cover
Contact Name
Sarah Fazilla
Contact Email
jurnalgenderangasa@iainlhokseumawe.ac.id
Phone
+6285373333481
Journal Mail Official
jurnalgenderangasa@iainlhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Lhokseumawe Jl. Medan-Banda. Aceh, Km. 275, No.1 Alue Awe, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia. 24352
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Genderang Asa: Journal of Primary Education
ISSN : 27748235     EISSN : 27758788     DOI : https://doi.org/10.47766/ga.v3i2
Core Subject : Education,
Genderang Asa: Journal of Primary Education | ISSN 2774-8235 (print) and 2775-8788 (electronic) is a journal published in the Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training at the State Islamic Institute of Lhokseumawe. This journal is published twice a year in June and December. The focus of this journal contains articles concerning research on Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education / Primary / Islamic Elementary School (Madrasah Ibtidaiyah) / Elementary School (Sekolah Dasar) Teacher Education, such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, and educator professionalism.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 81 Documents
Analisis Penilaian Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Implikasinya Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan SD/MI Finy Fitriani
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 2 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.074 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i2.152

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian pembelajaran berbasis teknologi informasi dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang SD/MI. Asesmen (penilaian) berbasis teknologi ditinjau dari segi pendidikan merupakan proses penilaian yang dilakukan dengan melibatkan media seperti komputer, LCD, Handphone, dan sejenisnya, guna mengoptimalkan penilaian dalam pembelajaran yang lebih efisien dan menarik. Oleh karena itu perkembangan kemajuan teknologi dapat digunakan dalam teknik penilaian berbasis teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan yaitu berupa buku-buku, maupun jurnal online yang diakses melalui google scholar. Teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan dokumentasi dari beberapa buku-buku, tesis, maupun jurnal online selanjutnya diolah dan dianalisis kemudian diambil kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini dijelaskan bahwa dengan adanya perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan oleh sekolah ataupun institusi pendidikan sebagai sarana dalam memberikan penilaian berbasis teknologi informasi yang berguna untuk meningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini juga berkontribusi dalam memberikan contoh-contoh penilaian berbasis teknologi dengan berbagai macam fitur penilaian antara lain dengan menggunakan google classroom, testmoz, quizizz, proprofs dan juga quiz star. Kata kunci: Penilaian Berbasis Teknologi, Kualitas Pendidikan Abstract This study aims to determine the assessment of information technology-based learning and its implications for improving the quality of education at the SD/MI level. Technology-based assessment (assessment) in terms of education is an assessment process carried out by involving media such as computers, LCD, handlphone, and the like, in order to optimize assessments in more efficient and interesting learning. Therefore, the development of technological advances can be used in information technology-based assessment techniques. This study uses the type of library research (library research). The data sources used are in the form of books, and online journals that are accessed through Google Scholar. The data collection technique is by collecting documentation from several books, thesis, and online journals which are then processed and analyzed and conclusions are drawn. The results of this study explain that with the development of information technology can be used by schools or educational institutions as a means of providing information technology-based assessments that are useful for improving the quality of education. This research also contributes to providing examples of technology-based assessments with various assessment features, including using google classroom, testmoz, quizizz, proprofs and quiz star. Keywords: Technology Based Assessment, Quality of Education
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Tingkat Sekolah Dasar Fadhlina Harisnur; Suriana
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 2 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.79 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i2.156

