cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 153 Documents
Gambaran Kecenderungan Perilaku Self-Harm pada Mahasiswa Tingkat Akhir Studi Bilfrans Keyvien Alifiando; Sambodo Sriadi Pinilih; Muhammad Khoirul Amin
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.521 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.98

Abstract

Perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) merupakan kelakuan seseorang untuk menyakiti diri sendiri yang dimulai antar usia 11-15 tahun, dan proporsi tertinggi pada umur 10 tahun sampai 20 tahun dengan berbagai cara tanpa memandang ada atau tidaknya niat dan keinginan bunuh diri. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi ketegangan agar merasa lebih tenang dari perasaan yang tidak nyaman akibat masalah dirasakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecenderungan perilaku self-harm pada Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Magelang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 104 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 56,7% memiliki kecenderungan perilaku self-harm yang didominasi perempuan dengan presentase 47,7%. Mahasiswa yang tidak memiliki coping adaptif dapat berisiko melakukan tindakan self-harm.
Intervensi untuk Meningkatkan Resiliensi pada Remaja Supriyadi Supriyadi; Monica Kartini
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.46 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.99

Abstract

Membangun resiliensi atau ketahanan pada remaja merupakan kebutuhan yang sangat penting. Remaja yang tangguh akan mampu menunjukkan sikap dan perilaku positif, berfungsi positif dalam situasi yang berisiko, mengembangkan kemampuan koping yang positif, dapat bangkit kembali dari situasi yang traumatis, dan menurunkan risiko munculnya gejala depresi. Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui intervensi-intervensi guna meningkatkan resiliensi pada remaja. Penelitian dilakukan dengan metode literature review pada database Garba Rujukan Digital (Garuda) dan Pubmed, menggunakan kata kunci remaja resilien, adolescen* AND resilien*. Hasil penelusuran literatur didapatkan 651 artikel, namun yang memenuhi kriteria untuk dianalisis adalah 14 artikel. Sebanyak lima (5) dari 14 penelitian menunjukkan hasil bahwa intervensi yang dilaksanakan efektif untuk meningkatkan resiliensi pada remaja. Resiliensi pada remaja dapat ditingkatkan dengan intervensi yang meliputi berbagai aspek pada individu dan lingkungan sosial, yang dilaksanakan dalam beberapa sesi dan dilakukan follow up. Intervensi manajemen stres, mindfulness, yoga, cognitive reappraisal, humor, teknik relaksasi, mengembangkan life skills dan kebersyukuran merupakan upaya-upaya yang dapat dikembangkan untuk membantu remaja meningkatkan resiliensi. Sebagai rekomendasi, diperlukan penelitian selanjutnya mengenai intervensi atau model untuk mengembangkan resiliensi pada remaja di Indonesia, khususnya intervensi yang berbasis pada komunitas.
Penerapan Stimuli toilet training oleh Ibu pada Anak Usia Toddler di Kelompok Bermain dan Tempat Penitipan Anak Wahyu Tri Astuti; Nita Purnamasari; Lis Nurhayati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.469 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.100

Abstract

Toilet training pada anak merupakan cara untuk melatih anak agar mampu mengontrol buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Anak harus mampu mengenali dorongan untuk melepaskan atau menahan dan mampu mengkomunikasikannya. Toilet training diharapkan dapat melatih anak untuk mampu BAB dan BAK di tempat yang telah ditentukan. Selain itu, toilet training juga mengajarkan anak dapat membersihkan kotoran sendiri dan memakai kembali celananya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan stimuli toilet training oleh ibu pada anak usia toddler di Kelompok Bermain dan Tempat Penitipan Anak Permata Hati Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 36 anak usia 1-3 tahun dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif SPSS 25. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan toilet training oleh responden yang menerapkan dengan baik sebanyak 36,11% dan diterapkan sebagian 63,89%. Lebih lanjut, penerapan toilet training terbanyak adalah menerapkan sebagian karena dipengaruhi oleh pendidikan responden SMA, sebagian besar responden bekerja, kualitas perhatian ibu baik, dan lingkungan bersosialisasi responden baik.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswi Tingkat III Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Emah Marhamah; Eny Maryana
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.43 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.101

