cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,168 Documents
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP PECAHAN DI KELAS III SD SWASTA NURUL QOMAR PERCUT SEI TUAN Fauzani, Maulida; Calam, Ahmad; Harahap, Azizah Yusra Amaliyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam memahami konsep pecahan di kelas III SD Swasta Nurul Qomar Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru kelas dan sepuluh siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam memahami konsep pecahan muncul pada beberapa aspek, yaitu memahami pecahan sebagai bagian dari keseluruhan, membedakan pembilang dan penyebut, merepresentasikan pecahan dalam bentuk gambar, serta membandingkan pecahan sederhana. Beberapa siswa masih memandang pecahan sebagai dua angka yang terpisah sehingga belum memahami hubungan antara bagian yang diambil dan keseluruhan bagian. Respons siswa selama pembelajaran juga menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kesulitan cenderung pasif, ragu-ragu, dan membutuhkan bimbingan langsung dari guru. Faktor yang memengaruhi kesulitan siswa antara lain keterbatasan penggunaan media konkret, pembelajaran yang masih berpusat pada penjelasan guru, serta kurangnya pemahaman konsep dasar. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut dilakukan melalui penjelasan ulang, penggunaan contoh konkret, pemberian latihan bertahap, bimbingan individual, dan motivasi belajar. Dengan demikian, pembelajaran pecahan perlu dirancang lebih konkret, visual, dan interaktif agar siswa dapat memahami konsep pecahan secara bermakna.
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI SD NEGERI 101751 KLAMBIR LIMA Irsani, Salsabila; Wanhar, Fira Astika; Tumiyem, Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan guru dalam mengatasi perilaku bullying di SD Negeri 101751 Klambir Lima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IV sampai kelas VI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying di sekolah muncul dalam bentuk verbal, fisik ringan, dan sosial. Bentuk yang paling sering ditemukan adalah mengejek, memberi julukan, mendorong teman, dan mengucilkan siswa tertentu. Guru telah melakukan berbagai upaya penanganan melalui teguran, nasihat, pembinaan karakter, serta penguatan nilai empati dan toleransi dalam pembelajaran. Namun, guru masih mengalami kesulitan dalam membedakan perilaku bullying dengan candaan atau konflik biasa antar siswa. Kesulitan lain terlihat ketika korban tidak berani melapor, pelaku tidak mengakui kesalahan, dan guru memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan pembinaan secara mendalam. Selain itu, iklim sosial kelas yang menunjukkan adanya siswa dominan dan siswa terisolasi turut memengaruhi munculnya perilaku bullying. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan bullying memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai setiap siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN SISWA DI KELAS I SD PAB 29 MANUNGGAL Sari, Novita; Fira Astika Wanhar; Tumiyem, Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru dalam membangun komunikasi efektif dengan siswa di kelas I SD PAB 29 Manunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua orang guru kelas I dan sepuluh orang siswa kelas I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama, yaitu komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, serta interaksi guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam membangun komunikasi efektif sudah terlaksana dengan cukup baik. Pada aspek komunikasi verbal, guru menyampaikan materi dengan bahasa sederhana, intonasi yang jelas, pemberian pertanyaan, tanggapan positif, dan motivasi kepada siswa. Pada aspek komunikasi nonverbal, guru menggunakan kontak mata, ekspresi wajah, gerak tubuh, posisi, pergerakan, dan sikap tubuh untuk memperjelas pesan serta menciptakan suasana belajar yang nyaman. Sementara itu, interaksi guru dan siswa terlihat melalui kesempatan berbicara, pengelolaan kelas yang santun, kemampuan mendengarkan siswa, dan penciptaan suasana belajar yang komunikatif. Meskipun masih terdapat beberapa siswa yang pasif, guru telah menunjukkan upaya membangun komunikasi yang humanis, responsif, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas I. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi efektif guru berperan penting dalam mendukung keterlibatan, keberanian, dan kenyamanan siswa selama proses pembelajaran.
