cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2025): Januari" : 14 Documents clear
Pengembangan Lilin Aromatik Dari Minyak Jelantah Dengan Komponen Aktif Sereh Wangi dan Nilam Sebagai Antinyamuk Yulia, Winda; Adhayani, Layli; Nauval, Iflan; Sufriadi, Elly; T Maulana; Zulkarnain, Zulkarnain; Lautania, Maya Febrianty
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.642

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Dengue dengan cara penularan melalui vektor nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kasus DBD meningkat drastis 29 kali lipat sejak 2 tahun terakhir di Kecamatan Syiah Kuala, tempat Gampong Peurada berada. Pencegahan kasus DBD dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk pembawa virus penyakit tersebut. Beberapa bahan alam seperti Serewangi diketahui memiliki khasiat sebagai pengusir nyamuk alami karena memiliki senyawa fito kimia citronelal dan citronelol. Bahan tersebut akan lebih efektif apabila dibuat dalam bentuk lilin aromatik dengan komponen aktif minyak atsiri seperti sere wangi dan nilam. Lilin aromatik ini dapat dibuat sendiri oleh masyarakat dengan memanfaatkan based dari bahan sisa seperti minyak jelantah. Tujuan: Produksi lilin aromatik ini dapat berguna untuk dikonsumsi sendiri dan bahkan untuk sumber ekonomi masyarakat. Gampong Peurada diketahui memiliki kelompok masyarakat ekonomi produktif Desa AGP (Ata Gampong Peurada) yang dibentuk oleh Pemerintah Gampong Peurada Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh melalui SK Kepala Desa. Pengembangan produk pada pengabdian ini dilakukan agar AGP dapat menambah varian produk yang terbuat dari bahan alam dan perluasan komersialisasi bisnisnya sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode: aktivitas utama meliputi pelatihan masyarakat dan pelatihan pembuatan produk komersial dari kelompok usaha di Gampong Peurada. Hasil: Dilakukan pelatihan masyarakat, hingga pengemasan dan pendaftaran HAKI merk ‘Cella’ yang merupakan merek lilin aromaterapi. Kesimpulan: Program ini menghasilkan produk inovasi lilin aromaterapi berbasis serewangi dan nilam, sehingga dapat menambah varian produk dan perluasan komersialisasi bisnis sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Gampong Peurada Banda Aceh. Kata kunci: gampong peurada, lilin aromatic, minyak jelantah, nilam, serehwangi ___________________________________________________________________________ Abstract Background: Dengue fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus with transmission through the mosquito vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus species. DHF cases have increased dramatically by 29 times since the last 2 years in Syiah Kuala Sub-district, where Gampong Peurada is located. Prevention of dengue cases can be done by avoiding the bites of mosquitoes that carry the disease virus. Some natural ingredients such as Serewangi are known to have properties as natural mosquito repellents because they have citronelal and citronelol phyto- chemical compounds. These ingredients will be more effective when made in the form of aromatic candles with active components of essential oils such as sere wangi and patchouli. These aromatic candles can be made by the community themselves by utilizing based on leftover materials such as used cooking oil. Objective: The production of these aromatic candles can be useful for self- consumption and even for the community's economic resources. Gampong Peurada is known to have a productive economic community group AGP Village (Ata Gampong Peurada) which was formed by the Government of Gampong Peurada, Syiah Kuala District, Banda Aceh through the Decree of the Village Head. Product development in this service is carried out so that AGP can add variants of products made from natural ingredients and expand the commercialization of its business so that it can improve the community's economy. Method: The main activities include community training and the addition of commercial products from business groups in Gampong Peurada. Result: Community training, packaging and intellectual property registration of the 'Cella' brand of aromatherapy candles were conducted. Conclusion: This program produced innovative aromatherapy candle products based on serewangi and patchouli, so as to increase product variants and expand business commercialization so as to improve the economy of the Gampong Peurada community in Banda Aceh. Keywords: gampong peurada, aromatic candles, used cooking oil, patchouli, lemongrass
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Diabetes Mellitus Pada Ibu Rumah Tangga Rofie, M Faisal; Ardiansyah, Fikri; Lintang Irene, Febyola; Astuti, Sofiana; Reza Mawada, Hardini; Widyaningrum, Laelita; Ahza, Ghaissani; Yunikel Putri, Wahyu; Hanif Ammarullah, Dzaki; Hartanti Zaharani, Vanida; Yusriyyah Rahmah, Dhiya
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.348

