cover
Contact Name
AFDHAL ILAHI
Contact Email
jipdas8@gmail.com
Phone
+6281277708480
Journal Mail Official
jipdas8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Mhd. Arif Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS)
ISSN : -     EISSN : 27752445     DOI : https://doi.org/10.37081/jipdas
Core Subject : Education,
Jurnal JIPDAS (Jurnal Imiah Pendidikan Dasar) merupakan sarana publikasi untuk para Akademisi seperti Guru, Mahasiswa dan Dosen. jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah publikasi penelitian dibidang pendidikan dasar, jurnal JIPDAS dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Jurnal JIPDAS memiliki cakupan yang membahas tentang model pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar yang berhubungan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,007 Documents
KEPEMIMPINAN KEPALA SATUAN PENDIDIKAN DALAM LITERASI BAHASA BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI LISAN BANJAR DI SMPN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Dwi Rahmiyati; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4588

Abstract

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Literasi Bahasa banjar sebagai salah satu komponen penting dalam pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan komunikasi siswa.  Kearifan local tradisi lisan Banjar dalam konteks penelitian ini merujuk pada ungkapan, cerita, pantun, nasihat, dan adat istiadat yang diturunkan secara lisan di masyarakat Tabalong dan mengandung nilai-nilai budaya, moral, dan pengetahuan tradisional (karakter). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa kearifan lokal tradisi Banjar di SMPN 1 Tanjung. Pendekatan penelitian ini adalah kualititatif. Teknik pengumpulan data dengan proses wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan secara tematik mengikuti model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat antara: (1) kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam literasi bahasa di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berjalan dengan baik sesuai dengan program kegiatan yang telah disusun, (2) kepemimpinan kepala satuan pendidikan memberikan dampak positif dalam implementasi program kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong, dan (3) Strategi yang dapat dikembangkan oleh kepala satuan pendidikan  dalam pengelolaan program literasi bahasa melalui kearifan lokal tradisi lisan Banjar di SMPN 1 Tanjung Kabupaten Tabalong berupa pendekatan yang bersifat kolaboratif, adaptif dan kontekstual yang mendorong keterlibatan guru, siswa serta komunitas.  Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini dapat disarankan beberapa hal seperti: (1) Kepala sekolah agar terus menguatkan peran kepemimpinan dalam mengembangkan literasi berbasis kearfian lokal tradisi lisan Banjar, (2) Guru agar mengembangkan inovasi pembelajaran dan kegiatan pengembangan literasi, (3) Pemerintah Daerah agar memberikan dukungan dan fasilitas dalam mengembangkan literasi khususnya kearifan lokal Bahasa Banjar, (4) penelitian ini hendaknya dapat dikembangkan sehingga digunakan sebagai rujukan dan referensi untuk melakukan penelitian yang masih berkait.
MANAJEMEN SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI SABUMI DI SMAN 1 HARUAI Dwi Nopyanti Puji Asrini; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4589

Abstract

Sekolah adiwiyata merupakan program pemerintah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik. SMAN 1 Haruai beberapa kali mengajukan diri untuk memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Nasional sebelum berhasil menjadi sekolah adiwiyata nasional tahun 2024. SMAN 1 Haruai melakukan pembenahan dan  memanfaatkan kearifan lokal gawi sabumi/gotong royong yang hidup dalam masyarakat Haruai untuk mengembangkan manajemen sekolah adiwiyata nasional. Penelitian bertujuan untuk mendiskripsikan secara mendalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut sekolah adiwiyata nasional berbasis kearifan lokal gawi sabumi di SMAN 1 Haruai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap manajemen sekolah adiwiyata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, Ketua GPBLHS, wakasek, guru, ketua komite dan siswa. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sekolah Adiwiyata nasional berbasis kearifan lokal gawi sabumi di SMAN 1 Haruai selaras dengan POAC, regulasi manajemen sekolah adiwiyata dan prinsip manajemen berbasis sekolah yang menekankan otonomi dan partisipasi.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PELUANG KERJA LULUSAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI MELALUI ADAT BASOPAN DI SMK NEGERI 1 TANJUNG Enok Suci Hartini; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan peluang kerja lulusan di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui penguatan nilai adat basopan di SMK Negeri 1 Tanjung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tuntutan dunia kerja yang tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga kompetensi nonteknis berupa sikap, etika, dan karakter kerja yang selaras dengan budaya industri. Adat basopan sebagai kearifan lokal dipandang relevan untuk membentuk karakter lulusan yang beretika, disiplin, dan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK), peserta didik, alumni, dan perwakilan DUDI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan peluang kerja lulusan diimplementasikan melalui Kepemimpinan Transformasional yang mengimplementasikan nilai Adat basopan ke dalam budaya sekolah, proses pembelajaran, serta kemitraan dengan DUDI. Kepala Sekolah berperan sebagai teladan (idealized influence), penggerak visi bersama (inspirational motivation), pendorong inovasi program sekolah (intellectual stimulation), dan pembina pengembangan individu peserta didik (individualized consideration). Implementasi strategi ini berdampak pada terbentuknya sikap kerja lulusan yang lebih disiplin, sopan, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap lingkungan kerja industri, sehingga meningkatkan kepercayaan DUDI dan memperluas peluang penyerapan lulusan ke dunia kerja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis nilai kearifan lokal Adat basopan merupakan strategi efektif dalam meningkatkan daya saing dan peluang kerja lulusan SMK. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan vokasi serta kontribusi praktis bagi kepala sekolah dalam merancang strategi peningkatan link and match antara SMK dan DUDI.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL KAYUH BAIMBAI UNTUK PENGUATAN KARAKTER ISLAMI DI TK ISLAM TERPADU AZ ZAHRA MURUNG PUDAK Ernia Novianty; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4591

