cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 180 Documents
Penyuluhan dan Pembagian Kit Pengendalian Tikus dan Lalat Kepada Lansia Wijayanti, Anisa Catur; Ramadhan, Irfan; Anggraeni, Devi Ayu; Berlian, Rahma Novita; Kandina, Anggin Ati; Hidayah, Avivah Ainun; Adiratna, Kun; Dzikri, Ridwan Saiful; Farida, Intan Nur; Wijaya, Cahyanita Sekar; Puspita, Widya Galih
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.181

Abstract

Latar belakang: Lingkungan merupakan masalah kesehatan terbesar di Indonesia karena sanitasi dasar yang buruk, lingkungan fisik yang buruk, dan rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat. Penyakit yang berhubungan langsung dengan sanitasi yang buruk dan disebabkan oleh hewan pengerat seperti tikus dan lalat. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan populasi tikus dan lalat dengan cara pemasangan lem kertas lalat dan obat tikus yang dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk KIT. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia tentang pengendalian tikus dan lalat serta cara penggunaan alat untuk mengendalikan tikus dan lalat. Pengabdian ini juga bertujuan untuk mengajak lansia bersama-sama melakukan upaya pengendalian tikus dan lalat serta menerapkan metode pembuangan bangkai tikus dan lalat yang efektif dan higienis. Metode: Metode kegiatan pengabdian ini adalah “One Groups Pretest-Posttest Design”. Hasil: Nilai rata – rata pre-test sebelum diberikan edukasi sebesar 46,76 dan setelah edukasi nilai rata - rata pos-test meningkat 76,09 (p= 0,000).  Kesimpulan: Hasil pengecekan ulang serta monitoring dengan metode wawancara didapatkan hasil bahwa beberapa responden sudah melakukan pemasangan racun tikus terbukti efektif untuk membasmi tikus yang ada dirumah. Kata kunci: lalat, lansia, penyuluhan, tikus ______________________________________________________________________________ Abstract Background: The environment is the biggest health problem in Indonesia because of poor basic sanitation, bad physical environment, and low hygiene and healthy behavior in the community. Diseases directly related to poor sanitation and caused by rodents such as rats and flies. Efforts were made to control the population of rats and flies by installing fly paper glue and rat medicine which were distributed to the public in the form of KITs. Objective: This service aims to find out the knowledge of the elderly about controlling rats and flies and how to use tools to control rats and flies. This service also aims to invite the elderly to jointly carry out efforts to control rats and flies and apply an effective and hygienic method of disposing of dead rats and flies. Method: The method of this community service activity is "One Groups Pretest-Posttest Design". Result: The pretest average score before being given education was 46.76 and after education the posttest average score increased to 76.09 (p= 0.000). Conclusion: The results of re-checking and monitoring with the interview method showed that several respondents had installed rat poison which proved to be effective in eradicating rats in the house. Keywords: flies, elderly, counselling, rats
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Tuberkulosis pada Masyarakat Grong-Grong Capa Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya Fahdhienie, Farrah; Darwis, Aryandi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.184

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang menginfeksi banyak orang dan menyebabkan kematian tertinggi didunia. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Tuberkulosis merupakan salah satu aspek pencegahan yang dapat diberikan kepada masyarakat agar dapat mengetahui faktor risiko dalam mencegah penularan Tuberkulosis. Tujuan: peningkatan pengetahuan masyarakat tentng pencegahan tuberculosis. Metode: Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah kesehatan pada masyarakat yang berjumlah 22 orang. Kegiatan dimulai dengan membagikan kuesioner pre-test, kemudian diberikan penyuluhan dan diakhiri dengan pembagian kuesioner post-test. Hasil: Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelaksanaan sosialisasi terkait pencegahan TBC terlaksana dengan baik dan tepat sasaran, sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab oleh peserta dengan respon yang sangat positif dan antusias, dan terdapat peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi. Kata kunci: masyarakat, pengetahuan, sosialisasi, tuberkulosis ____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Tuberculosis is an infectious disease that infects many people and causes the highest number of deaths in the world. Increasing public knowledge about Tuberculosis is one aspect of prevention that can be provided to the public so that they can know the risk factors in preventing the transmission of Tuberculosis. Objective: increasing public knowledge about preventing tuberculosis. Method: The method used in this activity is the health lecture method to the community, totaling 22 people. The activity began with distributing pre-test questionnaires, then provided counseling and ended with distributing post-test questionnaires. Result: The results of this activity show that the socialization activities related to TB prevention were carried out well and on target, the socialization was carried out using lecture and question and answer methods by participants with very positive and enthusiastic responses, and there was an increase in knowledge after the socialization. Conclusion: There is an increase in knowledge after socialization. Keywords: knowledge, society, socialization, tuberculosis
Kampanye Aksi Bergizi pada Remaja di Kabupaten Sleman Siswati, Tri; Olfah, Yustiana; Setiyobroto, Idi; Ramayulis, Rita; Waris, Lukman; Prayogi, Agus Sarwo
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.192

