwisata dengan mengacu pada kerangka keilmuan yang dipublikasikan oleh The National Travel Health Network and Centre (NaTHNaC) bagi kelompok pekerja klinis dan kode etik rumah sakit mengacu pada kode etik rumah sakit yang ditetapkan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia bagi kelompok pekerja non klinis.
Penguatan Program CHSE Mendukung Kebangkitan Pariwisata dan Bali Reborn di Banjar Penestanan Kelod, Desa Sayan Luh Gede Pradnyawati; Made Indra Wijaya; Putu Nita Cahyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata menjadi sektor paling terdampak akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Provinsi Bali sebagai penyumbang terbesar sektor pariwisata di negara Indonesia menjadi salah satu destinasi yang paling terkena dampak dari pandemi ini. Salah satu pusat destinasi di Bali yang sangat terkenal sampai mancanegara adalah Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Banjar Penestanan Kelod merupakan salah satu banjar yanga ada di Desa Sayan yang beberapa penyedia jasa akomodasinya masih belum menerapkan cleanliness, health, safety and environmental sustainability (CHSE) dengan baik. Dari hasil diskusi tim pengabdian dengan kader didapatkan beberapa permasalahan terkait penerapan CHSE. Permasalahan tersebut diantaranya masih kurangnya pengetahuan yang didapatkan kader mengenai program CHSE yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang harus diterapkan di masa new normal pada destinasi wisata. Masih minimnya pengetahuan kader tentang bagaimana penyebaran virus Corona yang telah melumpuhkan pariwisata Bali. Para kader masih sedikit memiliki gambaran dan informasi mengenai protokol kesehatan yang baik dan tepat guna mencegah penyebaran Covid-19 ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah diawali dengan sosialisasi program kepada mitra, Focus Group Discussion (FGD) dengan kader, pemberian edukasi tentang CHSE dan pencegahan penyebaran Covid-19 dan pelatihan tentang penerapan CHSE. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah semua kelompok mitra telah mampu melakukan kegiatan program penguatan CHSE di Banjar Penestanan Kelod, Desa Sayan. Kegiatan “peer” penerapan CHSE dan pencegahan penyebaran Covid-19 sudah berjalan dengan lancar. FGD telah mampu merumuskan permasalahan yang para kader alami dalam penerapan program CHSE, kendala-kendala pun sudah terpecahkan. Saran yang dapat kami berikan dalam kegiatan pengabdian ini adalah agar kelompok mitra dapat menjadi ujung tombak perekrutan mitra lainnya sebagai partner dalam melakukan kegiatan “peer” penguatan program CHSE dalam mendukung bangkitnya pariwisata dan Bali reborn di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Pemberdayaan Kelompok Pedagang Pasar Seni Wisata Guwang dalam Menggalakkan Wisata Sehat dan Strategi Peningkatan Pendapatan di Era Pandemi Covid-19 Putu Indah Budi Apsari; Widhidewi Ni Wayan; Ketut Hari Mulyawan; I Made Astu Mahayana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak pandemi COVID-19 menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Hal ini pun berdampak pada masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata salah satunya adalah pasar seni Guwang, menyebabkan penurunan jumlah pendapatan pedagang di pasar seni guwang. Kami melakukan pengabdian bagi kelompok pedagang pasar seni guwang dengan memanfaatkan inovasi teknologi yang berperan penting dalam mendukung tren pariwisata yang bergeser di tengah pandemi, salah satunya dengan pemasaran atau marketplace secara online. Kami juga melatih para pedagang menggunakan aplikasi peduli lindungi untuk mewujudkan wisata sehat sehingga diharapkan dapat menarik minat para wisatawan untuk berbelanja. Hasil pengabdian didapatkan peningkatan pengetahuan peserta dalam mewujudkan wisata sehat dan peningkatan keterampilan peserta dalam menggunakan media online serta ecomerce dalam meningkatkan jumlah penjualan barang dagangan.
