cover
Contact Name
Sri Sulandari
Contact Email
widyanata.fisip@unr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sri.fisipunr@gmail.com
Editorial Address
Jalan Padma Penatih Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYANATA
Published by Universitas Ngurah Rai
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Kajian Perencanaan dan Kebijakan Sosial diterbitkan oleh Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Ngurah Rai Denpasar, jurnal yang bersifat ilmiah memuat hasil-hasil penelitian lapangan mengenai perencanaan dan isu-isu sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Redaksi Widyanata sangat terbuka dalam menerima artikel dan resensi buku yang berkaitan dengan ruang lingkup kami di bidang Perencanaan dan Kebijakan Sosial.
Articles 66 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN KAWASAN SEMPADAN JURANG DI OBYEK WISATA PENELOKAN, KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI I Nyoman Mangku Suryana; I Kadek Dede Junaedy; Nyoman Sumawidayani
Widyanata Vol 19 No 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54836/widyanata.v19i2.1001

Abstract

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bangli Nomor 9 Tahun 2013 tentang Perda Nomor 9 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bangli Tahun 2013-2033. Pada Perda diatur tentang kawasan sempadan jurang yang memiliki fungsi sebagai pelestarian lingkungan, namun dalam implementasi Perda terjadi ahli fungsi terhadap kawasan sempadan jurang dimana saat ini marak pembangunan restaurant atau rumah makan di sempadan jurang sekitar jalan obyek wisata Penelokan. Sempadan jurang di sepanjang jalan obyek wisata Penelokan merupakan sempadan jurang pada kawasan kaldera Gunung Batur yang seharusnya tidak boleh mendirikan bangunan. Pada penelitian ini penulis menngunakan metode penelitian studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pelanggaran terhadap kebijakan larangan mendirikan bangunan disekitar sempadan jurang yang merupakan kawasan kaldera Gunung Batur.
PATOLOGI MANAJEMEN PELAYANAN SEKTOR PUBLIK DALAM PROGRAM ADMINISTRASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI I Made Yuda Prasetia
Widyanata Vol 19 No 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54836/widyanata.v19i2.1003

Abstract

Keterlibatan pemerintah desa dalam memberi pelayanan harus dilakukan dengan cepat dan akurat. Dalam kesuksesan pembangunan harus mampu bersinergi dengan baik dengan pemerintah pusat, Penyakit admiistrasi atau yang dalam hal ini disebut sebagai patologi menjadi suatu variable yang melekat pada buruknya tatanan pengelolaan system administrasi, buruknya manajemen pelayanan kepada masyarakat, tentu hal tersebut sangat menyimpang dari nilai-nilai dan kaidah dasar dari suatu proses implementasi kebijakan dalam mengoptimalkan manajemen pelayanan publik, dimana dalam hal ini kebijakan yang telah dibuat demikian rupa harus disukseskan dengan tahapan implementasi yang baik, oleh karena itu pemahaman terhadap masalah patologi administrasi dapat menjadi suatu landasan perbaikan administrasi. Penelitian ini adalah menganalisis data-data skunder yang telah didapatkan serta membandingkan dengan teori dan sistem administrasi yang baik. Hasil analisis dan pembahasan memunculkan beberapa poin evaluasi penting dalam menyelesaikan patologi administrasi pelayanan ADMINISTRASI diantaranya adalah Meningkatkan system pelayanan terpadu, Memaksimalkan fungsi Transparan dan Kecepatan Pelayanan ASN dengan pelaporan data secara online, melakukan pelayanan aduan langsung dari masyarakat.