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan salah satu kelompok rentan gizi.  Untuk meningkatkan derajat kesehatan remaja, perlu dilakukan upaya edukasi, salah satunya melalui kampanye aksi bergizi. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan gizi seimbang serta meningkatkan cakupan konsumsi tablet Fe. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMPN Gamping, Sleman pada bulan Juli 2023. Jumlah partisipan adalah semua siswa baru sebanyak 192 orang. Aksi bergizi dilakukan melalui kampanye dengan memberikan edukasi tentang gizi seimbang dan anemia, minum tablet Fe, penandatanganan deklarasi aksi bergizi dan komitmen untuk hidup sehat. Hasil: Sebagian besar partisipan adalah perempuan (53,1%), umur 13 tahun (57,3%). Berkaitan dengan kebiasaan hidup sehat, sebagian besar kadang-kadang sarapan (40,6%) dan pergi ke sekolah dengan moda transportasi pasif berupa kendaraan bermotor (motor/mobil).  Setelah mengikuti edukasi pengetahuan remaja tentang gizi seimbang dan anemia mengalami peningkatan masing masing 21% dan 19% dengan kategori nilai baik (>76). Kesimpulan: Kampanye aksi bergizi efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan gizi seimbang, sehingga kampanye aksi bergizi merupakan salah satu alternatif upaya meningkatkan derajat kesehatan remaja. Kata kunci:  aksi bergizi, anemia, hidup sehat, kampanye, remaja ________________________________________________________________________________ Abstract Background: Nutritionally, adolescents are one of the most vulnerable populations.  To enhance adolescent health, it is necessary to engage in educational efforts, one of which is the implementation of nutritious action campaigns. Objective: This activity aims to increase adolescent knowledge about anemia and balanced nutrition and increase the coverage of Fe tablet consumption. Method: his community service activity will be carried out at SMPN Gamping, Sleman, in July 2023. The number of participants was all new students—as many as 192 people. Nutritious action is carried out through campaigns by providing education on balanced nutrition and anemia, taking Fe tablets, and signing a declaration of nutritious action and commitment to healthy living. Result: Most of the participants were women (53.1%) and 13 years old (57.3%). With regard to healthy living habits, most people sometimes eat breakfast (40.6%) and go to school with passive transportation modes in the form of motor vehicles (motorbikes or cars). After participating in education, adolescents' knowledge about balanced nutrition and anemia increased by 21% and 19%, respectively, with good value categories (>76). Conclusion: Nutritious action campaigns are effective in increasing adolescent knowledge about anemia and balanced nutrition, so nutritious action campaigns are one alternative effort to improve adolescent health. Keywords: aksi bergizi, anemia, healty life tyle, campaign, adolescent
Cover: Volume 2 Nomor 4 (2023): Oktober Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.218

Abstract

.
Pelatihan Tatalaksana Pemijahan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Menggunakan Green Water System (GWS) Rusman, Ade; Diniatik; Pujiharto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.160