Abstract

Riset ini difokuskan untuk mengkaji secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah yang berlandaskan nilai kearifan lokal Kayuh Baimbai dalam upaya memperkuat pembentukan karakter Islami pada peserta didik di TK Islam Terpadu Az Zahra Murung Pudak dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan langsung, dan penelaahan dokumen yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Kerangka teoretis penelitian ini bertumpu pada teori kepemimpinan transformasional sebagai grand theory, teori kepemimpinan partisipatif dan teori internalisasi nilai sebagai middle theory, serta teori kepemimpinan berbasis kearifan lokal sebagai applied theory. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di TK Islam Terpadu Az Zahra Murung Pudak diwujudkan melalui pola kepemimpinan kolektif dan partisipatif yang menekankan teladan moral dan sosial, manajemen sekolah yang berlandaskan musyawarah, serta penguatan budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi antar warga sekolah. Nilai-nilai Kayuh Baimbai yang diterapkan meliputi kebersamaan dan gotong royong, musyawarah dan konsensus, tanggung jawab kolektif, harmoni dan kekeluargaan, serta keteguhan dalam menjaga nilai budaya lokal. Penerapan kepemimpinan tersebut berdampak positif terhadap penguatan karakter Islami anak, yang tercermin dalam pembiasaan nilai religius, pembentukan akhlak dan moral Islami, penguatan karakter sosial, kemandirian dan disiplin, serta terbentuknya budaya sekolah Islami. Faktor yang menunjang penerapan kepemimpinan Kayuh Baimbai mencakup komitmen serta loyalitas dari internal sekolah disertai dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitar, sementara faktor penghambat muncul dari tuntutan adaptasi terhadap perubahan serta kebutuhan pengembangan inovasi secara berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan kepemimpinan transformasional dengan kearifan lokal Kayuh Baimbai dalam ranah pendidikan anak usia dini yang dirancang sebagai strategi kontekstual dan berkelanjutan untuk memperkuat pembentukan karakter Islam.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF KEAGAMAAN MELALUI PENDEKATAN BAIMBAIAN DI TK NEGERI AR-ROHMAN TABALONG Eva Aulasari; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4592

