HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education
Aims and Scope The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education. Deradicalization of Islamic Education Philosophy of Islamic Education Islamic Education Policy Gender and Islamic Education Comparison of Islamic Education Islamic Education and Science Nusantara Islamic Education Pesantren Education Islamic Education and Social Transformation Leadership of Islamic Education Figure of Islamic Education Islamic Education Management Curriculum of Islamic Education Innovation of Islamic Education Madrasah Education
Articles
196 Documents
Peran Manajemen Pendidikan Islam dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan dan Masyarakat
Fauzi, Syahrul;
Fajrin, Nidaul
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.21-02
Jurnal ini mengkaji mengenai peran manajemen pendidikan Islam dalam pengembangan lembaga pendidikan dan masyarakat. Pendekatan kualitatif-deskriptif digunakan dalam kajian ini dan jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kepustakaan (library research) serta 3M merupakan teknik pengumpulan data yang dipakai yakni mencatat, menganalisis, dan mengkritisi. Hasil temuan yang diperoleh adalah peran manajemen pendidikan Islam pada lembaga pendidikanapat di tinjau dari beberapa aspek, yaitu pada manajemen kurikulum, peserta didik, personalia, sarana dan prasarana, manajemen administrasi, keuangan, dan humas. Sedangkan peran manajemen dalam pengembangan masyarakat dapat ditinjau dari metode pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik dalam menanamkan nilai toleransi pada setiap peserta didik untuk menyikapi keberagaman yang ada pada lingkungan masyarakat serta keberadaan peneliti profesional yang memilliki kontribusi dalam menghasilkan karya yang dapat membangun bangsa melalui pendidikan, dan memiliki pengetahuan mengenai manageria dan leadership dalam menjadi konsultan pendidikan.
Relevansi Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih Dengan Kompetensi Kepemimpinan Guru Pendidikan Agama Islam
Afriyanto, Dwi
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.21-05
Rendahnya kompetensi kepemimpinan guru PAI mengakibatkan tidak maksimalnya kegiatan pembelajaran dan pengorganisasian komunitas sekolah. Guru PAI hanya berperan dalam kelas tanpa partisipasi lebih luas sehingga menyebabkan hilangnya teladan kepemimpinan di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui relevansi kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dengan kompetensi kepemimpinan guru PAI. Penelitian ini termasuk penelitian kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru PAI hendaknya memiliki kemampuan dalam perencanaan pembelajaran yang efektif, mampu menjadi teladan dan memiliki perilaku akhlak mulia, memiliki kemampuan manajemen organisasi, memiliki kemampuan sebagai inovator, motivator, fasilitator, dan pembimbing peserta didik, serta dapat menjaga, mengendalikan, dan mengarahkan pembiasaan pengamalan ajaran agama Islam dan mampu menerapkan nilai-nilai beragama bagi peserta didik.
Pemikiran Pragmatisme-Konstruktivisme John Dewey sebagai Metode Pembelajaran di Madrasah Tsanawiyyah
Sofa, Faizmailiatus;
Safitri, Reza Ayu Nur
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.21-04
John Dewey termasuk ke dalam salah satu tokoh yang masyhur dalam ranah pendidikan dan juga filsafat. Dikarenakan pengalaman dalam hidupnya yang beragam, menjadikannya selalu berpikir kritis dalam tiap ranah pengetahuan. Hal tersebut memunculkan berbagai asumsi. Asumsi tersebut kemudian ia kembangkan menjadi sebuah teori dalam bidang pendidikan yang mengacu pada bidang filsafat. Asumsinya yang terkenal di bidang pendidikan adalah pragmatisme dan konstruktivisme. Tulisan ini mengkaji tentang kesesuaian antara pragmatisme dalam ranah pendidikan yang diasumsikan olehnya dengan Teori Konstruktivisme yang juga dipeloporinya bersama Piaget yang kemudian diimplementasikan menjadi metode pembelajaran dalam pendekatan saintifik pada kurikulum 2013. Tujuan dari eksistensi kajian tersebut adalah agar dapat mengetahui bagaimana kesesuaian antara pragmatisme pendidikan dan teori konstruktivisme dalam penerapannya sebagai metode pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah library research melalui beberapa riset dan tulisan yang berupa buku, skripsi, dan artikel dari jurnal. Hasil dari kajian ini membuktikan bahwa pragmatisme pendidikan dan teori konstruktivisme memiliki beberapa kesesuaian dan tepat digunakan sebagai metode pembelajaran di beberapa pelajaran yang didalamnya menggunakan praktik langsung.