Abstract

Latar belakang: Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat diperjualbelikan pada berbagai fase hidupnya dan dapat hidup pada lingkungan perairan berkadar oksigen rendah karena memiliki alat pernapasan tambahan serta mudah dibudidayakan secara terkontrol dan mudah beradaptasi dengan pakan yang diberikan. Green Water System (GWS) atau sistem air hijau merupakan sistem pemeliharaan ikan dengan memanfaatkan mikroalga sebagai makanan dan penyedia oksigen. Pemijahan Ikan Gurami menggunakan GWS memiliki banyak kelebihan antara lain: 1) pemanfaatan air yang optimal karena air bisa diganti setiap 3 bulan sekali atau hanya ditambah saja; 2) ketersediaan alami alga hijau sebagai pakan air alami sehingga mengurangi konsusmsi pakan buatan, 3) manajemen kualitas air mudah karena mudah mengontrolnya, 4) praktis dapat dipindahkan dengan mudah. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Sarekat Berkah Mandiri dalam pemijahan Ikan Gurami menggunakan GWS. Metode: Kegiatan penyuluhan dan praktik dilaksanakan di Pokdakan Sarekat Berkah Mandiri Desa Silado Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tim pengabdian memberikan pretest sebelum pelaksanaan penyuluhan. Setelah dilakukan penyuluhan atau penyampaian materi kemudian tim memberikan posttest. Selain penyuluhan tim juga melakukan praktik persiapan kolam dan pemilihan indukan. Hasil: Hasil kegiatan meningkatkan pengetahuan warga dengan nilai pretest (68,125±7,50) dan nilai posttest (79,375±9,979). Kesimpulan: Penyuluhan dan praktik pemijahan Ikan Gurami dengan GWS dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdakan Sarekat Berkah Mandiri. Kata kunci: gurami, GWS, pemijahan, pokdakan _______________________________________________________________________________ Abstract Background: Gouramy (Osphronemus gouramy) has high economic value because it can be traded in various phases of its life and can live in aquatic environments with low oxygen levels because it has additional breathing apparatus and is easy to cultivate in a controlled manner and easily adapts to the feed given. A Green Water System (GWS) or green water system is a fish-rearing system by utilizes microalgae as a food and oxygen provider. Gourami spawning using GWS has many advantages, including: 1) optimal use of water because the water can be changed every 3 months or just added; 2) the natural availability of green algae as natural water feed thereby reducing the consumption of artificial feed, 3) water quality management is easy because it is easy to control, 4) practically it can be moved easily. Objective: To increase the knowledge and skills of members of the Sarekat Berkah Mandiri fish cultivating group (Pokdakan) in spawning gourami using GWS. Method: Counseling and practice activities were carried out at the Sarekat Berkah Mandiri Pokdakan, Silado Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java. The service team gave a pretest before the counseling was carried out. After counseling or delivery of material, the team gave a posttest. Apart from counseling, the team also practiced pond preparation and broodstock selection. Result: The results of the activity increased residents' knowledge with pretest scores (68.125 ± 7.50) and posttest scores (79.375 ± 9.979). Conclusion: counseling and practice of Gurami spawning with GWS can increase the knowledge and skills of members of the Sarekat Berkah Mandiri Pokdakan. Keywords: gourami, GWS, spawning, pokdakan
Kesehatan Mulut pada Ibu Hamil Dengan Anemia Harniati, Etny Dyah; Turdinawati , Yanuarita
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.169

