cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpbpp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No 5, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27973174     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan menerbitkan naskah terkait pendidikan mencakup pembelajaran anak usia dini, sekolah dasar, bimbingan dan konseling, teknologi pendidikan, manajemen, pendidikan luar sekolah, serta pendidikan anak berkebutuhan khusus
Articles 425 Documents
Pelaksanaan Tema Kewirausahaan untuk Menumbuhkan Sikap Kewirausahaan Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Febryanti, Salsabila Trias; Suhartono, Suhartono; Untari, Esti
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i112023p1045-1055

Abstract

Abstract: Entrepreneurship is one of the topics of project strengthening the profile of Pancasila students, which applies at the elementary school level. The school has been given the authority for determining topics that will be enhanced in every class or phase. Throughout the entrepreneurial activities, students’ creativity in entrepreneurship will be expanded furthermore. The purpose of this research is to describe the implementation of the entrepreneurial theme, entrepreneurial attitudes, and obstacles to implementing the entrepreneurial theme at SDN Sawojajar 4 Malang. This research uses a descriptive method and a qualitative approach. The data is obtained by observation, interviews, and documentation. The data outcome is approved with the triangles technique. The results show that SDN Sawojajar 4 Malang has been applying the entrepreneurial theme in the Curriculum Merdeka which is adjusted to school environment conditions. The entrepreneurship theme had been carrying by narrating with the P5 teaching module which teachers and effort to develop an entrepreneurial behavior through the innovate lesson. Abstrak: Kewirausahaan merupakan salah satu dari beberapa tema project penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat diterapkan di sekolah dasar. Sekolah diberikan kewenangan untuk menentukan tema yang akan dikembangkan pada setiap kelas maupun fase. Melalui kegiatan kewirausahaan, kreativitas peserta didik dalam bidang kewirausahaan akan ditumbuhkembangkan. Tujuan dari adanya penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan tema kewirausahaan, upaya menumbuhkan sikap kewirausahaan peserta didik, dan hambatan pelaksanaan tema kewirausaahan di SD Negeri Sawojajar 4 Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan tema kewirausahaan di SD Negeri Sawojajar 4 Malang sudah diterapkan berdasarkan tema P5 dalam kurikulum merdeka yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah. Tema kewirausahaan di SD Negeri Sawojajar 4 Malang telah dilaksanakan sesuai dengan modul ajar P5 yang sudah disusun oleh guru dan upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan sikap kewirausahaan peserta didik guru menerapkan kewirausahaan melalui muatan pembelajaran yang inovatif.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa SD Melalui Model Window Shopping Farida, Nun
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i112023p1056-1065

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan dalam pembelajaran di kelas tinggi di salah satu sekolah dasar yang berada di Kota Malang. Diantara permasalahan tersebut adalah dari hasil evaluasi belajar siswa di akhir pembelajaran menunjukkan rata-rata skor masih dibawah KBM yaitu 68 dari KBM yang telah ditentukan oleh guru yaitu 70. Untuk mengatasi permasalahan ini digunakan model pembelajaran window shopping yang berdampak sangat baik terhadap aktivitas belajar maupun hasil belajar. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus menggunakan model Kemmis dan MC Taggart yang meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi hasil tindakan. Subyek penelitian adalah siswa kelas tinggi pada salah satu SD di Kota Malang tahun pelajaran 2022-2023. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, soal tes tulis dan pedoman wawancara. Dari pengamatan aktivitas belajar siswa pada siklus 1 rata-rata skor skor rata-rata 82 pada pertemuan ke-1 dengan persentase ketuntasan 75 % dan 83 pada pertemuan ke 2 dengan persentase 83 dan meningkat pada pada siklus 2 dengan skor rata-rata 85 dengan persentase 92 % pada pertemuan 1 dan 87 pada pertemuan 2 dengan persentase 100 %. Untuk penilaian hasil belajar siswa pada siklus 1 skor rata-rata hasil belajar siswa adalah 78 dengan persentase ketuntasan hasil belajar sebesar 75 % pada pertemuan ke 1 dan 89 pada pertemuan ke 2 dengan persentase 96%. Dan meningkat pada siklus 2 rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 94 pada pertemuan 1 dan 90 pada pertemuan 2 dengan persentase ketuntasan hasil belajar sebesar 100 %. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa penerapan window shopping dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa SD. Oleh karena itu disarankan guru SD khususnya guru kelas tinggi dapat mengoptimalkan penggunaan model window shopping dalam Pembelajaran.
Blended Learning Berbantuan “Kujartif IPA Berorientasi Guided Inquiry” untuk Meningkatkan Berpikir Kreatif Siswa Kurlila, Sofia Inis
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i122023p1066-1077

