cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 204 Documents
Karakteristik Mikrobiologis, Kimiawi dan Profil Asam Amino dari Sari Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) yang Difermentasi Menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) Farah Amalia Azizah; Arina Tri Lunggani; Noer Laily
Jurnal Teknologi Pangan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2025.44237

Abstract

Sari kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) yang difermentasi menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY). Proses fermentasi dapat mempengaruhi aspek mikrobiologis dan kimiawi dari sari kacang koro pedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi terhadap total bakteri, total khamir, kadar protein terlarut dan profil asam amino dalam produk fermentasi sari kacang koro pedang serta untuk mengetahui pengaruh aktivitas bakteri dan khamir terhadap kadar alkohol, derajat proteolisis dan kadar gula reduksi dalam produk fermentasi sari kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu kadar gula yang ditambahkan dan lama waktu fermentasi. Kadar gula yang ditambahkan terdiri dari dua taraf yaitu gula 6% dan gula 10%. Lama waktu fermentasi yang digunakan terdiri dari tujuh taraf yaitu 0 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 7 hari, 8 hari, dan 10 hari. Setiap taraf dilakukan dua kali pengulangan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis varian (ANOVA) two way. Apabila hasil menunjukkan perbedaan nyata, maka dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu fermentasi berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap total bakteri, total khamir, kadar protein terlarut dan kadar asam amino. Aktivitas bakteri dan khamir juga menunjukkan pengaruh nyata (p<0.05) terhadap kadar alkohol, derajat proteolisis dan kadar gula reduksi. Derajat keasaman terendah berada di angka 4.01. Total bakteri mengalami peningkatan 2.6 x 106 cfu/mL- 43.9 x 106 cfu/mL. Total khamir meningkat dari 11.5 x 106 koloni/g - 66.63 x 106 koloni/g. Kadar protein terlarut mencapai 9.26 µg/mL. Kadar asam amino tertinggi adalah asam glutamat, prolin, dan valin. Kadar alkohol mengalami kenaikan hingga mencapai 5.14%. Kadar gula reduksi meningkat hingga 11.91 mg/mL pada hari ke 10 fermentasi. Derajat proteolisis meningkat dari 33.75% menjadi 76.5% pada fermentasi hari ke-8.Jack bean juice (Canavalia ensiformis) fermented using Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY).The fermentation process can affect the microbiological and chemical aspects of jack bean juice. The aim of this research was to determine the effect of fermentation time on total bacteria, total yeast, dissolved protein content and amino acid profile in the fermented product of jack bean juice and to determine the effect of bacterial and yeast activity on alcohol content, degree of proteolysis and reduced sugar content in fermented jack bean juice product. This research used a factorial completely randomized design (CRD) consisting of two factors, namely the added sugar content and the length of fermentation time. The added sugar content consists of two levels, namely 6% sugar and 10% sugar. The length of fermentation time used consisted of seven levels, namely 0 days, 2 days, 3 days, 4 days, 7 days, 8 days and 10 days. Each level was repeated twice. Data analysis was carried out using two way analysis of variance (ANOVA). If the results show a real difference, then a further DMRT test is carried out. The results showed that the length of fermentation time had a significant effect (p<0.05) on total bacteria, total yeast, soluble protein levels and amino acid levels. Bacterial and yeast activity also showed a significant influence (p<0.05) on alcohol content, degree of proteolysis and reducing sugar content. The lowest degree of acidity is 4.01. Total bacteria increased by 2.6 x 106 cfu/mL - 43.9 x 106 cfu/mL. Total yeast increased from 11.5 x 106 colonies/g - 66.63 x 106 colonies/g. Dissolved protein levels reached 9.26 µg/mL. The highest levels of amino acids are glutamic acid, proline and valine. Alcohol levels increased to 5.14%. The reducing sugar content increased to 11.91 mg/mL on the 10th day of fermentation. The degree of proteolysis increased from 33.75% to 76.5% on the 8th day of fermentation.
Perubahan Nilai Gizi dan Viabilitas Biji Lamtoro Mlanding [Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit] pada Optimasi Proses Skarifikasi Yasmin Aulia Rachma; Ratih Paramastuti; Lutfi Purwitasari; Sri Darmanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2025.52808