Abstract

Latar belakang: Data International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2021 menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-5 dengan jumlah penderita Diabetes terbesar di dunia. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat hanya dalam waktu dua tahun, dibandingkan tahun 2019 sebesar 10,7 juta. Penyakit Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit mematikan yang cukup popular di Indonesia. Berdasarkan data klaim pasien Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Diabetes Melitus berada di peringkat ke-3 sebagai penyakit yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Diabetes Melitus dengan harapan dapat mencegah peningkatan kasus Diabetes melitus di Dusun Balong, Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Metode: Deskriptif observasi yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2024. Populasi yang terdapat di Dusun Balong sebanyak 123 Kartu Keluarga dengan perhitungan sampel menggunakan rumus slovin dihasilkan sebesar 111 Kartu Keluarga. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode penyuluhan mengenai hipetensi menggunakan ceramah dan media power point dan brosur. Hasil: Kader kesehatan di Dusun Balong menyebutkan adanya 8 kasus Diabetes Mellitus dalam waktu 1 tahun terakhir akibat faktor perilaku maupun lingkungan terkait minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk pemeriksaan dini tentang Diabetes Mellitus. Pengetahuan tentang Diabetes Mellitus pada masyarakat Dusun Balong pada saat diberikan pre-test sebanyak 18 orang (58,1%) berpengetahuan kurang, sedangkan setelah diberikan pengetahuan nilai post-test yang berpengetahuan kurang hanya ada 1 orang (3,2%) dan sebagian besar berpengetahuan baik yaitu sebanyak 19 orang (61,3%). Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan, medical check-up, senam, serta edukasi obat herbal sebagai alternatif pencegahan diabetes berhasil meningkatkan pengetahuan dan kepedulian Masyarakat mengenai Diabetes melitus. Kata kunci: diabetes melitus, kadar gula darah, penyuluhan __________________________________________________________________________ Abstract Background: Data from the International Diabetes Federation (IDF) Atlas in 2021 states that Indonesia ranks 5th with the largest number of people with diabetes in the world. This figure has almost doubled in just two years, compared to 10.7 million in 2019. The number of diabetes attacks in Indonesia reached 18 million in 2020. The prevalence of these cases increased by 6.2 percent compared to 2019. Diabetes Mellitus is one of the deadly diseases that is quite popular in Indonesia. Based on patient claim data from the Social Security Administration for Health (BPJS), Diabetes Mellitus is ranked 3rd as the most common disease experienced by Indonesians. Objective: To increase community knowledge related to Diabetes Mellitus in the hope of preventing an increase in Diabetes mellitus cases in Balong Hamlet, Pendowo Village, Kranggan District, Temanggung Regency. Method: Descriptive observation conducted in January-February 2024. The population in Balong Hamlet was 123 family cards with a sample calculation using the Slovin formula resulting in 111 family cards. The sampling method used purposive sampling. The method of counseling about hypetension uses lectures and power point media and brochures. Result: Interviews with health cadres in Balong Hamlet mentioned the case of 8 residents of Balong Hamlet having Diabetes Mellitus in the past 1 year due to behavioral and environmental factors related to the lack of knowledge and public awareness for early examination of Diabetes Mellitus. Knowledge about Diabetes Mellitus in the community of Balong Hamlet when given the Pre-Test as many as 18 people (58.1%) were less knowledgeable, while after being given the Post-Test value knowledge that was less knowledgeable there was only 1 person (3.2%) and most of them had good knowledge, namely 19 people (61.3%). Conclusion: Counseling activities, medical check-ups, gymnastics, and education on herbal medicine as an alternative to diabetes prevention have succeeded in increasing the knowledge and awareness of the community about Diabetes mellitus. Keywords: diabetes mellitus, blood sugar levels, counseling
Penyuluhan Hipertensi dan Pemeriksaan Tekanan Darah di Dusun Pendowo Setianingsih, Dhian Pastiana; Avishena, Hima; Farhan, Derigani; Fitria, Zahira Aulida; Farahdziba, Alshela Sonya; Nugraha, Muhammad Alfin; Ismawati; Putri, Dhita Indriana; Nisa, Vivi Fadira Choirun; Ningsih, Dera Rahma; Fadillah, Siti Nur; Enggarjati, Frisca Adinda
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.349