Abstract

Rendahnya mutu pendidikan sering kali dikaitkan dengan kurikulum, hal ini dikarenakan kurikulum yang berperan menciptakan pengalaman belajar bagi peserta didik menjadi salah satu acuan dalam pendidikan. Berkaca dari kegagalan yang sudah ada maka lahir pemikiran untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan mendirikan sekolah berbasis islami yang mengintegrasikan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dengan landasan gerakan tarbiyah. Untuk itu tulisan ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai sekolah Islam terpadu yang mencoba meretas jalan membangun pendidikan berkualitas, salah satunya dengan berupaya menciptakan pengajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam di dalamnya. Yakni dengan mengintegrasikan berbagai komponen kegiatan keislaman yang mampu membentuk pendidikan berkarakter yang kokoh dan efektif. Kurikulum JSIT ini dalam mengimplementasikannya harus di dukung oleh Dinas Pendidikan Daerah, kebutuhan dunia kerja, kepala sekolah, komite sekolah, dan semangat dari perserta didik.
Integrasi Pendidikan Dasar dan Ilmu Agama Islam di MI PGM Kota Cirebon Safikri Taufiqurrahman
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 2 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.081 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i2.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi integrasi IPS dan ilmu islam didalam pembelajaran di MI PGM Kota Cirebon, situasi dan kondisi yang masih memisahkan ilmu Pendidikan dasar dan ilmu agama islam menyebabkan masih banyak yang belum bisa mengintegrasikan antara ilmu Pendidikan dasar dan ilmu agama islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1)dalam pembelajaran IPS masih memisahkan diri dengan ilmu agama islam. 2) implementasi integrase Pendidikan dasar dan ilmu agama islam belum terealisasi dengan baik. Hal ini dapat berjalan dengan lancer kalau guru sudah bisa mengaitkan pembelajaran IPS dengan ilmu agama islam dalam menyampaikan materi, dan juga adanya konsep perluasan pembaharuan pendidikan sebagaimana yang dilakukan oleh K.H. Ahmad Dahlan dengan format mengintegrasikan pesantren tradisional dengan model sekolah Barat dengan berpijak pada sistem pendidikan nasional, Kedua, holistic transformative education, yakni pembakuan materi al-Islam di sekolah-sekolah yang didirikan oleh organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad dan yayasan-yasan islam lainya yang mendirikan lembaga pendidikan dengan identitas sekolah, Ketiga, modernisasi madrasah. Tonggak modernisasi ini dimulai ketika madrasah berubah status sebagai sekolah yang berciri khas agama Islam dengan merubah kurikulum pendidikan umumnya sama dengan sekolah bentuk modernisasi madrasah dalam konteks saat ini adalah munculnya madrasah unggulan seperti MI Unggulan Sabilillah, MI Miftahul UlumPlosorejo, MI Nurul Ulum, MI PSM Sulursewu, MIN Jabodetabek, MIN 1 Bandung, MIN 1 Kota Malang, MIN Darussalam Ciamis dan masih banyak madrasah lainnya yang masuk katagori sekolah unggulan.  
Efektifitas Penggunaan Media Digital dalam Proses Belajar Mengajar Khairul Anam; Syibran Mulasi; Syarifah Rohana
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 2 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.711 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i2.161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media digital itu efektif dan efesien dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran Fiqih di Sekolah MAN 1 Aceh Barat. Peneletian ini merupakan penelitian Kualitatif, sedangkan dalam pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian, bahwa guru dalam menyampaikan materi pelajaran di dalam kelas menggunakan media digital seperti PowerPoint, Word, Prizi, Youtube, video Pembelajaran, Aplikasi Ujian dan CBT (Computer Based Test). Dengan menggunakan media digital dalam proses belajar mengajar, dapat disimpulkan bahwa, salah satu metode guru untuk menghidupkan suasana kelas hingga terjadinya diskusi antar siswa, memudahkan guru dalam menyampaikan materi dan siswa mudah memahami materi. Guru mata pelajaran Fiqih menggunakan media digital dalam pembelajaran tersebut dengan cara menampilkan slide PowerPoint, slide Prizi dan video pembelajaran yang menarik. Dengan menggunakan media digital, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efesien.
Analisis Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal HOTS Pada Pelajaran IPA Fauziana; Kastri Fani; Rahmiaty
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 2 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.836 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i2.165

