cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,168 Documents
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN PORIS PELAWAD 5 KOTA TANGERANG Kusumawati, Putri Nur; Rini, Candra Puspita; Mawardi, Mawardi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar matematika siswa kelas II di SDN Poris Pelawad 5 Tangerang, khususnya dalam materi bangun ruang. penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Subjek populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SDN Poris Pelawad 5 yang berjumlah 62 siswa, dengan sampel dua kelas yaitu kelas II A yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas Eksperimen dan kelas II B yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas Kontrol. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan soal Pilihan Ganda yang terdiri dari 25 soal yang valid. Untuk pengujian hipotesis pretest dalam pengujian ini digunakan uji t, dari hasil uji t diperoleh thitung = 1,12 dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dan diperoleh ttabel = 2,00. Karena 1,12 < 2,00 (thitung < ttabel), maka Ho diterima, dapat disimpulkan bahwa pada awal pembelajaran tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar matematika siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan untuk pengujian hipotesis postest dari hasil uji t diperoleh uji-t pada posttest menunjukkan thitung = 2,677 dengan ttabel = 2,000. Karena 2,677 > 2,000 (thitung > ttabel), maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh setelah penggunaan mediaaudio visual antara kelas Eksperimen dan kelas Kontrol. Hal ini dapat diartikan bahwa adanya pengaruh penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar matematika siswa kelas II SDN Poris Pelawad 5 Tangerang.
PERAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGINTEGRASIKAN PERSPEKTIF GLOBAL PADA PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENDUKUNG TUJUAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) 4: PENDIDIKAN BERKUALITAS Febrianto, H. Priyono Tri; Putri, Siti Roihana; Amelia, Dina; Amalia, Nur; Sarifa, Firawdatus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4690

Abstract

Globalisasi menuntut pendidikan untuk membekali peserta didik dengan wawasan dan keterampilan global tanpa mengabaikan nilai lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan perspektif global pada pembelajaran IPS berbasis Kurikulum Merdeka untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelusuran berbagai sumber pustaka yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi konsep utama dan keterkaitan antara peran guru, pembelajaran IPS, dan integrasi perspektif global. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengaitkan isu global dengan konteks lokal melalui pendekatan glocal, pembelajaran berbasis proyek, dan kontekstualisasi isu kontemporer. Integrasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran global, empati sosial, dan keterampilan berpikir kritis peserta didik, meskipun masih menghadapi kendala seperti metode pembelajaran konvensional dan keterbatasan literasi digital guru.
ANALISIS MODEL ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS CERITA FIKSI PADA SISWA KELAS VI SD GMIT KUANINO 3 Thonak, Melin; Sampe, Markus; Ratu, Kurniayu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan kreativitas menulis cerita fiksi pada siswa kelas VI SD GMIT Kuanino 3. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas VI dan 13 siswa kelas VI SD GMIT Kuanino 3. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing mampu meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis cerita fiksi yang ditunjukkan melalui kemampuan mengembangkan ide, menyusun alur cerita, menggambarkan tokoh, serta menuangkan imajinasi dan gagasan secara lebih terstruktur dalam tulisan. Selain itu, penerapan model ini turut meningkatkan partisipasi aktif, antusiasme, dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran. Meskipun dalam pelaksanaannya ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa saat bermain peran, model pembelajaran Role Playing secara umum memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kreativitas menulis cerita fiksi. Oleh karena itu, model pembelajaran Role Playing dapat dijadikan sebagai alternatif  strategi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa sekolah dasar.
PENGGUNAAN STRATEGI KOSAKATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS III SD INPRES NAIKOTEN 1 MEMAHAMI PESAN DAN INFORMASI TENTANG KEHIDUPAN SEHARI-HARI Amsikan, Nova; Djuli, Labu; Apriliya, Rista
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pesan dan informasi melalui penggunaan strategi kosakata pada siswa kelas III SD Inpres Naikoten 1 Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes hasil belajar dan observasi aktivitas guru serta siswa. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam memahami pesan dan informasi. Pada siklus I, ketuntasan belajar siswa mencapai 47,1% dengan kategori belum tuntas. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 100% dengan seluruh siswa berada pada kategori sangat baik. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik, dan aktivitas siswa meningkat dari kategori cukup menjadi sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi kosakata efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pesan dan informasi.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN MENDALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA SD INPRES OESAPA KECIL 1 Haumeni, Rimeily; Ly, Petrus; Bulu, Vera
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai karakter baik yang terkandung dalam dimensi profil lulusan pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SD Inpres Oesapa Kecil 1 yang mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, faktor penghambat, dan upaya penguatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), observasi pelaksanaan pembelajaran, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai karakter dalam dokumen RPM berada pada kategori nampak sebesar 52,69%, kurang nampak 22,01%, dan tidak nampak 25,29%, yang menunjukkan bahwa nilai karakter telah direncanakan namun belum terintegrasi secara optimal pada seluruh dimensi profil lulusan pembelajaran mendalam. Pada pelaksanaan pembelajaran, implementasi nilai karakter berada pada kategori nampak sebesar 57,83%, kurang nampak 17,05%, dan tidak nampak 25,12%, yang menunjukkan bahwa pembelajaran telah berjalan cukup baik tetapi masih terdapat indikator yang belum terlaksana secara optimal. Faktor penghambat dalam penelitian ini meliputi keterbatasan pemahaman guru mengenai konsep profil lulusan pembelajaran mendalam, keberagaman karakteristik peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh lingkungan keluarga dan sosial siswa dalam mendukung internalisasi  nilai karakter. Adapun upaya yang dilakukan meliputi peningkatan kompetensi guru, pelaksanaan program sekolah yang menanamkan nilai karakter, penguatan budaya sekolah yang positif, kerja sama dengan orang tua siswa, serta penyediaan fasilitas pembelajaran yang mendukung. Dengan demikian, implementasi profil lulusan pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan secara sistematis dan berkelanjutan agar seluruh dimensi karakter dapat terinternalisasi secara optimal pada peserta didik.
IMPLEMENTASI METODE INTERACTIVE READING ALOUD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS II SD IT BUMI SHOLAWAT Khoirunnisa, Khoirunnisa; Mahmudah, Masrurotul; Aisyah, Nurul
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4696

