cover
Contact Name
Agustinus Konda Malik
Contact Email
aguskondamalik@staf.undana.ac.id
Phone
+6281237987345
Journal Mail Official
jurnalpeternakan@undana.ac.id
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui, Kupang Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Peternakan Lahan Kering
ISSN : -     EISSN : 27147878     DOI : -
Jurnal Peternakan Lahan Kering (JPLK) menerbitkan artikel hasil penelitian yang meliputi Produksi ternak, Pakan dan nutrisi ternak, Reproduksi dan pemuliaan ternak, Teknologi hasil ternak, Sosial ekonomi peternakan, dan Kesehatan ternak
Articles 201 Documents
Pengaruh Substitusi Tepung Jagung dengan Batang Pisang Terfermentasi terhadap Konsumsi, Kecernaan Protein dan Energi pada Ternak Babi Duroc Fase Grower: Effect of Corn Flour Substitution with Banana Stem Fermentation on Consumption, Protein Digestability and Energy in Duroc Grower Pig Maria Gordince Owa; Tagu Dodu; Wilmientje Marlene Nalley
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of research is to test the influence of corn flour substitution with fermented banana rodsagainst consumption and digestion of protein, consumption and digestion of energy in pig cattle durocphase grower. The material used is 12 pigtails duroc phase grower that has a starting weight of 45-55kg with an average of 51.25 kg (KV=7,02%). This research uses a complete random design (RAL)with 4 treatments and 3 repeats. The treatment used is P0: the bed without the mixture of fermentedbanana stem, P1: the ration contains 5% fermented banana rod, P2: the ration contains 10% offermented banana stems and P3: the ration contains 15% of fermented banana stems. The measuredvariable is the consumption and digestion of protein and energy. Analysis results show the influence ofcorn flour substitution with fermented banana stems of 5, 10 and 15 intangible effects (P>0,05) againstprotein ingestion, energy consumption and energy ingestion, and real effect (P<0,05) against proteinconsumption. It is concluded that the substitution of corn flour with fermented banana stems up to 15%level increases protein consumption but up to 15% level increases protein consumption and lowersrational consumption, protein ingestion, energy consumption and energy in pigs doruc phase grower. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh substitusi tepung jagung dengan batang pisangterfermentasi terhadap konsumsi dan kecernaan protein, konsumsi dan kecernaan energi pada ternakbabi duroc fase grower. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi duroc fase grower yangmemiliki berat badan awal 45-55 kg dengan rataan 51,25 kg (KV=7,02%). Penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalahP0: ransum tanpa campuran batang pisang terfermentasi, P1: ransum mengandung 5% batang pisangterfermentasi, P2: ransum mengandung 10% batang pisang terfermentasi dan P3: ransum mengandung15% batang pisang terfermentasi. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan protein danenergi. Hasil analisis menunjukkan pengaruh substitusi tepung jagung dengan batang pisangterfermentasi sebanyak 5, 10 dan 15 berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein,konsumsi energy dan kecernaan energi, dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein.Disimpulkan bahwa substitusi tepung jagung dengan batang pisang terfermentasi hingga level 15%meningkatkan konsumsi protein namun hingga level 15% meningkatkan konsumsi protein danmenurunkan konsumsi ransum, kecernaan protein, konsumsi energy dan kecernaan energy pada ternakbabi doruc fase grower.  