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya posisi pemimpin sekolah dalam menciptakan budaya agama yang positif di pendidikan anak usia dini. Budaya agama berfungsi tidak hanya untuk membentuk karakter religius anak, tetapi juga sebagai dasar dalam menanamkan nilai moral, disiplin, dan rasa kebersamaan mulai dari usia dini. Dalam konteks setempat, pendekatan baimbaian menjadi suatu nilai budaya yang relevan untuk mendukung pengembangan budaya religius secara kolektif di dalam sekolah. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki dampak yang signifikan dalam memperkuat budaya religius di sekolah. Namun, kebanyakan penelitian masih terfokus pada institusi pendidikan berbasis agama atau pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penelitian yang secara spesifik meneliti kepemimpinan kepala sekolah di taman kanak-kanak negeri dengan pendekatan kearifan lokal baimbaian masih sangat terbatas, sehingga diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan sesuai konteks. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek yang diteliti mencakup kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa di TK Negeri Ar-Rohman Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil studi menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai pemimpin spiritual, teladan moral, dan penggerak kolaborasi dalam membangun budaya positif keagamaan. Budaya keagamaan dikembangkan melalui pembiasaan religius harian, kegiatan keagamaan tematik, serta peringatan hari besar Islam yang dilaksanakan secara baimbaian. Tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang keluarga, keterbatasan sarana, dan konsistensi pelaksanaan pembiasaan. Dampak kepemimpinan terlihat pada terbentuknya perilaku religius anak, meningkatnya komitmen guru, dan terciptanya iklim sekolah yang religius dan harmonis. studi ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berbasis nilai Islam dan kearifan lokal baimbaian berperan penting dalam membangun budaya positif keagamaan di TK Negeri. Disarankan agar kepala sekolah terus memperkuat kolaborasi dengan guru dan orang tua serta mengembangkan program keagamaan yang berkelanjutan agar budaya religius dapat terinternalisasi secara konsisten.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MELALUI PERAN HUMAS DALAM MENDORONG KETERSERAPAN LULUSAN PADA DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI BERLANDASKAN NILAI SARABAKAWA DI SMKN 1 PUGAAN Fitria Mahriati; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4593

Abstract

Pendidikan menengah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Namun demikian, tingkat keterserapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah nonperkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan kepala sekolah melalui optimalisasi peran hubungan masyarakat (humas) dalam mendorong keterserapan lulusan pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang berlandaskan nilai kearifan lokal Saraba Kawa di SMK Negeri 1 Pugaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap program kemitraan, tracer study lulusan, serta arsip kerja sama industri. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang menerapkan fungsi manajerial secara sistematis, meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan evaluasi, mampu mengoptimalkan peran humas sebagai jembatan strategis antara sekolah dan DUDI. Integrasi nilai Saraba Kawa memperkuat etos kerja, ketangguhan, dan semangat kolaboratif warga sekolah serta meningkatkan kepercayaan mitra industri terhadap kompetensi lulusan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model kepemimpinan sekolah vokasi berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan keterserapan lulusan.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KEAGAMAAN DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMP NEGERI 6 TANJUNG Hairani Hairani; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4594

Abstract

Pendidikan keagamaan memegang peran yang strategis, baik dalam membentuk karakter peserta didik maupun dalam menciptakan suasana sekolah yang aman serta ramah bagi anak. Selaras dengan implementasi kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA), penyelenggaraan pendidikan keagamaan di sekolah umum dituntut untuk tidak semata-mata berfokus pada penguasaan materi keagamaan, melainkan juga pada upaya perlindungan hak anak serta pengembangan lingkungan belajar yang humanis. Studi ini dimaksudkan guna mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan keagamaan dalam mendukung kebijakan Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 6 Tanjung. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif, memakai model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Model CIPP dipilih karena sesuai dengan jenis penelitian evaluatif yang bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap program yang sedang berjalan. Melalui evaluasi konteks, peneliti dapat menilai relevansi program dengan kebutuhan sekolah dan kebijakan yang berlaku. Evaluasi input membantu mengidentifikasi kecukupan sumber daya, baik dari segi tenaga pendidik, sarana prasarana, maupun perencanaan program. Evaluasi proses memungkinkan peneliti mengkaji kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi produk bertujuan menilai dampak dan hasil yang dicapai. Oleh karena itu, penggunaan model CIPP dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan analisis yang mendalam serta rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan program pendidikan keagamaan di sekolah. Penghimpunan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru pendidikan agama, guru bimbingan dan konseling, peserta didik, serta orang tua. Hasil studi ini mengindikasikan bahwasannya program pendidikan keagamaan telah berkontribusi signifikan dalam membentuk iklim sekolah yang inklusif, aman, serta berorientasi pada pembinaan karakter melalui pembiasaan religius, disiplin positif, serta penguatan nilai empati dan toleransi. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek konsistensi implementasi dan pemantauan program. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan model evaluasi pendidikan keagamaan berbasis Sekolah Ramah Anak di sekolah menengah pertama negeri.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI MANUNTUNG Huzalifah Liani; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4597

