cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 180 Documents
Upaya Pencegahan Hipertensi Dengan Pemeriksaan Tekanan Darah dan Senam Bersama di Masyarakat Fitrianah, Fia; Atsari Setiyowati, Tsaniya; Arya Pradana, Seta; Rahmawati Sucipto, Mega; Nursuci Sekardi, Fadiya; Fitrian Aliffah, Shelly; Wulandari, Cahya; Aldianto, Isrhaul; Zalianti Masfuah, Lulu; Frasiska, Winda; Laily Rosida, Elva; Nur Aiyanti, Silvia; Pinky Nurazizah, Reza; Mifbakhuddin
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.122

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang masih sering ditemukan di pelayanan kesehatan dengan risiko morbiditas dan mortalitas. Hipertensi merupakan tekanan darah didalam arteri dengan angka normal berkisar antara 90 mmHg sampai 140 mmHg. Hipertensi dapat menyebabkan peningkatan risiko terhadap stroke, gagal jantung, dan kerusakan ginjal. Tujuan: untuk mengetahui tekanan darah dan mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengan berolahraga senam. Metode: dilakukan pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui kategori hipertensi masyarakat. Setelah mengetahui kategori hipertensi masyarakat dilakukan senam bersama. Hasil: hasil pemeriksaan tekanan darah pada masyarakat termasuk dalam kategori hipertensi tingkat 1 dan hipertensi tingkat 2 sebanyak masing-masing 50% yang artinya perlu mendapatkan upaya pencegahan hipertensi. Kesimpulan: senam merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit hipertensi. Kata kunci: hipertensi, senam, tekanan darah __________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease that is still often found in health services with a risk of morbidity and mortality. Hypertension is blood pressure in the arteries with normal numbers ranging from 90 mmHg to 140 mmHg. Hypertension can lead to an increased risk of stroke, heart failure and kidney damage. Objective: To determine blood pressure and invite people to take preventive measures by exercising. Method: Blood pressure checks were carried out to determine the category of community hypertension. After knowing the category of hypertension, the community did gymnastics together. Result: The results of blood pressure checks-in the community are included in the category of level 1 hypertension and level 2 hypertension of 50% each, which means that it is necessary to get hypertension prevention efforts. Conclusion: Gymnastics is an effort to prevent hypertension. Keywords: hypertension, counseling, blood pressure
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Menu Makanan Nugget Sayur untuk Pemberian Makanan Tambahan dalam Mengatasi Permasalahan Stunting Nugroho Putra, Aditya; Adelia, Rina; Nasokha, Dicky
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.157

Abstract

Latar belakang: Desa Kemawi merupakan penyumbang stunting tertinggi di Kabupaten Semarang yang disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat akan stunting dan kurangnya pemenuhan gizi khususnya protein bagi bayi baru lahir hingga 1000 HPK. Edukasi kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan keterampilan terkait stunting serta cara meningkatkan gizi dan protein berupa variasi menu makanan pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada masyarakat khususnya para kader PKK dan Kader Posyandu Desa Kemawi. Tujuan: Kegiatan bertujuan untuk mengurangi tingginya angka stunting di Desa Kemawi. Metode: metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu melalui pendekatan sosialisasi dilanjutkan dengan pelatihan dan demonstrasi pembuatan nugget sayur sebagai makanan tambahan anak. Hasil: Pemberian makanan tambahan modifikasi selama dua bulan berhasil membantu menambah berat badan dan panjang badan anak walaupun masih dalam kategori stunting. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pemahaman masyarakat terhadap masalah stunting di Desa Kemawi, serta meningkatnya kreativitas dalam pembuatan makanan untuk pemenuhan gizi dan protein. Kata Kunci: nugget sayur, pemberian makanan tambahan, stunting _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Kemawi Village is the highest contributor to stunting in Semarang Regency caused by public ignorance about stunting and lack of nutritional fulfillment, especially protein for newborns up to 1000 HPK. Health education is needed to increase knowledge and provide skills related to stunting and how to increase nutrition and protein in the form of a variety of food menus in the Provision of Additional Food (PMT) to the community, especially PKK cadres and Posyandu cadres in Kemawi Village. Objective: The activity aims to reduce the high stunting rate in Kemawi Village. Method: The method used in implementing the activity is a socialization approach followed by training and demonstration of making vegetable nuggets as additional food for children. Result: Providing modified additional food for two months has succeeded in helping to increase children's weight and length even though they are still in the stunting category. Conclusion: There is an increase in public understanding of the problem of stunting in Kemawi Village and increased creativity in making food to fulfill nutrition and protein. Keywords: vegetable nuggets, provision of additional food, stunting
Pemanfaatan Herbal dari Daun Teh untuk Produk Sabun Cuci Piring di SMK Muhammadiyah Mlati Sultan, Siti Fatimah; Hartanti, Meity; Utami, Dwi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.207