Abstract

Abstract: The aims of this research are (1) to describe the use of guided inquiry-oriented Kujartif IPA (interactive textbooks) in blended learning to improve students' creative thinking, (2) to describe the increase in students' creative thinking by using guided inquiry-oriented science courses in blended learning. This type of research is Classroom Action Research (PTK) with work procedures consisting of four stages, namely planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects of this research were class VB students at SDN Kotalama 1 Malang City in the 2019/2020 academic year. The research results show that there has been an increase in the process and results in learning. This is proven by the students' creative thinking in cycle 1 which increased in cycle 2. The students' creative thinking ability in cycle 1 was obtained in the moderate creative thinking category and increased in cycle 2 with the good creative thinking category. Based on the results of this research, learning with blended learning assisted by guided inquiry-oriented science courses can improve creative thinking. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penggunaan kujartif (buku ajar interaktif) IPA berorientasi guided inquiry dalam pembelajaran blended learning dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa, (2) mendeskripsikan peningkatan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan kujartif IPA berorientasi guided inquiry dalam pembelajaran blended learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur kerja terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB salah satu sekolah dasar di Kota Malang tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan proses dan hasil dalam pembelajaran. Hal ini di buktikan berpikir kreatif ini y6siswa pada siklus 1 mengalami peningkatan pada siklus 2. Kemampuan kreatif siswa pada siklus 1 diperoleh dengan kategori berpikir kreatif cukup dan meningkat pada siklus 2 dengan kategori berpikir kreatif baik. Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran dengan blended learning berbantuan kujartif IPA berorientasi guided inquiry dapat meningkatkan berpikir kreatif.
Profile of Mathematics Problem Solving for Fourth Grader on Fractional Material Viewed from the Type of Learning Style Yusella, Yeni
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i122023p1078-1086

