cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
perumahan taman alamanda iii blok t no 3 karang pule mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Mandiri
Published by bajang Institute
ISSN : 28098889     EISSN : 28098579     DOI : 10.53625
Jurnal Pengabdian Mandiri and with printed version of ISSN:2809-8889 and the online version of ISSN:2809-8579 accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches that include: Economics Tourism Education Economics Tourism Education Health IT Education Social Humanities Art
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 984 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO DI KELURAHAN HARAPAN JAYA KOTA BEKASI Cahyadi Husada; Bintang Narpati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.161 KB)

Abstract

Abstrak: Mengelola koperasi memang membutuhkan semangat berlipat, meskipun jumlah assetnya masih tergolong kecil tapi tingkat pelayanannya diupayakan sama dengan koperasi yang sudah besar, bahkan bisa lebih. Koperasi dilihat sebagai badan usaha yang tepat guna menumbuhkan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang merakyat. Koperasi adalah suatu gerakan bagi perekonomian rakyat dan juga sebagai badan usaha yang memiliki peranan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan maju berdasarkan Pancasila (Leonardo, 2013) dan Undang-undang Dasar 1945 yang terbentuk pada tatanan perekonomian nasional dan berbentuk usaha bersama yang didasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Dalam hal ini Koperasi merupakan soko guru bagi perekonomian Indonesia. Koperasi ini didukung oleh pemerintahan semenjak Orde Lama sampai Orde Reformasi ini (Suprayitno, 2007). Koperasi memiliki berbagai hambatan dari segi menjalankan usahanya dan tidak sedikit pula banyak yang koperasi akhirnya tidak tumbuh dan juga belum adanya kebutuhan pada Teknologi Informasi untuk mendukung adanya proses bisnis dan minimnya dukungan bidang finansial (Wahid & Iswari, 2007), (Setiawan & Faruq, 2019). Kondisi ini juga umumnya menerangkan kenyataan yang berkonotasi negatif bagi perkembangan perkoperasian di Indonesia. Sebagai contoh akibat tidak tertatanya manajemen dan juga adanya kegagalan usaha koperasi, dinyatakan bahwa sebanyak 300 dari jumlah 1.300 koperasi yang berlokasi di Irian Jaya hingga saat ini sudah tidak beroperasi lagi (Suprayitno, 2007). Penutupan bagi koperasi-koperasi tersebut juga dikarenakan adanya hambatan dalam hal transportasi. Masalah ini ditimbulkan baik dari dalam maupun eksternal koperasi (Sitepu & Hasyim, 2018). Koperasi Kelurahan Harapan Jaya dimiliki oleh institusi kelurahan dengan beranggotakan pegawai kelurahan. Namun belum terbentuk koperasi warga sebagai wadah untuk menampung hasil produksi maupun simpan pinjam. Sementara untuk usaha mikro pada sektor ini belum dimaksimalkan. Kegiatan ini merupakan program bagi warga yang berada dalam kelurahan Harapan Jaya kota Bekasi. Salah satu kegiatannya yaitu hydroponik, toga atau tanaman obat, daur ulang bank sampah. Koperasi Kelurahan Harapan Jaya dimiliki oleh institusi kelurahan dengan beranggotakan pegawai kelurahan. Namun belum terbentuk koperasi warga sebagai wadah untuk menampung hasil produksi maupun simpan pinjam. Sementara untuk usaha mikro pada sektor ini belum dimaksimalkan. Kegiatan ini merupakan program bagi warga yang berada dalam kelurahan Harapan Jaya kota Bekasi. Salah satu kegiatannya yaitu hydroponik, toga atau tanaman obat, daur ulang bank sampah.
OPTIMALISASI PENJUALAN UMKM LAMBAN KELOR BULOK PASCA PANDEMI COVID-19 BERBASIS TEKNOLOGI DAN BISNIS Ketut Artaye; Hariyanto Wibowo; Dedek Sandika
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.568 KB)