Abstract

Latar belakang: Sabun adalah bahan yang digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti sabun cuci piring, dari campuran alkali dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon C16. Produksi sabun cuci piring yang diproduksi secara massal dapat menciptakan pendapatan baru dan memberikan pelatihan kepada SMK Muhammadiyah, termasuk Siswa/I dan tenaga pengajar. Tujuan: Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan pembuatan sabun cuci piring secara aman untuk mengurangi permintaan masyarakat akan sabun dengan harga yang terjangkau. Hasil: menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh dari penelitian ini signifikan, dengan hasil post-test menunjukkan 100% hasil yang baik dan cukup. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Siswa/I SMK Muhammadiyah Mlati dalam menerapkan pembuatan sabun cuci piring dari daun teh, salah satunya dengan cara pembuatan yang baik dan benar. Kata kunci: daun teh, herbal, produk rumahan, sabun cuci piring ____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Soap makes various products, such as dish soap, from a mixture of lye and triglycerides of C16 carbon chain fatty acids. Mass-produced dish soap production can create new income and provide training to SMK Muhammadiyah, including students and teaching staff. Objective: To provide knowledge and training in making dish soap safely to reduce the community's demand for soap at an affordable price. Result: showed that the knowledge gained from this study was significant, with post-test results showing 100% good and sufficient results. Conclusion: Community service activities can increase the knowledge and awareness of students of SMK Muhammadiyah Mlati in applying the manufacture of dish soap from tea leaves, one of which is by making good and correct methods. Keywords: tea leaves, herbs, home products, dishwashing soap
Penyuluhan Kesehatan Tentang Jajanan Sehat Dengan Teknologi Tepat Guna Buku Kreasi Untuk Meningkatkan Nilai Sikap dan Pengetahuan Anak Usia Sekolah 9-11 Tahun Nababan, Eirene Anjeli; Girsang, Bina Melvia
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.225