Suplementasi Tepung Daun Asam dalam Ransum terhadap Pertambahan Ukuran Linear Tubuh dan Prediksi Bobot Badan Ternak Babi Landrace Fase Grower: Tamarind Leaf Flour Supplementation in the ration on the increase in linear body size and prediction of body weight for Landrace Pigs in the Grower Phase Sepriyono Aklili; W. Marlene Nalley; Tagu Dodu
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of tamarind leaf powder supplementation on (Tamarindus indical L.)supplementation in the basal ration on the increase in linear body size and prediction of body weight of pigs.Twelve landrace castration male pigs aged 3-4 months with initial body weight of 35.5-64 kg (CV=23.65%)were used as research animals. The design used was a randomized block design with 4 treatments and 3replications. The treatments tested were T0: basal ration (control), T1: basal ration (BR) + 2.5% tamarind meal(TM), T2: BR + 5% TM, T3: BR + 7.5% TM. The variables measured were body length, schest circumference,height, predicted body weight. The results of the analysis showed that the treatment had no significant effect(P>0.05) on body length, chest circumference, height, prediction of body weight. It can be concluded that thesupplementation of tamarind leaf powder in the basal ration up to 7.5% has not had an effect on body length,chest circumference, height and prediction of body weight. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh suplementasi tepung daun asam (Tamarindus indical L.) dalamransum basal terhadap pertambahan ukuran linear tubuh dan prediksi bobot badan ternak babi. Ternak babijantan kastrasi peranakan landrace sebanyak 12 ekor berumur 3-4 bulan dengan berat badan awal 35,5-64 kg(KV=23,65%) digunakan sebagai ternak penelitian. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acakkelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah R0: ransum basal (kontrol), R1:ransum basal (RB) + 2,5% tepung daun asam (TDA), R2: RB + 5% TDA, R3: RB + 7,5% TDA. Variabel yangdiukur adalah panjang badan, lingkar dada, tinggi badan, prediksi bobot badan. Hasil analisis menunjukkanbahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap panjang badan, lingkar dada, tinggi badan, prediksibobot badan. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung daun asam dalam ransum basal hingga 7,5% belummemberikan pengaruh terhadap panjang badan, lingkar dada, tinggi badan dan prediksi bobot badan.  
Penggunaan Rumput Laut (Eucheuma cottoni) terhadap Konsumsi dan Kecernaan Nutrisi Pedet Sapi yang Disapih Dini: The Effect of Using Seaweed (Eucheuma cottoni) on Consumption and Digestibility Nutrion of Early-Weaned Calves Desri Debora Sabneno; Tara Tiba Nikolaus; Jalaludin Jalaludin
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the effect of using red seaweed (Eucheuma cottoni) onconsumption and nutrients digestibility in early weaned calves. In this study, 16 bali cattle calves were used withbody weight of 30-40 kg with an age range of 3-4 months. This study used a Randomized Block Design (RBD)with 4 treatments and 4 periods as replications. The applies given is complete feed with Eucheuma cottonicontents of 0% (CT0), 5% (CT5), 10% (CT10), and 15% (CT15) respectively. The result showed that the use ofEucheuma cottoni in the ration did not reduce consumption and digestibility of nutrient of early weaned Balicalf. Moreover, use of Eucheuma cottoni in the complete feed up to 15% had the same effect with the othertrearments which did not reduce consumption and digestibility of nutrients. It was concluded that use ofEucheuma cottoni up to 5-15% in complete feed did not reduce consumption and digestibility of nutritents. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan rumput laut merah(Eucheuma cottoni) terhadap konsumsi dan kecernaan nutrisi pada pedet yang disapih awal. Pada penelitiandigunakan 16 ekor pedet sapi bali dengan bobot badan 30-40 kg dengan kisaran umur 3 – 4 bulan digunakandalam penelitian ini. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuandan 4 periode sebagai ulangan. Pemberian yang diterapkan adalah pakan lengkap dengan kandungan (Eucheumacottoni) berturut-turut 0% (CT0), 5% (CT5), 10% (CT10), dan 15% (CT15). Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemberian rumput laut merah (Eucheuma cottoni) hingga 15% tidak menurunkan konsumsi dankecernaan nutrisi ransum; Disimpulkan bahwa suplementasi rumput laut merah dapat digunakan sebagaikonsentrat pada pakan pedet sapi bali mencapai 5-15%.  