Studi Komparatif Aliran-Aliran Utama Filsafat Pendidikan Islam dan Filsafat Pendidikan Barat
Farah, Laily Navi'atul
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.21-08
Tujuan penulisan ini adalah untuk menelaah tentang tiga aliran filsafat pendidikan Islam dan aliran-aliran utama dari filsafat pendidikan barat. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yang membutuhkan pustaka acuan (library research) dengan informasi asal yang digunakan berupa buku, jurnal, serta sumber-sumber terkait. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu berupa metode dokumentasi dengan cara menyajikan data dan menyimpulkannya. Hasil dari penelitian adalah bahwa terdapat tiga aliran dari filsafat pendidikan Islam. Aliran-aliran tersebut ialah aliran .religius-konservatif yang diwakilkan Imam Ghazali, aliran religius-rasional yang diwakilkan kelompok Ikhawanus Shafa, dan aliran pragmatis-instrumental diwakili oleh Ibnu Khaldun. Adapun dalam aliran filsafat pendidikan barat terdapat empat aliran utama yaitu progresivisme, esensialisme, perenialisme, dan rekonstuksionisme.
Internalisasi Nilai-Nilai Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Nurwahidah, Nurwahidah;
Jamilah, Eva Syarifatul
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.21-06
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam ketika dihadapkan dengan nilai-nilai merdeka belajar serta internalisasinya. Penyusunan penulisan ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan mempelajari referensi-referensi yang membahas dan terkait dengan tema pembahasan penulisan ini. Tulisan ini menjelaskan bahwa pada konsep merdeka belajar terdapat enam poin penting yang harus diinternalisasi yaitu Pertama, waktu dan tempat dimana pembelajaran berlangsung memiliki sifat yang beragam. Kedua, ada kebeasan memilih (free choice) yang ditawarkan. Ketiga, pembelajaran bisa dilakukan personalisasi (personalized learning). Keempat, pembelajaran yang berbasis pada proyek. Kelima, merupakan prinsip sebagai point link and match, dan ke enam, merupakan interpretasi terhadap data. Pembelajaran pendidikan agama Islam akan menjadikan peserta didik lebih kritis, lebih mampu memahami nilai-nilai yang dipelajari, peserta didik memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mempraktekkan dan mengembangkan pengetahuan yang dimiliki.
Dinamika Pendidikan Islam di Kudus Abad XX: Studi Madrasah Mu'awanatul Muslimin dan Madrasah Qudsiyyah Tahun 1900-1990
Fakhiroh, Shofa;
Badrun, Badrun;
Huda, Muhammad Harisul
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.21-10
Artikel ini akan menjelaskan tentang perkembangan madrasah yang ada di Kudus pada kurun abad XX. Madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang muncul pada abad XX. Madrasah muncul karena adanya pengaruh pembaruan Islam di Timur Tengah serta adanya pergerakan nasional di Indonesia. madrasah muncul di Kudus sebagai lembaga formal mulai tahun 1919 yaitu Madrasah Qudsiyyah. Sebelumnya juga muncul madrasah berbasis nonformal yaitu Madrasah Mu’awanatul Muslimin pada tahun 1818. Kedua madrasah ini mempunyai andil besar dalam pendidikan Islam di Kudus salah satunya yaitu pemerataan pendidikan bagi warga Muslim Kudus yang belum mendapat akses pendidikan. Dalam kenyataannya, kedua madrasah ini mengalami dinamika serta tantangan dan rintangan pada Abad XX. Namun kedua madrasah ini tetap dapat mempertahankan kekhasan sistemnya ditengah arus pada saat itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendirian Madrasah Mu’awanatul Muslimin dan Madrasah Qudsiyyah diilhami oleh adanya pendidikan yang belum merata bagi masyarakat Kudus pada Abad XX serta pengembangan dari model pendidikan Islam yang berupa pondok pesantren. Dalam sejarahnya, kedua madrasah ini mengalami tantangan dan rintangan yang cukup sulit pada masa penjajahan baik Belanda maupun Jepang. Namun kedua madrasah ini dapat terus mempertahankan eksistensinya. Hal ini didukung oleh beberapa faktor diantaranya adanya dukungan dari masyarakat sekitar dan tokoh agama, mempertahankan kurikulum khas masing-masing dan adanya peranan dari alumni. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Kudus, Madrasah Mu’awanatul Muslimin dan Madrasah Qudsiyyah.
Tujuan Pendidikan Islam Perspektif Al-Qur'an Surah Al-Anbiya’ Ayat 107 dan An-Nahl Ayat 97
Pohan, Nur Khomisah;
Faiqotussana, Faiqotussana;
Nurinadia, Putri
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.21-09
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tujuan pendidikan Islam perspektif al-Qur’an dalam surah al-Anbiya’ ayat 107 dan surah an-Nahl ayat 97. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperolah dari Al-Quran dan tafsir sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari literatur yang berkaitan dengan tujuan pendidikan islam, dan lain sebagainya. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif Miles & Huberman. Hasil dari kajian ini mengungkapkan bahwa Betapa besarnya perhatian Islam terhadap pendidikan, pastinya agam Islam sendiri memiliki tujuan terhadap pendidikan Islam. Dalam kaidah ushuliyah juga dinyatakan bahwa al-umuru bi maqashidiha yaitu setiap tindakan dan aktifitas harus berorientasi pada tujuan/rencana yang telah ditetapkan. Dengan penelitian ini diharapkan mampu memahami bahwa tujuan pendidikan islam Dalam perspektif QS. Al-Anbiya’ ayat 107 pendidikan Islam diharapkan mampu membawa peserta didik untuk menjadi rahmat bagi semesta alam sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah Saw. Dalam perspektif QS. An- Nahl ayat 97 diharapkan agar manusia senantiasa berbuat kebajikan, mengerjakan amal shaleh, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang mengikuti petunjuk kitab Allah dan sunnah Nabi.
Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Sosial Siswa di Era Society 5.0
Hidayat, Taufik;
Pohan, Wahyuni;
Hasibuan, Fadhli Ihsan Arbas
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.22-05
Tujuan dari penelitian ini ialah sebagai bentuk peduli terhadap generasi bangsa dalam pembentukan karakter yang tangguh dan islami yang kenal dan cinta kepada Tuhannya dan juga orang tua serta para gurunya. Yang demikian pendidikan karakter ini meliputi tentang fenomena yang saat ini berubah secara drastis menjadi era society 5.0 ini dengan masuknya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat. Sehingga yang ditakutkan nanti akan mempengaruhi negatif pada siswa maka dilakukan penelitian ini sebagai bentuk informasi yang demikian kepada setiap guru dalam memberikan tindakan serta pengajaran anak didik di era global. Artikel ini menggunakan metode penelitian analisis data dalam kajian pustaka (library research), adalah analisis isi (content analysis) bersifat pembahasan secara mendalam. Dengan mengumpulkan data sesuai dengan penelitian ini. Hasil Penelitian ini adalah sebagai pendidik hendaklah menjadi contoh di awal dalam memberikan pendidikan karakter dan juga harus memberikan kepada peserta didik tentang pengenalan syari'at Islam dalam kehidupannya. Dan juga guru mengajarkan kepada setiap anak untuk berpikir secara kritis dan pandai dalam menghadapi tantang di era society 5.0.
Implementasi Manajemen Strategi Blue Ocean Di LPI PG-RA Al-Muttaqin Tasikmalaya
Fitriyah, Nur;
Nurfaizah, Nurfaizah
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.22-08
Latar belakang dari penelitian ini adalah banyaknya Lembaga Pendidikan yang bersaing demi mendapatkan konsumen atau siswa untuk bisa masuk ke lembaganya masing-masing sehingga dibutuhkan suatu strategi untuk bisa merekrut banyak siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran proses manajemen strategi yang terjadi di LPI PG-RA Al-Muttaqin Tasikmalaya dalam mengembangkan sekolah yang mengalami kenaikan peminat. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif ini akan menganalisis manajemen strategi dalam pengembangan Lembaga Pendidikan islam dengan perspektif Blue Ocean Strategy, yang mencakup tentang syarat perumusan dan fokusnya dalam perspektif BOS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LPI PG-RA Al-Muttaqin telah memenuhi syarat Blue Ocean Strategy; yakni: fokus pada kurva lembaganya, divergensi (gerak menjauh dari persaingan), serta memilki slogan yang bagus (Sekolah Para Juara). LPI Al-Muttaqin telah melakukan tahapan perumusan strategy serta mengimplementasikan nya menurut perspektif Blue Ocean Strategy yakni telah melakukan prinsip Eliminate, reduce, raise dan prinsip create.
Strategi Elaborasi Kepemimpinan Karismatik dalam Pendidikan Islam terhadap Generasi Intelektual Indonesia Abad 21
Sulistyowati, Eka Susi;
Hamruni, Hamruni;
Rasidin, Rasidin
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/hjie.2022.22-06
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya gaya kepemimpinan pendidikan Islam di era abad ke-21 bagi generasi intelektual muda Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi elaborasi kepemimpinan karismatik bagi generasi intelektual muda emas guna mempersiapkan generasi yang siap untuk menjalankan lembaga pendidikan dengan segala tantangan di abad 21. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan library research. Sumber data diperoleh melalui sumber data primer berupa berupa artikel, buku, tesis, disertasi, dan sumber lain yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan karismatik bagi generasi muda intelektual emas Indonesia dapat dijalankan dengan lima dimensi yaitu kepemimpinan berempati, kepercayaan diri, perilaku pengembangan citra diri, kepercayaan terhadap kompetensi bawahan, dan penciptaan peluang bagi pengikut untuk meraih kesuksesan. Implikasi dari penelitian adalah gaya kepemimpinan karimatik sebagai salah satu alternatif gaya kepemimpinan yang dapat diperankan oleh generasi intelektual muda dalam memimpin suatu lembaga agar menjadi lebih baik.