Abstract

Latar Belakang: Anemia ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin dalam membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Anemia dapat menjadi penyebab periodontitis destruktif, selama kehamilan hormon ibu hamil akan menjadi tidak stabil dan mungkin menunjukkan manifestasi di rongga mulut, sehingga selain kondisi anemia, kesehatan mulut pada ibu hamil juga penting untuk diperhatikan. Tujuan: melakukan pemeriksaan kesehatan mulut ibu hamil dan intervensinya. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara observasi dengan memeriksa ibu hamil untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan, baik kesehatan umum maupun kesehatan gigi dan mulut dari ibu hamil tersebut. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Pada akhir kegiatan juga dilakukan evaluasi dengan cara memberikan post- test untuk menguji pemahaman terhadap edukasi yang telah disampaikan. Hasil: Pemeriksaan pada subyek menunjukkan adanya kondisi gingivitis ringan yang terjadi pada ketiga subyek. Kondisi ini terjadi dikarenakan beberapa subyek mengalami kondisi mual dan muntah pada kehamilannya dan kontrol plak yang terkadang tidak dilakukan dengan baik. Evaluasi terhadap intervensi yang dilakukan melalui penilaian pretest dan posttest menunjukkan edukasi yang dilakukan dapat diterima dengan baik oleh subyek, terlihat pada nilai posttest yang semakin meningkat. Kesimpulan: Penyakit gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis dan berhubungan dengan kondisi anemia. Ibu hamil yang memiliki anemia dan gingivitis memiliki dampak terhadap perkembangan janin hingga resiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Kata kunci: anemia, hamil, kesehatan mulut _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Anemia is characterized by decreased levels of hemoglobin in carrying oxygen throughout the body's tissues. Anemia can be a cause of destructive periodontitis, during pregnancy, pregnant women's hormones will become unstable and may show manifestations in the oral cavity, so apart from anemia, oral health in pregnant women is also important to pay attention to.  Objective: To carry out oral health examinations of pregnant women and interventions. Method: This community service activity is carried out on an observational basis by examining pregnant women to get an overview of their health conditions, both general health and dental and oral health of these pregnant women. The activity was carried out in Sendangmulyo Village, Tembalang District, Semarang City. At the end of the activity, an evaluation was also carried out by giving a post-test to test understanding of the education that had been delivered. Results: Examination of the subjects showed mild gingivitis in all three subjects. This condition occurs because some subjects experienced nausea and vomiting during their pregnancy and plaque control was sometimes not carried out properly. Evaluation of interventions carried out through pretest and post-test assessments showed that the education carried out was well received by the subjects, as seen in the increasing post-test scores. Conclusion: Gingivitis can develop into periodontitis and is associated with anemia. Pregnant women who have anemia and gingivitis have an impact on fetal development so that a risk of babies being born with low weight. Keywords: anemia, pregnancy, oral health
Pemanfaatan Hasil Samping Udang Menjadi Penyedap Rasa Alami Bagi Masyarakat Kelurahan Tambakrejo Nurhidajah; Yonata, Diode; Santoso, Wahyu Imam; Yuniarti, Nikmah; Puspitasari, Estiana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.204

Abstract

Latar belakang: Udang merupakan salah satu produk unggulan dan tercatat sebagai komoditas terbesar kedua penyumbang nilai ekspor perikanan Jawa Tengah. Dengan tingginya produksi olahan udang menghasilkan hasil samping yang berpotensi mencemari lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi agar dapat mengatasi permasalahan tersebut serta mingkatkan pendapatan masyarakat khususnya warga Kelurahan Tambakrejo. Tujuan: untuk meningkatkan nilai tambah hasil samping udang yang diolah menjadi penyedap rasa alami sebagai produk inovatif warga di Kelurahan Tambakrejo. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya yaitu: pemantauan awal dan sosialisasi kegiatan; pembuatan penyedap rasaa; pelaksanaan program; pembuatan laporan dan luaran kegiatan. Hasil: Hasil yang dicapai dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah produk penyedap rasa alami berbahan dasar hasil samping olahan udang. Kesimpulan: masyarakat di Kelurahan Tambakrejo memiliki alternatif pengolahan hasil samping udang guna meningkatkan ekonomi mereka. _________________________________________________________________________________ Abstract Background: Shrimp is one of the superior products and is listed as the second largest commodity contributing to the value of Central Java's fishery exports. The high production of processed shrimp produces by-products that have the potential to pollute the environment. Therefore, innovation is needed to overcome these problems and increase people's income, especially residents of Tambakrejo Village. Objective: to increase the added value of shrimp by-products which are processed into natural flavorings as innovative products for residents in Tambakrejo Village. Method: Implementation of community service activities consists of several stages, including initial monitoring and socialization of activities; making flavorings; program implementation; preparation of reports and output of activities. Result: The results achieved from this community service program are natural flavoring products made from processed shrimp by-products. Conclusion: people in Tambakrejo Village have alternative processing of shrimp by-products to improve their income.
Program Preventif dan Kuratif untuk Menurunkan Risiko Jatuh Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan Wibowo, Hardianto; Prastowo, Bayu
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.205