Abstract

Tren pemanfaatan digitalisasi pada UMKM terus menunjukkan peningkatan pada beberapa tahun terakhir, terlebih pada era pandemi Covid-19, meski masih terdapat ruang percepatan dan optimalisasi digitalisasi terutama pada aspek kemampuan sumberdaya manusia UMKM dan infrastruktur pendukung yang perlu ditingkatkan. Hal tersebut mengingat pelaku UMKM yang telah memiliki akses terhadap ekosistem digital belum tentu memiliki pemahaman yang kuat dalam pemanfaatan digitalisasi untuk mengembangkan kegiatan usaha. Adaptasi dan transformasi UMKM dalam pemanfaatan digitalisasi akan mendorong pembentukan UMKM yang tidak hanya lebih resilien, namun juga lebih maju dan kuat. Oleh karena itu pengabdian masyarakat tahun 2022 ini difokuskan pada optimalisasi penjualan pada UMKM Lamban Kelor Bulok Pasca Pandemi Covid-19 Berbasis Teknologi dan Bisnis, melalui metode konsultasi tentang pemanfaatan teknologi dan bisnis serta pendampingan aplikasi platform yang akan digunakan dalam proses digitalisasi UMKM. Kegiatan pengabdian yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman dan skill pelaku UMKM Lamban Kelor Bulok dalam proses digitalisasi dan pemanfaat media sosial sebagai salah satu upaya peningkatan penjualan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGELOLAAN POTENSI DESA PESISIR MELALUI KEGIATAN BUDIDAYA IKAN Hayati Soeprapto; Heri Ariadi
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.487 KB)

Abstract

Kegiatan budidaya ikan di wilayah pesisir merupakan contoh aplikasi kegiatan usaha agrobisnis produktif yang dapat dikembangkan.. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi masyarkat melalui kegiatan pengembangan potensi desa pesisir., dan melihat respon dari masyarakat setelah dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Pengabdian ini dilakukan di Desa Jeruksari Kabupaten Pekalongan pada bulan November 2021 dengan kegiatannya adalah penyuluhan dan praktik tentang pengelolaan potensi Desa Jeruksari. Hasil dari kegiatan pengabdian ini rata-rata masyarkat merasa cukup puas berdasarkan dari hasil wawancara langsung dengan mereka. Masyarakat juga merasa mendapatkan ilmu baru dan merasa senang dapat melakukan praktik langsung secara kolaboratif dengan tim dosen penyuluh. Berdasarkan analisa, dari kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan yaitu masyarakat merasa teredukasi dari adanya rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini dan respon masyarakat juga sangat positif serta mereka merasa sangat diuntungkan terutama dari segi penambahan wawasan pengetahuan di bidang budidaya perairan
PENYULUHAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA SERTA PENGENALAN PENGELOLAAN SPESIMEN PEMERIKSAAN NAPZA PADA KELOMPOK SISWA PEDULI AIDS DAN NARKOBA DI SMAN 7 DENPASAR Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Anak Agung Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; I Nyoman Asdiwinata; Didik Prasetya
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.502 KB)

Abstract

Badan Narkotika Nasional (2019) menyebutkan bahwa prevalensi penyalahgunaan NAPZA pada tahun 2019 mengalami kenaikan 0,03% jadi 3,6 juta orang di Indonesia. Bahkan saat masa pandemi covid 19 mengalami peningkatan kasus pengguna NAPZA yang cukup besar. Jumlah kasus NAPZA di Bali mengalami peningkatan selama tahun 2020. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMAN 7 Denpasar terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA, serta memberikan pengenalan pengetahuan pada siswa terhadap pengelolaan spesimen dalam pemeriksaan NAPZA. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan percobaan pemeriksaan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan siswa terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA setelah dilakukannya penyuluhan, diketahui hasil kuesioner pada kategori baik sebanyak 90%, dan juga terjadi peningkatan pengetahuan siswa terhadap tahapan pengelolaan spesimen pemeriksaan NAPZA setelah dilakukannya penyuluhan, dimana hasil kuesioner pada kategori baik mencapai 15 orang (75%).
SOCIALIZING GAME-BASED LEARNING FOR TEACHERS AT ELEMENTARY SCHOOL IN JAKARTA PROVINCE IN INDONESIA Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo; Arita Marini; Nurzengky Ibrahim
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.441 KB)