Abstract

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa, namun masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca lancar dan memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Interactive Reading Aloud dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas II di SD IT Bumi Sholawat Wates, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis untuk memahami proses pembelajaran dan pengalaman subjek penelitian. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Interactive Reading Aloud dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun tujuan pembelajaran, memilih bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta merancang langkah-langkah pembelajaran interaktif. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berlangsung melalui kegiatan pendahuluan berupa apersepsi dan motivasi, kegiatan inti berupa membaca nyaring oleh guru yang diikuti siswa, tanya jawab, diskusi, serta pendampingan individu, dan kegiatan penutup berupa refleksi serta penyimpulan bersama. Pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian secara lisan dan tertulis untuk mengukur kelancaran membaca, ketepatan pengucapan, serta pemahaman isi bacaan siswa. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa, terutama pada kelancaran, pemahaman, dan kepercayaan diri, meskipun belum merata pada seluruh siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN BANTUAN APLIKASI CANVA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Rahmatan, Anzilar; Lubis, Azmil Hasan; Nurdin, Syahidan; Herawati, Herawati; Lubis, Silvia Sandi Wisuda
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4698

Abstract

Pendidikan IPAS di Sekolah Dasar seringkali masih menggunakan metode konvesional yang berdampak pada kurangnya pemahaman konsep dan minat belajar siswa, khususnya pada materi daur hidup hewan (metamorfosis) di SDN 54 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbantuan aplikasi Canva pada pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Alessi dan Trollip yang mencakup tahapan Planning, Design, dan Development. Subjek pada penelitian ini terdiri dari tiga ahli (media, materi, dan bahasa) serta 1 guru dan 24 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis canva dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan pada pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Hal ini terbukti dari hasil uji kelayakan dari 3 ahli, yaitu ahli media (95,30%), ahli materi (95,00%) dan ahli bahasa (84,90%) yang menunjukan bahwa media pembelajaran interaktif dinyatakan sagat layak. Lebih lanjut, hasil uji kepraktisan yang melibatkan guru (84,00%) dan siswa (89,00%) menyatakan bahwa media pembelajaran interaktif dinyatakan sangat praktif untuk digunakan pada pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Berdasarkan pada hasil tersebut maka media pembelajaran interaktif dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 5 SD GMIT MANUMUTI Betty, Inri; Fembriani, Fembriani; Ratu, Kurniayu T.R.A.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4699