Abstract

Latar belakang: Penyakit Hipertensi adalah faktor risiko terbesar yang dapat menyebabkan kematian dini. Seseorang dengan tekanan darah tinggi dan melampaui nilai tekanan darah normal yaitu 140/80mmHg dianggap menderita penyakit Hipertensi. Penderita hipertensi beresiko besar mengalami penyakit stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan kematian. Penyakit hipertensi disebabkan beberapa risiko seperti Riwayat keluarga, obesitas, dan stress. Dusun Pendowo merupakan salah satu dusun di Desa Pendowo Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung. Wilayah ini memiliki penduduk cukup banyak yaitu 813 penduduk. Data Puskesmas Kranggan menunjukkan Hipertensi merupakan penyakit dengan kasus terbesar kedua setelah Penyakit Diabetes Melitus yaitu sebanyak 26.025 orang dari 7 wilayah kerja Puskesmas Kranggan. Tujuan: Intervensi yang dilakukan yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyakit Hipertensi, cara pencegahan, faktor risiko, dan cara pengobatan Hipertensi. Metode: yang dilakukan pada intervensi ini yaitu metode presentasi atau ceramah, diskusi/tanya jawab serta pre-test dan post-test menggunakan metode konvensional. Penyuluhan mengenai pencegahan hipertensi dilaksanakan pada 28 Januari 2024 di Posko Kelompok 11 dengan partisipan sebanyak 48 orang, partisipan laki-laki 21 orang dan partisipan Perempuan 27 orang. Hasil: Hasil dari intervensi yang dilakukan menunjukan peningkatan, hasil ini ditunjukan dengan meningkatnya hasil pre test (kategori kurang 6,25%, cukup 25%, baik 68,75%) dan post test (cukup 6,25%, baik 93,75%). Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan tekanan darah normal sebanyak 8 orang (16,6%) dan memiliki Hipertensi Tingkat 1 sebannyak 14 orang (29,2%) serta memiliki Hipertensi Tingkat 2 sebanyak 12 orang (25,0%). Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan partisipan terkait hipertensi. Kata kunci: hipertensi, intervensi, penyuluhan, temanggung ______________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertensive disease is the biggest risk factor that can lead to premature death. A person with high blood pressure and beyond the normal blood pressure value of 140/80mmHg is considered to have Hypertension disease. People with hypertension are at great risk of stroke, heart attack, kidney failure, and death. Hypertensive disease is caused by several risks such as family history, obesity, and stress. Pendowo Hamlet is one of the hamlets in Pendowo Village, Kranggan District, Temanggung Regency. This area has a large population of 813 residents. Data from Kranggan Health Center shows that hypertension is the second largest case after Diabetes Mellitus, which is 26,025 people from 7 working areas of Kranggan Health Center. Objective: The purpose of the Intervention is to increase public knowledge about the dangers of hypertension, how to prevent it, risk factors, and how to treat hypertension. Method: The methods used were presentation or lecture, discussion with question and answer, and pre-test and post-test. Counseling on hypertension prevention was held on January 28, 2024, at Group Post 11 with 48 participants, 21 male participants and 27 female participants. Result: The results of the intervention carried out showed an increase, this result was demonstrated by the rise in pre-test results (category less 6.25%, enough 25%, good 68.75%) and the post-test (6.25% adequate, 93.75% good). The results of the blood pressure examination showed normal blood pressure in as many as 8 people (16.6%) Grade 1 Hypertension in as many as 14 people (29.2%) and Grade 2 Hypertension in as many as 12 people (25.0%). Conclusion: Health counseling that has been carried out can increase participants' knowledge related to hypertension. Keywords: counseling, hypertension, intervention, temanggung
Optimalisasi Kepatuhan Perpajakan: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bantuan Relawan Pajak Dalam Pengisian E-filling Muyassarah; Anzelia, Nevi Trisna; Pramudiya, Anindiya Yuma; Andini, Nabiha Putri; Rofiudin, Firman Zafa; Jinan, Lina Kumalatul
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.366