Abstract

Latar belakang: Jajanan saat ini memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi bagi anak usia sekolah. Biasanya, anak-anak akan membeli jajan pada jam istirahat tanpa mempedulikan jajanan yang dikonsumsi termasuk sehat atau tidak. Oleh sebab itu, kebiasaan jajanan pada anak perlu diarahkan dengan baik agar status kesehatan anak tetap optimal dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat. Tujuan: Penyuluhan ini dilakukan agar anak memperoleh peningkatan nilai sikap dan pengetahuan tentang jajanan sehat. Metode: Kegiatan penyuluhan dilakukan dalam ruang kelas yang diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5. Tim pengabdian melakukan ice breaking terlebih dahulu bersama para siswa dan dilanjutkan dengan pemberian pre-test yang berisi penilaian sikap dan pengetahuan tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Kemudian, tim melakukan pemutaran video edukasi, lalu menjelaskan materi jajanan sehat dengan media buku kreatif berjudul “Lebih Sehat dengan Jajan Sehat”. Selanjutnya, diadakan pop up paper games tentang pemilihan jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Dalam sesi akhir, tim memberikan post-test serta membagikan snack berupa biskuit kepada setiap siswa. Hasil: Kegiatan penyuluhan meningkatkan nilai sikap dan pengetahuan siswa yang ditunjukkan dari rata-rata hasil pre-test nilai sikap dari 25.37 meningkat menjadi 31.76 pada hasil post-test, serta rata-rata nilai pengetahuan siswa pada pre-test 6.18 meningkat menjadi 8.29 pada hasil postest. Kesimpulan: Penyuluhan berjalan dengan efektif berdasarkan kenaikan rata-rata pada nilai sikap dan pengetahuan postest siswa. Penyuluhan tentang jajanan sehat perlu digaungkan secara aktif dalam sekolah agar kesadaran anak semakin meningkat serta lebih bijak dalam mengonsumsi jajanan. Kata kunci: anak usia sekolah, jajanan sehat, sikap, pengetahuan, penyuluhan kesehatan __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Snacks currently play a fairly important role in providing energy intake for school-age children. Usually, children buy snacks during recess without caring whether the snacks consumed are healthy. Therefore, snacking habits in children need to be directed properly so that children's health status remains optimal by providing health education about healthy snacks. Objective: This education is carried out so that children gain increased attitudes, values ​​, and knowledge about healthy snacks. Method: The education activity was carried out in a classroom attended by students in grades 4 and 5. The community service team first conducted ice-breaking with the students and continued with a pre-test containing an assessment of attitudes and knowledge about healthy and unhealthy snacks. Then, the team played an educational video, then explained the healthy snack material with a creative book media entitled "Healthier with Healthy Snacks". Furthermore, pop-up paper games were held about choosing healthy and unhealthy snacks. In the final session, the team gave a post-test and distributed snacks in the form of biscuits to each student. Result: Counseling activities increased students' attitude and knowledge scores as indicated by the average pre-test attitude score of 25.37 increasing to 31.76 in the post-test results, and the average student knowledge score of 6.18 in the pre-test increasing to 8.29 in the post-test results. Conclusion: Counseling was effective based on the average increase in students' attitude and knowledge scores in the post-test. Counseling about healthy snacks needs to be actively echoed in schools so that children's awareness increases and they are wiser in consuming snacks. Keywords: school-age children, healthy snacks, attitudes, knowledge, health counseling
Transformasi Digital dalam Pengembangan Desa Melalui Pembuatan Website Sebagai Jembatan Informasi dan Komunikasi Hernanda, Santoso Bayu; Setyabudi, Sugeng; Andriano DH, Floresta; Alfiane, Revica Tauriza; Aprodicto B, Aditya; Abdul R, Imron; Ardhandy S, Brivan; Adiatma, Rafi Danendra; Riftiaarrafi, Mohammad Aulia; Winursito, Yekti Condro
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.289

