cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,168 Documents
ANALISIS KESULITAN MEMBACA (READING DIFFICULTIES) PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sucahyo, Eko; Kusuma Ningtyas, Rani; Safitri, Reviva; Syahril Harahap, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca (reading difficulties) pada siswa kelas III di SDN 200208 Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam fenomena kesulitan membaca yang dialami siswa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Februari hingga 16 Maret 2026. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa yang mengalami kesulitan membaca. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes membaca, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai bentuk kesulitan membaca, yaitu kesulitan mengenali huruf, menggabungkan suku kata, membaca secara lancar, kesalahan dalam membaca kata, serta rendahnya pemahaman terhadap isi bacaan. Faktor penyebab kesulitan membaca meliputi faktor internal seperti rendahnya minat dan motivasi membaca, serta faktor eksternal seperti kurangnya dukungan keluarga dan penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini menegaskan bahwa kesulitan membaca merupakan permasalahan kompleks yang memerlukan penanganan secara komprehensif melalui strategi pembelajaran yang tepat dan dukungan lingkungan yang memadai.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS PADA MATERI TRANSFORMASI ENERGI DI SEKITAR KITA KELAS IV SD GMIT KUANINO 3 Hauteas, Mefri M.; Hali, Antonius Suban; Ratu, Kurniayu Triastuti R.A.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4706

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD GMIT Kuanino 3 akibat dominasi pendekatan konvensional. Berdasarkan data yang ditemukan selama observasi PLP menunjukkan hanya 4 dari 12 siswa (33%) yang mencapai KKTP, sedangkan 8 siswa (67%) belum tuntas. Tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD GMIT Kuanino 3 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble pada materi Transformasi Energi di Sekitar Kita. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD GMIT Kuanino 3 yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar (pretest dan posttest), observasi aktivitas guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis observasi aktivitas guru dan siswa serta analisis data tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 41,67% atau 5 siswa yang tuntas. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan ketuntasan klasikal mencapai 83,33% atau 10 siswa yang tuntas, sementara siswa yang tidak tuntas hanya 2 orang. Hal tersebut memperkuat bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble pada pembelajaran IPAS materi Transformasi Energi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD GMIT Kuanino 3.
ANALISIS KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI KOHOD III KABUPATEN TANGERANG Novianti, Siti; Unaenah, Een; Rini, Candra Puspita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4718

Abstract

Penelitian ini membahas tentang keterampilan membaca permulaan kelas I pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Kohod III Kabupaten Tangerang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasir seperti Triangulasi Teknik. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan membaca siswa kela I SDN Kohod III Kabupaten Tangerang sudah baik, akan tetapi dari 20 siswa ada beberapa siswa yang belum lancar membaca. Dalam membaca permulaan seperti khusus yang terjadi di kelas I SDN Kohod III Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut : Memahami isi teks bacaan, membaca dengan lancar, menjawab pertanyaan dari hasil bacaan, mengenali huruf secara visual, mengidentifikasi kata umum, penggunaan kosakata baru, antusias mengikuti kegiatan membaca, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan literasi.
PENERAPAN METODE PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS EKPSLANASI SISWA KELAS VI UPTD SDN BALFAI Baly, Renwan Merliani; Djuli, Labu; Sampe, Markus; Robot, Marselus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4719

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas guru dari 77,27% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II, serta aktivitas siswa dari 68% menjadi 82%. Pada tahap pre-test, diperoleh 7 siswa (25,92%) yang tuntas dan 20 siswa (74,07%) yang belum tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa masih rendah sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan pada siklus I. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 11 orang (40,74%), sedangkan 16 siswa (59,26%) masih belum tuntas. Peningkatan ini terjadi karena sebagian siswa mulai menunjukkan fokus dan keaktifan dalam pembelajaran. Namun, hasil tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan, karena masih terdapat kendala dalam pengelolaan pembelajaran oleh guru, rendahnya keaktifan siswa, serta beberapa aspek penilaian yang belum tercapai. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 25 siswa (92,59%) telah mencapai ketuntasan, sedangkan 2 siswa (7,41%) belum tuntas. Hasil ini telah melampaui kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan, yaitu 80%. Adapun siswa yang belum tuntas disebabkan belum optimal dalam mencapai aspek-aspek membaca teks eksplanasi, sehingga diperlukan tindak lanjut berupa bimbingan khusus melalui pendekatan individual serta kerja sama dengan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kemampuan membaca teks eksplanasi siswa kelas VI UPTD SDN Balfai.
PENERAPAM MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENANGGAPI PERTANYAAN PADA SISWA KELAS III UPTD SD INPRES TARUS I Prada, Makrina Feliksia; Djuli, Labu; Sampe, Markus; Robot, Marselus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4720

Abstract

Penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Keterampilan Menanggapi Pertanyaan Pada Siswa Kelas III UPTD SD Inpres Tarus I”, dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 dalam menanggapi pertanyaan, yang disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang interaktif. Hal ini berdampak pada keaktifan siswa yang rendah, rasa takut salah, dan kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa kelas III melalui penerapan model pembelajaran role playing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes lisan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa. Pada tahap awal (pre-test), tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 19,23%. Setelah siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 61,54%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 88,46%. Peningkatan ini terlihat pada aspek keberanian, artikulasi, ketepatan jawaban, dan kesantunan siswa saat menanggapi pertanyaan. Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran juga menunjukkan peningkatan yang baik dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran role playing dapat meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan pada siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUMBER ENERGI DI KELAS IV UPTD SD INPRES NUNBAUN DELHA Nalluk, Elen Petronela; Hali, Antonius Suban; Adoe, Treesly Y.N
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4722