Abstract

Biji lamtoro mlanding (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) merupakan sumber protein nabati potensial yang belum termanfaatkan secara optimal, terutama karena adanya dormansi fisiologis akibat struktur kulit biji yang keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan suhu dan durasi skarifikasi termal terhadap viabilitas benih serta mengevaluasi perubahan nilai gizi biji selama proses perkecambahan. Rancangan penelitian terdiri dari dua tahap, yaitu penentuan perlakuan skarifikasi terbaik berdasarkan kecepatan perkecambahan dan Germination Rate Index (GRI), dan analisis perubahan komposisi karbohidrat, protein kasar, dan protein terlarut selama 72 jam perkecambahan pada kondisi optimal. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan 70 °C selama 15 menit menghasilkan viabilitas terbaik dengan kecepatan perkecambahan ±80%/hari dan GRI ±80. Perkecambahan selama 72 jam meningkatkan kandungan karbohidrat hingga 43,13%, protein kasar hingga 37,16%, dan memodifikasi kandungan protein terlarut secara optimal di durasi 72 jam perkecambahan. Hasil ini menunjukkan bahwa skarifikasi dan perkecambahan dapat meningkatkan kualitas gizi biji lamtoro mlanding, memperkuat potensinya sebagai bahan pangan fungsional lokal.
Pengaruh Substitusi Tepung Singkong pada Pembuatan Biscotti Terhadap Tekstur, Kadar Air, Daya Kembang, dan Sifat Organoleptik Edward Lukman Hakim Sofyan; Anang Mohamad Legowo; Swastika Dewi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2026.51372

Abstract

Biscotti merupakan salah satu jenis kue kering atau cookies yang kurang populer di Indonesia. Biscotti berasal dari negara Italia yang penamaannya berasal dari bahasa latin yakni “biscotus” yang berarti dua kali pemanggangan. Tujuan dilakukan dua kali pemanggangan agar didapatkan tekstur yang kering dan berwarna kecoklatan. Biscotti berpotensi dikembangkan di Indonesia dengan menambahakan citarasa lokal melalui substitusi bahan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari substitusi tepung singkong pada pembuatan biscotti terhadap tekstur, kadar air, daya kembang, dan organoleptik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga didapatkan 20 unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan yaitu perbedaan konsentrasi antara tepung terigu : tepung singkong, yaitu P0 100%:0% (b/b), P1 85%:15% (b/b), P2 70%:30% (b/b), dan P3 55%:45% (b/b). Prosedur penelitian yang dilaksanakan meliputi pembuatan biscotti serta pengujian parameter yang terdiri atas pengujian tekstur, kadar air, daya kembang, dan organoleptik. Data hasil pengujian dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikasi p<0,05 dan uji lanjut Duncan Multi Range Test (DMRT) apabila terdapat pengaruh dari perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susbstitusi tepung singkong pada pembuatan biscotti memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air, daya kembang, serta beberapa atribut organoleptik. Perlakuan P2 dengan substitusi 30% tepung singkong merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan tekstur yang cukup renyah, rasa yang gurih, dan paling disukai oleh panelis.Biscotti is a type of dry cake or cookies that is less popular in Indonesia. Biscotti comes from Italy, its name comes from the Latin word "biscotus" which means baked twice. The purpose of baking twice is to obtain a dry and brownish texture. Biscotti has the potential to be developed in Indonesia by adding local flavors through substitution of local ingredients. This study aims to determine the effect of cassava flour substitution in making biscotti on texture, water content, expansion power, and organoleptics.. The study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications so that 20 experimental units were obtained. The treatment applied was the difference in concentration between wheat flour : cassava flour, namely P0 100% : 0% (w/w), P1 85% : 15% (w/w), P2 70% : 30% (w/w), and P3 55% : 45% (w/w). The research procedures carried out included making biscotti and testing parameters consisting of testing texture, water content, expansion power, and organoleptics. The test result data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a significance level of p<0.05 and continued with Duncan Multi Range Test (DMRT) if there was an effect of treatment. The results of this study indicate that the substitution of cassava flour in making biscotti has a significant effect (p<0.05) on water content, expansion power, and several organoleptic attributes. Treatment P2 with 30% cassava flour substitution is the best treatment because it produces a fairly crispy texture, savory taste, and is most preferred by panelists.
Karakteristik Yoghurt Susu Sapi dengan Variasi Penambahan Ekstrak Kecombrang (Etlingera elatior) Popi Nurhopipah; Rifda Naufalin; Rumpoko Wicaksono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2025.41128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari yoghurt susu sapi dengan penambahan ekstrak kecombrang (Etlingera elatior) dengan variasi jenis ekstrak kecombrang dan konsentrasi penambahan ekstrak yang berbeda serta mengetahui perlakuan terbaik untuk menghasilkan yoghurt dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Materi yang digunakan adalah ekstrak kecombrang dengan pelarut air serta bahan untuk membuat yoghurt dengan larutan susu segar pasteurisasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor yang digunakan yaitu jenis ekstrak kecombrang meliputi ekstrak daun kecombrang, ekstrak bunga kecombrang serta ekstrak batang kecombrang dan faktor konsentrasi penambahan ekstrak yaitu 2,5%, 5% dan 7,5%. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan multiple range test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ekstrak kecombrang memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap viskositas, warna dan kandungan antioksidan serta sifat sensori yang meliputi rasa dan overall yoghurt. Sedangkan konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh nyata  (p<0,05) terhadap warna (a* dan b*) dan viskositas yoghurt. Perlakuan penambahan ekstrak bunga kecombrang sebesar 7,5% merupakan perlakuan terbaik dengan aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 59,48% serta dengan sifat kimia; kadar air 85%; kadar abu 0,99%; kadar lemak 5,65%; kadar protein 7,88% dan kadar karbohidrat 0,47%  yang sesuai dengan SNI 01 – 2981 – 2009.
Pengaruh Penambahan Kurma terhadap Kadar Air, Derajat Keasaman, Total Padatan Terlarut, dan Viskositas pada Yogurt Sari Kacang Hijau Dwi Asna Kartika; Anang M. Legowo; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2025.51501