Abstract

Latar belakang: Perkembangan teknologi masih belum merata di Indonesia. Daerah pedesaan termasuk yang masih terpinggirkan belum semua merasakan transformasi digital seperti yang terjadi di kota besar. Kesenjangan ini menyebabkan akses terhadap informasi dan komunikasi menjadi terbatas bagi masyarakat desa. Tujuan: Memberikan akses yang merata terhadap informasi yang dibutuhkan, mulai dari layanan publik hingga informasi tentang pengembangan ekonomi, edukasi, dan kesehatan. Selain itu, website ini juga berperan penting dalam membangun komunikasi yang lebih efektif antara warga. Metode: Tim pengabdian mencari informasi tentang latar belakang, permasalahan dan sumber daya yang ada. Tim memberikan saran pembuatan website untuk membangun komunikasi dan memberikan akses informasi kepada masyarakat Desa Sajen. Hasil: Dengan pembuatan Website desa menghasilkan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan masyarakat. Melalui website ini, akses informasi menjadi lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat desa, memungkinkan mereka untuk mengakses informasi terkini tentang layanan publik, peluang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan aspek penting lainnya yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Pembuatan website desa membuka peluang besar dalam meratakan akses informasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Setelah itu diharapkan kepada karang taruna desa untuk terus mengembangkan website yang telah dibuat dengan menyisipkan teknologi-teknologi yang akan berkembang diera yang akan datang. Kata kunci: informasi, teknologi, website ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: In Indonesia, technological development can still be said to be uneven, and often rural areas or villages are still marginalized from the digital transformation taking place in big cities. This gap causes access to information and communication to be limited for village communities. Objective: Provide equitable access to needed information, ranging from public services to information about economic development, education and health. Apart from that, this website also plays an important role in building more effective communication between residents. Method: Through interviews with Sajen Village officers and youth organizations. The service team seeks information about background, problems and existing resources. The team provided suggestions for creating a website to build communication and provide access to information to the people of Sajen Village. Result: Creating a village website produced a significant impact in improving the quality of life and empowering the community. Through this website, access to information becomes more equitable for all levels of village society, allowing them to access the latest information about public services, economic opportunities, education, health, and other important aspects that influence daily life. Conclusion: Creating a village website opens up great opportunities to equalize access to information and improve the quality of life of the community. After that, it is hoped that the village youth organization will continue to develop the website that has been created by incorporating technologies that will develop in the future. Keywords: information, technology, website
Peningkatan Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Masyarakat Dengan Penyuluhan Gerakan CERDIK dan Pemeriksaan Kesehatan: Abdulloh, Muhammad Andi Yoga Fikananta; Fathurrahman, Ridho; Khotimah, Ani Khusnul; Rahmawati, Dewi Alfina; Kumala, Erma; Pradana, Muhammad Daffa Lintang; Damayanti, Nadila Ayu; Khoirunnisa, Risma Aulina; Putri, Vita Amelia; Wardani, Ratih Sari; Meikawati, Wulandari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.335

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang dapat meningkatkan risiko penyakit pada jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Permasalahan kesehatan yang perlu diperhatikan di Dusun Bengkal Desa Bengkal Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung salah satunnya adalah hipertensi. Tujuan: Untuk melakukan deteksi dini dan upaya preventif penyakit hipertensi melalui gerakan CERDIK. Metode: Edukasi digunakan sebagai metode kegiatan intervensi ini. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Hasil: Mayoritas masyarakat Dusun Bengkal yang mengikuti intervensi berusia 46-55 tahun. Sebagian besar tekanan darah masyarakat di Dusun Bengkal yang mengikuti program skrining adalah kategori hipertensi (70.4%) dan sebagian kecil adalah normal (6.8%) sedangkan sebagian besar kadar gula darah termasuk dalam kategori normal (63.6%) dan sebagian kecil termasuk dalam kategori diabetes (11.3%) dan rata-rata nilai pengetahuan tentang hipertensi pada masyarakat Dusun Bengkal mengalami peningkatan setelah mendapatkan penyuluhan, yaitu dari rata-rata nilai 62.69 menjadi 72.02  Kesimpulan: Kegiatan intervensi melalui gerakan CERDIK di Dusun Bengkal, seperti skrining, senam sehat, penyuluhan, dan pemasangan poster dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi. Kata kunci: CERDIK, hipertensi, pencegahan, penyakit tidak menular _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease (NCD) that can increase the risk of heart, brain, kidney, and other diseases. Hypertension is one health problem that needs attention in Bengkal Hamlet, Bengkal Village, Kranggan District, Temanggung Regency. Objective: To carry out early detection and preventive measures for hypertension through the CERDIK movement. Method: Evaluation of activities using pre-test and post-test given before and after educational activities. Result: Most Bengkal Hamlet residents who participated in the intervention were aged 46-55 years. Most people's blood pressure in Bengkal Hamlet who took part in the screening program was in the hypertension category (70.4%). A small portion was normal (6.8%) while the majority of blood sugar levels were in the normal category (63.6%) a small portion was in the diabetes category (11.3%) and the average value of knowledge about hypertension in the people of Bengkal Hamlet increased after receiving counseling, namely from an average value of 62.69 to 72.02. Conclusion: Intervention activities through the CERDIK movement in Bengkal Hamlet, such as screening, healthy exercise, counseling, and putting up posters can increase public knowledge about preventing hypertension. Keywords: CERDIK, hypertension, non-communicable diseases, prevention
Pemberdayaan Masyarakat Dusun Ngepoh Dalam Mengenali Faktor Resiko Hipertensi Melalui Penyuluhan Dengan Media Edukasi Berbasis Multimedia Purnomo, Yunda Yutisa; Cahyani, Maulidya Endah Dwi; Rahma, Salsabila Nurisa; Malikurrizki, Bagas; Fadilla, Fatwa Banatya; Putri, Agnia Salfiah; Putri, Inka Della Nur Zaini; Putri, Cika Filiana; Setyaningrum, Febriana Bella; Nurhaliza; Maulana, Alvin; Ismail, Toto Suyoto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.340