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV UPTD SD Inpres Nunbaun Delha pada materi sumber energi. Pembelajaran masih berpusat pada guru dan kurang bervariasi, sehingga siswa pasif dan sulit memahami konsep abstrak. Dari 25 siswa, hanya 10 orang (40%) yang mencapai KKTP ≥70. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IV (9 laki-laki, 16 perempuan). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada pra siklus, nilai rata-rata siswa hanya 47,92 dengan persentase ketuntasan 16%. Setelah diterapkan model STAD pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 66 dengan ketuntasan 52%. Pada siklus II, terjadi peningkatan yang lebih baik lagi, yaitu nilai rata-rata mencapai 86,04 dengan persentase ketuntasan 96%. Hanya 1 siswa yang belum mencapai KKTP.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sumber energi di kelas IV UPTD SD Inpres Nunbaun Delha. Penelitian ini merekomendasikan model STAD sebagai alternatif pembelajaran inovatif di sekolah dasar.
HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 101780 PERCUT Zannah, Nurul; Nazaruddin, Ilham; Tumiyem, Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 101780 Percut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa kelas IV. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kemandirian belajar yang terdiri atas 25 butir pernyataan serta data hasil belajar IPS siswa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, dan uji hipotesis dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 76,65, standar deviasi 7,01, dan varian 49,08. Sementara itu, hasil belajar IPS siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 76,15, standar deviasi 6,69, dan varian 44,77. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05. Karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Selain itu, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,811 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan sangat kuat antara kemandirian belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 101780 Percut. Dengan demikian, semakin tinggi kemandirian belajar siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar IPS yang diperoleh.
PENGARUH METODE BELAJAR BERSAMA ALAM TERHADAP KESADARAAN LINGKUNGAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRISTIS SISWA SD Fatmawati, Fatmawati; Trivana, Angie; Amdani, Arief; Ira, Ira; Yusrizal, Yusrizal; Syasmita, Indah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4734

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan adalah keterampilan krusial yang harus digunakan sejak awal untuk menghadapi meningkatnya kerusakan alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak metode pengajaran Bersama Alam terhadap kemampuan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan siswa di SDN 026407 Binjai Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pustaka survei, dan penggunaan instrumen pre-test dan post-test. Pengujian homogenitas, dalam analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS, uji normalitas dan uji hipotesis dilakukan menggunakan Uji T Sampel Independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal dan homogen. Tingkat signifikansi hipotesis adalah 0,047, yang sedikit kurang dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil rata-rata pembelajaran tentang lingkungan dan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode belajar bersama alam lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan mengasah logika berpikir siswa, serta menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mempersiapkan siswa menjadi generasi yang berwawasan terhadap lingkungan dan terampil dalam menyelesaikan masalah secara tepat.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI TANGGUNG JAWAB PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR Dalimunte, Suriati; Fatmawati, Fatmawati; Tumiyem, Tumiyem
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan nilai tanggung jawab pada siswa kelas VI SD Swasta PAB 25 Mabar Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas VI dan siswa kelas VI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab melalui lima aspek utama. Aspek tersebut meliputi mendorong kesadaran siswa untuk berpartisipasi aktif, membimbing siswa menyelesaikan tugas dan kewajiban, mengarahkan siswa menerima konsekuensi dari tindakan yang dilakukan, meningkatkan keaktifan dalam kegiatan pembelajaran, serta menjaga fokus dan konsistensi belajar siswa. Guru menanamkan nilai tanggung jawab melalui pemberian kesempatan bertanya, motivasi, penjelasan tugas yang jelas, pemantauan tugas, pemberian konsekuensi yang mendidik, pembagian peran dalam kelompok, serta penguatan positif. Meskipun demikian, masih ditemukan siswa yang pasif, kurang fokus, dan perlu diingatkan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, penanaman nilai tanggung jawab perlu dilakukan secara konsisten melalui pembiasaan, keteladanan, pengawasan, dan kerja sama antara guru, sekolah, serta orang tua.
ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI KARAKTER KE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NURUL QOMAR Risma Handika, Risma; Tumiyem, Tumiyem; Pulungan, Syahrina Anisa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran matematika kelas IV SD Nurul Qomar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek utama penelitian adalah guru kelas IV, sedangkan siswa menjadi subjek pendukung dalam pengamatan proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam mengintegrasikan nilai karakter telah tampak pada aspek perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian pembelajaran. Pada aspek perencanaan, guru telah mencantumkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, ketelitian, dan kerja sama dalam pembelajaran matematika. Pada aspek pengelolaan kelas, guru membiasakan siswa untuk tertib, mengerjakan tugas secara jujur, teliti, dan bertanggung jawab. Guru juga menumbuhkan kerja sama melalui kegiatan kelompok. Pada aspek penilaian, guru memperhatikan sikap siswa selama proses pembelajaran, meskipun penilaian karakter masih bersifat informal dan belum sepenuhnya menggunakan indikator yang sistematis. Dengan demikian, guru telah memiliki kesiapan dasar dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran matematika, tetapi masih perlu penguatan pada perencanaan kegiatan karakter dan penilaian sikap yang lebih terarah.