Pengaruh PenggunaanPakan Komplit Berbahan Dasar Lamtoro (Leucaena leucocephala)Dan SilaseCampuran Jerami Jagung Muda (Zea mays) Dan Daun Gamal (Gliricidia sepium) terhadap Konsumsi, Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Sapi Bali Jantan Penggemukan: The Effect Of Feeding Completely Feeding Based On Lamtoro and Silage Mixed Of Young Corn Straw (Zea mays) and Gamal Leaves (Gliricidia sepium) on Consumption, and Digestability Of Dry Materials and Organic Materials of Bali femince Bulla; Grace Maranatha; Daud Amalo
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study was to determine the effect of complete feed made from leucaena( Leucaena leucocephala) and silage mixture of young corn straw (Zea mays) - Gamal leaf (Gliricidia sepium) on consumption and digestibility of dry matter and organic matter for fattening male Bali cattle. With an age range of 1 - 1.5 years as many as 4 tails, with a body weight of 148 - 156 kg with an average of 152.50 kg. The design used in this study was the Latin Square Design (LSD) with four treatments and four as replication. The treatments in this study were P0 = leucaena feed (control), P1 = leucaena 60% + silage 30% + concentrate 10%, P2 = leucaena 50% + silage 40% + concentrate 10%, P3 = leucaena 40% + silage 50% + concentrate 10%. The average value of dry matter consumption (g/h/d) (P0 : 5,695.96, P1 : 6,241.88, P2 : 5. 705.51, P3 : 4,927.23), organic matter consumption ( g/h/d) (P0 : 4,801.69 , P1 : 5,373.51, P2 : 4,922.45, P3 : 4,257.06), dry matter digestibility (%) (P0 : 68.11, P1 : 72.35, P2 : 74.60, P3 : 71.84), organic matter digestibility (%) (P0 : 70.58, P1 : 72.32, P2 : 75.03, P3 : 72.09). Statistical analysis showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on dry matter consumption, organic matter consumption, as well as dry matter digestibility, and organic matter digestibility. Based on the results of the discussion, it can be concluded that silage (young corn straw and gamal leaves) with a ratio of 70:30% can be used up to 50% in a complete ration mixture made from lamtoro in fattening Bali cattle because it provides the same consumption and digestibility of dry matter and organic matter. ABSTRAK Suatu penelitian tentang pemberian pakan lamtoro dan silase pada penggemukan sapibertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbahan dasar lamtoro(Leucaena leucocephala) dan silase campuran jerami jagung muda (Zea mays) dan daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering serta bahan organik sapi Bali jantan penggemukan. Dengan kisaran umur 1 - 1,5 tahun sebanyak 4 ekor, dengan bobot badan 148 – 156kg dengan rataan 152,50kg. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan percobaan mengikuti pola rancangan bujur sangkar latin yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P0 = lamtoro (kontrol), P1 = lamtoro 60% + silase 30% + konsentrat 10%, P2 = lamtoro 50% + silase 40% + konsentrat 10%, P3 = lamtoro 40% + silase 50% + konsentrat 10%. Nilai rata-rata dari konsumsi bahan kering (g/e/h) (P0 : 5.695,96, P1 : 6.241,88, P2 : 5. 705,51, P3 : 4.927,23), konsumsi bahan organik (g/e/h) (P0 : 4.801,69, P1 : 5.373,51, P2 : 4.922,45, P3 : 4.257,06), kecernaan bahan kering (%) (P0 : 68,11, P1 : 72,35, P2 : 74,60, P3 : 71,84), kecernaan bahan organik (%) (P0 : 70,58, P1 : 72,32, P2 : 75,03, P3 : 72,09). Kajian statistik mengindikasikan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, dan bahan organik, serta kecernaan bahan kering, serta bahan organik. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa silase (jerami jagung muda dan daun gamal) dapat digunakan sampai 50% dalam campuran ransum komplit berbahan dasar lamtoro pada ternak sapi Bali dapat memberikan penggunaan bahan kering serta bahan organik yang sama.