Abstract

Latar belakang: Lanjut usia merupakan fase terakhir pada siklus kehidupan manusia yang dimulai pada rentang usia 60 tahun. Fase tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi keseimbangan secara progresif. Tujuan: Melakukan edukasi terkait risiko jatuh akibat penurunan fungsi keseimbangan dan memberikan program latihan untuk meminimalisir penurunan fungsi tersebut secara progresif. Metode: Metodologi pengabdian ini mengadopsi pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk mengentaskan problematika kesehatan melalui pemahaman berbasis keilmuan fisioterapi. Metode PAR secara aktif melibatkan atau membangkitkan kesadaran kritis melalui pemetaan, trust building, aksi dan refleksi dan evaluasi. Hasil: Hasil pemeriksaan keseimbangan menunjukkan bahwa lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan memiliki potensi jatuh sebesar 33.3%. Kesimpulan: Edukasi tentang risiko jatuh menunjukkan adanya perubahan pengetahuan secara signifikan. Kata kunci: interleukin-6, keseimbangan, lansia, otago exercise program, risiko jatuh ____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Elderly is the last phase of the human life cycle that begins at the age of 60 years. This phase results in a progressive decline in balance function. Objective: To educate the elderly regarding the risk of falls due to decreased balance function and provide an exercise program to minimize the progressive decline in function. Method: This service methodology adopts a Participatory Action Research (PAR) approach to alleviate health problems through a scientific-based understanding of physiotherapy. The PAR method actively involves or raises critical awareness through mapping, trust-building, action-reflection, and evaluation. Result: The results of the balance check showed that the elderly of Persatuan Wredatama Republik Indonesia, Lamongan had a potential fall of 33.3%. Conclusion: Education about the risk of falling shows a significant change in knowledge. Keywords: interleukin-6, balance, elderly, otago exercise program, fall risk
Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi Sebagai Gagasan Kewirausahaan di SMK Muhammadiyah Minggir Sultan, Siti Fatimah; Hartanti, Meity; Utami, Dwi; Efendi, Herman; Askal, Syahril; Ikhsan, M. Rafi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.215

Abstract

Latar belakang: Program pemberdayaan umat (Prodamat) di SMK Muhammadiyah Mlati merupakan tujuan yang dilakukan untuk mengembangkan siswa yang kreatif, inovatif, dan terampil melalui pengalaman praktis dan penerapan teori. Namun, program ini tidak memiliki fondasi yang kuat dalam pengajaran dan pembelajaran. Tujuan: Pada kegiatan pengabdian ini akan membahas salah satu peluang usaha yang bisa dilakukan secara skala rumahan dengan peluang yang cukup menjanjikan saat ini, yakni pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi. Metode: Program yang dilaksanakan oleh Universitas Ahmad Dahlan berfokus pada pengembangan lilin aromaterapi dari bahan baku dengan menggunakan metode praktikum, yang bertujuan untuk menciptakan kreativitas mahasiswa sebagai ide ekonomi. Hasil: Program ini mengeksplorasi aspek sosiologis dan budaya dari aromaterapi dengan menggunakan produk alami, dengan fokus pada kreativitas dan inovasi. Kegiatan ini melibatkan 21 siswa dari kelas XII SMK Muhammadiyah Minggir. Lilin aromaterapi dibuat dari bahan alami dengan cara melarutkan alat dan bahan, menyiapkan parafin dan bahan anti panik, mengangin-anginkan, menyiapkan bahan anti panik, menyiapkan pewangi, melarutkan lilin, menyiapkan bahan, menyiapkan aromaterapi, dan mengaplikasikan. Penelitian ini mengeksplorasi produk aromaterapi untuk produksi lilin aromaterapi untuk pasar lokal, meningkatkan kualitas, keamanan, dan dampak lingkungan, sekaligus menggali potensi sumber daya ekonomi. Kesimpulan: Program ini dapat mengembangkan aromaterapi dari minyak jelantah yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Minggir kelas XII. Ide kreatif ini dapat meningkatkan perekonomian dan mengurangi limbah minyak jelantah. Kata kunci: minyak jelantah, lilin aromaterapi, prodamat ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: The people empowerment program (Prodamat) at SMK Muhammadiyah Mlati is a goal undertaken to develop creative, innovative, and skilled students through practical experience and application of theory. However, the program lacks a strong foundation in teaching and learning. Objective: In this service activity, we will discuss one of the business opportunities that can be done on a home scale with promising opportunities today, namely the utilization of used cooking oil as raw material for aromatherapy candles. Method: The program implemented by Ahmad Dahlan University focuses on developing aromatherapy candles from raw materials using a practicum method, which aims to create student creativity as an economic idea. Result: The program explored the sociological and cultural aspects of aromatherapy using natural products, with a focus on creativity and innovation. This activity involved 21 students from class XII of SMK Muhammadiyah Minggir. Aromatherapy candles were made from natural materials by dissolving tools and materials, preparing paraffin and anti-panic materials, aerating, preparing anti-panic materials, preparing fragrances, dissolving candles, preparing materials, preparing aromatherapy, and applying. This research explores aromatherapy products for the production of aromatherapy candles for the local market, improving quality, safety, and environmental impact while exploring potential economic resources. Conclusion: This program can develop aromatherapy from used cooking oil implemented at SMK Muhammadiyah Minggir class XII. This creative idea can improve the economy and reduce used cooking oil waste. Keywords: used cooking oil, aromatherapy candle, prodamat
Pelatihan Pembuatan Jamu Saritoga dan Penyuluhan Sistem Imun Pada Ibu PKK: Kusmita, Lia; Dwi Franyoto, Yuvianti; Mutmainah, Mutmainah; Puspitaningrum, Ika; Bagiana, I kadek
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i2.217