Abstract

Latar belakang: Perpajakan merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang sangat penting. Untuk mencapai target penerimaan negara, diperlukan upaya optimal dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberdayakan masyarakat melalui bantuan relawan pajak. Tujuan: untuk mengoptimalkan kepatuhan perpajakan melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya dengan melibatkan relawan pajak dalam membantu wajib pajak mengisi SPT tahunan secara elektronik (e-filling) di KPP Pratama Semarang Timur. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui pemberdayaan masyarakat dan pendampingan pengisisan  e-filling tentang melaporkan SPT mereka dan mendaftar akun di halaman DJP online. SPT berisi rincian penghasilan, pengeluaran, aset, dan kewajiban pajak. Hasil: Masyarakat yang awalnya tidak memahami system e-filling jadi lebih paham. Hasil pretest nilai  kepatuhan pelaporan dan mendaftar adalah 25% setelah dilakukan pendampingan relawan pajak dari UIN Walisongo Semarang, kepatuhan wajib pajak meningkat menjadi 85%. Kesimpulan: bantuan relawan pajak dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wajib pajak bagi masyarakat. Kata kunci: e-filling, pajak, pelaporan SPT, relawan _________________________________________________________________________ Abstract Background: Taxation is one of the most important sources of state revenue. To achieve the target of state revenue, optimal efforts are needed to increase taxpayer compliance. One of the efforts that can be made is by empowering the community through the assistance of tax volunteers. Objective: To optimize tax compliance through community empowerment, especially by involving tax volunteers in assisting taxpayers in filling out annual tax returns electronically (e-filling) at the Pratama Semarang Timur Tax Service Office. Method: The study involved direct community empowerment and guidance on e-filling procedures, including reporting annual tax returns and creating online DJP accounts. Result: The community, previously unfamiliar with e-filling, gained a better understanding. The pretest results showed a 25% compliance rate in reporting and registration; after assistance from UIN Walisongo Semarang tax volunteers, compliance increased to 85%. Conclusion: Tax volunteer assistance significantly improved taxpayer knowledge and awareness. Keywords: e-filling, tax, annual SPT, volunteer
Penyuluhan Penerapan Alat Smart Gloves Scale Pada Masyarakat di Desa Pudakpayung Widyawati, Melyana Nurul; Hadisaputro, Suharyo; Kumorwulan, Suryati; Aeni, Nurul
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.594