Abstract

Kurma merupakan salah satu jenis buah yang mengandung glukosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pemanis alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kurma terhadap kadar air, derajat keasaman, total padatan terlarut, dan viskositas pada yogurt sari kacang hijau. Bahan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah susu UHT skimmed, kacang hijau, kurma, starter bakteri asam laktat, dan aquades. Penelitian menggunakan uji rancangan acak lengkap dengan variasi perlakuan yang diberikan adalah (P0) tanpa penambahan kurma 0%, (P1) penambahan kurma 10%, (P2) penambahan kurma 20%, dan (P4) penambahan kurma 30%. Parameter yang diamati adalah kadar air, derajat keasaman, total padatan terlarut, dan viskositas. Data hasil pengujian kadar air, derajat keasaman, total padatan terlarut, dan viskositas dianalisis dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Penambahan konsentrasi kurma yang semakin tinggi akan menurunkan kadar airnya. Nilai pH (derajat keasaman) juga berpengaruh, dimana nilai pH akan semakin turun seiring dengan meningkatnya penambahan konsentrasi kurma. Sedangkan untuk total padatan terlarut dan viskositasnya semakin meningkat seiring penambahan konsentrasi kurma. Perlakuan terbaik didapatkan dari penambahan kurma dengan konsentrasi 20%.
PENGARUH PEMANFAATAN EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN SENSORI TELUR ASIN ITIK PENGGING (Anas platyrhynchos) Yohanes Nostianto; Zakaria Husein Abdurrahman
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2026.57609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan ekstrak kayu manis ( Cinnamomum burmannii ) terhadap sifat fisik, kimia, dan sensori telur asin itik pengging ( Anas platyrhynchos ). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Penelitian dilakukan melalui pengujian kadar Air, Kipas Pewarna Kuning Telur , serta Organoleptik dan Hedonik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis statistik untuk mengetahui tidaknya pengaruh perlakuan terhadap masing-masing parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kayu manis pada pembuatan telur asin itik Pengging tidak berpengaruh nyata pada sifat fisik dan kimia yaitu Warna Kuning Telur dan Kadar Air. Penambahan kayu manis memberikan pengaruh nyata terhadap Sifat Organoleptik yaitu pada parameter aroma, rasa, dan tekstur, namun tidak berpengaruh nyata pada parameter warna dan aftertaste. Berpengaruh nyata juga terhadap Sifat Hedonik pada parameter rasa, namun tidak berpengaruh nyata pada parameter warna, aroma, dan tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini secara umum penambahan ekstrak kayu manis pada pembuatan telur asin itik Pengging mempengaruhi karakter sensori melalui interaksi senyawa aktif kayu manis yang terabsorpsi ke dalam telur pada saat proses pemeraman.
Pengaruh Proporsi Sukrosa dan High Fructose Syrup (HFS) Terhadap Sifat Kimia dan Mikrobiologi Kombucha Cascara Daffa Ramadhan; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2025.41190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi penambahan sukrosa dan High Fructose Syrup terhadap sifat kimia dan mikrobiologi kombucha cascara. Materi yang digunakan adalah kulit buah kopi (cascara) yang telah dikeringkan, media symbiotic colony bacteria and yeast (scoby), gula pasir, dan High Fructose Syrup (HFS) dengan formulasi bahan baku yang berbeda tiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 5 perlakuan berupa proporsi sukrosa dan HFS dengan kosentrasi masing-masing P1 (100%:0%), P2 (75%:25%), P3 (50%:50%), P4 (25%:75%), dan P5 (0%:100%). Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa kombucha casara dengan proporsi sukrosa dan HFS memberi pengaruh nyata (p≤0,05) terhadap sifat kimia dan mikrobiologi kombucha casacara. Perlakuan terbaik adalah P5 dengan proporsi sukrosa dan HFS (0%:100%) yang menghasilkan total bakteri 3,2 x 102 CFU/ml, total khamir 2,4 x 10 CFU/ml, total asam tertitrasi 0,52%, total padatn terlarut 5,35%, dan aktivitas air 0,73.