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data primer yang didapatkan melalui survey lapangan didapatkan masalah kesehatan terbanyak di dusun Ngepoh yaitu Riwayat Hipertensi dengan jumlah 20 (46,5%) kasus dari 110 sampel, dari hasil tersebut tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor predisposing yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit hipertensi. Pengetahuan disurvei sebagai elemen yang memengaruhi perspektif, aktivitas, dan perilaku individu. Sedangkan berdasarkan data sekunder yang berasal dari puskesmas Pare diketahui bahwa penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Pare yaitu Faringitis Akut sebanyak 1499 kasus pada tahun 2023. Terdapat kesenjangan antara data primer dengan sekunder yang dikarenakan data yang diperoleh pihak puskesmas bersifat pasif. Tujuan: Kegiatan praktik belajar lapangan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dusun terkait faktor resiko penyakit hipertensi. Metode: Metode yang digunakan dalam praktik belajar lapangan ini yaitu: penyuluhan kepada lansia tentang faktor resiko hipertensi di dusun Ngepoh , Desa badran. Penyampaian informasi mengenai pencegahan hipertensi mengunakan media poster dan powerpoint. Media ini sangat berguna dalam menjelaskan data-data yang ingin disampaikan dan dapat menarik pertimbangan secara terbuka Proses penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan sesi diskusi. Hasil:. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test jumlah pengetahuan peseta mengetahui peningkatan, sebanyak 30 orang mengalami peningkatan atau 81,08%. Dan Berdasarkan output “test Statistics” dengan uji Willcoxon diketahui Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 ≤ (kurang dari) 0,05 dapat disimpulkan bahwa hipotesis di terima. Kesimpulan: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pengetahuan lansia sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media PPT. Pendidikan kesehatan merupakan tindakan pencegahan terhadap seseorang yang memiliki risiko dan potensi terjangkit hipertens
Keberadaan Seni Warok di Tengah Perkembangan Modern di Desa Larangan Luwok Purwanti, Annisa; Anggraini, Arnetta Diah; Fatimah Az Zahra; Febriyanti, Endah; Sulaiman, Hengki; Citra, Salsa Dewi Permata; Maulida, Ilham; Febbianto, Mohammad; Sumarno, Radiktyo Nindyo
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i4.359