Abstract

Latar belakang: Pijat merupakan salah satu bentuk dari terapi sentuh yang berfungsi sebagai salah satu       teknik pengobatan penting. Praktik pijat ini dilakukan dengan pandangan untuk membuat ibu hamil, ibu postpartum dan bayi sehat, karena dengan pijat dapat menghasilkan perubahan fisiologis (berkaitan dengan zat hidup seperti organ, jaringan atau sel) yang menguntungkan dan dapat diukur secara ilmiah seperti kadar hormon stres dan gelombang otak. Teknik pijatan berkaitan erat dengan tekanan pada jaringan tubuh. Tekanan merupakan salah satu besaran fisika yang digunakan disemua bidang kegiatan termasuk pada pijat. Resiko tekanan yang terlalu kuat pada pijat dapat membuat kerusakan jaringan, sedangkan tekanan yang kurang atau terlalu ringan justru kurang memberikan dampak sesuai tujuan pijat. Tujuan: Melihat tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan penerapan alat smart gloves scale untuk kader, ibu menyusui dan ibu yang memiliki bayi/balita. Metode: Metode pelaksanaan nya dengan praktik lapangan dan demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan metode diskusi. Hasil:  Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta setelah diberikan penyuluha mengenai penerapan alat smart gloves scale ini. Kesimpulan: Dari hasil kegiatan ini pengabdian Masyarakat ini, alat standar tekanan pijat dapat sangat membantu ibu, kader dan bidan dalam melakukan pijat pada ibu hamil, ibu nifas dan bayi yang sesuai dengan rekomendasi ahli. Kata kunci: bayi, ibu hamil, ibu nifas, smart gloves scale, tekanan kekuatan pijat _____________________________________________________________________ Abstract Background: Massage is a form of touch therapy that serves as an essential medical technique. This practice is carried out with the aim of promoting the health of pregnant women, postpartum mothers, and infants. Massage can result in scientifically measurable physiological changes, such as reductions in stress hormone levels and improvements in brain wave patterns. Massage techniques are closely associated with the application of pressure on body tissues. Pressure is a physical quantity applied across various fields, including massage. Excessive pressure during massage may cause tissue damage, while insufficient or too light pressure fails to achieve the intended therapeutic effects. Objective: To assess participants' knowledge levels before and after providing education on the use of the smart gloves scale for health cadres, breastfeeding mothers, and mothers with infants or toddlers. Method: The implementation involved field practice and demonstrations, followed by discussions. Result: There was a significant increase in participants' knowledge after being educated on the application of the smart gloves scale. Conclusion: The findings of this community service activity indicate that the standardized massage pressure tool is highly beneficial for mothers, health cadres, and midwives in performing massages on pregnant women, postpartum mothers, and infants in accordance with expert recommendations. Keywords:  babies, massage pressure strength, postpartum mothers, pregnant women, postpartum mothers, smart gloves scale
Cakupan Terapi Antiretroviral dan Hasil Pemeriksaan Viral Load Pada Pasien Human Immunodeficiency Virus di RSUD RAA Soewondo Pati Rohmawati, Enny; Mardiyanto, Joko; Sayono
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.643

Abstract

Latar belakang: Pelayanan HIV di RSUD RAA Soewondo Pati meliputi Voluntary Counselling and Testing (VCT) dan Care Support and Testing (CST), dengan pemberian terapi Anti-Retroviral (ARV) sebagai kunci utama dalam pengendalian virus HIV. Di tingkat nasional, capaian target pelayanan HIV menunjukkan angka yang masih rendah, dengan hanya 41% pasien yang menjalani terapi ARV dan 19% yang mengalami supresi virus. Kepatuhan minum obat ARV menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi ini. Tujuan: Untuk mengetahui cakupan terapi ARV dan hasil viral load tersupresi pada pasien HIV di RSUD RAA Soewondo Pati. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan data sekunder dari rekam medis pasien HIV yang menjalani terapi ARV di RSUD RAA Soewondo Pati. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis rekam medis untuk mengukur cakupan terapi ARV dan hasil viral load pada pasien HIV. Hasil: Cakupan terapi ARV di RSUD RAA Soewondo Pati tercatat sebesar 77,3%, yang masih di bawah target nasional sebesar 95%. Sementara itu, hasil viral load tersupresi mencapai 78,6%, juga masih kurang dari target 95%. Kesimpulan: Cakupan terapi ARV dan hasil viral load tersupresi pada pasien HIV di RSUD RAA Soewondo Pati belum mencapai target nasional yang ditetapkan. Keberhasilan terapi ARV sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur, yang perlu ditingkatkan untuk mencapai hasil yang optimal dalam pengendalian virus HIV. Kata kunci: pasien HIV, terapi antiretroviral, viral load __________________________________________________________________________ Abstract Background: HIV services at RSUD RAA Soewondo Pati include Voluntary Counseling and Testing (VCT) and Care Support and Testing (CST), with the provision of Anti-Retroviral (ARV) therapy as the main key to controlling HIV. At the national level, the achievement of HIV service targets is still low, with only 41% of patients undergoing ARV therapy and 19% experiencing viral suppression. Compliance with taking ARV medication is an important factor in the success of this therapy. Objective: To determine the coverage of ARV therapy and the results of suppressed viral load in HIV patients at RSUD RAA Soewondo Pati. Method: This study used a descriptive design with a secondary data approach from medical records of HIV patients undergoing ARV therapy at RSUD RAA Soewondo Pati. Data were collected through observation, interviews, and medical record analysis to measure the coverage of ARV therapy and viral load results in HIV patients. Result: The coverage of ARV therapy at RSUD RAA Soewondo Pati was recorded at 77.3%, which is still below the national target of 95%. Meanwhile, the results of suppressed viral load reached 78.6%, also still below the target of 95%. Conclusion: The coverage of ARV therapy and the results of suppressed viral load in HIV patients at RSUD RAA Soewondo Pati have not reached the national target set. The success of ARV therapy is highly dependent on patient compliance in undergoing regular treatment, which needs to be improved to achieve optimal results in controlling HIV. Keywords: HIV patients, antiretroviral therapy, viral load
Monitoring Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Puskesmas Toroh 1 Kabupaten Grobogan Satrianto, Iwan; Rokhyanti, Ika; Astuti, Rahayu
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.645