VISUAL MEDIA IN INDONESIAN LANGUAGE INSTRUCTION: A COMPARATIVE STUDY OF VIDEO AND IMAGE MEDIA ON THE LEARNING OUTCOMES OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Hartati, Rini; Yusrizal, Yusrizal; Harahap, Azizah Yusra Amaliyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang diajar menggunakan media video dan siswa yang diajar menggunakan media gambar di kelas III SD PAB 25 Mabar Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif dan metode true experimental. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas A sebagai kelompok yang diajar menggunakan media video dan kelas B sebagai kelompok yang diajar menggunakan media gambar. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar Bahasa Indonesia yang diberikan dalam bentuk pre-test dan post-test. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test kelas A sebesar 66 dan kelas B sebesar 67. Setelah diberikan perlakuan, nilai rata-rata post-test kelas A meningkat menjadi 77, sedangkan kelas B memperoleh rata-rata 70. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, dan hasil uji homogenitas menunjukkan data bersifat homogen. Selanjutnya, hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,034 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelompok. Media video terbukti lebih efektif dibandingkan media gambar dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 101890 SIDONGDONG Nurbaiti, Nurbaiti; Sabri, Sabri; Anto Tumanggor, Heri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.3116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika, 2) apakah model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Siklus penelitian ada 2 dan instrumnen yang dipergunakan adalah observasi dan test. Hasil penelitian menunjukkan 1) penerapan model PBL dalam pembelajaran matematika di kelas IV SD Negeri 101890 Sidongdong memiliki rata- rata 90 (kategori sangat baik), dan 2) rata- rata hasil belajar matematika pada siklus 1 adalah 80 (kategori baik), 75% siswa tuntas dan 25% siswa tidak tuntas dan rata- rata hasil belajar matematika pada siklus II adalah 90 ( kategori sangat baik ), 100% siswa tuntas dalam pembelajaran matematika dengan menerapakan model PBL. Disimpulkan penerapan model PBL mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV SDN 101890 Sidongdong.
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SD NEGERI 200120 LOSUNG BATU Nasution, Sartika Rati Asmara; Sucahyo, Eko; Fadhili, Muhammad Ro’yi Al; Tanjung, Sori Bulan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.3213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa serta Pengaruh antar Model Cooperative Learning terhadap hasil belajar siswa Kelas IV SD Negeri 200120 Losung Batu. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pre-experimental. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu Cooperative Learning sebagai variabel bebas dan hasil belajar Pendidikan Pancasila sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 200120 Losung Batu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 200120 Losung Batu yang terdiri dari dua kelas paralel yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sehingga didapat sampel penelitian sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran penggunaan model cooperative learning berada pada kategori “Baik” dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 87,5. Gambaran hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa dikelas IV SD Negeri 200120 Losung Batu berada pada kategori “Baik” dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 86.25. Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui nilai Thitung lebih besar disbanding dengan nilai t-hitung yakni (5,936 > 2,048), seterusnya nilai signifikan juga diperoleh sebesar 0.000< 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternative (Ha) yang ditegakkan pada penelitian ini diterima kebenarannya. Artinya ada Pengaruh yang signifikan antara model cooperative learning terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV SD Negeri 200120 Losung Batu.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI BANGUN DATAR SEDERHANA MENGGUNAKAN MODEL MATEMATIKA REALISTIK KELAS III SD NEGERI 100105 AEK LUBUK Faizal, Jefri; Safitri, Reviva; Hidayanthi, Rahma; Nadenggan, Chantika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.3222

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran matematika di SD Negeri 100105 Aek Lubuk, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pembelajaran kurang berhasil karena keterlibatan siswa yang rendah dan penggunaan model serta metodologi yang kurang bervariasi sehingga pembelajaran menjadi membosankan. Hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan standar kompetensi minimal 75 masih kurang memuaskan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas kualitatif. Penelitian ini melibatkan 17 siswa kelas III. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun datar sederhana di kelas III SD Negeri 100105 Aek Lubuk, Kabupaten Tapanuli Selatan yang dibuktikan dengan hasil observasi siswa sebesar 81,8% dan hasil observasi guru sebesar 89,4%. Dampak pendidikan peserta didik kelas III S Negeri 100105 Aek Lubuk Kabupaten Tapanuli Selatan terhadap materi bangun datar sederhana dengan menggunakan model matematika sebenarnya ditunjukkan dengan tingkat ketuntasan sebesar 89,4%.