ANALISIS PENERAPAN KEBIJAKAN NEW NORMAL DALAM MENEKAN PERKEMBANGAN KLASTER COVID-19 DI PASAR TRADISONAL PANORAMA KOTA BENGKULU Siti Laila Rahmi; Djonet Santoso; Jatmiko Yogopriyatno
Widyanata Vol 19 No 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54836/widyanata.v19i2.1006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kebijakan new normal di Pasar Panorama Kota Bengkulu. Untuk menganalisis peneliti menggunakan teori implementasi kebijakan dimana terdapat tiga aktivitas yaitu organisasi, interpretasi dan aplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan new normal normal di Pasar Panorama Kota Bengkulu belum berjalan optimal. Pertama, ditinjau pada aspek organisasi dalam pelaksanaanya sudah sesuai sebagaimana mestinya dimana organisai yang ditetapakan yaitu satgas penanganan Covid-19 berjalan dengan baik dalam merealisasikan kebijakan new normal. Pada aspek interpretasi tidak berjalan baik. Dapat dilihat bahwasanya dari segi pemahaman masyarakat memahami tetapii mereka tidak menerima dengan baik kebijakan tersebut sehingga mempengaruhi mereka dalam bersikap sebagaii respon dari kebijakan new normal. Terakhir, pada aspek aplikasi juga tidak berjalan optimal. Hal ini dapat dilihat dalam pelaksanaannya masyarakat sebagai target sasaran tidak menerapkan kebijakan new normal dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang merupakan tujuan dari pelaksanaan kebijakan new normal di Pasar Panorama Kota Bengkulu.
IMPLEMENTASI RENCANA PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DANAU MAS HARUN BASTARI DI KABUPATEN REJANG LEBONG Pandu Logika; Sugeng Suharto; Jatmiko Yogopriyatno
Widyanata Vol 19 No 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54836/widyanata.v19i2.1007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi rencana Dinas Pariwisata dalam mengembangkan obyek wisata Danau Mas Harun Bastari di Kabupaten Rejang Lebong. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Aspek penelitian dari teori Logic Models serta berpedoman dengan Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupataen Rejang Lebong tahun 2016-2021 dimana terdapat 3 kompenen yaitu Recources (Sumber Daya), Activities (Kegiatan), Outputs (keluaran). Hasil penelitian diketahui dalam aspek Recources, terdapat kendala pada kualitas dan kuantitas sumber daya manuisa yang belum terpenuhi secara maksimal. ditandai dengan latar belakang pendidikan dari kepariwisataan yang minim dan disisi lain juga ketersediaan sarana dan prsarana yang belum terpenuhi. Dalam aspek Activities, dalam aspek kegiatan telah melakukan tahapan kegiatan pemasaran dan pengembangan destinasi namun masih terdapat kendala terkait tidak adanya kegiatan pemeliharaan fasilitas. Kemudian dalam aspek Outputs, keluaran perencanaan Dinas Pariwisata yaitu terdapat didalam Renstra yang menghasilkan beberapa kegiatan pemasaran dan pengembangan destinasi pariwisata, namun belum optimal karena terdapat hambatan seperti tidak adanya kerja sama dan kurangnya anggaran dana dalam pembangunan sarana dan prasarana pendukung objek wisata Danau Mas Harun Bastari. Adapun rekomendasi untuk Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong agar meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai serta pengadaaan perencanaan kegiatan pemeliharaan fasilitas dan menjalin kemitraan.
PERANAN E-GOVERNMENT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI DESA SANDING KECAMATAN TAMPAKSIRING Dewa Gede Atmajaya; Gede gede Wirata
Widyanata Vol 18 No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan E-Government merupakan salah satu pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) yang merupakan proses dan aplikasi yang berbasis komputer, mengelola informasi kantor desa, mendukung fungsi dan tugas kantor desa termasuk administrasi kependudukan, perencanaan, pelaporan, pengelolaan asset, pengelolaan anggaran, layanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peranan E-Government dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Desa Sanding yaitu pelayanan publik yang diberikan menunjukkan bahwa prosedur pelayanan publik disusun secara sederhana dan menunjukkan keterbukaan baik dalam hal prasyarat, rincian tarif ataupun waktu penyelesaian administrasi. Adanya pelayanan yang sama untuk semua masyarakat tanpa membedakan gender, status ataupun golongan dari masyarakat tersebut. Struktur organisasi telah jelas namun masih terdapat pelimpahan tugas yang disebabkan karena pegawai tidak mampu menyelesaikan beban pekerjaannya sesuai dengan tupoksinya. Pelaksana e-government telah berusaha menyeimbangkan kemampuan perangkat desa dengan pemberian pelatihan dan pembinaan secara berkala. 2) Kendala dalam penerapan E-Government di Desa Sanding Kecamatan Tampaksiring adalah adanya keterbatasan koneksi atau jaringan internet yang menyebabkan kesulitan dalam mengakses website atau kesulitan untuk online, kurangnya sosialisasi sehingga menyebabkan kurangnya informasi yang diterima masyarakat mengenai informasi kependudukan serta rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ditunjukkan dengan ketidakmampuan perangkat desa untuk menyeimbangkan kemampuan dengan perkembangan teknologi informasi dalam hal mengoperasian komputer. Kata Kunci : E-Government dan Pelayanan Publik