Pengaruh Penggunaan Tepung Limbah Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) Terfermentasi terhadap Konsumsi Ransum, Konsumsi dan Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Starter: The Effec the Use of Fermented Red Seaweed (Eucheuma cottonii) Waste Flour on Consumption, and Digestability of Crude Fiber and Crude Fat In Cross Breed Landrace Starter Pigs Delvi Yoblina Tallas; Ni Nengah Suryani; Sabarta Sembiring
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of using fermented red seaweed (Eucheuma cottonii) waste flour onconsumption and digestibility of crude fiber and crude fat in starter phase landrace crossbreed pigs. Thematerial used was 12 landrace crossbreed pigs in the starter phase, aged 1-2 months with an initial body weightof 6.5-26 kg with an average of 20.11 Kg (KVariation) = 41.56%). This study used a randomized block designwith 4 treatments and 3 replications. The treatments were R0: basal ration without fermented red seaweed wasteflour (TLRLMF), R1: basal ration + 5% TLRLMF, R2: basal ration + 10% TLRLMF, R3: basal ration + 15%TLRLMF. The variables studied were consumption, digestibility of crude fiber and crude fat. The results ofstatistical analysis showed that the use of fermented red seaweed waste flour 5%, 10%, and 15% had nosignificant effect (P>0.05) on ration consumption, crude fiber and crude fat consumption, digestibility of crudefiber and fat. Rough. It was concluded that the use of fermented red seaweed waste flour up to 15% gave thesame effect on consumption, digestibility of crude fiber and crude fat in starter phase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut merah (Eucheumacottonii) terfermentasi terhadap konsumsi, dan kecernaan serat kasar dan lemak kasar ternak babi peranakanlandrace fase starter. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi peranakan landrace fase starter,berumur 1-dua bulan dengan berat badan awal 6,5 – 26 kg dengan rata-rata 20,11 Kg (KVariasi)= 41,56%).Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yangdicobakan adalah R0 : ransum basal tanpa tepung limbah rumput laut merah terfermentasi (TLRLMF), R1:ransum basal + 5% TLRLMF, R2 : ransum basal + 10% TLRLMF, R3 : ransum basal + 15% TLRLMF.Variabel yg diteliti yang diteliti adalah konsumsi, kecernaan serat kasar dan lemak kasar. Hasil analisis statistikamenunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut merah terfermentasi 5%, 10%, dan 15%memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, konsumsi serat kasar, dan lemakkasar, kecernaan serat kasar dan lemak kasar. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut merahterfermentasi hingga 15% memberikan pengaruh yang sama terhadap konsumsi, kecernaan serat kasar sertalemak kasar babi fase starter.  
Pemberian Pengaruh Silase Jerami Jagung dan Konsentrat terhadap Konsumsi, Kecernaan Energi dan BETN Sapi Bali: The Effect of Giving Corn Straw Silage and Concentrate on Consumption, Energy Digestibility and NFE of Bali Cattle Maria Erni Herliana Ona; Daud Amalo; Marthen Yunus
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was carried out at the UPT Dryland Field Laboratory, Nusa Cendana University from January 17 toApril 1, 2021. This study was conducted to examine the effect of feeding a combination of corn straw silage andconcentrate on consumption and energy digestibility and the BETN of fattening bali cattle. The test was carried outon 12 male Bali feeder cattle aged 1-1,5 years with a body weight of 66-93 kg and an average of 80,16 kg (KV10,28%). This study was designed using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3replications. The treatments in this study were P0 = 80% corn straw silage + 20% concentrate, P1 = 60% cornstraw silage + 40% concentrate, P2 = 40% corn straw silage + 60% concentrate, P3 = 20% corn straw silage +80% concentrate. The results showed that the consumption of BETN (g/h/d) P0 = 1330,99 P1 = 1307,12, P2 =1198,48, P3 = 1378,46, Energy consumption (Kcal/h/d) P0 = 10,796, P1 =10,451, P2=9,587, P3=11,032, BETNDigestibility (%) P0=74,46, P1=77,04, P2=77,70, P3=78,96, Energy Digestibility P0=73,59, P1=75,85, P2=77,07,P3=77,96. The analysis of diversity showed that the treatment had no significant effect (P˃0,05) on theconsumption and digestibility of energy and BETN for fattening Bali cattle. Conclusion : Combination of 80% cornstraw silage with 20% concentrate can be used in the ration because it has an effect in reducing the use ofconcentrate. Penelitian dilaksanakan di UPT Laboratorium Lapangan Lahan Kering, Universitas Nusa Cendana dari tanggal 17Januari - 1 April 2021. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pemberian pakan kombinasi silase jeramijagung dan konsentrat terhadap konsumsi dan kecernaan energi serta BETN sapi bali penggemukan. Pengujiandilakukan terhadap Sapi Bali jantan bakalan umur 1-1,5 tahun sebanyak 12 ekor dengan bobot badan 66-93 kg danrataan 80,16 kg (KV 10,28%). Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0= 80% silase Jerami jagung + 20% konsentrat,P1= 60% Silase Jerami jagung + 40% konsentrat , P2= 40% silase Jerami jagung + 60% konsentrat , P3= 20%Silase Jerami jagung+ 80% konsentrat. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan konsumsi BETN (g/e/h)P0=1330,99 P1=1307,12, P2= 1198,48, P3=1378,46, Konsumsi energi (Kkal/e/h) P0=10,796, P1=10,451, P2=9,587,P3=11,032, Kecernaan BETN (%) P0=74,46, P1=77,04, P2=77,70, P3=78.96, Kecernaan Energi P0=73,59, P1=75,85,P2=77,07, P3=77,96. Analisis keragaman menunjukkan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P˃0,05) terhadapkonsumsi dan kecernaan Energi serta BETN Sapi Bali penggemukan. Kesimpulan : Kombinasi silase jerami jagung80% dengan konsentrat 20% dapat digunakan dalam ransum karena berefek dalam mengurangi penggunaankonsentrat.
PengaruhTepung Kelordan Katuk dalam Ransum terhadap Kecernaan Serat Kasar, Lemak KasarTernak Babi: The Effect of Moringa Flour and Katuk in the Ration on Digestibility of Crude Fiber, Crude Fat of Pigs Yohanes Paulus Juan Bagus Pampo; Sabarta Sembiring; Ni Nengah Suryani
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of a mixture of Moringa leaf flour andsauropus leaf meal in the basal diet on the consumption and digestibility of crude fiber and crudefat of grower landrace crossbreed pigs. The material used was 12 castration male pigs aged 2-3months with an average initial body weight of 29.83 kg with a coefficient of variance 18.16%. Thedesign used was a Randomized Block Design with 4 treatments and 3 replications. The treatmentstested were R0: 100% basal died (control), R1: 95% basal died + 5% mixture of moringa andsauropus leaf meal, R2: 90% basal died + 10% mixture of moringa and sauropus leaf meal, R3:85% basal died + 15% mixture of moringa and katuk leaf meal. The ratio of the mixture ofMoringa leaf flour and katuk leaf flour is 4:1. Variables evaluated in the study were: intake anddigestibility of crude fiber and crude fat. The results of the analysis of variance ANOVA thetreatment had no significant effect (P>0.05) on the consumption and digestibility of crude fiberand crude fat. It can be concluded that the use of a mixture of Moringa leaf flour and katuk leafflour up to 15% in the ration has the same effect on consumption and digestibility of crude fiberand crude fat in grower phase pigs. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh campuran tepung daun kelor (Moringaoleifera) dan tepung daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dalam ransum basal terhadapkonsumsi dan kecernaan serat kasar dan lemak kasar ternak babi peranakan landrace fase grower.Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi berumur 2-3 bulan dengan rata-rata bobot badan awal 29,83Kg dengan Koefisien varians 18,16%. Rancangan yang digunakanadalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakanadalah R0: 100% ransum basal (control), R1: 95% ransum basal + 5% campuran tepung daunkelor dan katuk, R2: 90% ransum basal + 10% campuran tepung daun kelor dan tepung daunkatuk, R3: 85% ransum basal + 15% campuran tepung daun kelor dan tepung daun katuk.Perbandingan campuran tepung daun kelor dan tepung daun katuk adalah 4:1.Variabel yang ditelitiadalah konsumsi dan kecernaan serat kasar serta lemak kasar. Hasil analisis sidik ragam ANOVAberpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumi dan kecernaan serat kasar serta lemak kasar.Dapat disimpulkan bahwa penggunaan campuran tepung daun kelor dan tepung daun katuk hinggalevel 15% dalam ransum memberikan pengaruh yang sama terhadap konsumsi dan kecernaan seratkasar serta lemak kasar pada ternak babi fase grower.