Pendampingan Kader Posyandu Desa Kerta dalam Penerapan Gizi Seimbang dan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Putu Nita Cahyawati (Scopus ID: 57203956416); Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyebutkan bahwa 1 dari 3 anak di bawah 5 tahun mengalami perawakan pendek (stunting) Salah satu upaya untuk mencegah atau deteksi dini permasalahan ini adalah dengan melakukan pemantaun berkala terhadap kesehatan balita. Berdasarkan informasi awal dari bidan desa, kader posyandu di Desa Kerta masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam penimbangan balitaDi samping itu, keterbatasan alat pengukuran dan faktor geografis menjadi salah satu faktor penyulit penyebaran informasi oleh pihak puskesmas dan kader posyandu kepada warga. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk melakukan pemberdayaan bagi kader posyandu di Desa Kerta guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menilai tumbuh kembang dan status gizi anak. Mitra pada pengabdian ini merupakan kader posyandu di Desa Kerta, Payangan, Gianyar. Kegiatan yang dilakukan antara lain pengisian pretest, pemberian materi tumbuh kembang dan gizi seimbang, pemutaran video edukatif, diskusi, pelatihan dan pendampingan, pengisian postest. Kegiatan edukasi dan penyululihan telah terlaksana sebanyak satu kali. Selam kegiatan mitra telah berperan aktif dengan persentase kehadiran mitra melebihi 100%. Rerata nilai pretest dan postest mitra mengalami peningkatan sebesar 7,56 poin dari 75.91 menjadi 83,47 poin. Dengan demikian, dapat dismpulkan bahwa kegiatan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan mitra berdasarkan kenaikan nilai pretest dan postest. Kegiatan sudah terlaksana dengan baik karena seluruh parameter keberhasilan program sudah terpenuhi. Diperlukan pendampingan berkelanjutan guna mengoptimalkan peningkatan pengetahuan serta mengevaluasi permasalahan yang ditemukan di lapangan.
Pencegahan Stunting Melalui Perbaikan Gizi di Banjar Gadungan, Desa Bresela, Kecamatan Payangan Komang Trisna Sumadewi; Asri Lestarin; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di Indonesia kekurangan gizi kronik menjadi salah satu fokus pemerintah. Stunting merupakan gangguan tumbuh pada anak balita ditandai dengan anak terlalu pendek untuk usianya. Pada tahun 2019, angka prevalensi kasus stunting pada balita di kabupaten Gianyar sebesar 12,1%. Hal ini menyebabkan perlunya pembinaan pada desa dengan angka stunting yang cukup tinggi termasuk Desa Bresela. Berdasarkan wawancara dan observasi, didapatkan minimnya pengetahuan mitra mengenai stunting, gizi seimbang dan cara mengolah makanan untuk memenuhi gizi seimbang. Melalui program pengabdian kepada masyarakat diharapkan terdapat peningkatan pengetahuan mitra mengenai stunting dan gizi seimbang serta cara mengolah makanan untuk memenuhi gizi anak sesuai usianya. Metode yang digunakan adalah focus group discussion (FGD ) untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh mitra, dialog interaktif bertujuan memberikan edukasi mengenai solusi permasalahan yang dihadapi oleh mitra serta pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam menyusun menu makanan yang dilakukan secara berkelanjutan disertai monitoring dan evaluasi setiap bulannya. Program ini terlaksana dengan baik berdasarkan waktu pelaksanaan, partisipasi dan kerjasama yang baik antara mitra dan tim pelaksana. Sarana yang dibutuhkan dan bahan kegiatan juga tersedia dengan baik dengan jumlah yang memadai selama kegiatan. Kegiatan praktek simulasi, pelatihan dan pendampingan pengolahan makanan juga berlangsung baik. Mitra terlihat sangat antusias dan telah berpartisipasi aktif serta kehadiran 100% dalam setiap kegiatan. Peningkatan pengetahuian mitra mengenai stunting dan pencegahannya dapat dilihat dengan peningkatan nilai posttest dibandingkan nilai pretest. Dari hasil observasi, didapatkan peningkatan keterampilan mitra dalam menyusun menu makan anak. Kata kunci: Pencegahan, Stunting, Desa Bresela Abstract Malnutrition is one of the Indonesian government's focuses. Stunting knows as a growth disorder in toddlers characterized by the child being too short for his age. In 2019, the prevalence rate of stunting in children under five in Gianyar district was 12.1%. This considering direct guidance is needed at 10 villages in Gianyar district which have a fairly high stunting rate, including Bresela Village. Based on interviews and observations, it was found that community lack of knowledge about stunting, balanced nutrition and how to process