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak di awal kehidupan, gangguan ini dapat menimbulkan kerusakan yang bersifat semi permanen. Gangguan ini timbul akibat dari kekurangan gizi kronis. Stunting biasanya terjadi sejak di dalam kandungan ibu dan akan nampak ketika anak sudah memasuki usia dua tahun. Kasus stunting juga terdapat pada balita di wilayah Puskesmas Toroh 1, yang merupakan salah satu puskesmas di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Tujuan: Kegiatan bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan stunting di Puskesmas Toroh 1 Metode: Pengamatan dan mendiskripsikan kegiatan program pencegahan dan penanggulangan stunting. Hasil: Upaya pencegahan dan penaggulangan stunting di Puskesmas Toroh 1 meliputi intervensi gizi spesifik, dimana balita yang didiagnosis stunting di Puskesmas Toroh 1 diberikan terapi vitamin prenatal, pemeriksaan berat badan secara berkala, dan pemeriksaan tumbuh kembang lainnya. Juga dilakukan intervensi sensitif melalui kegiatan kolaborasi lintas sektor, karena pendekatan yang tepat sasaran saja tidak akan cukup untuk mencegah dan mengatasi stunting. Kemudian kegiatan kegiatan konseling pada calon pengantin serta kelas ibu hamil. Kesimpulan: Perlu memberdayakan kolaborasi lintas sektor karena pendekatan yang tepat sasaran saja tidak akan cukup untuk mencegah dan mengatasi stunting. Kata kunci: intervensi gizi sensitif, intervensi gizi spesifik, stunting ___________________________________________________________________ Abstract Background: Stunting is a growth disorder that occurs in children early in life, this disorder can cause semi-permanent damage. This disorder arises as a result of chronic malnutrition. Stunting usually happens in the mother's womb and will appear when the child is two. Cases of stunting are also found in toddlers in the Toroh 1 Community Health Center area, one of the community health centers in Toroh District, Grobogan Regency, Central Java. Objective: The activity aims to provide an overview of the implementation of the stunting prevention and control program at the Toroh 1 Community Health Center. Method: Observation and describing stunting prevention and control activities. Result: Efforts to prevent and overcome stunting at Toroh 1 Community Health Center, include specific nutritional interventions, where toddlers diagnosed with stunting at Toroh 1 Community Health Center are given prenatal vitamin therapy, regular weight checks, and other growth and development checks. Sensitive interventions are also carried out through cross-sector collaborative activities, because a targeted approach alone will not be enough to prevent and overcome stunting. Then there are counseling activities for prospective brides and grooms and classes for pregnant women. Conclusion: It is necessary to empower cross-sector collaboration because a targeted approach alone will not be enough to prevent and overcome stunting. Keywords: sensitive nutrition intervention, specific nutrition intervention, stunting
Pencegahan Hipertensi Melalui Pendidikan Kesehatan Guna Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Desa Tawang Kecamatan Weru Al’tsani, Tsabitha; Wahyu, Biaga; Adriska, Fella; Hafipah, Nurul; Zuhroh, Fadillah; Rifki, Nafisa; Kartika, Tiara; Agneli, Yunika; Darnoto, Sri
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.657