Analisis Usaha Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Starter Yang Diberi Tepung Limbah Kubis (Brassica oleraceae) Terfermentasi Dalam Ransum Basal: Business Analysis Of Landrace Starter Pig Fed Fermented Cabbage Waste Flour (Brassica oleraceae) In Basal Ration Heny Suek; Sabarta Sembiring; Matheos Filipus Lalus; Ulrikus Romsen Lole
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 5 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on starter phase landrace crossbreed pigs fed with fermented cabbage waste flour (Brassica oleraceae) in basal rations was to determine the income obtained, changes in costs, changes in profits and business feasibility of using this technology.The material used was 12 landrace crossbreed pigs aged 8 weeks with a body weight of 9-15kg (CV=15.33%). The study used a randomized block design (RBD) which consisted of 4 treatments and 3 replications. The four treatments were: R0: 100% basal ration, R1: 5% fermented cabbage waste flour + 95% basal ration, R2: 10% fermented cabbage waste flour + 90% basal ration, R3: 15% fermented cabbage waste flour + 85 % basal ration.The parameters analyzed are revenue, cost and profit gross margin and business feasibility.The data analysis method used is analysis of variance, partial budgetanalysis and business feasibility.analysis i.e. analysis of break-even point, payback period and revenues – costs ratio.The results showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on revenues. The biggest incremental profit was IDR 304,771 at 5% level. The break-even point was obtained from the sale of 8 pigs with a price break-even point of IDR1,310,977 and R/C of 1.54. In summary, the use of fermented cabbage waste flour in the basal ration is financially feasible. Suatu penelitian pada ternak babi peranakan landrace fase starter yang diberi tepung limbah kubis (Brassica oleraceae) terfermentasi dalam ransum basal adalah untuk mengetahui penerimaan yang diperoleh, perubahan biaya, perubahan keuntungan serta kelayakanusaha dari penggunaan teknologi  tersebut. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi peranakan landrace yang berumur 8 minggu dengan bobot badan 9-15kg (KV=15,33%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 perlakuan 3 ulangan. Empat perlakuan tersebut adalah: R0: ransum basal 100%, R1: 5% tepung limbah kubis terfermentasi + 95% ransum basal, R2: 10% tepung limbah kubisterfermentasi + 90% ransum basal, R3: 15% tepung limbah kubis terfermentasi + 85% ransum basal. Parameter yang dianalisis adalah penerimaan, marjin kotor biaya dan keuntungan serta kelayakan usaha. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis varians, analisis anggaran parsial dan analisis kelayakan usaha melalui perhitungan titik impas, waktu pengembalian modal dan ratio penerimaan dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap penerimaan. Keuntungan tambahan terbesar adalah Rp304.771 pada level 5%. Titik impas diperoleh pada penjualan ternak babi sebanyak 8 ekor dengan titik impas harga sebesar Rp1.310.977 dan rasio pendapatan dan biaya sebesar 1,54. Secara ringkas, pemanfaatan tepung limbah kubis terfermentasi dalam ransum basal dikatakan layak secara finansial.  