food in order to meet balanced nutrition. Through the community service program, it is expected to be able to increase partners knowledge and skills regarding stunting and balanced nutrition and how to process food to meet children's nutrition according to their age. The method to be used is focus group discussion (FGD) to investigateproblems faced by partners, interactive dialogue to provide information about handling problems experienced by partners, as well as training and mentoring to improve partner skills in preparing food menus that are carried out constantlyaccompanied by monthly monitoring and evaluation. This program was perfectly implemented rated by consistent time implementation of activities, involvement and good cooperation from the partners. Partners, the Implementation Team, the availability of adequate tools and materials during the activity, as well as the implementation of simulation activities, training and mentoring which also went well. Partners have played an active role in every activity with 100% attendance and active participation. Increased knowledge of partners about stunting and its prevention can be seen by the enhacment of posttest score compared to the pretest one. From the results of observations, found that partners' skills increased in compiling children's menus. Keywords: prevention, stunting, Bresela Village
Pemberdayaan Pedagang dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Pasar Adat Padangsambian, Kota Denpasar Luh Gede Pradnyawati; Ratna Juwita Dewa Ayu Putu; Indra Wijaya Made
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Adat Padangsambian merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar. Pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia juga menyebar ke Indonesia khususnya Provinsi Bali dengan penyebaran wabah masih berlangsung hingga saat ini. Dari hasil penelitian, salah satu tempat yang interaksi masyarakatnya tinggi dan rentan terhadap penyebaran penyakit di Bali adalah pasar. Tak terkecuali Pasar Adat Padangsambian juga termasuk tempat yang rentan terjadinya penyebaran Covid-19. Minimalnya informasi yang didapatkan oleh pedagang tentang penyebaran Covid-19 menyebabkan kurangnya penerapan mereka dalam pelaksanaan PHBS. Namun pada kenyataannya penerapan PHBS ini sangat minimal penerapannya di Pasar Adat Padangsambian. Selain hal itu, kurangnya kemampuan pedagang untuk membeli alat pelindung diri atau APD misalnya masker dan Hand Sanitizer. Hal itu disebabkan karena kelangkaan APD dan juga finansial mereka yang kurang dimana saat ini harga APD melambung tinggi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan penerapn PHBS yang benar pada kader sebesar 100%. Selain itu penerapan protokol kesehatan sudah terlaksana dengan baik. Semua kelompok mitra telah mampu melakukan kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan penerapan PHBS yang benar di lokasi pasar. Selain itu para mitra sudah bisa membuat APD secara mandiri. Saran yang dapat kami berikan dalam kegiatan pengabdian ini adalah agar kelompok mitra dapat menjadi ujung tombak perekrutan mitra lainnya sebagai partner dalam melakukan kegiatan “peer” pencegahan penyebaran Covid-19 dan penerapan PHBS yang benar di Pasar Adat Padangsambian, Kota Denpasar.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencegahan Infeksi Covid-19 di Desa Sidakarya, Kota Denpasar Putu Arya Suryanditha; Ni Wayan Widhidewi; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Sutisna
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini menjadi pandemik di dunia. Pandemik Covid-19 membawa dampak di Bali terutama pada bidang pariwisata. Hal ini menyebabkan efek terhadap perekonomian masyarakat Bali. Permasalahan mitra warga di Desa Sidakarya yaitu misinformasi terkait pencegahan penularan Covid-19 dan dampak ekonomi pandemik Covid-19 bagi warga. Metode pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan terkait penyakit serta perilaku hidup bersih dan sehat untuk pencegahan Covid-19. Pengabdian ini memberikan paket sembako dan kit pencegahan Covid-19 yang bertujuan mengurangi dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 dalam jangka pendek. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 14 Agustus 2020 di Kantor Desa Sidakarya. Peserta pengabdian masyrakat berjumlah 19 orang mitra warga terdampak Covid-19 di Desa Sidakarya. Kegiatan diawali dengan pretest kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan yang terdiri dari 2 materi yaitu pengenal infeksi Covid-19 dan materi pengenalan perilaku hidup bersih dan sehat untuk pencegahan Covid-19. Setelah penyuluhan dilakukan simulasi cuci tangan dan pemberian paket bahan pokok dan kit pencegahan Covid-19. Kegiatan diakhiri dengan posttest. Hasil evaluasi rerata pretest dan posttest didapatkan peningkatan nilai rerata pretest dari 70,5 menjadi 88,9. Hal ini menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok yang diberikan penyuluhan. Simpulan dari kegiatan ini antara lain kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan didukung oleh pihak desa mitra. Mitra memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyuluhan tersebut hal ini dilihat dari kehadiran dan partisipasi selama simulasi dan diskusi. Kata Kunci: COVID-19, Penyuluhan, Masyarakat Abstract Clean and Healthy Living Behavior Counseling For The Prevention of Covid-19 Infection to In Sidakarya Village, Denpasar City Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is currently a global pandemic. The pandemic has impacted Bali, especially in tourism and the Balinese economy. The problem with community partners in Sidakarya Village is misinformation about preventing the transmission of Covid-19 and the economic impact of the Covid-19 pandemic on residents. This community service method is counseling related to diseases and clean and healthy living behaviors to prevent Covid-19. This service provides food packages and Covid-19 prevention kits to reduce the economic impact of the Covid-19 outbreak in the short term. The community service activity was held on August 14, 2020, at the Sidakarya Village Office. Community service participants totaled 19 community partners affected by Covid-19 in Sidakarya Village. The activity began with a pretest and then continued with counseling which consisted of 2 materials, namely identification of Covid-19 infection and material introduction of clean and healthy living behavior for the prevention of Covid-19. After the counseling, a simulation of hand washing was carried out, and packages of essential ingredients and Covid-19 prevention kits were provided. The activity ended with a posttest. The average pretest and posttest evaluation showed an increase from 70.5 to 88.9. This shows an increase in knowledge in the group that is given counseling. The conclusions of this activity include community service activities that run smoothly and are supported by partner villages. Partners provide support and actively participate in these outreach activities. This can be seen from their attendance and participation during simulations and discussions. Keywords: Covid-19, Counseling, Community
Penyuluhan Tentang Gangguan Berbicara dan Pembentukan Parenting Support di Klinik Tumbuh Kembang RSI A Yani Surabaya Mery Susantri; Bony Pramono; Aisyah; Firdaus; Putri Dhiya; Nabil Alfan Moh; Adyatma Ramadhani; Retno Diah Putri Ekayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Berdasarkan tingkat permintaan tertinggi pelayanan yang diberikan oleh klinik tumbuh kembang anak RSI A. Yani Surabaya yaitu anak dengan gangguan berbicara. Banyak orang tua yang datang ke klinik dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap penyebab dan bagaimana cara menangani anak dengan gangguan berbicara. Metode Penyuluhan pengetahuan tentang gangguan berbicara dan pembentukan parenting support di klinik tumbuh kembang RSI A Yani Surabaya ini dilakukan secara offline dan disiarkan secara hybrid melalui zoom berupa presentasi dan tanya jawab. Jumlah perserta terdapat 15 perwakilan orang tua dengan anak yang sedang melakukan terapi gangguan berbicara di klinik tumbuh kembang RSI A Yani Surabaya. Sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan terhadap gangguan berbicara sekaligus sebagai tolak ukur atau bahan evaluasi terhadap pemahaman peserta setelah diadanya penyuluhan tersebut. Data diolah secara statistik untuk mengetahui frekuensi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Hasil dan Pembahasan Setelah dilakukan penyuluhan hampir seluruh responden (93,3%) telah mengetahui serta memahami tentang gangguan berbicara pada anak. Sebelum mendapatkan penyuluhan hampir sebagian besar (80,0%) responden belum mengetahui tanda-tanda anak dengan gangguan berbicara, namun setelah mendapatkan penyuluhan hampir seluruh responden (93,3%) sudah mengetahui tanda-tanda anak dengan gangguan berbicara. Kesimpulan Penyuluhan tentang gangguan berbicara dan pembentukan parenting support ini berdampak positif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan orang tua yang signifikan terhadap gangguan berbicara hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil post test. Dengan adanya peningkatan tersebut diharapkan orang tua mampu mengambil tindakan bijak untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak ketika mengetahui ada tanda-tanda gangguan berbicara atau gangguan kesehatan lainnya pada anak Keywords: Gangguan berbicara; Orang Tua; Anak; Parenting support.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Stunting pada Balita di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar Ni Wayan Rusni (Scopus ID: 57203956698); Elmy Saniati; Erly Sintya Dewi Ni Wayan
