cover
Contact Name
Tommy Kuncara
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6285695565558
Journal Mail Official
tommy@admi.or.id
Editorial Address
Perumahan Bumi Dirgantara Permai Blok CL NO 5, Jl. Durian, Jati Asih, Bekasi, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin
ISSN : 28290887     EISSN : 28290496     DOI : https://doi.org/10.56127/jammu.v1i1
Core Subject : Social,
Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin adalah jurnal pengabdian Masyarakat yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Asosiasi Dosen Muda Indonesia dan di payungi Oleh Yayasan Dosen Muda Indonesia. Focus dan Scope pada bidang pendidikan, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, dan Rekayasa. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat indonesia memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal abdi Masyarakat Multidisiplin Terbit 1 tahun 3 kali (April, Agustus dan Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 141 Documents
Sosialisasi Inovasi material Menggunakan Silica Fume dan Fly Ash sebagai Bahan Tambah pada beton Anastasia Septya Wardaningrum; Era Agita Kabdiyono; Ahmad Fachri Ilham Al Akmal; Iqbal Rusdiani; Kukuh Faizal Akhmad; Muhammad Khoirul Dzakwan
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.2797

Abstract

This title describes an activity (such as a seminar, workshop, or presentation) aimed at disseminating information (socialization) about an innovation in the field of construction materials. Many small-scale construction practitioners, craftsmen, or the general public still use conventional concrete mixing methods (only cement, sand, gravel, water). They do not understand that the addition of additives can significantly change the properties of concrete. Fly Ash (fly ash from coal combustion) and Silica Fume (residual silicon metal production) are industrial wastes that are abundantly produced. If not utilized, these materials often become environmental pollutants. In the field, this waste is often considered useless, even though it has high pozzolanic properties. Conventional concrete often has quite large micropores, making it susceptible to water seepage and cracking over time. Without additives, it is difficult to achieve high-quality concrete or watertight concrete at the greatest cost efficiency. In the field, cement use is often wasteful. Replacing some cement with Fly Ash or Silica Fume is a global solution that has not been widely implemented at the local/community level. The main objective of this activity is to bridge modern concrete technology with its applications in society to create better and more sustainable construction. The main focus of innovation is the use of two specific materials: Silica Fume and Fly Ash. These two materials—often byproducts or waste from other industries—are presented as additives mixed into concrete.
Sosialisasi Inovasi Beton Ramah Lingkungan Berbasis Tempurung Kelapa sebagai Substitusi Agregat Kasar Rifaldi Adi Saputra; Era Agita Kabdiyono; Agung Sakti Meldian; Stevi Cahyani; Yayo Hardiansah; Galang Romadlon; Hariyadi Hariyadi
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.2798

Abstract

The increasing use of concrete in infrastructure development has led to a growing demand for natural aggregates, particularly gravel as coarse aggregate. This condition requires the introduction of environmentally friendly alternative materials based on local resources. Coconut shell is an organic waste commonly found in communities, yet its practical use as a construction material remains limited. This community service activity aims to improve participants’ knowledge and basic skills in utilizing coconut shell as a substitute for coarse aggregate in environmentally friendly concrete mixtures. This study employed a descriptive qualitative method through socialization, demonstration, simple practice, observation, documentation, discussion, and evaluation of participants’ understanding. The data were analyzed descriptively to explain the implementation process, participants’ responses, and changes in their understanding of coconut shell waste utilization. The results show that participants gained knowledge about the concept of green concrete, the function of coarse aggregate in concrete mixtures, the initial processing stages of coconut shell, and the potential of local waste as an alternative material for simple construction applications. The implication of this activity is the improvement of community awareness regarding waste utilization and the importance of sustainable construction materials. The originality of this activity lies in its educational and practical approach to introducing coconut shell as a coarse aggregate substitute through direct socialization and hands-on practice with the community.
Sosialisasi Pembuatan Eco-Paving Block Berbasis Serbuk Cangkang Telur sebagai Material Konstruksi Ramah Lingkungan Y. Sulistiyohadi; Era Agita Kabdiyono; Jalaludin Jalaludin; Achmad Sarwiji; Sigit Ary Cahyon; Tegar Rafii Fadh Lullah
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.2799

Abstract

Eggshell waste is an organic waste commonly generated from households, school canteens, restaurants, and food industries, yet its utilization remains limited. Eggshells contain calcium carbonate (CaCO₃), which has the potential to be used as a partial cement substitute in environmentally friendly construction materials. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of students at SMK Negeri 4 Kota Tangerang in utilizing eggshell waste as a mixture material for eco-concrete or eco-paving block production. The implementation method used a participatory approach, including preliminary observation, socialization of green technology concepts, training in processing eggshells into powder, product-making demonstrations, hands-on practice, discussion, documentation, and activity evaluation. The activity data were analyzed descriptively and qualitatively based on observation results, participant responses, documentation, and evaluation of participants’ understanding. The results show that participants gained knowledge about green technology, organic waste management, eggshell processing stages, and the potential of eggshell powder as an alternative material for non-structural construction products. This activity contributes to increasing environmental awareness and strengthening students’ practical skills in processing waste into value-added materials. The originality of this activity lies in the integration of environmental education, appropriate technology, and practice-based learning in introducing eggshell powder-based eco-paving block innovation within vocational education.
Strategi Branding Produk Dan Digital Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan Umkm Umpan Ikan Berbasis Project Based Learning Meylinda Meylinda; Arif Igo
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 01 (2026): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i01.2814