Abstract

Professional teachers are required to have optimal competence in all matters relating to learning, including mastery of digital-based learning methods such as game-based learning in the face of the industrial revolution 4.0, so as to support classroom learning and be effective in delivering subject matter so that it is right on target, in order to achieve goals. predetermined learning. In order to improve teacher competence in the field of professional education for the transmission of teaching materials, socialization activities are needed for teachers to get to know game-based learning in DKI Jakarta. The urgency of this game-based learning is to provide alternative learning methods that are innovative, varied, dynamic, and not monotonous, fun, and can assist teachers in facilitating interactions between teachers and students, especially in increasing enthusiasm, motivating students to take part in learning and stimulating interest. students, so that learning becomes more effective, efficient and informative.
STRATEGI OPTIMALISASI SISTEM PELAPORAN ALKES RUSAK DARI UNIT KE IPS RSUD SIMPANG LIMA GUMUL KEDIRI Joko Prasetyo; Lasmandu Suyanto; MT. Mahmudah Noor; Fahmi Dahlia Noor; Muhamad Choirul Anam
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.076 KB)

Abstract

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang memerlukan berbagai macam sumber daya dalam menjalankan aktivitasnya. Salah satu yang terpenting adalah alat-alat kesehatan. RSUD Simpang Lima Gumul merupakan Rumah Sakit Milik pemerintah Daerah Kabupaten Kediri. RSUD Simpang Lima gumul dari survey yang telah dilakukan dengan kepala IPS-RS adalah Sumber Daya Manusia yang masih kurang, yaitu hanya memiliki empat orang teknisi elektromedik, Belum terlaksana secara optimal pelaporan alkes yang rusak. Kegiatan dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, kemudian melakukan analisa fishbone untuk menentukan faktor-faktor penyebab masalah, menentukan prioritas penyelesaian masalah dengan analisa USG (urgency, seriousness, growth) dilanjutkan penyusunan strategi dengan analisa SWOT (strength, weakness, opportunity, threats).. Penyusunan regulasi SPO dan sosialisasi pelaporan alkes yang rusak merupakan strategi yang dapat diterapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat saat ini.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN (APP) BAGI GURU KBIT PERMATA BUNDA Lenny Kurniati; Destia Wahyu Hidayati; Ratih Kusumawati; Arie Wahyuni
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.827 KB)

Abstract

alat permainan edukatif (APE) atau alat peraga pembelajaran (APP) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran anak di sekolah. Alat permainan tersebut sangat menunjang dalam pembelajaran anak disekolah secara efektif dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal. Tujuan pengabdian ini untuk menambah wawasan tentang bahan yang digunakan untuk membuat alat peraga pembelajaran dan meningkatkan keterampilan tentang pembuatan alat peraga pembelajaran. Metode pengabdian yang digunakan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi serta latihan praktek. Hasil pengabdian yang diperoleh meningkatkan motivasi guru dan siswa dalam pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik kepada tingkat yang lebih tinggi.
PEMBUATAN NUGET DAN PENTOLAN BAKSO SEHAT BERBAHAN BAKU IKAN TUNA DI LAMPULO ACEH Edy Fradinata; Zurnila Marli Kesuma; Latifah Rahayu
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.555 KB)