Evaluasi Sifat Kimia, Fisik, Mikrobiologi, dan Tingkat Kesukaan Saus Tomat (Solanum lycopersicum) Dengan Variasi Konsentrasi Tepung Produk Samping Tapioka (Onggok) Nadia Awalina Bunga Massita; Bayu Kanetro; Dwiyati Pujimulyani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2025.52989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung onggok sebagai bahan pengisi (filler) dalam pembuatan saus tomat. Saus dengan berbagai variasi konsentrasi akan diuji secara fisik meliputi viskositas, kimia meliputi total padatan terlarut, keasaman sebagai asam asetat, serat kasar, dan kadar air, mikrobiawi meliputi angka lempeng total, dan organoleptis untuk mengetahui mana variasi yang terbaik bergantung dari masing-masing sifat tersebut. Variasi konsentrasi tepung onggok sebagai filler yang ditambahkan dalam saus tomat yaitu 0%, 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penggunaan tepung onggok sebagai filler berpengaruh nyata terhadap kadar air, total padatan terlarut, serat kasar, keasaman dalam asam asetat, viskositas, dan angka lempeng saus tomat. Saus tomat dengan filler tepung onggok yang paling disukai berdasar uji hedonik oleh 25 panelis adalah saus tomat dengan konsentrasi filler 2,5% dengan karakteristik antara lain kadar air sebesar 64,44%, total padatan terlarut sebesar 11,58%, serat kasar sebesar 0,61%, keasaman sebagai asam asetat sebesar 0,23%, viskositas sebesar 33418 cP, dan angka lempeng total sebesar 1600 cfu/g This study aims to evaluate the effect of using onggok flour as a filler in making tomato sauce. Sauce with the various concentrations will be tested physically including viscosity, chemically including total soluble solids, acidity as acetic acid, crude fibre, and moisture content, microbially including total plate count, and organoleptically to determine which variation is the best depending on each of these properties. The concentration variation of onggok flour as filler added in tomato sauce is 0%, 1.25%, 2.5%, 3.75%, and 5%. Based on the results of the study, it is known that the use of onggok flour as a filler has a significant effect on moisture content, total soluble solids, crude fibre, acidity in acetic acid, viscosity, and plate number of tomato sauce. The most preferred tomato sauce with onggok flour filler based on hedonic test by 25 panellists was tomato sauce with 2.5% filler concentration with characteristics including moisture content of 64.44%, total soluble solids of 11.58%, crude fibre of 0.61%, acidity as acetic acid of 0.23%, viscosity of 33418 cP, and total plate number of 1600 cfu/g.
Peningkatan Kandungan Omega-3 dengan Komposisi Pakan Berbasis Maggot, Daun Kelor, dan Minyak Ikan dalam Mendukung Produksi Telur dan Efisiensi Biaya Usaha Peternakan Ayam Petelur di Desa Tangkisan Karnoto Karnoto; Eko Hidayanto; Septo Pawelas Arso; Nuril &#039;Azizin Ni&#039;mah Awaliyah; Nagita Savana Zulfa; Risma Wydia Indriasti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2026.59668