Abstract

Prevalensi penderita kanker payudara di Indonesia semakin meningkat. Kebanyakan penderita datang berobat setelah penyakitnya pada stadium lanjut, padahal keberadaan kanker bisa di deteksi secara dini, namun penderita jarang melakukannya, hal ini di sebabkan karena kurangnya pengetahuan wanita tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan payudara sendiri merupakan pemeriksaan yang sangat penting untuk mengetahui benjolan yang memungkinkan adanya kanker payudara oleh penderita sendiri, Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan sejak usia 20 tahun karena dapat menghindarkan wanita dari kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswi tingkat III Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Tahun 2011 tentang Pemeriksaan SADARI. Artikel ilmiah ini menggunakan desain deskriptif yaitu mendeskripsikan tentang tingkat pengetahuan mahasiswi tentang SADARI. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel penelitian 65 responden dan alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan beberapa tahap, yaitu editing, coding, dan tabulating. Hasil penelitian dari 65 responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden yang mempunyai kategori baik yaitu tentang pengertian SADARI yaitu sebesar 97,7% dan langkah-langkah SADARI yaitu sebesar 80,4% sedangkan yang termasuk kategori cukup yaitu tujuan SADARI sebesar 75,4% dan waktu melakukan SADARI yaitu sebesar 66,2%. Hasil penelitian secara keseluruhan memiliki tingkat pengetahuan tentang SADARI yang baik. Hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan responden yaitu mahasiswi keperawatan yang telah mendapatkan informasi atau pengetahuan tentang SADARI.
Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Suntik pada Akseptor KB Evy Tri Susanti; Ria Nanda Arthaty
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.698 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.102

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan usaha yang dilakukan pemerintah ataupun individu untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan dengan menggunakan alat bantu atau metode kontrasepsi. Alat kontrasepsi memang sangat berguna dalam program KB namun tidak semua alat kontrasepsi cocok dengan kondisi setiap orang. Pemilihan kontrasepsi sangat penting, setiap pribadi harus bisa memilih alat kontrasepsi yang cocok untuk dirinya. Penggunaan kontrasepsi suntik meningkat dari 28% pada tahun 2007 menjadi 31,6% pada tahun 2012 dan menjadi 31,9% pada tahun 2017. Beberapa faktor-faktor yang mendukung pemilihan kontrasepsi pada akseptor KB yaitu faktor pribadi meliputi usia, paritas, usia anak terkecil dan kenyamanan metode. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik pada akseptor KB. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh akseptor KB suntik di Desa Windusari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang sejumlah 30 orang. Sampel yang digunakan adalah total sampling sejumlah 30 responden dengan kriteria usia antara 15-49 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, tidak mempengaruhi 23%, cukup mempengaruhi sebesar 33% dan mempengaruhi sebesar 44%. Faktor paritas tidak mempengaruhi 53%, cukup mempengaruhi 20% dan mempengaruhi sebesar 27%. Faktor usia anak terkecil, tidak mempengaruhi 20%, cukup mempengaruhi 40% dan mempengaruhi 40%. Faktor kenyamanan metode, tidak mempengaruhi 20%, cukup mempengaruhi 37% dan mempengaruhi 43%. Dengan demikian, faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik adalah faktor usia, usia anak terkecil dan kenyamanan metode.
Upaya Penyelesaian Masalah Defisit Pengetahuan Tentang Program Diet Hipertensi Melalui Tindakan Edukasi Diet Parmilah, Parmilah; Maryani, Anita; Wulandari, Tri Suraning
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.103

Abstract

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah sistolik atau diastolik di atas nilai normal yang terjadi secara terus-menerus sehingga meningkatkan keras jantung dalam memompa darah. Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor 3 (tiga) setelah stroke dan tuberkulosis yaitu 23,7% dari total 1,7 juta kematian di Indonesia pada tahun 2016. Masalah keperawatan yang sering muncul pada penderita hipertensi adalah perfusi jaringan otak tidak efektif, nyeri akut, intoleransi aktivitas dan defisit pengetahuan. Defisit pengetahuan tentang diet hipertensi adalah keadaan dimana tidak ada atau kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan diet hipertensi, masalah ini biasanya ditandai oleh ketidakakuratan mengikuti perintah, ketidakakuratan melakukan tes, perilaku tidak tepat, dan kurang pengetahuan. Tindakan keperawatan utama untuk mengatasi defisit pengetahuan adalah edukasi diet. Yang dilakukan dengan mengajarkan pengelolaan faktor risiko dan diet perilaku hidup sehat yang meliputi konsep hipertensi dan pengaturan diet. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan sejauh mana edukasi diet dapat menyelesaikan masalah defisit pengetahuan tentang diet hipertensi. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif dengan menggunakan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi diet hipertensi dapat mengatasi masalah defisit pengetahuan tentang diet hipertensi dengan peningkatan pengetahuan dari skala 3 (sedang) menjadi skala 5 (meningkat). Dengan demikian, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi diet.
Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita Usia 1-5 Tahun Astuti, Wahyu Tri; Siswanto, Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.104