Abstract

Abstract: Problem solving is one of the five standard processes that must be developed in mathematics learning. Learning mathematics must prioritize students' ability to solve problems. Problem-solving skills are an important component of learning maths. In order to provide appropriate learning treatment, teachers must know the abilities of students, especially in solving mathematical problems. In this study, an analysis of the stages carried out by students in solving problem solving test questions based on Polya solving steps. But before that, students will be grouped based on their learning style. This research is a qualitative descriptive research. The subjects of this study were 28 grade 4 students of SDN Dinoyo 3 Malang City.After being given a learning style determination questionnaire, 5% of students with visual learning styles, 7% of students with auditorial learning styles, and 28% of students with kinesthetic learning styles were obtained. While 60% of students have the same dominant score on visual-auditorial learning styles. Based on the results of the study, it can be concluded that students show different steps and habits in problem solving. Students with a visual learning style in understanding problems read the questions repeatedly using aloud and fluently and write down important parts of the problem. Students with an auditorial learning style in understanding problems write down parts that they consider important from the problem using mathematical symbols. Students with a kinesthetic learning style in understanding problems write down parts that they consider important from the problem not using their own language. Abstrak: Pemecahan masalah merupakan salah satu dari lima standar proses yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika harus mengutamakan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah. Keterampilan pemecahan masalah merupakan komponen yang penting dalam pembelajaran matematika. Agar dapat memberikan treatment pembelajaran yang tepat, guru harus mengetahui kemampuan siswa, khususnya dalam penyelesaian masalah matematika. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap tahapan-tahapan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tes pemecahan masalah berdasarkan langkah penyelesaian Polya. Namun sebelumnya siswa akan dikelompokkan berdasarkan gaya belajarnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 28 siswa kelas 4 SDN Dinoyo 3 Kota Malang.Setelah diberi angket penentuan gaya belajar, diperoleh 5% siswa dengan gaya belajar visual, 7% siswa dengan gaya belajar auditorial, dan 28% siswa dengan gaya belajar kinestetik. Sedangkan 60% siswa mempunyai skor dominan yang sama pada gaya belajar visual-auditorial. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menunjukkan langkah-langkah dan kebiasaan yang berbeda dalam pemecahan masalah. Siswa dengan gaya belajar visual dalam memahami masalah membaca soal dengan berulang-ulang menggunakan suara keras dan lancar serta menuliskan bagian-bagian yang penting dari soal. Siswa dengan gaya belajar auditorial dalam memahami masalah menuliskan bagian-bagian yang dianggapnya penting dari soal dengan menggunakan simbol-simbol matematika. Siswa dengan gaya belajar kinestetik dalam memahami masalah menuliskan bagian-bagian yang dianggapnya penting dari soal tidak dengan menggunakan bahasa sendiri.
Peran Program Sekolah Adiwiyata dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Murid SD Kurniasari, Nabila Alfina; Vistrina, Liner
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i122023p1087-1094

Abstract

Program sekolah adiwiyata di salah satu SD negeri di Kota Malang ini sudah berjalan sejak tahun 2015. Dengan adanya program sekolah adiwiyata, warga sekolah menjadi lebih peduli terhadap kebersihan, keberlangsungan, dan kelestarian lingkungan sekolah. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 tiga tahun yang lalu, membuat pembiasaan atau budaya oleh warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungan sekolah menjadi menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan sekolah adiwiyata untuk menanamkan kembali karakter peduli lingkungan, utamanya pada murid. Pemaparan studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini mengacu pada langkah-langkah yang dikembangkan oleh Zaluchu yaitu tahap analisis dari pendekatan ini dimulai dengan penelitian awal dan pengumpulan data. Subjek penelitiannya adalah koordinator adiwiyata. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelaksanaan program adiwiyata di SDN Percobaan 2 Kota Malang beragam mulai dari program yang terintegrasi dalam muatan pembelajaran hingga kampanye kegiatan peringatan hari-hari lingkungan hidup. Kepedulian murid terhadap lingkungan sekitar selalu ditingkatkan sekalipun masih ada faktor penghambat di dalamnya. Dengan demikian, program sekolah adiwiyata memiliki peran yang begitu strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi murid SD.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Muatan IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Fithriyah, Izzatul
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i122023p1095-1107

Abstract

Belajar dan proses pembelajaran merupakan dua hal penting dalam dunia pendidikan. Belajar merupakan proses siswa mengalami dan memahami lingkungan sekitarnya sehingga terjadi perubahan dalam diri siswa berupa tingkah laku. Dalam belajar pasti ada proses pembelajaran, yaitu terjadinya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun siswa dengan lingkungan belajarnya. Dalam proses pembelajaran Tema 4 muatan IPS kelas VI, ditemukan fakta bahwa hasil belajar siswa masih banyak yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 75. Oleh sebab itu, guru mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut melalui metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas VI melalui Model Pembelajaran Kooperatife Tipe Scramble pada Tema 4 muatan IPS, (2) mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa kelas VI melalui Model Pembelajaran Kooperatife Tipe Scramble pada tema 4 muatan IPS. Ketuntasan belajar siswa pada pra siklus atau sebelum diadakan tindakan adalah 42,85% (9 siswa tuntas 12 siswa belum tuntas), pada siklus I meningkat menjadi 61,90% (13 siswa tuntas 8 siswa belum tuntas), pada siklus II meningkat menjadi 85,71% (18 siswa tuntas 3 siswa tidak tuntas)
Identifikasi Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Terhadap Implementasi E-Modul Ipas Di Sekolah Dasar Kota Malang Untari, Esti; Mustafidah, Fina Zulfa; Santi, Maula Diana
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v4i12024p30-35