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS, berdasarkan indikator kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterbatasan dalam memberikan soal-soal IPA tipe HOTS, mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada pelajaran IPA kelas V MIN 25 Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian guru wali kelas V dan siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada pelajaran IPA kelas V MIN 25 Aceh Utara masih terbilang rendah. Dari 28 siswa, ada sebanyak 14 siswa yang berkemampuan rendah yang hanya mampu menyelesaikan soal HOTS pada indikator C4 (menganalisis). Kemudian, sebanyak 8 siswa yang berkemampuan sedang cukup mampu pada indikator C4 (menganalisis) dan C5 (mengevaluasi). Dan sebanyak 6 siswa yang berkemampuan tinggi sudah mampu menyelesaikan soal HOTS pada indikator C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal HOTS yaitu siswa mengerjakan soal dengan terburu-buru, siswa, rendahnya tingkat konsentrasi dan pengetahuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS, serta kurangya motivasi orang tua dan kondisi ekonomi yang tidak mendukung. Upaya mengatasi kesulitan siswa yaitu dengan memberikan pengajaran perbaikan (remedial), kegiatan pengulangan materi (pengayaan), dan motivasi yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam belajar, mampu menyelesaikan soal dengan baik, serta siswa mendapatkan pengetahuan sesuai dengan yang diharapkan strandar kompetensi dan kompetensi dasar.
Problematika Pembelajaran Daring Di Kelas IV SD Negeri Mentel I Gunungkidul Noven Kusainum
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 1 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.809 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i1.1350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran daring di kelas IV SD Negeri Mentel I Gunungkidul. Situasi dan kondisi saat pandemi Covid-19 menyebabkan ketidaksiapan guru, siswa, dan orang tua dalam pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran daring adalah 1) kurangnya sosialisasi pembelajaran daring kepada orang tua, 2) ketidaksesuaian tuntutan kurikulum dengan pembelajaran daring masa pandemi Covid-19, 3) guru belum mengoptimalkan kemampuan mengembangkan dan memodifikasi media pembelajaran, 4) sulit melakukan penilaian sikap dan penilaian autentik, serta 5) kurangnya kerja sama antara orang tua dan guru. Pembelajaran daring dapat berjalan secara efektif jika ada kerja sama dan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru.
Strategi Pendidikan Karakter Pada Anak Dalam Setting Keluarga di Era Disrupsi Nurul Hikmah
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 1 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.44 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i1.1351

Abstract

Isu banyaknya kasus kekerasan dan bullying di kalangan anak menandai semakin merosotnya jati diri pada generasi muda. Kondisi ini mencerminkan lemahnya pendidikan karakter yang diberikan kepada anak dalam setting pendidikan maupun keluarga.Peran keluarga sebagai garda pertama dalam merangsang pembentukan karakter anak dinilai masih lemah, terlebih pada era perkembangan teknologi dan informasi yang kian pesat dan cepat.Karakter merupakan aspek penting jati diri seseorang dalam bentuk tindakan yang dinilai berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat.Yates dan Yates mengungkapkan bahwa karakter adalah kualitas dalam diri individu yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku yang menyebabkan seseorang dapat dihormati.Tujuan penelitian ini merespon fenomena dekadensi karakter pada anak yang menjadi isu penting dalam perkembangan moral anak di era disrupsi.Data kualitatif didapatkan dari hasil analisis guna mendapatkan solusi dalam menentukan strategi yang tepat dalam mengembangkan karakter dalam setting keluarga era disrupsi. Berdasarkan hasil temuan, penulis menemukan dua temuan utama. Pertama, strategi pendidikan karakter dalam setting keluarga. Kedua, peran orang tua dalam pembentukan karakter anak di era disrupsi.Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada orang tua, guru, dan pihak terkait yang terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan karakter pada anak pada era disrupsi.
Peran Madrasatul Ula Dalam Pembentukan Kecerdasan Spiritual Anak Syibral Mulasi
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 1 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.377 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i1.1353