Abstract

Latar belakang: Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di seluruh dunia, dengan prevalensi yang terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, yang masing-masing merupakan penyebab utama kematian global. Tujuan: pengabdian ini antara lain memberikan edukasi pada pada masyarakat agar mampu mengenali faktor risiko hipertensi, serta meningkatkan kemampuan dalam mencegah dan mengontrol kejadian hipertensi. Metode: Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi yang dilakukan pada kelompok ibu-ibu PKK dan posyandu lansia Dusun 1 Desa Tawang. Hasil: Dengan adanya edukasi tentang hipertensi ini ibu-ibu PKK akan mendapatkan pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi serta bagaimana mengenali hipertensi. Sasaran kegiatan edukasi ini adalah ibu-ibu tumah tangga sejumlah 81 orang. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui ceramah terkait dengan penyakit hipertensi, tindak lanjut yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan dengan dilaksanakannya kegiatan SEMPATI (Semangat Masyarakat Peduli Hipertensi). Sempati adalah upaya edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mencegah dan menangani hipertensi di lingkungan keluarga. Selain itu informasi yang diberikan yaitu bagaimana melakukan kompres hangat untuk mengurangi nyeri hipertensi dan pemanfaatan bahan makanan lokal untuk mengurangi risiko hipertensi. Dari kegiatan tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dari 33 % meningkat menjadi 97,5 %. Kesimpulan: Dengan edukasi dan peningkatan pengetahuan ini diharapkan masyarakat mampu mengurangi faktor risiko terjadinya hipertensi pada masing-masing keluarga. Kegiatan pengabdian di Dusun 1 Desa Tawang melalui edukasi mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada ibu rumah tangga. Kata kunci: pendidikan kesehatan, hipertensi, pengetahuan ______________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension, or high blood pressure, is one of the most serious health problems worldwide, with its prevalence increasing as people's lifestyles and diets change. Based on data from the World Health Organization (WHO), hypertension is one of the main risk factors for heart disease and stroke, which is the leading cause of death globally, respectively. Objective: To recognize hypertension risk factors, and improve the ability to prevent and control hypertension events. Method: This community service uses an educational method on groups of PKK women and elderly posyandu in Hamlet 1 Tawang Village. Result: With this education about hypertension, PKK women will gain knowledge about hypertension risk factors and how to recognize hypertension. The target of this educational activity is 81 women climbing stairs. Service activities are carried out through lectures related to hypertension follow-up by conducting health education implementation of SEMPATI (Spirit of the Hypertension Care Community) activities. The information provided is warm compresses to reduce hypertension pain and the use of local food ingredients to reduce the risk of hypertension. From these activities, it is known that there is an increase in knowledge about hypertension from 33% to 97.5%. Conclusion: With this education and increase in knowledge, it is hoped that the community will be able to reduce the risk factors for hypertension in each family. Service activities in Hamlet 1 Tawang Village through education can increase knowledge and understanding of housewives. Keywords: health education, hypertension, knowledge
Skrining Hipertensi Sebagai Langkah Awal Pencegahan Penyakit Jantung dan Stroke: - Fristiani, Arista Kurniasari Budi; Putra, Galang Mahardhika
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.668

