cover
Contact Name
Jhon Hardy Purba
Contact Email
daiwiwidya1@gmail.com
Phone
+6287762695157
Journal Mail Official
daiwiwidya1@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
ISSN : 2406730X     EISSN : 26227169     DOI : https://doi.org/10.37637
Core Subject : Education,
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles 406 Documents
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK LATIHAN ASERTIF UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS VIII K DI SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Dewi, Kadek Novita
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1782

Abstract

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui apakah teori konseling behavioral dengan teknik latihan asertif efektif dapat meningkatkan interaksi sosial pada siswa kelas VIII K di SMP N 1 Seririt tahun pelajaran 2022/2023. Dalam penelitian ini digunakan 40 siswa kelas VIII K di SMP N 1 Seririt tahun pelajaran 2022/2023 sebagai subjek penelitian. Penelitian terfokus pada 10 siswa di kelas VIII K di SMP N 1 Seririt yang memiliki tingkat interaksi sosial yang dalam kategori rendah dan sangat rendah untuk selanjutnya diberikan tindakan berupa konseling behavioral menggunakan teknik latihan asertif. Dalam penelitian ini, peningkatan interaksi sosial pada siswa kelas VIII K di SMP N 1 Seririt merupakan objek penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang interaksi sosial siswa, metode pengumpulan datanya dibagi menjadi dua yaitu metode utama dan metode pelengkap. Metode utama berbentuk kuesioner dan metode pelengkapnya adalah observasi dan wawancara yang berfungsi sebagai perbandingan antara data kuesioner dengan data yang sesungguhnya. Hasil penelitian menunjukan teknik latihan assertif memiliki signifikasi terhadap interaksi sosial, ditandai pada perubahan awal presentase yaitu 75 % mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 87,5 % dan dilanjutkan ke siklus II lagi mengalami peningkatan menjadi 95 %. Artinya terjadi peningkatan pada interaksi sosial siswa setalah memperoleh teknik latihan assertif. Kesimpulan penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat interaksi sosial sebelum dan sesudah pelaksanaan latihan asertif. Hal ini berarti bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik latihan assertif efektif untuk meningkat interaksi sosial siswa kelas VIII K di SMP N 1 Seririt.Kata Kunci : Interaksi sosial, Latihan Asertif
PENGARUH POLA ASUH PERMISIF TERHADAP SIKAP AGRESIF SISWA SMP LAB UNDIKSHA Ursula, Putu Abda; Nisaa, Rofi'ud Darojatin
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1778

Abstract

Pola asuh merupakan pola interaksi antara anak dan orang tua secara berkelanjutan dari baru lahir hingga dewasa yang berkaitan dengan kondisi fisik, kondisi psikologi, maupun norma-norma yang berlaku di masyarakat. Implementasi pola asuh yang kurang tepat akan berdampak langsung kepada individu tersebut, dalam hal ini peneliti ingin mengetahui secara mendalam terkait dampak yang ditimbulkan oleh pola asuh terhadap perilaku agresif pada siswa. Peneliti berinisiatif melakukan penelitian ini di sekolah SMP LAB Undiksha, karena jika dilihat dari letak sekolahnya yang berada di pusat kota maka kecenderungan siswa-siswa yang bersekolah disana memiliki gaya hidup yang lumayan tinggi, pola asuh yang biasanya dilakukan oleh kelompok gaya hidup yang tinggi adalah pola permisif, peneliti berharap pola asuh yang ada tidak berdampak negatif kepada siswa disana. Hal yang dilakukan yaitu peneliti pertama kali mencari tahu apakah ada siswa yang mendapatkan pola asuh permisif dari orang tuanya melalui penyebaran kuisioner ke seluruh siswa di SMP LAB Undiksha yang berjumlah 141 orang, setelah itu diperoleh data yaitu sebanyak 58 siswa yang mendapatkan pola asuh permisif. Setelah itu siswa yang mendapatkan pola asuh permisif diberikan kuisioner lanjutan yaitu kuisioner sikap agresif. Hasil yang diperoleh terdapat 37 siswa yang menunjukkan memiliki sikap agresif dan sisanya sejumlah 21 siswa tidak menunjukkan sikap agresif. Setelah itu peneliti melakukan Uji Korelasi maka di dapatkan hasil sejumlah 0,631 yang berarti hasilnya kuat. Maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa pola asuh permisif berpengaruh terhadap sikap agresif siswa.Kata Kunci : Pola Asuh Permisif, Agresif
AUDITORY AND VISUAL DISORDER SERTA LAMBAN BELAJAR Palguna, Gede Adi
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1783