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hasil belajar kelas 4 SD terhadap implementasi E-modul IPAS di Sekolah dasar Kota Malang. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan dengan mengobservasi, mendeskripsikan serta menginterpretasikan populasi atau sampel yang diteliti dan ditarik kesimpulan melalui data-data yang berupa angka. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 52 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes yaitu soal pilihan ganda yang telah diuji validitas dengan menggunakan uji point biserial. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikasi dengan r hitung > 0,432 pada 12 soal yang diujikan dan 3 soal perlu adanya perbaikan. Hasil penelitian juga menunjukkan hasil identifikasi nilai siswa dalam IPAS yaitu 57,7persen siswa mendapatkan nilai dengan rentang 60-100 dan 42,3persen dengan rentang nilai 51 – 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa E-modul IPAS yang telah dikembangkan sudah bisa diuji kelayakan dan efektivitasnya dengan identifikasi dan validasi tes yang telah dilaksanakan.
Profile of Mathematics Problem Solving for Fourth Grader on Fractional Material Viewed from the Type of Learning Style Yusella, Yeni
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v4i12024p36-44

Abstract

Abstract:Problem solving is one of the five standard processes that must be developed in mathematics learning. Learning mathematics must prioritize students' ability to solve problems. Problem-solving skills are an important component of learning maths. In order to provide appropriate learning treatment, teachers must know the abilities of students, especially in solving mathematical problems. In this study, an analysis of the stages carried out by students in solving problem solving test questions based on Polya solving steps. But before that, students will be grouped based on their learning style. This research is a qualitative descriptive research. The subjects of this study were 28 grade 4 students of SDN Dinoyo 3 Malang City.After being given a learning style determination questionnaire, 5percent of students with visual learning styles, 7percent of students with auditorial learning styles, and 28percent of students with kinesthetic learning styles were obtained. While 60percent of students have the same dominant score on visual-auditorial learning styles. Based on the results of the study, it can be concluded that students show different steps and habits in problem solving. Students with a visual learning style in understanding problems read the questions repeatedly using aloud and fluently and write down important parts of the problem. Students with an auditorial learning style in understanding problems write down parts that they consider important from the problem using mathematical symbols. Students with a kinesthetic learning style in understanding problems write down parts that they consider important from the problem not using their own language. Abstrak:Pemecahan masalah merupakan salah satu dari lima standar proses yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika harus mengutamakan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah. Keterampilan pemecahan masalah merupakan komponen yang penting dalam pembelajaran matematika. Agar dapat memberikan treatment pembelajaran yang tepat, guru harus mengetahui kemampuan siswa, khususnya dalam penyelesaian masalah matematika. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap tahapan-tahapan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tes pemecahan masalah berdasarkan langkah penyelesaian Polya. Namun sebelumnya siswa akan dikelompokkan berdasarkan gaya belajarnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 28 siswa kelas 4 SDN Dinoyo 3 Kota Malang.Setelah diberi angket penentuan gaya belajar, diperoleh 5persen siswa dengan gaya belajar visual, 7persen siswa dengan gaya belajar auditorial, dan 28persen siswa dengan gaya belajar kinestetik. Sedangkan 60persen siswa mempunyai skor dominan yang sama pada gaya belajar visual-auditorial. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menunjukkan langkah-langkah dan kebiasaan yang berbeda dalam pemecahan masalah. Siswa dengan gaya belajar visual dalam memahami masalah membaca soal dengan berulang-ulang menggunakan suara keras dan lancar serta menuliskan bagian-bagian yang penting dari soal. Siswa dengan gaya belajar auditorial dalam memahami masalah menuliskan bagian-bagian yang dianggapnya penting dari soal dengan menggunakan simbol-simbol matematika. Siswa dengan gaya belajar kinestetik dalam memahami masalah menuliskan bagian-bagian yang dianggapnya penting dari soal tidak dengan menggunakan bahasa sendiri.
Pengembangan Instrumen Tes Literasi Numerasi Berbasis Hots Berbantuan Aplikasi Kahoot Bagi Guru SD Yusnia, Yusnia; Stiadi, Elwan; Agusdianita, Neza
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v4i12024p45-50