Pengaruh Penggunaan Tepung Beras Merah Terhadap Kualitas Kimia Sosis Darah Tradisional (Budik): The Effect of Adding Red Rice Flour on the Chemical Quality of Traditional Blood Sausage (Budik) Yustin Kantur; Bastari Sabtu; Heri Armadianto
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 5 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study, among others, was to determine the addition of red rice flour and sausage ingredients (meat from the head, liver, heart, lungs) on the chemical quality of budik (traditional blood sausage). This study used a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications. Combination treatment of  P0: without red rice flour + sausage ingredients, P1: 2% red rice flour + sausage ingredients, P2: 4% red rice flour + sausage ingredients, P3: 6% red rice flour + sausage ingredients. The data obtained to ascertain differences between treatments, Duncan's test was used after the Analysis Of Variance. The results showed a significant effect (P<0.05) of the addition of brown rice flour on the fat content of the seed and no significant effect (P>0.05) on the content of Protein, Water and Crude Fiber. It was concluded that the addition of brown rice flour affected the fat content of the traditional blood sausage. The lowest fat content was found in the addition of 6% red rice flour, while the levels of protein, water and crude fiber were relatively the same. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penambahan tepung beras merah dan bahan sosis (daging dari bagian kepala, hati, jantung, paru-paru) terhadap kualitas kimia budik (sosis darah tradisional). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan 4 empat ulangan. Perlakuan kombinasi dari P0: tanpa tepung beras merah + bahan sosis, P1: tepung beras merah 2% + bahan sosis, P2: tepung beras merah 4 % + bahan sosis, P3: tepung beras merah 6% + bahan sosis. Data yang diperoleh untuk memastikan perbedaan antara perlakuan, ujin Duncan digunakan setelah Analysis Of Variance. Hasilnya menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) dari penambahan tepung beras merah terhadap kadar lemak budik serta berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar Protein, Air, Serat Kasar budik. Disimpulkan bahwa penambahan tepung beras merah mempengaruhi kadar lemak budik atau sosis darah tradisional. Kadar lemak paling rendah terdapat pada penambahan 6% tepung beras merah, Sedangkan kadar protein, air dan serat kasar relatif sama.                                                                      
Kandungan Nutrisi dan Energi Silase Campuran Sorgum dan Kelor yang Ditanam pada Jarak Tanam Kelor Berbeda: Nutrient and energy Content of Mixed Silage of Sorghum and Moringa at Different Spacing Planting Distance of Moringa Theofilus Odolfus Milo; Markus Miten Kleden; Luh Sri Enawati
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant spacing is closely related to the growth, production and nutritional content of forage crops, both grown alone and mixed. This research attempts to determine the effect of a mixture of sorghum and moringa grown at different spacings of moringa on the content of BETN, TDN and gross energy. The materials used were forage sorghum and moringa obtained from different plant distances. Using a completely randomized design (CRD) with 4 groups and 4 replications. The treatment in question is silage made from sorghum and moringa biomass at different spacings of Moringa, namely S0: sorghum silage without moringa, S40, S60 and S80: moringa sorghum silage with moringa planting spacings of 40x40, 60x60 and 80x80 cm respectively, The spacing of sorghum for all treatments was 40x40 cm. Parameters measured were the content of Non-nitrogen Extract Material (BETN), Total Digestible Nutrient (TDN) and Gross Energy (GE). Statistical analysis found that treatment had no significant effect (P>0.05) on BETN, TDN, and GE. It can be concluded that the silage of a mixture of sorghum and moringa grown at different spacings of moringa produced relatively the same content of BETN, TDN and GE. Jarak tanam berhubungan erat dengan pertumbuhan, produksi dan kandungan nutrisi tanaman pakan baik yang ditanam sendiri maupun campuran. Riset ini mencoba untuk mengetahui efek campuran sorgum dan kelor yang ditanam dengan jarak tanam kelor berbeda terhadap kandungan BETN, TDN dan gross energi. Materi yang digunakan yaitu hijauan sorgum serta kelor yang diperoleh dari jarak tanan berbeda. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 kelompok dan 4 ulangan. Perlakuan yang dimaksud yakni silase yang dibuat dari biomasa sorgum dan kelor pada jarak tanam kelor yang berbeda, yaitu S0: silase sogum tanpa kelor, S40, S60 dan S80: silase sorgum kelor dengan jarak tanam kelor masing-masing 40x40, 60x60 dan 80x80 cm, jarak tanam sorgum untuk semua perlakuan yaitu 40x40 cm. Parameter yang diukur adalah kandungan Bahan Ekstrak Tanpa nitrogen (BETN), total Digestibel Nutrient (TDN) dan Gros Energy (GE). Analisis statistik mendapatkan perlakuan berpengaruh tidak signifikan (P>0,05) pada BETN, TDN, dan GE. Dapat disimpulkan bahwa silase campuran sorgum dan kelor yang ditanam pada jarak tanam kelor berbeda menghasilkan kandungan BETN, TDN dan GE yang relatif sama.