Abstract

Auditory disorder atau gangguan pendengaran dan visual disorder atau gangguan penglihatan sering menimpa anak-anak usia sekolah. Anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran tidak dapat memproses apa yang mereka dengar dengan cara yang sama seperti yang dilakukan anak-anak lain karena telinga dan otak mereka tidak sepenuhnya berkoordinasi. Ada sesuatu yang mengganggu jalannya otak dalam mengenali dan menafsirkan suara, terutama ucapan. Anak-anak dengan gangguan penglihatan juga diakibatkan oleh adanya gangguan pada syaraf-syaraf pendukung penglihatan anak. Sedangkan anak yang lamban belajar (slow learner) mengalami kendala dalam proses penerimaan informasi dan isntruksi yang diberikan oleh orang lain sehingga hal itu berdampak pada kecepatan anak dalam memberikan respon. Dengan pendekatan dan penanganan yang tepat, anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan, pendengaran serta lamban belajar bisa sukses di sekolah dan di kehidupannya. Oleh sebab itu, diagnosis dini itu penting untuk membantu anak mengantisipasi masalah belajar yang lebih besar lagi dalam hidup anak. Dalam artikel ini akan dibahas tentang definisi, gejala serta upaya penanganan anak yang mengalami gangguan pendengaran, penglihatan serta lamban belajar.Kata Kunci: Auditory Disorder, Visual Disorder, Slow Learner
HUBUNGAN ANTARA KOEFISIEN EFEK SPURIOUS OVERLAP (ESO) DENGAN KOEFISIEN KORELASI PRODUCT MOMENT SEBELUM DIKOREKSI OLEH EFEK SPURIOUS OVERLAP (rix) BUTIR TES KEMAMPUAN BERPIKIR MANTIK Puger, I Gusti Ngurah; Dewi, Kadek Yati Fitria
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1774

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan secara signifikan antara koefisien efek spurious overlap (ESO) dengan koefisien korelasi product Moment sebelum dikoreksi oleh efek spurious overlap (rix) butir tes kemampuan berpikir mantik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Seririt, sedangkan sampelnya berupa respon 100 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Seririt setelah diberikan tes kemampuan berpikir mantik yang dipilih secara purposive sampling. Tes kemampuan berpikir mantik yang digunakan sudah memiliki kelayakan untuk digunakan lebih lanjut, dikaji dari koefisien content validity (VI), koefisien reliabilitas (r”) respon antar-rater, validitas butir, dan reliabilitas tes. Untuk menganalisis data mengenai hubungan antara koefisien efek spurious overlap dengan koefisien korelasi Product Moment sebelum dikoreksi oleh efek spurious overlap butir tes kemampuan berpikir mantik digunakan formula korelasi Product Moment dari Pearson. Dari hasil analisis data diperoleh temuan bahwa koefisien efek spurious overlap (ESO) berhubungan secara terbalik dengan koefisien korelasi Product Moment sebelum dikoreksi oleh efek spurious overlap (rix) butir tes kemampuan berpikir mantik. Dari temuan yang sudah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa koefisien efek spurious overlap (ESO) berhubungan secara terbalik dengan koefisien korelasi Product Moment sebelum dikoreksi oleh efek spurious overlap (rix) butir tes kemampuan berpikir mantik.Kata Kunci: Efek spurious overlap, koefisien korelasi Product Moment, dan kemampuan berpikir mantik.
HUBUNGAN KEPRIBADIAN BIG FIVE DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMA Wedhayanti, Gitta Citra
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1779