Abstract

Latar belakang: Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Jamu dibuat dari bahan alami dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang dan buah. Diperkirakan sekitar 70-80% populasi di negara berkembang memiliki ketergantungan pada obat tradisional. Secara umum jamu dianggap tidak beracun dan tidak menimbulkan efek samping. Khasiat jamu telah teruji oleh waktu, zaman dan sejarah, serta bukti empiris langsung pada manusia selama ratusan tahun. Tanaman obat keluarga atau yang lebih populer sebagai TOGA merupakan tanaman obat yang ditanam di lingkup lingkungan keluarga. Pada masa pandemi, terjadi tren peningkatan penggunaan obat tradisional untuk menjaga daya tahan tubuh. Berbagai pembuktian secara ilmiah tentang manfaat tanaman obat dalam hal menjaga daya tahan tubuh. Tujuan: Meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai TOGA serta manfaatnya, termasuk cara pengolahan dan pembuatan jamu Saritoga.. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui sosialisasi dan pelatihan langsung kepada kelompok masyarakat sasaran. Hasil: Masyarakat yang awalnya tidak memahami sistem imun jadi lebih paham. Hasil pretest nilai jawaban yang benar adalah 45% setelah dilakukan pelatihan dan penyuluhan nilai jawaban yang benar meningkat menjadi 85%. Kesimpulan: Pelatihan dan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan perihal system imun dan ketrampilan pembuatan jamu Saritoga pada masyarakat. Kata kunci: pelatihan, penyuluhan, saritoga, sistem imun _____________________________________________________________________________________ Abstract Background: Jamu is the name for traditional medicine from Indonesia. Herbal medicine is made from natural plant ingredients such as rhizomes (roots), leaves, bark, and fruit. It is estimated that around 70-80% of the population in developing countries is dependent on traditional medicine. Herbal medicine is considered non-toxic and does not cause side effects. The efficacy of herbal medicine has been tested by time, time, and history, as well as direct empirical evidence on humans for hundreds of years. Family medicinal plants or TOGA are medicinal plants grown within the family environment. During the pandemic, there has been a trend of increasing the use of traditional medicine to maintain the body's immune system. The benefits of medicinal plants in keeping the body's immune system are scientific evidence. Objective: Increase public insight and knowledge regarding TOGA and its benefits, including how to process and make Saritoga herbal medicine. Method: Activities implementation is directly through direct outreach and training to target community groups. Result: People who initially did not understand the immune system became more understanding. The pretest result of the correct answer value was 45%. After training and counseling, the correct answer value increased to 85%. Conclusion: Training and counseling can increase knowledge about the immune system and skills in making Saratoga herbal medicine in the community. Keywords: training, counseling saritoga, immune system

Page 10 of 18 | Total Record : 180