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk untuk memaksimalkan pemanfaatan permasaran melalui Strategi Branding Produk dan Digital Marketing dalam Meningkatkan Penjualan UMKM Umpan Ikan Berbasis Project Based Learning. Pengabdian dilakukan pada UMKM Umpan Ikan Beku Cabek MM di Desa Iwul Maret 2026. Pada penelitian ini peneliti melihat ada tiga hal penting yang belum dimiliki UMKM Umpan Ikan Beku Cabek MM yaitu promosi masih dilakukan secara word of mouth marketing (pemasaran mulut ke mulut) sehingga memiliki pangsa pasar yang terbatas, UMKM Umpan Ikan Beku Cabek MM belum megantongi izin usaha resmi berupa Nomor Induk Berusaha sehingga sulit mendapatka kepercayaan dari para calon customer baru. Disisi lain UMKM Umpan Ikan Beku Cabek MM belum mengikuti perkembangan zaman dan teknologi yaitu usahanya masih konvensional, belum memliki toko online. Project Based Learning (PBL) yang telah dilaksanakan pada UMKM Umpan Ikan Beku Cabek MM dengan menggunakan Metode Pengabdian dan Observasi. Ada berapa hal yang dilakukan dalam pembahasan terhadap solusi yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Umpan Ikan Beku Cabek MM yaitu pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) memberikan dampak positif terhadap profesionalitas usaha UMKM Umpan Ikan Beku Cabek MM. membuatkan Akun Media Sosial berupa Instagram dan Facebook sebagai sarana promosi produk online dan kegiatan pendampingan terbentuknya Toko Online UMKM Cabek MM pada platform e-commerce Shopee. Secara keseluruhan, kegiatan Project Based Learning ini menunjukkan bahwa pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM mampu memberikan kontribusi positif dalam mengatasi situasi dan isu permasalahan yang dihadapi. Upaya yang telah dilakukan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.
Peningkatan Kemampuan Siaran Siswa SMK 1 PB Sudirman melalui Pelatihan Jurnalisme Multimedia Dani Setiadarma; Ferdi Setiawan; Soemiadeny Soemiadeny; Tri Satria Muhammad; Marwan Albab
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 01 (2026): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i01.2859

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siaran siswa SMK 1 PB Sudirman melalui pelatihan jurnalisme multimedia berbasis teknologi digital. Permasalahan mitra meliputi rendahnya kemampuan siswa dalam menulis naskah berita, keterampilan tampil di depan kamera, penguasaan perangkat siaran, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses produksi berita. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan dasar jurnalisme, praktik penulisan naskah berita, pelatihan performa siaran, penerapan teknologi digital, pendampingan produksi konten, evaluasi hasil, dan penyusunan strategi keberlanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah experiential learning, sehingga peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga melakukan praktik langsung dalam produksi siaran berita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar 58%. Selain itu, sebanyak 83% peserta mampu menggunakan perangkat dan tools digital dalam praktik produksi berita multimedia. Kegiatan ini juga mendorong optimalisasi Laboratorium Televisi sekolah sebagai ruang praktik pembelajaran berbasis industri. Dengan demikian, pelatihan jurnalisme multimedia ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi siaran, literasi digital, dan kesiapan siswa dalam menghadapi kebutuhan industri media di era Society 5.0.
Pelatihan Menyusun Program Siaran Langsung Televisi Dani Setiadarma; Ferdi Setiawan; Soemiadeny Soemiadeny; Tri Satria Muhammad; Marwan Albab
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 01 (2026): April: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i01.2905

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan mengenai kegiatan siaran langsung televisi untuk SMK 1 PB Soedirman di Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta yang akan dijadikan lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Rendahnya wawasan peserta pelatihan mengenai siaran langsung televisi membuat kegiatan PKM ini fokus pada peningkatan dalam teknik reportase jurnalistik televisi. Peserta mempelajari proses penyusunan program berita hingga siaran langsung dilakukan sesuai yang dijalankan di industri dalam mempraktekkan kerja jurnalistik di ruang berita. Hasilnya, peserta mampu membangun sikap positif untuk memahami bagaimana menyusun program berita dan menyiarkan langsung acara televise dilaksanakan sebagai persiapan menjadi jurnalis, peserta mampu mempraktekkan ketrampilan yang dibutuhkan, serta peserta semakin memahami perkembangan teknologi komunikasi dalam ruang redaksi berita.
Peningkatan Literasi Keuangan Siswa Kelas V Sekolah Dasar melalui Edukasi Pengelolaan Uang Saku, Menabung, dan Belanja Bijak Tommy Kuncara; Windy Dwiparaswati; Abednego Priyatama; Fera Riske Anggita; Sandy Suryady
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.2954