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama bagi penyakit jantung dan stroke. Meskipun penyakit ini dapat dicegah dengan deteksi dini, pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya skrining hipertensi masih rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi tentang skrining hipertensi dan deteksi dini sebagai langkah pencegahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai skrining hipertensi dan deteksi dini sebagai upaya pencegahan penyakit jantung dan stroke. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode pemeriksaan tekanan darah dan sosialisasi secara langsung dengan media powerpoint, poster serta pendekatan pretest-posttest. Hasil: Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai skrining hipertensi dan deteksi dini. Rata-rata skor pretest adalah 4,9, sedangkan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 10,4, menunjukkan peningkatan dalam pemahaman peserta. Kesimpulan: Program edukasi tentang skrining hipertensi dan deteksi dini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan melakukan skrining secara berkala. Kata kunci: hipertensi, penyakit jantung, stroke __________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is one of the main risk factors for heart disease and stroke. Although this disease can be prevented with early detection, public knowledge about the importance of hypertension screening is still low. Therefore, efforts must be made to increase public knowledge through education about hypertension screening and early detection as preventive measures. Objective: This research aims to increase public knowledge about hypertension screening and early detection as a preventive measure against heart disease and stroke. Method: This activity uses blood pressure examination methods and direct socialization with the media of PowerPoint, posters, and a pretest-posttest approach. Result: Based on the pretest and posttest results, there was a significant increase in the community's knowledge regarding hypertension screening and early detection. The average pretest score was 4.9, while the average posttest score increased to 10.4, indicating an improvement in participants' understanding. Conclusion: The education program on hypertension screening and early detection can enhance the public's knowledge about the importance of preventing hypertension, heart disease, and stroke. This increase in knowledge is expected to encourage the community to be more active in maintaining health and conducting regular screenings. Keywords: hypertension, heart disease, stroke
Status Gigi Geligi Pada Siswa Usia 12-16 Tahun: Studi Pada Siswa MTS Darul Sa’adah Semarang: Pratama, Mufid; Sumanto, Didik; Kusniati, Retno; Sholekhah, Nur Khamilatusy
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.673

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu aspek penting dari kesehatan umum. Jika kesehatan gigi terganggu, proses penyerapan nutrisi dapat terganggu pula yang pada akhirnya dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang buruk. Karies adalah masalah gigi dan mulut yang sering terjadi dimana dapat dipengaruhi oleh multi-faktor seperti konsumsi makanan mengandung gula tinggi dan tidak bersihnya gigi dan mulut. Tujuan: Untuk mengetahui status gigi geligi siswa MTS Darul Sa’adah Semarang. Metode: Desain penelitian ini berupa observasional deskriptif dengan sampel sebanyak 31 siswa usia 12-16 tahun. Data dikumpulkan dengan lembar kuesioner tertutup dan lembar observasi DMF-T berdasarkan WHO. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rumus indeks DMF-T. Hasil: Status gigi geligi responden berdasarkan gigi berlubang karena karies (decay) sebanyak 81 gigi; status gigi geligi responden berdasarkan gigi hilang karena karies (missing) sebanyak 4 gigi; dan status gigi geligi responden berdasarkan gigi ditumpat karena karies (filling) sebanyak 0 gigi; dan indeks DMF-T responden yaitu sebesar 2,741935 (moderate). Kesimpulan: Edukasi pentingnya periksa ke dokter dan kebiasaan mengurangi makanan atau mimuman mengandung gula tinggi penting dilakukan pada responden untuk mengurangi derajat keparahan karies. Penyuluhan pentingnya penumpatan pada gigi berlubang perlu dilakukan agar karies responden tidak semakin parah. Kata kunci: gigi geligi, karies, indeks DMF-T _____________________________________________________________________ Abstract Background: Dental and oral health is an important aspect of general health. If dental health is disturbed, the process of nutrient absorption can also be disrupted, and ultimately lead to poor health conditions. Caries are a dental and oral problem that often occurs and can be influenced by food consumption containing high sugar and unclean teeth and mouth. Objective: To determine the dental status of students at MTS Darul Sa'adah Semarang. Method: This research design is descriptive observational with a sample of 31 students 12-16 years. Data was collected using closed questionnaire sheets and DMF-T observation sheets based on WHO. Data were analyzed quantitatively descriptively using the DMF-T index formula. Result: The dental status of respondents is based on the decay of 81 teeth; the dental status of respondents is based on the missing of 4 teeth; the dental status of respondents is based on the filling of 0 teeth filled; and the respondent's DMF-T index is 2,741935 (moderate). Conclusion: Education on the importance of having regular dental check-ups at the doctor and the habit of reducing foods or drinks containing high sugar is important for respondents to reduce the severity of caries. Counseling on the importance of filling cavities needs to be carried out so that the respondent's caries does not get worse. Keywords: dentition, caries, DMF-T index

Page 1 of 2 | Total Record : 14