Abstract

Bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan oleh satu siswa atau lebih dan diulang setiap waktu. Bullying terjadi karena masyarakat di Indonesia masih menganggap bahwa bullying adalah tindakan yang wajar dan sering kali guru ikut serta terlibat dalam perilaku bullying di sekolah. Beberapa dampak dari bullying yaitu individu menjadi tidak percaya diri, menarik diri, harga diri rendah, merasa diasingkan, tidak mau melanjutkan sekolah hingga menyebabkan kematian. Terdapat berbagai faktor penyebab bullying, salah satunya adalah kepribadian. Big five personality menjelaskan terdapat lima trait atau kepribadian yaitu neuoriticism atau emotional stability, extraversion, agreeableness, openness dan conscientiousness. Berdasarkan hasil penelitian pada lima jurnal diketahui bahwa terdapat hubungan antara big five personality dengan perilaku bullying. Individu yang memiliki traits atau kepribadian agreeableness dan conscientiousness yang rendah dinilai memiliki perilaku bullying yang cukup tinggi, sedangkan individu dengan traits atau kepribadian neuroticism atau emotional stability dengan skor tinggi dinilai cenderung memiliki perilaku bullying.Kata Kunci: Bullying, Big Five Personality, Kepribadian
GEJALA DAN UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR (DISLEKSIA) Dewi, Kadek Yati Fitria; Uliani, Ni Putu
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1784

Abstract

Dyslexia merupakan salah satu jenis kesulitan belajar, utamanya kesulitan dalam membaca dan menulis yang biasanya dialami oleh beberapa anak di dunia ini. Menurut Child Development Institue, (2008:1) (Martini Jamaris, 2014: 139) bahwa kasus dyslexia ditemui antara 3-6% dari jumlah penduduk. Namun, kasus yang berkaitan dengan kesulitan membaca yang tidak digolongkan ke dalam dyslexia ditemui lebih dari 50% dari jumlah penduduk. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diterapkan metode Fernald, metode Gillingham, dan metode Analisis Glass. Pembelajaran metode tersebut berpusat pada pengembangan metode pengajaran membaca multisensoris yang sering dikenal pula sebagai metode VAKT (Visual, auditory, kinesthetic, and tactile), pendekatan terstruktur taraf tinggi, dan metode pengajaran melalui pemecahan sandi kelompok huruf dalam kata. Mulyadi, (2010: 164) menuliskan bahwa dyslexia merupakan gangguan yang bersifat heterogen, dan masing-masing ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam melakukan studi dyslexia. Mulyadi, (2010: 169) juga menuliskan teori kognitif yang terbagi menjadi dua teori, yaitu: (a) phonological deficit theory dan (b) double deficit theoryKata Kunci: Disleksia, kesulitan belajar, gejala, penanganan
TEKNIK STOP SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL EMOSIAL FASE PONDASI Setiawan, Gede Danu
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1775

Abstract

Penelitian yang digunakan pada studi ini adalah metode kualitatif, Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan Teknik STOP untuk meningkatan keterampilan social emosional khususnya pada kesadaran diri (mindfulness) siswa pada fase Pondasi. Subyek pada penelitian ini adalah siswa-siswa di TK Negeri Desa Banjar Tegeha dan TK Pelita Kasih tang merupakan pelaksana program Sekolah Penggerak Angkatan pertama yang beberapa siswanya memiliki kesadaran diri (mindfulness) yang rendah seperti yang ditunjukan dari beberapa hal seperti siswa yang kurang konsentrasi dalam pembelajaran, tidak focus dalam pembelajaran, suka melamun didalam kelas, setelah waktu peralihan dari makan siang menuju pembelajaran/permainan berikutnya kadang tidak focus, dan perilaku lainnya. Setelah diberikan Teknik STOP pada jeda makan siang menuju permainan/pembelajaran selanjutnya yang dilakukan secara berkesinambungan selama tiga bulan berturut turut Guru-guru merasa ada perubahan konsentrasi pada siswa-siswa setelah jeda makan siang,anak-anak semakin bersemangat seperti awal mereka datang kesekolah. Hal ini diperkuat dengan kolaborasi yang dilakukan bersama dengan orang tua, orang tua dijelaskan tujuan dari pemberian treatmen ini. Orang tua merasa hal ini sangat penting karena kehadiran sepenuhnya (mindfulness) sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Namun masih ada beberapa anak yang perlu penanganan khusus saat-saat muncul kondisi seperti diawal. Hal ini masih terus diterapkan pada satuan Pendidikan fase pondasai khususnya pada TK Negeri Desa Banjar Tegeha dan TK Pelita Kasih.Kata Kunci: Teknik STOP, Keterampilan Sosial Emosional, Kesadaran Diri (MindFullness)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII A SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2022/2023 DI SMP NEGERI 5 DENPASAR Liliawati, Tjokorda Istri Agung
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1780