PROFESIONALISME PEMANDU DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KUNJUNGAN ISTURA PADA ISTANA KEPRESIDENAN TAMPAKSIRING BALI Dewa Gede Arimbawa
Widyanata Vol 18 No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesionalisme sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang atau individu dalam melakukan suatu pekerjaan menurut bidang tugas dan tingkatannya masing-masing. Hasil dari pekerjaan itu lebih ditinjau dari segi sesuai porsi, objek, bersifat terus menerus dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun serta jangka waktu penyelesaian pekerjaan yang relatif singkat. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Parasuraman (2001) yang menyatakan 5 indikator pelayanan yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profesionalisme pemandu dalam meningkatkan pelayanan kunjungan istura pada Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali telah berjalan dengan baik sesuai dengan hasil analisis menggunakan Teori Pelayanan. Tetapi masih perlu dilakukan beberapa evaluasi, hal itu karena dari 5 indikator terdapat 1 indikator pelayanan yang harus dievaluasi yaitu perlunya penambahan sarana kebersihan sehingga tidak mengganggu kebersihan sebagai salah satu bentuk pendukung pelayanan. Sedangkan 4 indikator yang telah memenuhi yaitu adanya pemandu yang telah memiliki keterampilan dalam memandu, memandu dengan baik sehingga mudah dimengerti, memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk bertanya serta memperhatikan kebutuhan informasi dari pengunjung. Kendala dari profesionalisme pemandu dalam meningkatkan pelayanan kunjungan istura pada Istana Kepresidenan Tampaksiring Bali adalah masih kurangnya jumlah pemandu dan masih kurangnya kemampuan pemandu dalam berbahasa asing.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SEKOLAH DASAR NO 1 BLAHKIUH KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG I Gede Heri Gunawan; I Made . Sumada; I Nyoman Suargita
Widyanata Vol 18 No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Pelaksanaan BOS di Bali juga masih terdapat kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, setidaknya hal itu dapat dilihat dari pemberitaan di dunia maya yaitu adanya dugaan korupsi, keterlambatan pencairan dana, manipulasi laporan, kelebihan dan kekurangan dana akibat kesalahan administrasi pendataan siswa, tidak melibatkan komite sekolah sebagai pengontrol, kurangnya sosialisasi, dan masalah lainnya yang terjadi di semua Kabupaten di Bali, salah satunya adalah Kabupaten Badung. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimanakah implementasi program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Sekolah Dasar No 1 Blahkiuh ? 2) Apakah kendala dalam implementasi program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Sekolah Dasar No 1 Blahkiuh? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teori implementasi kebijakan publik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Merilee S. Grindle (Suharsono,2011:93) Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Bantuan Operasional Sekolah pada Sekolah Dasar No 1 Blahkiuh belum berjalan dengan maksimal karena dalam hal pelaporan masih sering terjadi keterlambatan yang disebabkan oleh kurangnya koordinasi Kepala Sekolah dengan pegawai bagian administrasi.Kendala dalam implementasi program Bantuan Operasional Sekolah pada Sekolah Dasar No 1 Blahkiuh yaitu kurangnya sosialisasi tentang dana BOS, kurangnya koordinasi dalam pelaporan dana BOS dan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Kata Kunci : Implementasi, Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA DI DESA SANGEH KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG I Ketut . Suarjaya