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh faktor individu anak dan faktor lingkungan. Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah kebiasaan merokok. Selain itu, data Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa 85% rumah tangga di Indonesia terpapar asap rokok, estimasinya 8 perokok meninggal karena perokok aktif dan 1 perokok meninggal karena terpapar asap rokok orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita usia 1-5 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Kriteria inklusi yaitu ibu yang mempunyai balita yang berusia 1-5 tahun yang menderita ISPA, jika di dalam 1 keluarga memiliki 2 balita maka keduanya dapat dijadikan sebagai sampel apabila orang tua balita menyetujuinya dan balita yang tinggal satu rumah dengan anggota keluarga yang merokok, dengan sampel sebesar 82 responden. Analisa Bivariat dilakukan untuk melihat adanya hubungan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi balita yang ISPA lebih banyak ditemukan pada balita yang terpapar asap rokok (65,8%) dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap rokok (3,67%). Berdasarkan pengujian Chi Square diperoleh nilai signifikansi adalah 0,000 yang lebih kecil dari 5%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Sidosari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.
Upaya Penyelesaian Masalah Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Stroke Melalui Tindakan Teknik Latihan Penguatan Sendi Parmilah, Parmilah; Nafi’ah, Safira; Anisah, Retno Lusmiati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.105

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak jangka panjang, karena gejala defisit neurologi tidak bisa seketika diatasi. Tanda-tanda stroke yang sering dijumpai adalah gangguan pergerakan yang disebabkan karena adanya defisit sensori yang menyebabkan kebas, kesemutan, kelemahan hingga kelumpuhan bagian tubuh. Kelemahan dan kelumpuhan anggota gerak dapat menyebabkan masalah gangguan mobilitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik penguatan sendi (latihan rentang gerak) dapat meningkatkan mobilitas fisik pada penderita stroke atau pasca stroke. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada 2 orang pasca stroke di masyarakat Desa Jurang Kabupaten Temanggung. Pengambilan data menggunakan instrumen pengkajian stroke, pengkajian masalah gangguan mobilitas fisik dan instrumen tingkat mobilitas. Penelitian ini membuktikan bahwa latihan rentang gerak dapat menyelesaikan masalah gangguan mobilitas fisik pada pasien pasca stroke dengan peningkatan mobilitas fisik dari sedang (skala 3) ke meningkat (skala 5). Simpulan dari penelitian ini adalah latihan penguatan sendi melalui latihan rentang gerak berpengaruh dalam meningkatkan mobilitas fisik penderita pasca stroke yang ditandai dengan meningkatnya pergerakan ekstremitas, kekuatan otot dan rentang gerak pada penderita stroke.
Dampak Dukungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Keperawatan Tingkat VI Syamsudin, Syamsudin; Rachmawanto, Wahyu; Astuti, Wahyu Tri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.106

Abstract

Kebanyakan mahasiswa memiliki kebiasaan bermain media sosial dan game sehingga anak menjadi malas untuk belajar. Hal ini membuat anak mengalami kesulitan belajar dan prestasi belajar menurun. Mahasiswa memerlukan dukungan orang tua dalam mencapai prestasi belajar, baik berupa dukungan emosional, informasi, material, maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa tingkat III Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling sebanyak 67 mahasiswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dukungan keluarga sedang (46,3%) dapat membuat mahasiswa mempunyai prestasi belajar yang baik (25,3%) dengan IPK 3,00-3,49, sedangkan dukungan keluarga yang baik hanya menghasilkan 9% mahasiswa berprestasi baik sekali (cumlaude). Lebih lanjut, hasil uji chi square membuktikan bahwa dukungan keluarga berkorelasi positif dengan prestasi mahasiswa.
Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause dengan Kesiapan Menghadapi Menopause pada Ibu Premenopause Susanti, Evy Tri; Indrajati, Utami
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.107

Abstract

Menopause tidak hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi, namun juga adanya beberapa perubahan, mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis hingga hasrat seksual. Menopause menyebabkan lebih dari 80% wanita mengalami keluhan fisik dan psikologis dengan berbagai tekanan dan gangguan penurunan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan tentang menopouse menyebabkan ketidakmampuan dalam menghadapi dan mempersiapkan diri pada masa menopause. Hal ini menjadikan ibu premenopause tidak mampu melakukan upaya pencegahan dini untuk memasuki umur menopause tanpa mengalami keluhan yang berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan menopause dengan tingkat kesiapan menghadapi menopouse. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu yang berusia di atas 40-49 tahun di RT 09 RW 04 Kelurahan Krincing Kecamatan Secang Kabupaten Magelang sejumlah 33 orang. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang menopause adalah kurang (48,5%) dan tingkat kesiapan menghadapi menopause adalah kurang siap (58,5%). Lebih lanjut, hasil analisis juga menemukan adanya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menopause pada ibu menopause dengan pvalue 0,000.

Page 9 of 16 | Total Record : 153