Abstract

Terpacu oleh rendahnya prestasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Denpasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang baru mencapai rata-rata 70,10 dan masih di bawah KKM yang dituntut, membuat peneliti giat melakukan perbaikan. Sebagian besar siswa belum mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua tahap yakni siklus I dan siklus II. Pengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Sare (TPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia telah membuat prestasi siswa menjadi meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan melihat adanya peningkatan prestasi belajar dari data awal nilai rata-rata sebesar 70,10pada siklus I rata-rata meningkat menjadi 78,35 Pada siklus II prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan menjadi 83,63 dari siklus I. Ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 30% pada data awal menjadi 70% pada siklus I dan pada siklus II ketuntasan juga mengalami peningkatan menjadi 98%. Saran yang diajukan berdasarkan hasil penelitian yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Sare (TPS) dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Sare (TPS), Prestasi Belajar
PENGARUH MEDIA SOSIAL BAGI PROSES BELAJAR SISWA Handayani, Kadek Widya
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1785

Abstract

Perkembangan media sosial membuat kinerja menjadi lebih cepat, tepat, akurat sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang dihasilkan. Adapun media sosial yang sering digunakan pada saat ini adalah Facebook, Twitter, Instagram, Path, Tumblr, dan media sosial yang lainnya. Salah satu pengguna media sosial sekarang adalah pelajar, karena dengan menggunakan media sosial pelajar dapat dengan mudah berkomunikasi jarak dekat maupun jarak jauh tanpa harus bertatap muka atau bertemu. Media sosial bagi para pelajar merupakan hal yang penting tidak hanya sebagai tempat memperoleh informasi yang menarik tetapi juga sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup. Pemanfaatan media sosial sebagai media belajar telah menunjang sebuah teori klasik mengenai teori pembelajaran sosial. Teori ini mengatakan bahwa proses belajar sosial berfokus pada bagaimana seorang individu belajar dengan menjadikan orang lain sebagai subjek belajarnya (Bandura, 2001)Kata Kunci: Media Sosial, Proses Belajar
WACANA NGATURIN ANALISIS BENTUK FUNGSI DAN MAKNA Yaniasti, Ni Luh
Daiwi Widya Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i3.1776

Abstract

Wacana ngaturin merupakan wacana ritual sehingga keberadaannya disakralkan oleh masyarakat pendukungnya. Ngaturin merupakan proses dalam pernikahan yang harus dilaksanakan oleh setiap pasangan suami-istri. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bentuk, fungsi, dan makna wacana ngaturin yang ada di Desa Adat Sembiran. Data dikumpulkan secara langsung dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan dengan teknik rekam dan catat sertaa foto, kemudian dianalisis. Analisis bentuk digunakan teori struktur dari Teeuw, sehingga wacana ngaturin meliputi aspek bahasa, stilistika, dan sarana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana ngaturin memiliki fungsi dalam masyarakat, khususnya yang ada di Desa Adat Sembiran. Analisis fungsi yang digunakan yaitu, fungsi manifes/tampak dan fungsi laten/terselubung dari Merton dalam Kaplan dan Manners. Fungsi-fungsi yang diperoleh dalam wacana ini adalah fungsi budaya, fungsi sosial, fungsi komunikatif, dan fungsi pendidikan. Wacana ngaturin sebagai karya sastra agama mengandung unsur-unsur simbolis yang penuh makna. Dalam analisis makna digunakan teori semiotik dari Ferdinand de Saussure, yakni signifie/ petanda dan signifient/penanda dan Ferdinand de dikompilasikan dengan teori Aart Van Zoest, yaitu tentang tanda. Untuk memahami makna secara komprehensif diterapkan konsep hermeneutik. Dengan demikian, makna wacana ngaturin dikaitkan dengan kedudukannya sebagai sastra agama, yakni makna sradha, makna tri hjta karana, makna religius, dan makna simbolis. Hasil yang paling hakiki dalam penelitian ini adalah ditemukannya suatu makna kesejahteraan lahir dan batin bagi pasangan suami-istri melalui sarana dan komunikasi vertikal, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Di samping itu, wacana ini dapat ditranskripsikan ke dalam bentuk tulis.Kata Kunci: Ngaturin, Analisis Fungsi Bentuk Dan Makna