Widyanata Vol 18 No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi merupakan keterlibatan mental dan emosi dari seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk menyokong kepada pencapaian tujuan kelompok tersebut dan ikut bertanggungjawab terhadap kelompoknya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Partisipasi Masyarakat menurut Holil (1980:8) yang menguraikan 5 indikator partisipasi masyarakat yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pengahasilan serta lamanya tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam penyusunan RPJM Desa di Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung adalah partisipasi interaktif dan telah efektif tetapi terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya. Berdasarkan hasil analisis dengan Teori Holil menunjukkan bahwa keaktifan masyarakat dalam berpartisipasi. Masyarakat perempuan memiliki kesempatan yang lebih sedikit dibandingkan masyarakat laki-laki untuk berpartisipasi dalam musyawarah penyusunan RPJM Desa. Masyarakat dengan tingkat pendidikan terakhir SMA memiliki tingkat keaktifan lebih tinggi dari masyarakat dengan tingkat pendidikan terakhir SD. Pekerjaan dan penghasilan yang dimiliki masyarakat Desa Sangeh tidak menghalangi kesadaran. masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyusunan RPJM Desa. Semakin lama seseorang tinggal di Desa Sangeh maka rasa memiliki terhadap lingkungan cenderung lebih meningkatkan partisipasi dalam setiap kegiatan pembangunan ataupun penyusunan RPJM Desa. Faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam penyusunan RPJM yaitu adanya sejarah komunitas Desa Sangeh, kepemimpinan dari pemimpin yang menjadi panutan masyarakat, kapasitas organisasi kemasyarakatan yang cukup dan sumber daya manusia yang memadai sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya pemahaman informasi program karena kurangnya pendekatan pemerintah dengan masyarakat dan adanya pelaksanaan program yang lama (melanjutkan proses program yang lama yang belum tuntas). Kata Kunci:Partisipasi, RPJM
Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Dalam Inovasi Upaya Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Utama, Sasmito Jati
Widyanata Vol 18 No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memberikan instruksi untuk pencegahan Covid-19 ditingkat desa melalui Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa. Adapun ruang lingkup Surat Edaran ini meliputi (1) Penegasan PKTD, (2) Desa Tanggap COVID-19; dan (3) Penjelasan perubahan APBDes..Tulisan ini mengkaji mengenai kapasitas aparatur pemerintah desa dalam inovasi penanggulangan dan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayahnya, melalui studi literatur, yang berfokus pada kapasitas-kapasitas aparatur khususnya pemerintah desa dalam upaya pencegahan dan penanganan COVID-19berdasarkan praktek terbaik di Indonesia. Kapasitas aparatur pemerintah desa yang diperlukan sebagai inovasi dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayahnya dapat disimpulkan bahwa seorang kepala desa membutuhkan kapasitas responsif, kapasitas ekstraktif, kapasitas regulatif, kapasitas distributif dan kapasitas kolaboratif. Kata Kunci:kapasitas, aparatur, ekstraktif, responsive, Covid-19
EFEKTIVITAS PROGRAM TEMPAT OLAH SAMPAH SETEMPAT (TOSS) DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA GUNAKSA, KABUPATEN KLUNGKUNG Komang Ema Marsitadewi; I Wayan Sudemen
Widyanata Vol 18 No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Univeristas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Klungkung menjadi salah satu contoh wilayah yang mengembangkan pembangkit listrik alternatif melalui program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Program ini telah dijalankan 3 tahun dan pelaksanaannya, program TOSS ini mengalami banyak hambatan seperti kemampuan pengelolaan desa masing-masing, dana hingga keterbatasan pengadaan alat pengelolaan sampah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada 98 orang dan dari laporan-laporan, artikel ilmiah atau penelitian sejenis yang berhubungan dengan Program TOS). Keefektifan TOSS dilihat dalam tiga bagian yakni: input, proses, dan output. Dari sisi input, hasil penelitian menunjukkan jenis sampah yang diperoleh melalui pemilahan sampah memperoleh rata-rata skor sebesar 2,28 hal ini menandakan bahwa masyarakat kurang baik dalam melakukan pemilahan sampah. Dari sisi proses, pengumpulan sampah oleh petugas sudah menunjukkan kategori baik. Hal ini didukung oleh tersedianya kendaraan pengangkut sampah ke tempat pengolahan. Sedangkan pengelolaan sampah yang dilakukan petugas menunjukkan bahwa seluruh pekerja TOSS menyatakan secara rutin dan terus menerus mengolah sampah yang masuk ke TOSS Desa Gunaksa. Dari sisi output, perubahan volume sampah yang dihasilkan masyarakat menunjukkan rata-rata skor 2,66 yang berarti berada dalam kategori baik. Dengan demikian maka dapat dikatakan perubahan volume sampah semakin berkurang dengan adanya TOSS di Desa Gunaksa ini. Kata Kunci: Efektivitas, Pengelolaan Sampah, Tempat Olah Sampah Setempat, Kabupaten Klungkung.