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan mutu pendidikan melalui pengelolaan sumber daya manusia dengan kearifan lokal Gawi Manuntung di SMA Negeri 1 Haruai Kabupaten Tabalong. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal, yaitu pengelolaan sumber daya manusia, penerapan nilai-nilai Gawi Manuntung dalam lingkungan sekolah, serta integrasi antara pengelolaan sumber daya manusia dan nilai lokal dalam membentuk strategi peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru senior, guru junior, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di SMA Negeri 1 Haruai dilaksanakan melalui pembagian tugas yang jelas, pengembangan kompetensi guru, penilaian kinerja berbasis pembinaan, serta kolaborasi kerja yang konsisten. Penerapan nilai Gawi Manuntung terlihat dalam kebiasaan kerja tuntas, tanggung jawab, disiplin, dan kebersamaan yang dijalankan oleh seluruh warga sekolah melalui praktik kerja sehari-hari. Integrasi antara sistem pengelolaan sumber daya manusia dan nilai Gawi Manuntung membentuk pola kerja sekolah yang tertib, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian tugas hingga selesai. Analisis SWOT menunjukkan bahwa keselarasan nilai lokal dengan prinsip manajemen mutu Deming dan Juran menjadi kekuatan utama, sementara ketergantungan pada individu dan keterbatasan dokumentasi menjadi kelemahan yang perlu diperkuat secara sistemik. Kontribusi penelitian ini terletak pada temuan bahwa kearifan lokal Gawi Manuntung berfungsi sebagai praktik kerja kolektif yang memperkuat sistem manajemen mutu pendidikan, bukan sebagai simbol budaya atau muatan seremonial. Penelitian ini memperkaya kajian manajemen mutu pendidikan dengan menunjukkan bahwa integrasi pengelolaan sumber daya manusia dan nilai lokal mampu membentuk strategi peningkatan mutu pendidikan yang konsisten dan bermakna dalam kehidupan sekolah.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS KEARIFAN LOKAL SARABA KAWA DALAM PENATAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 3 TANTA Ikhwanjuli Kifwanto; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4598

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi kepemimpinan visioner berbasis kearifan lokal Saraba Kawa dalam penataan mutu pendidikan di SMPN 3 Tanta, Kabupaten Tabalong, yang beroperasi dalam keterbatasan sarana, tenaga pendidik, dan dukungan pembelajaran. Meskipun menghadapi berbagai kendala struktural, sekolah ini menunjukkan capaian mutu yang relatif baik. Kondisi tersebut mengindikasikan praktik kepemimpinan yang tidak sekadar administratif, melainkan visioner dan kontekstual. Saraba Kawa merupakan motto khas masyarakat Tabalong yang mencerminkan semangat, perjuangan, dan tekad kuat dalam menjalankan tugas dan kewajiban terhadap bangsa, negara, dan agama. Nilai ini diinternalisasikan sebagai fondasi etis dalam kepemimpinan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner berbasis Saraba Kawa diwujudkan melalui perumusan visi secara partisipatif, penguatan budaya kebersamaan dan musyawarah, peneguhan tanggung jawab, serta keteladanan kepala sekolah. Nilai Saraba Kawa berperan sebagai landasan moral dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program strategis. Sesuai dengan definisi Saraba Kawa yaitu merupakan karakter khas masyarakat Kabupaten Tabalong yang mencerminkan semangat, perjuangan, dan tekad yang kuat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban terhadap bangsa, negara, dan agama.Implementasi ini berdampak pada meningkatnya kolaborasi warga sekolah, efektivitas program, serta capaian akademik dan nonakademik. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kepemimpinan visioner dan kearifan lokal merupakan strategi kontekstual yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah dengan sumber daya terbatas.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS, SARANA PRASARANA, DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMPN 5 TANJUNG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Jainah Jainah; Husnul Madihah; Agustina Rahmi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4599

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator keberhasilan proses pendidikan. Data di SMP Negeri 5 Tanjung menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua siswa berpendidikan dasar (50% lulusan SD) dan mayoritas bekerja sebagai petani (68,8%), kondisi yang berpotensi memengaruhi dukungan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pendidikan orang tua, lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter religius, sarana prasarana, dan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel berjumlah 32 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dokumentasi nilai siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (F = 6,544; Sig = 0,018 < 0,05). Secara parsial seluruh variabel berpengaruh signifikan (Sig < 0,05). Variabel yang paling dominan adalah lingkungan sekolah (β = 0,411). Nilai Adjusted R² sebesar 0,066 menunjukkan kontribusi sebesar 6,6%, sedangkan 93,4% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi keluarga dan sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Page 99 of 101 | Total Record : 1007