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan baru pada tumbuh kembang balita yang akhir-akhir ini menjadi trending topic. Kasus ini telah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Bali, khususnya di Kecamatan Payangan. Seiring dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Gianyar yaitu mewujudkan desa layak anak, maka untuk mewujudkan terjadinya kasus stunting pada balita harus segera ditanggulangi oleh semua pihak terkait. Sebelum masuk pada tahap mampu menanggulangi, maka diperlukan kemampuan untuk terlebih dahulu mendeteksi adanya kasus tersebut. Upaya untuk deteksi sedini mungkin adanya kasus di masyarakat dapat dilakukan oleh kader posyandu maupun kader BKB sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ditingkat banjar. Kader-kader tersebut tentunya harus memiliki pengetahuan, keterampilan maupun kemampuan untuk mendeteksi kasus stunting. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha dalam rangka meningkatkan kemampuan kader. Usaha ersebut dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam deteksi kasus stunting. Setelah dilakukan pelatihan para kader diharapkan mampu membantu dalam deteksi lebih cepat kasus yang terjadi, melaporkan dan pada akhirnya terdapat respon cepat oleh pihak terkait secara bersama dan simultan. Hasil penilaian tingkat pengetahuan peserta pelatihan mengenai stunting dinilai dengan menggunakan metode pretest dan postest. Analisa data menunjukkan rata-rata nilai pretest adalah 2,9 ± 1,02 dan rata-rata nilai postest setelah dilaksanakan pelatihan sebesar 7,6 ± 0,82. Berdasarkan hasil pretest dan posttest tersebut, dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta pelatihan sebesar 61,84% (p=0.000)
Rehabilitasi Psikososial berbasis Rumah Sakit sebagai Upaya Sustainable bagi ODGJ di Kabupaten Gresik Hafid Algristian; Difran Nobel Bistara; Fifi Khoirul Fitriyah; Abdul Hakim Fasya; Khamida
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Treatment for people with mental disorders (orang dengan gangguan jiwa, ODGJ) in Gresik Regency is still limited to curative (medication) because Gresik Regency does not yet have adequate psychosocial rehabilitation facilities (RPS). RPS aims to restore the social functions of ODGJ so that they are more productive according to their abilities. Activity goals. To initiate the hospital-based RPS activities. Problem-solving framework. The framework is carried out through several activities, such as conducting assessments and focused group discussions with hospitals managers as potential partners, creating RPS service guidelines, conducting training and upgrading skills for health workers, involving ODGJ, families, and health cadres in RPS services, and planning a follow-up with the community health center (community health center, puskesmas), social institutions, and local officials. Results. Grha Husada Gresik Hospital (RSGH) is willing to initiate RPS services in Gresik Regency. This RPS service will be carried out for a minimum of two years, with ODGJ clinical evaluations every three months. The RSGH’s advantage is that it has 4 (four) certified health workers as behavior therapists for children with special needs (ABK). The RPS module was made by modifying the ABK behavior therapy module to suit the needs of adult ODGJ. RPS training is carried out based on the module. A total of 30 participants attended the initial RPS service, consisting of 10 ODGJ patients, 10 companions, and 10 local health cadres. The consistency of the arrival of ODGJ and companions is still low, due to the lack of awareness of the benefits of RPS services. RSGH and the health cadres took the initiative together to pick them up, but the arrival rate was still around 5-6 people per meeting. Conclusion. Good cooperation between hospitals, health cadres, and families is the first step for sustainable RPS services. The main challenge is to raise awareness of the need for RPS services for patients and their families.