Abstract

Abstrak:Pendampingan guru SD dalam mengembangkan instrumen tes literasi numerasi berbasis HOTS berbantuan aplikasi Kahoot bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru SD Negeri 42 Kota Bengkulu dalam mengembangkan instrumen tes literasi numerasi berbasis HOTS berbantuan aplikasi Kahoot. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode ceramah, demonstrasi dan pendampingan. Metode ceramah untuk menyampaikan konsep literasi numerasi berbasis HOTS, sedangkan metode demonstrasi dan pendampingan untuk memberikan kesempatan berlatih kepada peserta mengembangkan instrumen tes literasi numerasi berbasis HOTS berbantuan aplikasi Kahoot. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dinilai baik, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta workshop dinilai baik (80persen), ketercapaian tujuan workshop dinilai baik (75persen), ketercapaian target materi yang telah direncanakan dinilai baik (80persen), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi dinilai baik (80persen).
Pengaruh Mind Mapping terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SDN Pasirharjo 01 Materi Sifat-Sifat Cahaya Nurismasari, Bella Dwi; Kristanti, Oky Ria Ayu; Thohir, M. Anas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v4i12024p51-61

Abstract

Abstract:The purpose of this study was to determine the effect of the application of mind mapping learning media on student achievement in science subjects for class IV at SDN Pasirharjo 01. This type of research is quantitative research. Data collection techniques with observation and tests. The instrument used is a multiple choice test instrument. This study uses mind mapping media as the independent variable and learning achievement as the dependent variable. The population in this study was the fourth grade students of SDN Pasirharjo 01. The sample used in this study was the fourth grade elementary school students, totaling 22 students obtained using random sampling technique. The data collected are pretest and posttest. The data analysis technique in this study includes a prerequisite test consisting of a normality test, linearity test, and hypothesis testing. The results of this study, based on hypothesis testing using the t-test formula, the significance level (α) = 0.05 which indicates that the t.count value obtained is -6.5156 which is then compared with the t.table value at a significance level of 5 percent, which is 2.0210. So, it can be known or -6.5156 < 2.0210 so that Ho is accepted. This shows that the mind mapping learning media produces better learning achievement or can have an influence on the learning achievement of fourth grade students at SD Negeri Pasirharjo 01 in science lessons on the properties of light. Abstrak:Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran mind mapping terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Pasirharjo 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa pilihan ganda. Penelitian ini menggunakan media mind mapping sebagai variabel bebas dan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Pasirharjo 01. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas IV SD yang berjumlah 22 siswa yang diperoleh menggunakan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah pretest dan posttest. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup uji prasyarat yang terdiri atas uji normalitas, uji linieritas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini, berdasarkan dari pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t, taraf signifikansi (α)= 0,05 yang menunjukkan bahwa nilai t.hitung yang diperoleh sebesar -6,5156 yang kemudian dibandingkan dengan nilai t.tabel pada taraf signifikansi 5persen, yaitu sebesar 2,0210. Maka, dapat diketahui atau -6,5156 < 2,0210 sehingga Ho diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran mind mapping menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik atau dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Pasirharjo 01 pada pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya.