cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpbpp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No 5, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27973174     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan menerbitkan naskah terkait pendidikan mencakup pembelajaran anak usia dini, sekolah dasar, bimbingan dan konseling, teknologi pendidikan, manajemen, pendidikan luar sekolah, serta pendidikan anak berkebutuhan khusus
Articles 425 Documents
Implementasi Kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman Dalam Meningkatkan Kemampuan Kepemimpinan Peserta Didik Di SMAN Taruna Nala Jawa Timur Aini, Dini Anisa Nur; Maisyaroh, Maisyaroh; Kusumaningrum, Desi Eri
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p888-896

Abstract

Abstract: This study aims to find out, 1) management of state defense and maritime curriculum; 2) leadership values; 3) basic leadership training; 4) results of basic leadership training. This research uses a quantitative descriptive approach. The location of this research is in Taruna Nala High School, East Java, Malang City. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The analysis technique used is the reduction, data display, and data verification. The results of this study are (1) management of special curriculum for the defense of the country and maritime affairs starting from the curriculum planning stage to the curriculum evaluation process; (2) the application of leadership values ​​in the learning process that is applied through a special curriculum for defending the country and maritime affairs; (3) basic leadership training for students by conducting a variety of physical training and understanding of leadership materials fostered by the Navy from LAPETAL (Navy Provider Institute); (4) the results of the basic leadership training are the formation of quality characters and an understanding of leadership skills used by students for daily learning in Taruna Nala East Java High Schools based on disability. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui, 1) pengelolaan kurikulum bela negara dan kemaritiman; 2) nilai-nilai kepemimpinan; 3) pelatihan dasar kepemimpinan; 4) hasil pelatihan dasar kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ini berada di SMAN Taruna Nala Jawa Timur Kota Malang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang dipergunakan yakni reduksi, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah (1) pengelolaan kurikulum khusus bela negara dan kemaritiman mulai dari tahap perencanaan kurikulum hingga proses evaluasi kurikulum; (2) penerapan nilai-nilai kepemimpinan dalam proses pembelajaran yang diterapkan melalui kurikulum khusus bela negara dan kemaritiman; (3) latihan dasar kepemimpinan untuk peserta didik dengan melakukan berbagai pelatihan fisik dan pemahaman materi kepemimpinan yang dibina oleh TNI AL dari LAPETAL (Lembaga Penyedia Angkatan Laut); (4) hasil latihan dasar kepemimpinan ialah pembentukan karakter yang berkualitas serta pemahaman tentang keterampilan kepemimpinan yang dipergunakan oleh para peserta didik untuk pembelajaran sehari-hari di SMAN Taruna Nala Jawa Timur yang berbasis ketarunaan.
Pengaruh Sistem Zonasi Terhadap Prestasi Belajar Ditinjau Dari Kualitas Input Peserta Didik di SMP Negeri 2 Jogoroto Kabupaten Jombang Sari, Dwi Kumala; Sunandar, Asep; Gunawan, Imam; Timan, Agus
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p897-904

Abstract

Abstract: The zoning system is a policy for admitting prospective new students by using the radius closest to the school. This study aims to (1) find out how high the quality level of input is student, (2) find out how high the level of student learning achievement, (3) determine whether or not the zoning system has significant influence on learning achievement in terms of the quality input of student, (4) knowing whether or not there is a difference in thevalue input and student achievement in zoning and non-zoning systems. This study uses a quantitative approach with simple and comparative linear regression methods using data in the form of report cards and national examination scores. The conclusions of this study are: (1) there is a significant difference between the quality of input of students of the 2018/2019 class and the 2016/2017 class, (2) there is no significant difference between the learning achievement of students of the 2018/2019 class and the 2016/2017 class. (3) there is no influence of the zoning system on student achievement in terms of the quality input of studentin SMP Negeri 2 Jogoroto, Jombang Regency, (4) there is a difference in the sample mean of the two pairs ofquality input, but there is no difference in the average sample. on two pairs of learning achievement. Abstrak: Sistem zonasi merupakan kebijakan dalam penerimaan calon peserta didik baru dengan menggunakan radius jarak terdekat dengan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui seberapa tinggi tingkat kualitas input peserta didik, (2) mengetahui seberapa tinggi tingkat prestasi belajar peserta didik, (3) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan sistem zonasi terhadap prestasi belajar ditinjau dari kualitas input peserta didik, (4) mengetahui ada atau tidak perbedaan nilai input dan prestasi belajar peserta didik pada sistem zonasi dan non zonasi. penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana dan komparatif yang menggunakan data berupa nilai rapor dan nilai UN. Kesimpulan penelitian ini yaitu: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas input peserta didik angkatan 2018/2019 dengan angkatan 2016/2017, (2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar peserta didik angkatan 2018/2019 dengan angkatan 2016/2017, (3) tidak adanya pengaruh sistem zonasi terhadap prestasi belajar peserta didik ditinjau dari kualitas input peserta didik di SMP Negeri 2 Jogoroto Kabupaten Jombang, (4) terdapat perbedaan rata-rata sampel pada dua pasangan kualitas input, namun tidak terdapat perbedaan rata-rata sampel pada dua pasangan prestasi belajar.
Strategi Pengelolaan Sarana dan Prasarana Dalam Menunjang Kualitas Pembelajaran Di Sman 1 Tumpang Pratiwi, Eka Asri; Imron, Ali; Juharyanto, Juharyanto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p905-917

Abstract

Abstract: This study aims to describe (1) the overall condition of the facilities and infrastructure in schools, (2) learning space management strategies to support the quality of learning in schools, (3) library and laboratory room management strategies to support the quality of learning in schools, (4) ) Weaknesses and solutions to the management of infrastructure in supporting the quality of learning in schools, and (5) the principal's strategy in managing infrastructure to support the quality of learning in schools. The research method used is qualitative, with a case study design at SMAN 1 Tumpang. The data were collected using observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The results of this study include (1) the overall state of facilities and infrastructure in schools, (2) learning space management strategies to support the quality of learning in schools, (3) library and laboratory room management strategies to support the quality of learning in schools, (4) drawbacks and the solution for managing infrastructure in supporting the quality of learning in schools, namely the lack of human resources for infrastructure. The solution for infrastructure is to coordinate with the principal, deputy facilities and infrastructure and the SMAN 1 Tumpang committee team, which then the committee team will carry out fundraising to the guardian of students. and (5) the principal's strategy in managing infrastructure to support the quality of learning in schools, namely developing the philosophy of Ki Hajar Dewantara and accepting suggestions from all residents of SMAN 1 Tumpang. Abstrak: Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Keadaan secara keseluruhan sarana dan prasrana di sekolah, (2) Strategi pengelolaan ruang pembelajaran dalam menunjang kualitas pembelajaran di sekolah, (3) Strategi pengelolaan ruang perpustakaan dan laboratorium dalam menunjang kualitas pembelajaran di sekolah, (4) Kekurangan dan solusi dari pengelolaan sarana prasarana dalam menunjang kualitas pembelajaran di sekolah, dan (5) Strategi kepala sekolah dalam pengelolaan sarana prasarana untuk menunjang kualitas pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan desain studi kasus di SMAN 1 Tumpang. Data yang dikumpulkan mengguankan teknik obsevasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meliputi (1) Keadaan secara keseluruhan sarana dan prasrana di sekolah, (2) Strategi pengelolaan ruang pembelajaran dalam menunjang kualitas pembelajaran di sekolah, (3) Strategi pengelolaan ruang perpustakaan dan laboratorium dalam menunjang kualitas pembelajaran di sekolah, (4) Kekurangan dan solusi dari pengelolaan sarana prasarana dalam menunjang kualitas pembelajaran di sekolah yaitu kurangnya tenaga SDM sarana prasaraana solusinya yaitu dengan terus menambah tenaga SDM untuk sarana prasarana krena sarana prasarana yang ada di SMAN 1 Tumpang sangat banyak dan luas serta kurangnya pembiayaan dalam proses pengembangan dan peningkatan sarana prasararana solusinya yaitu berkoordinasi dengan kepala sekolah, waka sarana prasarana dan tim komite SMAN 1 Tumpang, yang selanjutnya tim komite akan melakuakan penggalangan dana kepada wali murid. dan (5) Strategi kepala sekolah dalam pengelolaan sarana prasarana untuk menunjang kualitas pembelajaran di sekolah yaitu melakukan pengembangan seperti filosofi Ki Hajar Dewantara serta menerima usulan dari seluruh warga SMAN 1 Tumpang.
Manajemen Teaching Factory Dalam Membentuk Real Vocation Pada Program Keahlian Tata Busana Di SMKN 3 Malang Erviana, Erviana; Arifin, Imron; Ulfatin, Nurul
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p918-929

Abstract

Abstract: The concept of teaching Factory Learning in vocational education (vocational high school) is one of the government's steps to prepare competent and ready to work graduates, as implemented in SMKN 3 Malang, especially in the fashion expertise program. The purpose of this research is to know: (1) a teaching factory profile, (2) teaching factoty planning, (3) organizing teaching factory, (4) implementing teaching factory, (5) teaching factory evaluation. This study used a qualitative approach with this type of case study research. Data is obtained through data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The validity checks of data apply triangulation, member checking, and adequacy of reference material. Conclusion: (1) SMKN 3 Malang in cooperation with Sevencols to provide a real learning experience to the students in improving the competence and entrepreneurial spirit, the work program in relation to the learning and management of Three Can production unit, products in the form of goods and services, the result of improving the competence of students and graduates who are competent. (2) Planning includes goal setting, preparation of organisational structure, procurement of cooperation with industry, synchronization of curriculum and infrastructure, procurement of skilled educators resources. (3) Organizing includes the creation of an organizational structure with job descriptions. 4) The implementation of competency based learning & production is carried out according to the schedule and supported by the means & industry standard infrastructures, competency based learning teaches various vocational competencies and production activities while learning practices in production units related to entrepreneurship, customer service, order management and promotion. (5) Evaluation of product evaluation to produce products worth selling and evaluation of learners ability through level test and LSP test to produce competent learners. Abstrak: Konsep pembelajaran Teaching Factory dalam pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menyiapkan lulusan yang berkompetensi dan siap kerja, sebagaimana yang diterapkan di SMKN 3 Malang khususnya program keahlian Tata Busana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) profil Teaching Factory, (2) perencanaan Teaching Factory, (3) pengorganisasian Teaching Factory, (4) pelaksanaan Teaching Factory, (5) evaluasi Teaching Factory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan memverifikasi data. Pengecekan keabsahan data menerapkan triangulasi, pengecekan anggota, dan kecukupan bahan referensi. Simpulan: (1) SMKN 3 Malang bekerja sama dengan Sevencols untuk menghadirkan pengalaman belajar secara nyata pada peserta didik dalam meningkatkan kompetensi serta jiwa kewirausahaan, program kerja berkaitan dengan pembelajaran dan pengelolaan unit produksi Three Can, produk berupa barang dan jasa, hasilnya berupa peningkatan kompetensi peserta didik dan lulusan yang berkompeten. (2) Perencanaan meliputi penetapan tujuan, penyusunan struktur organisasi, pengadaan kerja sama dengan industri, sinkronisasi kurikulum dan sarana prasarana, pengadaan sumber tenaga pendidik terampil. (3) Pengorganisasian meliputi pembuatan struktur organisasi disertai job descriptions. 4) Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi & produksi dilaksanakan sesuai jadwal serta didukung dengan sarana & prasarana berstandar industri, pembelajaran berbasis kompetensi mengajarkan berbagai kompetensi kejuruan dan kegiatan produksi sedangkan pembelajaran praktik di unit produksi berkaitan dengan kewirausahaan, pelayanan pelanggan, pengelolaan pesanan dan promosi. (5) Evaluasi berupa evaluasi produk untuk menghasilkan produk layak jual dan evaluasi kemampuan peserta didik melalui uji level dan uji LSP menghasilkan peserta didik yang berkompeten.
Studi Fenomena Minat Siswa Memanfaatkan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Putriana, Nanda; Ramli, M.; Wahyuni, Fitri
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p930-941

Abstract

Abstract: Guidance and counselling play a crucial role in facilitating student development. Interesting phenomena have been observed on one of the Junior High School in the city of Malang: students’ reluctance to attend the Guidance and Counselling room, their fear and anxiety when called to meet the counsellor and their suboptimal utilisation of Guidance and Counselling services. This qualitative study employed a phenomenological approach to describe students’ interests and the counsellors’ attempts towards Guidance and Counselling services. This study comprised students in seventh through ninth grades, counsellors, principals, vice principals for student affairs, and homeroom teachers serving as informants. The study’s findings indicated that (1) numerous students were interested in classical guidance services. On the other hand, counselling, group guidance, instagram ,and Bookshelf were less desirable; (2) Student interest was affected by elements of perception, school personnel, parents, society, and mass media; (3) counselors stimulate interest through the counseling program according to students' conditions, build harmonious relationships, and collaborate with teacher and parents; (4) School personnel, parents, and the government provide encouraging and inhibiting factors to cultivate student interest, which was subsequently reinforced through classical guidance for seventh grade, home visits, parenting seminars, and peer cooperation. Based on these findings, it is hoped that the counselor will assess the management program for the better. Abstrak: Bimbingan dan konseling memiliki posisi penting dalam memfasilitasi perkembangan siswa. Terdapat fenomena menarik pada salah satu SMP di kota Malang: siswa tidak tertarik mengunjungi ruang Bimbingan dan Konseling, ketakutan dan gugup ketika dipanggil untuk bertemu konselor, serta tidak optimal pemanfaatan layanan Bimbingan dan Konseling. Penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi ini bertujuan mendeskripsikan minat siswa beserta upaya konselor terhadap layanan Bimbingan dan Konseling. Informan penelitian adalah siswa kelas VII hingga IX, konselor, kepala sekolah, waka bidang kesiswaan, dan wali kelas. Penelitian menghasilkan temuan yaitu, (1) layanan bimbingan klasikal diminati banyak siswa. Sedangkan, konseling, bimbingan kelompok, instagram, dan rak buku kurang diminati; (2) Minat siswa dipengaruhi persepsi, personil sekolah, orang tua, masyarakat, dan media massa; (3) konselor menumbuhkan minat siswa melalui program BK sesuai kondisi siswa, membangun hubungan harmonis, serta kolaborasi dengan guru dan orang tua; (4) unsur pendukung dan penghambat menumbuhkan minat siswa berasal dari personil sekolah, orang tua, dan pemerintah, kemudian ditindaklanjuti melalui bimbingan klasikal untuk kelas tujuh, kunjungan rumah, seminar pengasuhan anak, dan kerjasama teman sejawat. Berdasarkan temuan tesebut diharapkan konselor mengevaluasi manajemen program menjadi lebih baik.
ELT Undergraduate Program Alumnus’ Perception towards Project-Based Learning Experience Larasati, Annisa; Harianti, Lisa Ramadhani
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p942-952

Abstract

Project-based learning as one of the recent innovations in teaching and learning methodology has been introduced rapidly in many higher institutions in Indonesia. In general, project-based learning consists of several steps: (1) driving questions, (2) situated inquiry, (3) collaboration, (4) integration of technology, (5) creating learning product. This methodology is a part of contextual teaching and learning, a learning approach that emphasizes the students’ interest and experiences and provides the means for reaching learning goals that requires higher order thinking skills. One example of the implementation of project-based learning happens in English Language Teaching study program in Department of English, Universitas Negeri Malang. This study program has equipped its students to experience this methodology in various courses both skill courses and content courses. Employing descriptive qualitative research method, this study investigated the perception of ELT UM alumnus about their experiences in their undergraduate degree program using project-based learning. This study involved 30 participants whom are the undergraduate alumni from ELT study program from year 2015-2019. The instrument used in this study were questionnaire for all participants and in-depth interview on some of the participants. The result and discussion section are classified into six sub-topics: strategies employed in teaching and learning process, critical thinking in PBL, collaboration in PBL, supporting tools in PBL, final product in PBL, and affective impact of PBL. It is expected that from this study, other researchers may get some insights to develop more understanding on project-based learning, while for teachers as facilitators may get some practical idea to implement this methodology in their teaching and learning process.
Pengembangan Spot Wisata Edukasi Motorik bagi Anak di Rest Area Desa Pagersari Al Ansyorie, M. Musthofa; Sugandi, R. Machmud; Suwarno, Eko; Rahayuningsih, Titi; Budi, Kevin Reznadya Setia
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p953-959

Abstract

Abstract: The needs of the community, especially Pagersari Village officials, Ngantang District, Malang Regency, in developing a rest area as a tourist area that is friendly to all ages is very urgent. Pagersari Village is still experiencing several obstacles in making details of each existing spot and related to the procurement of these spots. Apart from that, in relation to the realization process of each existing spot, the village requires assistance regarding technical implementation in the field. Solutions to solve this problem include (a) creating motor-based children's game spot designs, (b) implementing game spot designs. The method for implementing this service activity includes several stages, namely (1) preparation stage, (2) implementation stage, and (3) final stage. At each stage, several activities are carried out in accordance with the needs and plans for completing this community service activity. The output of this community service activity is expected to produce several outputs, including: 1 Copyright, 1 News in the Mass Media, 1 design implementation product, 1 product documentation, 1 published article. Abstrak: Kebutuhan masyarakat khususnya aparat Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dalam pengembangan rest area sebagai kawasan wisata yang ramah terhadap segala jenjang usia merupakan hal yang sangat mendesak. Desa Pagersari masih mengalami beberapa kendala dalam pembuatan detail dari masing-masing spot yang ada serta terkait pengadaan spot-spot tersebut. Selain itu juga dalam kaitannya dengan proses realisasi dari setiap spot yang ada pihak desa membutuhkan pendampingan terkait teknis implementasi dilapangannya. Solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut diantaranya adalah (a) pembuatan desain spot permainan anak yang berbasis motorik, (b) implementasi desain spot permainan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi beberapa tahapan yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap akhir. Pada masing-masing tahap dilaksanakan beberapa kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan rencana penyelesaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Luaran Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini nantinya diharapkan menghasilkan beberapa luaran antara lain: 1 Hak Cipta, 1 Berita di Media Massa, 1 produk implementasi desain, 1 dokumentasi produk, 1 artikel terpublikasi.
Penerapan Media Pembelajaran Game Puzzle Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II SD Negeri Kebonsari II Kota Malang Anggraini, Camelya; Sulistyowati, Prihatin; Cahyandari, Viky Ika
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p960-966

Abstract

Abstract: The aim of this research is to increase students' learning motivation towards learning outcomes by using puzzle game media. The subjects of this research activity were 28 Class II students at SD Negeri Kevonsari 2 Malang City as research subjects, the researchers made observations during the research and the head of the class teacher as a source of information on research activities. Data collection methods were carried out using test, observation and documentation techniques. This classroom action research was carried out in two stages, each of which included planning, action, observation and reflection. The results of the research conducted show that the use of puzzle game media can increase student learning motivation in Pancasila class II education subjects at Kebonsari 2 Public Elementary School, Malang City. This is evidenced by the increase in the average score of students' learning outcomes in the Pancasila Education subject, namely in the pre-cycle of 60%, the first cycle of 81.01% and the second cycle of 94.28%. This can also be seen from the students' activeness in interactive classroom learning. Abstrak: Tujuan penelitian yang dilaksanakan ialah guna peningkatan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar dengan menggunakan media game puzzle. Subyek kegiatan penelitian yang dilaksanakan ialah 28 siswa Kelas II SD Negeri Kevonsari 2 Kota Malang sebagai subyek penelitian, peneliti melakukan pengamatan atau observasi selama penelitian berlangsung dan kepala guru kelas sebagai sumber informasi kegiatan penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, observasi serta dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini digolongkan pada dua tahap dimana masing-masing didalamnya perencanaan, tindakan, observasi serta refleksi. Temuan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwasannya penggunaan media game puzzle bisa memicu peningkatan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran pendidikan Pancasila kelas II SD Negeri Kebonsari 2 Kota Malang. Hal ini dibuktikan dari nilai rata-rata hasil belajar mata pelajaran Pendiidkan Pancasila siswa yang meningkat yakni pada pra siklus 60%, siklus I 81,01% serta pada siklus II 94,28%. Hal tersebut juga bisa dicermati pada keaktifan siswa melakukan pembelajaran dikelas dengan interaktif.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Pemanfaatan Media Parikan (Papan Tarik Pecahan) Siswa Kelas IV SD Wahyuningsih, Dia; Hariani, Lilik Sri; Rukmini, Choiriyah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i102023p967-975