PENERAPAN MODEL DIRECT INTRUCTION MELALUI METODE TALAQQI PADA PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN SISWA KELAS 1 SDIT VINCA ROSEA TAHFIZH INTERNASIONAL Saura, Zalifah; Wardhani , Nia; Yusnaini , Yusnaini; Ananda Putri, Tasya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.3639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Direct Instruction melalui metode Talaqqi dalam pembelajaran tahfizh Al-Qur’an pada siswa kelas 1 SDIT Vinca Rosea Tahfizh Internasional. Model Direct Instruction yang berpusat pada guru digunakan untuk menyampaikan instruksi secara langsung dan sistematis, sementara metode Talaqqi diterapkan sebagai pendekatan klasik pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan interaksi lisan langsung antara guru dan murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru tahfizh, kepala sekolah, dan 21 siswa kelas 1B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Direct Instruction dalam metode Talaqqi dilakukan melalui tahapan penyampaian tujuan, demonstrasi bacaan, penyetoran hafalan, umpan balik, latihan mandiri, serta evaluasi. Penerapan metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas hafalan siswa, serta berdampak positif terhadap pembentukan karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta Al-Qur’an. Faktor pendukung keberhasilan metode ini antara lain kompetensi guru, lingkungan sekolah yang kondusif, keterlibatan orang tua, dan sistem penghargaan. Dengan demikian, kombinasi antara model Direct Instruction dan metode Talaqqi direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran tahfizh yang efektif dan holistik di jenjang sekolah dasar.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 101880 AEK GODANG Sucahyo, Eko; Safitri, Reviva; Syazali, Alwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.3949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peran guru dalam mengajarkan keterampilan berbicara, dan 2) faktor-faktor yang menghambat peran guru dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV di SD Negeri 101880 Aek Godang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Uji validitas dilakukan melalui triangulasi sumber. Informan dalam penelitian ini adalah guru wali kelas IV dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) guru berperan sebagai fasilitator, motivator, pengajar, dan pembimbing dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa, terutama melalui metode interaktif seperti diskusi kelompok dan latihan bercerita yang menumbuhkan keberanian, kelancaran, dan intonasi siswa dalam berbicara, serta 2) faktor penghambat peran guru meliputi kurangnya kepercayaan diri siswa, dominasi penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga, serta keterbatasan media pembelajaran. Pembelajaran keterampilan berbicara di kelas IV SD Negeri 101880 Aek Godang merupakan upaya strategis dalam membangun kemampuan komunikasi siswa secara terstruktur dan adaptif dalam konteks pendidikan dasar.
STRATEGI GURU MENANAMKAN MINAT LITERASI DAN NUMERASI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 101110 GUNUNGTUA Royhanun, Royhanun; Kusuma, Rani; Harahap, Diah Permata Sari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru menanamkan minat literasi dan numerasi pada siswa kelass IV SD Negeri 101110 Gunungtua. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, pengkodean dan penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat literasi di kelas IV SD Negeri 101110 Gunungtua, 80% siswa sudah bisa membaca, 20% masih ada yang belum lancar membaca (masih mengeja), dan belum paham isi bacaan. Dalam hal numerasi, beberapa siswa juga belum lancar berhitung serta belum memahami simbol-simbol matematika seperti persen dan pecahan. Strategi guru menanamkan minat literasi pada siswa yaitu, dengan membiasakan siswa membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai, mereka membaca secara bergiliran, dan dari sekolah juga selalu mengadakan literasi setiap hari sabtu, saya juga selalu mengingatkan siswa untuk membaca buku dirumah agar lebih lancar membaca. Dan untuk numerasi menanamkan minat numerasi siswa dengan mengaikatkan masalah sehari-hari dengan konsep matematika seperti kembalian uang ketika jajan, pembagian makanan dengan teman dan menghitung waktu.