Abstract

Produksi telur ayam petelur di Desa Tangkisan masih menghadapi kendala berupa pemberian pakan yang belum terformulasi secara tepat sehingga kualitas telur dan nilai tambah produk belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas telur melalui pendampingan formulasi pakan berbasis jagung, bekatul, maggot (Hermetia illucens), daun kelor (Moringa oleifera), minyak ikan, dan tepung cangkang telur. Metode yang dilakukan meliputi observasi, wawancara, penyuluhan, pelatihan formulasi pakan, serta pendampingan selama 14 hari yang disertai monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kandungan omega-3 telur meningkat dari 209,4 menjadi 332,9 (duplo). Selain itu, hasil monitoring menunjukkan adanya peningkatan ukuran telur serta warna kerabang yang lebih seragam. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman peternak mengenai penyusunan ransum yang seimbang dan pemanfaatan bahan pakan lokal sebagai alternatif penyusun pakan. Perbaikan formulasi pakan berbasis bahan lokal berpotensi menghasilkan telur bernilai tambah sekaligus meningkatkan efisiensi biaya usaha peternakan ayam petelur dengan BCR sebesar 1,37 yang menunjukkan bahwa program layak untuk diterapkan.
PERBEDAAN KADAR PROTEIN, KADAR LEMAK, KECEPATAN LELEH, DAN MUTU HEDONIK ES KRIM MERK C DAN D Dimas Ariawan; Bambang Dwiloka; Sri Mulyani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2025.41477

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar protein, kadar lemak, kecepatan leleh, dan mutu hedonik es krim merk C dan D. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kadar protein, kadar lemak, dan kecepatan leleh masing-masing diulang 10 kali, sedangkan hedonik dinilai oleh 25 orang panelis. Perbedaan kadar protein, kadar lemak, kecepatan leleh, dan mutu hedonik es krim C dan D diuji dengan uji-t independen pada taraf kepercayaan 95%. Semua data dihitung dengan bantuan komputer aplikasi program SPSS for windows 26.0. Berdasarkan hasil penelitian dan uji-t, dapat diketahui bahwa es krim merk D  memiliki total lemak yang tinggi (3,42 ± 0,89%) dibandingkan dengan es krim merk C (3,70 ± 1,27%). Uji kecepatan leleh es krim merk C 25,30 ± 4,04a  (menit) memiliki kecepatan leleh yang cukup lama dibandingkan dengan es krim merk D 24,12 ± 3,46b (menit), total lemak menunjukan es krim merk C 9,82 ± 3,11(%) memiliki total lemak lebih tinggi dibandingkan dengan es krim merk D 7,81 ± 0,71 %). Uji hedonik yang dilakukan menunjukan hasil bahwa responden panelis menyatakan menyukai es krim merk C dan D ditinjau dari daya terima. Kandungan protein, lemak pada es krim merk C dan D tidak berbeda, dan uji kecepatan leleh es krim merk C dan D berbeda.