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to improve student learning outcomes in fractional material Mathematics subjects worth the use of Fractional Pull Board (PARIKAN) learning media in grade IV SDN Gadang 2 Malang. The type of research conducted was classroom action research with subjects of all grade IV students of SDN Gadang 2 Malang totaling 26 students. The research model used is Kemmis and McTaggart through 4 stages, namely planning, action or implementation (act), observation (observ), and reflection (reflect). Data collection techniques in this study are observation, learning outcome tests, and documentation. The results showed that the application of learning media can improve learning outcomes in Mathematics subjects of fractional material value. This can be seen from the pre-cycle results of the percentage of students who were completed by 8%, in the first cycle there was an increase with the acquisition of student learning outcomes by 50%, and for improvement and good results, actions were taken in the second cycle so as to obtain complete student results of 81%. Thus, it can be concluded that the use of Fractional Pull Board (PARIKAN) learning media can improve student learning outcomes in fractional material Mathematics subjects worth grade IV SDN Gadang 2 Malang. Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu guna meningkatkan hasil belajar Matematika siswa pada materi pecahan senilai dengan pemanfaatan media pembelajaran Papan Tarik Pecahan (PARIKAN) di kelas IV SDN Gadang 2 Malang. Jenis dari penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan seluruh siswa kelas IV SDN Gadang 2 Kota Malang sebagai subjeknya sejumlah 26 siswa. Model penelitian yang digunakan yaitu Kemmis dan McTaggart melalui 4 tahapan yaitu perencanaan (plan), tindakan atau pelaksanaan (act), observasi (observ), dan refleksi (reflect). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan dari penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar matematika yaitu pecahan senilai. Hasil penelitian tersebut dapat diketahui dari hasil pra siklus persentase siswa yang tuntas sebesar 8%, pada siklus I terjadi peningkatan dengan perolehan hasil belajar siswa sebesar 50%, dan untuk penyempurnaan dan hasil yang baik dilakukan tindakan siklus II sehingga memperoleh hasil siswa yang tuntas sebesar 81%. Oleh karena itu dapat kita simpulkan penggunaan media pembelajaran Papan Tarik Pecahan (PARIKAN) dapat meningkatkan hasil belajar materi matematika yaitu pecahan senilai kelas IV SDN Gadang 2 Malang.
Pelatihan Pengembangan Suplemen Kurikulum Merdeka Berbasis Kearifan Lokal bagi Guru SD Kota Malang Nuraini, Ni Luh Sakinah; Cholifah, Puri Selfi; Nabilla, Silva; Wahyuni, Misye Agustin Tri; Afifah, Rifdah; Aurelia, Davina
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i112023p976-984

Abstract

Abstract: The initial study was conducted on one of the partners of the PGSD department of the State University of Malang, namely a state elementary school in Malang City. Initial studies have been carried out in the Teaching Material Development Training scheme, in general, on the collection of teaching module assignments only completed by about 60 percent of participants. During spontaneous interviews at the activity, data showed that teachers found it difficult to implement the Independent Curriculum. Based on the assessment of partner needs and problems, the solution to solving these needs is to hold training. The proposer team initiated an activity, namely "Training on the Development of Independent Curriculum Supplements Based on Local Wisdom for Elementary School Teachers in Malang City." This training was held in the context of continuous professional development for teachers in Malang City. The implementation method in this service activity is divided into 3 stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. As a result, through training on the development of independent curriculum supplements based on local wisdom, it is able to provide benefits for partners, namely increasing understanding in developing supplements that are given the freedom to utilize the theme of local wisdom. Abstrak: Kajian awal dilakukan terhadap salah satu mitra dari departemen PGSD Universitas Negeri Malang yaitu sekolah dasar negeri yang ada di Kota Malang. Studi awal telah dilakukan dalam skema Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar, secara umum pada pengumpulan tugas modul ajar hanya diselesaikan oleh sekitar 60 persen partisipan. Pada saat dilakukan wawancara spontan pada kegiatan tersebut diperoleh data bahwa guru-guru merasa kesulitan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Berdasarkan kajian kebutuhan dan permasalahan mitra maka solusi untuk menyelesaikan kebutuhan tersebut yaitu dengan mengadakan sebuah pelatihan. Tim pengusul menggagas sebuah kegiatan yaitu “Pelatihan Pengembangan Suplemen Kurikulum Merdeka berbasis Kearifan Lokal untuk Guru-Guru SD di Kota Malang.” Pelatihan ini diadakan dalam rangka pengembangan keprofesionalan berkelanjutan bagi guru-guru di Kota Malang. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasilnya, melalui pelatihan pengembangan suplemen kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal, mampu memberikan manfaat bagi mitra yakni peningkatan pemahaman dalam pengembangan suplemen yang diberi kebebasan memanfaatkan tema kearifan lokal.