Abstract

Latar belakang: Indonesia kaya akan seni dan budaya yang mencerminkan keberagaman daerahnya. Salah satu contohnya adalah seni Warok dan Kuda Lumping, yang mempresentasikan asal daerahnya dengan baik. Kesadaran budaya, atau cultural awareness, penting untuk mengenali dan memahami nilai-nilai dalam masyarakat. Desa Larangan Luwok di Kota Temanggung, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa yang melestarikan seni Warok. Meskipun dihadapkan pada perkembangan modern, kesenian ini tetap eksis dan dilestarikan dengan baik. Tujuan: Supaya kelestarian seni Warok di Desa Larangan Luwok terjaga Metode: Penyediaan wadah penampilan pentas seni dalam upaya memberikan motivasi kepada generasi muda khususnya anak-anak Desa Larangan Luwok pada pagelaran ataupun pementasan kesenian yang ada di dalamnya untuk dapat melestarikan seni tradisi setempat. Hasil: Pentas budaya Seni Warok dan Kuda Lumping disambut dengan sangat meriah dan antusias oleh masyarakat. Anak-anak sebagai peserta kegiatan ini menyambut dan memeriahkan acara tersebut dengan penuh semangat serta totalitas dalam penampilannya Kesimpulan: Desa Larangan Luwok di Kabupaten Temanggung dikenal dengan budaya dominan yang kuat, terutama melalui seni Warok dan Kuda Lumping sebagai simbol identitasnya. Meskipun seni ini berkembang, wadah ekspresi bagi anak-anak dirasa masih kurang sehingga perlu menjadi perhatian. Perlu dukungan berbagai pihak dalam menyediakan wadah bagi penampilan seni agar mendorong motivasi pada generasi muda. Kata kunci: budaya, kesenian, kuda lumping, tari, warok _____________________________________________________________________ Abstract Background: Indonesia is rich in arts and culture that reflect the diversity of its regions. One example is the art of Warok and Kuda Lumping, which present their regional origins well. Cultural awareness is important for recognizing and understanding the values ​​of society. Larangan Luwok Village in Temanggung City, Central Java, is one of the villages that preserves Warok art. Despite modern developments, this art still exists and is well preserved. Objective: To maintain the preservation of Warok art in Larangan Luwok Village. Method: Provide a place for performing arts performances to motivate the younger generation, especially children of Larangan Luwok Village, in the performances or art performances in to be able to preserve local traditional arts. Result: The community welcomed the cultural performances of Warok and Kuda Lumping Arts vivacious and enthusiastically. Children as participants of this activity welcomed and enlivened the event with enthusiasm and totality in their performances. Conclusion: Larangan Luwok Village in Temanggung Regency is known for its strong dominant culture, especially through the art of Warok and Kuda Lumping as symbols of its identity. Although this art is developing, the medium of expression for children is still lacking so it needs attention. Support from various parties is needed in providing a medium for art performances to encourage motivation in the younger generation. Keywords: art, culture, dance, kuda lumping, warok
Pemanfaatan Buku Saku “Gigit Beras” Untuk Peningkatan Perilaku Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Failasufa, Hayyu; Adiwinarno , Bawa; Wardhana, Erdianto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i4.360

Abstract

Latar belakang: Penyebab permasalahan sebagai faktor resiko tingginya masalah kesehatan gigi mulut di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu adalah kurangnya pemahaman tentang pentingnya kesehatan gigi dan kebiasaan merawat gigi yang buruk. Hal ini bisa berupa perilaku menyikat gigi yang kurang tepat terutama di tingkat usia anak. Tujuan: Tujuan dari kegiiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan perilaku menyikat gigi yang tepat pada anak-anak dengan Pemanfaatan Buku Saku “Gigit Beras”. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi pembuatan buku saku “Gigit Beras”, edukasi teknik menyikat gigi yang tepat sesuai buku saku serta melakukan evaluasi perilaku menyiklat gigi pada anak. Target partisipasi masyarakat yang ditetapkan adalah 50 orang yang terdiri dari ibu dan anaknya. Hasil: Terjadi perubahan yang signifikan dalam perilaku menyikat gigi anak setelah penggunaan buku saku. Proporsi anak yang tidak sesuai dalam menyikat gigi mereka menurun drastis dari 84% menjadi 12%, sedangkan proporsi anak yang sesuai meningkat dari 16% menjadi 88%. Kesimpulan: Buku saku “Gigit Beras” merupakan alat yang efektif dalam upaya meningkatkan kesehatan gigi anak dan mempromosikan perilaku yang lebih baik dalam perawatan gigi. Kata kunci: buku saku, gigit beras, kesehatan gigi anak, sikat gigi _____________________________________________________________________________ Abstract Background: The cause of the problem as a risk factor for the high prevalence of oral health issues in the Puskesmas Kedungmundu working area is a lack of understanding of the importance of oral health and poor dental care habits. This can manifest as improper teeth brushing behavior, especially among children. Objective: This community engagement initiative aims to improve proper teeth brushing behavior in children by utilizing the "Gigit Beras" Pocket Book. Method: The methods employed in this community engagement endeavor include the creation of the "Gigit Beras" Pocket Book, education on the correct teeth brushing techniques by the content of the pocketbook, and the evaluation of teeth brushing behaviors in children. The target participation is 50 individuals, comprising mothers and their children. Result: There was a significant change in children's tooth-brushing behavior after using the pocketbook. The proportion of children not following proper teeth brushing practices has dropped dramatically from 84% to 12%, while the proportion of those following correct practices has increased from 16% to 88%. Conclusion: The "Gigit Beras" pocketbook effectively enhances children's oral health and promotes better dental care behaviors. Keywords: pocketbook, gigit beras, children's dental health, toothbrushing
Skrining Pre Diabetes Pada Masyarakat Usia Remaja di Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Dwitanta, Sucipto; Sulistyowati, Reny; Arestini, Tri Ratna; Purba, Maria Magdalena; Rizkya, Annisa Berliana; Kurniawan, Denny; Siagian, Esther Magdalena; Nurjanah, Eva; Kornedi, Gloria Natalina; Putri, Yola Amelia
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i4.362

Abstract

Latar belakang: Pre diabetes suatu kondisi dimana keadaan gula darah lebih tinggi dari normal tetapi masih belum bisa dikatakan Diabetes Mellitus, sehingga kondisi ini akan berubah menjadi Diabetes Mellitus tipe 2 dan bisa menyebabkan komplikasi Penyakit Kardiovaskular apabila tidak segera dicegah. Tujuan: Tujuan dari pengabdian ini dari mengedukasi dan mendeteksi dini remaja dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit diabetes dan Pre diabetes. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui pemeriksaan kadar glukosa darah serta edukasi langsung terkait dan mengelola penyakit Pre diabetes dan diabetes serta melakukan pre test dan post test. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ditemukan hasil gula darah sewaktu (GDS) tinggi 3%, Indeks Massa Tubuh (IMT) normal 40,6%, skor risiko Pre diabetes tidak berisiko 34,4%, pengetahuan Pre diabetes baik 85%. Kesimpulan: Edukasi menggunakan powerpoint dan leaflet terbukti dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang topik pencegahan diabetes. Kata kunci: mahasiswa, pradiabetes, remaja, skrining __________________________________________________________________ Abstract Background: Pre-diabetes is a condition where blood sugar is higher than normal but cannot yet be said to be Diabetes Mellitus, so this condition will turn into Type 2 Diabetes Mellitus and can cause complications of Cardiovascular Disease if not immediately prevented. Objective: This community service aims to educate and detect teenagers early in the prevention and management of diabetes and Pre-diabetes. Method: Community service is carried out through checking blood glucose levels as well as direct education regarding and managing Pre diabetes and diabetes as well as conducting pre-tests and post-tests. Result: Based on the results of community service activities, it was found that random blood sugar results were high at 3%, normal Body Mass Index (BMI) at 40.6%, Pre diabetes risk score at no risk at 34.4%, and good Pre diabetes knowledge at 85%. Conclusion: Education using PowerPoint and leaflets has been proven to increase student's knowledge about the topic of diabetes prevention. Keywords: adolescents, Pre diabetes, screening, students