Abstract

Nuget dan pentolan bakso sehat belakang ini menjadi tren sebagai makanan di kalangan ibu-ibu dan anak sekolahan di Banda Aceh dan sekitarnya. Pengabdian ini mendemontrasikan dan mengajar para masyarakat agar dapat melakukan produksi secara mandiri dan dapat meningkatkan keterampilan. Penjual dan masyarakat pada umumnya hanya menjadi penjual namun belum menjadi produsen produk ini. Kegiatan ini dilakukan di kawasan Lampulo yang dekat dengan sumber bahan baku yaitu Tempat Pelelangan Ikan (TPI Lampulo). Dua produk keterampilan ini yaitu Nuget dan pentolan bakso sehat diolah dengan menggunakan cara-cara sederhana dan mudah untuk dipraktekkan. Kegiatan pembuatan Nuget dan pentolan bakso sehat yang berbahan baku ikan tuna ini sangant diminati oleh masyarakat di sekitaran Lampulo dikarenakan mereka adalah masyarakat yang berwirausaha. Proses yang di ajarkan yaitu mulai dari pemilihan ikan tuna yang baik, cara melakukan campuran dan adoan, cara memasak dan merebusnya serta cara bagaimana mengolah bahan yang setengah jadi menjadi produk yang menarik sehingga akan menghasilkan produk yang enak dan berkualitas.
EDUKASI BUDIDAYA AYAM PETELUR KANDANG TERBUKA (OPEN HOUSE) DI BLANG BINTANG Edy Fradinata; Aman Yaman; Dasrul Dasrul
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 8: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.353 KB)

Abstract

Provinsi Aceh saat ini masih melakukan impor telur ayam dari provinsi Sumatera Utara (Medan) karena belum mampu melakukan innovasi mengembangkan ayam petelur. Untuk keluar dari ketergantungan telur Medan maka tidak ada cara lain Pemda Aceh harus berani melakukan investasi besar untuk mengembangkan produksi telur. Kebutuhan telur untuk provinsi Aceh adalah 1-2 juta/hari namun tidak kurang dari 70 - 90% masih dipasok dari kota Medan. Dari data ini, peluang bisnis di bidang ini sangat menggiurkan dan berpotensi ROI yang singkat. Dinas Peternakan Aceh melalui UPTD Balai Ternak Non-Ruminansia ikut mengelola peternakan ayam petelur kandang terbuka (open house) di Aceh. Dari industri yang dikelola pemerintah, saat ini baru mampu menghasilkan sekitar 20 ribu butir telur ayam perharinya, (2020). Untuk tahun-tahun sekarang menjadi masalah dikarenakan jumlah pakan jagung yang dipasok dari kota Medan berkurang dan tidak pasti, karena dalam perencanaannya pakan akan disupply dari pabrik yang ada di Blang Bintang. Dengan kapasitas 8 – 15 ton/hari untuk memenuhi 20 kandang yang ada di Lokasi. Dalam satu kandang terdapat 5000 ekor ayam petelur dan pada tahun 2020 hanya 7 kandang yang aktif. Ayam petelur periode produksi merupakan ayam petelur yang telah berusia 15 – 96 minggu. Saat ini, ayam di kandang Blang Bintang dalam posisi usia afkir. Selain di sana, mereka juga mengelola kandang di Sare dengan sistem closed. Telur yang dijual ke masyarakat dengan harga lebih murah dari harga pasar
EDUKASI PENILAIAN STUNTING DAN STATUS GIZI BALITA PADA MASYARAKAT Desiati Dese; Dewi Umi Fitriani; Dinda Indira Yanto; Siti Fatimah Thuzzahroh; Lia Kurniasari
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 9: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting happens since the baby was still in the womb and early after the baby is born, but the stunting condition only appears after the child is 2 years old. The prevalence of infants under two years of age experiencing stunting in East Kalimantan is 29.2%, thus causing East Kalimantan to occupy the position of the province with the highest number of stunting cases with the seventeenth rank in Indonesia. The purpose of this activity is to increase the knowledge of mothers who have children under two on how to determine whether a child is in the stunting category and also determine the nutritional status of children. The method of carrying out activities was carried out through several stages, namely starting with identifying problems in the field, determining problem priorities, planning activities, and conducting evaluations. The results of the activity increased knowledge by 3% after being given education. Such activities need to be routinely carried out in the community to improve the health status of the community.