Abstract

Pembahasan ini bertujuan untuk melihat peran orangtua sebagai madrasatul ula dalam pembentukan kecerdasan spiritualitas anak, dalam Islam dikatakan orangtua sebagai guru yang paling utama (madrasatuul ula) bagi anak-anaknya, maka selayaknya mampu menjalankan peran mereka sesuai konteks yang diajarkan Rasulullah Saw, pembahasan ini menggunakan pendekatan kualitaif dengan metode analis tesk baik dari ayat ayat Al-Qur‟an maupun Hadits Rasulullah Saw dan serta tulisan yang berkaitan dengan tema pembahasan. Dari hasil kajian ditemukan bahwa peran orangtua sebagai madrasatul ula sangatlah menentukan arah pembentukan kepribadian anak, orangtua yang tidak mampu menjalankan perannya dengan baik dan maksimal akan berpengaruh langsung terhadap sikap religiusitas anak, disamping itu dalam membentuk anak yang baik sudah selayaknya orangtua memberikan teladan yang baik bagi anak, mendidik anak dengan akhlakul karimah, selalu menasehati serta harus selalu memproteksi setiap apa yang mereka lakukan dan membimbing serta mengarahkan anak dari setiap kesalahan yang telah mereka lakukan anak.
Pola Komunikasi Orang Tua Terhadap Perilaku Belajar Anak Usia 7-12 Tahun Pada Masa Covid-19 Di Desa Purwosari Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah Ruhama Fitri; Samsul Bahri; Fauziana Fauziana
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 1 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.025 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i1.1354

Abstract

Penerapan pola komunikasi yang tidak tepat berdampak pada perilaku belajar. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda, oleh karena itu pola komunikasi akan menghasilkan perilaku belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi orang tua terhadap perilaku belajar anak usia 7-12 tahun pada masa COVID-19 di Desa Purwosari Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, motode deskriptif. Subjek penelitian orang tua anak usia 7-12 tahun berjumlah 28 orang dan anak usia 7-12 tahun berjumlah 65 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data mengunakan reduksi data, Penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa purwosari kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah, dalam mendampingi anak ketika belajar orang tua mengunakan pola komunikasi yang berbeda-beda yaitu: pola komunikasi membebaskan (permissive), otoriter dan demokratis. Pola komunikasi membebaskan orang tua cenderung mengabaikan anak ketika belajar sehingga perilaku belajar anak tidak terarah dan tidak tersetruktur, anak belajar sesuai keinginan sendiri, mudah mengabaikan tugas dan kewajiban belajar di rumah. Orang tua yang mengunakan pola komunikasi otoriter, orang tua bersikap berkuasa memberikan perintah serta larangan-larangan sehingga perilaku belajar anak merasa dipaksa dalam belajar. Sedangkan orang tua yang menggunakan pola komunikasi demokratis, adanya sikap keterbukaan antara orang tua dan anak, sehingga perilaku belajar anak terarah dan tersetruktur, anak belajar dengan santai, tidak terbebani dan cepat menyerap pelajaran dengan jadwal belajar yang telah disusun bersama. Dari ketiga pola komunikasi di atas, pola komunikasi yang efektif ketika anak belajar dirumah saat pandemi COVID-19 adalah pola komunikasi demokratis.
Dampak Pemberian Reward Oleh Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak Di Kampung Gajah Putih Rica Mahbengi; Samsul Bahri; Sarah Fazilla
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 1 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.617 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i1.1365

Abstract

Pemberian reward untuk anak merupakan sikap positif yang ditunjukan oleh oleh orang tua untuk memotivasi dalam proses pembelajaran, motivasi nyang diberikan bukan hanya berupa material tetapi juga non material yang berbentuk reward dan penghargaan terhadap hasil belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang, jenis reward yang diberikan kepada anak usia 7-12 tahun, peran orang tua dalam memotivasi belajar anak usia 7-12 tahun, dampak pemberian oleh orang tua terhadap motivasi belajar anak usia 7-12 tahun. Jenis penelitian kualitatif, pendekatan deskriptif, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 orang tua yang memiliki anak usia 7-12 tahun di kampung Gajah Putih. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian jenis reward yang diberikan orang tua kepada anak di kampung Gajah Putih berupa reward yang berbentuk pujian dan hadiah untuk meningkatkan semangat belajar anak. Orang tua berperan aktif dalam memotivasi belajar anak dan orang tua merupakan tokoh utama dalam meningkatkan semangat belajar anak salah satu caranya adalah dengan memberikan reward. Dampak pemberian reward oleh orang tua terhadap motivasi belajar anak sangat bagus untuk anak dan orang tua karena masing-masing mendapatkan feedback dari apa yang mereka inginkan