Abstract

Financial literacy is a fundamental skill that should be introduced to children from elementary school age. An understanding of the value of money, pocket-money management, saving habits, and the ability to distinguish needs from wants can help students make more responsible financial decisions. This community service program aimed to improve the financial literacy of fifth-grade elementary school students through education on pocket-money management, saving, and wise spending. The program was conducted at SDN Margahayu XIII, Bekasi City, on June 15, 2026, involving 30 fifth-grade students. An educational and participatory approach was applied through interactive presentations, needs-and-wants games, pocket-money allocation simulations, saving-goal preparation, simple financial-recording exercises, and wise-shopping simulations. The program was evaluated using pre-tests, post-tests, student worksheets, and participant-observation sheets. The results showed that the students’ average financial literacy score increased from 53.8 in the pre-test to 85.0 in the post-test. The score increased by 31.2 points or 58.0%. A total of 27 students, or 90.0%, achieved a minimum post-test score of 75, while 29 students, or 96.7%, demonstrated improved scores. The highest improvement was found in the students’ ability to distinguish needs from wants, which increased by 33 points. These results demonstrate that contextual learning through games and simulations can improve students’ understanding of pocket-money management, saving, and responsible shopping decisions. This program is expected to become an initial step in developing economical, planned, disciplined, and responsible financial behavior among elementary school students.
Pembentukan Karakter Cerdas Finansial pada Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Interaktif dan Simulasi Pasar Cilik Tommy Kuncara; Immi Fiska Tarigan; Dessy Tri Anggraeni; Natallios Peter Sipasulta
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.2956

Abstract

Financial literacy should be introduced from elementary school age to develop economical, honest, disciplined, well-planned, and responsible financial behavior. This community service program aimed to improve students’ financial literacy while developing financially intelligent character through interactive learning and a Mini-Market Simulation. The program was conducted at SDN Margahayu XIII, Bekasi City, on June 15, 2026, involving 30 fifth-grade students, accompanying teachers, and an implementation team from Universitas Gunadarma. The program applied educational, participatory, contextual, and simulation-based approaches. The activities included a pre-test, interactive instruction on the value and functions of money, a needs-and-wants game, pocket-money allocation exercises, saving-goal preparation, price-setting practices, buying and selling transactions, change calculation, simple financial recording, a post-test, and program evaluation. The results showed that the students’ average financial literacy score increased from 53.0 in the pre-test to 86.4 in the post-test. This represented an improvement of 33.4 points or 63.0%. The percentage of students achieving the minimum score increased from 20.0% to 93.3%, while 96.7% of participants demonstrated improved scores. The greatest improvement was found in transaction skills and wise purchasing decisions.
Edukasi Literasi Keuangan Digital bagi Siswa Sekolah Dasar melalui Pengenalan Uang Elektronik dan Keamanan Bertransaksi Tommy Kuncara; Nia Yuningsih; Budhi Sriyono Prasetyo; Eko Aprianto Nugroho; Abdul Muchlis
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.2957

Abstract

The development of digital payment systems has increasingly exposed elementary school students to electronic money cards, digital wallets, and QR-code payments through their families and everyday experiences. However, familiarity with payment technology is not always accompanied by an adequate understanding of digital balances, personal-data protection, and transaction security. This community service program aimed to improve elementary school students’ digital financial literacy through the introduction of electronic money and safe transaction practices. The program was conducted at SDN Margahayu XIII, Bekasi City, on June 15, 2026, involving 30 fifth-grade students. The program applied a Digital Financial Safety Lab model consisting of a diagnostic test, learning-station rotations, case-based games, balance-management exercises, confidential-information identification, and safe digital-transaction simulations. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests, student worksheets, performance assessments, and behavioral observations. The results showed that the students’ average digital financial literacy score increased from 48.2 in the pre-test to 88.3 in the post-test, representing an improvement of 40.1 points. The percentage of students achieving the minimum competency score increased from 13.3% to 93.3%, while 96.7% of participants demonstrated improved scores.
Edukasi Anti-Bullying untuk Mewujudkan Remaja Sehat Mental dan Berkarakter Positif di MTs Al Husna Depok Erik Ekowati; Nina Herlina; Sri Nawangsari; Anugriaty Indah Asmarany; Widyo Nugroho; Robby Kurniawan Harahap
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v5i2.3036

Abstract

bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang masih banyak terjadi pada remaja dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, perkembangan sosial, prestasi belajar, serta pembentukan karakter. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan bullying, kesehatan mental, dan pembentukan karakter positif di MTs Al Husna Kota Depok. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan melibatkan 60 siswa melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video edukatif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi partisipasi, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan pencegahan bullying, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mental dan perkembangan remaja. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menghargai sesama, membangun komunikasi yang positif, menolak tindakan perundungan, serta berani melaporkan kejadian bullying kepada guru maupun orang tua. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan inklusif serta mendukung terbentuknya remaja yang sehat mental dan berkarakter positif sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.