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD GMIT Manumuti yang terlihat dari data pra-siklus di mana hanya 7 dari 22 siswa (31,8%) yang mencapai kriteria ketuntasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui model kooperatif tipe Group Investigation (GI). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Taggart dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas dan hasil belajar. Pada Siklus I, persentase aktivitas siswa mencapai 60,91% (kategori cukup), namun hasil belajar kognitif mengalami penurunan drastis karena siswa belum adaptif dengan model baru. Setelah refleksi dan perbaikan pada Siklus II, aktivitas siswa meningkat menjadi 92,50% (sangat aktif) dan ketuntasan klasikal hasil belajar melonjak menjadi 86,36% (19 siswa tuntas). Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Group Investigation secara efektif meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD GMIT Manumuti.
PENGEMBANGAN LKPD MEMBANDINGKAN DAN MENGURUTKAN PANJANG BENDA BERBASIS METODE CTL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PENGUKURAN MURID KELAS 1 SD Zahra, Nurfadhila; Pratiwi, Dwi Destiani; Oktaviani, Sherly; Fauziah, Nahdah; Febriyanti, Nur Rahayu; Aulia, Zahra Nur; Marhatillah, Rizki; Sephiani, Salsa Sabilah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menganalisis efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) membandingkan dan mengurutkan panjang benda berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan pemahaman konsep pengukuran murid kelas 1 sekolah dasar. Pengembangan LKPD mengacu pada model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate secara terbatas. Tahap define dilakukan untuk mengidentifikasi kesulitan siswa dalam memahami konsep pengukuran panjang, sedangkan tahap design menghasilkan rancangan LKPD yang disusun berdasarkan tujuh prinsip CTL. Pada tahap develop, LKPD divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, kemudian diujicobakan secara terbatas kepada enam murid kelas 1 SDN 2 Cinyasag melalui pelaksanaan pre-test, penggunaan LKPD, dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD mencapai tingkat kelayakan yang sangat baik. Validasi ahli materi memperoleh persentase 90%, validasi ahli media 92,5%, dan hasil uji terbatas 83,33%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat layak. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep siswa, terlihat dari kenaikan skor rata-rata pre-test ke post-test serta nilai N-Gain sebesar 0,63 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini membuktikan bahwa LKPD berbasis CTL efektif dalam memfasilitasi pembelajaran yang kontekstual, konkret, dan bermakna, sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa kelas rendah. Secara keseluruhan, LKPD yang dikembangkan dinilai layak dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran pengukuran panjang di sekolah dasar.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENERAPAN SISTEM REWARD DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR Sutrisno, Dyna Hardyanti; Taslyma, Nur Ristiya; Ajyali, Tauritsul; Putri, Adelya Shalsa; Rohani, Jani Nur; Riyadi, Arie Rakhmat; Maulidah, Neni
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan sistem reward dalam pembelajaran, mendeskripsikan tingkat motivasi belajar siswa, serta menganalisis pengaruh persepsi tersebut terhadap motivasi belajar di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada 26 siswa kelas IV SDPN Setiabudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap sistem reward berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan 96% responden menilai penerapan reward efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Sistem reward dinilai mampu menumbuhkan rasa dihargai, mendorong partisipasi aktif, serta memperkuat motivasi intrinsik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem reward berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar guru mengintegrasikan strategi reward secara sistematis dalam pembelajaran dan sekolah mengembangkan program berbasis reward yang terstruktur untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.